{"id":613,"date":"2024-06-26T09:00:56","date_gmt":"2024-06-26T02:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=613"},"modified":"2024-06-26T11:27:33","modified_gmt":"2024-06-26T04:27:33","slug":"pengertian-pantun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun","title":{"rendered":"Mengenal Pantun: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Ciri-Ciri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Brainies%20Bertanya%20-%20Mengenal%20Pantun.jpg\" alt=\"BA Brainies Bertanya - Mengenal Pantun\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote><p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center; line-height: 1.5;\"><em><span style=\"color: #666666;\">Mau jago bikin pantun? Sebelum memulai, coba pahami terlebih dahulu tentang definisi dan ciri-cirinya lewat artikel ini!<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center; line-height: 1.5;\"><em><span style=\"color: #666666;\">&#8212;<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Buat kamu yang suka nonton Upin dan Ipin, pasti sudah tidak asing lagi <em>dong <\/em>dengan pantun \u201cdua tiga\u2026\u201d yang sering dilontarkan oleh sosok Jarjit di serial animasi tersebut? Atau mungkin, kamu juga sering mendengar candaan dengan pantun \u201cMasak aer biar mateng&#8221; yang kemudian akan disahut dengan \u201ccakep!\u201d khas Sapri dan Opie Kumis di <em>Pesbukers<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Nah, tahukah kamu kalau pantun itu merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat populer di masyarakat? Selain menghibur, pantun juga sering digunakan untuk mengungkapkan nasihat atau perasaan penyairnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kali ini, kita akan sama-sama belajar tentang pantun. Mulai dari memahami definisi, mengenal ciri-ciri, hingga mengetahui jenis-jenisnya. Yuk simak pembahasanya berikut ini!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Pengertian Pantun<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah <strong>bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang tiap bait terdiri atas empat baris dengan sajak (a-b-a-b)<\/strong>. Nah, sajak merupakan kesamaan bunyi pada akhir baris atau kalimat agar enak didengar. Sajak disebut juga sebagai rima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Oke, lanjut ke asal usul kata pantun ya. Secara etimologis, pantun berasal dari kata \u2018patuntun\u2019 yang memiliki arti \u2018penuntun\u2019 dalam bahasa Minangkabau. Tapi, kamu juga perlu tahu kalau setiap daerah memiliki penamaan pantun yang berbeda-beda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Kalau dalam bahasa Jawa pantun disebut \u2018parikan\u2019, sedangkan dalam bahasa Sunda dikenal dengan \u2018paparikan\u2019. Ada juga dalam bahasa Batak, pantun dikenal dengan istilah \u2018umpasa\u2019, dan sebuah karya pantun dalam bahasa Tagalog disebut \u2018tonton\u2019.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/meme%20pantun.jpeg\" alt=\"meme pantun\" width=\"600\" \/><span style=\"font-size: 14px;\"><em>Meme pantun (youkmu.com)<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pantun adalah sebuah karya sastra Indonesia yang tak hanya mempunyai rima dan irama yang indah, tetapi juga memiliki makna yang sangat penting. Biasanya pantun terdiri atas empat kata, di mana baris pertama dan kedua merupakan sampiran dan baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Sejak dulu, pantun digunakan untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan teguran dengan cara yang menghibur sekaligus mendidik. Karya sastra satu ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki ciri khas sendiri dalam mendidik dan menyampaikan pesan yang bermanfaat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/ternyata-masih-ada-kehidupan-di-laut-mati-kok-bisa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ternyata, Masih Ada Kehidupan di Laut Mati! Kok Bisa?<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Ciri-Ciri Pantun<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Jika dibandingkan dengan karya sastra lainnya, bisa dikatakan pantun cukup unik dan berbeda. Maka dari itu, pantun memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya. Ciri-ciri pantun tersebut di antaranya yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"line-height: 1.5;\" aria-level=\"1\">Setiap bait pantun disusun oleh baris-baris dan satu bait terdiri dari 4 baris.<\/li>\n<li style=\"line-height: 1.5;\" aria-level=\"1\">Setiap baris terdiri dari delapan sampai dua belas suku kata atau empat sampai enam kata.<\/li>\n<li style=\"line-height: 1.5;\" aria-level=\"1\">Bunyi akhir baris a-b-a-b.<\/li>\n<li style=\"line-height: 1.5;\" aria-level=\"1\">Baris satu dan dua adalah sampiran, dan baris tiga dan empat adalah isi.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Pantun<\/span><\/h2>\n<p>Apa saja struktur dari pantun? Berikut penjelasannya.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Sampiran<\/span><\/h3>\n<p>Bagian pertama dari pantun adalah sampiran. Sampiran memberikan gambaran tentang isi pantun. Kalimat di dalam sampiran biasanya dibuat unik agar pendengar tertarik. Baris pertama sampiran berpola (a), dan baris keduanya berpola (b).<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Isi<\/span><\/h3>\n<p>Bagian isi adalah inti dari pantun. Ruma dalam isi pantun harus sama dengan bagian sampiran. Baris pertamanya berpola (a), dan baris keduanya berpola (b).