{"id":4977,"date":"2026-04-02T11:00:01","date_gmt":"2026-04-02T04:00:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=4977"},"modified":"2026-04-02T12:18:30","modified_gmt":"2026-04-02T05:18:30","slug":"contoh-puisi-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru","title":{"rendered":"20 Contoh Puisi Baru yang Indah dalam Berbagai Tema"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d36f4a98-ca9c-4aab-aae7-5b5a2421c5d0.png\" alt=\"contoh puisi baru\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu jenis karya sastra yang populer adalah puisi baru. Lalu, apa itu puisi baru? Yuk, simak pengertian, ciri, jenis, dan contoh puisi baru di artikel ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi baru adalah salah satu bentuk karya sastra yang memiliki beragam jenis dan fungsi. Ada yang menceritakan sebuah kisah, mengungkapkan kesedihan dan cinta, memberikan nasihat, atau bahkan menyindir keadaan sosial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi baru dapat dikatakan sebagai bentuk pengembangan puisi lama. Perbedaannya terletak pada aturan yang mengikatnya, jika puisi lama memiliki aturan tertentu, puisi baru justru lebih bebas dan tidak terikat aturan apapun. Lalu, seperti apa contoh puisi baru itu? Yuk, simak artikel berikut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Puisi Baru<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Puisi baru adalah karya sastra yang bebas dan tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu, seperti, jumlah baris, jumlah suku kata dalam setiap baris, atau rima tertentu<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Puisi baru disebut juga dengan puisi modern, karena karya sastra ini merupakan bentuk pengembangan dari puisi lama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi\">Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Puisi Baru<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi baru memiliki perbedaan dengan puisi lama yang lebih terikat pada aturan, seperti jumlah baris, rima, dan bait. Berikut beberapa ciri khas puisi baru yang perlu diketahui:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuknya lebih bebas, tidak terikat aturan jumlah baris, rima, dan bait seperti puisi lama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nama pengarang atau penyair pada puisi baru tidak dicantumkan dalam karyanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki irama yang dinamis sesuai dengan suasana hati penulis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya disebarkan secara lisan maupun tertulis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi baru umumnya berisi ungkapan perasaan atau curahan hati penyair.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Puisi Baru<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis puisi baru dapat dikategorikan menjadi dua berdasarkan isi dan bentuknya. Yuk, simak penjelasannya berikut!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>A. Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan isinya, puisi baru dibedakan menjadi 7 jenis, yaitu balada, elegi, himne, ode, epigram, romansa, dan satire.<\/span><\/p>\n<h4><b>1. Balada<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Balada adalah puisi yang berisi cerita atau kisah, biasanya bertema kepahlawanan, perjuangan, dan tragedi. Balada terdiri dari 3 bait yang masing-masing memiliki 8 larik. Balada bersajak a-b-a-b-b-c-c-b, lalu skemanya berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir yang berada pada bait pertama dipakai sebagai refren dalam bait-bait selanjutnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>2. Elegi<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Elegi adalah puisi yang berisi ungkapan kesedihan, duka cita, atau perasaan kehilangan seseorang yang telah tiada. Biasanya digunakan untuk mengenang seseorang karena kematian atau kepergiannya.<\/span><\/p>\n<h4><b>3. Himne<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Himne adalah puisi yang berisi pujian terhadap sesuatu yang dianggap mulia, seperti Tuhan, pahlawan, atau tanah air. Himne sering dinyanyikan sebagai lagu pujian. Himne biasanya memiliki nada yang khidmat dan penuh penghormatan.<\/span><\/p>\n<h4><b>4. Ode<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ode adalah puisi yang mengandung sanjungan atau penghormatan terhadap seseorang, benda, dan sesuatu yang dianggap berjasa dan berharga. Ciri ode biasanya bernada anggun, membahas tentang sesuatu yang mulia, dan bersifat menyanjung.<\/span><\/p>\n<h4><b>5. Epigram<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Epigram adalah puisi yang mengandung nasihat atau ajaran moral tentang kehidupan, seringkali memberikan pandangan filosofis atau inspiratif.<\/span><\/p>\n<h4><b>6. Romansa<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Romansa adalah puisi yang mengungkapkan perasaan cinta, kasih sayang, atau keindahan hidup secara emosional dan mendalam. Ciri romansa antara lain menggunakan bahasa yang indah dan romantis, bertemakan cinta, dan menggambarkan suasana hati penulis.<\/span><\/p>\n<h4><b>7. Satire<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satire adalah puisi yang mengandung kritik sosial dengan cara menyindir atau mengejek keadaan yang ada di masyarakat, baik itu politik, budaya, atau kehidupan sosial lainnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>B. Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, berdasarkan bentuknya puisi baru dibedakan menjadi distikon, terzina, kuatrain, kuint, sektet, septime, oktaf\/stanza, dan soneta.<\/span><\/p>\n<h4><b>1. Distikon<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Distikon adalah puisi yang terdiri dari dua baris dalam satu bait, atau disebut juga puisi dua seuntai. Setiap bait hanya memiliki dua larik dan bersajak a-a atau a-b.<\/span><\/p>\n<h4><b>2. Terzina<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terzina adalah puisi yang terdiri dari tiga baris dalam satu bait atau juga disebut dengan puisi tiga seuntai. Setiap bait terdiri dari tiga larik (baris) dan memiliki pola rima a-a-a atau a-b-a.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>3. Kuatrain<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kuatrain adalah puisi yang terdiri dari empat baris dalam satu bait dan biasa disebut puisi empat seuntai. Umumnya memiliki pola rima a-a-a-a, a-b-a-b, atau a-a-b-b.<\/span><\/p>\n<h4><b>4. Kuint<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kuint adalah puisi yang terdiri dari lima baris dalam satu bait dan biasa disebut puisi lima seuntai.<\/span><\/p>\n<h4><b>5. Sektet<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sektet adalah puisi yang terdiri dari enam baris dalam satu bait dan biasa disebut puisi enam seuntai.<\/span><\/p>\n<h4><b>6. Septima<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Septima adalah Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari tujuh baris atau bisa disebut puisi tujuh seuntai.<\/span><\/p>\n<h4><b>7. Oktaf\/Stanza<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oktaf atau stanza adalah puisi yang terdiri dari delapan baris dalam satu bait dan disebut double kuatrain atau puisi delapan seuntai.<\/span><\/p>\n<h4><b>8. Soneta<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Soneta adalah puisi yang terdiri dari empat baris yang terbagi menjadi dua, yaitu dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris (4-4-3-3).