{"id":6893,"date":"2026-08-19T15:00:32","date_gmt":"2026-08-19T08:00:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6893"},"modified":"2026-08-19T15:55:28","modified_gmt":"2026-08-19T08:55:28","slug":"soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma","title":{"rendered":"20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA &#038; Kunci Jawaban"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/361e8b5d-24a5-4997-bf3a-42389f706a6c.png\" alt=\"soal bahasa indonesia kelas 10\" width=\"1023\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Yuk, coba latihan dari contoh soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan, PTS, PAS, dan Asesmen Sumatif.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA<\/span><\/h2>\n<p><b>1. Perhatikan teks berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah hewan kecil yang termasuk ke dalam keluarga tikus kanguru. Hewan ini memiliki penampilan yang unik dengan tubuh yang kecil, kaki yang panjang, dan telinga yang besar. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">biasanya ditemukan di gurun pasir di Afrika Utara, Asia Tengah, dan Timur Tengah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Salah satu ciri khas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah kemampuan melompatnya yang luar biasa. Dengan menggunakan kaki panjangnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat melompat hingga setinggi 3 meter dan melintasi jarak yang jauh dalam satu lompatan. Kemampuan ini sangat berguna bagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk mencari makanan di habitat yang keras dan tandus dan menghindari pemangsa.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">termasuk hewan nokturnal. Mereka aktif pada malam hari. Mata yang besar dan tajam membantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk melihat dengan jelas di kegelapan malam. Selain itu, telinga besar mereka juga membantu mendeteksi suara dan membantu dalam komunikasi antar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari bacaan tersebut, pembaca dapat mengetahui salah satu makna kata secara tersirat, yakni makna dari \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">ciri khas jerboa\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">lompatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">nokturnal\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">tikus kanguru\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>2. Perhatikan teks berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah hewan kecil yang termasuk ke dalam keluarga tikus kanguru. Hewan ini memiliki penampilan yang unik dengan tubuh yang kecil, kaki yang panjang, dan telinga yang besar. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">biasanya ditemukan di gurun pasir di Afrika Utara, Asia Tengah, dan Timur Tengah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Salah satu ciri khas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah kemampuan melompatnya yang luar biasa. Dengan menggunakan kaki panjangnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat melompat hingga setinggi 3 meter dan melintasi jarak yang jauh dalam satu lompatan. Kemampuan ini sangat berguna bagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk mencari makanan di habitat yang keras dan tandus dan menghindari pemangsa.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">termasuk hewan nokturnal. Mereka aktif pada malam hari. Mata yang besar dan tajam membantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk melihat dengan jelas di kegelapan malam. Selain itu, telinga besar mereka juga membantu mendeteksi suara dan membantu dalam komunikasi antar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari bacaan tersebut, dapat diketahui bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jerboa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah \u2026.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">hewan kecil yang memiliki penampilan unik, kaki yang panjang, telinga yang besar, dan hidup di Asia Tenggara\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">hewan yang termasuk ke dalam keluarga tikus dan memiliki kemampuan melompat dan lari yang luar biasa\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">hewan nokturnal yang berukuran kecil, kaki yang panjang, telinga yang besar dan termasuk ke dalam keluarga tikus kanguru\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">hewan tikus kanguru yang hidup di sabana dan gurun pasir di Afrika Utara, Asia Tengah, dan Timur Tengah\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">hewan yang termasuk ke dalam keluarga tikus kanguru yang aktif pada malam hari dan memiliki kaki yang pendek serta telinga yang besar\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>3. Perhatikan teks berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(1) Gigi dan gusi memiliki peran yang sangat penting dalam kesehatan manusia. (2) Jika tidak dirawat, gigi dapat menimbulkan risiko penyakit lain yang lebih serius. (3) Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mulut memiliki hubungan dengan beberapa penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, dan alzheimer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(4) Hadirnya risiko penyakit-penyakit yang tergolong serius tersebut sebenarnya bermula dari infeksi periodontitis atau infeksi gusi dalam. (5) Penyakit mulut yang paling banyak diderita setelah gigi berlubang dan memengaruhi lebih dari 47% orang dewasa di atas usia 30 tahun ini terus