{"id":604,"date":"2025-10-28T11:00:10","date_gmt":"2025-10-28T04:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=604"},"modified":"2025-10-29T10:30:22","modified_gmt":"2025-10-29T03:30:22","slug":"gen-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z","title":{"rendered":"Mengenal Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Generasi%20Z.jpg\" alt=\"Pojok Sekolah - Generasi Z\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apakah kamu lahir di tahun 1995 &#8211; 2010? Kalau iya, tandanya kamu termasuk generasi Z. Yuk, cari tahu karakteristik dan kekurangan gen Z!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun silih berganti, maka generasi baru pun lahir ke dunia. Ada yang bilang, kalau generasi zaman sekarang itu manja, maunya serba instan, dan <em>healing<\/em> melulu. Apa benar demikian? Pasti kamu yang baca ini pernah deh dibanding-bandingkan dengan generasi sebelumnya, terlebih orangtua kita sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Ah, gitu aja ngeluh. Waktu Mama seumuran kamu nggak ada tuh overthinking,&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Waktu Papa sekolah, bebannya lebih berat. Nggak ada ojek online, harus lewatin sawah, mendaki gunung, menerjang badai,&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Waduh. Si Papa temennya Dora The Explorer apa gimana sampai naik gunung segala?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, oke, kembali ke pembahasan soal Gen Z.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa Itu Gen Z?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, setelah Gen Y atau Millennial, muncul generasi baru yang dinamakan Generasi Z. <strong>Generasi Z atau Gen Z adalah<\/strong> generasi yang <strong>lahir di antara tahun 1995 sampai 2010<\/strong>. Artinya, saat ini, gen Z berusia 15 tahun sampai 30 tahun, duduk di bangku sekolah, kuliah, dan ada pula yang sudah bekerja atau baru menikah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Karakteristik\u00a0 Generasi Z<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenapa sih dinamakan gen Z? Jawabannya sederhana. Karena generasi sebelumnya adalah Gen X dan Y, maka generasi yang lahir setelahnya disebut generasi Z. Sesuai dengan abjad gitu lho. Nah, gen Z ini punya adik, namanya generasi Alpha. Jadi, setelah huruf Z, balik lagi ke abjad A ya teman-teman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah-%20%20Generasi%20dari%20Tahun%20ke%20Tahun.jpg\" alt=\"Pojok Sekolah- Generasi dari Tahun ke Tahun\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Generasi Z, khususnya aku sendiri (hehehe), punya ciri-ciri yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh McKinsey, kita-kita ini lebih melek teknologi, kreatif, menerima perbedaan di sekitar, peduli terhadap masalah sosial, dan senang berekspresi baik di dunia maya maupun realita. Bahas satu persatu, yuk!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Melek Teknologi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atau bahasa kerennya &#8216;<em>tech savvy&#8217;<\/em>. Generasi Z tumbuh di era teknologi sedang berkembang dengan pesat. Internet, media sosial, aplikasi pesan makan, aplikasi transportasi, aplikasi kencan online, dan masih banyak lagi. Bahkan, gen Z di Indonesia menempati posisi teratas yang paling banyak menghabiskan waktu untuk berselancar di Internet. Rata-rata 7 sampai 13 jam setiap harinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Kreatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba deh, kamu tanya ke orangtua atau kakek nenekmu. Dulu, cita-cita mereka mau jadi apa? Mungkin jawabannya nggak jauh dari dokter, PNS, pilot, atau arsitek. Nah, berkat kehadiran internet, generasi kita jauh lebih kreatif dalam menghasilkan uang, khususnya yang berhubungan dengan industri kreatif. Seperti <em>content creator<\/em>, <em>podcaster<\/em>,\u00a0<em>vlogger<\/em>, sampai mendirikan perusahaan rintisan (<em>start-up<\/em>) sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Menerima Perbedaan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karakter gen Z selanjutnya yaitu mampu menerima perbedaan di sekitar. Entah itu agama, suku, ras, adat istiadat, dan sebagainya.\u00a0Terbukanya akses informasi membuat generasi kita lebih mudah untuk belajar dan memahami sebab-akibat perbedaan yang timbul. Gen Z juga nggak masalah bergaul dengan kelompok yang berbeda dengannya. Kalau kata <strong><a href=\"https:\/\/www.english-academy.id\/blog\/istilah-istilah-gaul-bahasa-jaksel-untuk-menambah-kosakata-bahasa-inggris\" rel=\"noopener\">anak Jaksel<\/a> <\/strong>sih, namanya\u00a0<em>open minded<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Peduli terhadap Sesama<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;<em>Twitter please do your magic<\/em>&#8220;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun lebih sering rebahan sambil\u00a0<em>scrolling<\/em>, bukan berarti Generasi Z jadi apatis. Justru, mereka ini paling cepat dalam urusan menyebarkan informasi dan mencari solusi. Misalnya nih, ada kakek-kakek yang jualan kue di stasiun, Gen Z bisa aja mengunggah foto si kakek di media sosial dan ramai-ramai menggalang donasi. Hal ini selaras dengan julukan &#8216;<em>The Communaholic<\/em>&#8216; yaitu terlibat dalam komunitas dan teknologi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Senang Berekspresi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gen Z juga dijuluki sebagai &#8216;<em>The Undefined ID<\/em>&#8216;. Mereka gemar berekspresi untuk menemukan jati diri. Contohnya, pergelaran Citayem Fashion Week yang diisi oleh remaja Jabodetabek untuk menunjukkan gaya berbusana mereka. Selain itu, Gen Z juga berusaha membangun <em>self branding<\/em> di media sosial. Ada yang suka OOTD, hobi olahraga, sampai mencoba makanan di segala penjuru. Semuanya diabadikan lewat Tiktok, YouTube, atau Instagram Story.