{"id":6316,"date":"2026-01-14T13:00:09","date_gmt":"2026-01-14T06:00:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6316"},"modified":"2026-01-14T13:37:54","modified_gmt":"2026-01-14T06:37:54","slug":"pola-keruangan-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa","title":{"rendered":"Pola Keruangan Desa: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/95ca589e-ad28-4814-9f8f-7ef2d20003f9.png\" alt=\"pola keruangan desa\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Pola keruangan adalah cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui apa itu pola keruangan desa dan ciri-cirinya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang ada di benakmu saat mendengar kata desa? Apakah suasana yang tenang, hamparan sawah, pepohonan rindang, atau rumah-rumah yang sederhana? Semua itu memang ciri khas desa, tapi nggak hanya itu saja! Pola keruangan desa juga menjadi pembeda antara desa dan kota. Apa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>sih<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pola keruangan desa itu? <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, kita bahas bersama!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Desa\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum membahas pola keruangan desa, sebaiknya kita pahami dulu, apa yang dimaksud dengan desa? Menurut UU No 6 Tahun 2014, desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan\/ atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sederhananya, <\/span><strong>desa adalah suatu wilayah tempat sekelompok orang tinggal dan membentuk kehidupan bersama, umumnya di daerah yang nggak terlalu padat dan masih dekat dengan alam.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Kata desa sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">deshi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang artinya tanah kelahiran atau tanah tumpah darah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-konsep-wilayah-pewilayahan-dan-tata-ruang\">Mengenal Konsep Wilayah, Perwilayahan, dan Tata Ruang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Desa<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui apa itu desa, yuk ketahui ciri-ciri desa yang terbagi atas ciri fisik dan ciri sosial!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Ciri Fisik Desa<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><b>a. Tata Guna dan Pemanfaatan Lahan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di desa, lahan banyak digunakan untuk sektor pertanian, perkebunan, atau peternakan. Oleh karena itu kamu dapat melihat hamparan sawah yang luas, perkebunan teh, atau peternakan di pedesaan. Kamu akan jarang menemui bangunan tinggi atau pusat perbelanjaan seperti di kota.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Aktivitas yang Tergantung pada Alam\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat di desa umumnya bekerja sebagai petani, nelayan, atau peternak. Pekerjaan mereka sangat bergantung pada alam, seperti cuaca dan musim. Misalnya, saat musim hujan, warga desa mulai menanam padi, dan saat kemarau mereka mengolah hasil panen atau menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air seperti umbi-umbian, tomat, terong, dan labu sebagai sumber penghasilan lain.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Kebiasaan Beraktivitas<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aktivitas masyarakat desa sering dilakukan di luar rumah, seperti bertani, berkebun, atau berkumpul di tempat umum seperti balai desa. Suasana desa cenderung tenang dan nggak terburu-buru. Saat matahari mulai terbenam, penduduk umumnya akan berhenti beraktivitas dan beristirahat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Jumlah Penduduk\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah penduduk di desa lebih sedikit dibandingkan di kota. Oleh karena itu, hubungan antarwarga biasanya lebih dekat dan akrab. Penduduknya saling mengenal satu sama lain. Hal ini juga membuat suasana di desa lebih tenang dan nggak seramai di kota.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>e. Pola Pemukiman\u00a0\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah-rumah di desa biasanya dibangun nggak terlalu rapat karena jumlah penduduknya yang nggak terlalu padat. Pola pemukiman warga mengikuti morfologi di desa tersebut. Bisa memanjang mengikuti jalan atau melingkar mengelilingi sumber air.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/interaksi-desa-dan-kota\">Interaksi Desa dan Kota serta Faktor yang Memengaruhinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Ciri Sosial Desa<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><b>a. Penduduknya Bersifat Homogen<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penduduk desa biasanya berasal dari suku atau budaya yang sama, sehingga bahasa, agama, adat istiadat, dan kebiasaannya mirip. Jenis pekerjaannya juga homogen, misalnya di bidang pertanian atau peternakan. Hal ini dikarenakan penduduk desa biasanya tinggal di satu wilayah yang sama secara turun-temurun, sehingga nggak banyak terpengaruh budaya luar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Sistem Gotong Royong<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehidupan sosial di desa masih sangat kuat dengan budaya gotong royong atau saling membantu. Misalnya, saat ada hajatan pernikahan atau kerja bakti.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Hukum Informal\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menyelesaikan masalah atau konflik, masyarakat desa umumnya mengutamakan musyawarah, melibatkan tokoh masyarakat atau kepala desa untuk memberikan solusi. Hukum adat atau aturan nggak tertulis juga sering digunakan sebagai dasar penyelesaian.<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Pola Pikir Masyarakat Desa<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pola pikir masyarakat desa cenderung masih tradisional dan sederhana. Mereka sangat menghargai nilai-nilai adat, kebiasaan turun-temurun, dan <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/norma-sosial\">norma sosial<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Meski teknologi mulai masuk, nggak semua warga langsung mengadopsi hidup modern.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>e. Kontrol Sosial<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di desa, pengawasan sosial biasanya dilakukan secara informal, berlandaskan kekeluargaan, serta mengikuti aturan atau norma yang berlaku. Kontrol sosial ini menjaga kehidupan desa tetap harmonis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sumber-daya-alam\">Sumber Daya Alam, Jenis, Contoh, dan Cara Melestarikan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Klasifikasi Desa<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memiliki ciri fisik dan sosial, desa juga terbagi atas beberapa jenis berdasarkan perkembangan masyarakatnya. Yuk, kita bahas satu per satu!