{"id":5767,"date":"2025-08-18T13:00:32","date_gmt":"2025-08-18T06:00:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=5767"},"modified":"2025-08-19T16:09:12","modified_gmt":"2025-08-19T09:09:12","slug":"gejala-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial","title":{"rendered":"Gejala Sosial: Pengertian, Karakteristik, Gejala, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a256e321-40c8-4623-ad0d-e58e91cce785.png\" alt=\"gejala sosial\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial menjadi fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat. Apa saja contoh gejala sosial itu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu merasa cemas dengan banyaknya berita hoaks muncul di media sosial? Ternyata, berita hoaks adalah salah satu contoh gejala sosial yang sering terjadi di masyarakat. Berita hoax dapat dianggap sebagai gejala sosial karena dapat menyebabkan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap media, dan lebih parah lagi, bisa memicu konflik serta ketegangan antar kelompok sosial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan gejala sosial? Untuk lebih memahaminya, dalam artikel ini kita akan membahas mengenai pengertian gejala sosial, karakteristik, macam-macam, klasifikasi, dampaknya, hingga contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kita juga akan mempelajari berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Yuk, simak penjelasannya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Gejala Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Gejala sosial adalah<\/strong> <strong>peristiwa yang terjadi dalam masyarakat<\/strong> yang <strong>menunjukkan<\/strong> adanya <strong>perubahan atau masalah<\/strong>. Secara umum, gejala sosial bisa berbentuk perilaku, pola interaksi, atau situasi yang menyimpang dari norma yang ada, atau justru mencerminkan masalah yang berkembang di dalam masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial di masyarakat muncul karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan mereka, seperti ekonomi, pendidikan, politik, dan budaya. Contoh gejala sosial antara lain kemiskinan, pengangguran, kenakalan remaja, dan kesenjangan sosial.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Karakteristik Gejala Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa karakteristik gejala sosial beserta penjelasannya yang perlu kamu tahu:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Bersifat kompleks<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial biasanya tidak memiliki satu penyebab karena didalamnya terdapat hubungan antara manusia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ekonomi, budaya, politik, sosial, psikologis, dan agama.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Beraneka Ragam<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti gejala sosial akibat masalah ekonomi tidak dapat disamakan dengan sosial akibat masalah budaya. Jadi, setiap gejala sosial memiliki ciri dan dampaknya masing-masing.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Tidak Bersifat Universal<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial hanya dipengaruhi oleh kondisi sosial atau budaya masyarakat tertentu, sehingga dikatakan tidak bersifat universal. Dengan kata lain, gejala sosial tidak terjadi di setiap tempat dengan cara yang sama.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Bersifat Dinamis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial terus berubah-ubah (dinamis) seiring waktu. Masalah yang ada saat ini bisa berubah atau berkembang sesuai dengan perubahan dalam masyarakat, teknologi, atau kebijakan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Bersifat Kontekstual<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial sangat bergantung pada konteks, baik itu waktu, tempat, atau kondisi masyarakat yang berbeda-beda. Misalnya, masalah pengangguran di kota besar mungkin berbeda penyebabnya dari di daerah pedesaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Sulit Diprediksi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kompleksitas dan dinamisnya, gejala sosial sering kali sulit diprediksi. Dampaknya bisa muncul tiba-tiba atau berkembang dengan cara yang tidak terduga. Namun, gejala sosial dapat diatasi dengan adanya kerjasama antar masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial\">Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, &amp; Karakteristik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Macam-Macam Gejala Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan ragamnya, gejala sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam. Berikut penjelasan mengenai macam-macam gejala sosial berdasarkan aspek kehidupan masyarakat:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Gejala Sosial Ekonomi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial ekonomi berkaitan dengan masalah-masalah yang muncul dalam bidang ekonomi, seperti kemiskinan, pengangguran, kesenjangan sosial, dan inflasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Gejala Sosial Politik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial politik berkaitan dengan masalah-masalah yang muncul dalam bidang politik, seperti konflik sosial, korupsi, dan ketidakstabilan politik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Gejala Sosial Sosial Budaya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial budaya berkaitan dengan masalah-masalah yang muncul dalam bidang budaya, seperti disintegrasi bangsa, pelanggaran norma, dan perubahan nilai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Gejala Sosial Pendidikan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial pendidikan berkaitan dengan masalah-masalah yang muncul dalam bidang pendidikan, seperti rendahnya kualitas pendidikan, putus sekolah, dan angka buta huruf.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Klasifikasi Gejala Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan sumber permasalahannya, gejala sosial dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Berikut penjelasan mengenai klasifikasi gejala sosial berdasarkan aspek kehidupan masyarakat:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Gejala Sosial di Aspek Ekonomi<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial yang muncul karena masalah ekonomi dalam masyarakat, antara lain ketidaksetaraan pendapatan, kemiskinan, dan pengangguran. Faktor-faktor seperti <strong>krisis ekonomi, inflasi, dan ketidakstabilan harga barang<\/strong> juga dapat memicu gejala sosial ini.