{"id":6304,"date":"2026-01-12T13:00:32","date_gmt":"2026-01-12T06:00:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6304"},"modified":"2026-01-12T11:42:30","modified_gmt":"2026-01-12T04:42:30","slug":"karya-sastra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra","title":{"rendered":"Karya Sastra: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d49c6216-1e3e-403e-ad07-b8b1c17ea563.png\" alt=\"karya sastra\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Karya sastra dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau gagasan penulis. Yuk, ketahui fungsi, jenis-jenis, dan contoh karya sastra berikut ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu pasti sudah nggak asing lagi dengan istilah karya sastra, kan? Novel, cerpen, atau puisi yang sering kita baca adalah contohnya. Melalui karya sastra, penulis dapat menyampaikan pesan, gagasan, dan perasaannya melalui bahasa yang indah juga penuh makna seperti yang ada dalam puisi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, selain novel, cerpen, atau puisi, karya apa lagi sih yang bisa disebut karya sastra? Yuk, kita bahas bareng mulai dari pengertian karya sastra, jenis, sampai contohnya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa Itu Karya Sastra?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Karya sastra adalah tulisan yang lahir dari kreativitas penulis dengan bahasa yang indah dan bermakna.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Sementara menurut KBBI, karya sastra adalah hasil sastra, baik berupa puisi, prosa, maupun lakon. Melalui karya sastra, penulis dapat menyampaikan perasaan, pengalaman, gagasan, atau pesan tertentu kepada pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karya sastra nggak hanya berfungsi sebagai hiburan, tapi juga memberi pelajaran hidup, membangkitkan emosi, dan memberikan nilai keindahan. Melalui cerita, tokoh, latar, dan konflik, pembaca bisa memahami nilai budaya, pandangan hidup, bahkan kritik sosial yang ingin disampaikan penulis. Karena itu, karya sastra bukan hanya bernilai seni, tapi juga bisa menjadi sarana belajar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi\">Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Karya Sastra<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karya sastra memiliki beberapa fungsi utama, yaitu estetis, etis, didaktis, reflektif, dan rekreatif. Yuk, simak penjelasannya!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Fungsi Estetis\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karya sastra nggak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menghadirkan keindahan. Keindahan ini bisa terlihat dari pilihan kata, gaya bahasa, dan cara penyampaian yang unik serta penuh makna.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Fungsi Etis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi etis berkaitan dengan nilai etika atau moral. Karya sastra sering kali menampilkan ajaran moral sesuai dengan zamannya. Hal ini bisa kita lihat dari perbedaan nilai moral dalam karya sastra lama dan karya sastra modern.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Fungsi Didaktis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi didaktis berarti fungsi pendidikan. Melalui karya sastra, pembaca diharapkan nggak hanya terhibur oleh alurnya saja, tapi juga dapat mengambil pelajaran hidup. Tentu saja, pesan yang ditangkap bisa berbeda tergantung sudut pandang dan kemampuan berpikir masing-masing pembaca.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Fungsi Reflektif\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi reflektif adalah kemampuan karya sastra untuk menggambarkan kehidupan yang nyata sesuai konteks sosial budaya pada masanya. Misalnya, karya sastra lama yang ditulis dengan bahasa Sansekerta dan mencerminkan kehidupan masyarakat pada zaman itu.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Fungsi Rekreatif\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi terakhir adalah memberikan hiburan. Karya sastra bisa membuat pembaca larut dalam cerita, merasakan senang, sedih, marah, bahkan ikut tertawa, sehingga bacaan terasa menyenangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-rakyat\">Contoh Puisi Rakyat Berdasarkan Jenisnya, Lengkap!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri Khas Karya Sastra\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karya sastra memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merupakan hasil ciptaan atau kreasi penulis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan pilihan kata (diksi) yang indah dan tertata agar nggak terkesan monoton.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memuat persoalan hidup, namun disampaikan dengan cara yang menarik dan memberi pesan untuk pembaca.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mampu menumbuhkan kesan mendalam atau nilai sentimentil bagi pembacanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi wadah penulis untuk meluapkan emosi, baik secara spontan maupun direncanakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersifat mandiri (otonom), artinya punya cara sendiri dalam menyampaikan pesan agar tetap relevan dengan pembaca.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Isinya runtut dan berkesinambungan sehingga mudah dipahami serta memiliki hubungan sebab-akibat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyajikan unsur pertentangan atau konflik yang bisa membangkitkan emosi dan kesan bagi penikmatnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengungkap hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah disampaikan, termasuk isu-isu sosial atau hal yang dianggap tabu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Karya Sastra<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, karya sastra terbagi menjadi dua, yaitu puisi dan prosa naratif. Yuk, simak penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Puisi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi merupakan karya sastra yang menonjolkan keindahan bahasa dengan memilih diksi yang cermat untuk menciptakan irama, rima, dan nilai estetis. Nggak hanya keindahan bahasa saja, puisi juga dapat digunakan untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran penyair, sehingga sering dianggap sebagai rangkaian bahasa singkat tapi sarat makna.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Prosa Naratif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa naratif adalah tulisan yang menceritakan suatu kisah atau peristiwa secara runtut. Bahasanya lebih bebas dan mirip bahasa sehari-hari, nggak sepadat puisi. Prosa naratif punya beberapa bentuk, di antaranya:<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Novel<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ciri-struktur-unsur-dan-kebahasaan-novel\">Novel adalah<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> cerita fiksi panjang yang kompleks. Biasanya isinya menggambarkan kehidupan tokoh utama beserta tokoh pendukung secara detail, lengkap dengan konflik, latar belakang, dan perjalanan hidup mereka.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Roman\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan novel, istilah roman mungkin lebih asing untukmu. Apa itu? Roman sebenarnya mirip dengan novel, tapi lebih menekankan pada perjalanan hidup tokoh utama dari masa muda hingga tua. Ceritanya biasanya membahas perkembangan karakter, mulai dari perjuangan, konflik, cinta, hingga kehidupan sosial tokoh.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Cerita Pendek (Cerpen)\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu pasti sudah nggak asing sama bentuk karya sastra yang satu ini, cerpen alias cerita pendek. <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/cerpen-cerita-pendek\">Cerpen adalah<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> cerita fiksi singkat yang fokus pada satu kejadian penting atau satu konflik utama. Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa fiksi atau imajinasi. Halamannya lebih sedikit dibandingkan novel, tapi tetap bisa meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca.<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Drama\u00a0\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Drama adalah cerita yang dibuat untuk dipentaskan di panggung atau diperankan. Bentuknya biasanya berupa dialog antar tokoh, bukan narasi panjang seperti novel atau cerpen. Drama bisa berupa kisah sedih, komedi, atau gabungan keduanya. Tujuan drama adalah menyampaikan cerita melalui akting para tokoh, bukan lewat narasi penulis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Karya Sastra\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada begitu banyak karya sastra yang sudah diterbitkan dari dulu hingga saat ini. Berikut beberapa contohnya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Puisi<\/b><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Aku &#8211; Chairil Anwar<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Doa &#8211; Chairil Anwar<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga Rumput &#8211; Sapardi Djoko Damono\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Hujan Bulan Juni &#8211; Sapardi Djoko Purnomo\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Novel\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Laskar Pelangi &#8211; Andrea Hirata\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Bumi Manusia &#8211; Pramoedya Ananta Toer<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Perahu Kertas &#8211; Dewi Lestari (Dee Lestari)<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Negeri 5 Menara &#8211; Ahmad Fuadi\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Roman\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Siti Nurbaya &#8211; Marah Rusli\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Salah Asuhan &#8211; Abdul Muis\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Azab dan Sengsara &#8211; Merari Siregar\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Layar Terkembang &#8211; Sutan Takdir Alisjahbana<\/span><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Cerpen\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Robohnya Surau Kami &#8211; A.A. Navis\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Malam Jahanam &#8211; Motinggo Busye\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Anak Kebanggaan &#8211; Idrus\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kerikil-Kerikil Tajam &#8211; Ahmad Tohari<\/span><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Drama\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Romeo and Juliet &#8211; William Shakespeare<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Hamlet &#8211; William Shakespeare\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kejarlah Daku Kau Kutangkap &#8211; Motinggo Busye\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sumur Tanpa Dasar &#8211; Utuy Tatang Sontani<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan mengenai karya sastra mulai dari pengertian, jenis-jenis, fungsi, dan contohnya. Kalau kamu mau belajar lebih banyak lagi mengenai karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, atau pelajaran lainnya, yuk gabung di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a>!<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Deepublish. 2022. Karya Sastra: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya [daring]. Tautan: https:\/\/penerbitdeepublish.com\/karya-sastra\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gramedia. Mengenal Berbagai Jenis Karya Sastra dan Fungsinya [daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/jenis-karya-sastra\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ramadhani, Awalia. 2022. Karya Sastra: Pengertian, Jenis, serta Fungsinya [daring]. Tautan: https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6488564\/karya-sastra-pengertian-jenis-serta-fungsinya (Diakses 22 September 2025)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karya sastra dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau gagasan penulis. Yuk, ketahui fungsi, jenis-jenis, dan contoh karya sastra berikut ini! \u2014 Kamu pasti sudah nggak asing lagi dengan istilah karya sastra, kan? Novel, cerpen, atau puisi yang sering kita baca adalah contohnya. Melalui karya sastra, penulis dapat menyampaikan pesan, gagasan, dan perasaannya melalui bahasa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6304,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1768192818:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Karya sastra dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau gagasan penulis. Yuk, ketahui fungsi, jenis-jenis, dan contoh karya sastra berikut ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d49c6216-1e3e-403e-ad07-b8b1c17ea563.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["karya sastra"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Karya sastra dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau gagasan penulis. Yuk, cari tahu fungsi, jenis, dan contohnya berikut ini!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["49"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["5"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6304","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Karya Sastra: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Karya sastra dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau gagasan penulis. Yuk, cari tahu fungsi, jenis, dan contohnya berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Karya Sastra: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Karya sastra dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau gagasan penulis. Yuk, cari tahu fungsi, jenis, dan contohnya berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-12T06:00:32+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra\",\"name\":\"Karya Sastra: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d49c6216-1e3e-403e-ad07-b8b1c17ea563.png\",\"datePublished\":\"2026-01-12T06:00:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Karya sastra dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau gagasan penulis. Yuk, cari tahu fungsi, jenis, dan contohnya berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d49c6216-1e3e-403e-ad07-b8b1c17ea563.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d49c6216-1e3e-403e-ad07-b8b1c17ea563.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Karya Sastra: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Karya Sastra: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Karya sastra dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau gagasan penulis. Yuk, cari tahu fungsi, jenis, dan contohnya berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Karya Sastra: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Karya sastra dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau gagasan penulis. Yuk, cari tahu fungsi, jenis, dan contohnya berikut ini!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-01-12T06:00:32+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra","name":"Karya Sastra: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d49c6216-1e3e-403e-ad07-b8b1c17ea563.png","datePublished":"2026-01-12T06:00:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Karya sastra dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau gagasan penulis. Yuk, cari tahu fungsi, jenis, dan contohnya berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d49c6216-1e3e-403e-ad07-b8b1c17ea563.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d49c6216-1e3e-403e-ad07-b8b1c17ea563.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-sastra#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Karya Sastra: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6304"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6304\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6306,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6304\/revisions\/6306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6304"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}