{"id":5293,"date":"2026-01-12T09:00:12","date_gmt":"2026-01-12T02:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=5293"},"modified":"2026-01-12T11:31:53","modified_gmt":"2026-01-12T04:31:53","slug":"apa-itu-litosfer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer","title":{"rendered":"Litosfer: Pengertian, Jenis, Material Penyusun, dan Fenomena"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/43341ac4-3403-49a0-bf33-f3907478d25e.png\" alt=\"apa itu litosfer\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud dengan litosfer? Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, dan fenomena litosfer.<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Planet bumi memiliki berbagai macam lapisan, salah satunya adalah litosfer. Lapisan ini terletak paling atas atau paling luar kulit bumi, sehingga disebut juga sebagai kerak bumi. Gambaran litosfer mencakup berbagai aktivitas geologi seperti pembentukan gunung, aktivitas vulkanik, dan pergerakan lempeng tektonik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata lapisan litosfer ini membawa manfaat penting dalam kehidupan makhluk hidup, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Kira-kira, apa saja manfaat litosfer tersebut? Yuk, simak artikel berikut untuk mengetahuinya lebih lanjut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Litosfer<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum membahas manfaat litosfer, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu litosfer. Nah, istilah litosfer berasal dari Bahasa Yunani yaitu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>lithos<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang berarti batuan dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>sphaira<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">berarti bulatan atau lapisan. Litosfer dapat diartikan sebagai kulit terluar dari bumi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, <\/span><strong>pengertian litosfer adalah lapisan bumi paling atas dengan ketebalan lebih kurang 70 km yang tersusun atas batuan penyusun kulit bumi.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Batuan penyusun kulit bumi tersebut berupa batu, tanah liat, abu gunung api, pasir, dan kerikil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Klarke dan Washington, lapisan litosfer di permukaan bumi hampir 75% terbentuk dari mineral yang disebut silikon oksida dan aluminium oksida. Selain itu, terdapat senyawa lain seperti besi, kalsium, sodium, potassium, magnesium, titanium, hidrogen, fosfor, mangan, sulfur, dan karbon.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/la-nina-dan-el-nino\">La Nina dan El Nino, \u201cSi Kembar\u201d yang Membawa Dampak Global<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis Litosfer<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerak bumi atau litosfer terdiri dari dua jenis yaitu <\/span><strong>litosfer benua<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>litosfer samudera<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kedua litosfer tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, bahan utama pembentuk kerak bumi adalah magma. Magma adalah batuan cair yang bersuhu tinggi dan mengandung mineral dan gas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah penjelasan mengenai kedua jenis litosfer tersebut:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Litosfer Benua<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Litosfer benua disebut juga kerak benua adalah lapisan yang terdiri dari batu granit yang mengandung silikat dan aluminium. Ketebalannya sekitar 35-70 km, lebih tebal dari litosfer samudera. Litosfer benua mencakup daratan yang kita tinggali, termasuk pegunungan, dataran, dan semua bentuk daratan lainnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Litosfer Samudera<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Litosfer samudera adalah lapisan terluar bumi yang terdiri dari batuan basalt yang mengandung silikat dan magnesium. Biasanya memiliki ketebalan sekitar 5-10 km. Litosfer samudera membentuk dasar lautan dan samudera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Lapisan Litosfer<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur lapisan litosfer tersusun atas<\/span> <strong>lapisan Sial (silisium aluminium)<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><strong>lapisan Sima (silisium magnesium)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Lapisan Sial merupakan lapisan kulit bumi yang penyusunnya berupa logam silisium dan alumunium. Batuan yang terdapat di dalamnya antara lain sedimen, granit, andesit dan batuan metamorf.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan lapisan Sima merupakan lapisan kulit bumi yang tersusun dari logam silisium dan magnesium. Berat jenis lapisan Sima lebih besar daripada lapisan Sial,\u00a0 karena jenis material penyusunnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada lapisan Sima, ada kandungan besi, magnesium (mineral ferromagnesium), dan batuan basalt.