{"id":5413,"date":"2025-06-10T09:00:30","date_gmt":"2025-06-10T02:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=5413"},"modified":"2025-06-10T10:21:04","modified_gmt":"2025-06-10T03:21:04","slug":"peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis","title":{"rendered":"Peta: Pengertian, Fungsi, Unsur, Tujuan, dan Jenis-Jenis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7940d51a-8a2f-4723-9bb2-011b6172b090.png\" alt=\"peta\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Peta digital seperti Google Maps membantu kita mengetahui wilayah dengan mudah. Lalu, apa yang dimaksud dengan peta itu? Yuk, kita bahas di artikel berikut!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak zaman dulu, manusia sudah terbiasa menggambarkan wilayah sekitarnya, mulai dari jalur dagang, rute perjalanan, hingga lokasi sumber air melalui peta. Seiring berjalannya waktu, bentuk dan fungsi peta pun berkembang mengikuti kebutuhan manusia dan kemajuan teknologi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, peta tidak hanya bisa ditemukan di buku atau dinding kelas, tetapi juga tersedia dalam bentuk digital melalui berbagai aplikasi. Peta memiliki beragam jenis dan fungsi, tergantung pada informasi apa yang ingin kita ketahui dari suatu wilayah. Misalnya, peta Indonesia untuk mempelajari geografi dalam negeri, sedangkan peta dunia berguna untuk menemukan lokasi negara dan benua secara global.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di artikel ini kita akan membahas apa itu peta, fungsi, unsur, dan jenis-jenisnya.\u00a0 Yuk, simak penjelasannya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Peta<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Peta adalah representasi grafis atau visual dari seluruh atau sebagian permukaan bumi yang diproyeksikan ke bidang datar dengan skala tertentu<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Peta menyajikan berbagai informasi geografis, seperti topografi (bentuk dan ketinggian lahan), hidrografi (sungai, danau, laut), batas wilayah administratif, jaringan jalan, bangunan, hingga fenomena alam lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat peta cukup beragam, seperti membantu memahami kondisi geografis suatu wilayah, merencanakan pembangunan, serta menunjang keperluan navigasi dan pendidikan. Secara umum, peta menggambarkan ruang tiga dimensi dalam bentuk dua dimensi. Proses pembuatan peta disebut dengan kartografi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dd8ff611-b1c7-4d1d-bb01-9962b6f22f0b.png\" alt=\"gambar peta dunia\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar Peta Dunia (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Tujuan Peta<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta memiliki beberapa tujuan dalam membantu kehidupan sehari-hari maupun dalam bidang keilmuan, diantaranya yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyampaikan informasi geografis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membantu dalam navigasi dan perjalanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bidang pembangunan, tata ruang, pertanian, hingga militer, peta digunakan untuk merencanakan wilayah, menganalisis potensi, dan membuat keputusan strategis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai alat bantu analisis data spasial, seperti perhitungan volume<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Peta<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa fungsi dari peta antara lain sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menunjukkan letak atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggambarkan berbagai bentuk fisik di bumi, seperti benua, negara, pegunungan, dan badan air.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menampilkan ukuran berupa luas, jarak, serta arah suatu wilayah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyajikan data dan informasi mengenai potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membantu peneliti dalam persiapan survey lapangan dengan memberikan gambaran kondisi wilayah yang akan diteliti.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berperan sebagai alat analisis untuk memperoleh suatu kesimpulan tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Digunakan untuk menjelaskan berbagai rencana yang telah dibuat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai alat untuk mempelajari hubungan timbal balik antara fenomena geografis di permukaan bumi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi\">Penelitian Geografi: Pengertian, Metode, Jenis, dan Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Unsur-Unsur Peta<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta terdiri dari berbagai unsur yang berfungsi untuk memudahkan penggunanya dalam memahami dan menggunakan peta tersebut. Berikut ini adalah beberapa unsur yang biasanya terdapat pada peta:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Judul Peta<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Judul pada peta berperan untuk menggambarkan isi dan jenis peta tersebut. Umumnya, judul diletakkan di bagian atas tengah, kanan atas, atau bawah peta dengan ukuran font yang besar dan tebal agar mudah dilihat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Orientasi (Penunjuk Arah Mata Angin)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orientasi berfungsi sebagai penanda arah mata angin pada peta. Biasanya ditunjukkan dengan panah yang mengarah ke atas, di atasnya terdapat huruf \u201cU\u201d yang menunjukkan arah Utara. Dengan begitu, arah kanan berarti Timur, bawah adalah Selatan, dan kiri menunjukkan Barat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Skala Peta<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skala peta adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Skala biasanya tercantum di bawah judul peta dengan penulisan dibagi menjadi tiga macam, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Skala angka,<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan skala yang ditulis dengan angka. Misalnya, 1 : 2.500.000, berarti 1 cm pada peta mewakili 25 km jarak sebenarnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Skala garis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> merupakan skala yang dibuat dalam bentuk garis horizontal yang memiliki panjang tertentu, di mana setiap ruas berukuran 1 cm atau lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat peta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Skala verbal,<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan merupakan skala yang ditulis dengan kata-kata.