{"id":6818,"date":"2026-07-27T13:00:39","date_gmt":"2026-07-27T06:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6818"},"modified":"2026-07-27T11:57:20","modified_gmt":"2026-07-27T04:57:20","slug":"ekonomi-makro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro","title":{"rendered":"Ekonomi Makro: Pengertian, Sejarah, Teori, &#038; Contoh Masalah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/592a9ec0-60eb-4f87-97f0-774476e25864.png\" alt=\"ekonomi makro\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin tahu perbedaan ekonomi makro dan mikro? Simak pembahasan lengkapnya mengenai pengertian, ruang lingkup, permasalahan, dan kebijakan ekonomi makro di artikel ini.<\/span><\/i><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minggu lalu mungkin kamu masih bisa jajan kopi susu dengan harga Rp 20.000,00. Tiba-tiba hari ini harganya naik jadi Rp 35.000,00 karena bahan bakunya makin mahal. Situasi seperti ini seringkali bikin kita bingung kenapa harga barang bisa naik dalam waktu singkat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal serupa juga terjadi pada dunia kerja. Banyak orang merasa mencari pekerjaan sekarang lebih sulit dibandingkan tahun lalu. Kenaikan harga barang secara serentak atau inflasi, serta sulitnya lapangan kerja merupakan contoh masalah yang dibahas dalam ekonomi makro.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi makro tidak membahas satu toko atau satu orang saja, tetapi melihat kondisi ekonomi secara lebih luas, bahkan sampai tingkat negara. Kondisi tersebut pada akhirnya bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk daya beli dan isi dompet kamu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, di artikel ini kita akan membahas apa itu ekonomi makro, sejarah lahirnya, dan alasan mengapa kita perlu memahami konsep dan teori di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Ekonomi Makro<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari kondisi dan masalah ekonomi secara keseluruhan atau bersifat agregatif. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah agregat di sini berarti melihat kondisi ekonomi secara menyeluruh. Jadi, <\/span><b>ekonomi makro tidak lagi fokus pada perilaku satu orang atau satu usaha saja<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, tetapi <\/span><b>melihat kondisi ekonomi secara umum suatu negara<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, ekonomi makro sering membahas hal-hal besar yang memengaruhi banyak orang sekaligus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hal yang biasanya dipelajari dalam ekonomi makro antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pendapatan nasional<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu total nilai seluruh kegiatan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kesempatan kerja<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, umumnya berkaitan dengan tingkat pengangguran dalam perekonomian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Stabilitas harga<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu kondisi naiknya harga barang dan jasa secara umum yang dikenal sebagai <\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi\"><b>inflasi<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pertumbuhan ekonomi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, untuk menunjukkan apakah perekonomian suatu negara sedang berkembang atau justru melambat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui ekonomi makro, para ahli ekonomi mencoba memahami bagaimana sektor dalam perekonomian, seperti rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan sektor luar negeri saling berinteraksi. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi\"><b>Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, &amp; Cara Mengatasi<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Sejarah Lahirnya Ekonomi Makro<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana sejarah lahirnya ilmu ekonomi makro? Kalau kita tarik mundur ke belakang, ilmu ekonomi awalnya belum terbagi menjadi makro dan mikro seperti sekarang. Dulu, para ekonom sangat dipengaruhi oleh Teori Klasik. Salah satu tokoh paling terkenal dalam teori ini adalah Adam Smith.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teori Klasik meyakini bahwa pasar itu punya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">invisible hand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang bisa memperbaiki dirinya sendiri. Intinya, biarkan saja pasar berjalan apa adanya, nanti harga akan stabil sendiri, dan pengangguran akan hilang dengan sendirinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, keyakinan tersebut mulai dipertanyakan ketika dunia mengalami krisis ekonomi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Great Depression<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada tahun 1929-1933.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Titik Balik: Depresi Besar 1929<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun ini, terjadi kondisi di mana pabrik-pabrik tutup, bank bangkrut, dan hampir seperempat penduduk di negara maju kehilangan pekerjaan. Teori ekonomi klasik yang bilang <\/span><b><i>&#8220;pasar akan sembuh sendiri&#8221;<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ternyata tidak sepenuhnya terbukti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi dunia justru macet total selama bertahun-tahun, karena teori ini tidak bisa menjelaskan secara memadai mengapa krisis tersebut bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Kelahiran Ekonomi Makro Modern (Mazhab Keynesian)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari situasi itulah muncul seorang ekonom asal Inggris bernama John Maynard Keynes.