menginfeksi secara bertahap. (6) Setelah fase awal peradangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">superficial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di bagian gusi yang terlihat (gingivitis), bakteri bergerak turun ke garis gusi lalu masuk ke dalam kantong akar gigi, kemudian mengikis struktur atau tulang yang menahan atau menyangga gigi di tempatnya sehingga bisa mengakibatkan gigi copot. (7) Infeksi periodontitis juga mengirimkan bakteri secara pelan, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Treponema denticola<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Porphyromonas gingivalis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ke sekitar aliran darah selama beberapa dekade. (8) Darah akan mengirimkan bakteri-bakteri ini ke seluruh tubuh: otak, arteri, dan pankreas atau hati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makna kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">infeksi <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang terdapat dalam teks tersebut adalah &#8230;.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">radang jaringan tubuh yang memungkinkan timbulnya nanah\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">pembengkakan jaringan tubuh\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">cedera yang ditandai oleh suhu badan naik\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">reaksi jaringan tubuh terhadap penyakit\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">keadaan penyakit di dalam tubuh\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>4. Perhatikan teks berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Lebih Sehat Minyak Sawit atau Minyak Kelapa?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(1) Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. (2) Terdapat dua jenis minyak goreng yang umum digunakan masyarakat sebagai bahan utama untuk memasak, yaitu minyak sawit dan minyak kelapa. (3) Kedua jenis minyak ini termasuk minyak tropis yang berasal dari tumbuhan dan Indonesia adalah salah satu produsen terbesarnya. (4) Berbeda dengan jenis minyak lainnya, minyak tropis berbentuk semipadat pada suhu kamar. (5) Hal ini menjadikan minyak jenis ini sebagai pengganti untuk mentega, margarin, dan mentega putih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(6) Sebenarnya kedua jenis minyak ini memiliki kandungan yang berbeda. (7) Beberapa masyarakat membanding-bandingkan kandungan kedua jenis minyak ini, seperti banyaknya kalori dan lemak. (8) Dari banyaknya kalori, baik minyak sawit maupun minyak kelapa, sama-sama memiliki kandungan kalori yang tinggi. (9) Dalam satu sendok makan minyak sawit terkandung 120 kalori, sedangkan pada minyak kelapa terkandung 117 kalori. (10) Selain itu, minyak kelapa mengandung lebih dari 90% lemak jenuh, sedangkan minyak sawit memiliki rasio lemak jenuh dan lemak tak jenuh dengan rasio satu banding satu. (11) Tingginya kandungan lemak jenuh pada minyak kelapa dapat berisiko meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. (12) Tingginya kandungan lemak yang ada pada minyak sawit dapat menyebabkan obesitas dan penyakit kardiovaskular. (13) Atas dasar hal tersebut, konsumsi minyak harus dibatasi dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh agar terhindar dari penyakit tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makna kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">umum <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang terdapat pada kalimat (2) adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">mengenai seluruhnya atau semuanya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">sudah diketahui oleh orang banyak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">terus-menerus<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">orang banyak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">selalu<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>5. Perhatikan kutipan teks berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Bentol adalah suatu kondisi kulit yang di tandai dengan adanya bengkak atau benjolan kecil yang muncul dipermukaan kulit. (2) Bentol dapat muncul diberbagai bagian tubuh, seperti wajah, tangan, kaki, atau area lainnya. (3) Munculnya bentol biasanya disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau bahan kimia tertentu. (4) Selain itu, gigitan serangga, paparan sinar matahari yang berlebihan, atau stres juga dapat menjadi pemicu munculnya bentol di bagian kulit. (5) Gejala yang biasanya muncul saat seseorang mengalami bentol adalah rasa gatal yang intens, kemerahan di sekitar area bentol, dan rasa tidak nyaman pada kulit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan bacaan tersebut, makna kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bentol <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dijelaskan secara \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">tersurat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">tersirat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">visual<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kontekstual<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">internal<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>6. Perhatikan kutipan teks berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Bentol adalah suatu kondisi kulit yang di tandai dengan adanya bengkak atau benjolan kecil yang muncul dipermukaan kulit. (2) Bentol dapat muncul diberbagai bagian tubuh, seperti wajah, tangan, kaki, atau