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0b00914a-4208-4c42-a363-2747d8831821.jpg\" alt=\"lapisan litosfer\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Susunan lapisan litosfer (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar diatas memperlihatkan bahwa litosfer terdiri dari dua lapisan utama yaitu kerak (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">crust<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) dan bagian atas dari mantel (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">upper mantle<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">). Kerak (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">crust<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) merupakan lapisan bumi paling atas yang tersusun dari berbagai jenis batuan, sedangkan mantel (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">upper mantle<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) terdiri dari batuan yang mengandung mineral dan bersifat plastis yang penting untuk menggerakkan lempeng tektonik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain litosfer, bumi juga tersusun dari lapisan lainnya. Adapun struktur lapisan bumi adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Litosfer<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu lapisan batuan pembentuk kerak bumi atau <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">crust<\/span><\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Astenosfer<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu lapisan selubung atau <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">mantle<\/span><\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Barisfer<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu lapisan inti bumi atau <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">core <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">yang dibedakan atas 2 bagian, yaitu inti luar (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">outer core<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) dan inti dalam (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">inner core<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Material Penyusun Litosfer<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Litosfer terdiri dari mineral dan berbagai jenis batuan yang sebagian besar adalah batuan beku, sedimen, dan metamorf<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Ketiga <strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/pengertian-dan-jenis-batuan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">batuan<\/a><\/strong> tersebut memiliki materi penyusun dan proses pembentukan yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis batuan tersebut:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Batuan Beku<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batuan beku terbentuk dari magma gunung berapi yang meletus dan mencapai permukaan bumi. Magma tersebut akan membeku dan menjadi batuan beku. Terdapat 2 jenis batuan beku berdasarkan tempat terbentuknya, yaitu batuan plutonik dan batuan vulkanik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batuan plutonik terbentuk dari pembekuan magma di dalam bumi\u00a0 yang waktunya lambat, sehingga mineral penyusun relatif besar. Contoh batuan plutonik yaitu granit, gabro, dan diorit. Sedangkan, batuan vulkanik terbentuk dari pembekuan magma yang cepat di permukaan bumi sehingga mineral penyusunnya lebih kecil. Contoh batuan vulkanik adalah basalt, andesit, dan riolit.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Batuan Sedimen<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batuan sedimen terbentuk dari pengendapan material hasil pelapukan dan erosi batuan lainnya, yang kemudian mengalami litifikasi atau proses menjadi batuan padat. Ada beberapa jenis batuan sedimen berdasarkan cara pembentukannya, yaitu batuan sedimen klastik, batuan sedimen kimia, dan batuan sedimen organik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Batuan Metamorf<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batuan metamorf terbentuk dari perubahan batuan yang sudah ada akibat tekanan dan suhu tinggi, sehingga berubah tekstur dan strukturnya. Jadi apabila batuan yang sudah ada panas dan meleleh, akan membentuk magma baru, dan apabila dingin akan menjadi batuan jenis baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh dari batuan metamorf antara lain marmer, kuarsit, dan slate. Marmer merupakan hasil perubahan dari batu gamping, kuarsit adalah hasil perubahan dari batu pasir, dan slate terbentuk dari hasil perubahan batu lempung.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Litosfer<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Litosfer adalah lapisan terluar dari bumi yang berpengaruh dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Bagian atas lapisan litosfer menjadi tempat hidup makhluk hidup, sedangkan bagian bawahnya mengandung mineral seperti minyak bumi, gas, emas, batu bara, besi, nikel, dan timah. Berikut adalah beberapa fungsi litosfer yang perlu kamu ketahui:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Tempat Hidup Makhluk Hidup<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Litosfer menyediakan habitat bagi bagi makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Manusia melakukan semua aktivitas di permukaan lapisan litosfer ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Sumber Mineral\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lapisan litosfer mengandung berbagai mineral yang bermanfaat bagi manusia, seperti logam, batu bara, minyak bumi, nikel, timah, dan gas alam. Mineral tersebut dapat digunakan untuk bahan bangunan dan pemenuhan kebutuhan industri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Sumber Energi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Litosfer mengandung berbagai jenis batuan yang membantu menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuhan serta menjadi sumber energi bagi manusia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Tempat Penyimpanan Air Tanah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Litosfer berfungsi sebagai penyimpan air tanah. Air hujan yang meresap ke dalam tanah disimpan didalamnya dan menjadi sumber air yang penting bagi kehidupan manusia dan ekosistem.