{"id":6670,"date":"2026-06-08T09:00:08","date_gmt":"2026-06-08T02:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6670"},"modified":"2026-06-08T10:37:52","modified_gmt":"2026-06-08T03:37:52","slug":"contoh-dongeng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng","title":{"rendered":"20 Contoh Dongeng Sebelum Tidur dan Pesan Moralnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e4dca4f5-edaf-4e20-a3fc-1e99618d3815.png\" alt=\"dongeng\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Butuh referensi dongeng untuk tugas sekolah atau bacaan sebelum tidur? Yuk, simak contoh dongeng beserta pesan moralnya di artikel ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sadar <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">nggak sih<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, jauh sebelum ada <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">universe<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Marvel, kita sebenarnya sudah lebih dulu mengenal yang namanya dongeng. Dari kecil kita sudah disuguhi<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">cerita imajinatif, seperti dongeng Si Kancil yang cerdik dan kisah fiktif lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, dongeng itu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>nggak<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cuma satu jenis <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">aja<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! Ada fabel yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>bikin<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kita belajar dari karakter hewan dan dongeng fantasi yang bersifat khayalan, namun mudah dipahami. Tiap cerita dongeng punya <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">vibes<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> uniknya masing-masing yang bikin kita mikir, &#8220;Oh, ternyata maksudnya gitu<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">ya!&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, kalau kamu lagi cari referensi dongeng, berikut beberapa contohnya dari berbagai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">genre<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Nggak<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cuma seru untuk dibaca, tapi ada pesan moralnya juga yang siapa tahu bisa jadi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">reminder<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> buat kamu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Dongeng<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk pada KBBI, <\/span><strong>dongeng adalah sebuah cerita yang tidak benar-benar terjadi, terutama kejadian di zaman dahulu yang aneh-aneh<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Sering kali, dongeng berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan supranatural yang kemudian dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keunikan dongeng terletak pada alurnya yang banyak kejadian luar biasa, sehingga bisa membawa pembaca larut dalam suasananya. Karena termasuk dalam kategori sastra lama, mayoritas dongeng bersifat anonim dan merupakan cerita rakyat fiktif yang lahir dari imajinasi kolektif masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Manfaat Dongeng<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, apa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>sih<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">manfaat dongeng itu? Manfaat dongeng biasanya <\/span><strong>sebagai sarana hiburan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> karena memberikan rasa bahagia dan <\/span><strong>mengasah pemikiran yang kreatif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi siapapun yang membacanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, banyak pesan moral yang terkandung dalam dongeng dan bisa diteladani untuk kehidupan kita. Pola cerita dalam dongeng juga biasanya cukup jelas, ada tokoh baik hati yang akhirnya mendapatkan kebahagiaan dan tokoh jahat yang harus menanggung akibat dari perbuatannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasti kamu masih ingat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>kan<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan kisah Bawang Merah dan Bawang Putih? Dari cerita itu, kita belajar kalau kebaikan hati pada akhirnya akan berbuah manis, sementara sifat iri dengki hanya akan membawa kerugian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/cerita-fabel-dan-legenda\">Pengertian Fabel dan Legenda Beserta Ciri &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Dongeng beserta Pesan Moralnya<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa contoh dongeng yang bisa kamu jadikan referensi dan bacaan sebelum tidur.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>1. Contoh Dongeng Sebelum Tidur<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Dongeng Kancil dan Buaya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alkisah, buaya dan kancil tinggal di wilayah yang sama. Sudah lama buaya mengincar kancil untuk dijadikan santapannya. Namun, kancil selalu bisa menghindari kejarannya. Ia adalah hewan yang banyak akal sehingga buaya selalu kesulitan untuk menangkapnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski selalu lolos dari kejaran buaya, namun lama-lama kancil merasa khawatir juga. Karena itu, ia pindah rumah ke daerah lain untuk menjauhi buaya. Ia tinggal di bawah sebuah pohon besar di hilir sungai. Awalnya buaya merasa bingung karena tidak melihat kancil di tempat biasanya. Maka ia pun mencarinya ke sana-kemari, bertanya kepada para hewan yang ditemuinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, kancil pindah ke pohon di dekat hilir sungai,\u201d kata burung kecil yang ditanya oleh buaya. Tentu saja buaya senang mendengar informasi itu. Segera saja ia pergi ke tempat yang dimaksud oleh si burung. Ia sudah tidak sabar lagi untuk memburu si kancil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia benar-benar merasa penasaran, ingin menikmati daging kancil yang sudah lama ia idam-idamkan. Setelah berhasil menemukan tempatnya, buaya pun pindah ke sana juga. Namun, kancil masih belum mengetahuinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama berhari-hari buaya mengawasi kancil. Ia mempelajari kebiasaan kancil seraya merancang strategi untuk menangkapnya. Dari pengamatannya itu, tahulah si buaya bahwa si kancil sering pergi ke sebuah pulau kecil yang ditumbuhi pohon-pohon apel di dekat tempat tinggal kancil. Untuk sampai ke sana, si kancil biasa menyeberang sungai dengan melompati beberapa batu besar yang ada di antara tempat tinggal kancil dengan pulau tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku punya ide!\u201d seru buaya. Ketika kancil pergi ke pulau kecil, buaya bersembunyi di balik batu di tengah sungai. Ia menunggu kancil melompat ke batu itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari itu kancil puas memakan buah-buahan yang ada di pulau kecil. Kemudian ia pun pulang dengan riang. Ia melompat dari sisi sungai ke batu-batu untuk sampai di rumahnya. Namun setibanya di\u00a0 tengah sungai, ia melihat bayangan dari batu yang hendak di lompatinya tampak Iebih tinggi dari biasanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akal cerdas si kancil Segera menangkap bahwa ada sesuatu yang tidak beres.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan-jangan ada buaya di balik batu itu?\u201d batin kancil, curiga. Setelah berpikir, ia berhasil mendapat akal. Ia berteriak ke arah batu, \u201cHai batu! Gimana kabarmu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hening. Tidak ada jawaban. Kancil kemudian bertanya lagi. \u201cAda apa batu sahabatku? Biasanya kau menjawab sapaanku.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, jadi biasanya batu ini berbicara?\u201d batin Buaya yang sedang berdiam diri di batu itu. \u201cKalau begitu aku harus pura-pura menjawabnya supaya kancil tidak curiga.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHalo juga, kancil,\u201d jawab buaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kancil terkikik dalam hati melihat kebodohan buaya. Lantas ia berkata, \u201cJadi kau ada di situ ya, Buaya? Tak kusangka, kau mengejarku sampai ke sini.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buaya kaget. Rupanya penyamarannya sudah ketahuan. Sadarlah ia bahwa kancil telah mengakalinya. Ia benar-benar kesal dengan kebodohannya sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa, aku mengejarmu ke sini karena ingin memakanmu!\u201d sahut buaya, jengkel.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikutnya. \u201cBukalah mulutmu lebar-lebar agar aku bisa melompat ke dalamnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kancil benar-benar cerdik. Ia tahu bahwa mata buaya akan tertutup saat buaya membuka mulutnya lebar-lebar. Dan sesaat setelah buaya membuka mulutnya, kancil segera melompat ke atas kepala buaya, lalu melompati batu batu lainnya dengan lincah, dan setelah tiba di tepi sungai segera memanjat pohon besar tempat tinggalnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi selamatlah kancil dari kejaran buaya. Itu semua berkat kecerdasannya yang jauh melampaui buaya. Sementara buaya terpaksa gigit jari karena lagi-lagi gagal menangkap kancil yang sudah lama diincarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/dongengceritarakyat.com\/cerita-fabel-dongeng-si-kancil-dan-buaya\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>2. Contoh Dongeng Pendek<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Bura, Si Beruang yang Sering Lupa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura berdiri di depan pintu rumahnya. Ia membuka dan menutup tasnya berulang kali. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengeluarkan isi tasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prak prak prak\u2026 Satu per satu benda di dalam tas Bura dikeluarkan. Namun, Bura masih kebingungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHai Bura, cari apa?\u201d kata Cendan yang hinggap di pohon dekat rumah Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKunci pintu rumahku, Cen. Ah, aku lupa menaruhnya di mana,\u201d kata Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah, hilang lagi? Bukannya dua hari yang lalu juga hilang?\u201d kata Cendan sambil terbang mendekati tas Bura yang tergeletak di atas tanah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHaaah, aku memang pelupa Cen,\u201d kata Bura sedih. Ia duduk menyender dan tampak kelelahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cendan membantu Bura mencari kunci sekali lagi dalam tas. Kasihan Bura yang tidak bisa masuk ke rumah. Dua hari yang lalu, ia mencari kunci ke sana ke mari, ternyata ia taruh di kantong. Ah! Cendan ingat sesuatu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCoba lihat di kantong, siapa tahu ada,\u201d kata Cendan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura merogoh kantongnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAh, ini dia!