{"id":562,"date":"2026-03-31T13:00:49","date_gmt":"2026-03-31T06:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=562"},"modified":"2026-03-31T14:41:17","modified_gmt":"2026-03-31T07:41:17","slug":"apa-itu-ilmu-sosiologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi","title":{"rendered":"Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Ciri, &#038; Objek Kajian"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20%20-%20Apa%20itu%20Sosiologi_Header%20(1).jpg\" alt=\"Pojok Sekolah - Apa itu Sosiologi_Header (1)\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>\u00a0Bagaimana asal usul Sosiologi hingga menjadi ilmu pengetahuan? Di artikel ini, kita akan membahas definisi, ciri, hakikat, objek kajian, dan fungsi Sosiologi untuk kehidupan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; text-align: justify;\">Setiap harinya, kita berinteraksi dengan orang lain. Baik melalui online atau tatap muka. Berpamitan pada orangtua sebelum ke sekolah, mengobrol dengan teman, mengucapkan terima kasih ke abang ojol yang sudah mengantar pulang, dan sebagainya. Hal ini kita sebut sebagai<\/span><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/interaksi-sosial\"><span style=\"font-weight: bold;\"> interaksi sosial<\/span><\/a><span style=\"background-color: transparent; text-align: justify;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manusia adalah makhluk sosial. Kita nggak bisa hidup tanpa berinteraksi dengan orang lain. Interaksi yang didapat pun nggak semuanya bersifat positif. Ada yang mengarah ke konflik, atau bahkan perpecahan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan yang terjadi pada masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, ilmu yang mengkaji tentang hubungan masyarakat ini kita sebut sebagai\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Sosiologi<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Sosiologi secara Umum<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara etimologis, sosiologi berasal dari bahasa Latin, terdiri dari kata <em>socius<\/em> yang artinya teman atau kawan, dan\u00a0<em>logos<\/em> yang berarti ilmu pengetahuan. Maka, Ilmu <strong>Sosiologi adalah<\/strong> ilmu yang <strong>mempelajari hubungan dan gejala sosial<\/strong> <strong>antar individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Sejarah Lahirnya Sosiologi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ilmu Sosiologi tidak lahir dengan sendirinya. Ada 2 peristiwa besar di dunia yang melatarbelakangi lahirnya Ilmu Sosiologi. Ya benar! Jawabannya, <strong>Revolusi Industri<\/strong> dan <strong>Revolusi Perancis<\/strong>. <em>Hmm<\/em>, apa sih hubungan mereka dengan Sosiologi?<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Revolusi Industri<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Revolusi ini terjadi di benua Eropa pada abad ke 18 yang ditandai dengan berkembangnya teknologi. Masyarakat yang semula bercocok tanam (agraris) beralih menggunakan teknologi mesin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Penggunaan%20Mesin%20pada%20Revolusi%20Industri.png\" alt=\"Penggunaan Mesin pada Revolusi Industri\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14px;\"><em>Penggunaan Mesin pada Revolusi Industri (sumber: britannica.com)<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Revolusi Perancis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua, <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/revolusi-perancis\" rel=\"noopener\">revolusi Perancis<\/a>.<\/strong> Revolusi ini mengubah sistem pemerintahan kerajaan menjadi republik. Hal ini disebabkan Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette yang sewenang-wenang. Saat itu, masyarakat Perancis dibagi menjadi 3 golongan. Golongan 3 diwajibkan untuk membayar pajak ke negara, sedangkan golongan 1 dan 2 dibebaskan dari pungutan tersebut. Wah, nggak adil!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Revolusi%20Perancis.png\" alt=\"Revolusi Perancis\" \/><\/p>\n<p style=\"font-size: 14px; text-align: center;\"><em>Ilustrasi Revolusi Perancis (sumber: livescience.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">dua revolusi itu<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, muncul masalah sosial seperti\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">pengangguran<\/span><span style=\"font-weight: normal;\"> dan <span style=\"font-weight: bold;\">kerusuhan<\/span><span style=\"font-weight: bold;\">.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">Lalu, tokoh yang bernama August Comte berpikir bahwa diperlukan ilmu untuk mempelajari perubahan sosial, masalah sosial yang timbul, serta penyelesaiannya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata Sosiologi pertama kali muncul di dalam buku &#8220;\u201cCours De Philosophie Positive&#8221; karya August Comte. Dialah tokoh yang memperkenalkan Ilmu Sosiologi pada kita. Filsuf berkebangsaan Perancis ini juga dijuluki sebagai Bapak Sosiologi, lho.