{"id":6294,"date":"2026-01-07T13:00:06","date_gmt":"2026-01-07T06:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6294"},"modified":"2026-01-07T10:57:59","modified_gmt":"2026-01-07T03:57:59","slug":"biografi-tan-malaka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka","title":{"rendered":"Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ce055216-c562-42ff-b667-2c54d38500b6.png\" alt=\"biografi tan malaka\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Tan Malaka merupakan pahlawan nasional yang memikirkan gagasan Republik Indonesia. Yuk, ketahui biografi, perjuangan, pemikiran, serta karya-karyanya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu bahwa gagasan tentang Republik Indonesia sudah dituliskan sebelum Indonesia merdeka? Tokoh penting di balik pemikiran besar itu adalah Tan Malaka. Ia dijuluki Bapak Republik Indonesia oleh Muhammad Yamin karena menjadi orang pertama yang merumuskan konsep Republik Indonesia dalam bukunya <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Naar de Republiek<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Siapa Tan Malaka? Yuk, kita kenalan lebih jauh!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Biografi Tan Malaka\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tan Malaka adalah tokoh kelahiran Sumatera Barat dengan nama asli Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka. Ia dikenal sebagai pejuang di jalur pendidikan dan politik. Ayahnya adalah HM. Rasad Caniago, seorang buruh tani dan ibunya adalah Rangkayo Sinah Simabur, seorang putri tokoh terpandang di desa mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kecil, ia sudah bersekolah dan melanjutkan pendidikan di Kweekschool Bukittinggi, sekolah calon guru yang biasanya hanya bisa dimasuki anak-anak terpandang.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0aef1210-09ea-47fd-ad4c-6804dc9fb064.png\" alt=\"tan malaka\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Foto Tan Malaka. (Sumber: commons.wikimedia.org)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kecerdasannya membuat salah satu gurunya, G.H Horensma membantu Tan Malaka melanjutkan pendidikan ke Belanda di Rijks Kweekschool. Setelah lulus, ia berangkat ke Haarlem sebagai calon guru. Saat itu, guru dinilai sebagai profesi yang keren dan tinggi peminat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama tinggal di Belanda, Tan Malaka mulai mengenal berbagai politik Eropa seperti liberalisme, nasionalisme, dan komunisme.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tan Malaka meninggal pada 21 Februari 1949 di Selopanggung, Jawa Timur. Tan Malaka meninggal karena ditangkap lalu dieksekusi mati oleh Tentara Indonesia tanpa proses pengadilan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makam Tan Malaka masih menjadi misteri, namun seorang peneliti sejarah meyakini bahwa jasadnya tidak dibuang ke sungai Brantas, tapi dikuburkan di halaman markas militer dekat Peristiwa penembakan terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pahlawan-nasional\">Nama Pahlawan Nasional serta Biografi Singkatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Perjuangan Tan Malaka\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sepulangnya ke Indonesia, Tan Malaka bekerja sebagai guru bahasa Melayu untuk anak-anak di perkebunan Sinembah, Sumatera Utara. Di sana, ia melihat langsung penderitaan buruh yang ditipu dan dibayar murah. Inilah yang mendorongnya aktif dalam perjuangan politik. Ia kemudian bergabung dengan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Indische Sociaal-Democratische Vereeniging<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> (ISDV), cikal bakal Partai Komunis Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 1920-an, ia pindah ke Jawa dan mendirikan sekolah untuk anak-anak Sarekat Islam di Semarang. Karena aktivitas politiknya, ia ditangkap dan diasingkan ke Belanda pada 1922. Sejak itu, ia hidup berpindah-pindah dan terus menjadi buronan Belanda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tan Malaka hidup berpindah-pindah di berbagai negara seperti Tiongkok, Rusia, Jepang, Singapura, dan Filipina. Meski sering berada di luar negeri, ia tetap menentang penindasan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama tinggal di Tiongkok, Tan Malaka menulis buku <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Naar de Republiek<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Di buku ini, ia merumuskan cita-cita dan struktur negara Indonesia merdeka yang menurutnya paling tepat berbentuk Republik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1942, Tan Malaka kembali ke Indonesia setelah 20 tahun hidup dalam pelarian. Ia hidup di Kalibata sebagai pedagang buah untuk memahami kehidupan rakyat. Kemudian ia pindah ke Banten, bekerja sebagai juru tulis romusha dengan nama samaran Ilyas Hussein.