\u201d kata Bura berseru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTuh, kan, sama seperti kemarin. Bura selalu saja lupa,\u201d kata Cendan sambil terbang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura masuk ke rumah. Walaupun lelah, tetapi ia juga lapar. Jadi, ia memutuskan untuk membuat makan siang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura memang beruang yang sangat pintar memasak. Ia sering mengundang teman-teman untuk makan di rumahnya. Ia juga selalu membawa makanan lezat saat piknik bersama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSya lalalalala\u2026. aku akan buat makan siang lezat untuk Cendan,\u201d kata Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLalu, aku akan antarkan ke rumahnya untuk jadi kejutan. Pasti ia senang,\u201d kata Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aroma masakan Bura begitu sedap. Apalagi saat ia membuka jendela dapurnya, aroma lezat menyebar ke area hutan. Ia membuat begitu banyak makanan karena ada banyak bahan yang tersimpan di dapur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura tinggal bersih-bersih sedikit lagi. Tiba-tiba ada suara pintu diketuk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiapa yang datang, ya?\u201d tanya Bura pada dirinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Bura membuka pintu, sudah ada Cendan, Seta, Hari, Tuan Lanlan, Bu Liba, dan banyak sekali penduduk hutan lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSelamat ulang tahun Buraaaa\u2026\u201d teriak seluruh tamu saat Bura membuka pintu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura kaget sekali. \u201cMemangnya aku ulang tahun hari ini?\u201d tanya Bura polos.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua tamu menggeleng-gelengkan kepala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBura lupa lagi, yaa. Kan, kamu mengundang kami datang ke rumah siang ini karena kamu ulang tahun,\u201d kata Tuan Lanlan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cO, iya! Aku lupa,\u201d kata Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAh, Bura\u2026..\u201d kata seluruh tamu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi tenang saja, aku sudah buat banyak makanan. Kita bisa makan siang sama-sama sesuai rencana,\u201d kata Bura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYaaaayy,\u201d sorak semua tamu berbahagia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNah, sebelum mulai makan, kami punya hadiah untuk Bura,\u201d kata Seta, si semut hitam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTaraaaaa,\u201d Hari mengeluarkan bungkusan kado yang cukup besar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura membuka isinya. Sebuah papan tulis, lengkap dengan spidol warna-warni.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu namanya papan pengingat. Supaya Bura bisa mencatat, hihihi,\u201d kata Bu Liba, ibu lebah yang anggun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bura sangat bahagia. Ia berterima kasih pada seluruh teman-temannya yang datang dan begitu sayang padanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/bobo.grid.id\/read\/083684521\/dongeng-anak- bura-si-beruang-yang-sering-lupa-mendongenguntukcerdas?page=all)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>3. Contoh Dongeng Panjang<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Legenda Sangkuriang dan Tangkuban Perahu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda Sangkuriang berasal dari Jawa Barat dan menceritakan asal-usul terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu. Kisah ini berawal dari Dayang Sumbi, seorang wanita cantik yang hidup di hutan bersama anjing bernama Tumang, yang sebenarnya adalah jelmaan dewa. Dari hubungan mereka, lahirlah seorang anak laki-laki bernama Sangkuriang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat remaja, Sangkuriang gemar berburu. Suatu hari, karena marah, ia membunuh Tumang tanpa mengetahui bahwa itu adalah ayahnya. Ketika Dayang Sumbi mengetahui hal tersebut, ia sangat marah dan mengusir Sangkuriang. Sangkuriang pun pergi mengembara meninggalkan rumah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang kembali sebagai pemuda gagah dan tanpa sadar jatuh cinta pada Dayang Sumbi, yang tetap awet muda. Saat akan menikah, Dayang Sumbi menyadari bahwa pria itu adalah anaknya dari bekas luka di kepalanya. Ia pun berusaha menggagalkan pernikahan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dayang Sumbi memberi syarat mustahil, yaitu Sangkuriang harus membendung sungai dan membuat perahu dalam satu malam. Dengan bantuan makhluk halus, Sangkuriang hampir berhasil. Namun, Dayang Sumbi menggagalkan usahanya dengan membuat suasana seolah-olah sudah pagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa sudah dicurangi membuat Sangkuriang marah besar. Sangkuriang menendang kapal besar yang sudah dibuatnya sehingga jatuh tertelungkup. Kapal besar ini kemudian menjelma menjadi sebuah gunung, Gunung Tangkuban Perahu yang berarti perahu yang tertelungkup. Karena takut akan kemarahan Sangkuriang, Dayang Sumbi terus berlari dan akhirnya menghilang di Gunung Putri. Sangkuriang yang tidak berhasil menemukan Dayang Sumbi akhirnya menghilang ke alam gaib.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari dongeng tersebut beberapa pesan moral yang bisa dipelajari adalah kejujuran. Kejujuran akan membawa kebaikan di kemudian hari, sementara perbuatan curang akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, jangan gegabah dan buru-buru dalam memutuskan sesuatu, apalagi kalau kita sedang marah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/indonesiakaya.com\/pustaka-indonesia\/cerita-rakyat-jawa-barat- legenda-sangkuriang-dan-tangkuban-perahu\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>4. Contoh Dongeng Fabel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Flik Tupai di Musim Kenari<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah pohon oak besar, di tepi sungai, tinggallah keluarga tupai. Pada musim gugur, ibu tupai berkata pada keempat anaknya, \u201cIni waktunya untuk mengumpulkan persediaan makanan musim dingin!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami akan pergi,\u201d teriak anak tupai terbesar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFlik, ayo ikut! Lebih baik kamu menolong kami, daripada cuma bermain akrobat di dahan pohon!\u201d seru anak tupai nomor dua pada adiknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi aku ini pemain akrobat hebat!\u201d teriak Flik, si tupai paling kecil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kelinci dan burung-burung di dekat situ memberi semangat, \u201cFlik hebat! Ayo, akrobat di pohon lagi!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Flik semakin bersemangat. Ia kembali bersalto dan melompat dari dahan ke dahan. Ketiga kakaknya hanya menggeleng kepala dan pergi mencari kenari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sorenya, ketiga kakaknya pulang membawa kantong kenari. Mereka bergotong royong menaikkan kantong kenari ke atas pohon. Disitu ada lubang tempat penyimpanan makanan keluarga mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFlik tidak pernah membawa persediaan makanan apapun,\u201d keluh ketiga kakaknya setiap pulang mencari kenari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Flik memang lebih suka berakrobat, atau mendengarkan dongeng dari burung hantu. Atau mendengarkan lagu para jangkrik menyanyi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalian mengumpulkan kenari. Aku mengumpulkan lagu dan dongeng,\u201d kata Flik santai. Ia memang belum pernah merasakan musim dingin. Ia tak percaya, kalau ada salju yang sangat dingin turun dari langit di musim salju.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, musim salju pun datang. Flik hampir tak percaya melihat salju putih dan sangat dingin turun dari langit. Ia bergelung di sarang sambil melahap buah-buah kenari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaljunya berkilau sangat indah. Sayang, dingin sekali. Aku jadi malas keluar rumah,\u201d kata Flik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu sebabnya, kau harus mengumpulkan persediaan makanan selama musim gugur. Supaya tidak perlu keluar rumah saat musim dingin tiba!\u201d marah ketiga kakaknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSudah, jangan bertengkar. Flik kan baru kali ini merasakan musim salju,\u201d kata ibu mereka menenangkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaafkan, aku Kak! Aku memang tidak ikut mengumpulkan kenari. Tapi, ayo, duduklah! Aku akan ceritakan dongeng yang aku kumpulan dari burung hantu tua!\u201d kata Flik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Malam itu, bulan tampak bulat. Cahayanya masuk ke dalam pohon tempat keluarga tupai itu tinggal. Semua tupai asyik mendengarkan dongeng Flik. Setelah selesai mendongeng, Flik berkata,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAkan ku panggilkan teman-temanku untuk menghibur kalian,\u201d kata Flik lagi. Tak lama kemudian, datanglah Pak Jangkrik membawa gitar, dan Pak Belalang membawa akordion.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Flik membaca puisi diiringi musik gitar dan akordion. Para kelinci menari mengikuti irama musik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOo, ini seperti pesta yang indah, Flik!\u201d puji ibunya. Ketiga kakaknya juga merasa sangat senang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Flik gembira bisa membawa kebahagiaan di pohon tempat tinggalnya. Flik membuat mereka semua bisa melalui musim dingin dengan hati yang hangat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga kakak Flik memaafkannya walau ia tidak ikut mengumpulkan kenari di musim itu. Namun di musim gugur berikutnya, tentu saja Flik berjanji akan ikut mencari kenari. Ia kini sudah tahu, seperti apa musim salju itu. Musim yang indah, tetapi sangat dingin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/bobo.grid.id\/read\/08967578\/dongeng-anak- flik-tupai-di-musim-kenari?page=2)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel\">Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia &amp; Inggris Singkat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>5. Contoh Dongeng Legenda\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Legenda Batu Menangis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah desa terpencil di perbukitan Kalimantan, hiduplah seorang janda tua bersama anak gadisnya yang bernama Darmi. Darmi memiliki paras yang sangat cantik jelita, namun sayangnya, kecantikannya tidak sejalan dengan sifatnya. Ia sangat manja dan enggan membantu ibunya yang setiap hari bekerja keras di sawah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ibu, jangan dekat-dekat aku, nanti baju baruku kotor terkena debu dari pakaianmu yang kumal itu!