{"id":6784,"date":"2026-07-15T15:00:04","date_gmt":"2026-07-15T08:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6784"},"modified":"2026-07-15T14:55:06","modified_gmt":"2026-07-15T07:55:06","slug":"biografi-cut-nyak-dien","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien","title":{"rendered":"Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita Tangguh dari Aceh"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eaeb122c-cab2-4d7d-a9aa-285aca97aa45.png\" alt=\"cut nyak dien\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh. Yuk, ketahui latar belakang Cut Nyak Dien dan kisah perjuangannya melawan penjajah!\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cut Nyak Dien merupakan salah satu pahlawan nasional yang dikenal karena keberanian dan semangat juangnya dalam melawan Belanda. Cut Nyak Dien berasal dari Aceh. Ia adalah perempuan yang memiliki peran besar dalam perjuangan Aceh melawan penjajahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak muda, Cut Nyak Dien sudah terlibat dalam perjuangan melawan Belanda. Bersama suaminya, Teuku Umar, ia terus melawan dan berjuang meski menghadapi berbagai kesulitan. Penasaran seperti apa kisah dan peranan Cut Nyak Dien dalam melawan Belanda? Simak biografinya berikut ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Biografi Cut Nyak Dien<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cut Nyak Dien lahir di Aceh Besar pada tahun 1848. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia, seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">uleebalang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> VI Mukim (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">uleebalang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah bangsawan sekaligus pemimpin adat). Sementara itu, ibunya merupakan putri dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">uleebalang <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Lampageu. Cut Nyak Dien merupakan keluarga bangsawan.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/aa357b20-b9fb-4a0c-98af-44e50ed3b5c0.png\" alt=\"gambar cut nyak dien\" width=\"300\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar Pahlawan Cut Nyak Dien. (Sumber: surau.co)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kecil, Cut Nyak Dien dikenal sebagai anak yang cantik. Banyak laki-laki yang menyukai dan berusaha melamarnya. Lalu, pada usia 12 tahun, Cut Nyak Dien dinikahkan dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga. Suami Cut Nyak Dien ini merupakan pemuda dengan wawasan yang luas dan taat agama. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang putra. Namun, pada 29 Juni 1878, Teuku Ibrahim gugur dalam perang melawan Belanda. Hal ini membuat Cut Nyak Dien sangat marah dan ingin melawan Belanda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lama setelah kematian Teuku Ibrahim, pada 1880 Cut Nyak Dien dilamar oleh Teuku Umar. Teuku Umar juga salah satu tokoh yang melawan Belanda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, Cut Nyak Dien menolak lamaran tersebut. Namun, karena Teuku Umar memperbolehkannya ikut dalam medan perang, akhirnya Cut Nyak Dien menerimanya. Di pernikahan ini, mereka memiliki seorang putri yang diberi nama Cut Gambang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka\"><b>Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pendidikan Cut Nyak Dien\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cut Nyak Dien tidak menempuh pendidikan formal. Tapi, sejak kecil ia mendapatkan banyak pengetahuan dan wawasan. Sebagai anak dari keluarga bangsawan, ia dididik dengan baik, terutama dalam ilmu agama, budaya, dan tradisi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan agama ia dapatkan dari kedua orang tua dan guru agama di sekitar rumahnya. Cut Nyak Dien belajar membaca dan menulis huruf Arab, serta mendalami agama di masjid.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain belajar agama, Cut Nyak Dien juga belajar ilmu rumah tangga, seperti memasak, melayani suami, dan mengurus kehidupan sehari-hari. Ia belajar semua itu dari ibunya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-ra-kartini\"><b>Biografi R.A Kartini, Wanita Tangguh Pejuang Emansipasi<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Perjuangan Cut Nyak Dien\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menikah dengan Teuku Umar, Cut Nyak Dien juga turut berjuang melawan Belanda. Perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda terus berlanjut dengan cara gerilya. Sekitar tahun 1875, Teuku Umar mulai mendekati Belanda. Ia bahkan mempererat hubungan dengan Belanda untuk mempelajari taktik dan kekuatan mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 30 September 1893, Teuku Umar dan 250 pasukannya datang ke Kutaraja (Banda Aceh) dan menyatakan menyerah kepada Belanda. Belanda sangat senang karena menganggap musuh berbahaya mereka akhirnya berhasil ditaklukkan. Teuku Umar bahkan diberi gelar Teuku Umar Johan Pahlawan dan diangkat menjadi pasukan Belanda. Sebenarnya, ini adalah rencana untuk menipu Belanda. Saat itu, banyak yang mengira Teuku Umar berkhianat, bahkan Cut Nyak Meutia sempat memahari Cut Nyak Dien karena hal itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teuku Umar kemudian berpura-pura akan menyerang pasukan Aceh. Padahal sebenarnya ia membawa pasukan, senjata, dan amunisi Belanda untuk pihak Aceh. Peristiwa ini dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Het verraad van Teukoe Oemar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (pengkhianatan Teuku Umar).