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Brainies%20Bertanya%20-%20Struktur%20dan%20Ciri%20ciri%20Pantun.jpg\" alt=\"BA Brainies Bertanya - Struktur dan Ciri ciri Pantun\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Jenis-Jenis Pantun<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Dalam pengelompokannya pantun terbagi menjadi 3 jenis, yakni berdasarkan isi, bentuk, dan siklus kehidupan (usia). Supaya lebih jelas lagi, simak pemaparannya berikut ini.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Jenis Pantun Berdasarkan Isi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\">Dalam pengelompokkan ini jenis pantun dibagi lagi ke dalam empat jenis, yaitu:<\/p>\n<ul style=\"line-height: 1.5;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Pantun jenaka<\/strong>, berisikan tentang hal-hal lucu dan menarik.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Pantun nasihat<\/strong>, berisikan tentang nasihat, memiliki tujuan untuk mendidik dengan memberikan nasihat tentang moral, budi pekerti, dan lain-lain.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Pantun teka-teki<\/strong>, berisikan teka-teki yang harus dipecahkan oleh pendengar atau pembaca.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Pantun kiasan<\/strong>, berisikan tentang kiasan untuk menyampaikan suatu hal secara tersirat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Jenis Pantun Berdasarkan Bentuk<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\">Jika berdasarkan bentuknya, pantun dapat dibedakan ke dalam jenis-jenis berikut ini.<\/p>\n<ul style=\"line-height: 1.5;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Pantun berkait<\/strong>, yaitu pantun yang selalu berkaitan antara bait satu dengan bait kedua, kemudian bait dua dengan bait ketiga, dan seterusnya. Untuk susunan kaitannya; baris kedua bait pertama menjadi baris pertama pada bait kedua, baris keempat bait pertama dijadikan baris ketiga pada bait kedua dan seterusnya.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Pantun kilat (karmina)<\/strong>, yaitu pantun yang terdiri atas dua baris, di mana baris pertama merupakan sampiran sedangkan baris kedua merupakan isi. Sebenarnya pantun kilat juga terdiri atas empat baris, namun karena setiap barisnya pendek maka seolah-olah kedua baris tersebut diucapkan sebagai sebuah kalimat.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: bold; line-height: 1.5;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/kalimat-kompleks\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa itu Kalimat Kompleks? Ini Struktur, Ciri, dan Contohnya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Pantun Berdasarkan Siklus Kehidupan (usia)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; line-height: 1.5;\">Selain kedua kelompok di atas, pantun juga dapat dikelompokkan berdasarkan siklus kehidupan atau usia.<\/p>\n<ul style=\"line-height: 1.5;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Pantun anak-anak<\/strong>, jenis dapat menggambarkan suka maupun duka saat masa kanak-kanak.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Pantun orang muda<\/strong>, pantun jenis ini berhubungan dengan kehidupan pada masa muda, biasanya bermakna tentang perkenalan, hubungan asmara dan rumah tangga, perasaan (iri, iba, kasih sayang, dan sejenisnya), dan nasib.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Pantun orang tua<\/strong>, biasanya berisikan tentang adat, budaya, agama, nasihat, dan sejenisnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"line-height: 1.5;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Contoh Pantun dan Penjelasannya<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Setelah memahami definisi, ciri-ciri, hingga jenis pantun, apakah kamu sudah ada bayangan tentang cara untuk membuat pantun? Supaya lebih jelas lagi, ayo kita kupas contoh-contoh pantun berikut ini.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Contoh Pantun Menyentuh Hati<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Burung kenari burung perkutut<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Terbang riang kesana kemari<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Hatiku takkan cemberut<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Ayahku pulang hati berseri<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pantun di atas menggambarkan tentang rasa bahagia anak ketika ayahnya pulang. Dua baris pertama dalam pantun tersebut, yakni \u201cburung kenari burung perkutut\u201d dan \u201cterbang riang kesana kemari\u201d merupakan sampiran pantun. Sedangkan kalimat \u201chatiku takkan cemberut\u201d dan \u201cayahku pulang hati berseri\u201d merupakan isi dari pantun.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Brainies%20Bertanya%20-%20Contoh%20Pantun.jpg\" alt=\"BA Brainies Bertanya - Contoh Pantun\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Contoh Pantun Romantis<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Botol galon<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Diambil Bayu<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>How can I move on<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>When I\u2019m still in love with you<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pantun yang penuh dengan gombalan biasanya sering digunakan oleh anak muda. Pantun di atas mengekspresikan rasa kangen dan gagal <em>move on<\/em> yang dirasakan oleh penulisnya. Sama seperti pantun sebelumnya, pantun ini merupakan pantun empat baris, di mana dua