&#8221; seru Darmi sambil asyik bercermin, sementara ibunya hanya bisa mengelus dada mendengar ucapan putrinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, sang ibu mengajak Darmi turun ke pasar di kaki bukit untuk membeli kebutuhan pokok. Darmi setuju ikut, namun dengan syarat ibunya harus berjalan di belakangnya agar tidak memalukan. Sepanjang jalan, Darmi tampil sangat anggun dengan gaun indahnya, sedangkan sang ibu berjalan tertatih-tatih di belakang sambil menggendong keranjang yang berat. Orang-orang di pasar terpana melihat kecantikan Darmi dan mulai bertanya-tanya siapa wanita tua yang mengikutinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Hai gadis cantik, apakah wanita dibelakangmu itu ibumu?&#8221; tanya seorang pedagang dengan ramah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Darmi langsung membuang muka dan menjawab dengan nada ketus, &#8220;Tentu saja bukan! Dia hanyalah pembantuku yang aku bawa untuk membawakan barang-barang.&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sang ibu terdiam, matanya berkaca-kaca menahan perih di hati. Ia masih mencoba bersabar dan menganggap itu mungkin hanya candaan anaknya agar tidak malu di depan orang banyak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, pertanyaan serupa muncul berkali-kali dari warga lain, dan jawaban Darmi tetap sama, bahkan semakin menyakitkan. &#8220;Dia itu budak yang aku pungut dari desa tetangga,&#8221; ucap Darmi dengan sombong saat ditanya lagi oleh seorang pemuda. Hati sang ibu akhirnya hancur berkeping-keping. Ia berhenti melangkah, menjatuhkan keranjangnya, dan bersimpuh di atas tanah sambil menengadah ke langit. &#8220;Ya Tuhan, hamba sudah tidak kuat lagi. Berikanlah pelajaran kepada anak hamba yang sudah melampaui batas ini,&#8221; doanya dengan suara bergetar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba, langit yang cerah berubah menjadi gelap gulita dan petir menyambar-nyambar dengan hebatnya. Darmi merasa kakinya menjadi sangat kaku dan tidak bisa digerakkan. Pelan tapi pasti, dari ujung jari kakinya berubah menjadi batu kelabu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ibu! Apa yang terjadi dengan kakiku? Ibu, tolong aku! Maafkan aku, Ibu!&#8221; teriak Darmi histeris sambil menangis tersedu-sedu. Ia mencoba meraih tangan ibunya, namun proses perubahan itu terus merambat naik ke pinggang hingga ke dadanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Darmi terus memohon ampun dengan deru air mata yang mengalir deras, semuanya sudah terlambat. Seluruh tubuhnya akhirnya membeku menjadi sebuah batu besar. Keajaiban terjadi; meskipun sudah menjadi batu, orang-orang masih bisa melihat tetesan air mata yang terus mengalir dari kedua mata batu tersebut. Hingga kini, penduduk sekitar menyebutnya sebagai Batu Menangis, sebuah pengingat abadi bahwa doa seorang ibu adalah keramat dan kasih sayang orang tua tidak boleh dibalas dengan kedurhakaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/indonesiakaya.com\/pustaka-indonesia\/cerita-rakyat-kalimantan- barat-legenda-batu-menangis\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>6. Contoh Dongeng Jenaka<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Si Kabayan Berburu Kijang<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu pagi, Kabayan bangun lebih awal karena ingin ikut berburu kijang bersama mertuanya (Abah).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKang\u2026 katanya mau ke hutan?\u201d panggil Nyi Iteung pelan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya, iya\u2026 aku bangun ini,\u201d jawab Kabayan sambil bersiap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kabayan lalu bertemu Abah di jalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBah! Jadi kita berburu hari ini?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPasti! Makanya cepat, nanti kita ketinggalan rombongan!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka pun berangkat ke hutan bersama rombongan pemburu. Namun, seperti biasa, Kabayan tidak benar-benar serius berburu. Ia lebih banyak kebingungan dan tidak fokus saat mencari kijang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika pemburu lain mulai menyusun strategi, Kabayan justru berpikir dengan caranya sendiri yang aneh dan tidak efektif. Ia tidak memahami cara berburu yang benar, sehingga malah menyulitkan dirinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa versi cerita, Kabayan bahkan lebih banyak mengandalkan keberuntungan daripada usaha. Tingkahnya yang polos dan nyeleneh justru membuat situasi menjadi lucu, sementara para pemburu lain terlihat lebih serius.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, Kabayan tidak benar-benar berhasil berburu dengan baik, tetapi sikapnya yang santai dan cara berpikirnya yang unik justru menjadi hiburan bagi orang-orang di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/repositori.kemendikdasmen.go.id\/3567\/1\/Si%20kabayan.pdf)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>7. Contoh Dongeng Mitos<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Asal-usul Nyi Roro Kidul<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dahulu kala di Kerajaan Pajajaran, hiduplah seorang putri cantik bernama Dewi Kandita. Ia adalah putri dari Prabu Siliwangi yang sangat disayangi karena budi pekertinya yang luhur. Namun, kebahagiaan itu terusik oleh rasa iri hati dari para selir dan putra-putri raja lainnya yang takut Dewi Kandita akan menjadi pewaris takhta tunggal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Para selir kemudian bersekutu dengan seorang dukun sakti untuk menyantet Dewi Kandita. Suatu pagi, sang putri terbangun dengan tubuh penuh borok dan bau busuk yang menyengat. Prabu Siliwangi sangat sedih dan bingung, sementara para selir menghasutnya. &#8220;Baginda, penyakit putri ini adalah kutukan. Ia harus diasingkan agar tidak membawa petaka bagi kerajaan,&#8221; ucap salah satu selir dengan nada berpura-pura cemas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewi Kandita yang merasa dirinya menjadi beban akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan istana secara diam-diam. Ia berjalan tanpa arah tujuan ke arah selatan, menembus hutan belantara dan mendaki gunung. &#8220;Kemanapun kaki ini melangkah, aku berserah diri pada Yang Maha Kuasa,&#8221; isaknya di tengah kesunyian malam yang dingin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berhari-hari berjalan, ia tiba di tepi pantai Laut Selatan yang memiliki ombak sangat besar dan ganas. Karena kelelahan, sang putri tertidur dan bermimpi mendengar sebuah suara gaib yang bergema di antara deburan ombak. &#8220;Wahai putri cantik, ceburkanlah dirimu ke dalam laut. Air suci itu akan menyembuhkanmu dan mengembalikan kecantikanmu.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terbangun dari mimpinya, Dewi Kandita berdiri di atas tebing karang yang curam. Ia sempat ragu melihat keganasan samudra di bawahnya. &#8220;Jika memang ini takdirku untuk sembuh atau mati, maka biarlah laut ini yang menjadi saksinya,&#8221; teriaknya dengan berani sebelum akhirnya melompat ke dalam gulungan ombak hijau yang pekat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu menyentuh air laut, sebuah keajaiban terjadi. Borok dan penyakit di kulitnya hilang seketika, berganti dengan kulit yang jauh lebih halus dan bercahaya dari sebelumnya. Tidak hanya itu, ia merasa memiliki kekuatan magis yang luar biasa atas air dan seluruh makhluk di dalam samudra tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, mukjizat itu memiliki konsekuensi; Dewi Kandita tidak bisa kembali lagi menjadi manusia seutuhnya. Ia kini telah menjadi bagian dari alam gaib laut selatan. Para penguasa jin dan makhluk halus di sana tunduk kepadanya. Mereka berseru serempak, &#8220;Engkaulah pemimpin kami, Sang Ratu penguasa pantai selatan!&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak saat itu, ia dikenal dengan nama Nyai Roro Kidul. Ia membangun istana megah di dasar laut yang tak terlihat oleh mata manusia biasa. Kabar tentang kecantikan dan kekuatannya pun menyebar luas hingga ke seluruh pelosok tanah Jawa, menjadikannya sosok yang paling disegani sekaligus ditakuti.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu ketika, seorang nelayan yang terdampar mengaku pernah melihat sosoknya muncul di atas ombak dengan kereta kencana. Rekan nelayannya bertanya dengan gemetar, &#8220;Benarkah kau melihat Sang Ratu? Apa ia tampak marah?&#8221; Sang nelayan menjawab, &#8220;Ia tampak agung sekaligus mengerikan, mengenakan pakaian hijau sutra yang berkilauan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kini, mitos Nyai Roro Kidul tetap hidup di masyarakat. Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Selatan sering diingatkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau, karena dipercayai warna tersebut adalah warna kesukaan Sang Ratu, dan siapapun yang melanggarnya akan &#8220;diambil&#8221; untuk menjadi pelayannya di kerajaan bawah laut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/indonesiakaya.com\/pustaka-indonesia\/cerita-rakyat -jawa-barat-legenda-nyi-roro-kidul\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"http:\/\/brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-rakyat\">Contoh Cerita Rakyat Singkat dengan Berbagai Tema<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>8. Contoh Dongeng Bahasa Inggris<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>The Rabbit and The Turtle<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">One day a rabbit was boasting about how fast he could run. He was laughing at the turtle for being so slow. Much to the rabbit\u2019s surprise, the turtle challenged him to a race. The rabbit thought this was a good joke and accepted the challenge. The fox was to be the umpire of the race. As the race began, the rabbit raced way ahead of the turtle, just like everyone thought.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">The rabbit got to the halfway point and could not see the turtle anywhere. He was hot and tired and decided to stop and take a short nap. Even if the turtle passed him, he would be able to race to the finish line ahead of him. All this time the turtle kept walking step by step by step. He never quit no matter how hot or tired he got. He just kept going.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">However, the rabbit slept longer than he had thought and woke up. He could not see the turtle anywhere! He went at full speed to the finish line but found the turtle there waiting for him.