{"id":6091,"date":"2025-11-10T13:00:08","date_gmt":"2025-11-10T06:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6091"},"modified":"2025-11-10T11:02:59","modified_gmt":"2025-11-10T04:02:59","slug":"pasar-persaingan-tidak-sempurna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna","title":{"rendered":"Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Ciri, Jenis, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c36d57e8-85bf-4986-be19-51880c55e280.png\" alt=\"pasar persaingan tidak sempurna\" width=\"820\" height=\"410\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual dan banyak pembeli. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, kelebihan &amp; kekurangan serta contohnya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, kita sudah belajar tentang pasar persaingan sempurna, yaitu pasar dengan banyak penjual dan pembeli, barang yang dijual homogen, dan harga yang terbentuk secara adil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kali ini kita akan belajar tentang pasar persaingan tidak sempurna mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, hingga contohnya. Apa yang dimaksud dengan pasar persaingan tidak sempurna itu? Yuk, kita pelajari bersama!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Pasar Persaingan Tidak Sempurna<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pasar persaingan tidak sempurna adalah jenis pasar di mana jumlah penjualnya lebih sedikit dibandingkan pembelinya.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Kadang hanya ada satu penjual, atau hanya beberapa saja. Berbeda dengan pasar persaingan sempurna, di pasar ini penjual bisa menentukan harga barang atau jasa sesuka mereka. Selain itu, barang atau jasa yang dijual juga berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar persaingan tidak sempurna sering disebut sebagai bentuk pasar yang nggak terorganisir dengan baik karena ada kesenjangan antara penjual dan pembeli. Akibatnya, bisa muncul ketidakadilan dalam penentuan harga dan persaingan di pasar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-pasar-jenis-dan-contoh\">Pengertian Pasar, Fungsi, Jenis-Jenis dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Pasar Persaingan Tidak Sempurna\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ciri-ciri pasar persaingan tidak sempurna yang membedakannya dari jenis pasar lainnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah penjual sedikit (bisa hanya satu atau beberapa), sedangkan pembelinya banyak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjual punya kekuasaan lebih besar dan bisa menentukan harga untuk mendapatkan keuntungan tinggi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya bisa dijalankan oleh pihak tertentu, sehingga penjual baru sulit masuk ke pasar ini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada barang pengganti karena penjual lain sulit ikut bersaing dan memproduksi barang yang sama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Produk sulit ditemukan karena hanya diproduksi oleh pihak tertentu saja.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pembangunan-ekonomi\">Pembangunan Ekonomi: Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis Pasar Persaingan Tidak Sempurna<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas 5 jenis. Yuk, kita bahas satu per satu!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Pasar Monopoli<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar monopoli adalah pasar yang hanya memiliki satu penjual atau produsen yang menguasai seluruh pasar dan melayani semua pembeli. Karena nggak ada pesaing, penjual bisa menentukan harga sesuka mereka. Biasanya, perusahaan ini sudah dikenal luas dan memiliki modal yang besar. Contohnya adalah PLN (Perusahaan Listrik Negara).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Pasar Oligopoli<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya dikuasai oleh beberapa penjual besar saja. Barang yang dijual bisa sama (homogen) atau mirip-mirip. Setiap keputusan dari satu penjual yang berkuasa bisa memengaruhi penjual lainnya. Contohnya industri telekomunikasi seperti Telkomsel, XL, dan Indosat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Pasar Monopolistik\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar monopolistik adalah pasar yang memiliki banyak penjual yang menawarkan barang sejenis, tapi setiap produk punya ciri khasnya tersendiri. Di pasar ini, penjual baru mudah masuk karena nggak ada batasan yang ketat. Contohnya, pasar pakaian, kosmetik, makanan ringan, atau minuman kemasan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Pasar Monopsoni<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar monopsoni adalah pasar dengan banyak penjual tapi jumlah pembelinya hanya satu. Pembeli menjadi pihak yang berkuasa dan bisa menentukan harga. Misalnya, perusahaan besar pengolah susu yang membeli bahan baku dari peternak sapi perah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Pasar Oligopsoni<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis pasar persaingan tidak sempurna yang terakhir adalah pasar oligopsoni, pasar ini terdiri dari banyak penjual dan beberapa pembeli saja. Harganya cenderung lebih stabil dan ditentukan oleh pembeli, meski penjual dapat memengaruhi harga. Contohnya, perusahaan pengolah hasil pertanian seperti pabrik teh, kopi, atau tembakau yang membeli bahan mentah dari petani.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kelebihan dan Kekurangan Pasar Persaingan Tidak Sempurna\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar persaingan tidak sempurna memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yuk simak!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kelebihan pasar persaingan tidak sempurna:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendorong perusahaan untuk terus berinovasi agar produknya punya keunggulan dan ciri khas tersendiri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen karena setiap produk punya perbedaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan bisa mendapatkan keuntungan lebih besar karena memiliki kekuasaan dalam menentukan harga.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kekurangan pasar persaingan tidak sempurna:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadi kesenjangan kekuasaan di pasar, misalnya pada pasar monopoli dan oligopoli, sehingga harga jadi nggak adil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber daya sering nggak dimanfaatkan dengan efisien karena kurangnya persaingan antar perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumen bisa dirugikan karena harga cenderung lebih tinggi, sementara kualitas produk nggak selalu sebanding.