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi\">Contoh Puisi Pendek yang Menyentuh Hati<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Puisi Baru<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah mengetahui pengertian, ciri, dan jenis puisi baru. Sekarang yuk simak contoh puisi baru dengan berbagai tema agar kamu semakin paham!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Contoh Puisi Baru yang Pendek<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Menggapai Impian<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Ni Nengah Restari)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Senyum terukir tipis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghias bibir yang manis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah demi langkah berpijak<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengejar angan yang bijak<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejuta harapan kurengkuh<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laksa rintangan kutempuh<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laksa menuju kemenangan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggapai impian<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Riang gembira jalan hidup<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hati ikhlas bahagia datang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangan dan doa penuh ikhlas<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bawa berkah yang berlimpah<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Contoh Puisi Baru Singkat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Yang Fana Adalah Waktu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Sapardi Djoko Damono)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yang fana adalah waktu. Kita abadi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">sampai pada suatu hari<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">kita lupa untuk apa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">yang fana adalah waktu, bukan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">tanyamu. Kita abadi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Contoh Puisi Baru Balada<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Balada Pembungkus Tempe<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: W.S. Rendra)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fermentasi asa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengharap sempurna<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk utuh nan konyol<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa, karsa tempe<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembungkus yang berjasa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penuh kisah bertulis duka lara<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dibuang tanpa dibaca<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembungkus tempe<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan plastik tapi kertas usang tak terpakai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masihkah ada yang membelai sebelum membuangnya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Contoh Puisi Baru Romansa<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Aku Ingin<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Sapardi Djoko Damono)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dengan kata yang tak sempat diucapkan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">kayu kepada api yang menjadikannya abu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">awan kepada hujan yang menjadikannya tiada<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Contoh Puisi Baru Elegi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Senja di Pelabuhan Kecil<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Chairil Anwar)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini kali tidak ada yang mencari cinta<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara gudang, rumah tua, pada cerita<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiang serta temali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapal, perahu tiada berlaut<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghembus diri dalam mempercayai mau berpaut<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gerimis mempercepat kelam<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga kelepak elang menyinggung muram<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak bergerak dan kini tanah, air tidur, hilang ombak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiada lagi. Aku sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berjalan menyisir semenanjung<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masih pengap harap<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali tiba di ujung<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedu penghabisan bisa terdekap<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Contoh Puisi Baru Himne<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Doa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Taufik Ismail)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan kami<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Telah nista kami dalam dosa bersama<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bertahun-tahun membangun kultus ini<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pikiran yang ganda<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dan menutupi hati nurani<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ampunilah kami<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ampunilah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amin<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan kami<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Telah terlalu mudah kami<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan AsmaMu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bertahun di negeri ini<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga Kau rela menerima kembali<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami dalam barisanMu<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ampunilah kami<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ampunilah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amin<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Contoh Puisi Baru Ode<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Diponegoro<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Chairil Anwar)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di masa pembangunan ini<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tuan hidup kembali<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dan bara kagum menjadi api<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di depan sekali tuan menanti<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pedang di kanan, keris di kiri<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berselempang semangat yang tak bisa mati.