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/www.moralstories.org\/the-rabbit-and-the-turtle\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>9. Contoh Dongeng Fantasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pensil Ajaib<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laila adalah seorang gadis miskin yang pandai. Sebagian waktunya ia gunakan untuk belajar dan membantu orang tuanya. Selain itu, Laila juga suka menghabiskan waktunya untuk menggambar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, kini ia tidak dapat menggambar lagi karena pensil yang dimilikinya sudah hampir habis dan sangat pendek sehingga tidak dapat digunakan lagi. Laila juga tidak bisa membeli pensil baru karena tidak memiliki cukup uang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kesehariannya, Laila membantu orang tuanya memunguti plastik yang ada di jalan. Saat mengambil plastik, Laila menemukan ada sebuah pensil yang tergeletak di jalan. Laila mengambilnya dengan senang karena akan dapat menggambar lagi sepulang mencari plastik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat di rumah, Laila mulai mengeluarkan pensil yang ia temukan tadi di jalan. Laila mencoba menggambar bunga di kertasnya. Alangkah kagetnya ketika selesai menggambar, tiba-tiba menjadi bunga sesungguhnya dan tergeletak di atas kertas tempat ia menggambar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laila merasa kaget dan tidak percaya. Ia mulai menggambar ayam untuk memastikan apakah yang ia lihat memang nyata. Sesaat setelah ia menggambar ayam, alangkah kagetnya tiba-tiba di hadapannya ada seekor ayam hidup yang berkokok sangat kencang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kini ia menyadari bahwa ia memiliki sebuah pensil ajaib. Dengan sigap ia segera menggambar berbagai keperluan yang dibutuhkan oleh keluarganya. Ia menggambar beras, makanan, lauk-pauk, uang, dan berbagai kebutuhan lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat orang tua Laila datang, alangkah kagetnya mereka melihat rumah dipenuhi banyak benda yang mereka butuhkan. Ibunya hampir menangis karena merasa sangat bahagia kebutuhan mereka dapat tercukupi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, Laila menggunakan pensil ajaibnya dengan bijak. Ia tidak sembarangan menciptakan benda dengan pensil ajaibnya. Ia tahu bahwa bersikap berlebihan nantinya akan menimbulkan petaka baik untuk dirinya maupun dengan keluarganya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP\/MTs Kelas VII, dilansir via kumparan.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>10. Contoh Cerita Dongeng Sebelum Tidur Berjudul Calon Arang<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Calon Arang Dari Girah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di Kerajaan Daha, Kediri, pada masa pemerintahan Raja Erlangga yang arif dan bijaksana, hiduplah seorang janda yang sangat bengis, bernama Calon Arang. Ia tinggal di Desa Girah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Calon Arang adalah penganut sebuah aliran hitam, yakin kepercayaan sesat yang selalu mengumbar kejahatan dengan memakai ilmu gaib. Ia mempunyai seorang putri bernama Ratna Manggali. Karena putrinya sudah cukup dewasa, Calon Arang tidak ingin Ratna Manggali menjadi perawan tua. Ia pun berusaha mencari cara agar Ratna Manggali segera mendapatkan jodohya dan menikah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, karena sifatnya yang bengis, Calon Arang tidak disukai oleh penduduk Girah. Tak seorang pemuda pun yang berani memperistri Ratna Manggali, putrinya. Hal ini membuat marah Calon Arang. Ia berniat menghukum warga Desa Girah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKerahkan anak buahmu! Cari seorang perawan hari ini juga! Sebelum matahari tenggelam perawan itu harus dibawa ke Candi Durga!\u201d perintah Calon Arang kepada Krakah, seorang anak buahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Krakah segera mengerahkan cantrik-cantrik Calon Arang untuk mencari seorang perawan. Suatu pekerjaan yang tidak terlalu sulit bagi para cantrik Calon Arang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum matahari terbit, gadis perawan yang malang itu sudah dibawa ke Candi Durga. Ia berusaha berontak dan meronta-ronta ketakutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLepaskan aku! Lepaskan aku!\u201d teriaknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lama kelamaan gadis itu pun lelah karena kehabisan tenaga dan jatuh pingsan. Ia kemudian dibaringkan di altar persembahan. Tepat pada tengah malam yang gelap gulita, Calon Arang mengorbankan gadis yang tak berdosa itu untuk dipersembahkan kepada Betari Durga, dewi angkara murka. Setelah membakar dupa, Calon Arang mengucap mantra, lalu menikam jantung gadis tersebut hingga tewas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tuah jahat Calon Arang pun menjadi kenyataan. Desa Girah diterjang banjir dari luapan Sungai Brantas. Siapapun yang terkena percikan air Sungai Brantas, ia pasti akan menderita sakit dan menemui ajalnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat ulah Calon Arang itu, rakyat semakin menderita. Korban semakin banyak. Pagi sakit, sore meninggal. Tak ada obat yang dapat menanggulangi wabah penyakit aneh itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat kejadian tersebut, Prabu Erlangga marah besar. Ia pun menabuh genderang perang untuk melawan dan menangkap Calon Arang. Rakyat sangat gembira mendengar bahwa Calon Arang akan ditumpas. Para prajurit yakin bahwa tugas suci itu akan menjadi bangga dan merasa yakin bahwa tugas tersebut akan berhasil berkat doa restu seluruh rakyat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di Desa kediaman Calon Arang, ledakan-ledakan menggelegar di antara para prajurit Kerajaan Daha. Mereka tiba-tiba menggelepar-gelepar di tanah, tanpa penyebab yang pasti. Korban pun berjatuhan. Calon Arang mampu merobohkan lawannya dari jarak jauh, maupun tanpa senjata.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prabu Erlangga pun mencari cara lain untuk mengalahkan calon arang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUntuk dapat mengalahkan Calon Arang, kita harus menggunakan kasih sayang,\u201d kata Empu Baradah dalam musyawarah kerajaan. \u201cKekesalan Calon Arang itu disebabkan belum ada seorang pun yang bersedia menikahi putri tunggalnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Empu Baradah kemudian meminta Empu Bahula agar dapat membantu dengan tulus untuk mengalahkan Calon Arang. Empu Bahula yang masih lajang diminta bersedia memperistri Ratna Manggali. Dijelaskan, bahwa dengan memperistri Ratna Manggali, Empu Bahula dapat sekaligus memperdalam dan menyempurnakan ilmunya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, rombongan Empu Bahula berangkat ke desa Girah untuk meminang Ratna Manggali. Calon Arang pun bahagia. Pernikahan antara Empu Bahula dan Ratna Manggali pun dilangsungkan. Mereka saling mencintai satu sama lain. Di sisi lain, Empu Bahula memanfaatkan suasana tersebut untuk melaksanakan tugasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Empu Bahula pun bertanya kepada istrinya, apa yang menyebabkan Nyai Calon Arang begitu sakti? Ratna Manggali menjawab, bahwa kesaktian Calon Arang terletak pada Kitab Sihir yang ia gunakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Empu Bahula segera mencari cara dan mengatur siasat untuk dapat mencuri Kitab Sihir tersebut. Ia pun berhasil, dan kitab itu langsung diserahkan ke Empu Baradah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amarah Calon Arang meledak ketika mengetahui Kitab Sihir miliknya lenyap. Sementara itu, Empu Baradah mempelajari Kitab Sihir tersebut dengan tekun. Setelah berhasil, ia pun menantang Calon Arang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sewaktu menghadapi Empu Baradah, kedua belaha telapak tangan Calon Arang menyemburkan jilatan api, begitu juga kedua matanya. Empu Baradah menghadapinya dengan tenang. Ia segera membaca sebuah mantra untuk mengembalikan jilatan dan semburan api ke tubuh Calon Arang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena Kitab Sihir sudah tidak ada padanya, tubuh Calon Arang pun hancur menjadi abu dan tertiup angin kencang menuju ke Laut Selatan. Sejak itu, Desa Girah menjadi aman tentram seperti sedia kala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/repositori.kemendikdasmen.go.id\/1602\/1\/Calon%20Arang%20 Dari%20Jirah%201995.pdf)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>11. Contoh Dongeng Parabel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Si Tudung Merah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada seorang gadis kecil yang dikenal sebagai Si Tudung Merah karena selalu memakai tudung merah pemberian neneknya. Suatu hari, ibunya meminta ia mengantarkan makanan untuk neneknya yang sedang sakit di tengah hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum berangkat, ibunya berpesan,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan berbicara dengan orang asing dan jangan keluar dari jalan!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah perjalanan, Si Tudung Merah bertemu seekor serigala licik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKamu mau ke mana, Nak?\u201d tanya serigala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku mau ke rumah nenekku, mengantarkan makanan,\u201d jawabnya polos.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala pun menipu Si Tudung Merah agar mengambil jalan yang lebih jauh sambil ia sendiri berlari cepat ke rumah nenek. Sesampainya di sana, serigala memakan nenek dan menyamar dengan mengenakan pakaian nenek.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Si Tudung Merah tiba, ia merasa ada yang aneh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNenek, kenapa telingamu besar?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSupaya bisa mendengar lebih jelas.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa matamu besar?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSupaya bisa melihatmu lebih baik.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa mulutmu besar?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSupaya bisa memakanmu!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untunglah saat itu ada seorang pemburu yang melihat Si Tudung Merah dalam bahaya. Ia membidik serigala dan terdengar letusan \u201cDor!\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">serigala rubuh. Si Tudung Merah mendekati Si Pemburu dan berterima kasih. Nenek Si Tudung Merah ditemukan masih hidup di dalam perut serigala. Semuanya bahagia dan pulang kerumah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/www.ikatagentur.com\/.cm4all\/uproc.php\/0\/SI%20TUDUNG%20 MERAH.pdf?)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi\">Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Super Seru, Wajib Baca!