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand\">Pengertian Supply and Demand serta Faktor yang Memengaruhinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Pasar Persaingan Tidak Sempurna<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui berbagai informasi tentang pasar persaingan tidak sempurna, yuk ketahui contoh-contohnya berikut ini!<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>PT PLN (Perusahaan Listrik Negara)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah contoh pasar monopoli, karena menjadi satu-satunya perusahaan yang menyediakan listrik untuk masyarakat di seluruh Indonesia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>PT KAI (Kereta Api Indonesia)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> juga termasuk pasar monopoli, sebab hanya PT KAI yang berhak mengelola dan menyediakan layanan transportasi kereta api untuk publik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>PT Djarum<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk dalam pasar oligopoli, yaitu pasar yang hanya memiliki beberapa perusahaan besar. Produk rokok dari Djarum mirip dengan pesaingnya seperti Gudang Garam dan Sampoerna.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>PT Telkomsel<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk pasar oligopoli, karena bersaing dengan beberapa perusahaan telekomunikasi lain seperti Indosat dan XL. Mereka menawarkan produk serupa seperti kartu SIM, pulsa, dan paket internet.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>PT Pertamina<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> juga merupakan contoh pasar oligopoli. Meski memiliki pesaing seperti Shell, Vivo, dan BP, Pertamina tetap mendominasi pasar BBM di Indonesia karena jaringannya jauh lebih luas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan mengenai pasar persaingan tidak sempurna, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, kelebihan &amp; kekurangan, hingga contohnya. Lengkap, kan? Kalau kamu mau belajar lebih banyak lagi tentang pasar persaingan tidak sempurna atau materi Ekonomi lainnya, yuk belajar di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a>!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Investasiku. 2024. Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Pengertian, Ciri-Ciri dan Jenisnya [daring]. Tautan: https:\/\/www.investasiku.id\/eduvest\/keuangan\/pasar-persaingan-tidak-sempurna<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gramedia. Pengertian Pasar Persaingan Tidak Sempurna dan Contohnya [daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-pasar-persaingan-tidak-sempurna-beserta-contohnya\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumparan. 2023. 5 Kelebihan dan Kekurangan Pasar Persaingan Tidak Sempurna [daring]. Tautan: https:\/\/kumparan.com\/sejarah-dan-sosial\/5-kelebihan-dan-kekurangan-pasar-persaingan-tidak-sempurna-21GS6T1IHEL\/1 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses 13 Oktober 2025)<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual dan banyak pembeli. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, kelebihan &amp; kekurangan serta contohnya! \u2014 Sebelumnya, kita sudah belajar tentang pasar persaingan sempurna, yaitu pasar dengan banyak penjual dan pembeli, barang yang dijual homogen, dan harga yang terbentuk secara adil.\u00a0 Nah, kali ini kita akan belajar tentang pasar persaingan tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6091,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1762747363:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual dan banyak pembeli. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, kelebihan &amp; kekurangan serta contohnya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c36d57e8-85bf-4986-be19-51880c55e280.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["pasar persaingan tidak sempurna"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual dan banyak pembeli. Yuk, ketahui ciri, jenis, kelebihan, kekurangan serta contoh!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["53"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["5"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6091","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Ciri, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual dan banyak pembeli. Yuk, ketahui ciri, jenis, kelebihan, kekurangan serta contoh!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Ciri, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual dan banyak pembeli. Yuk, ketahui ciri, jenis, kelebihan, kekurangan serta contoh!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-10T06:00:08+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna\",\"name\":\"Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Ciri, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c36d57e8-85bf-4986-be19-51880c55e280.png\",\"datePublished\":\"2025-11-10T06:00:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual dan banyak pembeli. Yuk, ketahui ciri, jenis, kelebihan, kekurangan serta contoh!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c36d57e8-85bf-4986-be19-51880c55e280.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c36d57e8-85bf-4986-be19-51880c55e280.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Ciri, Jenis, dan Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Ciri, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual dan banyak pembeli. Yuk, ketahui ciri, jenis, kelebihan, kekurangan serta contoh!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Ciri, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual dan banyak pembeli. Yuk, ketahui ciri, jenis, kelebihan, kekurangan serta contoh!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-11-10T06:00:08+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna","name":"Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Ciri, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c36d57e8-85bf-4986-be19-51880c55e280.png","datePublished":"2025-11-10T06:00:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual dan banyak pembeli. Yuk, ketahui ciri, jenis, kelebihan, kekurangan serta contoh!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c36d57e8-85bf-4986-be19-51880c55e280.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c36d57e8-85bf-4986-be19-51880c55e280.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pasar-persaingan-tidak-sempurna#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Ciri, Jenis, dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6091","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6091"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6091\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6093,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6091\/revisions\/6093"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6091"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}