{"id":6686,"date":"2026-06-15T13:00:21","date_gmt":"2026-06-15T06:00:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6686"},"modified":"2026-06-15T16:11:56","modified_gmt":"2026-06-15T09:11:56","slug":"apa-itu-wawancara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara","title":{"rendered":"Wawancara: Pengertian, Jenis, Teknik, &#038; Contoh Pertanyaannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/58572206-d934-4790-95d2-8afa5ff03f81.png\" alt=\"wawancara\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat melakukan penelitian dan ingin mendapatkan informasi langsung dari seseorang, salah satu caranya adalah dengan wawancara. Meski kegiatan ini identik dengan pekerjaan jurnalis, tetapi kamu juga bisa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>loh<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">melakukan wawancara untuk tugas di sekolahmu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui metode ini, kamu dapat menggali informasi secara lebih jelas dari narasumber. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, di artikel ini kamu akan belajar tentang pengertian wawancara, tujuan, jenis wawancara, cara membuat pertanyaan, teknik melakukan wawancara, contoh dialog, dan cara menyusun laporan hasil wawancara. Yuk, langsung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>aja<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kita bahas!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Wawancara<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara adalah <\/span><strong>proses komunikasi antara dua pihak atau lebih yang bertujuan untuk menggali informasi tertentu melalui sesi tanya jawab<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Pada kegiatan ini, terdapat dua peran, yaitu <\/span><strong>pewawancara<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">(pihak yang mengajukan pertanyaan) dan <\/span><strong>narasumber<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Narasumber merupakan orang yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai topik yang dibahas. Merekalah yang menjadi sumber dalam memberikan jawaban. Di era digital saat ini, wawancara tidak hanya dilakukan secara tatap muka langsung, tetapi juga bisa melalui telepon dan media yang lebih <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>modern<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seperti <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">video call<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Tujuan Wawancara<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, tujuan dilakukan wawancara adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Mendapatkan Informasi Secara Langsung<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara bertujuan untuk memperoleh data dan fakta yang akurat langsung dari sumbernya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Melengkapi Data Penelitian<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu sedang mengerjakan tugas atau penelitian, wawancara berfungsi untuk memperkuat data angka dan teori yang sudah kamu temukan di buku atau internet.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Menggali Opini<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara juga bertujuan untuk mengetahui pendapat, tanggapan, dan perasaan seseorang terhadap suatu masalah.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Mengonfirmasi Kebenaran<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara sering digunakan untuk mengecek kembali apakah informasi yang beredar itu benar atau tidak.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Mengenal Narasumber<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara bertujuan agar pembaca bisa mengenal lebih dekat riwayat hidup, pemikiran, dan prestasi seseorang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Unsur-Unsur Wawancara<\/b><\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Pewawancara<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang mengajukan pertanyaan dalam wawancara disebut pewawancara. Tugasnya adalah menyiapkan daftar pertanyaan, mengarahkan pembicaraan, mencatat, dan merekam jawaban.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Narasumber<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Narasumber adalah orang yang memberikan informasi dan menjawab pertanyaan. Narasumber biasanya dipilih karena memiliki keahlian, pengalaman, dan pengetahuan terkait topik yang dibahas.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Topik atau Tema<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Topik atau tema menjadi pokok pembicaraan. Sebelum memulai, pewawancara harus menentukan tema agar pembicaraan tidak melebar ke mana-mana.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Pertanyaan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang baik biasanya menggunakan rumus 5W + 1H (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">What, Who, Where, When, Why,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">How<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) agar informasi yang didapat lengkap.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Waktu dan Tempat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu dan tempat menjadi kesepakatan antara pewawancara dan narasumber mengenai kapan dan dimana wawancara akan dilakukan, baik secara langsung maupun daring.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Sarana Pendukung<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat yang digunakan untuk mendokumentasikan hasil wawancara, seperti alat tulis, alat perekam suara, dan kamera.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi\">Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Wawancara<\/b><\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">A. Jenis Wawancara berdasarkan Pelaksanaannya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan cara pelaksanaannya, wawancara dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>1. Wawancara Bebas (Tidak Terstruktur)<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada wawancara bebas, pewawancara tidak menggunakan daftar pertanyaan yang kaku. Percakapan mengalir seperti obrolan biasa, namun tetap berfokus pada topik yang ingin digali.