{"id":6748,"date":"2026-07-06T13:00:17","date_gmt":"2026-07-06T06:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6748"},"modified":"2026-07-06T09:49:54","modified_gmt":"2026-07-06T02:49:54","slug":"kalimat-retoris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris","title":{"rendered":"100 Contoh Kalimat Retoris: Pengertian, Ciri &#038; Fungsinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3a1677c2-127c-494b-8144-46253b8ed1cd.png\" alt=\"kalimat retoris\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti kalimat pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan kalimat tanya biasa, yuk simak penjelasannya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasa belajar sebentar saja mengeluh?\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada yang bertanya begitu, kamu bakal jawab apa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Eits<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tunggu dulu. Pertanyaan di atas sebenarnya adalah contoh kalimat retoris yang tidak butuh jawaban <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi kalau memang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">butuh jawaban, kenapa ditanyakan ya?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, meskipun bentuknya pertanyaan, kalimat retoris tidak memerlukan jawaban ya. Kalimat ini disampaikan bukan untuk bertanya, melainkan untuk menegaskan pernyataan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu masih bingung, yuk, simak penjelasan mengenai kalimat retoris dan contohnya di artikel berikut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Kalimat Retoris<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa Indonesia yang dimaksud dengan <\/span><b>kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal ini dikarenakan maksud dan jawaban dari pertanyaan tersebut biasanya sudah diketahui oleh penanya maupun pendengar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Kalimat retoris sering digunakan untuk menyindir, memberi saran, dan menggugah pikiran pembaca<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalimat retoris dalam teks anekdot biasanya dipakai untuk menyindir dengan cara yang halus tapi mengena.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDatang terlambat terus, memang sekolah ini rumah sendiri?\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat di atas sekilas seperti bertanya, padahal tujuannya adalah menegur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain untuk sindiran, kalimat retoris juga berfungsi sebagai penegas emosi penulis, seperti kemarahan, keraguan, dan perintah. Bahkan, kamu bisa menemukan kalimat ini di berbagai iklan untuk menarik minat pembeli. Misalnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Lapar tapi malas keluar rumah? Pesan lewat aplikasi kami saja!&#8221;\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-anekdot\"><b>Teks Anekdot: Pengertian, Struktur, Ciri, Tujuan, &amp; Contoh<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri Kalimat Retoris<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, gimana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sih <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">cara membedakan kalimat retoris dengan kalimat tanya biasa? Sebenarnya tidak terlalu sulit kok. Kalimat retoris punya beberapa ciri sendiri yang membuatnya mudah dikenali. Yuk, simak penjelasannya!<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbentuk pertanyaan, tetapi tidak memerlukan jawaban.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki bentuk kalimat berupa pertanyaan dan penegasan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang di dalam kalimat menggunakan kata tanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penanya maupun yang ditanya sudah mengetahui jawabannya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Kalimat Retoris<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">yuk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kita bahas fungsi kalimat retoris lainnya apabila dipakai dalam tulisan dan percakapan!\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Sebagai Sindiran dan Kritik Halus<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada menegur secara langsung, kadang seseorang memilih memakai kalimat retoris agar terdengar lebih sopan tetapi tetap mengena.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTugasmu kan cuma satu, masa masih belum selesai juga?\u201d\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas seperti pertanyaan biasa, padahal maksud sebenarnya adalah menyindir keterlambatan seseorang agar dia segera sadar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Sebagai Refleksi Diri\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu membatin, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa ya aku masih suka menunda pekerjaan?\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pertanyaan seperti itu tidak butuh jawaban orang lain, melainkan ajakan untuk introspeksi. Fungsi ini mengajak kita untuk menilai kembali sikap, kebiasaan, dan keputusan yang telah diambil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah sebabnya kalimat retoris sering muncul dalam konten motivasi dan renungan. Karena sifatnya menyentuh pikiran dan perasaan, kalimat retoris sering dipakai dalam motivasi, nasihat, dan renungan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Sebagai Cara Memberikan Nasihat\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi berikutnya adalah untuk menyampaikan nasihat tanpa terdengar menggurui.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Coba perhatikan kalimat, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBukankah belajar dari sekarang lebih baik daripada menyesal nanti?