{"id":6635,"date":"2026-05-18T11:00:58","date_gmt":"2026-05-18T04:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6635"},"modified":"2026-05-20T15:26:12","modified_gmt":"2026-05-20T08:26:12","slug":"kebutuhan-dan-kelangkaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan","title":{"rendered":"Mengenal Kebutuhan dan Kelangkaan Manusia dalam Ekonomi!"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/a40790ea-7274-49ea-99e3-f8b1b8a9ba92.png\" alt=\"kebutuhan dan kelangkaan\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai manusia, kita pasti memiliki berbagai kebutuhan, mulai dari yang sangat penting seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal, sampai kebutuhan yang nggak terlalu penting. Tapi, pernahkah kamu mengalami kesulitan mendapatkan barang yang benar-benar dibutuhkan? Misalnya, gas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masih ingat saat awal tahun 2025 gas elpiji 3 kg sempat langka? Atau baru-baru ini banyak yang mengeluhkan harga beras naik dan stok yang sedikit di berbagai supermarket? Nah, kondisi ini disebut kelangkaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan manusia dan kelangkaan dibahas dalam ilmu ekonomi. Apa yang dimaksud dengan kelangkaan dan kebutuhan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa Itu Kebutuhan?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus atau perlu dipenuhi\u00a0 manusia untuk bisa bertahan hidup dan mencapai kesejahteraan, baik fisik maupun mental.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan berbeda dengan keinginan, jika kebutuhan nggak terpenuhi, maka kehidupan bisa terganggu, sedangkan keinginan umumnya hanya menambah kenyamanan atau kepuasan, nggak memengaruhi kelangsungan hidup kita sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pertumbuhan-dan-perkembangan-ekonomi\">Pertumbuhan dan Perkembangan Ekonomi: Definisi, Ciri, Rumus, dan Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Kebutuhan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-Jenis kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan kepentingan, sifat, waktu, dan subjeknya. Yuk, kita bahas satu per satu!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kebutuhan Berdasarkan Intensitas atau Tingkatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan manusia terdiri atas:\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Kebutuhan Primer<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang paling penting dan harus dipenuhi untuk bertahan hidup. Karena sifatnya mendasar, kebutuhan ini biasa disebut dengan kebutuhan pokok atau kebutuhan utama. Contohnya, makanan &amp; minuman, pakaian, dan tempat tinggal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>b. Kebutuhan Sekunder<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan penunjang dari kebutuhan primer. Intensitasnya nggak setinggi kebutuhan primer, tapi tetap dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan hidup. Contohnya, akses internet, transportasi, dan rekreasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>c. Kebutuhan Tersier\u00a0<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan tersier adalah kebutuhan dengan intensitas paling rendah dan biasanya berkaitan dengan kemewahan. Pemenuhannya lebih ditujukan untuk kepuasan pribadi atau meningkatkan status sosial. Contohnya, perhiasan, mobil mewah, rumah mewah, serta sepatu dan tas <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">branded<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/2b479c55-fc76-4d03-a360-e02ba4175f86.png\" alt=\"jenis jenis kebutuhan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kebutuhan Berdasarkan Sifatnya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut sifatnya, kebutuhan terbagi menjadi dua, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Kebutuhan Jasmani<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh manusia, seperti makan, olahraga, dan minum.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>b. Kebutuhan Rohani<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang diperlukan batin atau jiwa manusia, seperti rasa aman, kasih sayang, dan ketenangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kebutuhan Berdasarkan Waktu Penggunaannya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan waktu penggunaan, kebutuhan manusia dibagi menjadi 2, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Kebutuhan Sekarang\u00a0<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan nggak bisa ditunda. Misalnya, minum ketika sedang haus.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>b. Kebutuhan yang Akan Datang<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya bisa ditunda karena diperlukan di masa Depan. Misalnya, menabung dana pendidikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kebutuhan Berdasarkan Subjeknya\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan subjeknya, kebutuhan manusia dibagi menjadi:<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Kebutuhan Individual<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan individual adalah kebutuhan yang sifatnya pribadi dan berbeda setiap orang. Contohnya, meskipun sama-sama murid SMA, setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda sesuai kondisi masing-masing.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>b. Kebutuhan Kelompok<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan banyak orang, baik kelompok kecil maupun besar. Misalnya, layanan sampah, toilet umum, dan angkutan kota. <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Kelangkaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia kadang menghadapi kesulitan karena sumber daya yang diperlukan jumlahnya terbatas atau mengalami kelangkaan. Apa itu?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kelangkaan adalah kondisi ketika jumlah kebutuhan manusia nggak sebanding dengan alat pemenuh kebutuhannya.