{"id":6560,"date":"2026-04-13T13:00:14","date_gmt":"2026-04-13T06:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6560"},"modified":"2026-04-13T14:01:36","modified_gmt":"2026-04-13T07:01:36","slug":"klasifikasi-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim","title":{"rendered":"Pengertian Iklim dan Berbagai Sistem Klasifikasinya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c929be07-bad8-4a83-9dba-cdbd993c1b18.png\" alt=\"klasifikasi iklim\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan di bumi. Setiap wilayah di dunia memiliki kondisi iklim yang berbeda, tergantung pada letak geografis, ketinggian, dan faktor alam lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, karena adanya perbedaan tersebut, para ahli klimatologi mengembangkan sistem klasifikasi untuk mengelompokkan berbagai jenis iklim. Tapi, bagaimana <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">sih <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">cara mereka mengelompokkannya? Yuk, cari tahu jawabannya di artikel berikut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Iklim<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Iklim adalah rata-rata kondisi cuaca yang terjadi dalam jangka waktu panjang dan mencakup wilayah yang luas<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Berbeda dengan cuaca yang dapat berubah-ubah setiap hari, iklim bersifat lebih stabil dan konsisten dalam periode waktu yang lama. Contohnya, Indonesia beriklim tropis karena letaknya yang dekat dengan garis khatulistiwa.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/89ed92d9-67bf-439a-a5e9-7a754f1d7e43.png\" alt=\"iklim subtropis korea\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim subtropis di Korea membuat wilayah ini mengalami empat musim dalam satu tahun, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena iklim itu terjadi dalam rentang waktu lama dan mencakup wilayah yang luas, kita bisa mengenali dan mengelompokkannya dengan lebih mudah. Nah, dari situlah muncul berbagai klasifikasi iklim yang digunakan secara global. Beberapa klasifikasi iklim yang sering dipakai antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim Matahari<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim Koppen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim Junghuhn<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim Schmidt-Ferguson<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim Oldeman<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/la-nina-dan-el-nino\">La Nina dan El Nino, \u201cSi Kembar\u201d yang Membawa Dampak Global<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Klasifikasi Iklim<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Klasifikasi iklim adalah sistem untuk mengelompokkan berbagai jenis iklim berdasarkan ciri-ciri tertentu, seperti suhu, curah hujan, dan kelembapan. Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan iklim yang umum digunakan adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Klasifikasi Iklim Matahari<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim matahari merupakan klasifikasi iklim yang mengacu pada seberapa banyak sinar matahari yang diterima oleh suatu daerah. Karena sinar matahari mempengaruhi suhu suatu wilayah, maka berdasarkan klasifikasi ini, <\/span><strong>iklim di bumi dibagi jadi empat iklim, yaitu tropis, subtropis, sedang, dan dingin.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Klasifikasi Iklim Koppen<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Klasifikasi iklim Koppen merupakan pengelompokkan iklim <\/span><strong>berdasarkan rata-rata curah hujan dan temperatur di suatu wilayah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Klasifikasi ini dikembangkan oleh Wladimir Koppen dan digunakan dalam bidang klimatologi karena sifatnya yang rinci dan sistematis. Berikut adalah klasifikasi iklim Koppen:<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Iklim A &#8211; Tropis<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim tropis adalah iklim yang berada di sekitar garis khatulistiwa dan ditandai dengan suhu panas sepanjang tahun. Subtipe iklim ini dibagi menjadi tiga yaitu <\/span><strong>Af (Hutan Hujan Tropis), Am (Muson Tropis), dan Aw (Sabana Tropis).\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri iklim tropis antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rata-rata suhu tahunan di atas 18\u00b0C<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Curah hujan tinggi sepanjang tahun\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa wilayah mengalami musim kemarau yang singkat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vegetasi dominan berupa hutan hujan tropis di sebagian besar wilayah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>b. Iklim B &#8211; Kering<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim kering memiliki curah hujan yang rendah dan suhu tinggi di siang hari. Iklim ini dibagi menjadi dua, yaitu<\/span> <strong>Bs (Stepa) dan Bw (Gurun)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong>\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri iklim kering adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Curah hujan kurang dari 250 mm per tahun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suhu siang hari bisa sangat tinggi dan malam hari bisa sangat dingin, tergantung pada jenisnya (gurun atau semi-gurun)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vegetasi yang ada terbatas, dan didominasi dengan tanaman yang tahan kekeringan seperti kaktus atau semak-semak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya tidak terdapat sungai permanen<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>c. Iklim C &#8211; Sedang<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim sedang terletak di antara wilayah tropis dan dingin dengan perbedaan suhu yang jelas antara musim panas dan musim dingin. Iklim ini dibagi menjadi tiga, yaitu <\/span><strong>Cw (musim dingin kering), Cs (musim panas kering), dan Cf (tidak ada musim kering).