{"id":5984,"date":"2025-10-13T13:00:24","date_gmt":"2025-10-13T06:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=5984"},"modified":"2025-10-13T11:02:44","modified_gmt":"2025-10-13T04:02:44","slug":"pengangguran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran","title":{"rendered":"Pengangguran: Jenis-Jenis, Penyebab, Dampak, &#038; Cara Mengatasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06d21f87-5ce0-467c-b233-a615098f595a.png\" alt=\"pengangguran\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Tingginya angka pengangguran memiliki banyak dampak. Yuk, ketahui penyebab dan dampak dari tingginya pengangguran di Indonesia!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berita Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), menjadi salah satu isu hangat akhir-akhir ini. Mungkin kamu pernah melihat beritanya di TV atau media sosial? Dari Januari &#8211; November 2024, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai<\/span> <strong>64.751 orang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Jumlah yang sangat banyak, bukan?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini semakin memperburuk tingkat pengangguran di Indonesia. Namun, PHK bukanlah satu-satunya alasan mengapa pengangguran terus meningkat. Lalu, apa saja penyebabnya? Yuk, pelajari lebih lanjut tentang pengangguran, mulai dari pengertian, penyebab, jenis-jenis, dampak, hingga cara mengatasinya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa Itu Pengangguran?\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pengangguran adalah seseorang yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Pengangguran terjadi karena jumlah penawaran tenaga kerja lebih besar daripada permintaan tenaga kerja, atau sedikitnya lapangan pekerjaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran menjadi salah satu masalah sosial yang sering muncul di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/negara-maju-dan-berkembang\">negara berkembang<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> termasuk Indonesia. Berdasarkan data dari <\/span><strong><a href=\"https:\/\/data.goodstats.id\/statistic\/jumlah-pengangguran-indonesia-capai-7-juta-di-2024-dU2oR\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">GoodStats<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><strong>jumlah pengangguran di Indonesia per Februari 2024 mencapai 7.194.862 orang.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Banyak banget, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Apa, ya penyebab tingginya angka pengangguran?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi\">Inflasi, Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, &amp; Cara Mengatasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Penyebab Pengangguran<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja penyebab meningkatnya pengangguran? Yuk, simak penjelasan berikut!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kurangnya Lapangan Kerja<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu penyebab utama tingginya pengangguran. Kondisi ini terjadi ketika jumlah tenaga kerja yang tersedia lebih banyak dibandingkan peluang kerja yang ada. Hal ini membuat banyak orang, terutama angkatan kerja baru, kesulitan mendapatkan pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Keterampilan &amp; Pendidikan Tidak Sesuai Kebutuhan Pasar<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang memiliki pendidikan atau keterampilan yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan. Akibatnya, menjadi sulit mendapatkan pekerjaan, meskipun ada lowongan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kemajuan Teknologi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan teknologi membuat sebagian pekerjaan manusia tergantikan. Misalnya otomatisasi di pabrik atau penggunaan aplikasi digital, yang menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan karena tidak dibutuhkan lagi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">PHK besar-besaran juga menambah jumlah pengangguran. PHK biasanya dilakukan karena krisis ekonomi yang menyebabkan penurunan daya beli masyarakat. Hal ini membuat permintaan barang dan jasa menurun dan pendapatan perusahaan berkurang. Untuk mengurangi biaya operasional dan menyelamatkan bisnis, perusahaan melakukan efisiensi dengan PHK.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Persaingan Pasar Global\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persaingan pasar global membuat tenaga kerja lokal bersaing dengan tenaga kerja asing, terutama di perusahaan multinasional yang sering memilih pekerja asing karena keterampilan atau standar global. Akibatnya, peluang kerja tenaga lokal berkurang dan persaingan semakin sulit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand\">Pengertian Supply and Demand &amp; Faktor yang Memengaruhinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Pengangguran\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan sifat dan penyebabnya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Pengangguran Berdasarkan Sifat<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><b>a. Pengangguran Terbuka<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran terbuka adalah kondisi ketika seseorang yang ingin bekerja dan aktif mencari pekerjaan, namun tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Mereka belum diterima di pekerjaan manapun atau tidak menemukan lowongan yang sesuai.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Setengah Pengangguran<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran setengah menganggur adalah kondisi saat seseorang bekerja dengan kondisi yang kurang baik dari berbagai sisi seperti upah, jam kerja sedikit, atau pekerjaan yang tidak produktif.