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian kelangkaan dalam ilmu ekonomi adalah kesenjangan antara kebutuhan dan keinginan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya yang tersedia untuk memenuhinya yang terbatas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya kelangkaan gas elpiji 3 kg yang terjadi di awal tahun 2025 ini. Masyarakat sampai mengantri berjam-jam untuk mendapatkan gas ini. Kelangkaan memaksa manusia untuk membuat pilihan tertentu dan menemukan alternatif lain. Misalnya, dengan beralih menggunakan gas alam atau kompor listrik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-sejarahhttps:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perdagangan-internasional\">Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan, dan Kebijakannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/315f4f61-6e19-43a1-9af1-224e4c7376fa.png\" alt=\"ciri ciri kelangkaan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Penyebab Kelangkaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelangkaan dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kemampuan Produksi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemampuan manusia atau mesin dalam menghasilkan barang terkadang memiliki keterbatasan. Produksi juga dipengaruhi oleh modal, tenaga kerja, dan ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, mesin pabrik hanya dapat menghasilkan jumlah tertentu setiap harinya, sehingga nggak bisa langsung memenuhi semua permintaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Pertumbuhan Penduduk<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah penduduk di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Semakin banyak penduduk, semakin besar juga kebutuhan yang harus dipenuhi. Jika pertumbuhan ini nggak seimbang dengan ketersediaan sumber daya alam, maka dapat terjadi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Perbedaan Letak Geografis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak semua daerah memiliki sumber daya yang sama. Misalnya, di daerah pantai mudah mendapatkan ikan, tapi sulit mendapatkan sayuran segar. Sebaliknya, di dataran tinggi banyak sayuran, tapi nggak ada ikan laut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan letak geografis ini membuat suatu barang bisa melimpah di satu tempat, tapi langka di tempat lain. Akibatnya, harga barang di daerah yang kekurangan sumber daya bisa menjadi lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Bencana Alam\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bencana alam seperti banjir, gempa, atau kekeringan merupakan faktor yang nggak bisa diprediksi. Kejadian ini dapat merusak lahan pertanian, peternakan, tempat usaha, hingga rumah penduduk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, banjir atau kekeringan dapat membuat gagal panen, sehingga sayur dan hasil pertanian lainnya menjadi langka di pasaran dan harganya cenderung naik. Proses untuk memulihkan kondisi (lahan pertanian, peternakan, rumah) setelah bencana juga memerlukan waktu dan biaya, ini juga dapat menyebabkan kelangkaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Perkembangan Teknologi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan teknologi berperan penting dalam memenuhi kebutuhan manusia. Negara dengan teknologi maju biasanya lebih mudah memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sebaliknya, jika teknologi masih terbatas dan kurang efisien, maka produksi dan distribusi juga terbatas. Ini juga bisa menyebabkan kelangkaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand\">Pengertian Supply and Demand &amp; Faktor yang Memengaruhinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Kelangkaan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, ada empat kelangkaan yang umum terjadi, yaitu:\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kelangkaan Sumber Daya Alam<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelangkaan sumber daya alam adalah kelangkaan yang terjadi ketika <\/span><strong>sumber daya alam yang paling dibutuhkan, nggak lagi mampu mencukupi kebutuhan manusia.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Contoh sumber daya alam yang jumlahnya mulai terancam adalah bahan bakar fosil.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kelangkaan Sumber Daya Manusia<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelangkaan sumber daya manusia adalah kondisi ketika <\/span><strong>tenaga kerja atau keahlian manusia nggak mampu memenuhi kebutuhan pada suatu masa.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Misalnya, saat Indonesia baru merdeka, jumlah insinyur sangat sedikit sehingga kebutuhan pembangunan lama terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kelangkaan Produk\/ Barang Jadi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelangkaan produk adalah kondisi ketika <\/span><strong>suatu produk sulit ditemukan di pasaran.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Biasanya terjadi karena permintaan tinggi, sementara ketersediaannya terbatas. Akibatnya, harga barang tersebut bisa naik drastis. Contohnya, kelangkaan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> pada masa awal pandemi Covid-19.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kelangkaan Modal<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelangkaan modal adalah <\/span><strong>kurangnya jumlah dana atau uang untuk mendukung kebutuhan ekonomi di berbagai sektor.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Jika terjadi dalam skala nasional, dampaknya bisa besar, bahkan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Kelangkaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelangkaan dapat berdampak pada kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Berikut beberapa dampaknya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelangkaan membuat harga barang naik karena permintaan lebih tinggi daripada ketersediaan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga yang naik menyebabkan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan baku yang langka dapat menghambat produksi barang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akses terhadap sumber daya yang terbatas menimbulkan kesenjangan antara yang kuat secara ekonomi dan yang lemah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persaingan untuk mendapatkan sumber daya dapat memicu konflik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan dasar yang nggak terpenuhi bisa meningkatkan tindak kriminalitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingginya harga bahan baku dapat membuat usaha merugi bahkan bangkrut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya usaha yang tutup bisa meningkatkan angka PHK dan pengangguran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelangkaan energi fosil mendorong manusia mengeksploitasi sumber daya lain, yang berisiko merusak lingkungan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Mengatasi Kelangkaan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa cara untuk mengatasi