\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih memerintah, kalimat itu mengajak lawan bicara berpikir mengenai mana yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Sebagai Pendukung Pernyataan <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini juga sering digunakan untuk memperkuat suatu ide agar audiens lebih mudah setuju.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiapa sih yang tidak ingin hidup tenang dan bahagia?\u201d\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat tersebut bukan menanyakan jawaban, melainkan dipakai untuk mendukung ide kalau semua orang pasti menginginkan hal yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-anekdot\"><b>Contoh Teks Anekdot Berbagai Tema Beserta Strukturnya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Kalimat Retoris<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar kamu semakin paham, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">yuk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">simak beberapa contoh kalimat retoris berikut ini!\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Editorial<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kalimat retoris dalam teks editorial biasanya digunakan untuk mengkritik kebijakan dan menggugah kesadaran masyarakat terkait isu publik.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kita akan membiarkan polusi ini merusak paru-paru anak cucu kita?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai kapan hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah pendidikan adalah hak mendasar bagi setiap warga negara?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Haruskah kita menunggu bencana besar datang baru mulai peduli lingkungan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pantaskah seorang pejabat publik menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tidak ingin melihat Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah harga pangan yang melambung tinggi ini dianggap hal biasa bagi rakyat kecil?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maukah kita terus menjadi penonton di negeri sendiri saat sumber daya alam dikelola pihak asing?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah keamanan data pribadi adalah tanggung jawab negara?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akankah kemacetan ini menjadi pemandangan abadi di ibu kota kita?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai kapan masyarakat kecil harus menanggung kebijakan yang tidak berpihak?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah pelayanan kesehatan layak merupakan kebutuhan semua orang?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Haruskah rakyat terus sabar menghadapi janji yang tak kunjung nyata?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah korupsi akan terus dianggap penyakit yang sulit disembuhkan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkinkah pembangunan berjalan adil jika hanya terpusat di kota besar?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah lapangan pekerjaan adalah harapan utama generasi muda?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang rela melihat hutan kita habis demi keuntungan sesaat?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akankah suara rakyat hanya didengar saat musim pemilu tiba?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Haruskah pendidikan mahal menjadi penghalang masa depan anak bangsa?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kemiskinan ini hanya akan menjadi angka dalam laporan tahunan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah transportasi umum yang nyaman adalah hak masyarakat perkotaan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai kapan sungai dijadikan tempat sampah raksasa?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maukah kita terus diam melihat ketimpangan sosial yang makin lebar?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah generasi mendatang harus mewarisi lingkungan yang rusak karena kelalaian kita?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah banjir tahunan ini masih akan disebut musibah biasa?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-interogatif\"><b>Pengertian Kalimat Interogatif, Ciri, Jenis, dan Contohnya<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Anekdot<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya digunakan untuk menyindir perilaku seseorang dengan cara yang lucu dan sarkas.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu mau ke sekolah atau mau ikut peragaan busana, kok dandanannya heboh begitu?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap hari datang terlambat, kamu pikir sekolah ini punya kakekmu?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buku paket setebal ini cuma buat alas tidur saja?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau nilai ujianmu nol begini, kamu mau jadi juara di bidang apa?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tadi bilangnya sudah di jalan, tapi kok masih pakai sarung di depan TV?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memang ada ya orang yang mau kenyang hanya dengan melihat foto makanan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah tahu dilarang parkir, apa kamu tidak bisa membaca tulisan sebesar itu?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baru kerja sejam sudah minta istirahat, kamu ini robot atau manusia?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya mau diet, tapi kenapa di depanmu ada tiga piring gorengan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Uang jajan habis dalam sehari, kamu pikir orang tuamu mencetak uang sendiri?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">PR menumpuk begini masih sempat maraton drama, hebat sekali ya?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya lagi hemat, lalu tas belanja itu isi angin?