{"id":5394,"date":"2025-06-04T13:00:03","date_gmt":"2025-06-04T06:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=5394"},"modified":"2025-06-04T10:35:27","modified_gmt":"2025-06-04T03:35:27","slug":"siklus-hidrologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi","title":{"rendered":"Siklus Hidrologi: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0c57be9-fcdb-4951-bdf3-31cd349846d0.png\" alt=\"siklus hidrologi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Air di bumi tidak pernah habis karena adanya siklus hidrologi. Apa itu siklus hidrologi? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernah nggak sih kamu kepikiran ke mana perginya air hujan setelah membasahi bumi? Atau dari mana sebenarnya air di sungai dan danau itu berasal? Nah, semua itu ada hubungannya dengan yang namanya <strong>siklus hidrologi<\/strong> \u2014 proses alami yang terus berputar dan bikin air nggak pernah habis. Meski sering luput dari perhatian, siklus ini punya peran penting banget dalam menjaga keseimbangan alam, lho. Yuk, kita kupas tuntas perjalanan seru air dari langit ke bumi, lalu kembali lagi ke langit!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Siklus Hidrologi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum kita bahas tentang siklus hidrologi, yuk kita kenalan dulu dengan istilah hidrologi! Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang air, baik yang berada di permukaan maupun di dalam tanah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau <\/span><strong>siklus hidrologi adalah proses pergerakan air dari bumi ke atmosfer, lalu kembali lagi ke bumi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Proses ini berlangsung terus-menerus dan berperan penting dalam menjaga ketersediaan air di bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor utama yang mempengaruhi proses siklus hidrologi adalah energi dari matahari, gravitasi bumi, suhu dan <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/cuaca-dan-iklim\">iklim<\/a><\/strong>, kondisi topografi, vegetasi\/tumbuhan, kondisi tanah, dan aktivitas manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer\">Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Proses Siklus Hidrologi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siklus hidrologi melalui beberapa tahapan seperti evaporasi, transpirasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Evaporasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Evaporasi adalah proses penguapan air dari permukaan laut, danau, sungai, dan badan air lainnya akibat pemanasan sinar matahari. Air berubah menjadi uap dan naik ke atmosfer.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Transpirasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transpirasi adalah proses penguapan air dari jaringan tumbuhan, terutama melalui daun. Air yang diserap oleh akar akan keluar dalam bentuk uap air lewat stomata.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Evapotranspirasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Evapotranspirasi adalah gabungan dari evaporasi dan transpirasi, yaitu penguapan air dari permukaan tanah dan tumbuhan ke atmosfer.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kondensasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondensasi adalah proses perubahan uap air menjadi titik-titik air atau kristal es karena suhu udara yang lebih rendah di atmosfer. Titik-titik air ini membentuk awan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Presipitasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Presipitasi adalah jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, atau gerimis, tergantung pada kondisi suhu dan tekanan udara.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Infiltrasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infiltrasi adalah proses meresapnya air hujan ke dalam tanah. Air ini akan menjadi air tanah yang dapat digunakan oleh tumbuhan atau keluar kembali ke permukaan melalui mata air.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. <em>Surface run off<\/em><\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Surface run off<\/em> adalah aliran air di permukaan tanah menuju sungai, danau, atau laut. Biasanya terjadi ketika tanah tidak mampu menyerap seluruh air hujan yang jatuh.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, siklus hidrologi dimulai ketika air yang ada di laut, sungai, dan tempat lainnya menguap akibat panas matahari <\/span><strong>(evaporasi dan transpirasi)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Uap air tersebut lalu naik ke atmosfer, lalu berkumpul, dan membentuk awan. Setelah itu, uap air akan berubah menjadi titik-titik air <\/span><strong>(kondensasi)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan turun lagi ke bumi dalam bentuk hujan <\/span><strong>(presipitasi).<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7cf2b2fe-7929-481e-8cfc-8bd2fbd670f4.png\" alt=\"Gambaran siklus hidrologi\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambaran siklus hidrologi (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air hujan ini bisa langsung mengalir ke sungai dan laut (<em>surface run off<\/em>) atau meresap ke dalam tanah menjadi air tanah (infiltrasi). Nantinya, air tersebut akan kembali ke laut dan siklus ini pun terus berulang. Karena terus berputar dalam tahapan ini, jumlah air di bumi bisa relatif sama dari tahun ke tahun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-kutub-utara-dan-kutub-selatan\">Kutub Utara dan Kutub Selatan, Apa Bedanya?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis- Jenis Siklus Hidrologi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, siklus hidrologi itu gak cuma satu jenis aja, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">! Ada tiga jenis siklus hidrologi yang berbeda berdasarkan panjang pendeknya proses. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Siklus Hidrologi Pendek<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siklus ini adalah jenis siklus yang prosesnya paling singkat. Air di laut mengalami evaporasi atau penguapan. Uap air tersebut lalu naik ke atmosfer, berubah menjadi awan lewat proses <\/span><strong>kondensasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan akhirnya turun kembali ke bumi sebagai <\/span><strong>hujan (presipitasi)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, biasanya langsung jatuh ke laut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain evaporasi, ada juga yang namanya <\/span><strong>transpirasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><strong>intersepsi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dua proses yang melibatkan tumbuhan. Transpirasi adalah penguapan air dari daun dan batang tanaman, sementara intersepsi adalah air hujan yang tertahan di permukaan daun dan batang sebelum akhirnya menguap kembali. Jadi, proses penguapan air itu nggak cuma dari laut aja, tapi juga bisa dari tanaman, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">!