<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri iklim sedang adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suhu rata-rata bulan terdingin antara 0\u00b0C \u2013 18\u00b0C<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Curah hujan cukup bervariasi, dan terdapat empat musim yang berbeda, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vegetasi berupa hutan gugur, semak belukar, atau padang rumput, tergantung pada sub kategori iklim<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>d. Iklim D &#8211; Dingin<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim ini berada di wilayah lintang tinggi, jauh dari Khatulistiwa, dan memiliki musim dingin yang panjang. Iklim ini dibagi menjadi dua, yaitu <\/span><strong>Df (hujan bersalju, basah sepanjang tahun) dan Dw (hujan bersalju, musim dingin kering).<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri iklim dingin adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suhu rata-rata sangat rendah dengan musim dingin yang panjang dan suhu sangat ekstrem<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Musim panas relatif pendek<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vegetasi terbatas pada jenis tanaman yang tahan suhu rendah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>e. Iklim E &#8211; Kutub<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim kutub terjadi di wilayah paling utara dan selatan bumi, seperti Arktik dan Antartika. Iklim ini dibagi menjadi dua, yaitu Et (Tundra) dan Ef (salju abadi).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri iklim kutub adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suhu sepanjang tahun sangat rendah, hampir tidak ada suhu yang hangat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Curah hujan sangat rendah, sebagian besar berupa salju<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vegetasi sangat terbatas, hanya lumut dan tanaman kecil tertentu<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap iklim dalam klasifikasi Koppen masih dibagi ke dalam sub kategori berdasarkan kombinasi dua atau tiga huruf, misalnya Cs (iklim sedang dengan musim panas kering) atau Csa\/Csb. Pembagian ini bertujuan untuk memberikan informasi iklim yang lebih spesifik mengenai suatu daerah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan\">Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Klasifikasi Iklim Junghuhn<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Klasifikasi iklim menurut Junghuhn didasarkan pada ketinggian tempat dan jenis vegetasi yang dapat tumbuh di wilayah tersebut. Klasifikasi ini diperkenalkan oleh Franz Wilhelm Junghuhn dan umumnya digunakan dalam bidang pertanian dan kehutanan. Pembagian iklim dalam sistem ini meliputi:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona Panas (0\u2013650 mdpl): cocok untuk jenis tanaman padi, kelapa, jagung, dan tebu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona Sedang (650\u20131500 mdpl): cocok untuk jenis tanaman seperti teh, kopi, tembakau, dan cokelat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona Sejuk (1500\u20132500 mdpl): cocok untuk sayuran, kina, dan teh..<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona Dingin (&gt;2500 mdpl): tidak ada tanaman budidaya hanya lumut yang bisa hidup<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson didasarkan pada perbandingan jumlah bulan basah dan bulan kering dalam setahun. Penentuan tipe iklim dilakukan dengan menghitung nilai Q menggunakan rumus:<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0ac8520b-3ab6-4869-8781-21aaeda64ee6.png\" alt=\"rumus tipe iklim\" width=\"405\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara untuk mengetahui sebuah bulan disebut bulan basah atau kering adalah melalui curah hujan di bulan tersebut. Klasifikasi iklim menurut Schmidt-Ferguson kriteria bulan berdasarkan curah hujan adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Basah: curah hujan &gt;100 mm<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Lembab: curah hujan 60\u2013100 mm<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Kering: curah hujan &lt;60 mm<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari hasil perhitungan nilai Q, wilayah akan dikelompokkan ke dalam 8 tipe iklim yang menggambarkan kondisi curah hujan tahunan, yaitu<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe A, Q = 0 &#8211; 14.3%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe B, Q = 14,3% &#8211; 33,3%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe C, Q = 33,3% &#8211; 60%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe D, Q = 60% &#8211; 100%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe E, Q = 100% &#8211; 167%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe F, Q = 167% &#8211; 300%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe G, Q = 300% &#8211; 700%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe H, Q = &gt;700%<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mitigasi-bencana\">Mitigasi Bencana: Pengertian, Pedoman, dan Langkahnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Klasifikasi Iklim Oldeman<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Klasifikasi Iklim Oldeman juga menggunakan curah hujan sebagai dasar pengelompokan, namun metode yang digunakan lebih sederhana dibandingkan Schmidt-Ferguson. Penentuan tipe iklim hanya didasarkan