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>12. Contoh Dongeng Mite<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Legenda Putri Tadampali dari Sulawesi Selatan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alkisah, di\u00a0 Sulawesi Selatan berdirilah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana bernama Datu Luwu. Rakyat Luwu hidup berdampingan dengan sejahtera, aman, dan tenteram.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Datu Luwu dikaruniai seorang keturunan bernama Putri Tadampali. Kabar tentang paras cantiknya tersebar ke seluruh pelosok negeri, tak terkecuali ke telinga Raja Bone. Mendengar berita ini, Raja Bone yang juga memiliki putra yang gagah dan tampan, memutuskan untuk menikahkan putranya dengan Putri Tadampali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan tekad yang kuat, Raja Bone kemudian mengutus para duta kerajaan untuk mendatangi Kerajaan Luwu dan meminang Putri Tadampali. Namun, ketika pinangan tersebut sampai, Datu Luwu justru menjadi bimbang. Adat istiadat Luwu tidak memperbolehkan seorang putri untuk menikah dengan lelaki di luar sukunya. Namun, jika menolak pinangan Raja Bone, Datu Luwu khawatir akan muncul peperangan antara dua kerajaan. Setelah menimbang-nimbang keputusan besar ini dengan baik, dan untuk menghindari pertumpahan darah dan mengorbankan rakyatnya, pinangan Raja Bone pun akhirnya diterima Datu Luwu. Duta dari kerajaan Bone kembali untuk menyampaikan berita bahagia tersebut kepada sang raja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lama setelah itu, Kerajaan Luwu digemparkan oleh sebuah kejadian tidak terduga. Sekujur tubuh Putri Tadampali mendadak dipenuhi oleh bintik-bintik yang mengeluarkan cairan kental dan berbau tidak sedap. Seluruh tabib didatangkan dari pelosok negeri untuk memulihkan putri kesayangan Datu Luwu. Malangnya, hasilnya berbuah nihil. Tidak ada tabib yang sanggup mengobati Putri Tadampali meski sudah diupayakan sekuatnya. Mereka justru menyampaikan bahwa penyakit putri adalah penyakit menular.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Khawatir penyakit ini tertular ke seluruh rakyatnya, dengan berat hati Datu Luwu memutuskan untuk mengasingkan Putri Tadampali ke tempat yang jauh. Meski merasa sedih, Putri Tadampali tetap patuh pada keputusan ayahnya dan bersedia diasingkan demi kebaikan orang banyak. Sebelum berangkat, Datu Luwu memberi sebuah keris pusaka sebagai tanda cintanya pada sang putri. Ia berharap keris tersebut dapat menjadi pengingat bahwa ia tidak akan pernah melupakan sang putri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah lama berlayar, Putri Tadampali dan para pengawal setianya akhirnya berlabuh di sebuah pulau. Pulau ini diberi nama Wajo oleh sang putri karena banyaknya buah wajo yang tersebar di sekitar pulau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, saat Putri Tadampali sedang menghabiskan waktu di tepi danau, seekor kerbau buleng (putih) datang menghampirinya. Kerbau tersebut kemudian menjilati kulitnya. Karena tampak jinak, Putri Tadampali tidak mengusir kerbau dan membiarkannya menjilati kulitnya. Sungguh ajaib, setelah beberapa saat, kulit Putri Tadampali yang dijilati kerbau berangsur-angsur pulih dan kembali mulus seperti sediakala tanpa tersisa satu bercak pun. Sebagai tanda syukur, sang putri berpesan kepada para pengawalnya untuk tidak menyembelih apalagi memakan kerbau putih yang ada di Pulau Wajo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena sudah terlanjur jatuh cinta kepada Putri Tadampali, Putra Mahkota menjadi sering termenung setelah kembali ke Kerajaan Bone. Ia selalu teringat akan pertemuannya dengan sang putri. Memperhatikan kelakuan Putra Mahkota, Panglima Kerajaan Bone yang menyaksikan langsung pertemuan Putra Mahkota dengan Putri Tadampali di Pulau Wajo, menceritakan tentang hal ini kepada Raja Bone. Raja Bone pun setuju dengan usulan panglima dan mengirim utusan untuk meminang Putri Tadampali di Pulau Wajo sebagai istri Putra Mahkota.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setibanya di Pulau Wajo, Putri Tadampali memberikan keris pusaka pemberian sang ayah kepada para utusan dan meminta Putra Mahkota untuk mendapatkan restu ke Kerajaan Luwu terlebih dahulu. Jika keris tersebut diterima dengan baik oleh Datu Luwu, berarti pinangan diterima. Putra Mahkota pun berangkat sendiri menuju Kerajaan Luwu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di Kerajaan Luwu, Putra Mahkota menceritakan pertemuannya dengan sang putri kepada Datu Luwu. Ia menceritakan kabar tentang pulihnya penyakit Putri Tadampali dan niatnya untuk menjadikan sang putri istrinya. Melihat ketulusan hati dan besarnya minat Putra Mahkota untuk meminang putrinya, Datu Luwu pun memberikan restunya dan menerima keris pusaka yang diberikan oleh Putri Tadampali dengan senang hati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersama dengan sang Putra Mahkota, Datu Luwu dan Permaisuri kemudian berangkat menuju Pulau Wajo untuk menjumpai putri tercinta. Setibanya di sana, Datu Luwu meminta maaf kepada sang putri karena telah mengasingkannya. Tapi, Putri Tadampali justru memanjatkan syukur karena dapat menyelamatkan rakyat Luwu dari penyakit menular yang menimpa dirinya dan mendapatkan kesembuhan di Wajo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Putri Tadampali akhirnya melangsungkan pernikahan dengan Putra Mahkota Bone di Wajo. Semua yang hadir, termasuk keluarga dari Kerajaan Luwu dan Kerajaan Bone merayakannya dengan sukacita. Beberapa tahun kemudian, Putra Mahkota didaulat untuk naik tahta dan menggantikan ayahnya sebagai pemimpin Kerajaan Bone.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/indonesiakaya.com\/pustaka-indonesia\/cerita-rakyat -sulawesi-selatan-putri-tadampali\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>13. Contoh Dongeng Sunda tentang Fabel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet Ngala Cau<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kacaritakeun di hiji leuweung, aya dua sato anu geus lila sosobatan, nya\u00e9ta Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet. Hiji po\u00e9, Sakadang Monyet ngajak Sakadang Kuya pikeun melak cau. Manehna boga ide supaya engk\u00e9 jaganing pag\u00e9to maran\u00e9hna boga kadaharan sorangan sarta teu kudu h\u00e9s\u00e9 n\u00e9angan ka ditu ka dieu deui.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakadang Kuya satuju kana ajakan \u00e9ta. Tuluy maran\u00e9hna n\u00e9angan binih cau anu alus di sisi leuweung. Sanggeus meunang binihna, maran\u00e9hna milih tempat anu subur pikeun melakna. Sakadang Kuya melak binih cau anu aya akaran, sedengkeun Sakadang Monyet anu rada kedul mah kalah milih melak pucuk cauna wungkul sabab ceuk pikirna bakal gancang buahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu terus lumangsung, unggal po\u00e9 Sakadang Kuya mah rajin ngurus tangtang cauna. Diber\u00e9 gemuk, dis\u00e9boran, sarta dipariksa bisi aya hileud. Sabalikna, Sakadang Monyet mah ukur bisa ulin wa\u00e9. Man\u00e9hna yakin y\u00e9n tangtu tangkal cauna bakal leuwih gancang tumuwuh ti batan milik Sakadang Kuya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lila-lila, tangkal cau anu dipelak ku Sakadang Kuya t\u00e9h geus mimiti jangkung sarta kaluar jantungna. Teu lila ti harita, cauna geus arasak, kon\u00e9ng kacida matak kabita nu ningali. Sedengkeun tangkal cau milik Sakadang Monyet mah kalahka pa\u00e9h, da melakna og\u00e9 ngan ukur pucukna wungkul tanpa akar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakadang Monyet ngarasa sirik ningali tangkal cau Sakadang Kuya anu geus leubeut ku buah. Man\u00e9hna tuluy nyieun akal licik. Man\u00e9hna nyampeurkeun Sakadang Kuya bari api-api hayang nulungan ngala cauna, sabab man\u00e9hna nyaho Sakadang Kuya mah teu bisa na\u00e9k tangkal. &#8220;Kuya, urang tulungan ngala cauna nya, pan anjeun mah teu bisa na\u00e9k,&#8221; ceuk Monyet.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakadang Kuya anu jujur jeung percaya ka sobatna t\u00e9h langsung satuju. &#8220;Sok atuh Monyet, nuhun pisan nya, engk\u00e9 urang bagi dua cauna,&#8221; t\u00e9mbal Kuya. Sakadang Monyet langsung gura-giru na\u00e9k ka luhur tangkal cau kalayan lincahna. Tapi, barang nepi ka luhur, Sakadang Monyet malah poho kana jangjina.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di luhur tangkal, Sakadang Monyet kalahka dalahar sorangan kalayan ponyona. Sakadang Kuya anu nunggu di handap ukur bisa gogeroan m\u00e9nta bagianana. &#8220;Monyet, mana bagian uing? Alungkeun atuh hiji mah ka handap!&#8221; ceuk Kuya bari sedih. Tapi, Sakadang Monyet kalahka milih cau anu pangged\u00e9na sarta ngalungkeun cangkangna wungkul ka handap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakadang Kuya ngarasa nyeri hat\u00e9 pisan ku kalakuan sobatna \u00e9ta. Man\u00e9hna tuluy n\u00e9angan akal pikeun m\u00e9r\u00e9 palajaran ka Sakadang Monyet. Kuya ngumpulkeun cucuk-cucuk salak jeung rangrang anu seukeut, tuluy diteundeun di handapeun tangkal cau, pas di tempat Sakadang Monyet engk\u00e9 bakal turun atawa luncat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sanggeus seubeuh dahar cau, Sakadang Monyet niatna hayang langsung kabur luncat ka handap. Tapi, man\u00e9hna teu nempo aya cucuk anu seukeut di handap. &#8220;Aduh! Nyeri!&#8221; ceuk Sakadang Monyet bari gegerungan sabab sukuna katusuk cucuk. Man\u00e9hna labuh sarta nandang kanyeri anu pohara akibat kalakuanana sorangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ahirna, Sakadang Monyet m\u00e9nta hampura ka Sakadang Kuya sarta ngaku kana kasalahanana anu geus sarakah. Sakadang Kuya anu bageur mah m\u00e9r\u00e9 hampura, tapi hubungan maran\u00e9hna geus teu akrab jiga baheula. Ti saprak harita, Sakadang Monyet diajar y\u00e9n sarakah t\u00e9h ngan bakal mawa cilaka pikeun diri sorangan sarta ngaruksak silaturahmi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(Sumber: https:\/\/www.dongengek.web.id\/2018\/01\/dongeng-sakadang- kuya-jeung-sakadang.html)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>14. Contoh Dongeng Sebelum Tidur Panjang<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Asal-Usul Danau Toba dan Pulau Samosir<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada seorang petani kebun bernama Toba. Setiap hari, Toba bekerja dengan giat di ladangnya. Menanam, mengurusi ladang, serta memanen. Di sela-sela atau di akhir kegiatan berladang, Toba tak jarang pergi ke sungai. Di sungai, ia mencari ikan untuk dibawa pulang dan dijadikan santapan, maupun dijual lagi jika ia berhasil mendapat beberapa ikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi di suatu hari yang biasa-biasa saja, Toba nampak kebingungan. Setelah meladang seharian, perutnya lapar. Ia pergi ke sungai seperti biasa untuk memancing ikan. Tapi anehnya, di hari itu, tak satupun ikan yang berhasil dia dapatkan. Sambil menunggu keajaiban, ia berangan, seandainya ia memiliki istri, pastilah ia tak perlu susah payah menunggu tangkapan ikan seperti ini. Toba membayangkan betapa senangnya jika ada seorang istri di rumahnya, yang menyambut ia pulang berladang dan menyiapkan hidangan untuk dinikmati bersama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu kail yang tadinya bergeming tiba-tiba bergoyang. Toba pun kaget. Ia buru-buru menarik pancingnya. Seekor ikan mas yang besar terangkut di kailnya. Wah! Toba belum pernah melihat ikan sebesar itu di sungai yang selama ini biasa ia datangi. Ia segera membawa ikan tersebut pulang ke rumahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang perjalanan pulang, Toba kegirangan. Ia membayangkan betapa nikmatnya santapannya hari itu. Seekor ikan besar siap diolah menjadi makanan yang lezat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setibanya di rumah, Toba bergegas untuk siap-siap memasak. Ia menyimpan ikan tangkapannya baik-baik di dapur sementara dia mempersiapkan hal lainnya. Namun betapa terkejutnya Toba, ketika ia kembali ke dapur, ikannya sudah tidak ada. Lebih mengejutkan lagi ketika ada sosok seorang perempuan yang begitu menawan. Perempuan itu berterima kasih pada Toba. Masih terkejut, Toba berusaha bertanya siapa perempuan itu dan mengapa ia ada di rumahnya. Perempuan itu mengaku bahwa dirinya adalah seorang putri yang dikutuk dewa menjadi seekor ikan yang diselamatkan dari sungai oleh Toba.