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Warna Peta<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Warna peta digunakan untuk membedakan objek atau ketampakan di permukaan bumi, serta memberikan nilai estetika pada peta. Secara umum, warna peta terdiri atas:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Hijau<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukkan daerah dengan ketinggian kurang dari 200 m (dataran rendah).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Hijau muda<\/strong><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">untuk menunjukan daerah dengan ketinggian 200\u2013400 m di atas permukaan laut (daerah bergelombang dan bukit).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Kuning<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menunjukan daerah dengan ketinggian 500\u20131000 m di atas permukaan laut\u00a0 (dataran tinggi dan pegunungan rendah).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Cokelat muda<\/strong><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">untuk menunjukan daerah dengan ketinggian 1000\u20131500 m di atas permukaan laut (pegunungan sedang disertai gunung yang rendah).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Cokelat<\/strong><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">menunjukkan daerah dengan ketinggian lebih dari 1500 m (gunung yang relatif tinggi).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Merah<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> biasanya digunakan untuk jalan kereta api dan gunung berapi aktif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Biru<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> melambangkan kenampakan perairan dengan berbagai gradasi warna yang menandakan kedalaman laut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Legenda<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda peta adalah penjelasan mengenai simbol-simbol yang ada di peta, sehingga pembaca dapat memahami makna dari setiap tanda atau gambar yang digunakan. Simbol peta ini bisa berupa ikon, gambar, atau tanda khusus yang merepresentasikan objek di permukaan bumi. Jenis simbol dalam legenda antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Simbol titik,<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukkan lokasi atau data posisi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Simbol garis<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> menggambarkan data yang berkaitan dengan jarak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Simbol area<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> mewakili suatu wilayah tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Simbol aliran<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> menunjukkan arah gerak atau aliran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Simbol batang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> untuk menyatakan nilai atau harga perbandingan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Simbol lingkaran<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> menunjukkan kuantitas dalam bentuk persentase.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Simbol bola<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> menggambarkan volume, dimana ukuran bola menandakan besar kecilnya volume.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Tipe Huruf (<\/b><em><b>Lettering<\/b><\/em><b>)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lettering digunakan untuk memperjelas arti simbol dengan gaya tulisan berbeda. Macam-macam penggunaan lettering, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Huruf tegak untuk objek hipsografi, contoh: Surakarta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Huruf miring untuk objek hidrografi, contoh: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Laut Jawa<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Inset<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inset adalah peta kecil yang disisipkan dalam peta utama dengan fungsi berbeda, seperti:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Inset penunjuk lokasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menunjukkan daerah yang belum dikenal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Inset penjelas<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk memperbesar daerah tertentu yang penting.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Inset penyambung<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menghubungkan daerah yang terpotong di peta utama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Garis Astronomis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan untuk menunjukkan letak suatu tempat atau wilayah yang dibentuk secara berlawanan arah satu sama lain sehingga membentuk vektor yang menunjukan letak astronomis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Garis Tepi Peta<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Garis tepi berfungsi membatasi ruang peta sekaligus menempatkan garis astronomis secara rapi dan benar pada peta.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Garis Lintang dan Garis Bujur<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Garis lintang adalah garis yang melintang dari barat ke timur, sementara garis bujur membujur dari utara ke selatan, dan keduanya digunakan untuk menentukan posisi geografis secara tepat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Sumber dan Tahun Pembuatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber peta adalah bagian yang menunjukkan referensi data peta serta tahun kapan peta tersebut dibuat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/letak-geografis-dan-astronomis-indonesia\">Letak Geografis &amp; Astronomis Indonesia beserta Pengaruhnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Peta<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta memiliki berbagai macam jenis yang penting untuk kamu ketahui. Jenis-jenis peta dapat dibedakan berdasarkan isi, skala, bentuk, fungsi, dan keadaan objeknya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Jenis Peta Berdasarkan Isi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dilihat dari isinya, peta dibagi menjadi dua jenis, yaitu peta umum dan peta tematik (khusus).