{"id":6607,"date":"2026-04-29T13:00:24","date_gmt":"2026-04-29T06:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6607"},"modified":"2026-04-29T13:37:02","modified_gmt":"2026-04-29T06:37:02","slug":"realitas-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial","title":{"rendered":"Realitas Sosial: Bentuk, Proses, Jenis, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/034c3900-7485-4e06-a92c-3a89e7cc2039.png\" alt=\"realitas sosial\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sosiologi, kita mengenal istilah realitas sosial, yaitu hal-hal yang dianggap nyata diakui dalam kehidupan bersama. Contohnya, adanya kemiskinan, sistem sekolah, atau aturan-aturan yang berlaku di masyarakat. Semua itu nggak muncul begitu saja, tapi terbentuk melalui proses sosial yang disepakati bersama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan realitas sosial? Bagaimana proses terbentuknya, dan apa saja contohnya? Yuk, kita bahas bersama!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa Itu Realitas Sosial?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas sosial disebut juga fakta sosial. Menurut \u00c9mile Durkheim,<\/span> <strong>realitas sosial adalah cara-cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berasal dari kekuatan di luar diri individu, bersifat memaksa dan mengendalikan individu, serta di luar kehendak pribadi seseorang.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Contoh realitas sosial ini, seperti hukum, moral, kepercayaan, adat istiadat, cara berpakaian, hingga aturan-aturan ekonomi yang berlaku dalam masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sosiologi, <\/span><strong>realitas sosial adalah hal-hal yang dianggap nyata dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan hasil konstruksi sosial.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Artinya, realitas ini terbentuk melalui kesepakatan bersama, interaksi antar individu, dan kebiasaan yang berlangsung terus-menerus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Misalnya, sekolah.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Sistem sekolah formal seperti sekarang ini terbentuk melalui kesepakatan sosial yang dibangun oleh masyarakat sejak dulu. Karena aturan ini diterapkan terus-menerus dan diajarkan sejak kecil, lama kelamaan sekolah menjadi sesuatu yang mutlak dan sudah seharusnya ada.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial\">Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat, dan Proses Terbentuknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Bentuk-Bentuk Realitas Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Berger &amp; Luckmann, bentuk realitas sosial terdiri atas tiga, yaitu objektif, simbolik, dan subjektif. Yuk, simak penjelasannya satu per satu!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Realitas Objektif\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas objektif adalah kenyataan yang benar-benar ada di masyarakat dan diakui bersama, tanpa terpengaruh oleh pendapat atau perasaan pribadi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Realitas Simbolik\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas simbolik adalah kenyataan yang disampaikan melalui simbol-simbol, seperti dalam karya seni, cerita fiksi, atau berita di media. Simbol-simbol ini membantu kita memahami dan memperkuat kenyataan sosial yang ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Realitas Subjektif\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Realitas subjektif adalah cara seseorang memahami kenyataan sosial berdasarkan pengalaman pribadi. Pemahaman ini terbentuk dari pengaruh lingkungan (realitas objektif) dan simbol-simbol yang sering ditemui (realitas simbolik).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/masalah-sosial\">Masalah Sosial: Pengertian, Faktor Penyebab &amp; Contohnya<\/a>\u00a0<\/strong><b><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Proses Pembentukan Realitas Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berger dan Luckmann menjelaskan bahwa realitas sosial terbentuk melalui tiga tahap, yaitu eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi. Yuk, simak penjelasannya!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Eksternalisasi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eksternalisasi adalah proses ketika ide atau gagasan yang awalnya hanya ada dalam pikiran seseorang mulai diwujudkan dan menjadi bagian dari kehidupan bersama. Artinya, ide tersebut sudah mulai tampak nyata di masyarakat dan menjadi bagian dari <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/struktur-sosial\">struktur sosial<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Objektifitasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide-ide yang muncul dari proses eksternalisasi kemudian dipersepsikan menjadi sebuah kenyataan. Ide-ide tadi disepakati (konsensus), mengalami proses interaksi sosial, lalu berlangsung secara berulang (habituasi).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Internalisasi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Internalisasi adalah proses ketika ide yang telah melalui tahap objektifikasi dan dianggap sebagai kenyataan, kemudian diterima, diserap, dan dipahami oleh individu sebagai bagian dari pengetahuan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, apa yang kita anggap sebagai kenyataan sehari-hari sebenarnya berasal dari ide dan pandangan manusia sendiri. Hal ini sesuai dengan pandangan W.I. Thomas, yang mengatakan bahwa <\/span><strong>realitas sosial terbentuk dari definisi atau cara kita memahami suatu situasi.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ketimpangan-sosial\">Ketimpangan Sosial: Pengertian, Penyebab, Bentuk &amp; Dampak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Macam-Macam Realitas Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Soerjono Soekanto (1982), ada beberapa macam realitas sosial dalam masyarakat, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Interaksi Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Interaksi sosial adalah hubungan yang terjadi saat individu atau kelompok saling bertemu dan berkomunikasi. Interaksi ini bisa terjadi antarindividu, individu dengan kelompok, atau antarkelompok.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kebudayaan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia menciptakan kebudayaan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melindungi diri, seperti pakaian, rumah, atau alat perlindungan. Kebudayaan ini menjadi bagian dari kehidupan sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Nilai dan Norma Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai sosial adalah prinsip atau keyakinan yang dianggap penting oleh masyarakat, seperti kejujuran atau gotong royong.