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sang putri merasa berhutang budi pada Toba. Sebagai wujud rasa terima kasihnya, sang putri bersedia menjadi istri Toba. Namun ada satu syarat bagi Toba sebelum menjadikannya istri, yaitu merahasiakan asal-usul sang putri dari seekor ikan. Toba tidak keberatan. Lantas keduanya pun menjadi sepasang suami istri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu berjalan dan sepasang suami istri ini akhirnya dikaruniai seorang anak laki-laki. Anak itu diberi nama Samosir. Samosir menjadi kebanggaan sang ayah terutama sang ibu yang sangat mencintainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun berbeda dengan sang ayah yang amat rajin dan giat bekerja, Samosir tumbuh menjadi anak pembangkang. Tak jarang kedua orang tuanya dibuat pusing karena tingkah lakunya. Bukan cuma itu, konon nafsu makannya pun juga luar biasa besar. Bahkan sang ayah harus semakin giat berladang demi mencukupi kebutuhan makan anaknya yang luar biasa besar. Sayangnya, Samosir enggan membantu atau bahkan sekadar menemani ayahnya berladang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun berbeda dengan sang ayah yang amat rajin dan giat Saking besarnya cinta Toba pada anaknya, ia sama sekali tak pernah mengeluh. Toba tetaplah seorang pekerja keras yang giat dan rajin. Setiap hari ia pergi ke ladang seharian demi membahagiakan keluarga kecilnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, Samosir diminta bantuan oleh ibunya. Di tengah hari yang terik, sang ibu meminta tolong pada Samosir untuk mengantar makan siang ayahnya ke ladang. Tentu saja Samosir tak langsung menurutinya. Sambil bersungut-sungut, ia terpaksa mengiyakan permintaan ibunya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang jalan ia tak berhenti mengeluh. Sambil bermalas-malasan dan berlama-lama di jalan, Samosir merasa kelaparan. Ia membayangkan terus masakan ibunya yang nikmat. Apalagi makanan yang ada di tangannya itu. Dari aromanya saja ia sudah bisa membayangkan kenikmatannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya lekas-lekas diantar ke ayahnya, Samosir malah bolak-balik mengintip bekal makan siang ayahnya. Sampai akhirnya ia tergoda untuk memakannya. Pikirnya, sedikit saja ia makan pasti ayahnya tidak tahu. Tapi rupanya mencicipinya satu kali tidaklah cukup.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan tetap berlambat-lambat, ia kelaparan lagi di perjalanan. Samosir kembali memakan sebagian bekal makan siang sang ayah. Kejadian ini pun terjadi berkali-kali hingga ia tiba di ladang bertemu ayahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Toba lekas-lekas berhenti dari kegiatannya di ladang. Buru-buru ia menghampiri anaknya yang membawa makan siang. Namun betapa terkejutnya Toba ketika membuka bungkusan makan siangnya. Bungkusan itu kosong dan tak nampak sesuap pun nasi untuk ia makan. Rasa lapar di tengah siang yang terik ditambah lelah setelah berladang dari pagi membuat Toba marah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menghardik Samosir dengan mempertanyakan kemana makanan untuknya. Samosir mengaku bahwa dirinya tak kuasa menahan lapar di jalan. Aroma masakan ibunya yang begitu nikmat membuat ia ingin memakannya. Tanpa rasa bersalah dari kata-kata dan raut wajahnya, Samosir membuat ayahnya semakin marah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini, Toba benar-benar diamuk kecewa. Ia betul-betul emosi pada anaknya. Sumpah serapah keluar dari mulutnya. Ia menghardik Samosir sebagai anak yang tidak tahu diri dan tidak tahu diuntung. Amarahnya membuat Toba kelewat melontarkan umpatan pada Samosir. \u201cDasar anak ikan!\u201d begitu teriaknya pada Samosir. Samosir pun kaget. Toba makin memperjelas ucapannya bahwa Samosir memang anak dari perempuan yang dulunya seekor ikan. Rasa jengkel, kesal, dan luapan emosi Toba membuatnya tak sadar bahwa dia sudah mengingkari janjinya pada sang istri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapati kenyataan seperti itu dari ayahnya, Samosir buru-buru pulang. Diiringi tangis dan kesedihan ia cepat-cepat lari menuju rumahnya. Setibanya di rumah, ibunya pun kaget mendapati anaknya menangis. Samosir langsung memeluk sang ibu dan mengadukan perkataan ayahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Betapa kaget dan sedihnya sang ibu melihat perasaan anaknya terluka oleh perkataan ayahnya sendiri. Ditambah perkataan Toba pada sang anak juga melukai hatinya sebagai istri. Toba telah mengingkari janjinya sebelum menjadikannya istri yakni mengungkap asal-usulnya dari seekor ikan. Dalam rasa marah, sedih, dan kecewa, ia pergi bersama sang anak dari rumah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Toba yang menyadari ucapannya bergegas pulang dari ladang menuju rumahnya. Namun ia terlambat, sang istri dan anaknya sudah tidak ada di rumah. Saat itu, langit pun diliputi awan gelap. Gemuruh terdengar dari seluruh penjuru. Seakan alam ikut marah karena Toba mengingkari janjinya. Ia berlari tanpa arah. Ke sana-sini ia berusaha mencari istri dan anaknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Toba tak berhasil mendapati istri dan anaknya. Keduanya menghilang tanpa jejak. Sementara itu, sang putri yang pergi bersama Samosir, sang anak, sudah mengetahui akan terjadi bencana besar seketika itu juga. Dari langkah-langkah kakinya di tanah yang dipijak, perlahan-lahan keluar air terus-menerus. Sambil terus pergi menjauh, ia berusaha menyelamatkan sang anak. Ia menyuruh Samosir untuk pergi ke daratan paling tinggi di desa itu. Keduanya berpisah dalam rasa sedih yang teramat dalam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sang putri terus berlari tapi air terus keluar dari tanah yang iya pijak hingga akhirnya memenuhi seluruh penjuru desa. Air tak terbendung lagi. Dengan cepat seluruh desa tenggelam. Sang putri kembali menjadi ikan. Saking besarnya luapan air, daratan luas tersebut berubah menjadi danau. Danau itulah yang kini kita kenal sebagai Danau Toba. Dataran tinggi yang berhasil menjadi tempat Samosir menyelamatkan diri lantas menjadi Pulau Samosir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/indonesiakaya.com\/pustaka-indonesia\/cerita-rakyat -sumatra-utara-asal-usul-danau-toba\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>15. Contoh Dongeng Sebelum Tidur Lucu<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Si Kabayan Mencari Keong Sawah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu pagi, seperti biasa, Kabayan masih saja tidur bermalas-malasan di rumah. Sementara itu, istrinya, Nyi Iteung, sudah sibuk di dapur menyiapkan makanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKabayan, bangun! Cari lauk buat makan!\u201d kata Nyi Iteung kesal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kabayan menjawab sambil malas, \u201cNanti sebentar lagi\u2026 lagi enak mimpi.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kesal, Nyi Iteung akhirnya membangunkannya dengan paksa dan menyuruhnya mencari keong sawah (tutut). Dengan terpaksa, Kabayan pun pergi ke sawah sambil menggerutu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di sawah, bukannya turun untuk mencari tutut, Kabayan malah duduk di pinggir pematang sambil mencoba \u201cmenangkap\u201d keong dengan tongkat. Ia takut turun karena mengira sawah itu sangat dalam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tak lama kemudian, Nyi Iteung menyusul.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKamu lagi ngapain, Kabayan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni lagi cari tutut.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasa cari tutut dari atas? Turun ke sawah!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kabayan menjawab, \u201cNggak mau, nanti tenggelam. Dalam banget itu sawah!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar jawaban itu, Nyi Iteung semakin kesal. Tanpa banyak bicara, ia langsung mendorong Kabayan ke sawah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh! Ternyata dangkal!\u201d teriak Kabayan kaget saat jatuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, Kabayan sadar bahwa ketakutannya tidak beralasan. Ia pun bisa dengan mudah mencari tutut di sawah tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/repositori.kemendikdasmen.go.id\/3567\/1\/Si%20kabayan.pdf)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>16. Contoh Dongeng <\/b><b><i>Princess Sleeping Beauty<\/i><\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sleeping Beauty<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alkisah, di sebuah kerajaan, seorang Raja dan Ratu akhirnya dikaruniai seorang putri cantik setelah bertahun-tahun menunggu. Mereka mengadakan pesta besar dan mengundang tujuh peri baik untuk memberikan anugerah kepada sang putri. Namun, suasana ceria itu berubah mencekam ketika seorang peri tua yang jahat tiba-tiba muncul tanpa diundang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peri jahat itu merasa terhina karena tidak diundang ke istana. Dengan suara menggelegar, ia menunjuk ke arah bayi itu dan mengutuknya, &#8220;Saat putri ini berusia enam belas tahun, jarinya akan tertusuk jarum pemintal benang dan ia akan mati!&#8221; Seluruh tamu di istana pun gemetar ketakutan mendengar kutukan mengerikan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, peri ketujuh yang belum memberikan anugerahnya segera maju untuk memperingan kutukan itu. &#8220;Sang Putri tidak akan mati,&#8221; ucapnya dengan lembut. &#8220;Namun, ia akan jatuh tertidur lelap selama seratus tahun, dan hanya bisa dibangunkan oleh ciuman dari seorang pangeran yang tulus mencintainya.