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain August Comte, terdapat tokoh-tokoh lain yang mengemukakan pandangannya terhadap Ilmu Sosiologi. Seperti Emile Durkheim, Max Weber, Soerjono Soekanto, dan beberapa tokoh berikut ini:<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Auguste Comte<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian Sosiologi menurut Auguste Comte adalah studi tentang hukum dasar dari gejala sosial yang di dalamnya dibedakan menjadi sosiologi statis dan dinamis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Emile Durkheim<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Pengertian Sosiologi menurut Emile Durkheim adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial merupakan cara-cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa yang mengendalikannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Max Weber<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian Sosiologi menurut Max Weber adalah suatu ilmu yang mempelajari tindakan sosial.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Pitirim Sorokin<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian Sosiologi menurut Pitirim Sorokin adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala gejala sosial, gejala non sosial, dan ciri-cirinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian Sosiologi menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial termasuk perubahan sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20%20-%20Pengertian%20Sosiologi%20Menurut%20Para%20Ahli.jpg\" alt=\"Pojok Sekolah - Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Soerjono Soekanto\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian Sosiologi menurut Soerjono Soekanto adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada kemasyarakatan yang bersifat umum untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 14pt;\">7. Astrid S. Susanto\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi tidak sekadar mempelajari berbagai hubungan dalam masyarakat, tetapi mempelajari gejala-gejala di dalamnya yang terjadi berulang-ulang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">8. Mayor Polak\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yaitu antar hubungan dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, baik statis maupun dinamis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 14pt;\">9. Roucek dan Warren\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi mempelajari hubungan antarmanusia dalam kelompok-kelompok.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 14pt;\">10. William F. Oghburn dan Mayer F. Nimkoff\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi adalah penelitian ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">11. Peter L. Berger<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi bertujuan untuk memahami masyarakat, sehingga daya tarik sosiologi terletak pada kenyataan yang memungkinkan masyarakat untuk memperoleh gambaran lain tentang dunia yang sudah ditempatinya sepanjang hidup.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">12. Paul B. Horton<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan Paul B. Horton, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan pada kehidupan manusia secara berkelompok dan hasil dari kehidupan berkelompok tersebut. Konsep Sosiologi menurut Horton lebih mengarah pada konsep mobilitas sosial.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">13. Alvin Bertrand<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar manusia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">14. P.J. Bouwman<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat secara umum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">15. J.A.A. Van Doorn &amp; C.J. Lammers<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam bukunya yang berjudul &#8220;Modern Sociology, Systematic en Analyse&#8221;, J.A.A. Van Doorn &amp; C.J. Lammers menyebutkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur-struktur dan proses-proses\u00a0 kemasyarakatan yang bersifat stabil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">16. Herbert Spencer<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Herbert Spencer, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat. Spencer juga mengajarkan bahwa objek sosiologi yang pokok adalah keluarga, politik, agama, pengendalian sosial, dan industri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">17. Karl Marx<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi adalah studi tentang struktur kelas, konflik sosial, dan hubungan produksi dalam masyarakat. Menurut Karl Marx, sosiologi merupakan alat untuk memahami perjuangan kelas dan <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial\">perubahan sosial<\/a><\/strong> yang didorong oleh kekuatan ekonomi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">18. Van de Zanden<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi adalah studi ilmiah tentang interaksi antarmanusia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">19. William Kornblum<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi adalah upaya ilmiah yang mempelajari masyarakat dan perilaku sosialnya serta menjadikan yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">20. Hassan Shadily<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antarmanusia<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/ilmu-geografi\" rel=\"noopener\">\u00a0Pengertian, Objek Kajian, dan Cabang Ilmu Geografi<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Sosiologi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa yang belum hafal ciri-ciri Ilmu Sosiologi? Sebagai ilmu pengetahuan, Sosiologi memiliki empat ciri, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">Empiris<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Teoritis<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Kumulatif<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Non Etis<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.