{"id":5127,"date":"2026-05-05T13:00:46","date_gmt":"2026-05-05T06:00:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=5127"},"modified":"2026-05-06T10:58:07","modified_gmt":"2026-05-06T03:58:07","slug":"penelitian-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial","title":{"rendered":"Penelitian Sosial: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94768a80-b85a-4e35-887f-c00744059ee8.png\" alt=\"penelitian sosial\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Survei adalah salah satu jenis penelitian sosial yang umum ditemui. Namun, apa yang dimaksud dengan penelitian sosial? Yuk, kita bahas di artikel ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala sosial seperti kenakalan remaja dapat dipelajari lebih dalam melalui penelitian sosial. Penelitian sosial adalah cara ilmiah untuk memahami berbagai fenomena yang terjadi di sekitar kita, seperti bagaimana orang berinteraksi, atau dampak perubahan sosial terhadap kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sosiologi, sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat, selalu berkaitan dengan penelitian sosial. Mengapa sosiologi perlu melakukan penelitian sosial? Karena tanpa penelitian yang sistematis dan berbasis data, pemahaman sosiologi hanyalah sebatas dugaan saja, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Lalu, bagaimana langkah-langkah melakukan penelitian sosiologi itu? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Penelitian Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian sosial berasal dari istilah bahasa Inggris <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">social research<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, yang terdiri dari dua kata yaitu <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">re<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti kembali dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">search<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">to search<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti mencari.\u00a0 Sehingga secara umum, <\/span><strong>penelitian sosial adalah suatu cara ilmiah untuk mengkaji fenomena atau masalah sosial yang terjadi di masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan utama dari penelitian sosial adalah untuk menemukan, menganalisis, dan memahami pola-pola sosial, serta hubungan antar individu atau kelompok dalam masyarakat. Penelitian sosial biasanya menggunakan metode yang sistematis, seperti observasi, wawancara, survei, dan analisis data.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Metode Penelitian Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode penelitian sosial terbagi menjadi dua, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Berikut adalah penjelasan masing-masing metode:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Metode Kualitatif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode kualitatif adalah pendekatan penelitian yang lebih berfokus pada pengumpulan data dalam bentuk narasi, deskripsi, dan fenomena yang tidak bisa diukur secara numerik. Metode ini digunakan untuk memahami tentang pengalaman, pandangan, dan perilaku manusia dalam konteks sosial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya adalah penelitian tentang dampak media sosial terhadap identitas remaja, di mana peneliti mewawancarai sekelompok remaja untuk mendalami persepsi dan pengalaman mereka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Metode Kuantitatif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang berfokus pada pengumpulan data angka dan pengujian hipotesis secara statistik. Data dalam metode ini berbentuk angka yang dikumpulkan menggunakan survei atau eksperimen dan dianalisis dengan teknik statistik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya adalah penelitian tentang hubungan antara penggunaan internet dan prestasi akademik siswa dengan menyebarkan kuesioner kepada 500 siswa untuk diolah secara statistik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial\">Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Penelitian Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa jenis penelitian sosial yang dibedakan berdasarkan metode dan cara pengumpulan data. Berikut adalah penjelasannya:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Berdasarkan Metodenya<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><b>a. Penelitian Sosial Kualitatif<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini berfokus pada pemahaman tentang fenomena sosial melalui pengamatan dan wawancara. Contohnya, kita ingin tahu bagaimana sikap para penduduk desa yang terkena dampak pembangunan pabrik di wilayah mereka. Peneliti akan mewawancarai mereka satu per satu dan memahami persepsi mereka.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Penelitian Sosial Kuantitatif<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini menggunakan data yang bisa dihitung, seperti angka atau persentase. Metode ini sering memakai survei dan kuesioner untuk mengumpulkan data, kemudian dianalisis secara statistik. Misalnya, kita ingin tahu bagaimana frekuensi perilaku seseorang saat , kita bisa menyebarkan survei dan menghitung hasilnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Berdasarkan Cara Pengumpulan Data<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><b>a. Penelitian Survei<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini mengumpulkan informasi dari banyak orang dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Penelitian survei ini cocok untuk mengetahui pendapat dan kebiasaan beberapa orang. Misalnya, survei untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang penggunaan kendaraan listrik di kota besar. Kita bisa bertanya ke banyak orang untuk mendapatkan gambaran umum tentang pandangan mereka.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Penelitian Eksperimen<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penelitian ini, peneliti melakukan uji coba atau eksperimen untuk menemukan hubungan sebab-akibat dari variabel yang diteliti. Contohnya, kita ingin mengetahui apakah belajar sambil mendengarkan musik bisa meningkatkan konsentrasi. Kita bisa membuat eksperimen dengan membagi dua kelompok, yaitu satu kelompok belajar dengan musik dan kelompok lain tanpa musik, lalu membandingkan hasil belajar mereka.