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Pengangguran Terselubung<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran terselubung adalah kondisi ketika seorang bekerja di pekerjaan yang tidak sesuai keahliannya karena kebutuhan ekonomi. Contoh, seorang guru yang bekerja sebagai kasir di toko karena sulit mendapatkan pekerjaan sebagai pengajar.<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Pengangguran Musiman\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran musiman adalah seseorang yang tidak bekerja karena pekerjaan mereka hanya ada di waktu atau kondisi tertentu. Misalnya, petani yang bekerja saat musim panen.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi\">Sistem Ekonomi: Definisi, Jenis, Ciri, Kelebihan &amp; Kekurangan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ca7f2e9f-9347-4a7b-8033-71b9e410bd9e.png\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><b>a. Pengangguran Struktural\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran struktural adalah pengangguran yang disebabkan perubahan dalam struktur ekonomi, seperti kemajuan teknologi, perubahan permintaan pasar, atau perubahan sektor industri.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Pengangguran Friksional\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran friksional adalah ketika seseorang pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain atau baru mulai mencari pekerjaan. Biasanya, pengangguran ini bersifat sementara karena seseorang sedang mencari pekerjaan yang lebih baik; sesuai keterampilan, gaji, atau preferensinya.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Pengangguran Siklis\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran siklis adalah kondisi yang terjadi akibat fluktuasi dalam perekonomian, seperti resesi atau krisis ekonomi. Ketika ekonomi melambat, perusahaan mengurangi produksi dan tenaga kerja. Sebaliknya, ketika ekonomi tumbuh kembali, permintaan tenaga kerja akan meningkat.<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Pengangguran Teknologi\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran teknologi adalah ketika kemajuan teknologi menggantikan pekerjaan manusia. Misalnya, portal parkir di mall yang dulunya manual dan bayarnya cash, sekarang memiliki metode pembayaran cashless dan tidak perlu petugas manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pertumbuhan-dan-perkembangan-ekonomi\">Pertumbuhan &amp; Perkembangan Ekonomi: Definisi, CIri, Rumus dan Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Pengangguran\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingginya pengangguran menimbulkan dampak terhadap ekonomi dan penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Berikut adalah beberapa dampaknya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Meningkatnya Kemiskinan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Pengangguran menyebabkan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehingga meningkatkan kemiskinan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Menurunnya Daya Beli Masyarakat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Pengangguran menurunkan daya beli, memperlambat perputaran uang, dan memperburuk ekonomi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Penurunan Pendapatan Negara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Pengangguran mengurangi penerimaan pajak dari penghasilan, konsumsi, dan pajak perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Beban Psikologis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Menganggur dapat menyebabkan stres, kecemasan, atau depresi yang memengaruhi mental dan hubungan sosial.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Meningkatkan Pengeluaran Negara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Adanya alokasi anggaran untuk bantuan sosial dan pelatihan, yang mungkin mengurangi anggaran sektor lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Meningkatnya Angka Kejahatan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Pengangguran memicu tindakan kriminal, seperti mencuri atau merampok, karena kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Mengatasi Pengangguran<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran sebagai salah satu masalah sosial memiliki dampak negatif. Lalu, bagaimana cara mengatasi pengangguran?<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Meningkatkan Pendidikan dan Pelatihan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyediakan program pelatihan keterampilan kerja atau kursus kejuruan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat sesuai kebutuhan pasar kerja. Dengan begitu, seseorang lebih siap menghadapi persaingan kerja atau membuka usaha sendiri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan bantuan modal, pelatihan bisnis, dan pemasaran untuk UMKM agar semakin banyak pengusaha baru. UMKM yang berhasil berkembang akan membuka lapangan pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Pengembangan Sektor Ekonomi Kreatif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sektor seni, desain, musik, dan digital marketing bisa menciptakan banyak pekerjaan untuk anak muda dengan dukungan pelatihan, fasilitas, dan promosi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Meningkatkan Investasi Asing dan Domestik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah perlu membuat kebijakan yang mempermudah investasi, seperti menyederhanakan izin usaha atau memberi insentif pajak. Dengan investasi yang lebih banyak, industri baru akan berkembang dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Penguatan Kebijakan Ketenagakerjaan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah harus memastikan regulasi ketenagakerjaan melindungi pekerja tanpa membebani pengusaha. Kebijakan seperti upah layak, pengaturan jam kerja, dan jaminan sosial membantu menciptakan pasar tenaga kerja yang sehat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan mengenai pengangguran mulai dari pengertian, penyebab, jenis-jenis, dampak, hingga cara mengatasinya. Kalau kamu mau belajar materi Ekonomi lainnya sambil ngobrol seru, yuk belajar di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kamu bisa belajar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>online<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>offline<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang sama-sama serunya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/?referralCookiesId=60e26517-e3f4-4dbc-84b4-4592e3094835\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fitriani, Yeni &amp; Aisy<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ah Nurjanah. 2022.\u00a0 Ekonomi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan Kemendikbud. Ramandia, Alim Mauludi. 2024. Jumlah Pengangguran Indonesia Capai 7 Juta di 2024 [daring]. Tautan: https:\/\/data.goodstats.id\/statistic\/jumlah-pengangguran-indonesia-capai-7-juta-di-2024-dU2oR\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">CNN Indonesia. 2022. Jenis Pengangguran Serta Contoh dan Sifatnya [daring]. Tautan: https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20220209092213-537-756854\/jenis-pengangguran-beserta-contoh-dan-sifatnya\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rosyda. Pengertian Pengangguran: Penyebab, Dampak dan Jenis Pengangguran [daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.co<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">m\/literasi\/pengangguran\/ (Diakses 21 November 2024)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tingginya angka pengangguran memiliki banyak dampak. Yuk, ketahui penyebab dan dampak dari tingginya pengangguran di Indonesia! \u2014 Berita Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), menjadi salah satu isu hangat akhir-akhir ini. Mungkin kamu pernah melihat beritanya di TV atau media sosial? Dari Januari &#8211; November 2024, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 64.751 orang. Jumlah yang sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5984,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1760328042:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Tingginya angka pengangguran memiliki banyak dampak yang merugikan. Yuk, ketahui penyebab dan dampak dari tingginya pengangguran di Indonesia!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06d21f87-5ce0-467c-b233-a615098f595a.png"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-5984","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengangguran: Jenis-Jenis, Penyebab, Dampak, &amp; Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengangguran: Jenis-Jenis, Penyebab, Dampak, &amp; Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tingginya angka pengangguran memiliki banyak dampak. Yuk, ketahui penyebab dan dampak dari tingginya pengangguran di Indonesia! \u2014 Berita Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), menjadi salah satu isu hangat akhir-akhir ini. Mungkin kamu pernah melihat beritanya di TV atau media sosial? Dari Januari &#8211; November 2024, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 64.751 orang. Jumlah yang sangat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-13T06:00:24+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran\",\"name\":\"Pengangguran: Jenis-Jenis, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06d21f87-5ce0-467c-b233-a615098f595a.png\",\"datePublished\":\"2025-10-13T06:00:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06d21f87-5ce0-467c-b233-a615098f595a.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06d21f87-5ce0-467c-b233-a615098f595a.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengangguran: Jenis-Jenis, Penyebab, Dampak, &#038; Cara Mengatasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengangguran: Jenis-Jenis, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengangguran: Jenis-Jenis, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Tingginya angka pengangguran memiliki banyak dampak. Yuk, ketahui penyebab dan dampak dari tingginya pengangguran di Indonesia! \u2014 Berita Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), menjadi salah satu isu hangat akhir-akhir ini. Mungkin kamu pernah melihat beritanya di TV atau media sosial? Dari Januari &#8211; November 2024, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 64.751 orang. Jumlah yang sangat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-10-13T06:00:24+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran","name":"Pengangguran: Jenis-Jenis, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06d21f87-5ce0-467c-b233-a615098f595a.png","datePublished":"2025-10-13T06:00:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06d21f87-5ce0-467c-b233-a615098f595a.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/06d21f87-5ce0-467c-b233-a615098f595a.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengangguran#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengangguran: Jenis-Jenis, Penyebab, Dampak, &#038; Cara Mengatasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5984","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5984"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5984\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5986,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5984\/revisions\/5986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}