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>2. Wawancara Terpimpin (Terstruktur)<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada wawancara jenis ini, pewawancara sudah menyiapkan daftar pertanyaan yang lengkap dan rinci sebelum bertemu narasumber. Jadi, selama wawancara, pertanyaan yang diajukan hanya terpaku pada daftar tersebut.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>3. Wawancara Semi-Terstruktur<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam wawancara semi-terstruktur, pewawancara akan menggabungkan pertanyaan terstruktur dengan fleksibilitas untuk mengeksplorasi topik tambahan yang muncul selama wawancara. Pewawancara memiliki kebebasan untuk mengajukan pertanyaan lanjutan berdasarkan jawaban dari narasumber.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">B. Jenis Wawancara berdasarkan Jumlah Pesertanya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada juga jenis wawancara berdasarkan jumlah pesertanya dan\u00a0 dibedakan menjadi beberapa jenis berikut ini.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>1. Wawancara Individual<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dilakukan oleh satu pewawancara kepada satu narasumber (paling umum dilakukan).<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>2. Wawancara Kelompok<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa berupa beberapa pewawancara menanyai satu narasumber, dan satu pewawancara menanyai beberapa narasumber sekaligus.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c7ca7a37-14ce-452a-81c5-83ba9fe7653a.png\" alt=\"press conference\" width=\"450\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Press conference merupakan contoh wawancara kelompok (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">C. Jenis Wawancara berdasarkan Tujuannya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan tujuannya, salah satu jenis wawancara adalah wawancara klinis. Wawancara ini digunakan dalam bidang psikologi dan medis untuk mengevaluasi kondisi mental dan kesehatan pasien. Biasanya, wawancara klinis dilakukan oleh psikolog, psikiater, dan dokter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara klinis memiliki beberapa jenis sesuai dengan tujuannya, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>1. Wawancara Diagnostik<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara ini dilakukan untuk membantu menentukan jenis penyakit dan gangguan yang dialami pasien<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>2. Wawancara Terapeutik<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara ini dilakukan sebagai bagian dari proses pengobatan dan penyembuhan, misalnya dalam kegiatan konseling.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/a6f1e209-cd47-45ec-9883-c6bfd1489d2c.png\" alt=\"wawancara terapeutik\" width=\"550\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Wawancara terapeutik biasanya dilakukan oleh psikolog atau psikiater sebagai bagian dari proses konseling (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Teknik Wawancara yang Benar<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan mendalam, seorang pewawancara perlu menguasai beberapa metode wawancara atau teknik bertanya berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Teknik Pertanyaan Terbuka<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan ruang bagi narasumber untuk memberikan jawaban yang panjang, mendetail, dan bercerita. Contoh: \u201cBisakah Anda ceritakan bagaimana awal mula Anda menekuni bidang ini?\u201d<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Teknik Pertanyaan Tertutup<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Digunakan untuk mendapatkan fakta cepat atau konfirmasi yang hanya membutuhkan jawaban singkat seperti &#8220;Ya&#8221; atau &#8220;Tidak&#8221;. Contohnya: \u201cApakah Anda sudah menyelesaikan laporan penelitian tersebut?\u201d<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Teknik Pertanyaan Lanjutan (<\/b><em><b>Probing Questions<\/b><\/em><b>)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teknik untuk menggali informasi lebih dalam setelah narasumber memberikan jawaban awal yang dirasa masih menggantung. Contoh: \u201cTadi Anda menyebutkan bahwa prosesnya cukup kompleks, apa maksud dari kompleks dalam konteks proyek tersebut?\u201d<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Teknik Pertanyaan Cermin (<\/b><em><b>Reflective Questions<\/b><\/em><b>)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pewawancara mengulang kembali inti jawaban narasumber untuk memastikan pemahaman sekaligus memancing penjelasan tambahan. Contoh: \u201cJadi, menurut Anda pendekatan ini lebih efisien daripada metode sebelumnya, benar begitu?\u201d<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Teknik Meringkas (<\/b><em><b>Summarizing<\/b><\/em><b>)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dilakukan di akhir sesi atau perpindahan topik untuk menyimpulkan poin-poin penting yang telah disampaikan agar tidak ada salah paham. Contoh: \u201cBerdasarkan penjelasan Anda, tantangan utamanya ada pada koordinasi tim, apakah poin ini sudah benar?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-diskusi\">Contoh Teks Diskusi Berbagai Tema beserta Strukturnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Pertanyaan Wawancara<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah pembagian contoh pertanyaan berdasarkan situasi dan tujuannya:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Contoh Pertanyaan Wawancara Penelitian<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sudah berapa lama Bapak\/Ibu bergelut di bidang ini?&#8221;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Menurut pandangan Anda, apa faktor utama yang menyebabkan masalah ini terjadi?