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Studi Kasus<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini mendalami sebuah kasus yang menjadi fokus dari riset tertentu secara mendetail. Studi kasus biasanya digunakan untuk mempelajari hal yang spesifik atau khusus. Misalnya, kita ingin meneliti bagaimana sebuah desa bisa mengatasi masalah banjir tahunan dengan metode gotong-royong. Peneliti akan fokus hanya pada desa tersebut dan meneliti semua aspek yang terkait.<\/span><\/p>\n<h4><b>d. <em>Grounded Research<\/em><\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Grounded research<\/span> <\/em><span style=\"font-weight: 400;\">adalah jenis penelitian yang teorinya berdasarkan data yang ditemukan di lapangan. Misalnya, peneliti mulai dengan mengamati perilaku kelompok tertentu, lalu dari hasil pengamatan tersebut, mereka menyusun teori baru tentang perilaku sosial tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Penelitian Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh penelitian sosial misalnya, penelitian tentang pengaruh media sosial terhadap pola komunikasi remaja. Peneliti bisa mengamati bagaimana remaja berinteraksi satu sama lain di media sosial, melakukan wawancara untuk mengetahui perasaan mereka tentang penggunaan media sosial, dan menganalisis data seperti seberapa sering mereka mengirim pesan dibandingkan berbicara langsung.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/eaff4838-9b11-47c1-80cb-b1bdb8a4a97e.jpg\" alt=\"Remaja yang melakukan interaksi di sosial media\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Remaja yang melakukan interaksi di sosial media (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh lain adalah judul penelitian sosial tentang dampak urbanisasi terhadap budaya lokal. Peneliti dapat mempelajari perubahan yang terjadi di suatu desa saat masyarakatnya mulai pindah ke kota untuk bekerja. Mereka akan melihat apakah kebiasaan, nilai-nilai, dan adat-istiadat mereka berubah atau tidak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Karakteristik Penelitian Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Berfokus pada Fenomena Sosial<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian sosial selalu terkait dengan manusia dan interaksi di dalam masyarakat. Misalnya, bagaimana orang bersikap terhadap perbedaan budaya atau bagaimana mereka bekerja sama dalam kelompok.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Bersifat Sistematis<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian dilakukan dengan langkah-langkah yang jelas, mulai dari merumuskan masalah, mengumpulkan data, hingga menarik kesimpulan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Menggunakan Metode Ilmiah<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian sosial dilakukan dengan metode yang sesuai, seperti survei, wawancara, observasi, atau eksperimen. Hal ini untuk memastikan bahwa hasil penelitian dapat dipercaya dan didukung oleh data yang valid.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Penelitian Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Menemukan Informasi Baru<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian sosial membantu kita menemukan hal-hal baru yang mungkin belum kita sadari sebelumnya. Misalnya, kita mungkin berpikir bahwa semua orang suka bekerja di kantor, tetapi setelah melakukan penelitian, kita bisa menemukan bahwa banyak yang lebih produktif bekerja dari rumah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Memecahkan Masalah Sosial<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian bisa membantu memberikan solusi untuk masalah sosial. Contohnya, jika suatu kota mengalami kemacetan parah, penelitian dapat dilakukan untuk menemukan cara mengurangi lalu lintas, misalnya dengan mendorong penggunaan transportasi umum.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Membantu Pengambilan Keputusan<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil penelitian sering digunakan oleh pemerintah atau perusahaan untuk membuat kebijakan yang lebih tepat. Misalnya, survei kepuasan pelanggan bisa membantu perusahaan memahami apa yang perlu ditingkatkan dalam produk mereka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Manfaat Penelitian Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian sosial memiliki beberapa manfaat yang dapat membantu kita memahami masyarakat dan fenomena sosial dengan lebih baik. Berikut adalah beberapa manfaat penelitian sosial:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Membantu Memahami Perilaku Manusia<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian sosial memberi kita pengetahuan tentang mengapa seseorang bertindak. Misalnya, kita bisa mengetahui mengapa remaja lebih suka berkomunikasi lewat pesan teks daripada berbicara langsung.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Meningkatkan Kualitas Hidup<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami masalah sosial, kita bisa mencari solusi terkait masalah sosial dengan lebih baik. Misalnya, penelitian tentang kemiskinan bisa membantu menciptakan program bantuan yang lebih efektif untuk masyarakat miskin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Mengembangkan Ilmu Pengetahuan Sosial<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian sosial berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan sosial dengan mendukung teori yang sudah ada atau menciptakan teori baru yang lebih relevan dengan kondisi terkini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Mengetahui Dinamika Sosial<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian sosial juga memberikan wawasan tentang perubahan dalam masyarakat, seperti perubahan nilai, norma, atau struktur sosial, yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Mengatasi Masalah Sosial<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami masalah sosial seperti diskriminasi, ketidaksetaraan, atau kekerasan, penelitian sosial dapat memberikan solusi untuk mengurangi atau mengatasi masalah tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial\">Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Dampak, &amp; Karakteristik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Langkah-Langkah Melakukan Penelitian Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah langkah-langkah