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belanda sangat marah dan melakukan operasi besar untuk menangkap Teuku Umar dan Cut Nyak Dien. Tapi, pasukan Aceh kini memiliki persenjataan dari Belanda sehingga perlawanan mereka menjadi lebih kuat. Teuku Umar dan Cut Nyak\u00a0 Dien berhasil menekan Belanda dan menyerang beberapa daerah seperti Banda Aceh dan Meulaboh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belanda kemudian mengirim pasukan khusus untuk menumpas perlawanan Aceh. Akhirnya, Belanda mengetahui rencana serangan Teuku Umar ke Meulaboh pada 11 Februari 1899. Dalam pertempuran ini, Teuku Umar gugur karena terkena tembakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah wafatnya Teuku Umar, Cut Nyak Dien tetap melanjutkan perjuangan memimpin pasukan kecil di pedalaman Meulaboh. Tapi, kondisi mereka semakin sulit. Pasukan semakin sedikit, persediaan makan terbatas, dan Cut Nyak Dien juga sudah semakin tua.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena merasa iba dengan keadaan itu, salah satu panglima perang Cut Nyak Dien yang bernama Pang Laot Ali memberitahu lokasi markas mereka di Beutong Le Sageu kepada Belanda. Kemudian, Belanda menyerang markas tersebut. Pasukan Aceh berusaha melawan sekuat tenaga, Cut Nyak Dien juga berusaha melawan dengan rencong, tapi akhirnya ia tetap tertangkap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-achmad-soebardjo\"><b>Achmad Soebardjo, Perumus Proklamasi Kemerdekaan Indonesia<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Masa Tua dan Wafatnya Cut Nyak Dien<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah ditangkap oleh Belanda, Cut Nyak Dien dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia sempat dirawat hingga penyakit rabun dan encoknya membaik. Tapi, pada 1906 Cut Nyak Dien dibuang ke Sumedang bersama beberapa tahanan dari Aceh. Ia dibuang karena Belanda khawatir kehadirannya akan membangkitkan semangat perlawanan rakyat Aceh.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/22bb7580-b104-45c3-8169-7b3549b4cd4a.png\" alt=\"foto makam cut nyak dien\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Foto Makam Cut Nyak Dien. (Sumber: commons.wikimedia.org)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama di Sumedang, Belanda melarang orang-orang memberitahukan identitas tahanan. Karena itu, hingga akhir hidupnya, identitas Cut Nyak Dien tidak diketahui warga Sumedang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 6 November 1908, Cut Nyak Dien meninggal karena usia yang sudah tua. Makamnya baru ditemukan pada 1959 di Gunung Puyuh, Desa Sukajaya, Sumedang Selatan. Penemuan ini dilakukan karena permintaan Gubernur Aceh saat itu, dengan bantuan data yang ditemukan di Belanda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Atas jasa-jasanya, Cut Nyak Dien diakui sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Soekarno melalui SK Presiden RI No.106 tahun 1964. Ia juga pernah diabadikan dalam uang kertas Rp10.000 yang diterbitkan pada 1998.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah sejarah Cut Nyak Dien mulai dari masa kecil, pernikahan, perjuangan melawan Belanda, hingga diasingkan dan wafat. Cut Nyak Dien dikenal sebagai wanita yang kuat dan pemberani. Ia tidak gentar melawan Belanda. Bersama Teuku Umar, mereka berjuang sampai akhir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangan Cut Nyak Dien juga menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki keberanian dan peran penting dalam melawan ketidakadilan dan penjajahan. Baik laki-laki maupun perempuan, haknya sama untuk memperjuangkan hal yang benar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seru ya belajar tentang cerita Cut Nyak Dien? Kalau kamu mau belajar hal seru atau menarik lainnya, yuk belajar di <\/span><a href=\"http:\/\/brainacademy.id\/\"><b>Brain Academy<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/npf\/packages?tag=brainacademy-offline&amp;referralCookiesId=9745426a-a83d-4291-aaf1-de4afc5baa16&amp;referralCookiesId=9745426a-a83d-4291-aaf1-de4afc5baa16&amp;referralCookiesId=9e967b16-b042-412d-876b-41a170032c51\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sumber:\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Institut Harkat Negeri. Cut Nyak Dhien, Ksatria Wanita dari Tanah Rencong [daring]. Tautan:\u00a0 https:\/\/institutharkatnegeri.org\/pahlawan\/cut-nyak-dhien-ksatria-wanita-dari-tanah-rencong\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gramedia. Biografi\u00a0 Cut Nyak Dien: Pahlawan Perempuan yang Ditakuti Belanda [daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/biografi-cut-nyak-dien\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vredeburg. 