&#8221;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Menurut Anda, langkah apa yang paling efektif untuk mengatasi kendala yang ada saat ini?&#8221;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bagaimana pengaruh kebijakan tersebut terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari?&#8221;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bisa Bapak\/Ibu ceritakan awal mula fenomena ini terjadi di lingkungan ini?&#8221;<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Contoh Pertanyaan untuk Wawancara Kerja<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Silahkan ceritakan tentang diri Anda dan apa yang membuat Anda tertarik dengan posisi ini.&#8221;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Apa kelebihan Anda yang bisa mendukung pekerjaan ini, dan bagaimana cara Anda mengatasi kelemahan Anda?&#8221;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bisa ceritakan pengalaman Anda saat menghadapi situasi sulit di pekerjaan sebelumnya? Bagaimana cara Anda menyelesaikannya?&#8221;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMengapa kami harus memilih Anda dibandingkan kandidat lain? Kontribusi apa yang ingin Anda berikan bagi perusahaan?&#8221;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Apa rencana atau target karier yang ingin Anda capai dalam 3 hingga 5 tahun ke depan?&#8221;<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Dialog Wawancara<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah contoh wawancara singkat yang terdiri atas pertanyaan dari pewawancara beserta jawaban dari narasumber.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Fajar:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Halo, selamat siang, Kak Maya! Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu di tengah kesibukan Kakak untuk wawancara singkat ini. Saya Fajar, sedang ada tugas sekolah untuk mewawancarai sosok inspiratif di bidang wirausaha.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kak Maya:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Halo, Fajar! Selamat siang juga. Sama-sama, senang sekali bisa berbagi. Apa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>nih<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang mau kamu gali dari bisnis kedai kopi ini?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Fajar:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Wah<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, langsung saja ya, Kak. Pertama-tama, apa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sih <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sebenarnya memotivasi Kakak untuk membuka kedai kopi ini di usia yang masih sangat muda?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kak Maya:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Pertanyaan bagus. Awalnya karena hobi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>nongkrong<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan suka kopi, tapi saya lihat di daerah sini belum ada tempat yang suasananya pas buat belajar dan kerja. Jadi, motivasi utamanya adalah ingin menciptakan tempat yang nyaman buat pelajar, mahasiswa, dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">remote worker <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">sambil menikmati kopi dengan harga terjangkau.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Fajar:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Oalah, jadi berangkat dari kebutuhan lingkungan sekitar juga ya, Kak? Lalu, selama menjalankan bisnis ini, tantangan terbesar apa yang pernah Kakak hadapi?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kak Maya:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Tantangan paling berat itu konsistensi, Jar. Di bulan-bulan awal, pelanggan masih sepi. Saya harus putar otak bagaimana cara pemasarannya, mulai dari media sosial sampai bikin promo. Selain itu, mengatur stok bahan baku agar tidak terbuang juga cukup menantang.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Fajar:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Menarik banget! Tadi Kakak menyebutkan soal media sosial. Seberapa besar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sih <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pengaruh literasi digital atau promosi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">terhadap kemajuan kedai ini?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kak Maya:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Besar sekali! Menurut saya, di zaman sekarang, kalau bisnis tidak punya jejak digital, orang bakal susah percaya. Kami aktif di Instagram dan TikTok buat kasih lihat proses pembuatan kopi yang higienis dan itu terbukti menaikkan omzet kedai.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Fajar:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Berarti memang harus melek teknologi juga ya. Terakhir <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>nih<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kak, apa pesan atau tips dari Kak Maya buat teman-teman pelajar seperti saya yang mungkin punya mimpi ingin jadi pengusaha?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kak Maya:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Pesannya cuma satu jangan takut gagal sebelum mencoba. Mulai saja dulu dari hal kecil yang kamu sukai. Catat setiap pengeluaran sekecil apapun, karena itu kunci biar bisnis kamu bertahan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Fajar:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Wah, daging semua <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">nih <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">ilmunya! Terima kasih banyak ya Kak Maya buat penjelasannya yang sangat mendetail. Sangat membantu tugas saya.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kak Maya:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Sama-sama, Fajar. Sukses ya buat tugas sekolahnya!