area lainnya. (3) Munculnya bentol biasanya disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau bahan kimia tertentu. (4) Selain itu, gigitan serangga, paparan sinar matahari yang berlebihan, atau stres juga dapat menjadi pemicu munculnya bentol di bagian kulit. (5) Gejala yang biasanya muncul saat seseorang mengalami bentol adalah rasa gatal yang intens, kemerahan di sekitar area bentol, dan rasa tidak nyaman pada kulit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">di<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tepat terdapat pada kalimat nomor \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(5)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>7. Perhatikan kutipan teks berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(1) Cecak yang bernama Latin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cosymbotus platyurus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah jenis reptil kecil atau binatang merayap yang biasa hidup di rumah (pada langit-langit, di dekat lampu), makanannya binatang kecil (nyamuk dan sebagainya), dan sering berbunyi \u201ccek cek\u201d. (2) Cecak memiliki tubuh yang ramping dan panjangnya sekitar 10 cm dengan empat kaki yang kuat serta jari-jari yang dilengkapi dengan cakar tajam. (3) Cecak juga memiliki ekor yang panjang dan dapat digunakan untuk berpegangan. (4) Adapun keunikan cecak pada bagian ekor, yakni ekor tersebut dapat putus untuk melindungi diri dari pemangsa, tetapi akan tumbuh kembali dengan sendirinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(5) Cecak termasuk hewan yang sangat adaptif dan mampu bertahan hidup di berbagai habitat. (6) Mereka sering ditemukan di pepohonan, semak-semak, atau bahkan di dalam rumah. (7) Cecak merupakan hewan nokturnal atau aktif pada malam hari dan beristirahat di siang hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat definisi terdapat pada kalimat \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(5)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>8. Perhatikan ilustrasi berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Sha Joe Joe akan menyadur teks laporan hasil observasi tentang jenis-jenis lalat buah di Indonesia. Karena teks laporan hasil observasi adalah teks ilmiah yang berisi data-data akurat, Sha Joe Joe membutuhkan sumber yang dapat menyajikan data yang dapat dipercaya, seperti artikel, buku, jurnal, dan sebagainya. Buku yang dijadikan bahan referensi adalah buku karya S.S Siwi yang diterbitkan pada tahun 2004 di Bogor, tepatnya oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. Buku itu berjudul Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Setelah selesai mengambil intisari dari buku tersebut dan menuangkannya ke dalam tulisan, ia perlu menuliskan sumber data yang digunakan sebagai bahan penulisan teks tersebut. Namun, ia lupa cara dan urutan penulisan sumber yang benar. Sha Joe Joe butuh bantuanmu untuk menentukan sumber penulisan yang tepat untuk teks laporan hasil observasi yang telah ia sadur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manakah penulisan sumber yang tepat sesuai kaidah kebahasaan?<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siwi, S.S. 2004. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siwi, S.S. 2004. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siwi, S.S. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. 2004. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siwi, S.S. \u201cJenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya\u201d. 2004. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siwi, S.S. \u201cJenis-jenis Lalat Buah Penting di Indonesia dan Macam Tanaman Inangnya\u201d.\u00a0 Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. 2004.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>9. Perhatikan teks laporan hasil observasi berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(1) Lalat buah juga di kenal dengan nama Drosophila melanogaster. (2) Lalat buah memiliki tubuh kecil berwarna kuning dan cokelat dengan sayap transparan. (3) Mereka memiliki enam kaki dan antena panjang yang membantu mereka untuk mencari makanan. (4) Lalat buah memiliki siklus hidup pendek, biasanya hanya sekitar 30 hari. (5) Namun, mereka dapat berkembang biak dengan cepat dalam waktu tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(5) Habitat lalat buah meliputi berbagai tempat yang kaya akan buah-buahan dan sayuran yang sedang membusuk. (6) Mereka sering ditemukan di dapur, terutama di sekitar wadah yang berisi buah yang matang atau sayuran yang dibiarkan lama. (7) Lalat buah juga dapat ditemui di pasar buah atau tempat-tempat penyimpanan makanan. (8) Ditemukannya lalat buah pada tempat-tempat tersebut karena makanan utama mereka adalah buah-buahan yang mulai membusuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(9) Lalat buah memiliki kemampuan untuk mendeteksi aroma dari buah yang matang atau yang membusuk dari jarak yang cukup jauh. (10) Setelah menemukan sumber makanan, lalat buah menggunakan probosis kecilnya untuk mengeluarkan enzim pencernaan. (11) Setelah itu, mereka akan mengonsumsi cairan yang dikeluarkan oleh buah yang membusuk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan penulisan teks laporan hasil observasi pada bacaan tersebut terdapat pada kalimat \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(6)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(7)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(8)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(11)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>10. Perhatikan