sederhana untuk melakukan penelitian sosial:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan topik yang akan diteliti<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat pertanyaan terkait penelitian yang akan dilakukan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan metode penelitian dan teknik pengolahan data<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengumpulkan data dan melakukan analisis data berdasarkan metode penelitian yang digunakan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat laporan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah penjelasan mengenai penelitian sosial mulai dari pengertian, metode, jenis, contoh, karakteristik, fungsi, manfaat, hingga langkah melakukannya. Jika kamu memiliki pertanyaan seputar materi Sosiologi lainnya, kamu bisa belajar bersama Master Teacher berpengalaman di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! Kunjungi cabang terdekat dari rumahmu atau ikuti kelas online sekarang juga.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ismail Suardi. 2024. Metode Penelitian Sosial [daring]. Tautan: https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Ismail-Wekke\/publication\/344211045_Metode_Penelitian_Sosial\/links\/5f5c132ea6fdcc11640bd740\/Metode-Penelitian-Sosial.pdf (Diakses 15 Oktober 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Widiningsih. 2024. Metode Penelitian Sosial Sosiologi Kelas X [daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/21958\/1\/X_Sosiologi_KD-3.4_FINAL.pdf (Diakses 15 Oktober 2024)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Survei adalah salah satu jenis penelitian sosial yang umum ditemui. Namun, apa yang dimaksud dengan penelitian sosial? Yuk, kita bahas di artikel ini! \u2014 Gejala sosial seperti kenakalan remaja dapat dipelajari lebih dalam melalui penelitian sosial. Penelitian sosial adalah cara ilmiah untuk memahami berbagai fenomena yang terjadi di sekitar kita, seperti bagaimana orang berinteraksi, atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":5127,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1778039901:1"],"_edit_last":["1"],"_oembed_486fa565ea4d04d975ec95bb3f88bee9":["<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"tPIaW0if9U\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-penelitian-sosial\/\">Pengertian Penelitian Sosial dan Karakteristik, Manfaat, Jenis, dan Fungsi<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Pengertian Penelitian Sosial dan Karakteristik, Manfaat, Jenis, dan Fungsi&#8221; &#8212; Gramedia Literasi\" src=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-penelitian-sosial\/embed\/#?secret=tPIaW0if9U\" data-secret=\"tPIaW0if9U\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>"],"_oembed_time_486fa565ea4d04d975ec95bb3f88bee9":["1746416069"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa sih yang dimaksud dengan penelitian sosial? Yuk, kita bahas selengkapnya mulai dari pengertian, jenis-jenis, fungsi, langkah melakukan, dan contohnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94768a80-b85a-4e35-887f-c00744059ee8.png"],"_wp_old_date":["2025-05-05"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["penelitian sosial"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa yang dimaksud penelitian sosial? Yuk, kita bahas, mulai dari pengertian, jenis-jenis, fungsi, langkah melakukan, dan contohnya."],"_yoast_wpseo_linkdex":["49"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-5127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penelitian Sosial: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa yang dimaksud penelitian sosial? Yuk, kita bahas, mulai dari pengertian, jenis-jenis, fungsi, langkah melakukan, dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penelitian Sosial: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa yang dimaksud penelitian sosial? Yuk, kita bahas, mulai dari pengertian, jenis-jenis, fungsi, langkah melakukan, dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-05T06:00:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-06T03:58:07+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial\",\"name\":\"Penelitian Sosial: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94768a80-b85a-4e35-887f-c00744059ee8.png\",\"datePublished\":\"2026-05-05T06:00:46+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-06T03:58:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Apa yang dimaksud penelitian sosial? Yuk, kita bahas, mulai dari pengertian, jenis-jenis, fungsi, langkah melakukan, dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94768a80-b85a-4e35-887f-c00744059ee8.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94768a80-b85a-4e35-887f-c00744059ee8.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian Sosial: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penelitian Sosial: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Apa yang dimaksud penelitian sosial? Yuk, kita bahas, mulai dari pengertian, jenis-jenis, fungsi, langkah melakukan, dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penelitian Sosial: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Apa yang dimaksud penelitian sosial? Yuk, kita bahas, mulai dari pengertian, jenis-jenis, fungsi, langkah melakukan, dan contohnya.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-05-05T06:00:46+00:00","article_modified_time":"2026-05-06T03:58:07+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial","name":"Penelitian Sosial: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94768a80-b85a-4e35-887f-c00744059ee8.png","datePublished":"2026-05-05T06:00:46+00:00","dateModified":"2026-05-06T03:58:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Apa yang dimaksud penelitian sosial? Yuk, kita bahas, mulai dari pengertian, jenis-jenis, fungsi, langkah melakukan, dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94768a80-b85a-4e35-887f-c00744059ee8.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94768a80-b85a-4e35-887f-c00744059ee8.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian Sosial: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5127"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5128,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5127\/revisions\/5128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}