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1936, Keynes menerbitkan buku terkenal berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The General Theory of Employment, Interest, and Money<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam buku tersebut, Keynes menjelaskan sudut pandang baru dalam memahami perekonomian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa gagasan penting Keynes yaitu:<\/span><\/p>\n<p><b>a. Pemerintah perlu ikut campur dalam perekonomian<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri saat krisis. Pemerintah perlu melakukan intervensi lewat kebijakan untuk memacu pertumbuhan.<\/span><\/p>\n<p><b>b. Fokus pada Agregat<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah ekonomi harus dilihat secara total\/agregat, mulai dari total konsumsi masyarakat sampai total pengeluaran pemerintah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemikiran Keynes ini kemudian dikenal sebagai <\/span><b>Revolusi Keynesian<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan menjadi dasar lahirnya ekonomi makro modern.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak saat itulah, para ahli mulai membedakan analisis ekonomi menjadi dua, yaitu Mikro yang fokus pada unit individu, dan Makro yang fokus pada kebijakan negara untuk menjaga stabilitas ekonomi secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sejarah-ilmu-ekonomi\"><b>Sejarah Ilmu Ekonomi, Cabang Kajian, dan Manfaatnya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ruang Lingkup Ekonomi Makro<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah tahu sejarahnya, sekarang pertanyaannya apa saja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sih <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sebenarnya dibahas dalam ekonomi makro? Ibarat sebuah film, kalau <\/span><b>ekonomi mikro <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">membahas detail karakter tiap tokoh maka,<\/span><b> ekonomi makro <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">membahas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">genre <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">film, alur cerita, dan seberapa sukses film tersebut secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang lingkup ekonomi makro dapat dilihat dari beberapa aspek berikut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi makro mempelajari kemampuan suatu negara dalam menghasilkan barang dan jasa. Hal ini biasanya dilihat dari berbagai komponen kegiatan ekonomi, antara lain:<\/span><\/p>\n<p><b>a. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menunjukkan seberapa besar masyarakat membelanjakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa..<\/span><\/p>\n<p><b>b. Pengeluaran Pemerintah<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dana yang dikeluarkan negara untuk pembangunan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik.<\/span><\/p>\n<p><b>c. Investasi<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Modal yang ditanamkan oleh perusahaan untuk memperluas usaha, membeli mesin, dan membangun pabrik.<\/span><\/p>\n<p><b>d. Ekspor dan Impor<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan perdagangan suatu negara dengan negara lain, yaitu menjual barang ke luar negeri (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ekspor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan membeli barang dari luar negeri (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">impor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kebijakan Pemerintah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi tidak dibiarkan berjalan sendiri begitu saja. Pemerintah punya peran untuk mengendalikan situasi melalui dua kebijakan utama, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kebijakan Fiskal:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kebijakan yang berkaitan dengan pengaturan pendapatan (pajak) dan pengeluaran negara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kebijakan Moneter:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kebijakan yang mengatur jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga melalui Bank Sentral seperti Bank Indonesia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Pengeluaran Agregat (Total)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah akan muncul kalau pengeluaran agregat tidak ideal. Misalnya, kalau pengeluaran masyarakat terlalu tinggi tapi barangnya sedikit, bisa terjadi <\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi\"><b>inflasi<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebaliknya, kalau pengeluaran terlalu rendah, perusahaan bisa bangkrut dan terjadilah pengangguran.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, perbedaan ekonomi makro dan mikro dapat kamu lihat dari beberapa hal berikut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Unit Analisis (Apa yang Dilihat)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan pertama terletak pada <\/span><b>objek yang dianalisis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi mikro berfokus pada unit-unit kecil dalam perekonomian, seperti perilaku konsumen, perusahaan, dan pasar tertentu. Contoh ekonomi mikro:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa kamu memilih beli kopi susu dibanding teh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana strategi perusahaan seperti Gojek atau Tokopedia dalam menarik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana harga suatu barang terbentuk di pasar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, <\/span><b>ekonomi makro<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> mempelajari variabel yang bersifat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">agregat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau keseluruhan. Contoh ekonomi makro:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh pendapatan penduduk Indonesia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat pengangguran nasional.