kelangkaan:<\/span><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Melestarikan Sumber Daya Alam<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber daya alam yang kita miliki jumlahnya terbatas. Agar dapat terus digunakan, sumber daya alam perlu dilestarikan dan digunakan dengan bijak. Misalnya dengan hemat listrik &amp; air, menanam pohon, serta mendaur ulang sampah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Beralih ke Sumber Daya Alternatif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain melakukan pelestarian, kita juga dapat beralih ke sumber daya alternatif atau pengganti. Misalnya, menggunakan kompor listrik, energi surya, dan energi angin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Pengendalian Pertumbuhan Penduduk<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah populasi yang terus meningkat dapat memperparah kelangkaan sum<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ber daya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perencanaan keluarga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Pengembangan Teknologi dan Inovasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teknologi dapat menjadi solusi dalam mengatasi kelangkaan sumber daya. Misalnya dengan mengembangkan teknologi ramah lingkungan, menggunakan energi terbarukan, serta menciptakan alternatif bahan baku yang lebih mudah diperoleh dan lebih hemat biaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Kebijakan Pemerintah yang Mendukung<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah juga berperan penting dalam mengatasi kelangkaan melalui berbagai kebijakan. Misalnya dengan menerapkan regulasi pencegahan eksploitasi sumber daya berlebihan dan mengembangkan infrastruktur untuk distribusi sumber daya yang merata.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan mengenai kebutuhan dan kelangkaan. Setelah mempelajari materi ini, kita jadi tahu ternyata kebutuhan manusia itu banyak banget, sementara sumber daya untuk memenuhinya terbatas. Inilah yang menyebabkan kelangkaan dan berdampak pada kehidupan sehari-hari. Agar kita nggak menghadapi kelangkaan, penting untuk bijak memanfaatkan sumber daya yang kita miliki ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seru <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> belajar ekonomi? Kalau kamu ingin belajar lebih banyak lagi terkait pelajaran ekonomi atau pelajaran lainnya, yuk gabung dan belajar di <\/span><strong><a href=\"http:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a>!<\/strong><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><i>Sumber:\u00a0<\/i><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Heryansyah, Tedy. 2025. Mengenai Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia [daring]. Tautan: https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-kelangkaan-dan-kebutuhan-manusia\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bank Mega Syariah. 2025. Kelangkaan: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya [daring]. Tautan: https:\/\/www.megasyariah.co.id\/id\/artikel\/edukasi-tips\/lainnya\/kelangkaan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">OCBC NISP. 2023. Kelangkaan: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya [daring]. Tautan: https:\/\/www.ocbc.id\/id\/article\/2021\/09\/06\/kelangkaan-adalah (Diakses 10 September 2025)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini! \u2014 Sebagai manusia, kita pasti memiliki berbagai kebutuhan, mulai dari yang sangat penting seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal, sampai kebutuhan yang nggak terlalu penting. Tapi, pernahkah kamu mengalami kesulitan mendapatkan barang yang benar-benar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6635,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1779265432:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2026-05-20"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/a40790ea-7274-49ea-99e3-f8b1b8a9ba92.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["kebutuhan dan kelangkaan"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["82"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6635","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Kebutuhan dan Kelangkaan Manusia dalam Ekonomi! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Kebutuhan dan Kelangkaan Manusia dalam Ekonomi! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-18T04:00:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-20T08:26:12+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan\",\"name\":\"Mengenal Kebutuhan dan Kelangkaan Manusia dalam Ekonomi! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/a40790ea-7274-49ea-99e3-f8b1b8a9ba92.png\",\"datePublished\":\"2026-05-18T04:00:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-20T08:26:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/a40790ea-7274-49ea-99e3-f8b1b8a9ba92.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/a40790ea-7274-49ea-99e3-f8b1b8a9ba92.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Kebutuhan dan Kelangkaan Manusia dalam Ekonomi!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Kebutuhan dan Kelangkaan Manusia dalam Ekonomi! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Kebutuhan dan Kelangkaan Manusia dalam Ekonomi! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-05-18T04:00:58+00:00","article_modified_time":"2026-05-20T08:26:12+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan","name":"Mengenal Kebutuhan dan Kelangkaan Manusia dalam Ekonomi! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/a40790ea-7274-49ea-99e3-f8b1b8a9ba92.png","datePublished":"2026-05-18T04:00:58+00:00","dateModified":"2026-05-20T08:26:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah kebutuhan manusia dan kelangkaan. Apa arti dan maksud dari keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/a40790ea-7274-49ea-99e3-f8b1b8a9ba92.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/a40790ea-7274-49ea-99e3-f8b1b8a9ba92.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kebutuhan-dan-kelangkaan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Kebutuhan dan Kelangkaan Manusia dalam Ekonomi!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6635"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6635\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6636,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6635\/revisions\/6636"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}