{"id":5454,"date":"2025-06-18T11:00:40","date_gmt":"2025-06-18T04:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=5454"},"modified":"2025-06-18T11:06:42","modified_gmt":"2025-06-18T04:06:42","slug":"penginderaan-jauh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh","title":{"rendered":"Penginderaan Jauh: Pengertian, Manfaat dan Komponennya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5b9d0bb5-9eb8-4b4b-bd8b-fda2c2886e11.png\" alt=\"penginderaan jauh\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Penginderaan jauh mengumpulkan informasi tentang berbagai objek di permukaan bumi. Apa itu? Yuk, ketahui cara kerja, komponen, dan fungsinya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu pernah mendengar tentang penginderaan jauh? Teknologi ini sering digunakan oleh satelit, pesawat terbang, juga untuk memantau cuaca dan bencana alam. Penginderaan jauh punya banyak manfaat, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Misalnya, untuk meramalkan cuaca, mitigasi bencana alam, dan membantu pertanian. Apa sih penginderaan jauh itu? Bagaimana cara kerjanya? Yuk, simak informasi lengkapnya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Penginderaan Jauh<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Lillesand and Kiefer, penginderaan jauh<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">remote sensing<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi mengenai suatu objek, daerah atau fenomena dengan jalan analisis data yang diperoleh melalui alat perekam (sensor) yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media perantaranya, tanpa menyentuh objek tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, menurut Lindgren, penginderaan jauh adalah berbagai teknik untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi. Informasi tersebut khusus berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan dua definisi di atas, dapat kita simpulkan bahwa <\/span><strong>penginderaan jauh adalah cara mengumpulkan informasi tentang permukaan bumi tanpa harus menyentuhnya langsung.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Teknologi ini bekerja dengan menganalisis gambar atau data yang diperoleh dari sensor (perekam), seperti yang ada di pesawat atau satelit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh penginderaan jauh antara lain, satelit pengamatan bumi, satelit cuaca, kamera pada pesawat terbang, dan kamera pada satelit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer\">Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Kerja Penginderaan Jauh\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara kerja penginderaan jauh adalah dengan mengumpulkan data melalui pemantauan dan analisis radiasi elektromagnetik. Energi yang dipancarkan atau dipantulkan oleh suatu objek akan direkam oleh sensor (perekam), yang menangkap berbagai panjang gelombang, mulai dari cahaya tampak, infrared dan mikrogelombang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8bf4bd6d-5dcb-4631-a35b-890be7d90ea8.png\" alt=\"cara kerja penginderaan jauh\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Cara kerja penginderaan jauh. (Sumber: commons.wikimedia.org)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan sumber energinya, <\/span><strong>penginderaan jauh terbagi menjadi dua, yaitu penginderaan jauh aktif dan pasif.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Penginderaan jauh aktif menggunakan sumber energi buatan seperti sinar lampu atau pulsa radar untuk menangkap data. Sementara itu, penginderaan jauh pasif menggunakan cahaya matahari sebagai sumber tenaga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ilmu-geografi\">Pengertian Geografi Menurut Para Ahli dan Cabang Ilmunya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Citra Penginderaan Jauh<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penginderaan jauh, hasil yang diperoleh sering disebut citra, yaitu gambaran atau foto dari objek, wilayah, atau fenomena yang ditangkap oleh sensor pesawat atau satelit. Citra ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu citra foto dan citra non-foto. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Citra Foto<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Citra foto adalah gambar yang diambil menggunakan kamera<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, biasanya dari pesawat terbang. Citra ini menggunakan cahaya tampak atau inframerah dekat untuk menangkap objek di permukaan bumi, seperti pemandangan alam atau perkotaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ea427b2c-2fdd-45bc-ba0e-18762de5fb45.png\" alt=\"perbedaan citra foto dan non-foto\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Citra Non-foto\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Citra non-foto adalah gambar yang dihasilkan oleh sensor selain kamera<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti pemindai atau radar. Citra ini bisa menangkap gelombang yang nggak terlihat oleh mata manusia, seperti gelombang mikro atau sinar-X. Contohnya, citra radar bisa menunjukkan permukaan bumi meskipun tertutup awan atau kegelapan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Komponen Penginderaan Jauh\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa komponen yang saling berhubungan dan membentuk sistem penginderaan jauh, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Tenaga<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penginderaan jauh memerlukan tenaga (pencahayaan) agar objek permukaan bumi bisa terlihat dengan jelas saat direkam. Tenaga yang digunakan antara lain, matahari, bulan, maupun cahaya buatan. Penginderaan jauh dengan tenaga matahari disebut sistem pasif, sedangkan penginderaan jauh dengan tenaga buatan disebut sistem aktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Atmosfer<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer\">Atmosfer adalah<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> lapisan udara yang menyelimuti bumi. Saat tenaga elektromagnetik dari sinar matahari bergerak menuju permukaan bumi, tidak semuanya bisa mencapai bumi. Sebagian energi akan diserap, dipantulkan, atau diteruskan oleh atmosfer. Hanya gelombang tertentu saja yang bisa menembus atmosfer dan mencapai permukaan bumi, ini disebut jendela atmosfer. Nah, jendela atmosfer inilah yang digunakan dalam penginderaan jauh.