{"id":6037,"date":"2025-10-27T13:00:45","date_gmt":"2025-10-27T06:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=6037"},"modified":"2025-10-27T13:48:32","modified_gmt":"2025-10-27T06:48:32","slug":"penyimpangan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial","title":{"rendered":"Penyimpangan Sosial: Penyebab, Bentuk, Contoh dan Dampak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6eb5d38b-b52f-4b4d-968d-13f649c3cd39.png\" alt=\"penyimpangan sosial\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan sosial adalah tindakan yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">melanggar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">norma yang berlaku di masyarakat. Yuk, ketahui penyebab, bentuk, contoh dan dampak perilaku ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kehidupan sehari-hari, ada peraturan atau norma yang perlu kita ikuti, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Contohnya seperti menaati rambu lalu lintas, menghormati orang yang lebih tua, tidak membuang sampah sembarangan, dan antre dengan tertib.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, sebagian orang masih sering melanggar norma atau aturan tersebut. Perilaku ini disebut dengan penyimpangan sosial. Apa itu penyimpangan sosial? Yuk, ketahui pengertian, ciri-ciri, bentuk, contoh, dan dampaknya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Penyimpangan Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma atau aturan yang ada di lingkungan masyarakat.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Artinya, seseorang melakukan hal-hal yang dianggap tidak pantas, tidak wajar, atau melanggar aturan sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh penyimpangan sosial sangat beragam mulai dari hal kecil seperti bolos sekolah, sampai tindak kejahatan seperti mencuri, menipu, merampok, dan lain sebagainya. Dalam pandangan masyarakat, perilaku menyimpang dianggap mengganggu keteraturan dan ketertiban sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Beberapa ahli sosiologi juga mendefinisikan penyimpangan sosial sebagai berikut:\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>James W. Van der Zanden:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> perilaku menyimpang adalah tindakan yang dilakukan oleh sejumlah orang dan dianggap sebagai hal yang tercela.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Bruce J Cohen:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Robert M.Z Lawang:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> penyimpangan sosial adalah tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang tersebut.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/masalah-sosial\">Masalah Sosial: Pengertian, Faktor Penyebab &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Teori Penyimpangan Sosial\u00a0\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada empat teori yang menerangkan penyebab penyimpangan sosial, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Teori Differential Association (Edwin H. Sutherland)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut teori ini, <\/span><strong>penyimpangan sosial terjadi karena pergaulan yang berbeda. Melalui proses alih budaya <em>(cultural transmission)<\/em><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> seseorang bisa mempelajari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">deviant subculture<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> (sub kebudayaan menyimpang), contohnya menghisap ganja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sutherland percaya bahwa semua perilaku, termasuk perilaku menyimpang juga hasil dari belajar. Proses belajar ini terjadi karena seseorang terlalu sering berhubungan dengan pelaku penyimpangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Teori Labelling (Edwin M. Lemert)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut teori <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>labelling<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang dikemukakan oleh Lemert, <\/span><strong>penyimpangan terjadi karena seseorang diberi label negatif oleh masyarakat setelah melakukan penyimpangan primer<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Seseorang yang sudah pernah mencuri atau menipu, akan cenderung mengulangi lagi perbuatan menyimpang karena masyarakat tidak mempercayainya lagi sebagai orang baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Teori Anomie (Robert K. Merton)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Robert K. Merton menjelaskan bahwa <\/span><strong>perilaku menyimpang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dianggap tidak ada kaitannya dengan kebudayaan sosial, tapi <\/span><strong>karena tekanan dari struktur sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Tekanan ini muncul saat ada ketidakseimbangan antara nilai budaya yang dianut dengan cara-cara yang tersedia untuk mencapainya. Ketegangan inilah yang mendorong seseorang melakukan perilaku menyimpang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Teori Fungsi (Emile Durkheim)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teori fungsi yang dikemukakan Durkheim menjelaskan bahwa kesadaran moral setiap orang berbeda satu sama lain. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor seperti keturunan, lingkungan sosial, dan lingkungan fisik. Jadi, <\/span><strong>perilaku menyimpang akan selalu ada dan sulit dihilangkan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong>\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, menurut Durkheim, penyimpangan memiliki fungsi penting untuk memperkuat nilai dan norma sosial, memperjelas batasan moral, mendorong perubahan, dan membentuk solidaritas masyarakat dalam menghadapinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/norma-sosial\">Norma Sosial: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Penyimpangan Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Paul B Horton, penyimpangan sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Penyimpangan harus dapat didefinisikan<\/b><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku, harus berdasarkan kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Penyimpangan bisa diterima, bisa juga ditolak<\/b> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua perilaku menyimpang bersifat negatif, ada beberapa penyimpangan yang bisa diterima seperti menyampaikan pendapat yang kadang bertentangan dengan pendapat umum.