{"id":508,"date":"2025-09-16T11:00:25","date_gmt":"2025-09-16T04:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=508"},"modified":"2025-09-17T09:58:41","modified_gmt":"2025-09-17T02:58:41","slug":"fakta-menarik-seputar-awan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan","title":{"rendered":"10 Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Awan.jpg\" alt=\"Awan\" width=\"820\" \/><em><!--more--><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Kamu penasaran nggak, awan itu geraknya ke mana ya? Simak artikel berikut untuk mengetahui asal mula, jenis, pengelompokkan, dan gerak awan.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awan itu bentuknya kok macem-macem, ya? Siapa yang pertama kali <em>ngasih<\/em> nama buat bentuk-bentuknya? Terus, awan itu asalnya dari mana dan bergeraknya ke mana aja? Nah, kalo kamu punya pertanyaan kayak gitu, pas banget, nih. Kali ini, aku akan membahas beberapa fakta menarik seputar awan. Bagi yang penasaran, baca artikelnya sampai habis, ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Pengertian dan Proses Terbentuknya Awan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari mana datangnya awan? Oke, kita pahami dulu pengertian awan itu sendiri.<strong> Awan merupakan kumpulan tetes air atau kristal es yang melayang di atmosfer<\/strong>. Pertanyaannya, kenapa tetes air tersebut bisa menggantung di udara dan menjadi awan? Awan terbentuk melalui proses kondensasi, dimana uap gas berubah menjadi titik air atau kristal es.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, kondensasi ini bisa muncul dengan 3 cara, yaitu dengan <strong>pemanasan intensif<\/strong>, <strong>penghalang fisik<\/strong>, dan <strong>front<\/strong>. Kita bahas satu persatu ya:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">1. Pemanasan Intensif<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika suhu di suatu tempat cenderung panas, maka tekanan udara menjadi rendah. Air menguap dan kondensasi terjadi dengan cepat.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">2. Penghalang Fisik<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: normal;\">Ketika udara bertemu dengan benda fisik, seperti gunung, maka uap udara akan naik dan mendingin, kemudian membentuk awan.<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 18px;\"><strong>3. Front<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila 2 massa udara yang berbeda sifat (<em>front<\/em>) alias panas dan dingin saling bertemu. Maka, proses pembentukan awan terjadi di antara keduanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/proses-terbentuknya-awan.jpg\" alt=\"proses-terbentuknya-awan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Awal Mula Pengelompokkan Awan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum kita ngomongin macam-macam bentuk awan, aku mau bahas sedikit tentang Luke Howard. Kamu tahu nggak, Luke Howard itu siapa? Luke Howard adalah kimiawan yang lahir di London pada tanggal 28 November 1772. Nah, <span style=\"font-weight: bold;\">Luke Howard ini merupakan salah satu tokoh yang punya kiprah besar di bidang meteorologi<\/span>, khususnya awan. Walaupun profesinya berhubungan dengan kimia, tetapi dari kecil dia sudah mengagumi dan memperhatikan awan yang ada di langit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/luke-howard.jpg\" alt=\"luke-howard\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari pengamatannya, <span style=\"font-weight: bold;\">Luke menyimpulkan dari sekian banyak bentuk awan, secara umum semuanya berasal dari<\/span> <strong>tiga bentuk dasar<\/strong>, loh. Bentuk dasar ini diberi nama <strong>Cirrus yang artinya serat atau rambut, Cumulus yang artinya tumpukan, dan Stratus yang artinya lembaran atau lapisan<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong><span style=\"color: #434856;\">Bentuk &#8211; Bentuk Dasar Awan<\/span><\/strong><\/span><\/h2>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\">1. Stratus<\/h3>\n<p>Stratus berasal dari Bahasa Yunani yang artinya lapisan. Persebarannya merata secara horizontal dan berlapis, sehingga kita sulit membedakan mana langit dan mana awan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/3-jenis-bentuk-dasar-awan.jpg\" alt=\"3-jenis-bentuk-dasar-awan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\">2. Cumulus<\/h3>\n<p>Dalam bahasa Yunani, Cumulus artinya bertumpuk. Sesuai