&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-proposal\">Proposal: Pengertian, Struktur, Jenis, Contoh dan Kebahasaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Membuat Hasil Laporan Wawancara<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan yang baik biasanya terdiri dari beberapa poin penting berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Judul Laporan:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Nama dan kepala laporan yang menggambarkan isi wawancara secara singkat dan jelas.<\/span><\/li>\n<li><strong>Latar Belakang:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Alasan mengapa wawancara tersebut dilakukan, misalnya untuk memenuhi tugas sekolah dan penelitian tertentu.<\/span><\/li>\n<li><strong>Tujuan Wawancara:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Poin-poin apa saja yang ingin diketahui dari narasumber melalui kegiatan tersebut.<\/span><\/li>\n<li><strong>Topik Wawancara:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Tema dan pokok bahasan dalam sesi tanya jawab.<\/span><\/li>\n<li><strong>Waktu dan Tempat:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Keterangan lengkap mengenai kapan (hari, tanggal, jam) dan di mana lokasi wawancara dilakukan.<\/span><\/li>\n<li><strong>Identitas Narasumber &amp; Pewawancara:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Nama lengkap serta profesi dari masing-masing pihak yang terlibat.<\/span><\/li>\n<li><strong>Ringkasan Hasil Wawancara:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Poin-poin penting dari jawaban yang diberikan narasumber dan dapat ditulis dalam bentuk poin,narasi, dan paragraf.<\/span><\/li>\n<li><strong>Kesimpulan:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Bagian penutup yang berisi pesan utama, kesan, dan hasil akhir yang didapat dari seluruh rangkaian wawancara.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Laporan Hasil Wawancara<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Judul Laporan: Laporan Wawancara Tokoh Inspiratif: Strategi Bisnis Kuliner di Usia Muda<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Latar Belakang:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Laporan ini disusun sebagai bagian dari tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk mengenal lebih dekat profil tokoh wirausaha sukses yang ada di lingkungan sekitar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan Wawancara:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Untuk memahami motivasi awal, tantangan yang dihadapi, serta kunci sukses dalam membangun bisnis kedai kopi bagi generasi muda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Topik Wawancara:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Kiat Sukses Memulai Usaha bagi Generasi Muda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Waktu dan Tempat:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 14.00 WIB, bertempat di Kedai Kopi Bureau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Identitas:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Pewawancara:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Fajar (Siswa SMA)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Narasumber:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Kak Maya (Pemilik Kedai Kopi Bureau)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ringkasan Hasil Wawancara:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Berdasarkan hasil wawancara, Kak Maya mendirikan usahanya karena melihat peluang akan kebutuhan tempat berkumpul yang nyaman bagi pelajar, mahasiswa, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">remote worker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di lingkungannya. Tantangan terbesar yang beliau hadapi di awal bisnis adalah menjaga konsistensi pelayanan dan mengelola stok bahan baku agar tetap efisien.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kak Maya juga menekankan bahwa pemanfaatan media sosial, seperti Instagram &amp; TikTok sangat penting untuk meningkatkan penjualan. Beliau berpesan agar calon pengusaha muda tidak takut untuk memulai dan harus disiplin dalam melakukan pencatatan keuangan sejak awal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Kesuksesan Kak Maya membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba, kemauan untuk melek teknologi, serta kedisiplinan dalam literasi keuangan adalah pondasi dalam membangun bisnis yang stabil dan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Melakukan Wawancara yang Benar<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, bagaimana cara melakukan wawancara yang baik itu? Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Menentukan Topik dan Narasumber Wawancara<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum melakukan wawancara, kamu harus menentukan topiknya, misalnya, tentang kesehatan, pendidikan, hiburan, olahraga, dan pemerintahan. Pastikan narasumber yang kamu pilih memang ahli atau relevan dengan topik yang dibahas. Mintalah kesediaan narasumber dengan sopan. Sampaikan maksud, tujuan, serta waktu dan tempat yang disepakati.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Persiapan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang harus dipersiapkan agar wawancara berjalan dengan lancar? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kamu bisa buat kerangka pertanyaan menggunakan rumus 5W + 1H. Jangan lupa bawa buku catatan dan alat perekam. Lakukan riset dengan pelajari sedikit latar belakang narasumber agar kamu tidak menanyakan hal yang sudah umum diketahui.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Pelaksanaan (Saat Wawancara)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Datanglah tepat waktu saat wawancara. Hal ini menunjukkan kamu menghargai waktu narasumber. Selain itu, gunakan pakaian yang sesuai dengan situasi misalnya seragam sekolah yang rapi jika untuk tugas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mulailah wawancara dengan memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan wawancara secara jelas. Sikap yang sopan akan membuat narasumber merasa lebih nyaman untuk menjawab pertanyaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan pertanyaan yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Sampaikan pertanyaan dengan bahasa yang mudah dipahami agar narasumber dapat memberikan jawaban yang jelas.