{"id":6185,"date":"2025-12-01T13:00:50","date_gmt":"2025-12-01T06:00:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6185"},"modified":"2025-12-02T15:16:35","modified_gmt":"2025-12-02T08:16:35","slug":"pengertian-jenis-dampak-tektonisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme","title":{"rendered":"Tektonisme: Pengertian, Jenis-Jenis dan Dampaknya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ee31cf1-f436-496b-9fab-ad86a7fcfedd.png\" alt=\"tektonisme\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Tektonisme merupakan tenaga endogen (dari dalam bumi) yang juga membentuk permukaan bumi seperti gunung dan lembah. Yuk ketahui jenis-jenis dan dampaknya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu, pegunungan tinggi, lembah, dan bentuk permukaan bumi yang kita lihat sekarang sebagian terbentuk karena tektonisme? Tektonisme adalah pergerakan lempeng bumi yang terjadi di bawah permukaan bumi. Selain menciptakan pemandangan alam yang indah seperti gunung dan lembah, tektonisme juga bisa menimbulkan bencana alam. Ketika pergerakan lempeng sangat kuat, gempa bumi dapat terjadi. Jika pergerakannya terjadi di dasar laut, bisa memicu tsunami.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, apa itu tektonisme? Bagaimana proses ini bisa membentuk permukaan bumi sekaligus menyebabkan bencana? Yuk, cari tahu lebih lanjut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Tektonisme<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tektonisme adalah proses pergerakan lapisan kerak bumi yang terjadi akibat tenaga dari dalam bumi (tenaga endogen).<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Proses ini menyebabkan lapisan batuan bisa terlipat, retak, bergeser, atau terangkat, yang pada akhirnya mengubah bentuk permukaan bumi. Tektonisme menghasilkan fenomena seperti lipatan, patahan, dan retakan pada kerak bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu dampak paling terlihat dari tektonisme adalah perubahan tinggi dan rendahnya permukaan bumi di berbagai tempat. Fenomena ini juga mencakup pembentukan pegunungan, lembah patahan, dan sesar yang terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sumber-daya-alam\">Sumber Daya Alam: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Melestarikannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Tektonisme<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tektonisme terdiri dari dua jenis yaitu epirogenesa dan orogenesa, berikut penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Tenaga Epirogenesa<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tenaga epirogenesa adalah kekuatan yang menyebabkan perubahan pada permukaan bumi, baik naik (terangkat) maupun turun, di area yang sangat luas. Proses ini berlangsung secara perlahan dan memakan waktu yang sangat lama. Epirogenesa terbagi menjadi dua jenis yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Epirogenesa positif<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan gerakan epirogenetik yang <\/span><strong>menyebabkan penurunan suatu daratan.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Akibat dari gerakan ini adalah naiknya air laut ke daratan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Epirogenesa negatif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan gerakan epirogenetik yang <\/span><strong>menyebabkan naiknya daratan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, sehingga seolah-olah permukaan air laut menjadi turun atau surut.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Tenaga Orogenesa<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tenaga orogenesa adalah kekuatan yang membuat lempeng tektonik bergerak dalam waktu yang lebih cepat dan biasanya memengaruhi wilayah yang lebih kecil dibandingkan dengan epirogenesa. Gerakan orogenesa menghasilkan lipatan dan patahan.<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Lipatan <\/b><b><i>(<\/i><em>fold<\/em><i>)<\/i><\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lipatan adalah lengkungan yang terbentuk pada lapisan batuan di kerak bumi akibat tabrakan antara dua lempeng bumi yang saling berhadapan. Ketika lapisan batuan yang awalnya datar mendapat tekanan dari dua arah, lapisan tersebut melengkung.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/23193a1d-796a-452d-8b94-24c18edbf8b6.png\" alt=\"Perbukitan (antiklinal) dan lembah (sinklinal)\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Perbukitan (antiklinal) dan lembah (sinklinal) <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber: roboguru.ruangguru.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lipatan ini bisa membentuk perbukitan yang disebut antiklinal dan lembah yang disebut sinklinal. Proses ini terjadi pada lapisan batuan yang lunak atau elastis, sehingga lapisannya tidak retak, tetapi melengkung. Lipatan biasanya ditemukan di daerah pegunungan yang terbentuk karena pergerakan lempeng tektonik.