{"id":568,"date":"2022-08-19T03:00:00","date_gmt":"2022-08-19T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=568"},"modified":"2024-11-18T13:51:37","modified_gmt":"2024-11-18T06:51:37","slug":"apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak","title":{"rendered":"Mengenal Toxic Parenting dan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Mental Anak"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Toxic%20parents.jpg\" alt=\"Toxic parents\" width=\"820\" \/><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em>Artikel ini membahas tentang dampak buruk toxic parenting terhadap kehesatan mental anak<\/em><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Untuk mendapatkan gelar <em>toxic parents<\/em>, orang tua tidak perlu melakukan kekerasan <em>\u2013 seperti memukul, membentak, dan melakukan kekerasan fisik \u2013<\/em> dalam mendidik anak. Sebab, gelar <em>toxic parents <\/em>juga bisa berlaku untuk orang tua yang melakukan tindakan-tindakan yang dapat merusak keadaan psikologis anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Contohnya adalah ketika <em>parents<\/em>; menaruh ekspektasi yang tinggi; melontarkan candaan yang menyakiti perasaan; mengabaikan emosi; atau bahkan saat <em>parents<\/em> mengungkit tentang besarnya biaya yang harus mereka keluarkan untuk memenuhi kebutuhan si anak. Meskipun \u201csiksaan\u201d yang dilakukan bukan berupa tindakan fisik, tetapi tanpa disadari ternyata hal-hal tersebut dapat melukai perasaan anak dan kemudian mempengaruhi keadaan psikologisnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/apakah-anda-termasuk-toxic-parents\"><strong>Apakah Anda Orang Tua yang Termasuk Toxic Parents?<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Lalu, apa saja gangguan psikologis yang mungkin terjadi jika anak dibesarkan oleh <em>toxic parents<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #3574e3;\"><strong>Anak jadi mudah stres<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Seorang anak yang tumbuh dalam keluarga <em>toxic <\/em>cenderung mengalami banyak tekanan. Umumnya, <em>toxic parents <\/em>memiliki sifat perfeksionis hingga menaruh standar serta ekspektasi yang tinggi terhadap anak. Hal ini membuat anak terbiasa memaksa dirinya untuk mencapai berbagai standar yang tinggi \u2013 bahkan yang tidak masuk akal sekalipun. Kebiasaan ini dapat menimbulkan stres pada anak, terutama ketika mereka tidak dapat memenuhi standar yang diharapkan.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Kids-Is-your-kid-stressed-MAIN.jpg\" alt=\"anak menjadi stres\" width=\"600\" \/><\/em><em>Toxic parenting <\/em>dapat memicu stres sejak usia dini (sumber: smartparents.sg)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Tidak hanya itu, beberapa faktor pemicu stres juga dapat timbul dari; rasa terkekang ketika anak tidak memiliki kesempatan untuk memilih yang mereka suka; menyalahkan diri sendiri ketika gagal; dan komunikasi yang tidak baik antara orangtua dengan anak. Perasaan negatif yang timbul dari stres tersebut kemudian dapat membuat anak cepat merasa lelah dan menjadi emosional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #3574e3;\"><strong>Bisa mengalami gangguan kecemasan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Toxic parenting <\/em>dapat menyebabkan anak rentan mengalami gangguan kecemasan saat dewasa kelak. Sebab <em>toxic parents <\/em>cenderung tidak bisa menerima dengan baik rasa gelisah serta cemas si anak sejak kecil. Hal inilah yang menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam memahami rasa cemas yang dialaminya. Jika tidak segera ditangani, rasa cemas tersebut bisa menyebabkan anak mengalami gangguan mental ketika telah beranjak dewasa.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Many-people-fail-to-spot-the-7-defining-sign-of-toxic-parents..png\" alt=\"dapat membuat anak mengalami gangguan kecemasan\" width=\"600\" \/><\/em><em>Toxic parenting <\/em>dapat mengakibatkan anak mengalami gangguan kecemasan (sumber: alphawiser.com)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Rasa cemas ini juga dapat membuat anak menjadi tidak mudah untuk percaya \u2013 atau memiliki <em>trust issue \u2013<\/em> lantaran anak tumbuh di lingkungan yang tidak dapat memberikan ia rasa aman dan nyaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #3574e3;\"><strong>Memiliki <\/strong><strong><em>self-esteem <\/em><\/strong><strong>yang rendah<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Orang tua yang menerapkan pola didik <em>toxic <\/em>sering kali melontarkan kritik tajam kepada anak. Sadarkah <em>parents<\/em>, bahwa hal ini yang kemudian menyebabkan rasa percaya diri dalam diri anak menurun. Hal ini dapat menurunkan <em>self-esteem <\/em>serta membuat anak memandang dirinya tidak berharga.