{"id":5611,"date":"2025-07-14T15:00:42","date_gmt":"2025-07-14T08:00:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=5611"},"modified":"2025-07-14T14:45:39","modified_gmt":"2025-07-14T07:45:39","slug":"teks-narasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi","title":{"rendered":"Teks Narasi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c56f8694-39a1-4a82-b629-30a258e26c68.png\" alt=\"teks narasi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Teks narasi merupakan teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara berurutan (kronologis). Yuk, pahami pengertian, jenis, dan contohnya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu pernah membaca novel, cerpen, dongeng, atau biografi tokoh? Semua teks tersebut ditulis menggunakan teks narasi. Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara runtut, biasanya berdasarkan urutan waktu. Karena itulah, teks narasi biasanya enak dibaca dari awal hingga akhir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks narasi nggak hanya digunakan untuk tulisan fiksi aja, tapi juga sering dipakai dalam tulisan non-fiksi seperti biografi. Nah, agar semakin paham, yuk kita pelajari lebih jauh apa itu teks narasi!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Teks Narasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum masuk ke pembahasan lebih jauh, yuk ketahui dulu apa yang dimaksud dengan teks narasi! <\/span><strong>Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu (kronologis).<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Ceritanya bisa bersifat fiksi maupun nonfiksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita sejarah merupakan salah satu contoh teks narasi, karena biasanya diceritakan secara berurutan dari awal hingga akhir. Tapi, alur cerita dalam teks narasi nggak selalu harus maju, bisa juga mundur, atau gabungan keduanya (maju mundur).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa tujuan dari teks narasi? Tujuan teks narasi adalah membantu pembaca memahami cerita dengan lebih jelas, menyampaikan informasi, menambah wawasan, dan, memberi hiburan bagi pembacanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama\">Teks Drama: Pengertian, Unsur, Ciri, Struktur, dan Kebahasaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Teks Narasi\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui apa tujuan teks narasi, yuk ketahui ciri-ciri teks narasi!<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Paragraf narasi berisi cerita tentang suatu peristiwa, bisa berdasarkan kejadian nyata, imajinasi, atau gabungan keduanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalamnya ada tindakan atau perbuatan tokoh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita disusun berdasarkan urutan waktu atau kronologis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada konflik atau masalah yang membuat cerita menarik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki unsur-unsur pembentuk seperti tema, latar, alur, tokoh, dan sudut pandang.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-surat\">Pengertian Teks\u00a0 Surat, Struktur, Jenis, dan Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Unsur Teks Narasi\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks narasi memiliki unsur-unsur sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Tema<\/strong> <\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gagasan utama dari cerita yang ingin disampaikan. Misalnya, cerita tentang persahabatan, keluarga, kejujuran, perjuangan, dan perpisahan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Latar<\/strong> <\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Latar menjelaskan informasi tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita. Misalnya, pagi hari di sekolah, atau malam hari di rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Alur<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alur adalah urutan jalannya cerita. Alur bisa maju, mundur, atau gabungan keduanya (maju &amp; mundur).<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Tokoh<\/span> <\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tokoh atau penokohan adalah karakter-karakter yang ada di dalam cerita. Berdasarkan wataknya, ada tokoh protagonis (utama), antagonis (lawan tokoh utama), dan tritagonis (penengah).\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Sudut pandang<\/strong> <\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sudut pandang merupakan cara penulis menyampaikan cerita. Bisa menggunakan sudut pandang orang pertama \u2018aku\u2019, orang kedua, atau orang ketiga \u2018dia\u2019 dan \u2018mereka\u2019.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-ulasan\">Contoh Teks Ulasan Berbagai Karya Beserta Strukturnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Teks Narasi\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur umum teks narasi adalah sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Orientasi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orientasi adalah bagian awal cerita. Pada bagian ini, penulis mengenalkan tokoh-tokoh, latar tempat dan waktu, penokohan, serta gambaran awal situasi atau kejadian.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Komplikasi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komplikasi adalah bagian yang berisi masalah atau konflik. Konflik ini bisa menimbulkan kejadian-kejadian lain yang membuat cerita menjadi seru dan menegangkan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Resolusi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Resolusi adalah bagian pemecahan masalah, biasanya ditandai dengan penurunan konflik sampai selesai.