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenaikan harga barang secara umum atau inflasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Tujuan Analisis (Apa yang Ingin Dicapai)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan kedua terletak pada <\/span><b>tujuan analisisnya<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ekonomi mikro, fokusnya adalah mencari cara agar konsumen mendapatkan kepuasan maksimal dan perusahaan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan sumber daya yang terbatas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, ekonomi makro mencari cara agar ekonomi negara stabil, lapangan kerja tersedia luas, dan pertumbuhan ekonomi terus meningkat tanpa gangguan krisis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Instrumen Kebijakan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan berikutnya terlihat dari<\/span><b> jenis kebijakan atau alat analisis yang digunakan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <\/span><b>ekonomi mikro<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, analisis biasanya berkaitan dengan kebijakan harga, teori produksi, dan bagaimana barang didistribusikan ke konsumen tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan dalam <\/span><b>ekonomi makro<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kebijakan yang digunakan lebih luas dan melibatkan pemerintah, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan Fiskal, seperti pajak dan APBN.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan Moneter, seperti pengaturan jumlah uang beredar oleh <\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/bank-sentral-pengertian-fungsi-tugas-wewenang-contoh\"><b>Bank Sentral<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-digital\"><b>Ekonomi Digital: Pengertian, Peluang, Tantangan, dan Contoh<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Permasalahan Ekonomi Makro<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa contoh permasalahan utama dalam ekonomi makro yang sering kita temui:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Masalah Pengangguran (<\/b><b><i>Unemployment<\/i><\/b><b>)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu contoh masalah yang dibahas dalam ekonomi makro adalah pengangguran. Pengangguran terjadi ketika jumlah orang yang ingin bekerja lebih besar daripada lapangan kerja yang tersedia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dampaknya antara lain pendapatan nasional menurun, daya beli masyarakat rendah, dan bisa memicu masalah sosial. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah biasanya menciptakan kebijakan agar investasi masuk dan lapangan kerja baru terbuka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Inflasi (Kenaikan Harga Secara Umum)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti contoh kopi susu di awal, <\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi\"><b>inflasi<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kondisi di mana harga barang dan jasa naik secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Penyebabnya bisa karena permintaan masyarakat yang terlalu tinggi atau naiknya biaya produksi, seperti harga BBM.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak inflasi adalah menurunnya nilai uang kita. Misalnya, uang Rp 50.000 yang dulu bisa buat makan kenyang seharian, sekarang mungkin hanya cukup untuk sekali makan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Pertumbuhan Ekonomi yang Lambat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan ekonomi diukur dari seberapa banyak barang dan jasa yang diproduksi suatu negara. Jika pertumbuhannya lambat atau bahkan bernilai negatif (resesi), hal tersebut artinya ekonomi negara tersebut sedang tidak sehat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, kondisi yang ideal bagi suatu negara adalah ketika perekonomian mampu tumbuh secara stabil, sehingga standar hidup masyarakat dapat terus meningkat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Masalah Neraca Pembayaran<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Permasalahan lain dalam ekonomi makro berkaitan dengan hubungan ekonomi suatu negara dengan negara lain. Hal ini tercatat dalam <\/span><b>neraca pembayaran<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu laporan yang mencatat seluruh transaksi ekonomi suatu negara dengan luar negeri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Permasalahanya adalah jika kita terlalu banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">impor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(membeli barang luar negeri) tapi sedikit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ekspor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(menjual barang ke luar negeri), cadangan devisa negara bisa menipis dan nilai tukar mata uang kita (Rupiah) bisa melemah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Ketimpangan Distribusi Pendapatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi suatu negara mungkin tumbuh tinggi, tapi apakah semua rakyat merasakannya? Kadang terjadi jurang yang lebar antara si kaya dan si miskin. Dalam ekonomi makro, pemerintah bertugas memastikan hasil pembangunan bisa dinikmati lebih merata, misalnya melalui pajak dan subsidi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Teori Ekonomi Makro<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memahami bagaimana ekonomi sebuah negara berjalan, para ahli membaginya ke dalam beberapa kelompok teori utama. Teori inilah yang digunakan pemerintah untuk memutuskan kapan harus menaikkan pajak atau kapan harus menurunkan suku bunga bank.