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah proklamasi 17 Agustus, Tan merasa Indonesia belum merdeka sepenuhnya. Untuk membuktikan bahwa kemerdekaan didukung rakyat, ia menggerakan pemuda melalui aksi massa. Puncaknya terjadi pada 19 September 1945 dalam Rapat Raksasa Lapangan IKADA yang dihadiri 200 ribu orang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pengaruh dan gagasannya, Tan sempat ditawari jabatan sebagai Menteri Penerangan, tapi ia menolak dan memilih mendukung dari belakang dengan menggerakan rakyat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Situasi memanas saat Belanda datang kembali bersama sekutu. Pemerintah (Sjahrir, Soekarno, Hatta) memilih jalur diplomasi, sementara Tan dan Jenderal Soedirman menuntut kemerdekaan 100% tanpa kompromi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa kecewa ini melahirkan Persatuan Perjuangan pada 4 Januari 1946 yang diikuti ratusan organisasi. Tan dan Soedirman menjadi tokoh utamanya dan menolak perundingan seperti Perjanjian Linggarjati. Konflik politik memuncak pada peristiwa 3 Juli 1946 dan berujung pada penangkapan Tan Malaka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-ra-kartini\">Biografi R.A Kartini, Wanita Tangguh Pejuang Emansipasi!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pemikiran Tan Malaka<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tan Malaka memiliki beberapa pemikiran dalam bidang pendidikan, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wajib belajar bagi seluruh penduduk Indonesia secara cuma-cuma sampai umur 17 tahun dengan bahasa Indonesia sebagai pengantar dan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang utama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghaluskan sistem pelajaran sekarang serta menyusun sistem yang langsung berdasarkan atas kepentingan-kepentingan negara Indonesia yang sudah ada dan akan dibangun.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperbaiki serta memperbanyak jumlah sekolah kejuruan, pertanian, perdagangan, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperbanyak dan memperbaiki sekolah bagi para pegawai tinggi di lapangan teknik dan administrasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemikiran-pemikiran pendidikan Tan Malaka ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah paham Marxisme, yang menekankan Pentingnya pendidikan bagi rakyat sebagai alat pembebasan dan kemajuan sosial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sumpah-pemuda\">Sejarah Sumpah Pemuda 1928: Tokoh, Isi Teks, dan Maknanya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Buku-Buku Tan Malaka<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tan Malaka memiliki karya berupa buku yang menunjukkan pemikiran kritis dan visit besarnya untuk bangsa Indonesia. Yuk, simak beberapa buku Tan Malaka berikut ini!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Madilog Tan Malaka<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Madilog<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah karya Tan Malaka yang paling terkenal. Dalam buku ini ia menjelaskan bahwa kemajuan manusia berjalan melalui tiga tahap: logika mistika, filsafat, dan ilmu pengetahuan (sains). Menurutnya, selama Indonesia masih terjebak dalam cara berpikir mistis, bangsa ini akan sulit maju dan merdeka sepenuhnya. Karena itu, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Madilog<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> ditulis sebagai jalan keluar agar masyarakat bisa berpikir lebih rasional dan ilmiah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Aksi Massa<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buku <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Aksi Massa<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> membahas pentingnya gerakan rakyat yang terorganisir dan sadar untuk mencapai kemerdekaan sejati. Tan Malaka menolak cara-cara kudeta atau tindakan kecil yang tidak melibatkan rakyat, karena baginya revolusi harus muncul dari kebutuhan ekonomi dan politik masyarakat banyak. Buku ini menjadi seruan agar rakyat bangkit dari ketertinggalan dan membebaskan diri dari sistem kolonial serta feodal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Autobiografi Tan Malaka: Dari Penjara ke Penjara<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Autobiografi ini berisi kisah hidup Tan Malaka yang penuh perjuangan, mulai dari masa penjara di Hindia Belanda dan Filipina hingga perjalanan panjangnya di berbagai negara sebelum kembali ke Indonesia. Buku ini menunjukkan pemikirannya yang radikal dan perannya dalam pergerakan kemerdekaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Menuju Merdeka 100%<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam buku ini, Tan Malaka menekankan bahwa kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajah, tetapi juga kemandirian penuh dalam ekonomi, politik, dan mental. Ia menolak dominasi asing dan mendorong rakyat untuk mengelola sumber daya sendiri demi mewujudkan negara yang benar-benar berdaulat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Gerpolek Gerilya Politik Ekonomi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gerpolek berisi strategi perjuangan kemerdekaan Indonesia secara total, tanpa kompromi dengan Belanda. Tan Malaka menekankan perlawanan rakyat melalui gerilya yang disatukan dengan langkah politik dan ekonomi. Buku ini ditulis saat ia dipenjara di Madiun pada tahun 1948.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Muslihat, Politik, dan Rencana Ekonomi Berjuang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buku ini berisi gagasan tentang perjuangan mencapai kemerdekaan 100% melalui gerakan massa yang radikal dan anti kolonial. Tan Malaka menekankan hubungan erat antara politik dan ekonomi, menolak kesepakatan yang merugikan rakyat, serta menawarkan dasar pembangunan negara yang berdaulat dan lebih egaliter.