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah-%20%20Karakteristik%20dan%20Kelemahan%20Generasi%20Z.jpg\" alt=\"Pojok Sekolah- Karakteristik dan Kelemahan Generasi Z\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kekurangan Generasi Z<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak ada yang sempurna, termasuk Gen Z. Generasi ini bukanlah yang terbaik dari generasi yang ada. Karena, generasi Z memiliki beberapa kekurangan yang menjadi penyebab Gen Z dibenci oleh generasi sebelumnya.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. FOMO<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekurangan Gen Z yang pertama adalah FOMO atau Fear of Missing Out. Agar lebih paham, kamu bisa membaca artikelku sebelumnya yang membahas soal FOMO.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/apa-itu-fomo\" rel=\"noopener\">Gejala, Penyebab, dan Dampak Negatif FOMO dalam Kehidupan<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">Generasi Z dikenal sebagai generasi yang bergantung kepada teknologi, khususnya internet dan media sosial. Setiap harinya, Gen Z disuguhkan oleh berbagai informasi, termasuk apa yang sedang tren hari ini. Mereka bisa merasa kuper, takut dicap nggak gaul, dan cemas jika belum mencoba tren yang ada di internet.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff; font-size: 14pt;\">2. Kecemasan dan Tingkat Stres yang Tinggi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">Menurut penelitian yang dilakukan oleh <em>American Psychological Association<\/em>, stres yang dialami Gen Z disebabkan karena pandemi, ketidakpastian mengenai masa depan, berita buruk di internet, dan media sosial. Gen Z mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap kehidupan pribadi mereka, sehingga jika tidak berjalan sesuai keinginan akan memicu timbulnya stres.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/apa-itu-gangguan-bipolar\" rel=\"noopener\">Ini Bedanya Gangguan Bipolar dengan Mood Swing<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">Tak dipungkiri, media sosial telah menciptakan standar dalam berbagai aspek. Kapan waktu yang tepat untuk lulus, bekerja, menikah, dan mempunyai anak. Bagi yang belum mencapainya, hal ini menjadi faktor kecemasan atau <em>anxiety<\/em>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Mudah Mengeluh dan Self Proclaimed<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun punya kemampuan untuk mencari informasi dari berbagai sumber, kenyataannya Gen Z terlalu cepat menyerap dan mencocokan informasi dengan yang mereka rasakan. Seperti melabeli diri sebagai pengidap bipolar, membatasi pergaulan karena <a href=\"\/blog\/tipe-kepribadian-ekstrovert-dan-introvert\" rel=\"noopener\"><em>introvert<\/em><\/a>, dan sebagainya. Generasi Z menjadikan hal ini sebagai hambatan untuk maju. Gen Z juga disebut sebagai generasi strawberry karena terkesan manja dan mudah tertekan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Menjadi Gen Z yang Lebih Baik<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita sudah membahas karakteristik dan kekurangan Gen Z. Kira-kira sesuai nggak nih sama apa yang kamu jalani sekarang? Kalau aku sih iya, hahaha. Tapi, tenang aja, ada berbagai tips untuk menjadi generasi Z yang lebih baik!<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kurangi Ekspektasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Entah itu perkuliahan, pasangan, atau masa depan. Di dalam hidup ada beberapa hal yang nggak bisa kontrol, alias <em>let it flow<\/em> aja. Tetap berusaha, berbuat baik pada sesama, dan berdoa pada Tuhan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">2. <span style=\"font-weight: bold;\">Ha<\/span>rgai Setiap Prosesnya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gagal berkali-kali atau dipandang sebelah mata itu nggak apa-apa kok. Jangan terbuai dengan\u00a0<em>postingan<\/em> kesuksesan orang lain di media sosial. Memang sih,\u00a0 setiap orang memiliki <em>privilege<\/em> yang berbeda. Tapi, bukan berarti kamu nggak bisa menciptakan hidup terbaik versimu sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">3. Komunikasi ke Profesional<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Rasa cemas, stres,\u00a0atau <em>quarter life crisis<\/em> mungkin jadi makanan sehari-hari Gen Z. Aku selalu ingatkan untuk menghubungi layanan konseling atau psikolog profesional supaya kamu tetap bisa beraktivitas dengan nyaman. Hindari <em>self diagnosis<\/em> dan konsumsi obat-obatan tanpa pengawasan dari psikiater.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"https:\/\/blog.skillacademy.com\/quarter-life-crisis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lagi Quarter Life Crisis? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Menghadapinya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Beri Afirmasi Positif pada Diri Sendiri<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Afirmasi positif dapat diartikan sebagai pujian. Bukan <strong><a href=\"\/blog\/mengenal-gangguan-kepribadian-narsistik\" rel=\"noopener\">narsis<\/a><\/strong>, tapi menghargai apa yang sudah kamu lakukan selama ini. Kamu bisa membuat jurnal untuk menulis hal-hal yang membuat kamu bersyukur. <em style=\"font-weight: normal;\">Small progress still a progress<\/em>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal; font-size: 14pt;\"><span style=\"font-weight: bold;\">5. Menjaga Privasi<\/span>\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Berekspresi di media sosial sah-sah saja. Namun, tetap perhatikan privasi sebelum mengunggah konten ke internet ya. Pikirkan kembali apakah yang kamu unggah akan berdampak pada hidupmu di masa depan atau justru menyakiti orang lain. Jejak digital itu seram, lho, Brainies.