\u00a0<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Empiris<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Sosiologi memiliki ciri <span style=\"font-weight: bold;\">Empiris<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, artinya ilmu yang diperoleh berdasarkan observasi, sesuai akal sehat, sesuai fakta, serta tidak menghasilkan sesuatu yang bersifat spekulatif.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Teoritis<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Sosiologi memiliki ciri Teoritis, artinya Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang selalu berusaha menyusun kesimpulan (abstraksi) dari hasil observasi. Abstraksi atau kesimpulan ini digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Kumulatif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi juga memiliki ciri Kumulatif, artinya disusun atas teori-teori yang sudah ada, atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori terdahulu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Non Etis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri Sosiologi yang terakhir, yaitu Non Etis, artinya tidak mempermasalahkan baik buruknya sesuatu, tetapi menganalisis sebab akibat dan menjelaskannya secara mendalam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Iklan dulu kali ya? Hehehe. Nggak punya waktu buat bimbel di luar rumah? Daftar live teaching Brain Academy Online, yuk. Ada ratusan ribu video belajar, kelas interaktif bersama STAR Master Teacher, bebas tanya PR, dan konseling. Coba gratis dulu kalau ragu!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Hakikat Ilmu Sosiologi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, kita lanjut ya. Adapun hakikat Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dapat dijelaskan melalui 7 pembahasan berikut:<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Sosiologi adalah Ilmu Sosial<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi bukanlah ilmu alam atau kerohanian. Sosiologi merupakan bagian ilmu sosial yang membahas gejala-gejala pada masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Sosiologi adalah Ilmu Kategoris<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi merupakan Ilmu Kategoris, bukan Normatif. Sosiologi meneliti hal-hal yang terjadi saat itu, bukan mengenai apa yang semestinya terjadi atau seharusnya terjadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Sosiologi adalah Ilmu Murni dan Ilmu Terapan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam ilmu pengetahuan, posisi Ilmu Sosiologi sebagai Ilmu Murni digunakan untuk memperoleh pengetahuan melalui penelitian. Contoh: Gilang meneliti faktor terjadinya kenakalan remaja di kota Bandung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disamping itu, Sosiologi sebagai Ilmu Terapan digunakan untuk memecahkan masalah praktis untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Contoh: Gilang menemukan upaya pencegahan kenakalan remaja di kota Bandung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Sosiologi adalah Ilmu Abstrak<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi mengkaji bentuk-bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Sosiologi Menghasilkan Pola Umum<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi meneliti dan mencari prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta sifat, bentuk, isi dan struktur masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Sosiologi adalah Ilmu Umum<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi mempelajari gejala-gejala umum yang terjadi pada masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Sosiologi adalah Ilmu Rasional<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil penelitian ilmu Sosiologi dapat diterima dengan akal sehat (logis).<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/sistem-ekonomi\" rel=\"noopener\">Jenis, Ciri, Kelebihan, dan Kekurangan Sistem Ekonomi di Dunia<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt; background-color: transparent;\">Objek Kajian Sosiologi<\/span><\/h2>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Melihat pengertian, ciri, dan hakikatnya, sudah pasti objek kajian Ilmu Sosiologi adalah\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">masyarakat itu sendiri,\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">yang terdiri atas Objek Material dan Objek Formal. Berikut perbedaan dan contohnya:<\/span><\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 14pt;\">1. Objek Material<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Objek material dalam Sosiologi adalah gejala sosial atau fenomena yang tampak di kehidupan masyarakat. Sifatnya bisa positif atau negatif. Contoh gejala sosial positif seperti kesetaraan gender atau pemerataan akses pendidikan. Sedangkan contoh gejala sosial negatif seperti diskriminasi atau pernikahan di bawah umur.