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Desa Tradisional\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Desa tradisional adalah desa yang warganya masih sangat bergantung pada alam untuk bertahan hidup. Perkembangannya masih sangat rendah karena belum terpengaruh dunia luar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, desa tradisional dihuni oleh satu suku, memegang kuat adat leluhur, letaknya terpencil, dan penduduknya masih jarang berinteraksi dengan orang luar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Desa Swadaya\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Desa swadaya sudah sedikit lebih berkembang dibandingkan desa tradisional. Warganya sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan memanfaatkan alam. Tapi, pengaruh dan komunikasi dengan daerah luar masih terbatas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa ciri desa swadaya adalah; jumlah penduduk yang sedikit, pekerjaan yang sejenis, adat istiadat yang masih terjaga, dan letaknya cukup jauh dari pusat keramaian.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Desa Swakarya\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis desa berikutnya adalah desa swakarya, desa ini perkembangannya lebih pesat. Pola pikir warganya sudah terbuka dan mulai menjalin interaksi dengan desa lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mata pencaharian warganya lebih beragam, kegiatan ekonomi sudah berjalan, pemerintahan desa berkembang, dan infrastrukturnya mulai memadai. Teknologi juga sudah mulai digunakan, meskipun masih rendah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Desa Swasembada\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir adalah desa swasembada, desa yang sudah maju. Warganya bisa mengelola dan mengembangkan potensi desa dengan baik. Mereka juga terbuka terhadap pengaruh dari luar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di desa swasembada, adat istiadat sudah nggak memengaruhi kegiatan ekonomi, taraf hidup masyarakat tinggi, teknologi digunakan secara luas, pendidikan dan layanan kesehatan sudah baik, serta transportasi yang mudah diakses.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pola Keruangan Desa\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pola keruangan desa adalah pengaturan dan pemanfaatan ruang atau lahan di desa agar tertata dengan baik dan nggak tumpang tindih.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Setiap desa bisa memiliki pola keruangan yang berbeda, tergantung wilayahnya. Misalnya, desa di pesisir pantai akan memiliki pola keruangan yang berbeda dengan desa di pegunungan. Yuk, ketahui jenis pola keruangan desa!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Pola Memusat\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pola memusat adalah <\/span><strong>pola pemukiman yang mana rumah-rumah penduduknya berkumpul dalam satu area dan saling berdekatan.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Pola memusat terbentuk karena wilayahnya ada di dataran rendah dan dihuni turun temurun dari generasi ke generasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena jarak antar rumah yang berdekatan, umumnya warganya memiliki hubungan sosial yang erat dan saling mengenal satu sama lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Pola Mengelilingi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pola selanjutnya adalah pola mengelilingi atau pola melingkar. Pola pemukiman ini <\/span><strong>mengelilingi sumber daya yang penting bagi kehidupan sehari-hari.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya ditemukan di dataran rendah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemukiman dengan pola melingkar terbentuk karena ada fasilitas atau sumber daya yang letaknya di tengah, seperti mata air atau waduk. Karena itu, warga memilih membangun rumah di sekeliling fasilitas tersebut agar lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/deb2ee3a-0157-498e-bf08-3a79a2f446ac.png\" alt=\"pola keruangan desa\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Pola Memanjang\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pola memanjang adalah <\/span><strong>pola pemukiman yang rumahnya dibangun berjajar seperti garis, sehingga terlihat memanjang.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Garis ini bisa berupa jalan raya, rel kereta api, atau garis pantai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pola memanjang muncul karena garis tersebut menjadi jalur utama bagi kehidupan dan aktivitas warga, baik untuk bekerja maupun bepergian. Selain itu, pola memanjang juga terbentuk karena pengaruh bentang alam yang memanjang secara alami, seperti pesisir pantai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Pola Menyebar<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai namanya, <\/span><strong>pola menyebar adalah pola pemukiman yang rumah-rumahnya dibangun secara tersebar di berbagai titik.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Pola ini biasanya ditemukan di dataran tinggi atau perbukitan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena wilayahnya berbukit, warga akan memilih tempat yang datar untuk membangun rumah. Selain faktor dataran, kondisi tanah, ketersediaan air, dan bentuk permukaan bumi juga memengaruhi pola ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, tanah yang subur dan sumber air tersebar di banyak lokasi. Jadi warga membangun rumah yang dekat dengan lahan subur serta sumber air agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Permasalahan Pembangunan Desa\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembangunan desa nggak hanya tentang infrastruktur seperti jalan, jembatan, atau fasilitas umum lainnya. Pembangunan sumber daya manusia juga penting, misalnya melalui pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan warga. Dalam prosesnya, ada beberapa permasalahan pembangunan desa yang dihadapi, seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Terkait Letak Geografis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tantangan dalam pembangunan desa di Indonesia berkaitan dengan kondisi geografisnya. Sebagai negara kepulauan, banyak desa berada di daerah yang cukup sulit dijangkau, seperti perbukitan atau pulau-pulau kecil yang jauh dari pusat pemerintahan. Hal ini membuat proses pembangunan menjadi lebih rumit, terutama dalam hal distribusi sarana dan prasarana.