bait pertama yakni kalimat \u201cbotol galon\u201d dan \u201cdiambil Bayu\u201d merupakan sampiran, dan \u201c<em>how can I move on<\/em>\u201d dan \u201c<em>when I\u2019m still in love with you<\/em>\u201d pada baris ketiga dan keempat adalah isi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/cerpen-cerita-pendek\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Memahami Cerpen dari Struktur sampai Ciri-cirinya<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center; line-height: 1.5;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Gimana <em>Brainies<\/em>, sampai sini sudah paham \u2018kan tentang pantun? Kalau mau lebih paham dan jago dalam membuat pantun, mending ikut bimbel di <a href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\"><strong>Brain Academy<\/strong><\/a> aja! Ada STAR Master Teacher yang siap bantu kamu untuk dalam memahami konsep pelajaran dan mengerjakan PR. Untuk info lebih lanjut, klik <em>banner <\/em>di bawah ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/npf\/packages?tag=brainacademy-offline\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pengertian pantun. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.dosenpendidikan.co.id\/pantun-adalah\/. Diakses 4 Agustus 2022.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Pengertian Pantun: Tujuan, Fungsi, Jenis, Ciri-ciri dan Contoh Pantun. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-pantun\/#Klasifikasi_dan_Ciri-ciri_Pantun. Diakses 4 Agustus 2022.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5; font-weight: bold;\">Sumber Gambar:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Meme pantun. [Daring]. Tautan: https:\/\/youkmu.com\/ygamer\/tim-alter-ego-keluarkan-meme-lucu-untuk-evos-esports-dan-genflix-aerowolf\/. Diakses 4 Agustus 2022.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":49,"featured_media":613,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Brainies%20Bertanya%20-%20Mengenal%20Pantun.jpg"],"_edit_lock":["1719375950:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-08-06","2023-11-27"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Melalui artikel ini, kamu akan belajar lebih dalam tentang pantun. Mulai dari pengertian, struktur, ciri-ciri, jenis, hingga contoh beserta pembahasannya."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Pantun: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Ciri-Ciri - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Pantun: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Ciri-Ciri - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-26T02:00:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-26T04:27:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tiara Syabanira Dewantari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tiara Syabanira Dewantari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun\",\"name\":\"Mengenal Pantun: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Ciri-Ciri - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Brainies%20Bertanya%20-%20Mengenal%20Pantun.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-26T02:00:56+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-26T04:27:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Brainies%20Bertanya%20-%20Mengenal%20Pantun.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Brainies%20Bertanya%20-%20Mengenal%20Pantun.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Pantun: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Ciri-Ciri\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc\",\"name\":\"Tiara Syabanira Dewantari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tiara Syabanira Dewantari\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/tiara-syabanira-dewantari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Pantun: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Ciri-Ciri - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Pantun: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Ciri-Ciri - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2024-06-26T02:00:56+00:00","article_modified_time":"2024-06-26T04:27:33+00:00","author":"Tiara Syabanira Dewantari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tiara Syabanira Dewantari","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun","name":"Mengenal Pantun: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Ciri-Ciri - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Brainies%20Bertanya%20-%20Mengenal%20Pantun.jpg","datePublished":"2024-06-26T02:00:56+00:00","dateModified":"2024-06-26T04:27:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Brainies%20Bertanya%20-%20Mengenal%20Pantun.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Brainies%20Bertanya%20-%20Mengenal%20Pantun.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pantun#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Pantun: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Ciri-Ciri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc","name":"Tiara Syabanira Dewantari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tiara Syabanira Dewantari"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/tiara-syabanira-dewantari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=613"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/613\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3756,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/613\/revisions\/3756"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}