{"id":5704,"date":"2025-08-04T09:00:46","date_gmt":"2025-08-04T02:00:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=5704"},"modified":"2025-08-04T10:19:59","modified_gmt":"2025-08-04T03:19:59","slug":"persamaan-dasar-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi","title":{"rendered":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, &#038; Contoh Soal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/997f6fa1-c5d8-4182-abf7-fc548b65ac37.png\" alt=\"persamaan dasar akuntansi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu persamaan dasar akuntansi dan bagaimana rumus perhitungannya? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada mata pelajaran Akuntansi, kamu akan mempelajari istilah penting seperti aset, kewajiban, dan modal. Ketiga istilah tersebut saling berkaitan dan membentuk konsep yang kita kenal dengan persamaan dasar akuntansi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penasaran bagaimana semuanya saling terhubung? Yuk simak artikel berikut! Kita akan membahas lebih detail persamaan dasar akuntansi mulai dari pengertian, fungsi, prinsip, rumus, komponen, manfaat, penerapannya, isi tabel, hingga contoh soalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Persamaan dasar akuntansi adalah<\/strong> suatu <strong>perhitungan persamaan<\/strong> yang menunjukkan <strong>jumlah harta kekayaan (aset\/aktiva) suatu perusahaan<\/strong> yang selalu sama dengan <strong>penjumlahan dari hutang dan modal (pasiva) perusahaan<\/strong> tersebut. Hal tersebut merujuk pada prinsip umum akuntansi yaitu adanya keseimbangan antara sisi pemasukan dengan pengeluaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, persamaan dasar akuntansi harus menunjukkan adanya keseimbangan antara harta yang dimiliki perusahaan dengan kewajiban. Keseimbangan angka antara keduanya harus dianalisis dengan persamaan dasar akuntansi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengelola keuangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Persamaan Dasar Akuntansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Fungsi utama<\/strong> persamaan dasar akuntansi adalah untuk<strong> menghitung posisi keuangan dalam perusahaan<\/strong>. Selain itu, persamaan dasar akuntansi juga dapat digunakan untuk meminimalisir penyalahgunaan dana perusahaan, sehingga pengeluaran dan pemasukan bisa dicatat dengan baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Prinsip Persamaan Dasar Akuntansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam persamaan dasar akuntansi terdapat beberapa prinsip penting yang harus kamu perhatikan, yaitu\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Konservatisme<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip ini mengharuskan perusahaan untuk mencatat kerugian potensial saat itu, tetapi keuntungan pendapatan hanya dicatat apabila sudah pasti. Hal itu untuk memastikan jika laporan keuangan perusahaan tidak terlalu mendekati optimisme. Dengan demikian, pengguna laporan keuangan dapat membuat keputusan yang lebih realistis berdasarkan informasi yang tersedia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Konsistensi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip ini mengharuskan perusahaan untuk menggunakan metode akuntansi yang sama dari satu periode ke periode berikutnya. Dengan demikian, pengguna laporan keuangan dapat membandingkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Realisasi Pendapatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip ini menyatakan bahwa pendapatan harus dicatat ketika telah direalisasikan. Hal tersebut berarti bahwa pendapatan harus terkait dengan produk yang telah disediakan oleh perusahaan dan pembayaran sudah diterima.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pendapatan-nasional\">Pendapatan Nasional: Pengertian, Rumus &amp; Cara Menghitung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Rumus Persamaan Dasar Akuntansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus persamaan dasar akuntansi adalah dasar dari seluruh pencatatan akuntansi, yang menunjukkan hubungan antara aset, kewajiban, dan modal suatu perusahaan. Oleh karena itu, rumus persamaan dasar akuntansi yang benar adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Harta (aktiva) = Hutang + Modal (pasiva)<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari rumus tersebut, total nilai aset harus sama dengan total nilai utang dan modal. Jika tidak seimbang, berarti ada kesalahan dalam pencatatan atau perhitungan dalam keuangan perusahaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus persamaan dasar akuntansi dapat juga dijelaskan lebih rinci sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Harta<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, meliputi semua sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang berupa uang tunai, properti, peralatan, dan piutang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Hutang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, merupakan semua kewajiban\/hutang yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak lain, misalnya hutang bank, hutang kepada pemasok, dan hutang gaji.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Modal<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, adalah investasi awal pemilik atau pemegang saham dalam perusahaan. Modal digunakan untuk membiayai operasional perusahaan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Komponen Dalam Persamaan Dasar Akuntansi<\/b><\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Aset (Aktiva)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dan memberikan nilai ekonomi. Dengan kata lain, aset adalah sesuatu yang bernilai dan dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Aset dapat berupa kas, tanah, bangunan, investasi, uang tunai, dan piutang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kewajiban (Liabilitas)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kewajiban adalah utang atau kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dilunasi. Kewajiban dapat berupa utang, pinjaman, atau obligasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Modal (Ekuitas)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Modal adalah sisa kepentingan perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Modal juga dapat diartikan sebagai investasi pemilik dalam perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pertumbuhan-dan-perkembangan-ekonomi\">Pertumbuhan &amp; Perkembangan Ekonomi: Definisi, Ciri, Rumus, dan Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Manfaat Persamaan Dasar Akuntansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari persamaan dasar akuntansi:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Dasar Pencatatan Transaksi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persamaan dasar akuntansi dapat menjaga agar catatan keuangan selalu seimbang. Jika terjadi kesalahan dalam pencatatan, persamaan ini akan segera menunjukkan ketidakseimbangan sehingga kesalahan dapat segera diperbaiki.