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Patahan <\/b><b><i>(<\/i><em>fault<\/em><i>)<\/i><\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Patahan adalah retakan atau pecahan pada lapisan batuan di kerak bumi akibat tekanan dari dalam bumi yang terlalu kuat. Karena lapisan batuan tidak cukup lentur untuk melengkung seperti lipatan, akhirnya batuan tersebut pecah, dan salah satu bagiannya bergeser.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan patahan bisa ke arah atas, bawah, atau menyamping, tergantung jenis tekanan yang memengaruhinya. Ada tiga jenis patahan yang dipengaruhi oleh tekanan yang berbeda, ini penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Patahan akibat dua tekanan yang arahnya bersifat horizontal dan saling menjauh.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Dua tekanan horizontal yang saling menjauh, menyebabkan lapisan batuan retak besar. Salah satu batuan turun lebih rendah, membentuk lembah patahan (graben).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2c473d22-a380-4ae9-84ca-03c2c6099207.png\" alt=\"Graben &amp; Horst\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Graben &amp; Horst. (Sumber: roboguru.ruangguru.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Patahan akibat tekanan yang arahnya vertikal.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Tekanan vertikal mendorong batuan ke atas dan muncul retakan. Karena pengaruh gravitasi, satu bagian batuan turun membentuk graben, sedangkan bagian yang lebih tinggi disebut horst.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Patahan akibat dua tekanan horizontal yang berlawanan arah.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Ketika dua tekanan mendatar yang berlawanan menyebabkan lapisan batuan bergeser secara horizontal. Ini membentuk patahan mendatar atau sesar mendatar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">strike-slip fault<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-tanah-dan-persebarannya\">10 Jenis Tanah dan Persebarannya di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Tektonisme<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tektonisme memberikan dampak baik positif maupun negatif pada kehidupan kita. Berikut adalah dampak tektonisme:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Dampak Positif Tektonisme\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memunculkan bentuk permukaan bumi yang beragam seperti pegunungan, danau, sungai, daratan, dan palung.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memunculkan sumber daya alam seperti minyak, gas, dan mineral yang terperangkap di bawah lapisan batuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memunculkan objek-objek dengan pemandangan alam yang indah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses tektonisme seperti penurunan bagian permukaan bumi dapat menciptakan lembah yang subur.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Dampak Negatif Tektonisme<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak negatif dari tektonisme adalah munculnya bencana alam seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gempa bumi akibat pergerakan lempeng yang sangat kuat. Gempa bumi dapat merusak bangunan, infrastruktur, dan menyebabkan korban jiwa.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses tektonisme yang menyebabkan pergerakan lempeng juga bisa memicu letusan gunung berapi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tektonisme yang terjadi di dasar laut seperti gempa bumi atau pergeseran lempeng bawah laut dapat menyebabkan tsunami.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan tentang tektonisme. Sekarang kamu sudah tahu apa itu tektonisme, jenis-jenis, dan dampaknya. Menarik, bukan? Kalau kamu ingin belajar lebih banyak tentang geografi atau topik seru lainnya, kamu bisa gabung di <\/span><strong><a href=\"http:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan belajar bareng Master Teacher yang super seru. Belajar jadi lebih menyenangkan, sambil ngobrol santai tentang hal-hal menarik yang bikin kamu penasaran. Yuk, coba sekarang!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/?referralCookiesId=60e26517-e3f4-4dbc-84b4-4592e3094835\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e6ea43ef-b6e3-426d-8d2a-bc2a322e8da1.jpeg\" alt=\"Brain Academy Online\" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Utoto, Bambang. 2009. Geografi 1 Membuka Cakrawala Dunia: untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas\/Madrasah Aliyah. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumparan. 2024. Pengertian Epirogenesa dan Jenisnya dalam Geografi [daring]. Tautan: https:\/\/kumparan.com\/ragam-info\/pengertian-epirogenesa-dan-jenisnya-dalam-geografi-224wlq0lhSp<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kompas. 