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Koda (Reorientasi)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Koda adalah bagian penutup cerita. Bagian ini kadang berisi pesan moral, tapi sifatnya opsional atau tidak wajib dalam teks narasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis Teks Narasi dan Contohnya\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks narasi terdiri dari tiga jenis, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Teks Narasi Informatif (Ekspositoris)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Narasi informatif adalah<\/strong> jenis narasi yang bertujuan <strong>memberikan informasi<\/strong> secara jelas dan tepat tentang suatu peristiwa atau kejadian. Contoh: biografi tokoh, laporan perjalanan, dan kisah sejarah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh teks narasi informatif:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pertempuran 10 November di Surabaya\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 10 November meletuslah pertempuran Surabaya untuk mengusir penjajah dari tanah air. Perang ini berawal dari kemarahan tentara Inggris akibat dari terbunuhnya pimpinan mereka, Brigadir Jenderal Mallaby.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat tewasnya pimpinan mereka pihak Inggris dan sekutunya memberikan sebuah ultimatum kepada seluruh pejuang yang ada di Surabaya waktu itu untuk menyerah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya menyerah, rakyat Surabaya justru membentuk milisi-milisi perjuangan untuk menghadapi Inggris yang mengancam akan menyerang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui ultimatumnya ditolak, pihak Inggris dan sekutunya marah besar. Pada 10 November pagi, mereka melancarkan serangan besar-besaran melalui laut, darat, dan udara, dengan mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Surabaya diserang habis-habisan oleh pihak sekutu. Seluruh pejuang dan rakyat Surabaya turun ke jalan untuk melakukan perlawanan. Semangat juang para pahlawan waktu itu muncul berkat seorang pemuda yang bernama Bung Tomo. Dia dengan gagah berani memekikan pidato untuk membakar seluruh semangat para pejuang.<\/span><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Teks Narasi Artistik\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Narasi artistik adalah<\/strong> teks yang ditulis untuk memberikan <strong>pengalaman estetis<\/strong> kepada pembacanya. Teks narasi ini dapat berupa cerita fiksi atau nonfiksi, dan biasanya menggunakan bahasa figuratif atau kiasan. Contohnya: novel, dongeng, atau cerita inspiratif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh teks narasi artistik:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Petualangan Boneka Piggy<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Si Piggy adalah boneka kecil dengan bahan handuk lembut. Di dalam perut boneka ini terdapat biji plastik kecil, membuatnya asik untuk dilempar-lempar. Kakinya yang empuk, berukuran sangat pas untuk menghapus air mata. Jack sang pemilik, setiap malam tidur sembari mengisap telinga Si Piggy.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa sangka jika mainan kesayangan Jack itu hilang di tengah salju menjelang Natal. Jack kemudian mendapatkan mainan baru pengganti Si Piggy. Sayangnya Jack kurang menyukainya dan masih merasa kehilangan boneka piggy kesayangannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa pernah diduga sebelumnya, saat malam Natal tiba seluruh mainan ternyata bisa hidup dan berbicara selayaknya manusia, termasuk mainan pengganti Si Piggy.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kebaikan hatinya, pengganti Si Piggy kemudian menawarkan diri untuk menemani Jack menemukan mainan kesayangannya. Kemudian mereka berdua berpetualang bersama menyelesaikan seluruh misi demi menemukan kembali Si Piggy.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Teks Narasi Sugestif\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Narasi sugestif adalah<\/strong> jenis narasi yang menyampaikan cerita dengan <strong>maksud tersirat atau pesan tersembunyi<\/strong> untuk pembaca atau pendengarnya. Pembaca diajak untuk mengambil pelajaran dari cerita tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh teks narasi sugestif:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari itu langit sangat terik, tetapi Budi tetap menarik gerobaknya. Dia susuri lorong-lorong pasar itu dengan harap ada yang membeli getuk buatan ibunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari itu Budi sangat memerlukan uang untuk biaya pengobatan ayahnya. Sejak pagi tadi Budi mengelilingi pasar dengan gerobaknya, tetapi tak seorang pun yang membeli bahkan hanya untuk menawarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Budi hampir putus asa, pikiran-pikiran jahat mulai masuk ke otaknya. Namun, Budi teringat kata-kata ibunya bahwa berbuat baik dan berdoalah agar mendapat berkah dari Allah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Budi menepis semua pikiran jahat tadi dan berdoa kepada Allah agar dia bisa mendapatkan uang untuk ayahnya. Budi melanjutkan perjalanan. Saat itu Budi melihat seorang pria yang sedang mengikuti seorang ibu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPasti orang itu akan berbuat yang tidak-tidak!\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> pikir Budi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Benar saja, seketika pria itu merampas tas si ibu. Ibu itu menjerit, dengan cepat kilat Budi menjegal pencuri itu hingga terjatuh. Tas itu pun terjatuh bersama si pencuri, lalu pencuri tersebut melarikan diri. Budi mengambil tas itu dan memberikannya kepada ibu pemilik tas tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerima kasih, Nak, untung ada dirimu,\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> kata ibu itu.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya, lain kali hati-hati ya, Bu,\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab Budi sambil meninggalkan ibu itu. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebentar, Nak, ini ada sesuatu untukmu,\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> kata ibu itu. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidak usah, Bu,\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tolak Budi dengan halus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita itu kagum dengan kebaikan Budi. Tanpa sengaja dia melihat gerobak getuk dan berkata,\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaiklah kalau kamu tidak mau menerimanya, biarkan saya membeli semua getukmu\u201d.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Budi senang dan terharu, akhirnya dia bisa membelikan obat untuk ayahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerima kasih, Bu,\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab Budi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><b><i>\u2014<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan mengenai teks narasi, mulai dari pengertian, ciri-ciri, unsur, struktur, jenis-jenis, hingga contohnya! Seru, kan? Semoga penjelasan ini bisa membantumu memahami materi dengan lebih baik, ya!\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu ingin belajar lebih dalam tentang Bahasa Indonesia atau pelajaran lainnya, yuk belajar di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">! Fasilitasnya lengkap, pengajarnya berpengalaman, dan cara belajarnya seru. Klik <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">banner <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">di bawah ini untuk info selengkapnya!<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/npf\/packages?tag=brainacademy-offline&amp;referralCookiesId=a96f002c-56ae-4957-8762-cf6b51912915\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hakim, Luqman. 2025. Teks Narasi Adalah: Ciri-ciri, Contoh, Struktur, dan Kaidah [daring]. Tautan: https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/teks-narasi\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rosa, Nikita. 2022. Teks Narasi: Pengertian Ciri-Ciri, Struktr, Hingga Contohnya [daring]. Tautan: https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6435176\/teks-narasi-pengertian-ciri-ciri-struktur-hingga-contohnya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aeni, Siti Nur. 2021. Kumpulan Contoh Teks Narasi yang bisa Menjadi Referensi Belajar [daring]. Tautan: https:\/\/katadata.co.id\/berita\/nasional\/61a0a76950973\/kumpulan-contoh-teks-narasi-yang-bisa-menjadi-referensi-belajar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses: 10 Juni 2025)<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teks narasi merupakan teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara berurutan (kronologis). Yuk, pahami pengertian, jenis, dan contohnya! \u2014 Apakah kamu pernah membaca novel, cerpen, dongeng, atau biografi tokoh? Semua teks tersebut ditulis menggunakan teks narasi. Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara runtut, biasanya berdasarkan urutan waktu. Karena itulah, teks narasi biasanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5611,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1752479012:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Teks narasi merupakan teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara berurutan (kronologis). Yuk, pahami pengertian, jenis, dan contohnya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c56f8694-39a1-4a82-b629-30a258e26c68.png"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-5611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teks Narasi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teks Narasi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Teks narasi merupakan teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara berurutan (kronologis). Yuk, pahami pengertian, jenis, dan contohnya! \u2014 Apakah kamu pernah membaca novel, cerpen, dongeng, atau biografi tokoh? Semua teks tersebut ditulis menggunakan teks narasi. Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara runtut, biasanya berdasarkan urutan waktu. Karena itulah, teks narasi biasanya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-14T08:00:42+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi\",\"name\":\"Teks Narasi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c56f8694-39a1-4a82-b629-30a258e26c68.png\",\"datePublished\":\"2025-07-14T08:00:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c56f8694-39a1-4a82-b629-30a258e26c68.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c56f8694-39a1-4a82-b629-30a258e26c68.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teks Narasi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teks Narasi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teks Narasi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Teks narasi merupakan teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara berurutan (kronologis). Yuk, pahami pengertian, jenis, dan contohnya! \u2014 Apakah kamu pernah membaca novel, cerpen, dongeng, atau biografi tokoh? Semua teks tersebut ditulis menggunakan teks narasi. Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara runtut, biasanya berdasarkan urutan waktu. Karena itulah, teks narasi biasanya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-07-14T08:00:42+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi","name":"Teks Narasi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c56f8694-39a1-4a82-b629-30a258e26c68.png","datePublished":"2025-07-14T08:00:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c56f8694-39a1-4a82-b629-30a258e26c68.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c56f8694-39a1-4a82-b629-30a258e26c68.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-narasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teks Narasi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5611"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5611\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5614,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5611\/revisions\/5614"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5611"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}