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Alat Analisis Keuangan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi yang diperoleh dari persamaan dasar akuntansi dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan bisnis yang strategis, seperti keputusan investasi dan\u00a0 pendanaan.<\/span><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persamaan dasar akuntansi secara langsung membentuk neraca, salah satu laporan keuangan utama. Neraca menyajikan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu, serta menunjukkan total aset, kewajiban, dan modal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Transparansi dan Akuntabilitas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan keuangan yang disusun berdasarkan persamaan dasar akuntansi dapat memberikan informasi transparan kepada berbagai pihak yang berkepentingan, seperti investor.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Penerapan Persamaan Dasar Akuntansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan persamaan dasar akuntansi sangat penting dalam menjaga keseimbangan keuangan perusahaan. Penerapannya meliputi beberapa langkah, yaitu pencatatan transaksi, pengklasifikasian transaksi, dan penyusunan laporan keuangan. Berikut penjelasan masing-masing langkah:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Pencatatan Transaksi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, baik itu pembelian, penjualan, penerimaan pembayaran, atau pengeluaran, harus dicatat dalam jurnal. Contohnya jika perusahaan membeli peralatan secara tunai, maka transaksi ini dicatat sebagai penambahan aset dan pengurangan kas perusahaan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Pengklasifikasian Transaksi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dicatat dalam jurnal, transaksi kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori yang tepat ke buku besar. Buku besar adalah kumpulan akun yang mengklasifikasikan semua transaksi berdasarkan jenisnya (misal: akun kas, akun piutang, akun utang).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Penyusunan Laporan Keuangan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah semua transaksi tercatat dan diklasifikasikan, kemudian perusahaan menyusun laporan keuangan, termasuk neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jurusan-akuntansi\">Jurusan Akuntansi, Prodi Favorit dengan Prospek Kerja Luas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Isi Tabel Persamaan Dasar Akuntansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini\u00a0 isi dari tabel persamaan dasar akuntansi yang perlu kamu pahami:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kolom Tanggal<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolom ini menunjukkan tanggal terjadinya suatu transaksi. Dengan mencatat tanggal, kita dapat melacak urutan kejadian dan menganalisis perubahan yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Biasanya kolom tanggal berisi format tanggal\/bulan\/tahun atau tanggal-bulan-tahun.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kolom Aset<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolom ini mencatat semua jenis aset yang dimiliki perusahaan, seperti kas, piutang, persediaan, peralatan, dan sebagainya. Setiap transaksi yang mempengaruhi aset akan dicatat pada kolom ini, baik itu penambahan atau pengurangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kolom Hutang<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolom ini mencatat semua kewajiban atau hutang perusahaan kepada pihak lain, seperti utang usaha, utang bank, dan sebagainya. Setiap transaksi yang mempengaruhi hutang juga akan dicatat pada kolom ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kolom Keterangan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolom ini berisi penjelasan singkat mengenai setiap transaksi yang terjadi. Keterangan ini sangat penting untuk memahami alasan di balik perubahan nilai aset, hutang, atau modal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Penggunaan Tabel Persamaan Dasar Akuntansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, pada tanggal 1 Januari 2024, sebuah perusahaan membeli peralatan kantor seharga Rp10.000.000 secara tunai. Maka, transaksi ini akan dicatat dalam tabel sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Tanggal<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Aset (Peralatan Kantor)<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Hutang<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Keterangan<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\">01-Jan-2024<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">+ Rp10.000.000<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\"><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Pembelian peralatan kantor secara tunai<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, pada tanggal 5 Januari, Anda membeli peralatan kantor seharga Rp50.000.000 secara kredit. Transaksi ini akan dicatat sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Tanggal<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Aset (Peralatan)<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Hutang (Utang Usaha)<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Keterangan<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\">5 Januari<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">+ 50.000.000<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">+ 50.000.000<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Pembelian peralatan secara kredit<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah contoh soal yang dapat kamu gunakan untuk memahami persamaan dasar akuntansi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh Soal:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Pada tanggal 1 Februari 2024, perusahaan ABC mengumpulkan berbagai bukti transaksi untuk pembuatan laporan keuangan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi awal berupa uang modal secara kontan milik perusahaan B sendiri sebesar Rp12.000.000. Selain itu, ada juga investasi lain yang berupa peralatan komputer sebesar Rp2.000.