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Terkait Kondisi Masyarakat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembangunan desa juga mencakup kualitas manusianya. Banyak warga desa masih kesulitan mengakses kebutuhan dasar seperti pendidikan, gizi, dan layanan kesehatan. Kondisi ini jadi tantangan dalam membangun sumber daya manusia yang lebih baik di desa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Terkait Pemerintah dan Kelembagaan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang, pemerintah desa, kabupaten, atau provinsi belum menjalankan perannya secara maksimal. Koordinasi antar tingkatan pemerintah juga bisa kurang lancar. Akibatnya, kebijakan jadi sulit dibuat atau dijalankan, dan pembangunan desa pun terhambat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu dia pembahasan tentang pola keruangan desa. Sekarang kamu jadi tahu, kan? Ternyata pola pemukiman di desa bisa berbeda-beda tergantung kondisi wilayahnya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masih penasaran dan mau belajar lebih banyak tentang pola keruangan desa dan kota? Yuk, belajar di <\/span><strong><a href=\"http:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a>!<\/strong><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/npf\/packages?tag=brainacademy-offline&amp;referralCookiesId=9745426a-a83d-4291-aaf1-de4afc5baa16&amp;referralCookiesId=9745426a-a83d-4291-aaf1-de4afc5baa16\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bisma, Leo. 2022. Apa Itu Pola Keruangan Desa? Berikut Pengertian, Ciri, dan Macamnya [daring]. Tautan: https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pola-keruangan-desa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumparan. 2024. Pola Keruangan Desa dan Permasalahan Pembangunannya [daring]. Tautan: https:\/\/kumparan.com\/kabar-harian\/pola-keruangan-desa-dan-permasalahan-pembangunannya-222Y6vWsPKf\/1<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peraturan BPK. UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa [daring]. Tautan: https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/38582\/uu-no-6-tahun-2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">detik.com. 2023. Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangan Jumlah Penduduk dan Bentuk Lahan [daring]. Tautan: https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-7069373\/klasifikasi-desa-berdasarkan-perkembangan-jumlah-penduduk-dan-bentuk-lahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses 28 Juli 2025)<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pola keruangan adalah cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui apa itu pola keruangan desa dan ciri-cirinya! \u2014 Apa yang ada di benakmu saat mendengar kata desa? Apakah suasana yang tenang, hamparan sawah, pepohonan rindang, atau rumah-rumah yang sederhana? Semua itu memang ciri khas desa, tapi nggak hanya itu saja! Pola keruangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6316,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1768372533:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Pola keruangan adalah cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui apa itu pola keruangan desa dan ciri-cirinya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/95ca589e-ad28-4814-9f8f-7ef2d20003f9.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["pola keruangan desa"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Pola keruangan adalah cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui apa itu pola keruangan desa dan ciri-cirinya!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["86"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pola Keruangan Desa: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pola keruangan adalah cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui apa itu pola keruangan desa dan ciri-cirinya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pola Keruangan Desa: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pola keruangan adalah cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui apa itu pola keruangan desa dan ciri-cirinya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-14T06:00:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-14T06:37:54+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa\",\"name\":\"Pola Keruangan Desa: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/95ca589e-ad28-4814-9f8f-7ef2d20003f9.png\",\"datePublished\":\"2026-01-14T06:00:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-14T06:37:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Pola keruangan adalah cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui apa itu pola keruangan desa dan ciri-cirinya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/95ca589e-ad28-4814-9f8f-7ef2d20003f9.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/95ca589e-ad28-4814-9f8f-7ef2d20003f9.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pola Keruangan Desa: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pola Keruangan Desa: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Pola keruangan adalah cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui apa itu pola keruangan desa dan ciri-cirinya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pola Keruangan Desa: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Pola keruangan adalah cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui apa itu pola keruangan desa dan ciri-cirinya!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-01-14T06:00:09+00:00","article_modified_time":"2026-01-14T06:37:54+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa","name":"Pola Keruangan Desa: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/95ca589e-ad28-4814-9f8f-7ef2d20003f9.png","datePublished":"2026-01-14T06:00:09+00:00","dateModified":"2026-01-14T06:37:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Pola keruangan adalah cara mengatur dan memanfaatkan ruang dalam suatu wilayah. Yuk, ketahui apa itu pola keruangan desa dan ciri-cirinya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/95ca589e-ad28-4814-9f8f-7ef2d20003f9.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/95ca589e-ad28-4814-9f8f-7ef2d20003f9.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pola-keruangan-desa#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pola Keruangan Desa: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6316"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6316\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6318,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6316\/revisions\/6318"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}