pada jumlah bulan basah dalam satu tahun, tanpa menggunakan rumus perbandingan. Berikut adalah klasifikasi iklim Oldeman:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim A, bulan basah secara berturut-turut &gt; 9 kali<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim B, bulan basah secara berturut-turut antara 7 &#8211; 9 kali<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim C, bulan basah secara berturut-turut antara 5 -6 kali<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim D, bulan basah secara berturut-turut antara 3 &#8211; 4 kali<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim E, bulan basah secara berturut-turut &lt; 3 kali<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada iklim Oldeman, untuk menentukan tipe iklimnya kamu tidak perlu menggunakan rumus seperti iklim Schmidt-Ferguson. Kamu hanya perlu menentukan bulan basah dalam satu tahun berdasarkan curah hujannya. Berikut adalah kriteria bulan basah pada iklim Oldeman:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Basah: curah hujan &gt;200 mm<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Lembab: curah hujan 100\u2013200 mm<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Kering: curah hujan &lt;100 mm<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>\u2014<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu tadi penjelasan lengkap tentang iklim, mulai dari pengertiannya hingga berbagai klasifikasinya. Dengan memahami klasifikasi iklim, kita bisa lebih mengenali karakteristik cuaca di berbagai wilayah serta hubungannya dengan kehidupan manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu masih ingin memperdalam materi ini atau belajar topik menarik lainnya, yuk coba kelas gratis di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">! Kamu bisa belajar secara langsung di cabang terdekat atau mengikuti kelas online dari rumah.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Branch\" width=\"799\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cut, M. 2025. Atmosfer (Cuaca dan Iklim) [daring]. Tautan: https:\/\/bloggeografi.id\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/atmosfer-cuaca-dan-iklim.pdf. Diakses tanggal 17 April 2025<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agus Pratomo. 2025. Dinamika Atmosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan [daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/21836\/1\/X_GEOGRAFI_KD-3.6_FINAL.pdf. Diakses tanggal 17 April 2025<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian Iklim dan 5 Macam Klasifikasinya [daring]. Tautan: https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/klasifikasi-tipe-iklim. Diakses tanggal 17 April 2025<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya! \u2014 Iklim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan di bumi. Setiap wilayah di dunia memiliki kondisi iklim yang berbeda, tergantung pada letak geografis, ketinggian, dan faktor alam lainnya. Nah, karena adanya perbedaan tersebut, para ahli [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":6560,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1776063557:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c929be07-bad8-4a83-9dba-cdbd993c1b18.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["klasifikasi iklim"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["74"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6560","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Iklim dan Berbagai Sistem Klasifikasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Iklim dan Berbagai Sistem Klasifikasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-13T06:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-13T07:01:36+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim\",\"name\":\"Pengertian Iklim dan Berbagai Sistem Klasifikasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c929be07-bad8-4a83-9dba-cdbd993c1b18.png\",\"datePublished\":\"2026-04-13T06:00:14+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-13T07:01:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c929be07-bad8-4a83-9dba-cdbd993c1b18.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c929be07-bad8-4a83-9dba-cdbd993c1b18.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Iklim dan Berbagai Sistem Klasifikasinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Iklim dan Berbagai Sistem Klasifikasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Iklim dan Berbagai Sistem Klasifikasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-04-13T06:00:14+00:00","article_modified_time":"2026-04-13T07:01:36+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim","name":"Pengertian Iklim dan Berbagai Sistem Klasifikasinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c929be07-bad8-4a83-9dba-cdbd993c1b18.png","datePublished":"2026-04-13T06:00:14+00:00","dateModified":"2026-04-13T07:01:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Kamu penasaran gak, kenapa iklim di dunia bisa beda-beda? Yuk, simak artikel berikut untuk memahami pengertian iklim dan klasifikasinya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c929be07-bad8-4a83-9dba-cdbd993c1b18.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/c929be07-bad8-4a83-9dba-cdbd993c1b18.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/klasifikasi-iklim#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Iklim dan Berbagai Sistem Klasifikasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6560"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6560\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6561,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6560\/revisions\/6561"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}