\u00a0 Gejala sosial pada aspek ini dapat diketahui dari banyaknya orang yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Gejala Sosial di Aspek Kebudayaan<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial di aspek kebudayaan berhubungan dengan <strong>perubahan budaya atau pergeseran nilai dan norma<\/strong> dalam masyarakat. Contoh gejala ini termasuk hilangnya tradisi atau budaya lokal, perubahan pola hidup akibat pengaruh globalisasi, dan benturan antar budaya yang memicu konflik atau ketegangan sosial. Selain itu, gejala ini bisa mencakup perubahan dalam cara berpakaian, cara berkomunikasi, dan gaya hidup.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Gejala Sosial di Aspek Politik<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial yang berkaitan dengan politik antara lain <strong>ketidakstabilan pemerintahan, korupsi, atau konflik politik<\/strong> yang menyebabkan kerusuhan dan keresahan sosial. Gejala sosial di aspek ini bisa muncul karena ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, kurangnya partisipasi politik, dan tindakan menindas masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Gejala Sosial di Aspek Lingkungan<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial yang terkait dengan <strong>masalah lingkungan<\/strong> contohnya polusi dan bencana alam. Masalah lingkungan ini seringkali berdampak pada kondisi sosial, seperti munculnya pengungsi akibat bencana alam, masalah kesehatan akibat polusi, atau konflik sumber daya alam antar komunitas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Gejala Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Gejala sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat memiliki <\/span><strong>dampak positif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> maupun <\/span><strong>dampak negatif<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> tergantung pada bagaimana fenomena tersebut dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah. Berikut penjelasan dari kedua dampak tersebut:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Dampak Positif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial dapat membawa perubahan positif seperti memperkuat kesadaran sosial dan meningkatkan solidaritas antar masyarakat. Selain itu, munculnya masalah sosial dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Dampak Negatif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, gejala sosial juga dapat mengakibatkan dampak negatif dalam masyarakat, seperti meningkatnya kriminalitas, kesenjangan sosial, perpecahan sosial, penurunan kualitas hidup, rusaknya moral dan etika, dan ketidakstabilan politik dan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Gejala Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa contoh gejala sosial yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kemiskinan<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakmampuan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat menyebabkan masalah lain seperti kriminalitas dan kurangnya akses terhadap pendidikan.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5f01cb24-3509-40ac-a51d-a50d1a280b5a.jpg\" alt=\"Kemiskinan menjadi salah satu contoh gejala sosial\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kemiskinan menjadi salah satu contoh gejala sosial muncul akibat masalah ekonomi (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Pengangguran<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangguran sering menjadi gejala sosial yang berdampak pada kemiskinan, stres, dan meningkatnya angka kriminalitas. Banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan meskipun ingin bekerja.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kriminalitas<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingginya tingkat kejahatan dalam masyarakat, seperti pencurian, perampokan, atau kekerasan, sering kali merupakan dampak dari masalah ekonomi, kurangnya pendidikan, atau ketidakadilan sosial.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kenakalan Remaja<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, atau pergaulan bebas, sering kali merupakan hasil dari lingkungan keluarga yang kurang mendukung, pengaruh negatif teman sebaya, dan kurangnya pendidikan karakter.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Kesenjangan Sosial<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan mencolok antara kelompok kaya dan miskin dalam hal pendapatan, pendidikan, dan akses terhadap pelayanan kesehatan menjadi penyebab ketidakpuasan dan bisa memicu konflik dalam masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Kesenjangan Ekonomi<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala-gejala sosial yang muncul akibat pesatnya globalisasi adalah kesenjangan ekonomi. Akses terhadap teknologi dan pasar global lebih banyak dimiliki oleh negara-negara maju, sedangkan negara-negara berkembang dan masyarakat kurang mampu seringkali tertinggal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Diskriminasi<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlakuan tidak adil terhadap individu atau kelompok berdasarkan ras, agama, gender, atau latar belakang sosial dapat menimbulkan ketidakpuasan, protes sosial, dan ketegangan dalam masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Perubahan Nilai dan Norma<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan dalam nilai-nilai sosial dan norma yang dianut oleh masyarakat, seperti pergantian dari norma-norma tradisional ke nilai-nilai modern, dapat menimbulkan kebingungan atau konflik antar generasi, terutama ketika ada perbedaan pandangan tentang apa yang benar dan salah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Ketergantungan Pada Teknologi<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan gejala sosial berikut ini yaitu ketergantungan pada teknologi, kesenjangan digital, isu privasi, keamanan data, serta penyebaran informasi dan misinformasi. Gejala sosial ini menunjukkan bagaimana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memiliki dampak luas yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dceba720-e61f-47c0-a506-c28882736eb4.jpg\" alt=\"Berita hoaks termasuk gejala sosial\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Berita hoaks termasuk gejala sosial karena seringkali menimbulkan dampak negatif dalam masyarakat (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Bencana