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Raja yang sangat khawatir segera memerintahkan agar seluruh alat pemintal benang di kerajaannya dihancurkan dan dibakar. Ia melarang siapa pun memiliki alat tersebut agar putrinya tetap aman. Waktu berlalu, sang putri yang diberi nama Aurora tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, baik hati, dan dicintai oleh semua orang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-16, Aurora menjelajahi sudut-sudut kastil yang belum pernah ia kunjungi. Ia menemukan sebuah tangga kecil yang menuju ke menara tertinggi. Di sana, ia melihat seorang wanita tua yang sedang memintal benang. Karena belum pernah melihat alat itu sebelumnya, Aurora merasa sangat penasaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Nenek, benda apa yang sedang kau putar itu?&#8221; tanya Aurora dengan polos. Wanita tua yang sebenarnya adalah penyamaran peri jahat itu menjawab, &#8220;Mari mendekatlah, Manis, cobalah kau sentuh sendiri.&#8221; Saat Aurora menyentuhkan jarinya ke jarum pemintal, ia pun langsung jatuh pingsan ke lantai sesuai dengan kutukan yang telah diucapkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh penghuni istana pun seketika jatuh tertidur di posisi mereka masing-masing. Raja, Ratu, para pengawal, hingga hewan peliharaan pun terlelap dalam tidur yang ajaib. Tak lama kemudian, semak berduri yang sangat tebal tumbuh mengelilingi kastil tersebut, melindunginya dari dunia luar dan menyembunyikannya dari pandangan manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seratus tahun berlalu, kabar tentang kastil yang tersembunyi di balik duri itu sampai ke telinga seorang pangeran yang gagah berani. Banyak orang yang mencoba menembusnya namun gagal, tetapi pangeran ini tidak menyerah. &#8220;Aku harus melihat sendiri kebenaran tentang putri cantik yang tertidur di sana,&#8221; tekad sang Pangeran sambil menebas semak berduri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah perjuangan keras, ia berhasil masuk ke dalam istana yang sunyi dan menemukan Putri Aurora di menara. Pangeran terpesona oleh kecantikannya yang tidak memudar meski waktu telah lama berlalu. Ia kemudian berlutut dan mencium kening sang putri dengan lembut sebagai tanda kekaguman dan cinta yang tulus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika, mata Aurora terbuka dan ia tersenyum melihat pangeran di hadapannya. Kutukan itu pun hancur, dan seluruh istana terbangun dari tidur panjang mereka. Tak lama kemudian, diadakanlah pesta pernikahan yang sangat meriah. Pangeran dan Putri Aurora pun hidup bahagia selamanya, membuktikan bahwa cinta sejati mampu mengalahkan sihir tergelap sekalipun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/www.appletreebsd.com\/5-dongeng-princess-sebelum-tidur-yang- menenangkan-dan-penuh-makna\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>17. Contoh Dongeng Sebelum Tidur Romantis<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Princess Cinderella<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah kerajaan, ada seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Ia selalu dibentak dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya \u201cCinderela\u201d. Cinderella artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. \u201cNama yang cocok buatmu !\u201d kata mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. \u201cAsyik! kita akan pergi dan berdandan secantik cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira\u201d, kata mereka.Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderella mulai berdandan dengan gembira. Cinderella sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. \u201cBaju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju seperti itu?\u201d, kata kakak Cinderella.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderella kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeras kerasnya karena hatinya sangat kesal. \u201cAku tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor seperti ini, tapi aku ingin pergi..\u201d Tidak berapa lama terdengar sebuah suara. \u201cCinderella, berhentilah menangis.\u201d Ketika Cinderella berbalik, ia melihat seorang peri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peri tersenyum dengan ramah. \u201cCinderella bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal.\u201d Setelah semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. \u201cSim salabim!\u201d sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Terakhir, Cinderella berubah menjadi Putri yang cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena gembiranya, Cinderella mulai menari berputar-putar dengan sepatu kacanya seperti kupu-kupu. Peri berkata, \u201cCinderella, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam. \u201cYa Nek. Terimakasih,\u201d jawab Cinderella. Kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderella menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderella.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderella. \u201cCantiknya putri itu! Putri dari negara mana ya ?\u201d tanya mereka. Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderella. \u201cPutri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?\u201d katanya. \u201cYa!,\u201d kata Cinderella sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu dan kedua kakak Cinderella yang berada di situ tidak menyangka kalau putri yang cantik itu adalah Cinderella.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pangeran terus berdansa dengan Cinderella. \u201cOrang seperti andalah yang saya idamkan selama ini,\u201d kata sang Pangeran. Karena bahagianya, Cinderella lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali. \u201cMaaf Pangeran saya harus segera pulang..,\u201d. Cinderella menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari keluar Istana.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah jalan, sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderella tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderella, tetapi ia kehilangan jejak Cinderella. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran mengambil sepatu itu. \u201cAku akan mencarimu,\u201d katanya bertekad dalam hati. Meskipun Cinderella kembali menjadi gadis yang penuh debu, ia amat bahagia karena bisa pergi pesta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini,\u201d kata para pengawal. Kedua kakak Cinderella mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderella . \u201cHai kamu, cobalah sepatu ini,\u201d katanya. Ibu tiri Cinderella menjadi marah,\u201d tidak akan cocok dengan anak ini!\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian Cinderella menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. \u201cAh! Andalah Putri itu,\u201d seru pengawal gembira. \u201cCinderella, selamat..,\u201d Cinderella menoleh ke belakang, peri sudah berdiri di belakangnya. \u201cMulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu peri membaca mantranya, Cinderella berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin. \u201cPengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam berdentang dua belas kali\u201d, kata sang peri. Cinderella diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini menjadi temannya. Sesampainya di Istana, Pangeran menyambutnya sambil tersenyum bahagia. Akhirnya Cinderella menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/www.appletreebsd.com\/5-dongeng-princess-sebelum- tidur-yang-menenangkan-dan-penuh-makna\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>18. Contoh Dongeng Fantasi Berjudul Bawang Merah dan Bawang Putih<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Bawang Merah dan Bawang Putih<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada zaman dahulu, hiduplah dua saudari tiri bernama Bawang Merah dan Bawang Putih. Sejak kecil, Bawang Putih sudah kehilangan ibunya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bawang Putih dikenal sebagai gadis yang baik, rajin, dan sabar, sedangkan Bawang Merah memiliki sifat malas, iri, dan suka memanfaatkan orang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak ayah mereka meninggal, Bawang Putih hidup menderita karena diperlakukan tidak adil oleh ibu tiri dan Bawang Merah. Ia harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara saudara tirinya hanya bersantai. Meski begitu, Bawang Putih tetap sabar dan tidak pernah mengeluh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, saat mencuci pakaian di sungai, salah satu baju hanyut. Karena takut dimarahi, Bawang Putih mencari baju tersebut hingga bertemu seorang nenek. Nenek itu bersedia membantu dengan syarat Bawang Putih mau menolong pekerjaannya. Dengan tulus, Bawang Putih membantu tanpa pamrih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai balasan, ia diberi pilihan hadiah. Bawang Putih memilih hadiah yang kecil karena tidak serakah. Namun, ketika dibuka di rumah, hadiah tersebut ternyata berisi emas dan perhiasan. Melihat itu, ibu tiri dan Bawang Merah menjadi iri dan ingin mendapatkan hal yang sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bawang Merah kemudian meniru langkah Bawang Putih, tetapi dengan sikap yang sombong dan malas. Ia tidak mau membantu nenek tersebut dan justru meminta hadiah terbesar. Namun, saat dibuka, hadiah itu berisi hal-hal mengerikan yang membawa kesialan bagi mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/www.appletreebsd.com\/5-dongeng-sebelum-tidur-terbaik- untuk-anak-indonesia\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>19. Contoh Dongeng Nusantara yang Melegenda<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Legenda Candi Prambanan: Roro Jonggrang<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan besar bernama Pengging. Sang raja memiliki seorang putra bernama Bandung Bondowoso yang terkenal sangat sakti dan memiliki pasukan tentara dari bangsa jin. Suatu hari, ia berhasil menaklukkan Kerajaan Baka dan membunuh rajanya, Prabu Baka, dalam sebuah peperangan yang sengit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah reruntuhan Kerajaan Baka, Bandung Bondowoso melihat putri Prabu Baka yang bernama Roro Jonggrang. Terpikat oleh kecantikannya yang luar biasa, Bandung berniat menjadikannya permaisuri. &#8220;Wahai Roro Jonggrang, jadilah istriku. Aku akan memberikanmu segala kemewahan di kerajaan ini,&#8221; rayunya dengan penuh ambisi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Roro Jonggrang merasa bimbang. Ia membenci Bandung karena telah membunuh ayahnya, namun ia juga takut menolak keinginan pria sakti itu. Akhirnya, ia mengajukan syarat yang mustahil. &#8220;Aku mau menikah denganmu, asalkan kau bisa membangunkan seribu candi dalam waktu hanya satu malam sebelum matahari terbit.