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; font-size: 14pt;\">2. Objek Formal\u00a0<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Objek Formal dalam Sosiologi adalah hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan itu. Jika objek material Sosiologi berupa pernikahan di bawah umur, maka objek formalnya adalah manusia yang terlibat, penyebab, dan akibat dari pernikahan di bawah umur.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Fungsi dan Peran Ilmu Sosiologi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kira-kira kenapa ya kita harus belajar Sosiologi? Apa fungsinya untuk kehidupan bermasyarakat? Lalu, jika kita memilih<strong> <a href=\"\/blog\/jurusan-sosiologi\" rel=\"noopener\">jurusan kuliah Sosiologi<\/a><\/strong>, pekerjaan apa yang akan kita lakukan di masa depan?<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Fungsi Sosiologi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosiologi memiliki 3 fungsi, yaitu\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Pembangunan<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Penelitian<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, dan\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Pemecahan Masalah<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">. Hal ini selaras dengan posisi Sosiologi sebagai\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Ilmu Murni\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dan\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Ilmu Terapan<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">. Kalau masih bingung, baca kembali penjelasan Hakikat Sosiologi di paragraf sebelumnya, ya.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">a. Fungsi Pembangunan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Sosiologi berfungsi menyediakan data yang diperlukan untuk tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembangunan.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh: Sebelum memindahkan ibukota RI yang semula berada di DKI Jakarta ke Penajam Paser, Kalimantan Timur, pemerintah memerlukan data untuk memprediksi kesiapan dan dampak yang terjadi di wilayah tersebut. Data yang diteliti seperti kondisi masyarakat, infrastruktur, dan lain-lain.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">b. Fungsi Penelitian<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Sosiologi berfungsi memberikan data tentang berbagai gejala sosial atau fenomena yang terjadi.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh: Meningkatnya pernikahan di bawah umur selama pandemi COVID-19, membuat para Sosiolog berusaha mencari faktor-faktor yang melatarbelakangi fenomena pernikahan di bawah umur. Apakah dari faktor ekonomi, sosial, budaya, atau lainnya.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">c. Fungsi Pemecahan Sosial<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Sosiologi berfungsi memberikan alternatif solusi permasalahan berdasarkan data yang ada.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh: Setelah dilakukan penelitian terhadap fenomena pernikahan di bawah umur saat pandemi, ditemukan solusi berupa pendidikan seks agar orangtua dan anak memahami dampak dari pernikahan yang terlalu cepat.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Peran Sosiolog<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir, peran sosiolog dalam kehidupan. Kamu nggak perlu khawatir tentang pekerjaan lulusan Sosiologi. Secara umum, peran sosiolog dibagi menjadi 3, yaitu\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Pendidik<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">,\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Konsultan Pembangunan<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">, dan\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Peneliti<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\">a. Peran Pendidik<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Peran sosiolog sebagai pendidik adalah mengajarkan, mengembangkan Ilmu Sosiologi, serta memberikan contoh fenomena berdasarkan konsep Sosiologi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh: Guru, Dosen, dan Tutor.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">b. Peran Konsultan Pembangunan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Peran Sosiolog sebagai konsultan pembangunan adalah membantu memprediksi dampak dari kebijakan sosial yang bisa terjadi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh: Analis Kebijakan dan Konsultan. Kamu bisa bekerja di kantor pemerintahan atau perusahaan konsultan terbesar di dunia seperti McKinsey dan Boston Consulting Group.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">c. Peran Peneliti<\/h4>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Peran Sosiolog sebagai peneliti adalah mengumpulkan dan menggunakan data untuk pengambilan keputusan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh: UX Researcher. Profesi ini mungkin masih terdengar asing untukmu. UX Researcher adalah orang yang mencari informasi mengenai perilaku, kebutuhan, dan masalah yang dialami oleh pengguna aplikasi di ponsel. Informasi tersebut diolah menjadi data untuk memperbaiki tampilan atau fitur aplikasi menjadi lebih baik.