2022. Tektonisme: Pengertian, Jenis dan Dampaknya [daring]. Tautan: https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/09\/05\/163000169\/tektonisme&#8211;pengertian-jenis-dan-dampaknya?page=all (Diakses 17 Januari 2025)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tektonisme merupakan tenaga endogen (dari dalam bumi) yang juga membentuk permukaan bumi seperti gunung dan lembah. Yuk ketahui jenis-jenis dan dampaknya! \u2014 Tahukah kamu, pegunungan tinggi, lembah, dan bentuk permukaan bumi yang kita lihat sekarang sebagian terbentuk karena tektonisme? Tektonisme adalah pergerakan lempeng bumi yang terjadi di bawah permukaan bumi. Selain menciptakan pemandangan alam yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6185,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1764663260:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Tektonisme merupakan tenaga endogen (dari dalam bumi) yang juga membentuk permukaan bumi seperti gunung dan lembah. Yuk ketahui jenis-jenis dan dampaknya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ee31cf1-f436-496b-9fab-ad86a7fcfedd.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["tektonisme"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Tektonisme merupakan tenaga endogen (dari dalam bumi) yang juga membentuk permukaan bumi seperti gunung dan lembah. Yuk ketahui jenis-jenis dan dampaknya!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["88"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["5"],"_wp_old_date":["2025-12-02"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tektonisme: Pengertian, Jenis-Jenis dan Dampaknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tektonisme merupakan tenaga endogen (dari dalam bumi) yang juga membentuk permukaan bumi seperti gunung dan lembah. Yuk ketahui jenis-jenis dan dampaknya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tektonisme: Pengertian, Jenis-Jenis dan Dampaknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tektonisme merupakan tenaga endogen (dari dalam bumi) yang juga membentuk permukaan bumi seperti gunung dan lembah. Yuk ketahui jenis-jenis dan dampaknya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-01T06:00:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-02T08:16:35+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme\",\"name\":\"Tektonisme: Pengertian, Jenis-Jenis dan Dampaknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ee31cf1-f436-496b-9fab-ad86a7fcfedd.png\",\"datePublished\":\"2025-12-01T06:00:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-02T08:16:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Tektonisme merupakan tenaga endogen (dari dalam bumi) yang juga membentuk permukaan bumi seperti gunung dan lembah. Yuk ketahui jenis-jenis dan dampaknya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ee31cf1-f436-496b-9fab-ad86a7fcfedd.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ee31cf1-f436-496b-9fab-ad86a7fcfedd.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tektonisme: Pengertian, Jenis-Jenis dan Dampaknya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tektonisme: Pengertian, Jenis-Jenis dan Dampaknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Tektonisme merupakan tenaga endogen (dari dalam bumi) yang juga membentuk permukaan bumi seperti gunung dan lembah. Yuk ketahui jenis-jenis dan dampaknya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tektonisme: Pengertian, Jenis-Jenis dan Dampaknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Tektonisme merupakan tenaga endogen (dari dalam bumi) yang juga membentuk permukaan bumi seperti gunung dan lembah. Yuk ketahui jenis-jenis dan dampaknya!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-12-01T06:00:50+00:00","article_modified_time":"2025-12-02T08:16:35+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme","name":"Tektonisme: Pengertian, Jenis-Jenis dan Dampaknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ee31cf1-f436-496b-9fab-ad86a7fcfedd.png","datePublished":"2025-12-01T06:00:50+00:00","dateModified":"2025-12-02T08:16:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Tektonisme merupakan tenaga endogen (dari dalam bumi) yang juga membentuk permukaan bumi seperti gunung dan lembah. Yuk ketahui jenis-jenis dan dampaknya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ee31cf1-f436-496b-9fab-ad86a7fcfedd.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8ee31cf1-f436-496b-9fab-ad86a7fcfedd.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-jenis-dampak-tektonisme#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tektonisme: Pengertian, Jenis-Jenis dan Dampaknya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6185"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6187,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6185\/revisions\/6187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}