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: normal;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Itu tadi pembahasan mengenai Gen Z, mulai dari pengertian, kelebihan, kelemahan, dan cara menjadi Generasi Z yang lebih baik. Di <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/branch\" rel=\"noopener\">Brain Academy<\/a>, ada kelas pengembangan diri buat kamu yang pengen mengasah <em>soft skills<\/em> untuk persiapan kuliah dan dunia kerja. Terus, ada kakak konselor juga yang bisa dijadikan tempat curhat. Yuk, cobain!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/49210bfe-c949-4567-b773-0cd0fe4aa1f4.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Brain Academy\" width=\"820\" height=\"200\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Generasi dari Tahun ke Tahun [Daring]. Tautan: https:\/\/www.mckinsey.com\/industries\/consumer-packaged-goods\/our-insights\/true-gen-generation-z-and-its-implications-for-companies\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Gen Z Jadi Pengguna Internet Terbanyak di Indonesia [Daring]. Tautan: https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublish\/2022\/06\/29\/survei-pecandu-internet-terbanyak-dari-kalangan-gen-z\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Mengenal Gen Z [Daring]. Tautan: <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">https:\/\/news.stanford.edu\/2022\/01\/03\/know-gen-z\/\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Stres Pada Gen Z [Daring]. Tautan: https:\/\/www.apa.org\/news\/press\/releases\/stress\/2018\/stress-gen-z.pdf<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: normal;\">(diakses 07-08 Agustus 2022)<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":604,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Generasi%20Z.jpg"],"_edit_lock":["1761708491:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-08-10","2023-12-18","2024-10-28"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Generasi Z (1995-2012) memiliki julukan generasi strawberry karena dianggap kreatif namun mudah menyerah. Apa ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan Gen Z?"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["gen z"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Generasi Z (1995-2012) memiliki julukan generasi strawberry karena dianggap kreatif namun mudah menyerah. Apa ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan Gen Z?"],"_yoast_wpseo_linkdex":["70"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"]},"categories":[1],"tags":[28,31,19],"class_list":["post-604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-fakta-menarik","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Generasi Z (1995-2012) memiliki julukan generasi strawberry karena dianggap kreatif namun mudah menyerah. Apa ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan Gen Z?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Generasi Z (1995-2012) memiliki julukan generasi strawberry karena dianggap kreatif namun mudah menyerah. Apa ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan Gen Z?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-28T04:00:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-29T03:30:22+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z\",\"name\":\"Mengenal Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Generasi%20Z.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-28T04:00:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-29T03:30:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"description\":\"Generasi Z (1995-2012) memiliki julukan generasi strawberry karena dianggap kreatif namun mudah menyerah. Apa ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan Gen Z?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Generasi%20Z.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Generasi%20Z.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Generasi Z (1995-2012) memiliki julukan generasi strawberry karena dianggap kreatif namun mudah menyerah. Apa ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan Gen Z?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Generasi Z (1995-2012) memiliki julukan generasi strawberry karena dianggap kreatif namun mudah menyerah. Apa ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan Gen Z?","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-10-28T04:00:10+00:00","article_modified_time":"2025-10-29T03:30:22+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z","name":"Mengenal Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Generasi%20Z.jpg","datePublished":"2025-10-28T04:00:10+00:00","dateModified":"2025-10-29T03:30:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"description":"Generasi Z (1995-2012) memiliki julukan generasi strawberry karena dianggap kreatif namun mudah menyerah. Apa ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan Gen Z?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Generasi%20Z.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20-%20Generasi%20Z.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gen-z#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=604"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/604\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6043,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/604\/revisions\/6043"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/604"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}