<\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/norma-sosial\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong> Norma sosial<\/strong><\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah aturan atau pedoman yang berasal dari nilai tersebut, misalnya peraturan di sekolah atau adat istiadat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Stratifikasi Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stratifikasi sosial adalah adanya tingkatan atau lapisan dalam masyarakat, seperti orang kaya dan miskin atau atasan dan bawahan. Perbedaan ini memengaruhi hubungan sosial.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Status dan Peran Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Status adalah posisi seseorang dalam masyarakat, misalnya siswa, guru, atau orang tua. Sementara itu, peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang sesuai statusnya. Contohnya, siswa diharapkan belajar dengan rajin dan menghormati guru.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Perubahan Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat selalu berubah, misalnya perubahan aturan, teknologi, atau sistem politik. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">ini membuat masyarakat menyesuaikan diri dan memengaruhi cara hidup mereka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Realitas Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah memahami pengertian, bentuk, dan proses pembentukan realitas sosial, yuk simak contoh realitas sosial berikut ini!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Keluarga\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga merupakan bentuk realitas sosial karena masyarakat membentuk pemahaman bahwa ayah, ibu, dan anak adalah satu kesatuan. Anak yang baru lahir pun mengenal orang tuanya sebagai keluarga karena konsep ini sudah melekat dalam kehidupan sosial.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Sekolah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang disebutkan sebelumnya, sekolah juga merupakan contoh realitas sosial. Sistem sekolah muncul dari ide dan kesepakatan manusia terkait pentingnya pendidikan. Dari ide tersebut, lahirlah bentuk nyata seperti gedung, kurikulum, guru, dan murid yang menjalankan peran masing-masing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan mengenai realitas sosial, mulai dari pengertian, dimensi, proses pembentukan, hingga contoh-contohnya. Mau belajar lebih banyak tentang realitas sosial atau materi sosiologi lainnya? Yuk, belajar bareng Master Teacher di <\/span><strong><a href=\"http:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Branch\" width=\"799\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suhardi, Sri Sunarti. 2009. Sosiologi 1: Untuk SMA\/MA Kelas X Program IPS. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Swasikanti, Kenya. 2022. Realitas Sosial sebagai Objek Kajian Sosiologi [daring]. Tautan: https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/realitas-sosial<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelajaran. 2025. Pengertian Realitas Sosial, Macam, Bentuk, Konsel, dan Contoh Realitas Sosial Menurut Para Ahli [daring]. Tautan: https:\/\/www.pelajaran.co.id\/pengertian-macam-bentuk-konsep-dan-contoh-realitas-sosial-menurut-para-ahli\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Erilia, Erika. 2021. Apa Itu Realitas Sosial, Apa Saja Contohnya? [daring]. Tautan: https:\/\/tirto.id\/apa-itu-realitas-sosial-apa-saja-contohnya-f8Qh (Diakses 28 Juli 2025)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya! \u2014 Dalam sosiologi, kita mengenal istilah realitas sosial, yaitu hal-hal yang dianggap nyata diakui dalam kehidupan bersama. Contohnya, adanya kemiskinan, sistem sekolah, atau aturan-aturan yang berlaku di masyarakat. Semua itu nggak muncul begitu saja, tapi terbentuk melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6607,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1777444500:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/034c3900-7485-4e06-a92c-3a89e7cc2039.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["realitas sosial"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["49"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["5"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6607","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Realitas Sosial: Bentuk, Proses, Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Realitas Sosial: Bentuk, Proses, Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-29T06:00:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-29T06:37:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial\",\"name\":\"Realitas Sosial: Bentuk, Proses, Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/034c3900-7485-4e06-a92c-3a89e7cc2039.png\",\"datePublished\":\"2026-04-29T06:00:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-29T06:37:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/034c3900-7485-4e06-a92c-3a89e7cc2039.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/034c3900-7485-4e06-a92c-3a89e7cc2039.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Realitas Sosial: Bentuk, Proses, Jenis, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Realitas Sosial: Bentuk, Proses, Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Realitas Sosial: Bentuk, Proses, Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-04-29T06:00:24+00:00","article_modified_time":"2026-04-29T06:37:02+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial","name":"Realitas Sosial: Bentuk, Proses, Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/034c3900-7485-4e06-a92c-3a89e7cc2039.png","datePublished":"2026-04-29T06:00:24+00:00","dateModified":"2026-04-29T06:37:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Realitas sosial adalah kenyataan yang terbentuk dari konstruksi sosial di masyarakat. Yuk, ketahui bentuk, proses, macam, dan contohnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/034c3900-7485-4e06-a92c-3a89e7cc2039.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/034c3900-7485-4e06-a92c-3a89e7cc2039.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/realitas-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Realitas Sosial: Bentuk, Proses, Jenis, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6607","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6607"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6607\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6608,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6607\/revisions\/6608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6607"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}