Lingkungan<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, seperti polusi, penebangan hutan, dan pencemaran air, bisa memicu gejala sosial berupa hilangnya mata pencaharian, perpindahan penduduk, dan masalah kesehatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-globalisasi\">Globalisasi: Pengertian, Karakteristik, Bentuk, &amp; Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Upaya Penanggulangan Gejala Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi gejala sosial, diperlukan upaya yang melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menegakkan hukum dan keadilan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperkuat nilai-nilai sosial dan budaya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan kualitas pendidikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai gejala sosial beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu ingin mendalami materi Sosiologi lainnya, kamu bisa belajar bersama Master Teacher di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>!<\/strong> Yuk, cobain kelas gratisnya sekarang juga!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/?referralCookiesId=60e26517-e3f4-4dbc-84b4-4592e3094835\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Niluh, S. 2024. E-Modul: Sosiologi [daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/19531\/1\/Kelas%20X_Sosiologi_KD%203.1%20%281%29.pdf<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sri, U. 2020. Sosiologi. Jakarta: Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-klasifikasi-dan-karakteristik-gejala-sosial\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gejala sosial menjadi fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat. Apa saja contoh gejala sosial itu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini! \u2014 Pernahkah kamu merasa cemas dengan banyaknya berita hoaks muncul di media sosial? Ternyata, berita hoaks adalah salah satu contoh gejala sosial yang sering terjadi di masyarakat. Berita hoax dapat dianggap sebagai gejala sosial karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":5767,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1755594410:1"],"_edit_last":["1"],"_oembed_df6e1ff1f1ba58a7e48bdb02490cca96":["<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"pTYB04f8Kb\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-klasifikasi-dan-karakteristik-gejala-sosial\">Gejala Sosial: Klasifikasi, Karakteristik, dan Contohnya | Sosiologi Kelas 10<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Gejala Sosial: Klasifikasi, Karakteristik, dan Contohnya | Sosiologi Kelas 10&#8221; &#8212; Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" src=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-klasifikasi-dan-karakteristik-gejala-sosial\/embed#?secret=yFA0GYp7wL#?secret=pTYB04f8Kb\" data-secret=\"pTYB04f8Kb\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>"],"_oembed_time_df6e1ff1f1ba58a7e48bdb02490cca96":["1755593845"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Gejala sosial adalah hal yang sering terjadi di masyarakat. Simak penjelasannya mulai dari pengertian, karakteristik, dampak, jenis, klasifikasi, dan lainnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a256e321-40c8-4623-ad0d-e58e91cce785.png"],"_wp_old_date":["2025-08-19"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-5767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gejala Sosial: Pengertian, Karakteristik, Gejala, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gejala Sosial: Pengertian, Karakteristik, Gejala, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gejala sosial menjadi fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat. Apa saja contoh gejala sosial itu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini! \u2014 Pernahkah kamu merasa cemas dengan banyaknya berita hoaks muncul di media sosial? Ternyata, berita hoaks adalah salah satu contoh gejala sosial yang sering terjadi di masyarakat. Berita hoax dapat dianggap sebagai gejala sosial karena [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-18T06:00:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-19T09:09:12+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial\",\"name\":\"Gejala Sosial: Pengertian, Karakteristik, Gejala, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a256e321-40c8-4623-ad0d-e58e91cce785.png\",\"datePublished\":\"2025-08-18T06:00:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-19T09:09:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a256e321-40c8-4623-ad0d-e58e91cce785.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a256e321-40c8-4623-ad0d-e58e91cce785.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gejala Sosial: Pengertian, Karakteristik, Gejala, dan Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gejala Sosial: Pengertian, Karakteristik, Gejala, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gejala Sosial: Pengertian, Karakteristik, Gejala, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Gejala sosial menjadi fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat. Apa saja contoh gejala sosial itu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini! \u2014 Pernahkah kamu merasa cemas dengan banyaknya berita hoaks muncul di media sosial? Ternyata, berita hoaks adalah salah satu contoh gejala sosial yang sering terjadi di masyarakat. Berita hoax dapat dianggap sebagai gejala sosial karena [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-08-18T06:00:32+00:00","article_modified_time":"2025-08-19T09:09:12+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial","name":"Gejala Sosial: Pengertian, Karakteristik, Gejala, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a256e321-40c8-4623-ad0d-e58e91cce785.png","datePublished":"2025-08-18T06:00:32+00:00","dateModified":"2025-08-19T09:09:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a256e321-40c8-4623-ad0d-e58e91cce785.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a256e321-40c8-4623-ad0d-e58e91cce785.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/gejala-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gejala Sosial: Pengertian, Karakteristik, Gejala, dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5767"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5767\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5769,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5767\/revisions\/5769"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}