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Terjadinya Aktivitas Geologi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Litosfer adalah tempat berlangsungnya berbagai aktivitas geologi seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan pembentukan gunung. Aktivitas ini dapat membentuk dan mengubah permukaan bumi dan mempengaruhi kehidupan di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-tanah-dan-persebarannya\">10 Jenis Tanah dan Persebarannya di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fenomena Litosfer<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena Litosfer umumnya mencakup berbagai kejadian alam yang terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik serta proses geologis lainnya yang terjadi di lapisan litosfer. Beberapa contoh fenomena litosfer antara lain gempa bumi, letusan gunung berapi, pembentukan pegunungan, pembentukan palung laut, proses erosi dan sedimentasi, serta fenomena Karst.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/bb20aff4-5371-4c4b-b83b-891837941a2c.jpg\" alt=\"Contoh fenomena litosfer\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh fenomena litosfer (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meletusnya gunung berapi adalah salah satu contoh litosfer yang pernah terjadi di Indonesia. Letusan gunung berapi terjadi ketika magma dari dalam bumi mencapai permukaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan seputar litosfer, mulai dari pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, hingga fenomena litosfer. Gimana kamu tertarik mempelajari materi Geografi lainnya? Yuk, gabung di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk belajar bareng teman-teman yang seru dan para Master Teacher berpengalaman!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang dimaksud dengan litosfer? Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, dan fenomena litosfer. \u2014 Planet bumi memiliki berbagai macam lapisan, salah satunya adalah litosfer. Lapisan ini terletak paling atas atau paling luar kulit bumi, sehingga disebut juga sebagai kerak bumi. Gambaran litosfer mencakup berbagai aktivitas geologi seperti pembentukan gunung, aktivitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":5293,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1768192175:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa yang dimaksud dengan litosfer? Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, dan contoh fenomenanya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/43341ac4-3403-49a0-bf33-f3907478d25e.png"],"_wp_old_date":["2025-05-14"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["litosfer"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa yang dimaksud dengan litosfer? Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, dan contoh fenomenanya."],"_yoast_wpseo_linkdex":["51"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-5293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Litosfer: Pengertian, Jenis, Material Penyusun, dan Fenomena - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa yang dimaksud dengan litosfer? Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, dan contoh fenomenanya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Litosfer: Pengertian, Jenis, Material Penyusun, dan Fenomena - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa yang dimaksud dengan litosfer? Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, dan contoh fenomenanya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-12T02:00:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-12T04:31:53+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer\",\"name\":\"Litosfer: Pengertian, Jenis, Material Penyusun, dan Fenomena - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/43341ac4-3403-49a0-bf33-f3907478d25e.png\",\"datePublished\":\"2026-01-12T02:00:12+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-12T04:31:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Apa yang dimaksud dengan litosfer? Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, dan contoh fenomenanya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/43341ac4-3403-49a0-bf33-f3907478d25e.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/43341ac4-3403-49a0-bf33-f3907478d25e.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Litosfer: Pengertian, Jenis, Material Penyusun, dan Fenomena\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Litosfer: Pengertian, Jenis, Material Penyusun, dan Fenomena - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Apa yang dimaksud dengan litosfer? Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, dan contoh fenomenanya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Litosfer: Pengertian, Jenis, Material Penyusun, dan Fenomena - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apa yang dimaksud dengan litosfer? Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, dan contoh fenomenanya.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-01-12T02:00:12+00:00","article_modified_time":"2026-01-12T04:31:53+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer","name":"Litosfer: Pengertian, Jenis, Material Penyusun, dan Fenomena - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/43341ac4-3403-49a0-bf33-f3907478d25e.png","datePublished":"2026-01-12T02:00:12+00:00","dateModified":"2026-01-12T04:31:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Apa yang dimaksud dengan litosfer? Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis, struktur penyusun, material penyusun, fungsi, dan contoh fenomenanya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/43341ac4-3403-49a0-bf33-f3907478d25e.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/43341ac4-3403-49a0-bf33-f3907478d25e.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-litosfer#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Litosfer: Pengertian, Jenis, Material Penyusun, dan Fenomena"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5293"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5293\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5295,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5293\/revisions\/5295"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}