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bandung Bondowoso yang sombong langsung menyetujui syarat tersebut. Pada malam yang ditentukan, ia memanggil ribuan pasukan jin dari dalam bumi. Suasana menjadi gelap dan mencekam saat para jin mulai bekerja dengan kecepatan luar biasa, menyusun batu-batu besar menjadi candi-candi yang megah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang tengah malam, Roro Jonggrang melihat pekerjaan itu hampir selesai. Ia mulai panik karena jumlah candi sudah mencapai 999 buah. &#8220;Jika aku tidak bertindak, aku akan terjebak dalam pernikahan ini selamanya,&#8221; batinnya gelisah. Ia segera membangunkan para dayang dan seluruh wanita di desa tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Roro Jonggrang memerintahkan mereka untuk memukul alu (alat penumbuk padi) pada lesung dan membakar tumpukan jerami di sisi timur. Cahaya kemerahan dari api jerami serta suara riuh lesung menciptakan suasana seolah-olah pagi telah tiba. Ayam-ayam jantan pun terbangun dan mulai berkokok dengan nyaring.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar suara kokok ayam dan melihat cahaya di ufuk timur, pasukan jin ketakutan. Mereka mengira fajar telah menyingsing dan matahari akan segera muncul. &#8220;Cepat lari! Matahari sudah terbit, kita akan terbakar!&#8221; teriak para jin sambil berlarian masuk kembali ke dalam bumi, meninggalkan pekerjaan mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bandung Bondowoso terkejut melihat pasukannya menghilang. Ia mencoba menghitung candi yang sudah berdiri, namun ternyata jumlahnya hanya 999 buah. Ia gagal memenuhi syarat karena kurang satu candi saja. Tak lama kemudian, ia menyadari bahwa fajar itu hanyalah tipu muslihat dari Roro Jonggrang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amarah Bandung meledak saat mengetahui dirinya dicurangi. Ia menghampiri Roro Jonggrang dengan mata yang merah membara. &#8220;Kau telah menipuku, Jonggrang! Karena kau sangat licik, maka kaulah yang akan menggenapi candi yang keseribu!&#8221; teriaknya sambil mengarahkan tangannya yang sakti ke arah sang putri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika, tubuh Roro Jonggrang membatu. Ia berubah menjadi sebuah patung batu yang sangat cantik untuk melengkapi candi terakhir. Hingga saat ini, patung tersebut dipercayai berada di dalam Candi Prambanan sebagai Candi Roro Jonggrang, mengingatkan kita bahwa niat buruk dan tipu daya hanya akan berujung pada duka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/indonesiakaya.com\/pustaka-indonesia\/cerita-rakyat- jawa-tengah-roro-jonggrang-dan-candi-prambanan\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>20. Contoh Dongeng Pengantar Tidur<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Kura-Kura dan Kelinci<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada suatu hari, hiduplah seekor kelinci yang tinggal di dalam hutan. si Kelinci terkenal sebagai hewat yang bisa berlari dengan cepat dibandingkan dengan hewan-hewan lainnya di hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu ketika, Kelinci yang merasa kemampuannya semakin hebat dalam balap lari, mengajak Kura-Kura untuk bertanding. Kura-Kura yang rendah hati pun menyambut dengan antusias ajakan dari Kelinci. Akhirnya keduanya mempersiapkan balap lari tersebut dan ditemani oleh hewan-hewan lainnya yang ada di hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelinci yang merasa lebih hebat berhasil lari lebih kencang dibandingkan dengan Kura-Kura yang pergerakannya amat lambat. Meski berjalan dengan pelan, namun Kura-Kura masih tetap bersemangat untuk mengikuti balap lari ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mendekati garis finish, Kelinci memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon yang rindang. Kelinci yakin kalau Kura-Kura tidak akan bisa menyusulnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAh dia kan jalannya saja lambat,\u201d ujar si Kelinci.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa sadar, Kelinci malah tertidur di bawah pohon rindang tersebut. Kelinci tidak menyadari saat dia tertidur, Kura-Kura sudah berhasil melewatinya dan sekarang posisi Kura-Kura lebih dekat dari garis finish. Kelinci sudah berusaha untuk berlari dengan cepat, tapi dia tetap tidak bisa menyusul Kura-Kura yang tiba tepat waktu di garis finish.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita ini mengajarkan bahwa kesabaran dan ketekunan sering kali lebih penting daripada kecepatan atau kemampuan alami. Meskipun Kelinci lebih cepat, ia kalah karena terlalu percaya diri dan tidak tekun. Kura-Kura, dengan langkah lambatnya namun pasti, membuktikan bahwa dengan konsistensi dan usaha kita bisa mencapai tujuan kita, meskipun tampaknya kita tidak punya keunggulan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: https:\/\/www.appletreebsd.com\/5-dongeng-sebelum-tidur-terbaik- untuk-anak-indonesia\/)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan mengenai cerita dongeng pendek dan pesan moralnya. Ada dongeng bahasa sunda juga, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">! Gimana dari sekian banyak dongeng di atas, ada <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>nggak<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang jadi favorit kamu?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mau belajar lebih banyak lagi, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">yuk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">join <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">! Di sana kamu bisa belajar bersama Master Teacher yang berpengalaman dan pastinya asyik diajak diskusi. Bisa coba kelas gratis secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau datang langsung ke cabang terdekat dari rumahmu ya!<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Branch\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gramedia. 5 Contoh Cerita Dongeng Pendek dengan Pesan Moralnya [Daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/5-contoh-cerita-dongeng-pendek-dengan-pesanmoralnya. Diakses 1 April 2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Raden Putri. 4 Maret 2026. 15 Cerita Dongeng Anak Pendek Penuh Pesan Moral Terbaik [Daring]. Tautan: https:\/\/blog.tempoinstitute.com\/berita\/cerita-dongeng. Diakses 1 April 2026<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Butuh referensi dongeng untuk tugas sekolah atau bacaan sebelum tidur? Yuk, simak contoh dongeng beserta pesan moralnya di artikel ini! \u2014 Sadar nggak sih, jauh sebelum ada universe Marvel, kita sebenarnya sudah lebih dulu mengenal yang namanya dongeng. Dari kecil kita sudah disuguhi cerita imajinatif, seperti dongeng Si Kancil yang cerdik dan kisah fiktif lainnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":6670,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1780889734:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Butuh referensi dongeng untuk tugas sekolah atau bacaan sebelum tidur? Yuk, simak contoh dongeng beserta pesan moralnya di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e4dca4f5-edaf-4e20-a3fc-1e99618d3815.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["dongeng"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Butuh referensi dongeng untuk tugas sekolah atau bacaan sebelum tidur? Yuk, simak contoh dongeng beserta pesan moralnya di artikel ini!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["84"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["41"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>20 Contoh Dongeng Sebelum Tidur dan Pesan Moralnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Butuh referensi dongeng untuk tugas sekolah atau bacaan sebelum tidur? Yuk, simak contoh dongeng beserta pesan moralnya di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"20 Contoh Dongeng Sebelum Tidur dan Pesan Moralnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Butuh referensi dongeng untuk tugas sekolah atau bacaan sebelum tidur? Yuk, simak contoh dongeng beserta pesan moralnya di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-08T02:00:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-08T03:37:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"41 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng\",\"name\":\"20 Contoh Dongeng Sebelum Tidur dan Pesan Moralnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e4dca4f5-edaf-4e20-a3fc-1e99618d3815.png\",\"datePublished\":\"2026-06-08T02:00:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-08T03:37:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Butuh referensi dongeng untuk tugas sekolah atau bacaan sebelum tidur? Yuk, simak contoh dongeng beserta pesan moralnya di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e4dca4f5-edaf-4e20-a3fc-1e99618d3815.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e4dca4f5-edaf-4e20-a3fc-1e99618d3815.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"20 Contoh Dongeng Sebelum Tidur dan Pesan Moralnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"20 Contoh Dongeng Sebelum Tidur dan Pesan Moralnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Butuh referensi dongeng untuk tugas sekolah atau bacaan sebelum tidur? Yuk, simak contoh dongeng beserta pesan moralnya di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"20 Contoh Dongeng Sebelum Tidur dan Pesan Moralnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Butuh referensi dongeng untuk tugas sekolah atau bacaan sebelum tidur? Yuk, simak contoh dongeng beserta pesan moralnya di artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-06-08T02:00:08+00:00","article_modified_time":"2026-06-08T03:37:52+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"41 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng","name":"20 Contoh Dongeng Sebelum Tidur dan Pesan Moralnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e4dca4f5-edaf-4e20-a3fc-1e99618d3815.png","datePublished":"2026-06-08T02:00:08+00:00","dateModified":"2026-06-08T03:37:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Butuh referensi dongeng untuk tugas sekolah atau bacaan sebelum tidur? Yuk, simak contoh dongeng beserta pesan moralnya di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e4dca4f5-edaf-4e20-a3fc-1e99618d3815.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e4dca4f5-edaf-4e20-a3fc-1e99618d3815.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-dongeng#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"20 Contoh Dongeng Sebelum Tidur dan Pesan Moralnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6670"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6672,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6670\/revisions\/6672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6670"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}