{"id":6575,"date":"2026-04-20T11:00:09","date_gmt":"2026-04-20T04:00:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6575"},"modified":"2026-04-20T10:50:02","modified_gmt":"2026-04-20T03:50:02","slug":"perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim","title":{"rendered":"Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab, Dampak &#038; Cara Mengatasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3fb3222c-c91b-4548-a036-27d2d243155d.png\" alt=\"perubahan iklim\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan iklim membawa banyak dampak negatif bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu menyadari kalau musim di Indonesia akhir-akhir ini sering nggak menentu? Biasanya, musim hujan terjadi dari Oktober sampai Maret, lalu berganti jadi musim kemarau pada April-September. Tapi akhir-akhir ini, hujan masih sering turun meskipun sudah musim kemarau. Bahkan, di beberapa daerah hujan deras sampai menyebabkan banjir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini merupakan salah satu tanda perubahan iklim. Apa yang dimaksud dengan perubahan iklim? Apa penyebab dan dampaknya bagi kehidupan, serta bagaimana cara mengatasinya? Yuk, kita bahas!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Perubahan Iklim\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang pada suhu dan pola cuaca di bumi.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Secara alami, perubahan ini bisa terjadi karena faktor alam, seperti siklus matahari. Tapi, sejak tahun 1800-an, aktivitas manusia menjadi penyebab utamanya, terutama karena pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/071712ca-7fcb-4e61-a284-91a954cd455e.jpg\" alt=\"contoh dampak perubahan iklim\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh dampak perubahan iklim, tanah yang sangat kering akibat kekeringan panjang dan suhu ekstrem.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembakaran ini menghasilkan gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO\u2082) dan metana. Gas-gas ini nemumpuk di atmosfer dan memerangkap panas dari matahari, sehingga suhu di bumi semakin panas.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa contoh perubahan iklim yang bisa kita rasakan antara lain musim yang tidak menentu, suhu semakin panas, curah hujan ekstrem, dan kekeringan panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sumber-daya-alam\">Sumber Daya Alam, Jenis, Contoh, dan Cara Melestarikannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Penyebab Perubahan Iklim\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa faktor penyebab perubahan iklim:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Pembakaran bahan bakar fosil<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti bensin, solar, dan batu bara untuk kendaraan yang menghasilkan CO\u2082.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Efek rumah kaca<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">terjadi karena gas-gas seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida menumpuk di atmosfer dan memerangkap panas matahari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Aktivitas industri dan pabrik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> juga menyumbang emisi gas rumah kaca dari proses produksinya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Alih fungsi hutan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">menjadi lahan pertanian, peternakan, dan pemukiman mengurangi kemampuan alam menyerap CO\u2082.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Sampah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> organik yang membusuk di TPA dan menghasilkan gas metana.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Penggunaan Chlorofluorocarbon (CFC)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, zat kimia dari AC, kulkas, dan aerosol yang bisa merusak lapisan ozon.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Pertanian dan peternakan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> menghasilkan gas rumah kaca dari kotoran ternak dan pupuk kimia.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer\">Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Perubahan Iklim\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, aktivitas manusia menjadi salah satu faktor perubahan iklim yang paling besar. Lalu, apa saja efek perubahan iklim ini? Yuk, simak!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Suhu Bumi Semakin Panas\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan iklim membuat suhu rata-rata bumi terus meningkat, sehingga bumi terasa semakin panas dari waktu ke waktu. Apakah di daerahmu juga terasa sangat panas akhir-akhir ini?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak tahun 1980-an, setiap dekade selalu lebih panas dari dekade sebelumnya. Bahkan, tercatat periode 2011-2020 adalah dekade paling panas. Hampir semua daratan di dunia mengalami hari panas dan gelombang panas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Meningkatnya Suhu dan Permukaan Air Laut<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Laut menyerap sekitar 90% panas dari pemanasan global<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, akibatnya suhu air laut ikut meningkat. Saat suhu air laut meningkat, volumenya akan membesar karena air memuai. Hal ini membuat permukaan air laut semakin naik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, mencairnya es di kutub juga menambah volume air laut. Akibatnya, wilayah pesisir seperti Jakarta dan Manila terancam tenggelam. Kamu mungkin pernah mendengar berita tentang permukaan laut di Jakarta yang lebih tinggi dari daratannya. Selain karena penurunan tanah dan pembangunan infrastruktur, kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim juga menjadi penyebabnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Semakin Banyak Kekeringan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak selanjutnya adalah, air bersih yang semakin sulit didapat. Suhu bumi yang semakin panas membuat air lebih cepat menguap dan memperparah kondisi kekeringan di daerah yang sudah mengalami kesulitan air.