dengan namanya, awan Cumulus berbentuk gumpalan kapas yang menumpuk. Pergerakan awan ini dapat terjadi secara vertikal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\">3. Cirrus<\/h3>\n<p>Terakhir, awan Cirrus. Masih berasal dari bahasa Yunani, Cirrus artinya serat atau helaian rambut ikal. Dinamakan Cirrus karena terdiri dari kristal es yang tergores oleh angin, sehingga menyerupai goresan halus dan berserat layaknya rambut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt; color: #434858;\"><strong>Jenis Awan Berdasarkan Ketinggiannya<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #3c4043;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Dari tiga bentuk dasar awan yang sudah disebutkan, terciptalah 10 jenis awan atau yang disebut sebagai\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">genus<\/span><\/span>. Misalnya, awan yang berbentuk lembaran yang menggumpal, itu merupakan gabungan dari awan Cumulus dan Stratus, sehingga diberi nama Stratocumulus. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 1894, Komisi Cuaca Internasional mengklasifikasikan jenis awan menjadi 4 kelompok, yakni <strong>Awan Rendah<\/strong>, <strong>Awan Sedang<\/strong>, <strong>Awan Tinggi, <\/strong>dan <strong>Awan Vertikal<\/strong>. <span style=\"color: #3c4043;\">Contohnya dapat kamu lihat pada gambar berikut ini<\/span>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Baca juga:<\/span> <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/pengertian-dan-penyebab-dejavu\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: bold;\">Kenapa Kita Mengalami Dejavu?<\/span><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em><span style=\"background-color: #ffa052;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/awan-rendah-tengah-tinggi-vertikal.jpg\" alt=\"awan-rendah-tengah-tinggi-vertikal\" width=\"600\" \/><br \/>\n<\/span><\/em><\/strong><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\">1. Awan Rendah<\/h3>\n<p>Adalah awan yang memiliki ketinggian kurang dari 2 km dari permukaan tanah. Terbagi menjadi <strong>Stratus<\/strong>, <strong>Nimbostratus<\/strong>, dan <strong>Stratokumulus<\/strong>.<\/p>\n<h4><span style=\"background-color: transparent;\">a. Awan Stratus (St)<\/span><\/h4>\n<p>Bentuk awan stratus yaitu berlapis-lapis seperti kabut tipis. Bisa ditemukan di mana saja dengan komposisi berupa kumpulan tetes air. Stratus menjadi pertanda cuaca cerah, tetapi dapat berpotensi gerimis.<\/p>\n<h4><span style=\"background-color: transparent;\">b. Awan Nimbostratus \/ Nimbus (Ns)<\/span><\/h4>\n<p>Dalam bahasa Yunani, \u2018Nimbus\u2019 berarti \u2018menimbulkan hujan\u2019. Awan ini berwarna abu-abu gelap dan terlihat basah. Kalau kamu bertemu dengan awan Nimbostratus, tandanya akan turun hujan atau salju tebal dalam jangka waktu yang lama.<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"background-color: transparent;\">c. Awan Stratocumulus (Sc)<\/span><\/h4>\n<p style=\"font-size: 16px;\">Awan rendah yang terakhir yaitu Stratokumulus yang terdiri dari kumpulan tetesan air. Bentuknya bergumpal dan bisa menyebabkan hujan ringan atau terkadang salju.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\">2. Awan Tengah atau Sedang<\/h3>\n<p>Adalah awan yang memiliki ketinggian 2 &#8211; 6 km dari permukaan tanah. Terbagi menjadi <strong>Altostratus <\/strong>dan <strong>Altokumulus<\/strong>.<\/p>\n<h4><span style=\"background-color: transparent;\">a. Altostratus (As)<\/span><\/h4>\n<p>Sekilas, awan ini bentuknya seperti pita. Komposisinya berupa tetesan air dan kristal es. Makanya, Altostratus berpotensi menghasilkan gerimis atau <span style=\"font-weight: bold;\">virga<\/span>, yaitu hujan yang tidak sampai jatuh ke tanah.<\/p>\n<h4><span style=\"background-color: transparent;\">b. Altokumulus (Ac)<\/span><\/h4>\n<p>Awan Altokumulus berbentuk gumpalan-gumpalan kapas yang pipih. Bisa menyebabkan hujan ringan meskipun frekuensinya sangat jarang. Komposisinya terdiri dari tetesan air dan kristal es.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px;\">3. Awan Tinggi<\/h3>\n<p>Adalah awan yang memiliki ketinggian 6-12 km dari permukaan tanah. Terbagi menjadi <strong>Cirrus<\/strong>, <strong>Cirrocumulus, <\/strong>dan <strong>Cirrostratus<\/strong>.