2021. Cut Nyak Dien, Tunaikan Sumpah Hancurkan Penjajah [daring]. Tautan: https:\/\/vredeburg.id\/id\/post\/cut-nyak-dien-tunaikan-sumpah-hancurkan-penjajah (Diakses 23 Februari 2026)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><b>Sumber foto:\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.surau.co\/2025\/07\/22573\/cinta-jihad-dan-perjuangan-kisah-heroik-cut-nyak-dien\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/thumb\/7\/77\/Makam_Cut_Nyak_Dien_5.jpg\/640px-Makam_Cut_Nyak_Dien_5.jpg<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh. Yuk, ketahui latar belakang Cut Nyak Dien dan kisah perjuangannya melawan penjajah!\u00a0 \u2014 Cut Nyak Dien merupakan salah satu pahlawan nasional yang dikenal karena keberanian dan semangat juangnya dalam melawan Belanda. Cut Nyak Dien berasal dari Aceh. Ia adalah perempuan yang memiliki peran besar dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1784105603:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh. Yuk, ketahui latar belakang Cut Nyak Dien dan kisah perjuangannya melawan penjajah!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eaeb122c-cab2-4d7d-a9aa-285aca97aa45.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["biografi Cut Nyak Dien"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh. Yuk, ketahui latar belakang Cut Nyak Dien dan kisah perjuangannya melawan penjajah!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["80"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"]},"categories":[1],"tags":[28,31,19],"class_list":["post-6784","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-fakta-menarik","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita Tangguh dari Aceh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh. Yuk, ketahui latar belakang Cut Nyak Dien dan kisah perjuangannya melawan penjajah!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita Tangguh dari Aceh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh. Yuk, ketahui latar belakang Cut Nyak Dien dan kisah perjuangannya melawan penjajah!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-15T08:00:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien\",\"name\":\"Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita Tangguh dari Aceh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eaeb122c-cab2-4d7d-a9aa-285aca97aa45.png\",\"datePublished\":\"2026-07-15T08:00:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh. Yuk, ketahui latar belakang Cut Nyak Dien dan kisah perjuangannya melawan penjajah!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eaeb122c-cab2-4d7d-a9aa-285aca97aa45.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eaeb122c-cab2-4d7d-a9aa-285aca97aa45.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita Tangguh dari Aceh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita Tangguh dari Aceh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh. Yuk, ketahui latar belakang Cut Nyak Dien dan kisah perjuangannya melawan penjajah!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita Tangguh dari Aceh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh. Yuk, ketahui latar belakang Cut Nyak Dien dan kisah perjuangannya melawan penjajah!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-07-15T08:00:04+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien","name":"Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita Tangguh dari Aceh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eaeb122c-cab2-4d7d-a9aa-285aca97aa45.png","datePublished":"2026-07-15T08:00:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh. Yuk, ketahui latar belakang Cut Nyak Dien dan kisah perjuangannya melawan penjajah!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eaeb122c-cab2-4d7d-a9aa-285aca97aa45.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eaeb122c-cab2-4d7d-a9aa-285aca97aa45.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-cut-nyak-dien#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita Tangguh dari Aceh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6784","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6784"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6784\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6786,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6784\/revisions\/6786"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6784"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6784"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6784"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}