kedua kutipan teks berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Teks 1<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laron berbentuk silinder dan terdiri atas tiga bagian tubuh, yaitu kepala, dada, dan perut. Laron memiliki enam kaki yang kuat dan fleksibel yang memungkinkannya untuk melompat jauh. Bagian sayap laron biasanya berwarna transparan atau berwarna coklat kemerahan dengan pola unik. Selain memiliki sayap untuk terbang, mereka memiliki antena panjang yang digunakan untuk mencari makanan dan berkomunikasi dengan anggota sejenisnya. Mengenai habitatnya, laron biasanya ditemukan di habitat yang lembab, seperti hutan, taman, atau daerah yang dekat dengan air karena mereka membutuhkan kelembapan untuk bertahan hidup dan berkembang biak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Teks 2<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wombat adalah mamalia berkantong, menyerupai beruang kecil, bertubuh gemuk pendek, berkaki pendek, berekor sangat pendek, memiliki panjang kira-kira 1 meter, ditemukan di Australia, Tasmania, dan beberapa kepulauan Pasifik. Selain itu, wombat memiliki cakar yang berguna untuk menggali liang mereka. Gigi taring yang kuat dan gigi geraham yang besar milik wombat memungkinkan mereka untuk mengunyah makanan kasar, seperti rumput dan akar-akaran. Adapun kulit wombat yang tebal akan melindungi mereka dari cedera saat berada di liang bawah tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan ciri-ciri kebahasaan teks laporan observasi, manakah pernyataan yang tepat tentang kedua teks tersebut?<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks 1 dan 2 tidak memuat kalimat definisi serta memuat kesalahan penulisan kata depan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">di<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks 1 tidak memuat kalimat deskripsi, sedangkan teks 2 memuat kalimat definisi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks 1 memuat tidak kalimat definisi, sedangkan teks 2 memuat kalimat definisi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks 1 memuat kesalahan penulisan imbuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">di-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sedangkan teks 2 memuat kesalahan penulisan kata depan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">di<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks 1 memuat kesalahan penulisan kata depan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">di<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sedangkan teks 2 memuat kesalahan penulisan imbuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">di-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>11. Perhatikan kutipan teks laporan hasil observasi berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Rangkong adalah salah satu jenis burung yang termasuk dalam kategori burung hutan tropis. (2) Burung ini mempunyai paruh yang sangat indah, yakni berbentuk seperti tanduk sapi, tetapi tanpa lingkaran. (3) Dalam klasifikasi umumnya, rangkong termasuk dalam ordo <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bucerotiformes <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan merupakan spesies yang terancam punah. (4) Rangkong memiliki pola makan yang berbeda dari jenis burung lainnya. (5) Pola makan mereka beragam, tergantung pada ketersediaan sumber makanan. (6) Ketika musim buah-buahan tiba, rangkong cenderung mengonsumsi buah-buahan, seperti beri dan mangga. (7) Namun, jika musim buah-buahan berlalu, rangkong bisa mengonsumsi serangga. (8) Dengan menggunakan paruhnya, rangkong dapat menangkap serangga sambil terbang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur yang terdapat dalam kutipan teks laporan hasil observasi tersebut adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">pernyataan umum dan deskripsi bagian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">deskripsi bagian dan kesimpulan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">deskripsi manfaat dan klasifikasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">pernyataan umum saja<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">deskripsi manfaat saja<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>12. Perhatikan kutipan teks laporan hasil observasi berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) merupakan salah satu taman nasional di Indonesia yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah. (2) Taman ini terletak sekitar 60 kilometer di selatan kota Palu. (3) Sebagai salah satu lokasi perlindungan hayati, taman ini di tempati dan menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa liar, termasuk babi rusa dan berbagai spesies burung endemik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(4) Secara resmi, taman nasional ini meliputi kawasan seluas 217.991,18 hektar atau sekitar 1,2% luas wilayah Sulawesi. (5) Ketinggiannya wilayahnya bervariasi, yakni antara 200 sampai dengan 2.610 meter di atas permukaan laut. (6) Jika ditelusuri, sebagian besar wilayah taman ini terdiri atas kurang lebih 90% wilayah hutan pegunungan dan sub-pegunungan serta kurang lebih 10% hutan dataran rendah. (7) Taman Nasional Lore juga terletak di garis Wallace yang merupakan wilayah peralihan antara zona Asia dan Australia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat yang perlu diperbaiki karena mengandung kesalahan penulisan adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kalimat (1)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kalimat (2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kalimat (3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kalimat (5)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kalimat (6)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>13. Perhatikan kutipan lawakan tunggal berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kali saya berangkat kerja, saya selalu bertemu banyak pengemis di sepanjang jalan. Karena kasihan dan ingin berbagi, saya selalu sisihkan sedikit dari hasil kerja keras saya untuk mereka. Bagaimanapun, nasib saya jauh lebih baik. Masalahnya, mereka di sana hampir setiap hari. Nah, karena penasaran, kemarin, saya mewawancarai mereka. Saya tanya kenapa mereka mengemis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pengemis pertama yang saya tanyai ini masih muda. Katanya, dia mengemis karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dia lakukan. Lalu, saya sarankan untuk jadi kurir saja seperti saya ini. Saya bilang mau bantu kalau memang dia serius. Dia bilang, \u201cAh, jadi kurir itu melelahkan. Mau dapat uang harus keliling dulu antar barang!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Sudahlah. Saya wawancara saja pengemis kedua. Yang satu ini kelihatan tua sekali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cMengapa memilih jadi pengemis?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cSaya sudah tua. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Bekerja kasar sudah tidak kuat. Keluarga saya tidak ada yang mau bantu. Padahal, uang saya buat makan sehari-hari saja tidak cukup,\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Wah, waktu mendengar itu, sedih sekali rasanya. Lalu, saya tawari beliau ini untuk makan di warung seberang. Saya kaget karena dia menggelengkan kepala: tidak mau sama sekali. Sepertinya, memang orang baik. Lalu, saya tanya mengapa tidak mau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cSaya biasanya makan di restoran bintang 3 Michelin, Pak,\u201d begitu jawabnya. Wah, saya saja setiap hari hanya makan di warung pinggir jalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan yang disampaikan dalam kutipan teks tersebut adalah \u2026<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita harus peduli dan saling menolong dengan sesama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengemis harus dihindari karena merugikan semua orang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagi merupakan hal baik yang perlu dilakukan oleh setiap orang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berhati-hatilah karena tidak semua hal yang ada di sekitar kita sama dengan yang terlihat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bekerja keraslah agar bisa memenuhi kebutuhan sendiri dan membantu orang lain.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>14. Perhatikan kutipan lawakan tunggal berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kali saya berangkat kerja, saya selalu bertemu banyak pengemis di sepanjang jalan. Karena kasihan dan ingin berbagi, saya selalu sisihkan sedikit dari hasil kerja keras saya untuk mereka. Bagaimanapun, nasib saya jauh lebih baik. Masalahnya, mereka di sana hampir setiap hari. Nah, karena penasaran, kemarin, saya mewawancarai mereka. Saya tanya kenapa mereka mengemis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pengemis pertama yang saya tanyai ini masih muda. Katanya, dia mengemis karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dia lakukan. Lalu, saya sarankan untuk jadi kurir saja seperti saya ini. Saya bilang mau bantu kalau memang dia serius. Dia bilang, \u201cAh, jadi kurir itu melelahkan. Mau dapat uang harus keliling dulu antar barang!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Sudahlah. Saya wawancara saja pengemis kedua. Yang satu ini kelihatan tua sekali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cMengapa memilih jadi pengemis?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cSaya sudah tua. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Bekerja kasar sudah tidak kuat. Keluarga saya tidak ada yang mau bantu. Padahal, uang saya buat makan sehari-hari saja tidak cukup,\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Wah, waktu mendengar itu, sedih sekali rasanya. Lalu, saya tawari beliau ini untuk makan di warung seberang. Saya kaget karena dia menggelengkan kepala: tidak mau sama sekali. Sepertinya, memang orang baik. Lalu, saya tanya mengapa tidak mau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cSaya biasanya makan di restoran bintang 3 Michelin, Pak,\u201d begitu jawabnya. Wah, saya saja setiap hari hanya makan di warung pinggir jalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keterkaitan antara lawakan tunggal tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">pengemis di jalanan jarang diperhatikan oleh orang sekitar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">mayoritas pengemis tidak mau bekerja menjadi seorang kurir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">banyak orang yang memilih mengemis hanya karena malas bekerja<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">pengemis selalu lebih kaya daripada orang yang memberinya bantuan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">sebagian orang tidak peduli kepada pengemis yang mereka temui di jalan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>15. Perhatikan kutipan lawakan tunggal berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kali saya berangkat kerja, saya selalu bertemu banyak pengemis di sepanjang jalan. Karena kasihan dan ingin berbagi, saya selalu sisihkan sedikit dari hasil kerja keras saya untuk mereka. Bagaimanapun, nasib saya jauh lebih baik. Masalahnya, mereka di sana hampir setiap hari. Nah, karena penasaran, kemarin, saya mewawancarai mereka. Saya tanya kenapa mereka mengemis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pengemis pertama yang saya tanyai ini masih muda. Katanya, dia mengemis karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dia lakukan. Lalu, saya sarankan untuk jadi kurir saja seperti saya ini. Saya bilang mau bantu kalau memang dia serius. Dia bilang, \u201cAh, jadi kurir itu melelahkan. Mau dapat uang harus keliling dulu antar barang!