<\/p>\n<h4><span style=\"background-color: transparent;\">a. Cirrus (Ci)<\/span><\/h4>\n<p>Cirrus adalah awan yang komposisinya berupa kristal es yang tergores oleh angin. Sehingga, bentuknya mengkilap dan sering kita temui pada siang hari. Tapi tenang aja, awan ini tidak menimbulkan hujan atau salju.<\/p>\n<h4><span style=\"background-color: transparent;\">b. Cirrocumulus (Cc)<\/span><\/h4>\n<p>Sama seperti Cirrus, Cirrocumulus tidak menyebabkan terjadinya hujan, namun berpotensi menghasilkan salju pada kondisi tertentu. Terdiri atas kristal es yang berbentuk gumpalan melingkar menyerupai sisik ikan.<\/p>\n<h4><span style=\"background-color: transparent;\">c. Cirrostratus (Cs)<\/span><\/h4>\n<p>Nah, kalau Cirrostratus berasal dari penyebaran dan penggabungan awan Cirrus. Bentuknya tipis dan sangat halus, serta tidak berpotensi hujan atau salju.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 18px;\">4. Awan Vertikal<\/h3>\n<p>Adalah awan yang bisa naik dan bentuknya terus berkembang. Awan vertikal dapat berada di ketinggian rendah, sedang, dan tinggi.<\/p>\n<h4>a. Cumulus (Cu)<\/h4>\n<p>Awan yang bergerak secara vertikal berbentuk kubah atau menyerupai bunga kol dengan lengkungan bulat. Awan Cumulus muncul pada pagi hari dan menghilang sebelum malam tiba. Awan ini tidak menimbulkan hujan.<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px;\"><strong>b. Cumulonimbus (Cb)<\/strong><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: normal;\">Awan Cumolonimbus merupakan hasil perkembangan dari Awan Cumulus. Awan ini lebih besar, tinggi, dan dapat mengandung listrik. Butiran air di dalamnya juga lebih banyak. Awan Cumulonimbus menimbulkan badai dan hujat lebat yang disertai <a href=\"\/blog\/penemu-fungsi-dan-cara-kerja-penangkal-petir\" rel=\"noopener\">petir<\/a>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">10 bentuk awan memang merupakan yang paling umum kita jumpai, tapi sebenarnya masih banyak sekali kombinasi awan yang dapat terbentuk karena berbagai faktor, seperti kondisi iklim dan cuaca yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/perbedaan-garam-himalaya-dengan-garam-dapur\" rel=\"noopener\">Apa Benar Garam Himalaya Lebih Sehat Dibanding Garam Biasa?<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt; color: #434856;\"><strong>Awan Bergerak ke Arah Mana?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pastinya kita tahu dong, bahwa <strong>awan itu bergerak karena pengaruh angin<\/strong>. Tapi, kalian percaya nggak kalo aku bilang awan itu sebenarnya bergerak ke bawah?\u00a0 Lebih tepatnya mungkin disebut jatuh ke bawah kali ya, hehe.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sama seperti hal lain, <span style=\"font-weight: normal;\">awan juga dipengaruhi oleh hukum gravitasi<\/span>.<span style=\"font-weight: bold;\"> Jadi, awan itu tidak hanya melayang di udara, melainkan secara perlahan jatuh ke bawah<\/span>. <em>Eits<\/em>, walaupun jatuh ke bawah, bukan berarti awan bisa kita sentuh langsung ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Awan dapat terdorong kembali ke langit karena adanya konveksi yang disebabkan oleh panas mataha<\/span><span style=\"font-weight: bold;\">r<\/span><span style=\"background-color: transparent;\"><span style=\"font-weight: bold;\">i<\/span>. Simpelnya, daratan yang dipanaskan oleh matahari menghasilkan udara panas yang akhirnya mendorong awan ke atas lagi, deh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/GIF%20Awan%20(1).gif\" alt=\"Pergerakan Awan karena Gravitasi\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, sebelum mengakhiri bahasan, kamu tahu nggak ada awan yang baru ditemukan? Namanya Awan Asperitas! Sebelumnya, awan yang terakhir kali diidentifikasi itu namanya Cirrus Intortus pada tahun 1951. Nah, baru deh di tahun 2009 teridentifikasi awan baru lagi, yaitu awan Asperitas. Bentuknya bergelombang dan berwarna gelap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/awan-asperitas.jpg\" alt=\"awan-asperitas\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wah, ternyata jenis awan itu bentuknya bermacam-macam ya. Kalau kamu belum paham dengan materi ini atau pengen belajar topik-topik persiapan PTS, PAS, dan UTBK, yuk <span style=\"background-color: transparent;\">coba kelas gratis di <\/span><a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/branch\" rel=\"noopener\">cabang Brain Academy<\/a><span style=\"background-color: transparent;\"> terdekat di kotamu. Gurunya super sabar, fasilitas lengkap, dijamin langsung ngerti!