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Teori Penentuan Masukan dan Keluaran (<\/b><b><i>Output<\/i><\/b><b>)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teori ini membahas tentang apa yang menentukan tingkat produksi barang dan jasa secara nasional. Fokusnya<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">ke bagaimana penggunaan tenaga kerja, modal, dan teknologi bisa memaksimalkan hasil produksi suatu negara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, intinya semakin efisien sebuah negara mengelola sumber dayanya, semakin tinggi pertumbuhan ekonominya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Teori Inflasi dan Tingkat Harga<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teori ini membedah alasan di balik kenaikan harga barang secara umum. Ada dua penyebab utamanya, yaitu <\/span><b><i>Demand-Pull Inflation<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, harga naik karena orang terlalu banyak belanja tapi barangnya sedikit dan <\/span><b><i>Cost-Push Inflation<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, harga naik karena biaya produksi, seperti BBM atau listrik, meningkat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Teori Pertumbuhan Ekonomi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teori pertumbuhan ekonomi adalah teori jangka panjang. Para ekonom meneliti apa yang membuat sebuah negara bisa kaya dalam waktu 10, 20, atau 50 tahun ke depan. Variabel yang diperhatikan adalah investasi, kualitas SDM (pendidikan), dan kemajuan teknologi. Tanpa ketiga hal ini, ekonomi sebuah negara akan jalan di tempat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Teori Perdagangan Internasional<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di era globalisasi, tidak ada negara yang bisa hidup sendiri. Teori ini membahas dampak ekspor dan impor terhadap nilai tukar mata uang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kurs<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan cadangan <\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-devisa\"><b>devisa<\/b><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">negara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kerjasama-ekonomi-internasional\"><b>Kerja Sama Ekonomi Internasional: Tujuan, Bentuk, &amp; Lembaga<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kebijakan Ekonomi Makro<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di bagian ini kamu akan tahu bagaimana teori-teori tadi dipraktikkan oleh pemerintah untuk mengatur ekonomi negara. Kebijakan ekonomi makro adalah langkah pemerintah yang bertujuan untuk memengaruhi pengeluaran agregat agar ekonomi tetap stabil. Pemerintah tidak bisa diam saja saat harga barang melonjak atau pengangguran meningkat. Ada tiga kebijakan yang biasanya digunakan untuk menstabilkan keadaan, antara lain:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kebijakan Fiskal<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan ini berkaitan dengan <\/span><b>Pendapatan (Pajak)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><b>Pengeluaran (APBN)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> negara. Cara kerja kebijakan ini adalah jika ekonomi lesu, pemerintah bisa menurunkan pajak agar masyarakat punya lebih banyak uang untuk belanja, atau pemerintah memperbanyak proyek pembangunan seperti jalan tol atau jembatan untuk menyerap tenaga kerja. Tujuannya untuk mengarahkan ekonomi melalui anggaran negara.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kebijakan Moneter<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan ini dijalankan oleh Bank Sentral di Indonesia, yaitu Bank Indonesia. Fokusnya adalah mengatur jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara kerja kebijakan ini adalah saat inflasi tinggi (harga-harga naik), Bank Indonesia biasanya menaikkan suku bunga agar orang lebih memilih menabung daripada belanja. Hal ini akan mengerem kenaikan harga. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas nilai mata uang dan mengendalikan inflasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kebijakan Segi Penawaran (<\/b><b><i>Supply-Side Policy)<\/i><\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan dua kebijakan di atas yang fokus pada pengeluaran, kebijakan ini fokus pada efisiensi produksi. Cara kerja kebijakan ini adalah pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan, mengurangi hambatan birokrasi, dan meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan kerja. Tujuannya agar barang dan jasa bisa diproduksi lebih banyak dengan biaya lebih murah, sehingga ekonomi tumbuh tanpa memicu inflasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui pengantar ekonomi makro, kamu dapat memahami bagaimana perekonomian suatu negara berjalan secara keseluruhan dari masalah pengangguran, inflasi, sampai pertumbuhan ekonomi. Jika sudah paham konsep ini, kamu bisa tahu kalau kebijakan pemerintah dan aktivitas ekonomi masyarakat saling mempengaruhi dalam menjaga stabilitas ekonomi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana seru <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">belajar tentang ekonomi makro? Kalau kamu tertarik mempelajari topik ekonomi dan pelajaran lainnya dengan cara yang lebih mudah dipahami, yuk belajar bareng di <\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><b>Brain Academy<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Referensi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anugrah, D. 2023. Pengertian Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro [Daring]. Tautan: https:\/\/feb.umsu.ac.id\/pengertian-dan-penjelasan-tentang-ekonomi-mikro-dan-ekonomi-makro\/#:~:text=Ekonomi%20makro%20adalah%20cabang%20ilmu,perilaku%2C%20hingga%20proses%20pengambilan%20keputusan. Diakses 8 Maret 2026.