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alarm bunyi lima kali masih bisa tidur, telingamu libur ya?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belajar lima menit lalu berharap nilai seratus, kamu pesulap?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baru disuruh sedikit sudah mengeluh, pundakmu terbuat dari kaca?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya nggak lapar, terus siapa yang habisin dua mangkuk bakso?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah berantakan begini mau kedatangan presiden?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baru tanggal muda uang sudah hilang, dompetmu berlubang?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disuruh simpan rahasia malah diumumkan ke grup, kamu penyiar radio?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laptop dibuka, tugas tidak dikerjakan, memang layar itu bisa menyelesaikan sendiri?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hujan deras begini masih mau jemur baju, kamu kenal matahari secara pribadi?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bilang mau fokus belajar, tapi chat aku dibalas dalam satu detik?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah kesiangan masih sempat foto mirror selfie, memang sekolah menunggu artis?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah tidak terlalu berlebihan ketika kamu bercita-cita menikahi artis terkenal, sedangkan kamu hanya seorang pengangguran?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tugas belum selesai tapi tidur paling nyenyak, siapa yang mau mengerjakan kalau bukan kamu?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Kalimat Retoris dalam Artikel<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya digunakan untuk mengajak pembaca merenung dan menarik minat pembaca.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa sih yang tidak ingin punya masa depan yang cerah?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah belajar dari kesalahan adalah guru terbaik dalam hidup?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu ingin terus terjebak di zona nyaman tanpa ada kemajuan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah sehat itu mahal harganya jika kita sudah jatuh sakit?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tidak merasa senang jika pekerjaannya selesai tepat waktu?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa gunanya punya gadget canggih kalau hanya dipakai untuk mengeluh?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah senyuman adalah cara termudah untuk berbagi kebahagiaan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masihkah kita harus menunda pekerjaan yang bisa selesai dalam lima menit?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang bisa menjamin hari esok akan selalu ada untuk kita?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah persiapan yang matang adalah separuh dari kemenangan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah sukses bisa datang tanpa usaha dan pengorbanan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tidak ingin hidup lebih tenang dan teratur?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah membaca membuka jendela pengetahuan yang luas?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai kapan kita hanya bermimpi tanpa mulai melangkah?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa jadinya jika waktu terus kita sia-siakan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah kebiasaan kecil bisa menentukan hasil yang besar?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tidak ingin tubuh sehat dan pikiran segar?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkinkah tujuan tercapai jika kita mudah menyerah?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah disiplin adalah kunci dari banyak keberhasilan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa arti kesempatan jika tidak pernah dimanfaatkan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang mau menyesal karena tidak mencoba?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah menabung dari sekarang lebih baik daripada bingung nanti?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Haruskah menunggu gagal dulu baru mau belajar?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa gunanya bakat jika tidak diasah?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Kalimat Retoris dalam Percakapan<\/b><\/span><\/h3>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kamu lupa hari ini ulang tahun ibu?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa juga yang tidak panik kalau dompet hilang?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah aku sudah bilang dari tadi?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memangnya hujan bisa berhenti kalau kamu marah-marah?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa aku harus teriak dulu baru kamu dengar?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa tugas semudah ini tidak bisa?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tidak kesal kalau antriannya panjang?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah kamu sendiri yang memilih jalan ini?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa gunanya menyesal kalau semuanya sudah terjadi?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa jam segini baru bangun?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memangnya nasi akan matang kalau cuma dilihat?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tidak capek kerja seharian?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa aku harus mengulang sampai seratus kali?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah uang tidak jatuh dari langit?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa lupa bawa kunci lagi?