<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\">\u2018Cloud names and cloud classifications\u2019, <em>Royal Meteorology Society<\/em>, 26 Februari 2019 [daring]. Diakses pada: https:\/\/www.rmets.org\/resource\/cloud-names-and-cloud-classifications (6 Agustus 2021)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\">Grigg, R. \u2018Luke Howard: namer of the clouds\u2019\u2019, <em>creation.com<\/em>, 5 September 2017 [daring]. Diakses pada: https:\/\/creation.com\/luke-howard-namer-of-the-clouds (6 Agustus 2021)<\/p>\n<p style=\"line-height: 1.5;\">Popova, M. \u2018<span style=\"color: #262626;\">How the Clouds Got Their Names and How Goethe Popularized Them with His Science-Inspired Poems<\/span>\u2019\u2019, <em>brainpickings<\/em>, 7 Juli 2015 [daring]. Diakses pada: https:\/\/www.brainpickings.org\/2015\/07\/07\/the-invention-of-clouds-luke-howard-hamblyn\/ (7 Agustus 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p>McArthur, G. (2015)\u00a0<em>Asperitas over Burnie, Tasmania, Australia<\/em> [Daring]. Diakses pada: https:\/\/cloudappreciationsociety.org\/asperitas-winner-announced\/ (6 Agustus 2021)<\/p>\n<p>Hamblyn, R. (2015)\u00a0<em>How did clouds get their name? &#8211; Richard Hamblyn<\/em> [Daring]. Diakses pada: https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=UuW1jhxCgx0 (7 Agustus 2021)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":58,"featured_media":508,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Awan.jpg"],"_edit_lock":["1758077854:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-09-09","2023-09-27","2024-09-18"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Awan terbentuk karena proses kondensasi dengan 3 cara. Apa saja ya? Yuk, simak materi lengkapnya mulai dari jenis, klasifikasi, dan arah geraknya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[28,31,16,19],"class_list":["post-508","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-fakta-menarik","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-16T04:00:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-17T02:58:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kak Ali MT Soshum\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kak Ali MT Soshum\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan\",\"name\":\"10 Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Awan.jpg\",\"datePublished\":\"2025-09-16T04:00:25+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T02:58:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/55038f157dbb120a01b3c4dde470185c\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Awan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Awan.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/55038f157dbb120a01b3c4dde470185c\",\"name\":\"Kak Ali MT Soshum\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kak Ali MT Soshum\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/kak-ali-mt-soshum\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-09-16T04:00:25+00:00","article_modified_time":"2025-09-17T02:58:41+00:00","author":"Kak Ali MT Soshum","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kak Ali MT Soshum","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan","name":"10 Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Awan.jpg","datePublished":"2025-09-16T04:00:25+00:00","dateModified":"2025-09-17T02:58:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/55038f157dbb120a01b3c4dde470185c"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Awan.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Awan.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Jenis Awan, Arah Gerak, dan Proses Terbentuknya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/55038f157dbb120a01b3c4dde470185c","name":"Kak Ali MT Soshum","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kak Ali MT Soshum"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/kak-ali-mt-soshum"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/508","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/58"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=508"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/508\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5889,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/508\/revisions\/5889"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/508"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}