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekeringan juga bisa memengaruhi lahan pertanian, menyebabkan gagal panen, serta membuat sungai, hutan, dan danau menjadi kering.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Hilangnya Spesies\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan iklim membuat banyak hewan dan tumbuhan sulit bertahan hidup. Menurut PBB, <\/span><strong>spesies punah 1.000 kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan suhu, kebakaran hutan, badai, dan berbagai penyakit membuat makhluk hidup kehilangan tempat tinggal dan makanan. Beberapa hewan mungkin bisa berpindah tempat untuk beradaptasi, tapi banyak juga yang tidak bisa bertahan dan akhirnya punah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Risiko Kesehatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan iklim juga berdampak pada kesehatan, seperti penyakit pernapasan akibat polusi udara, risiko kanker kulit karena panas ekstrem, dan penyakit tropis seperti demam berdarah dan malaria.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Kemiskinan dan Perpindahan Penduduk<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan iklim dapat menyebabkan banjir, badai, kekeringan, dan panas ekstrem yang merusak rumah, lahan pertanian, dan mata pencaharian. Akibatnya, orang terpaksa pindah ke tempat lain, baik ke kota atau ke negara lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Kelangkaan Pangan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan iklim bisa mengganggu ketersediaan pangan karena cuaca tak menentu, tanah kering, dan rusaknya laut membuat hasil pertanian, perikanan, dan peternakan menurun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/cuaca-dan-iklim\">Cuaca dan Iklim: Pengertian, Perbedaan dan Unsur-Unsurnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Mengatasi Perubahan Iklim\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, dampak dari perubahan iklim global sangat banyak dan serius, ya. Tapi, kabar baiknya, <\/span><strong>kita semua bisa ikut berpartisipasi dalam mengatasinya.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Ini beberapa cara yang bisa kita lakukan!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Hemat Energi di Rumah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghemat listrik adalah salah satu cara paling mudah yang bisa kita lakukan untuk membantu mengatasi perubahan iklim. Contohnya, mematikan lampu dan alat elektronik saat nggak digunakan, memanfaatkan cahaya alami di siang hari, dan menggunakan peralatan rumah tangga yang hemat energi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Listrik yang kita gunakan sehari-hari, umumnya dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, seperti batubara dan minyak. Proses ini melepaskan banyak CO\u2082 ke udara, yang menjadi penyebab pemanasan global. Jadi, saat kita menghemat listrik, kita sedang mengurangi emisi gas rumah kaca.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Jalan Kaki dan Naik Transum\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Kita bisa membantu menguranginya dengan berjalan kaki atau bersepeda jika jaraknya dekat. Untuk jarak jauh, gunakan transportasi umum seperti bus, angkot, atau kereta.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Gerakan Menanam Pohon\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon menyerap gas karbondioksida dari udara dan melepaskan oksigen yang kita butuhkan untuk bernapas. Oleh karena itu, menanam pohon menjadi salah satu cara untuk mengatasi perubahan iklim.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita bisa menanam pohon di halaman rumah, di lingkungan sekitar, atau mengikuti kegiatan menanam pohon di taman kota dan hutan. Semakin banyak pohon yang ditanam, semakin bersih udara yang kita hirup dan semakin rendah emisi karbon di atmosfer.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Hemat Penggunaan Air<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan air dengan bijak menjaga ketersediaan air bersih tetap ada. Caranya bisa dimulai dari hal kecil, seperti menutup keran saat tidak digunakan, memperbaiki kebocoran, dan menggunakan air secukupnya. Selain itu, kita juga bisa menggunakan air bekas cucian sayur atau air hujan untuk menyiram tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Lakukan 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Recycle dan Replace)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">5R membantu kita mengelola sampah dan limbah secara bijak. Apa itu 5R? Ini penjelasannya!\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><em><strong>Rethink<\/strong> <\/em><span style=\"font-weight: 400;\">artinya mengubah pola pikir dan kebiasaan agar lebih ramah lingkungan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><em><strong>Reduce<\/strong> <\/em><span style=\"font-weight: 400;\">artinya mengurangi penggunaan barang yang tidak diperlukan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><em><strong>Reuse<\/strong> <\/em><span style=\"font-weight: 400;\">adalah menggunakan kembali barang-barang yang masih layak dipakai.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><em><strong>Recycle<\/strong> <\/em><span style=\"font-weight: 400;\">berarti mendaur ulang barang-barang yang tidak langsung dibuang ke tempat sampah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><em><strong>Replace<\/strong> <\/em><span style=\"font-weight: 400;\">artinya mengganti barang-barang yang sulit terurai dengan barang-barang yang lebih ramah lingkungan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menerapkan 5R, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang akan berakhir di tempat pembuangan akhir dan mencegah perubahan iklim di Indonesia yang lebih parah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Gunakan Produk Ramah Lingkungan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan produk ramah lingkungan bisa dimulai dengan tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai. Kita bisa menggunakan tas belanja yang bisa dicuci dan digunakan berkali-kali. Selain itu, biasakan membawa botol minum sendiri, jadi nggak perlu selalu membeli air minum dalam kemasan plastik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membeli produk lokal yang nggak perlu dikirim dari jauh serta menggunakan alat makan sendiri saat beli makanan di luar juga merupakan contoh lain dari gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Mengurangi Pemborosan Makanan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu,<\/span> <strong>Indonesia adalah negara <a href=\"https:\/\/data.goodstats.id\/statistic\/indonesia-penghasil-sampah-makanan-terbesar-di-asia-tenggara-apa-solusinya-r0xEp#:~:text=Data%20dan%20Estimasi%20Timbulan%20Sampah%20Makanan%20Tahun%202019%2D2023&amp;text=United%20Nations%20Environment%20Programme%20(UNEP,73%20juta%20ton%20per%20tahun.