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak<\/b><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya semua orang pernah menyimpang sedikit, karena tidak ada yang sepenuhnya patuh atau sepenuhnya melanggar aturan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Penyimpangan terhadap budaya nyata atau budaya ideal<\/b><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Budaya ideal berisi aturan yang seharusnya dipatuhi, tapi kenyataannya tidak semua orang menaati, sehingga muncul kesenjangan dengan budaya nyata.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan<\/b> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Norma penghindaran adalah cara orang memenuhi keinginannya tanpa terlihat melanggar aturan yang berlaku di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Penyimpangan sosial bersifat adaptif (menyesuaikan)<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan sosial tidak selalu buruk karena bisa membantu menyesuaikan diri dengan perubahan. Meski masyarakat butuh aturan, perilaku menyimpang kadang justru menjaga keseimbangan sosial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ketimpangan-sosial\">Ketimpangan Sosial: Pengertian, Penyebab, Bentuk &amp; Dampak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Penyebab Penyimpangan Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor yang penyebab terjadinya penyimpangan sosial dibagi menjadi dua, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Sosialisasi Tidak Sempurna<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan bisa terjadi jika seseorang tidak belajar nora dan nilai sosial secara utuh. Hal ini bisa disebabkan berbagai hal, misalnya keluarga disfungsional atau kurangnya perhatian orang tua.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, bisa juga karena nilai-nilai yang diajarkan di rumah, sekolah, dan media tidak sejalan. Contohnya, di sekolah kamu diajarkan disiplin, tapi di rumah dan media justru diperlihatkan perilaku yang berbeda. Akibatnya, kamu jadi bingung mana yang benar dan jadi mudah menyimpang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Sub-Kebudayaan Menyimpang<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan juga bisa terjadi karena seseorang berada di lingkungan atau kelompok kecil yang memiliki norma atau aturan yang berbeda dari masyarakat kebanyakan. Kelompok ini disebut sub-kebudayaan menyimpang. Dalam kelompok ini, perilaku menyimpang dianggap hal biasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sub-kebudayaan menyimpang sejalan dengan teori <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">differential association<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Edwin H. Sutherland. Seseorang belajar menyimpang dari pergaulan atau interaksi dengan orang-orang yang menyimpang. Contohnya, judi dilarang oleh masyarakat, tapi jika kamu bermain dengan orang yang hobi judi, lama-lama kamu bisa terbawa arus dan menganggap hal itu wajar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Bentuk Penyimpangan Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, ketahui bentuk dan jenis penyimpangan sosial berikut ini!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Penyimpangan Berdasarkan Sifat\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><b>a. Penyimpangan Positif<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua penyimpangan bersifat negatif. Ada juga penyimpangan positif yang membawa dampak baik bagi kehidupan masyarakat. Biasanya, penyimpangan positif muncul karena adanya ide baru yang inovatif, kreatif, dan bisa membuka wawasan banyak orang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya adalah emansipasi wanita. Di masyarakat yang menganut budaya patriarki, perempuan dianggap hanya cocok di rumah. Gerakan emansipasi wanita awalnya dianggap menyimpang dari kebiasaan itu. Tapi ternyata, perubahan ini justru membawa hal positif. Masyarakat mulai percaya bahwa perempuan juga bisa punya karir, mandiri, dan tidak bergantung pada orang lain.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Penyimpangan Negatif\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan negatif adalah perilaku yang berdampak buruk bagi kehidupan sosial karena mengandung unsur merugikan, merendahkan, atau merusak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penyimpangan negatif dibagi menjadi dua, yaitu:\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Penyimpangan Primer<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan yang sifatnya sementara dan tidak dilakukan terus-menerus. Misalnya, melanggar lalu lintas karena terburu-buru ke kantor, atau terlambat ke sekolah akibat kendala yang tidak disengaja.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Penyimpangan Sekunder\u00a0<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan negatif yang dilakukan terus-menerus serta merugikan diri sendiri dan orang lain. Contohnya, pencurian dan perampokan, penggunaan narkoba, korupsi, dan penyimpangan lainnya yang dianggap berat oleh masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Penyimpangan Berdasarkan Perilaku\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><b>a. Penyimpangan Individual <\/b><em><b>(Individual Deviation)<\/b><\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh satu orang, tanpa campur tangan orang lain. Contohnya, bolos sekolah tanpa ajakan orang lain.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Penyimpangan Kelompok <\/b><em><b>(Group Deviation)<\/b><\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang bersama-sama melanggar norma atau aturan yang berlaku di masyarakat. Contohnya, balap liar yang dilakukan geng motor, atau aksi vandalisme oleh sekelompok remaja.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Penyimpangan Campuran <\/b><em><b>(Combined Deviation)<\/b><\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan campuran dilakukan oleh individu yang merupakan bagian dari kelompok menyimpang. Contohnya, bergabung dengan organisasi pembuat uang palsu atau jaringan pengedar narkoba.