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><em>See<\/em>? Sosiologi selalu dibutuhkan dari dulu sampai saat ini. Bahkan, kamu juga dapat berkarir di perusahaan teknologi dan multinasional. Jadi, nggak usah bingung mau jadi apa kalau kuliah Sosiologi, ya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mau belajar lebih dalam mengenai Ilmu Sosiologi? Coba <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/branch\" rel=\"noopener\">kelas gratis Brain Academy<\/a> aja. Temukan cabang terdekat dari kotamu, isi formulir, dan tunggu balasan dari kakak admin Brain Academy. Sampai bertemu di kelas, ya~<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Riswanto. 2009.\u00a0<em>Sosiologi SMA. <\/em>Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Sudarsono, Agus, dan Agustina Tri. 2016. <em>Pengantar Sosiologi<\/em>. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Sumber Gambar:<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Revolusi Industri [Daring]. Tautan: https:\/\/www.britannica.com\/story\/the-rise-of-the-machines-pros-and-cons-of-the-industrial-revolution<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Revolusi Perancis [Daring]. Tautan: https:\/\/www.livescience.com\/how-many-french-revolutions.html<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">(Diakses 19-22 Agustus 2022)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":562,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20%20-%20Apa%20itu%20Sosiologi_Header%20%281%29.jpg"],"_edit_lock":["1774942743:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-08-22","2023-07-27","2024-03-12","2025-03-18"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa sih pengertian sosiologi menurut para ahli? Yuk, pahami juga ciri, hakikat, objek kajian, fungsi, dan peran Sosiolog dalam masyarakat berikut ini."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["pengertian sosiologi"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa sih pengertian sosiologi menurut para ahli? Yuk, pahami juga ciri, hakikat, objek kajian, fungsi, dan peran Sosiolog dalam masyarakat."],"_yoast_wpseo_linkdex":["82"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["10"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Ciri, &amp; Objek Kajian - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa sih pengertian sosiologi menurut para ahli? Yuk, pahami juga ciri, hakikat, objek kajian, fungsi, dan peran Sosiolog dalam masyarakat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Ciri, &amp; Objek Kajian - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa sih pengertian sosiologi menurut para ahli? Yuk, pahami juga ciri, hakikat, objek kajian, fungsi, dan peran Sosiolog dalam masyarakat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-31T06:00:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-31T07:41:17+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi\",\"name\":\"Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Ciri, & Objek Kajian - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20%20-%20Apa%20itu%20Sosiologi_Header%20%281%29.jpg\",\"datePublished\":\"2026-03-31T06:00:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-31T07:41:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"description\":\"Apa sih pengertian sosiologi menurut para ahli? Yuk, pahami juga ciri, hakikat, objek kajian, fungsi, dan peran Sosiolog dalam masyarakat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20%20-%20Apa%20itu%20Sosiologi_Header%20%281%29.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20%20-%20Apa%20itu%20Sosiologi_Header%20%281%29.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Ciri, &#038; Objek Kajian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Ciri, & Objek Kajian - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Apa sih pengertian sosiologi menurut para ahli? Yuk, pahami juga ciri, hakikat, objek kajian, fungsi, dan peran Sosiolog dalam masyarakat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Ciri, & Objek Kajian - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apa sih pengertian sosiologi menurut para ahli? Yuk, pahami juga ciri, hakikat, objek kajian, fungsi, dan peran Sosiolog dalam masyarakat.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-03-31T06:00:49+00:00","article_modified_time":"2026-03-31T07:41:17+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi","name":"Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Ciri, & Objek Kajian - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20%20-%20Apa%20itu%20Sosiologi_Header%20%281%29.jpg","datePublished":"2026-03-31T06:00:49+00:00","dateModified":"2026-03-31T07:41:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"description":"Apa sih pengertian sosiologi menurut para ahli? Yuk, pahami juga ciri, hakikat, objek kajian, fungsi, dan peran Sosiolog dalam masyarakat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20%20-%20Apa%20itu%20Sosiologi_Header%20%281%29.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pojok%20Sekolah%20%20-%20Apa%20itu%20Sosiologi_Header%20%281%29.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Ciri, &#038; Objek Kajian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=562"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6539,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/562\/revisions\/6539"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}