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Catat dan Rekam<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selalu minta izin jika kamu ingin merekam suara atau mengambil foto narasumber sebagai dokumentasi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Hormati Narasumber<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari pertanyaan yang berbelit-belit. Dengarkan jawaban narasumber dengan saksama dan jangan memotong pembicaraan. Tunjukkan rasa hormat dan empati kepada narasumber.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Tutup Wawancara dengan Baik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mengakhiri, pastikan tidak ada data yang terlewat atau salah catat. Sampaikan apresiasi kepada narasumber atas waktu dan informasi yang telah diberikan. Tinggalkan kesan yang baik agar di lain waktu jika butuh informasi lagi, narasumber akan dengan senang hati membantu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan wawancara sebenarnya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>gak<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sesulit yang dibayangkan kok. Kalau kamu mempersiapkannya dengan baik, menyusun pertanyaan yang jelas, dan bersikap sopan saat berbicara dengan narasumber, kamu bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat. Selain itu, kegiatan wawancara juga bisa melatih kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri saat berbicara dengan orang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, kalau kamu ingin lebih paham tentang materi bahasa Indonesia lainnya, kamu bisa belajar bareng Master Teacher di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Mau belajar online atau datang langsung ke cabang, keduanya sama-sama seru dan bikin kamu lebih cepat paham materi. Yuk, coba belajar di Brain Academy!<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/npf\/packages?tag=brainacademy-offline&amp;referralCookiesId=9e967b16-b042-412d-876b-41a170032c51\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dee Publish Store. 16 September 2022. Jenis-Jenis Wawancara, Peneliti dan Mahasiswa Wajib Tau [Daring]. Tautan: https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/jenis-jenis-wawancara\/?srsltid=AfmBOopfm-8LBLWueGmTFIWFIZaBeWEjqSAYnsvvrnpkauU_1T0QfRPr. Diakses 10 Maret 2026.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Populix. Wawancara: Pengertian, Jenis, Fungsi, Tahap, dan Tips [Daring]. Tautan: https:\/\/info.populix.co\/articles\/wawancara-adalah\/. Diakses 10 Maret 2026.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel ini! \u2014 Saat melakukan penelitian dan ingin mendapatkan informasi langsung dari seseorang, salah satu caranya adalah dengan wawancara. Meski kegiatan ini identik dengan pekerjaan jurnalis, tetapi kamu juga bisa loh melakukan wawancara untuk tugas di sekolahmu. Melalui metode ini, kamu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":6686,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1781514577:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya mulai dari pengertian hingga contoh di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/58572206-d934-4790-95d2-8afa5ff03f81.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["wawancara"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel ini!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["53"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["11"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Wawancara: Pengertian, Jenis, Teknik, &amp; Contoh Pertanyaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wawancara: Pengertian, Jenis, Teknik, &amp; Contoh Pertanyaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-15T06:00:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-15T09:11:56+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara\",\"name\":\"Wawancara: Pengertian, Jenis, Teknik, & Contoh Pertanyaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/58572206-d934-4790-95d2-8afa5ff03f81.png\",\"datePublished\":\"2026-06-15T06:00:21+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-15T09:11:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/58572206-d934-4790-95d2-8afa5ff03f81.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/58572206-d934-4790-95d2-8afa5ff03f81.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawancara: Pengertian, Jenis, Teknik, &#038; Contoh Pertanyaannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wawancara: Pengertian, Jenis, Teknik, & Contoh Pertanyaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Wawancara: Pengertian, Jenis, Teknik, & Contoh Pertanyaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-06-15T06:00:21+00:00","article_modified_time":"2026-06-15T09:11:56+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara","name":"Wawancara: Pengertian, Jenis, Teknik, & Contoh Pertanyaannya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/58572206-d934-4790-95d2-8afa5ff03f81.png","datePublished":"2026-06-15T06:00:21+00:00","dateModified":"2026-06-15T09:11:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Apakah yang dimaksud dengan wawancara dan bagaimana cara melakukannya? Yuk, simak penjelasan lengkap di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/58572206-d934-4790-95d2-8afa5ff03f81.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/58572206-d934-4790-95d2-8afa5ff03f81.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-wawancara#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawancara: Pengertian, Jenis, Teknik, &#038; Contoh Pertanyaannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6686"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6688,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6686\/revisions\/6688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6686"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}