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Penyimpangan Sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan sosial bisa membawa dampak, baik bagi orang yang melakukannya maupun bagi masyarakat secara umum. Berikut beberapa dampaknya:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Dampak Penyimpangan Sosial terhadap Individu\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Dijauhi masyarakat:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">orang yang melakukan penyimpangan sosial biasanya dijauhi atau tidak diterima di lingkungan sekitarnya. Misalnya, pelaku kejahatan biasanya akan dihukum dan diasingkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Rasa bersalah:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> setelah melakukan penyimpangan, seseorang bisa merasa bersalah atau menyesal atas perbuatannya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Stress atau tidak nyaman:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> tekanan sosial akibat penolakan dari masyarakat dapat menyebabkan gangguan kejiwaan bagi pelaku penyimpangan sosial.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Dampak Penyimpangan Sosial terhadap Masyarakat<\/b><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Meningkatnya kejahatan:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Penyimpangan sosial bisa memicu meningkatnya tindak kejahatan di masyarakat, membuat masyarakat merasa tidak aman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Pudarnya Nilai dan Norma Sosial:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> jika penyimpangan sosial terus terjadi, nilai dan aturan yang berlaku di masyarakat bisa pudar dan tidak dihargai lagi. Akibatnya, masyarakat kehilangan pegangan moral tentang mana yang benar dan salah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Terganggunya Kestabilan Sosial:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">penyimpangan sosial bisa mengganggu ketenangan dan keseimbangan dalam masyarakat, sehingga bisa menimbulkan konflik atau masalah di lingkungan sekitar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan mengenai penyimpangan sosial. Lengkap, kan? Kalau kamu mau belajar lebih banyak lagi tentang penyimpangan sosial atau materi Sosiologi lainnya, yuk belajar di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a>!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruswanto. 2009. Sosiologi untuk SMA\/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Islam An Nur Lampung. 2024. Penyimpangan Sosial: Penyebab, Bentuk, dan Dampaknya [daring]. Tautan: https:\/\/an-nur.ac.id\/penyimpangan-sosial-pengertian-bentuk-dampak-contoh-dan-solusi\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fallahnda, Balqis. 2021. Mengenal 4 Teori Penyimpangan Sosial &amp; Penyebab Perilaku Menyimpang [daring]. Tautan: https:\/\/tirto.id\/mengenal-4-teori-penyimpangan-sosial-penyebab-perilaku-menyimpang-gaBX\u00a0 (Diakses 17 Juni 2025)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Yuk, ketahui penyebab, bentuk, contoh dan dampak perilaku ini! \u2014 Dalam kehidupan sehari-hari, ada peraturan atau norma yang perlu kita ikuti, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Contohnya seperti menaati rambu lalu lintas, menghormati orang yang lebih tua, tidak membuang sampah sembarangan, dan antre [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6037,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1761547573:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Yuk, ketahui penyebab, bentuk, contoh dan dampak perilaku ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6eb5d38b-b52f-4b4d-968d-13f649c3cd39.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["penyimpangan sosial"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Yuk, ketahui penyebab, bentuk, contoh dan dampak perilaku ini!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["76"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-6037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyimpangan Sosial: Penyebab, Bentuk, Contoh dan Dampak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Yuk, ketahui penyebab, bentuk, contoh dan dampak perilaku ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyimpangan Sosial: Penyebab, Bentuk, Contoh dan Dampak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Yuk, ketahui penyebab, bentuk, contoh dan dampak perilaku ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-27T06:00:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-27T06:48:32+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial\",\"name\":\"Penyimpangan Sosial: Penyebab, Bentuk, Contoh dan Dampak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6eb5d38b-b52f-4b4d-968d-13f649c3cd39.png\",\"datePublished\":\"2025-10-27T06:00:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-27T06:48:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Yuk, ketahui penyebab, bentuk, contoh dan dampak perilaku ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6eb5d38b-b52f-4b4d-968d-13f649c3cd39.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6eb5d38b-b52f-4b4d-968d-13f649c3cd39.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyimpangan Sosial: Penyebab, Bentuk, Contoh dan Dampak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyimpangan Sosial: Penyebab, Bentuk, Contoh dan Dampak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Yuk, ketahui penyebab, bentuk, contoh dan dampak perilaku ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyimpangan Sosial: Penyebab, Bentuk, Contoh dan Dampak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Yuk, ketahui penyebab, bentuk, contoh dan dampak perilaku ini!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-10-27T06:00:45+00:00","article_modified_time":"2025-10-27T06:48:32+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial","name":"Penyimpangan Sosial: Penyebab, Bentuk, Contoh dan Dampak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6eb5d38b-b52f-4b4d-968d-13f649c3cd39.png","datePublished":"2025-10-27T06:00:45+00:00","dateModified":"2025-10-27T06:48:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar norma yang berlaku di masyarakat. Yuk, ketahui penyebab, bentuk, contoh dan dampak perilaku ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6eb5d38b-b52f-4b4d-968d-13f649c3cd39.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6eb5d38b-b52f-4b4d-968d-13f649c3cd39.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penyimpangan-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyimpangan Sosial: Penyebab, Bentuk, Contoh dan Dampak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6037"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6039,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6037\/revisions\/6039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}