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Sudahlah. Saya wawancara saja pengemis kedua. Yang satu ini kelihatan tua sekali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cMengapa memilih jadi pengemis?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cSaya sudah tua. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Bekerja kasar sudah tidak kuat. Keluarga saya tidak ada yang mau bantu. Padahal, uang saya buat makan sehari-hari saja tidak cukup,\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Wah, waktu mendengar itu, sedih sekali rasanya. Lalu, saya tawari beliau ini untuk makan di warung seberang. Saya kaget karena dia menggelengkan kepala: tidak mau sama sekali. Sepertinya, memang orang baik. Lalu, saya tanya mengapa tidak mau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cSaya biasanya makan di restoran bintang 3 Michelin, Pak,\u201d begitu jawabnya. Wah, saya saja setiap hari hanya makan di warung pinggir jalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kutipan lawakan tersebut dibuat berdasarkan hasil penelitian penulis terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya. Sesuai dengan struktur teks anekdot, kutipan tersebut dapat dilanjutkan dengan menuliskan bagian \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">evaluasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">orientasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">komplikasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">klimaks<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">reorientasi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">16. Perbedaan karakteristik antara hikayat dan cerpen adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<p><b>A. hikayat:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki alur berbingkai yang sederhana<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>cerpen:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki alur yang lebih kompleks<\/span><\/p>\n<p><b>B. hikayat: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">bersifat lebih general atau umum<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>cerpen:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> biasanya bersifat istanasentris\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>C. hikayat:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> tokohnya cenderung berlatar keluarga kerajaan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>cerpen:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> tokohnya memiliki latar belakang yang lebih beragam<\/span><\/p>\n<p><b>D. hikayat:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ceritanya bertema kehidupan masyarakat umum<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>cerpen:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ceritanya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari<\/span><\/p>\n<p><b>E. hikayat: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">biasanya menggunakan sudut pandang orang pertama<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>cerpen:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> biasanya menggunakan sudut pandang orang ketiga<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>17. Perhatikan kedua teks berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Teks 1: Hikayat<\/b><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hatta maka Baginda Raja mengarahkan hulubalangnya untuk meruntuhkan rumah dan tanah milik Abu Nawas tanpa suatu sebab yang jelas. Semata-mata hendaklah ia mencari emas dan permata yang konon bersembunyi di dalam tanah rumah Abu Nawas. Keseluruhan pencarian itu sia-sia saja sebab emas dan permata yang menjadi gosip semata ini tiada ditemukan. Maka Baginda Raja pergi tanpa menyampaikan permintaan maaf. Tiada pula Baginda Raja mengganti rugi kepada Abu Nawas. Maka Abu Nawas marahlah sehingga ingin membalas dendam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Teks 2: Cerpen<\/b><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di kampungku, sehari sebelum purnama tiba, semua orang sibuk membersihkan rumah. Lantas malamnya, saat purnama menggantung di angkasa sembari menyapa umat manusia, mereka akan berbondong-bondong keluar rumah. Sebagian dari mereka tampak khusyuk memandangi bulan, sedangkan sebagian lagi menengadahkan tangan sambil menyampaikan permohonan kepada Tuhan. Kalau aku, sebenarnya aku tak begitu peduli dengan semua itu. Hanya saja, di malam-malam itu, aku pasti akan ikut keluar rumah juga. Bukan apa-apa, aku cuma ingin melihat seseorang dari kejauhan. Seseorang yang kumaksud itu tak pernah keluar rumah kecuali saat purnama. Jadi mana mungkin aku melewatkan kesempatan itu?