\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">penghasil sampah makanan<\/a> rumah tangga terbanyak se-Asia Tenggara? Jumlahnya mencapai 14,73 juta ton per tahun!<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Banyak banget, kan? Makanan yang dibuang dapat menghasilkan gas metana saat membusuk, yang juga berkontribusi pada pemanasan global.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus gimana? Kita bisa mengurangi masalah ini dengan membuat perencanaan makanan yang akan dimasak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">meal prep<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, membeli bahan makanan secukupnya, menyimpan makanan dengan baik, dan mengolah sisa makanan biar nggak terbuang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan tentang perubahan iklim, mulai dari apa itu perubahan iklim, penyebab, dampak, hingga solusi perubahan iklim. Semoga setelah membaca ini, kita jadi lebih sadar dan tergerak untuk ikut menjaga lingkungan, sekecil apa pun tindakan yang bisa kita lakukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seru, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>kan<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">belajar tetang perubahan iklim? Kalau kamu tertarik belajar materi menarik lainnya, yuk belajar bareng di Brain Academy!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">PBB Indonesia. Apa Itu Perubahan Iklim? [daring]. Tautan: https:\/\/indonesia.un.org\/id\/172909-apa-itu-perubahan-iklim<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tysara, Laudia. 2024. Cara Mencegah Perubahan Iklim, Dimulai dari 15 Kebiasaan Kecil Ini! [daring]. Tautan: https:\/\/www.liputan6.com\/hot\/read\/5614685\/cara-mencegah-perubahan-iklim-dimulai-dari-15-kebiasaan-kecil-ini<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">DLHK Kab Mamuju. 2023. Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab Dampak Perubahan Iklim [daring]. Tautan: https:\/\/dlhk.mamujukab.go.id\/berita-5193-apa-itu-perubahan-iklim-penyebab-dampak-perubahan-iklim.html\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar Perubahan Iklim. Sumber: https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/trees-grown-dry-cracked-dry-soil-dry-season-global-warming_5469304.htm <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses 16 Mei 2025)<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan iklim membawa banyak dampak negatif bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya! \u2014 Apakah kamu menyadari kalau musim di Indonesia akhir-akhir ini sering nggak menentu? Biasanya, musim hujan terjadi dari Oktober sampai Maret, lalu berganti jadi musim kemarau pada April-September. Tapi akhir-akhir ini, hujan masih sering turun meskipun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6575,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1776666680:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Perubahan iklim membawa banyak dampak negatif bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3fb3222c-c91b-4548-a036-27d2d243155d.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["perubahan iklim"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Perubahan iklim membawa banyak dampak negatif bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["71"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab, Dampak &amp; Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perubahan iklim membawa banyak dampak negatif bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab, Dampak &amp; Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perubahan iklim membawa banyak dampak negatif bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-20T04:00:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim\",\"name\":\"Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3fb3222c-c91b-4548-a036-27d2d243155d.png\",\"datePublished\":\"2026-04-20T04:00:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Perubahan iklim membawa banyak dampak negatif bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3fb3222c-c91b-4548-a036-27d2d243155d.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3fb3222c-c91b-4548-a036-27d2d243155d.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab, Dampak &#038; Cara Mengatasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Perubahan iklim membawa banyak dampak negatif bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Perubahan iklim membawa banyak dampak negatif bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-04-20T04:00:09+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim","name":"Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3fb3222c-c91b-4548-a036-27d2d243155d.png","datePublished":"2026-04-20T04:00:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Perubahan iklim membawa banyak dampak negatif bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasinya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3fb3222c-c91b-4548-a036-27d2d243155d.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/3fb3222c-c91b-4548-a036-27d2d243155d.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-iklim#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab, Dampak &#038; Cara Mengatasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6575"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6576,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6575\/revisions\/6576"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6575"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}