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/bullying-and-self-esteem.jpg\" alt=\"anak memiliki rasa percaya diri yang rendah\" width=\"600\" \/>Anak cenderung memiliki <em>self-esteem <\/em>yang rendah (sumber: thebullyshield.com)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\">\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; line-height: 1.5;\"><span style=\"color: #3574e3;\"><strong>Resiko kesehatan lainnya<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Tidak hanya kesehatan mental, ternyata anak yang tumbuh besar dalam lingkungan <em>toxic <\/em>juga beresiko untuk mengalami gangguan pada kesehatan fisiknya \u2013 diantaranya adalah gangguan terhadap kesehatan jantung dan juga menurunnya sistem kekebalan tubuh.<\/p>\n<ul style=\"line-height: 1.5;\">\n<li style=\"font-size: 18px;\">\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #bd278b;\"><strong>Gangguan kesehatan jantung<\/strong><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Sebuah riset yang dilakukan pada tahun 1985 yang dilakukan kepada 10.000 peserta berhasil menemukan hubungan antara efek hubungan keluarga dengan kondisi kesehatan emosional dan fisik seseorang. Penelitian tersebut menunjukan bahwa orang yang tumbuh di lingkungan keluarga yang <em>toxic <\/em>memiliki risiko tinggi untuk memiliki masalah kesehatan jantung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Argumen tersebut semakin diperkuat oleh riset dalam <em>Journal of American Heart Association <\/em>pada tahun 2014. Riset tersebut menunjukkan bahwa wanita yang mengalami banyak tekanan serta ketegangan semasa hidupnya memiliki resiko 12 kali lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner (kondisi penumpukan plak dalam pembuluh arteri koroner).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Efek ini berlaku untuk semua jenis hubungan, tak terkecuali hubungan antara anak dengan orang tua.<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5; text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/493x335_sick_little_boy_other.jpg\" alt=\"anak rentan terkena penyakit\" width=\"600\" \/>Anak yang tumbuh di lingkungan <em>toxic <\/em>cenderung memiliki imun yang lemah (sumber: sciencesource.com)<\/p>\n<ul style=\"line-height: 1.5;\">\n<li>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\"><span style=\"color: #bd278b;\"><strong>Mengganggu sistem kekebalan tubuh<\/strong><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Rasa stres yang diakibatkan oleh <em>toxic parenting<\/em> <em>\u00a0<\/em>juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh anak. Sebab ketika merasa stres, tubuh akan melepaskan sitokin \u2013 zat kimia yang dapat membunuh virus dan bakteri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Seorang psikolog bernama dr. Ramani Durvasula, mengungkapkan bahwa pertengkaran konstan dalam suatu hubungan \u2013 termasuk hubungan dengan orang tua \u2013 dapat mengakibatkan sistem kekebalan tubuh seseorang melemah. Ia juga menegaskan bahwa pola kritis dan negatif yang terus menerus terjadi dalam hubungan akan tertanam secara biologis dan mempengaruhi kesehatan manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Nah <\/em>parents, demi menghindari hal-hal tersebut, ada baiknya <em>parents <\/em>mulai memperbaiki pola asuh, cara bertutur kata kepada anak, dan mulai memahami emosi serta keinginan anak sejak dini. Sesi konseling dari Brain Academy <em>Online <\/em>juga dapat membantu <em>parents<\/em> dalam memahami minat serta bakat yang dimiliki oleh anak, <em>lho<\/em>. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera daftar!<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/npf\/packages?tag=brainacademy-offline\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Toxic Parents<\/em>: Apa dan Bagaimana Bahayanya?. schoolofparenting.id. 31 Maret 2020. [Daring]. Tautan: https:\/\/schoolofparenting.id\/toxic-parents-apa-dan-bagaimana-bahayanya\/ (Diakses: 12 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Lela Latifa. 7 Dampak <em>Toxic Parent <\/em>bagi Anak. parenting.co.id. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.parenting.co.id\/usia-sekolah\/7-dampak-toxic-parent-bagi-anak (Diakses: 12 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Ariska Puspita Anggraini. 5 Bahaya \u201c<em>Toxic Parents<\/em>\u201d bagi Kesehatan Anak. kompas.com. 22 Februari 2020. [Daring]. Tautan: https:\/\/health.kompas.com\/read\/2020\/02\/22\/060400168\/5-bahaya-toxic-parents-bagi-kesehatan-anak?page=all (Diakses: 12 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Deka Noverma. Waspada! Toxic Parent Bisa Berdampak Buruk bagi Anak. mamapapa.id. 11 November 2020. [Daring]. Tautan: https:\/\/mamapapa.id\/waspada-toxic-parent\/ (Diakses: 12 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Toxic parenting <\/em>dapat memicu stres sejak usia dini. smartparents.sg. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.smartparents.sg\/child\/primary-school-education\/your-kid-stressed (Diakses: 12 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\"><em>Toxic parenting <\/em>dapat mengakibatkan anak mengalami gangguan kecemasan. alphawiser.