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengeluaran biaya sewa pada awal bulan untuk membayar biaya sewa kantor selama 1 bulan, yaitu sebesar Rp1.200.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membeli perlengkapan secara kredit seharga Rp1.200.000 dan peralatan komputer tambahan seharga Rp2.000.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapatkan pendapatan jasa sebesar Rp3.500.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membayar tagihan listrik untuk 1 bulan ke depan sebesar Rp300.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik perusahaan B mengeluarkan dana Rp500.000 untuk pengeluaran pribadi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapatkan pendapatan dari proyek lain sebesar Rp2.000.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya pembayaran air sebesar Rp100.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembayaran gaji karyawan sebesar Rp3.000.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp4.000.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membayar rekening telepon sebesar Rp150.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapatkan penghasilan akhir bulan sebesar Rp3.250.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengeluaran pribadi pemilik perusahaan B sebesar Rp300.000.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data di atas, dapat disusun tabel persamaan dasar akuntansi yang menunjukkan keseimbangan antara aset, kewajiban, dan modal, sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/54a4f4aa-46e8-468e-9b1d-af7f8ed85179.png\" alt=\"persamaan dasar akuntansi\" width=\"612\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai persamaan dasar akuntansi, mulai dari pengertian, fungsi, prinsip, rumus, komponen, manfaat, penerapannya, isi tabel, hingga contoh soalnya. Mau belajar materi Akuntansi lainnya yang lebih dalam? Yuk, gabung di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">! Dapatkan pembelajaran seru dan lengkap bersama Master Teacher berpengalaman.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Branch\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu persamaan dasar akuntansi dan bagaimana rumus perhitungannya? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut! \u2014 Pada mata pelajaran Akuntansi, kamu akan mempelajari istilah penting seperti aset, kewajiban, dan modal. Ketiga istilah tersebut saling berkaitan dan membentuk konsep yang kita kenal dengan persamaan dasar akuntansi.\u00a0 Penasaran bagaimana semuanya saling terhubung? Yuk simak artikel berikut! Kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":5704,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1754277507:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa itu persamaan dasar akuntansi dan bagaimana rumus perhitungannya? Simak pengertian, fungsi, prinsip, komponen, manfaat, isi tabel hingga contoh soal!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/997f6fa1-c5d8-4182-abf7-fc548b65ac37.png"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-5704","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, &amp; Contoh Soal - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, &amp; Contoh Soal - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu persamaan dasar akuntansi dan bagaimana rumus perhitungannya? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut! \u2014 Pada mata pelajaran Akuntansi, kamu akan mempelajari istilah penting seperti aset, kewajiban, dan modal. Ketiga istilah tersebut saling berkaitan dan membentuk konsep yang kita kenal dengan persamaan dasar akuntansi.\u00a0 Penasaran bagaimana semuanya saling terhubung? Yuk simak artikel berikut! Kita [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-04T02:00:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T03:19:59+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi\",\"name\":\"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, & Contoh Soal - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/997f6fa1-c5d8-4182-abf7-fc548b65ac37.png\",\"datePublished\":\"2025-08-04T02:00:46+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T03:19:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/997f6fa1-c5d8-4182-abf7-fc548b65ac37.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/997f6fa1-c5d8-4182-abf7-fc548b65ac37.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, &#038; Contoh Soal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, & Contoh Soal - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, & Contoh Soal - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apa itu persamaan dasar akuntansi dan bagaimana rumus perhitungannya? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut! \u2014 Pada mata pelajaran Akuntansi, kamu akan mempelajari istilah penting seperti aset, kewajiban, dan modal. Ketiga istilah tersebut saling berkaitan dan membentuk konsep yang kita kenal dengan persamaan dasar akuntansi.\u00a0 Penasaran bagaimana semuanya saling terhubung? Yuk simak artikel berikut! Kita [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-08-04T02:00:46+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T03:19:59+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi","name":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, & Contoh Soal - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/997f6fa1-c5d8-4182-abf7-fc548b65ac37.png","datePublished":"2025-08-04T02:00:46+00:00","dateModified":"2025-08-04T03:19:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/997f6fa1-c5d8-4182-abf7-fc548b65ac37.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/997f6fa1-c5d8-4182-abf7-fc548b65ac37.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/persamaan-dasar-akuntansi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Persamaan Dasar Akuntansi: Pengertian, Rumus, &#038; Contoh Soal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5704"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5704\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5708,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5704\/revisions\/5708"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5704"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}