<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Peta Umum<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta umum adalah jenis peta yang menyajikan gambaran keseluruhan mengenai permukaan bumi, baik itu unsur alam, hasil buatan manusia, maupun aspek kebudayaan. Peta ini terbagi menjadi beberapa jenis antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta Topografi<\/strong><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan peta yang menunjukkan bentuk permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Ciri khas peta ini adalah penggunaan garis kontur, yaitu garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian sama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta Korografi,<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan jenis peta yang menggambarkan wilayah secara umum dalam cakupan luas atau sebagian dari permukaan bumi, biasanya berskala sedang. Contoh peta korografi adalah atlas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta Geografi (Peta Dunia),<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan jenis peta yang menunjukkan keseluruhan permukaan bumi dalam skala sangat kecil. Contoh peta geografi adalah globe.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><strong>b. Peta Khusus (Peta Tematik)<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta khusus atau tematik adalah jenis peta yang menampilkan informasi tertentu, seperti data kepadatan penduduk, penggunaan lahan, atau lokasi pariwisata. Peta ini menggunakan simbol sesuai dengan tema yang dibahas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Jenis Peta Berdasarkan Skala<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan skalanya, peta dapat dibedakan menjadi lima jenis, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Peta Kadaster<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta kadaster adalah jenis peta yang memiliki skala antara 1:100 hingga 1:5.000, dan biasanya digunakan untuk menggambarkan luas tanah pada sertifikat tanah.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Peta Skala Besar<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta skala besar adalah peta yang memiliki skala antara 1:5.000 hingga 1:250.000, peta ini cocok untuk menggambarkan wilayah terbatas seperti desa, kecamatan, atau kota.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Peta Skala Sedang<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta skala sedang adalah peta dengan skala 1:250.000 hingga 1:500.000. Peta ini mampu menggambarkan wilayah lebih luas, seperti pulau atau provinsi.<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Peta Skala Kecil<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta ini menggambarkan area yang sangat luas, seperti negara. Skalanya berkisar antara 1:500.000 hingga 1:1.000.000. Contohnya adalah peta wilayah Indonesia.<\/span><\/p>\n<h4><b>e. Peta Skala Geografi<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis peta ini menggunakan skala yang lebih kecil dari 1:1.000.000, sehingga mampu menunjukkan wilayah seperti benua atau seluruh dunia<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Jenis Peta Berdasarkan Bentuknya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa jenis peta berdasarkan bentuknya.<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Peta Datar<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta datar juga disebut sebagai peta dua dimensi atau peta planimetri. Peta ini dibuat di atas media datar seperti kertas, dengan simbol, warna, dan tanda visual lainnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Peta Timbul<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta timbul adalah peta yang menyajikan permukaan bumi dalam bentuk tiga dimensi, sehingga terlihat mirip dengan keadaan aslinya. Peta timbul memanfaatkan efek visual agar relief bumi lebih nyata.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Peta Digital<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta digital merupakan jenis peta yang dihasilkan dari data digital dan dapat diakses melalui perangkat komputer. Contohnya antara lain citra satelit dan foto udara digital.<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Peta Garis<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta garis adalah jenis peta yang menyajikan informasi dalam bentuk titik, garis, dan bidang untuk menunjukkan unsur-unsur alam dan buatan manusia.<\/span><\/p>\n<h4><b>e. Peta Foto<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta foto merupakan hasil dari gabungan beberapa foto udara (mosaik) yang dilengkapi dengan elemen tambahan seperti kontur, legenda, dan nama wilayah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Jenis Peta Berdasarkan Fungsinya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta juga bisa dikelompokkan menurut tujuan pembuatannya, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta lalu lintas dan komunikasi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta cuaca dan iklim<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta ekonomi dan statistik<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta militer<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta navigasi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta edukasi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta tanah<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta perhubungan laut<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta tata guna tanah<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Peta geologi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-informasi-geografis\">Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG) &amp; Tahapan Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Jenis Peta Berdasarkan Keadaan Objek<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dilihat dari sumber datanya, peta terbagi menjadi peta primer dan peta sekunder<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Peta Dinamik<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta dinamik merupakan jenis peta yang menggambarkan keadaan permukaan bumi yang mengalami perubahan secara berkala. Misalnya, peta persebaran penduduk atau peta tingkat kepadatan penduduk.