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang mau rumahnya berantakan terus?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memangnya tugas itu selesai sendiri?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa tidurmu kurang sepuluh tahun?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah kebersihan rumah tanggung jawab bersama?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kamu percaya gosip begitu saja?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah masa muda seharusnya dipakai untuk berkarya?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Haruskah menunggu tua baru peduli kesehatan?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang bisa mengubah hidupmu kalau bukan dirimu sendiri?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa kamu mau terus diam tanpa mencoba?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah kegagalan hanyalah bagian dari proses menuju berhasil?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sekarang kamu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">udah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">paham <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">apa yang dimaksud dengan kalimat retoris? Mau belajar lebih banyak tentang materi lainnya? Yuk, bimbel di <\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><b>Brain Academy<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">! Fasilitasnya lengkap, Master Teachernya asyik dan bisa coba kelas gratis secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau datang langsung ke cabang terdekat dari rumahmu!<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/npf\/packages?tag=brainacademy-offline&amp;referralCookiesId=9e967b16-b042-412d-876b-41a170032c51&amp;referralCookiesId=9e967b16-b042-412d-876b-41a170032c51\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nikita, R. 2023. 15 Contoh Kalimat Retoris Lengkap dengan Pengertian dan Fungsinya [Daring]. Tautan: https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6906072\/15-contoh-kalimat-retoris-lengkap-dengan-pengertian-dan-fungsinya. Diakses 18 April 2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pujiati. 2025. Kalimat Retoris, Ciri, Fungsi, dan Contoh [Daring]. Tautan: http:\/\/penerbitdeepublish.com\/dasar-menulis\/kalimat-retoris\/. Diakses 18 April 2026<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti kalimat pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan kalimat tanya biasa, yuk simak penjelasannya! &#8212; \u201cMasa belajar sebentar saja mengeluh?\u201d Kalau ada yang bertanya begitu, kamu bakal jawab apa nih? Eits, tunggu dulu. Pertanyaan di atas sebenarnya adalah contoh kalimat retoris yang tidak butuh jawaban [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":6748,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1783306141:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan, yuk simak penjelasannya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3a1677c2-127c-494b-8144-46253b8ed1cd.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["kalimat retoris"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan, yuk simak penjelasannya!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["86"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["8"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>100 Contoh Kalimat Retoris: Pengertian, Ciri &amp; Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan, yuk simak penjelasannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"100 Contoh Kalimat Retoris: Pengertian, Ciri &amp; Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan, yuk simak penjelasannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-06T06:00:17+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris\",\"name\":\"100 Contoh Kalimat Retoris: Pengertian, Ciri & Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3a1677c2-127c-494b-8144-46253b8ed1cd.png\",\"datePublished\":\"2026-07-06T06:00:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan, yuk simak penjelasannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3a1677c2-127c-494b-8144-46253b8ed1cd.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3a1677c2-127c-494b-8144-46253b8ed1cd.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"100 Contoh Kalimat Retoris: Pengertian, Ciri &#038; Fungsinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"100 Contoh Kalimat Retoris: Pengertian, Ciri & Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan, yuk simak penjelasannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"100 Contoh Kalimat Retoris: Pengertian, Ciri & Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan, yuk simak penjelasannya!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-07-06T06:00:17+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris","name":"100 Contoh Kalimat Retoris: Pengertian, Ciri & Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3a1677c2-127c-494b-8144-46253b8ed1cd.png","datePublished":"2026-07-06T06:00:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Apa itu kalimat retoris? Sekilas seperti pertanyaan, tetapi tujuannya bukan untuk meminta jawaban. Agar nggak tertukar dengan, yuk simak penjelasannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3a1677c2-127c-494b-8144-46253b8ed1cd.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3a1677c2-127c-494b-8144-46253b8ed1cd.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-retoris#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"100 Contoh Kalimat Retoris: Pengertian, Ciri &#038; Fungsinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6748"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6751,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6748\/revisions\/6751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6748"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}