\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f60c9ed-cff7-41a2-bae0-74c9d738bb6a.png\" alt=\"siklus hidrologi pendek\" width=\"820\" height=\"450\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. <\/b><b>Siklus Hidrologi Sedang<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di siklus sedang, air yang menguap tetap melalui proses <\/span><strong>evaporasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, lalu mengalami <\/span><strong>kondensasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan membentuk awan. Bedanya, awannya ini bisa berpindah tempat karena tiupan angin, sehingga proses ini dinamakan <\/span><strong>adveksi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena berpindah ke daratan, hujannya pun turun di wilayah darat. Setelah itu, air hujan bisa mengalir ke sungai atau danau dan kembali ke laut melalui proses <\/span><em><strong>run off<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> (aliran permukaan). Sebagian air juga bisa meresap ke dalam tanah melalui <\/span><strong>infiltrasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> sebelum akhirnya kembali ke laut dalam waktu yang lebih lama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ab326d82-e785-46be-9d67-3397f66c280d.png\" alt=\"siklus hidrologi sedang\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Siklus Hidrologi Panjang<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jenis yang satu ini memerlukan waktu paling lama. Proses awalnya masih sama dari <\/span><strong>evaporasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> lalu <\/span><strong>kondensasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi kali ini uap air berubah menjadi <\/span><strong>salju atau hujan es<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> karena suhu di atmosfer yang sangat rendah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salju yang menumpuk di pegunungan atau daerah dingin akan mencair saat suhu mulai menghangat di musim semi. Air dari salju ini kemudian mengalir ke sungai dan akhirnya kembali ke laut. Selain itu, dalam siklus ini bisa juga terjadi <\/span><strong>sublimasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu perubahan langsung dari es menjadi uap air, tanpa melalui fase cair terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e4b6971f-392a-4fd8-99ca-ceefe7ec7f0f.png\" alt=\"siklus hidrologi panjang\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Udah kebayang, kan, gimana proses siklus hidrologi itu? Mulai dari penguapan, kondensasi, sampai akhirnya hujan turun lagi ke bumi. Menarik banget, ya! Kalau kamu mau belajar materi-materi seru lainnya, yuk gabung bareng <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">bisa online atau datang ke cabang terdekat! Sampai ketemu di pembahasan seru berikutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/npf\/packages?tag=brainacademy-offline&amp;referralCookiesId=a96f002c-56ae-4957-8762-cf6b51912915\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agus, P. 2025. Dinamika Hidrosfer Geografi [daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/21818\/1\/X_GEOGRAFI_KD-3.7_FINAL.pdf. Diakses 7 April 2025<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian Siklus Hidrologi, Proses &amp; Jenis-Jenisnya [daring]. Tautan: https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/siklus-hidrologi. Diakses\u00a0 7 April 2025<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siklus Hidrologi: Pengertian, 9 Proses Tahapan Siklus, dan Jenis-jenis [daring]. Tautan: https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-7373585\/siklus-hidrologi-pengertian-9-proses-tahapan-siklus-dan-jenis-jenis. Diakses\u00a0 7 April 2025<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Air di bumi tidak pernah habis karena adanya siklus hidrologi. Apa itu siklus hidrologi? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut! \u2014 Pernah nggak sih kamu kepikiran ke mana perginya air hujan setelah membasahi bumi? Atau dari mana sebenarnya air di sungai dan danau itu berasal? Nah, semua itu ada hubungannya dengan yang namanya siklus hidrologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":5394,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1749007988:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Air di bumi tidak pernah habis karena adanya siklus hidrologi. Apa itu? Yuk, simak penjelasannya mulai dari pengertian hingga jenis-jenisnya di artikel berikut!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0c57be9-fcdb-4951-bdf3-31cd349846d0.png"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-5394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Siklus Hidrologi: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Siklus Hidrologi: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Air di bumi tidak pernah habis karena adanya siklus hidrologi. Apa itu siklus hidrologi? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut! \u2014 Pernah nggak sih kamu kepikiran ke mana perginya air hujan setelah membasahi bumi? Atau dari mana sebenarnya air di sungai dan danau itu berasal? Nah, semua itu ada hubungannya dengan yang namanya siklus hidrologi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-04T06:00:03+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi\",\"name\":\"Siklus Hidrologi: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0c57be9-fcdb-4951-bdf3-31cd349846d0.png\",\"datePublished\":\"2025-06-04T06:00:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0c57be9-fcdb-4951-bdf3-31cd349846d0.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0c57be9-fcdb-4951-bdf3-31cd349846d0.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siklus Hidrologi: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siklus Hidrologi: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Siklus Hidrologi: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Air di bumi tidak pernah habis karena adanya siklus hidrologi. Apa itu siklus hidrologi? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut! \u2014 Pernah nggak sih kamu kepikiran ke mana perginya air hujan setelah membasahi bumi? Atau dari mana sebenarnya air di sungai dan danau itu berasal? Nah, semua itu ada hubungannya dengan yang namanya siklus hidrologi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-06-04T06:00:03+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi","name":"Siklus Hidrologi: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0c57be9-fcdb-4951-bdf3-31cd349846d0.png","datePublished":"2025-06-04T06:00:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0c57be9-fcdb-4951-bdf3-31cd349846d0.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0c57be9-fcdb-4951-bdf3-31cd349846d0.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/siklus-hidrologi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siklus Hidrologi: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5394"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5396,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5394\/revisions\/5396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}