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Peta Stasioner<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta stasioner merupakan peta yang menampilkan kondisi permukaan bumi yang cenderung tidak berubah dari waktu ke waktu. Contohnya, peta jalur pegunungan atau peta kedalaman laut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan singkat tentang pengertian peta, jenis-jenisnya berdasarkan isi, skala, bentuk, hingga fungsinya. Kalau masih bingung belajar materi seperti ini, coba deh ikut kelas gratis di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Master Teacher yang berpengalaman siap membantu kamu memahami materi dengan cara yang seru dan mudah dimengerti. Yuk, cobain sekarang!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Branch\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kadek, P. 2019. Pengetahuan Dasar Peta [Daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/20631\/1\/Kelas%20X_Geografi_KD%203.2.pdf. Diakses 17 Mei 2025.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Romenah. 2010. Pengetahuan Peta [Daring]. Tautan: https:\/\/bloggeografi.id\/wp-content\/uploads\/2010\/08\/pengetahuan-peta.pdf. Diakses 17 Mei 2025.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Modul Belajar Mandiri Calon Guru PPPK [Daring]. Tautan: https:\/\/cdn-gbelajar.simpkb.id\/s3\/p3k\/IPS\/Geografi\/PER%20PEMBELAJARAN\/Pembelajaran%204%20IPS%20-%20Geografi.pdf. Diakses 17 Mei 2025.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peta digital seperti Google Maps membantu kita mengetahui wilayah dengan mudah. Lalu, apa yang dimaksud dengan peta itu? Yuk, kita bahas di artikel berikut! \u2014 Sejak zaman dulu, manusia sudah terbiasa menggambarkan wilayah sekitarnya, mulai dari jalur dagang, rute perjalanan, hingga lokasi sumber air melalui peta. Seiring berjalannya waktu, bentuk dan fungsi peta pun berkembang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":5413,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1749525528:1"],"_edit_last":["1"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7940d51a-8a2f-4723-9bb2-011b6172b090.png"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa itu peta? Yuk, kita belajar di artikel berikut ini, mulai dari pengertian, tujuan, fungsi, unsur-unsurnya, hingga jenis-jenisnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-5413","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Peta: Pengertian, Fungsi, Unsur, Tujuan, dan Jenis-Jenis - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peta: Pengertian, Fungsi, Unsur, Tujuan, dan Jenis-Jenis - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Peta digital seperti Google Maps membantu kita mengetahui wilayah dengan mudah. Lalu, apa yang dimaksud dengan peta itu? Yuk, kita bahas di artikel berikut! \u2014 Sejak zaman dulu, manusia sudah terbiasa menggambarkan wilayah sekitarnya, mulai dari jalur dagang, rute perjalanan, hingga lokasi sumber air melalui peta. Seiring berjalannya waktu, bentuk dan fungsi peta pun berkembang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-10T02:00:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-10T03:21:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis\",\"name\":\"Peta: Pengertian, Fungsi, Unsur, Tujuan, dan Jenis-Jenis - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7940d51a-8a2f-4723-9bb2-011b6172b090.png\",\"datePublished\":\"2025-06-10T02:00:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-10T03:21:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7940d51a-8a2f-4723-9bb2-011b6172b090.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7940d51a-8a2f-4723-9bb2-011b6172b090.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peta: Pengertian, Fungsi, Unsur, Tujuan, dan Jenis-Jenis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peta: Pengertian, Fungsi, Unsur, Tujuan, dan Jenis-Jenis - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Peta: Pengertian, Fungsi, Unsur, Tujuan, dan Jenis-Jenis - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Peta digital seperti Google Maps membantu kita mengetahui wilayah dengan mudah. Lalu, apa yang dimaksud dengan peta itu? Yuk, kita bahas di artikel berikut! \u2014 Sejak zaman dulu, manusia sudah terbiasa menggambarkan wilayah sekitarnya, mulai dari jalur dagang, rute perjalanan, hingga lokasi sumber air melalui peta. Seiring berjalannya waktu, bentuk dan fungsi peta pun berkembang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-06-10T02:00:30+00:00","article_modified_time":"2025-06-10T03:21:04+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis","name":"Peta: Pengertian, Fungsi, Unsur, Tujuan, dan Jenis-Jenis - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7940d51a-8a2f-4723-9bb2-011b6172b090.png","datePublished":"2025-06-10T02:00:30+00:00","dateModified":"2025-06-10T03:21:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7940d51a-8a2f-4723-9bb2-011b6172b090.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7940d51a-8a2f-4723-9bb2-011b6172b090.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/peta-pengertian-fungsi-unsur-jenis#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peta: Pengertian, Fungsi, Unsur, Tujuan, dan Jenis-Jenis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5413","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5413"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5413\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5415,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5413\/revisions\/5415"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5413"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5413"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5413"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}