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Interaksi Tenaga dan Objek<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penginderaan jauh, interaksi tenaga dan objek bisa dilihat dari tingkat kecerahan (rona) pada citra udara. Setiap objek memiliki kemampuan yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan energi ke sensor, hal ini memengaruhi bagaimana objek terlihat dalam citra.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Objek dengan daya pantul tinggi akan terlihat cerah pada citra, misalnya salju di puncak gunung. Sebaliknya, objek dengan daya pantul rendah akan terlihat gelap pada citra, seperti gunung yang tertutup lahar dingin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Sensor\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen selanjutnya adalah sensor atau perekam. Fungsi sensor dalam penginderaan jauh adalah untuk menerima dan merekam energi yang dipantulkan oleh objek. Berdasarkan cara kerjanya, sensor dibagi menjadi dua jenis, yaitu sensor fotografik dan elektronik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sensor fotografik menggunakan film sebagai detektor dan menghasilkan foto, seperti foto udara dari pesawat dan citra satelit dari luar angkasa. Sedangkan sensor elektronik bekerja dengan menangkap sinyal elektrik yang dipancarkan atau dipantulkan oleh objek. Sinyal ini kemudian direkam dan diproses menjadi citra atau data digital.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Perolehan Data<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perolehan data adalah proses mendapatkan atau mengekstraksi informasi dari gambar penginderaan jauh. Cara memperoleh data dalam penginderaan jauh dibagi menjadi dua, yaitu manual dan digital.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara manual dilakukan dengan interpretasi visual (menganalisis dan mengenali objek dalam citra), seperti pada foto udara. Sementara cara digital menggunakan komputer untuk mengolah data, terutama pada hasil penginderaan elektronik, yang bisa dianalisis baik secara manual atau digital.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Pengguna Data<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengguna data adalah pihak yang memanfaatkan hasil penginderaan jauh untuk berbagai keperluan, seperti perencanaan atau pemantauan. Data ini bisa digunakan di berbagai bidang, seperti militer, kependudukan, pemetaan, serta meteorologi dan klimatologi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-tata-surya\"> Sistem Tata Surya, Pengertian, Teori dan Anggota Penyusunnya<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Manfaat Penginderaan Jauh<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penginderaan jauh memiliki manfaat di berbagai bidang, antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Meteorologi dan Klimatologi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penginderaan jauh membantu memantau suhu, kelembaban udara, dan pola angin sehingga bermanfaat untuk meramalkan cuaca dan memahami perubahan iklim.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Pembuatan Peta<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra satelit dapat digunakan untuk membuat peta yang lebih akurat dan detail. Peta ini berguna dalam perencanaan kota, pengelolaan sumber daya alam, dan pembangunan infrastruktur.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kehutanan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penginderaan jauh bisa digunakan untuk mengamati kondisi hutan seperti mendeteksi penggundulan hutan (deforestasi) dan kebakaran hutan. Dengan data ini, upaya pelestarian hutan bisa dilakukan dengan lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sumber-daya-alam\">Sumber Daya Alam: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Melestarikan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kelautan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penginderaan jauh membantu memantau suhu air laut, arus, serta kondisi lainnya yang bermanfaat bagi navigasi kapal, perikanan, dan penelitian mengenai laut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Pertanian<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melihat kondisi tanah dan tanaman dari citra satelit, petani bisa mengelola lahan dengan lebih baik dan meningkatkan hasil panen. Misalnya, mengetahui area tanah yang butuh lebih banyak air atau pupuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Mitigasi Bencana Alam\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penginderaan jauh bisa digunakan untuk mendeteksi bencana seperti banjir, gempa bumi, dan letusan gunung berapi. Data ini membantu tim penyelaman dalam menangani bencana alam lebih cepat dan efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Perencanaan Kota<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Data dari penginderaan jauh juga bisa dimanfaatkan untuk mengawasi pertumbuhan kota, merencanakan tata ruang, dan mengelola pembangunan agar lebih tertata.