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">ASPROPENDO. 2020. Teori Ekonomi Makro [Daring]. Tautan: https:\/\/iris1103.uns.ac.id\/laporan_akhir\/d217a703-0c5f-11ec-a398-005056b65aa0.pdf. Diakses 8 Maret 2026.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Thomas, J. February 09, 2026. Macroeconomics: Definition, History, and Schools of Thought [Daring]. Tautan: https:\/\/www.investopedia.com\/terms\/m\/macroeconomics.asp. Diakses 8 Maret 2026.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ingin tahu perbedaan ekonomi makro dan mikro? Simak pembahasan lengkapnya mengenai pengertian, ruang lingkup, permasalahan, dan kebijakan ekonomi makro di artikel ini. \u2014 Minggu lalu mungkin kamu masih bisa jajan kopi susu dengan harga Rp 20.000,00. Tiba-tiba hari ini harganya naik jadi Rp 35.000,00 karena bahan bakunya makin mahal. Situasi seperti ini seringkali bikin kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":6818,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1785131973:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Ingin tahu perbedaan ekonomi makro dan mikro? Simak pembahasan lengkapnya mengenai pengertian, ruang lingkup, permasalahan, dan kebijakannya di artikel ini."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/592a9ec0-60eb-4f87-97f0-774476e25864.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["10"],"_yoast_wpseo_focuskw":["ekonomi makro"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Ingin tahu perbedaan ekonomi makro dan mikro? Simak pembahasan lengkapnya mengenai pengertian, ruang lingkup, permasalahan, dan kebijakannya di artikel ini."],"_yoast_wpseo_linkdex":["80"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ekonomi Makro: Pengertian, Sejarah, Teori, &amp; Contoh Masalah - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ingin tahu perbedaan ekonomi makro dan mikro? Simak pembahasan lengkapnya mengenai pengertian, ruang lingkup, permasalahan, dan kebijakannya di artikel ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ekonomi Makro: Pengertian, Sejarah, Teori, &amp; Contoh Masalah - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ingin tahu perbedaan ekonomi makro dan mikro? Simak pembahasan lengkapnya mengenai pengertian, ruang lingkup, permasalahan, dan kebijakannya di artikel ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-27T06:00:39+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro\",\"name\":\"Ekonomi Makro: Pengertian, Sejarah, Teori, & Contoh Masalah - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/592a9ec0-60eb-4f87-97f0-774476e25864.png\",\"datePublished\":\"2026-07-27T06:00:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Ingin tahu perbedaan ekonomi makro dan mikro? Simak pembahasan lengkapnya mengenai pengertian, ruang lingkup, permasalahan, dan kebijakannya di artikel ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/592a9ec0-60eb-4f87-97f0-774476e25864.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/592a9ec0-60eb-4f87-97f0-774476e25864.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ekonomi Makro: Pengertian, Sejarah, Teori, &#038; Contoh Masalah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ekonomi Makro: Pengertian, Sejarah, Teori, & Contoh Masalah - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Ingin tahu perbedaan ekonomi makro dan mikro? Simak pembahasan lengkapnya mengenai pengertian, ruang lingkup, permasalahan, dan kebijakannya di artikel ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ekonomi Makro: Pengertian, Sejarah, Teori, & Contoh Masalah - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Ingin tahu perbedaan ekonomi makro dan mikro? Simak pembahasan lengkapnya mengenai pengertian, ruang lingkup, permasalahan, dan kebijakannya di artikel ini.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-07-27T06:00:39+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro","name":"Ekonomi Makro: Pengertian, Sejarah, Teori, & Contoh Masalah - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/592a9ec0-60eb-4f87-97f0-774476e25864.png","datePublished":"2026-07-27T06:00:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Ingin tahu perbedaan ekonomi makro dan mikro? Simak pembahasan lengkapnya mengenai pengertian, ruang lingkup, permasalahan, dan kebijakannya di artikel ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/592a9ec0-60eb-4f87-97f0-774476e25864.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/592a9ec0-60eb-4f87-97f0-774476e25864.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ekonomi-makro#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ekonomi Makro: Pengertian, Sejarah, Teori, &#038; Contoh Masalah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6818"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6821,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6818\/revisions\/6821"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6818"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}