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kisah Tan Malaka, mulai dari keluarga, latar belakang pendidikan, perjuangan, serta buku-bukunya. Ia merupakan tokoh yang bergerak di bidang pendidikan, pergerakan politik, hingga pemikirannya tentang pendidikan dan pembangunan bangsa. Ia selalu dikenang sebagai tokoh yang berani dan visioner.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu ingin belajar lebih banyak hal-hal seru dan menambah wawasan, yuk belajar bareng di <\/span><strong><a href=\"http:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a>!<\/strong><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/?referralCookiesId=60e26517-e3f4-4dbc-84b4-4592e3094835\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kresnoadi, 2024. Tan Malaka: Bapak Republik yang Jejaknya Sempat Dihapus [daring]. Tautan: https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tan-malaka<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kompas. 2024. Kenapa Tan Malaka Dieksekusi Mati oleh Tentara? [Daring]. Tautan: https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2024\/04\/18\/150000779\/kenapa-tan-malaka-dieksekusi-mati-oleh-tentara<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumparan. 2024. Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia [daring]. Tautan: https:\/\/kumparan.com\/profil-tokoh\/biografi-tan-malaka-bapak-republik-indonesia-23tNS16C9DP\/3\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kompas. Sesudah Satu Abad Pemikiran Republik Tan Malaka [daring]. Tautan: https:\/\/www.kompas.id\/artikel\/sesudah-satu-abad-pemikiran-republik-tan-malaka (Diakses 28 November 2025)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tan Malaka merupakan pahlawan nasional yang memikirkan gagasan Republik Indonesia. Yuk, ketahui biografi, perjuangan, pemikiran, serta karya-karyanya! \u2014\u00a0 Tahukah kamu bahwa gagasan tentang Republik Indonesia sudah dituliskan sebelum Indonesia merdeka? Tokoh penting di balik pemikiran besar itu adalah Tan Malaka. Ia dijuluki Bapak Republik Indonesia oleh Muhammad Yamin karena menjadi orang pertama yang merumuskan konsep [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6294,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1767758168:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Tan Malaka merupakan pahlawan nasional yang memikirkan gagasan Republik Indonesia. Yuk, ketahui biografi, perjuangan, pemikiran, serta karya-karyanya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ce055216-c562-42ff-b667-2c54d38500b6.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["biografi tan malaka"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Tan Malaka merupakan pahlawan nasional yang memikirkan gagasan Republik Indonesia. Yuk, ketahui biografi, perjuangan, pemikiran, serta karya-karyanya!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["81"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"]},"categories":[1],"tags":[28,31,19],"class_list":["post-6294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-fakta-menarik","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tan Malaka merupakan pahlawan nasional yang memikirkan gagasan Republik Indonesia. Yuk, ketahui biografi, perjuangan, pemikiran, serta karya-karyanya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tan Malaka merupakan pahlawan nasional yang memikirkan gagasan Republik Indonesia. Yuk, ketahui biografi, perjuangan, pemikiran, serta karya-karyanya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-07T06:00:06+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka\",\"name\":\"Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ce055216-c562-42ff-b667-2c54d38500b6.png\",\"datePublished\":\"2026-01-07T06:00:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Tan Malaka merupakan pahlawan nasional yang memikirkan gagasan Republik Indonesia. Yuk, ketahui biografi, perjuangan, pemikiran, serta karya-karyanya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ce055216-c562-42ff-b667-2c54d38500b6.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ce055216-c562-42ff-b667-2c54d38500b6.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Tan Malaka merupakan pahlawan nasional yang memikirkan gagasan Republik Indonesia. Yuk, ketahui biografi, perjuangan, pemikiran, serta karya-karyanya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Tan Malaka merupakan pahlawan nasional yang memikirkan gagasan Republik Indonesia. Yuk, ketahui biografi, perjuangan, pemikiran, serta karya-karyanya!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-01-07T06:00:06+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka","name":"Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ce055216-c562-42ff-b667-2c54d38500b6.png","datePublished":"2026-01-07T06:00:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Tan Malaka merupakan pahlawan nasional yang memikirkan gagasan Republik Indonesia. Yuk, ketahui biografi, perjuangan, pemikiran, serta karya-karyanya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ce055216-c562-42ff-b667-2c54d38500b6.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ce055216-c562-42ff-b667-2c54d38500b6.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/biografi-tan-malaka#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Biografi Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6294"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6294\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6295,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6294\/revisions\/6295"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}