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanggapan yang paling tepat untuk kedua teks tersebut adalah \u2026<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks 1 dipenuhi dengan kemustahilan sebagai salah satu karakteristik hikayat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks 1 memiliki alur berbingkai yang merupakan ciri khas sebuah hikayat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks 1 dan teks 2 mengisahkan tokoh dengan sudut pandang orang pertama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks 1 dipenuhi dengan nilai budaya, sedangkan teks 2 dipenuhi nilai sosial.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks 1 mengandung nilai moral, sedangkan teks 2 mengandung nilai budaya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>18. Perhatikan kedua teks berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Teks 1: Hikayat<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Hatta maka Baginda Raja mengarahkan hulubalangnya untuk meruntuhkan rumah dan tanah milik Abu Nawas tanpa suatu sebab yang jelas. Semata-mata hendaklah ia mencari emas dan permata yang konon bersembunyi di dalam tanah rumah Abu Nawas. Keseluruhan pencarian itu sia-sia saja sebab emas dan permata yang menjadi gosip semata ini tiada ditemukan. Maka Baginda Raja pergi tanpa menyampaikan permintaan maaf. Tiada pula Baginda Raja mengganti rugi kepada Abu Nawas. Maka Abu Nawas marahlah sehingga ingin membalas dendam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Teks 2: Cerpen<\/b><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Di kampungku, sehari sebelum purnama tiba, semua orang sibuk membersihkan rumah. Lantas malamnya, saat purnama menggantung di angkasa sembari menyapa umat manusia, mereka akan berbondong-bondong keluar rumah. Sebagian dari mereka tampak khusyuk memandangi bulan, sedangkan sebagian lagi menengadahkan tangan sambil menyampaikan permohonan kepada Tuhan. Kalau aku, sebenarnya aku tak begitu peduli dengan semua itu. Hanya saja, di malam-malam itu, aku pasti akan ikut keluar rumah juga. Bukan apa-apa, aku cuma ingin melihat seseorang dari kejauhan. Seseorang yang kumaksud itu tak pernah keluar rumah kecuali saat purnama. Jadi mana mungkin aku melewatkan kesempatan itu?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanggapan yang paling tepat untuk kedua teks tersebut adalah \u2026<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">mengandung majas personifikasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">mengandung majas hiperbola<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">mengandung majas metafora<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan banyak kata arkais dalam kalimatnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan konjungsi temporal dalam setiap kalimatnya<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>19. Perhatikan kutipan hikayat berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Syahdan maka tersebutlah perkataan sang Pertala Dewa. (2) Sekali peristiwa, maka baginda bertitah kepada segala menteri hulubalang, \u201cHai tuan sekalian, baiklah tuan sekalian berlengkap, esok hari kita hendak turun ke Pulau Biram Dewa, hendak pergi bermain-main dan berburu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(3) Maka sembah Mangkubumi, \u201cBaiklah tuanku.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0(4) Maka Mangkubumi pun bermohonlah ke luar, berlengkap gajah dan kuda dan rakyat sekalian. (5) Setelah lengkaplah, maka Mangkubumi pun masuk menghadap berdatang sembah, \u201cYa tuanku Syah Alam, patik dititahkan berlengkap itu, maka sekarang ini sudahlah patik kerahkan segala rakyat gajah dan kuda.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Schap, B.G. (2010). Hang Tuah. Jakarta: Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi temporal dalam kutipan tersebut terdapat pada kalimat bernomor \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(1) dan (2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(1) dan (5)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(2) dan (3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">hanya (4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">hanya (5)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>20. Perhatikan kutipan hikayat berikut!<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Maka baginda pun pergilah pada mahligai itu. (2) Setelah sampai, maka baginda pun naik ke atas mahligai itu. (3) Maka dilihatnya ada seorang putri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya, dan biti-biti perwara sekaliannya pun duduk menghadap ia. (4) Terlalu elok rupanya, seperti empat belas hari bulan. (5) Maka baginda pun segera menghampiri tuan putri itu. (6) Maka segala dayang-dayang pun terkejut dan heran melihat rupa Sang Pertala Dewa itu. (7) Maka sembah segala inang pengasuhnya, \u201cYa tuanku, siapatah tuanku ini?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Schap, B.G. (2010). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hang Tuah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jakarta: Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Majas yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">majas metafora pada kalimat (2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">majas hiperbola pada kalimat (3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">majas simile pada kalimat (4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">majas antonomasia pada kalimat (6)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">majas litotes pada kalimat (7)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">Kunci Jawaban<\/span><\/strong><\/h2>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">D<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">D<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">D<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">E<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, coba latihan dari contoh soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan, PTS, PAS, dan Asesmen Sumatif. &#8212; &nbsp; Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA 1. Perhatikan teks berikut! \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Jerboa adalah hewan kecil yang termasuk ke dalam keluarga tikus kanguru. Hewan ini memiliki penampilan yang unik dengan tubuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":6893,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1787129587:64"],"_edit_last":["64"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/361e8b5d-24a5-4997-bf3a-42389f706a6c.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["18"],"_yoast_wpseo_focuskw":["soal bahasa indonesia kelas 10"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Yuk, coba latihan dari contoh soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan, PTS, PAS, dan Asesmen Sumatif."],"_yoast_wpseo_linkdex":["73"]},"categories":[1],"tags":[10],"class_list":["post-6893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-latihan-soal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA &amp; Kunci Jawaban<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, coba latihan dari contoh soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan, PTS, PAS, dan Asesmen Sumatif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA &amp; Kunci Jawaban\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, coba latihan dari contoh soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan, PTS, PAS, dan Asesmen Sumatif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-19T08:00:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-19T08:55:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/361e8b5d-24a5-4997-bf3a-42389f706a6c.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Brain Academy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Brain Academy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"18 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma\",\"name\":\"20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA & Kunci Jawaban\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/361e8b5d-24a5-4997-bf3a-42389f706a6c.png\",\"datePublished\":\"2026-08-19T08:00:32+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-19T08:55:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e\"},\"description\":\"Yuk, coba latihan dari contoh soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan, PTS, PAS, dan Asesmen Sumatif.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/361e8b5d-24a5-4997-bf3a-42389f706a6c.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/361e8b5d-24a5-4997-bf3a-42389f706a6c.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA &#038; Kunci Jawaban\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e\",\"name\":\"Brain Academy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Brain Academy\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/brain-academy\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA & Kunci Jawaban","description":"Yuk, coba latihan dari contoh soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan, PTS, PAS, dan Asesmen Sumatif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA & Kunci Jawaban","og_description":"Yuk, coba latihan dari contoh soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan, PTS, PAS, dan Asesmen Sumatif.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-08-19T08:00:32+00:00","article_modified_time":"2026-08-19T08:55:28+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/361e8b5d-24a5-4997-bf3a-42389f706a6c.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Brain Academy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Brain Academy","Est. reading time":"18 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma","name":"20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA & Kunci Jawaban","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/361e8b5d-24a5-4997-bf3a-42389f706a6c.png","datePublished":"2026-08-19T08:00:32+00:00","dateModified":"2026-08-19T08:55:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e"},"description":"Yuk, coba latihan dari contoh soal Bahasa Indonesia kelas 10 SMA lengkap dengan kunci jawaban. Cocok untuk persiapan ulangan, PTS, PAS, dan Asesmen Sumatif.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/361e8b5d-24a5-4997-bf3a-42389f706a6c.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/361e8b5d-24a5-4997-bf3a-42389f706a6c.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/soal-bahasa-indonesia-kelas-10-sma#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA &#038; Kunci Jawaban"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/760d14546aed2f0c98ab76bcf6a0f71e","name":"Brain Academy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Brain Academy"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/brain-academy"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6893"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6894,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6893\/revisions\/6894"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}