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/alphawiser.com\/many-people-fail-to-spot-the-7-defining-sign-of-toxic-parents\/ (Diakses: 12 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Anak cenderung memiliki <em>self-esteem <\/em>yang rendah. thebullyshield.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/thebullyshield.com\/bullying-and-self-esteem\/ (Diakses: 12 Januari 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: 1.5;\">Anak yang tumbuh di lingkungan <em>toxic <\/em>cenderung memiliki imun yang lemah. sciencesource.com. [Daring]. Tautan: https:\/\/www.webmd.com\/cold-and-flu\/child-cold-flu-18\/comfort-child-flu (Diakses: 12 Januari 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas tentang dampak buruk toxic parenting terhadap kehesatan mental anak<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":568,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Toxic%20parents.jpg"],"_edit_lock":["1731912779:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Orang tua wajib tahu dampak buruk terhadap kesehatan anak akibat toxic parenting. Ini saatnya evaluasi pola didik sebelum terlambat. Yuk baca selengkapnya."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[52],"class_list":["post-568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-counselling-parenting"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Toxic Parenting dan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Mental Anak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Toxic Parenting dan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Mental Anak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas tentang dampak buruk toxic parenting terhadap kehesatan mental anak\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-19T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-18T06:51:37+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tiara Syabanira Dewantari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tiara Syabanira Dewantari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak\",\"name\":\"Mengenal Toxic Parenting dan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Mental Anak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Toxic%20parents.jpg\",\"datePublished\":\"2022-08-19T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-18T06:51:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Toxic%20parents.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Toxic%20parents.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Toxic Parenting dan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Mental Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc\",\"name\":\"Tiara Syabanira Dewantari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tiara Syabanira Dewantari\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/tiara-syabanira-dewantari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Toxic Parenting dan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Mental Anak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Toxic Parenting dan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Mental Anak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Artikel ini membahas tentang dampak buruk toxic parenting terhadap kehesatan mental anak","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2022-08-19T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-11-18T06:51:37+00:00","author":"Tiara Syabanira Dewantari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tiara Syabanira Dewantari","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak","name":"Mengenal Toxic Parenting dan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Mental Anak - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Toxic%20parents.jpg","datePublished":"2022-08-19T03:00:00+00:00","dateModified":"2024-11-18T06:51:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Toxic%20parents.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Toxic%20parents.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-saja-dampak-buruk-toxic-parenting-bagi-kesehatan-mental-anak#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Toxic Parenting dan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Mental Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/b7999177a7ffeecbc966a26854d17adc","name":"Tiara Syabanira Dewantari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tiara Syabanira Dewantari"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/tiara-syabanira-dewantari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=568"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4432,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/568\/revisions\/4432"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/568"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}