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan tentang penginderaan jauh. Gimana? Seru, kan! Kalau kamu mau belajar lebih banyak lagi tentang penginderaan jauh atau materi geografi lainnya, coba belajar di <\/span><strong><a href=\"http:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Kamu bisa belajar apa aja bareng Master Teacher super seru dan berpengalaman pastinya!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Branch\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prasongko, Eko Titis &amp; Rudi Hendrawansyah. 2009. Geografi 3: Untuk Siswa Sekolah Menengah Atas-Madrasah Aliah Kelas XII. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unesa. Manfaat Penginderaan Jauh [daring]. Tautan: https:\/\/statik.unesa.ac.id\/profileunesa_konten_statik\/uploads\/geofish\/file\/15bf0d35-35c7-4cdf-8ddb-51fbf5387aea.pdf?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gramedia. Penginderaan Jauh: Pengertian, Komponen, Kelebihan dan Kekurangan [daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/penginderaan-jauh-2 <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses 31 Januari 2025)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber gambar:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Remote_sensing_system_diagram.svg<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penginderaan jauh mengumpulkan informasi tentang berbagai objek di permukaan bumi. Apa itu? Yuk, ketahui cara kerja, komponen, dan fungsinya! \u2014 Apakah kamu pernah mendengar tentang penginderaan jauh? Teknologi ini sering digunakan oleh satelit, pesawat terbang, juga untuk memantau cuaca dan bencana alam. Penginderaan jauh punya banyak manfaat, lho. Misalnya, untuk meramalkan cuaca, mitigasi bencana alam, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5454,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1750219506:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Penginderaan jauh mengumpulkan informasi tentang berbagai objek di permukaan bumi. Apa itu? Yuk, ketahui cara kerja, komponen, dan fungsinya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5b9d0bb5-9eb8-4b4b-bd8b-fda2c2886e11.png"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-5454","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penginderaan Jauh: Pengertian, Manfaat dan Komponennya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penginderaan Jauh: Pengertian, Manfaat dan Komponennya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penginderaan jauh mengumpulkan informasi tentang berbagai objek di permukaan bumi. Apa itu? Yuk, ketahui cara kerja, komponen, dan fungsinya! \u2014 Apakah kamu pernah mendengar tentang penginderaan jauh? Teknologi ini sering digunakan oleh satelit, pesawat terbang, juga untuk memantau cuaca dan bencana alam. Penginderaan jauh punya banyak manfaat, lho. Misalnya, untuk meramalkan cuaca, mitigasi bencana alam, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-18T04:00:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-18T04:06:42+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh\",\"name\":\"Penginderaan Jauh: Pengertian, Manfaat dan Komponennya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5b9d0bb5-9eb8-4b4b-bd8b-fda2c2886e11.png\",\"datePublished\":\"2025-06-18T04:00:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-18T04:06:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5b9d0bb5-9eb8-4b4b-bd8b-fda2c2886e11.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5b9d0bb5-9eb8-4b4b-bd8b-fda2c2886e11.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penginderaan Jauh: Pengertian, Manfaat dan Komponennya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penginderaan Jauh: Pengertian, Manfaat dan Komponennya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penginderaan Jauh: Pengertian, Manfaat dan Komponennya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Penginderaan jauh mengumpulkan informasi tentang berbagai objek di permukaan bumi. Apa itu? Yuk, ketahui cara kerja, komponen, dan fungsinya! \u2014 Apakah kamu pernah mendengar tentang penginderaan jauh? Teknologi ini sering digunakan oleh satelit, pesawat terbang, juga untuk memantau cuaca dan bencana alam. Penginderaan jauh punya banyak manfaat, lho. Misalnya, untuk meramalkan cuaca, mitigasi bencana alam, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-06-18T04:00:40+00:00","article_modified_time":"2025-06-18T04:06:42+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh","name":"Penginderaan Jauh: Pengertian, Manfaat dan Komponennya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5b9d0bb5-9eb8-4b4b-bd8b-fda2c2886e11.png","datePublished":"2025-06-18T04:00:40+00:00","dateModified":"2025-06-18T04:06:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5b9d0bb5-9eb8-4b4b-bd8b-fda2c2886e11.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5b9d0bb5-9eb8-4b4b-bd8b-fda2c2886e11.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penginderaan-jauh#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penginderaan Jauh: Pengertian, Manfaat dan Komponennya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5454"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5454\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5455,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5454\/revisions\/5455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}