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">MAJU<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini barisan tak bergenderang-berpalu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepercayaan tanda menyerbu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali berarti<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah itu mati<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">MAJU<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagimu Negeri<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyediakan api<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Punah di atas menghamba<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Binasa di atas ditinda<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguhpun dalam ajal baru tercapai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hidup harus merasai<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">MAJU<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serbu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Februari 1943<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Contoh Puisi Baru Epigram<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sajak Ajaran Hidup<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Sapardi Djoko Damono)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">hidup telah mendidikmu dengan keras<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">agar bersikap sopan \u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">misalnya buru-buru melepaskan topi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">atau sejenak menundukkan kepala \u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">jika ada jenazah lewat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">hidup juga telah mengajarmu merapikan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">rambutmu yang sudah memutih,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">membetulkan letak kacamatamu,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dan menggumamkan beberapa lirik doa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">jika ada jenazah lewat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">agar masih dianggap menghormati<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">lambang kekalahannya sendiri<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Contoh Puisi Baru Satire<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Aku Bertanya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: W.S. Rendra)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku bertanya\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">jidat penyari-penyari salon,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">yang bersajak tentang anggur dan rembulan,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">sementara ketidakadilan terjadi\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sampingnya,\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-tanggapan\">Contoh Teks Tanggapan Singkat dalam Berbagai Tema!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Contoh Puisi Baru Distikon<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Hutan Karet<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Joko Pinurbo)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013in memoriam: Sukabumi<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daun-daun karet berserakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berserakan di hamparan waktu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suara monyet di dahan-dahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suara kalong menghalau petang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di pucuk-pucuk ilalang belalang berloncatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berloncatan di semak-semak rindu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dan sebuah jalan melingkar-lingkar<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">membelit kenangan terjal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesaat sebelum surya berlalu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">masih kudengat suara beduk bertalu-talu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Contoh Puisi Baru Kuint<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Hanya Kepada Tuan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: OR. Mandank)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu-satu perasaan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya dapat saya katakan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepada tuan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yang pernah merasakan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu-satu kegelisahan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya serahkan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya dapat saya kisahkan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepada tuan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yang pernah diresah gelisahkan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu-satu kenyataan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bisa dirasakan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya dapat saya nyatakan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepada tuan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yang enggan menerima kenyataan<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>12. Contoh Puisi Baru Kuatrain<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Hujan Bulan Juni<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Sapardi Djoko Damono)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">tak ada yang lebih tabah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dari hujan bulan Juni<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dirahasiakannya rintik rindunya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">kepada pohon berbunga itu<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">tak ada yang lebih bijak<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dari hujan bulan Juni<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dihapusnya jejak-jejak kakinya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">yang ragu-ragu di jalan itu<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">tak ada yang lebih arif<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dari hujan bulan Juni<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dibiarkannya yang tak terucapkan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">diserap akar pohon bunga itu<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>13. Contoh Puisi Baru Sektet<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Merindu Bagia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Ipih)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merindu Bagia<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika harilah tengah malam<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Angin berhenti dari bernafas<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sukma jiwaku rasa tenggelam<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam laut tidak terwatas<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menangis hati diiris sedih<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>14. Contoh Puisi Baru Terzina<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Madah Kelana<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Sanusi Pane)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ribaan, bahagia datang,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tersenyum bagai kencana,\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengharum bagai cendana.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahagia, cinta tiba melayang,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersinar bagai matahari,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mewarna bagaikan sari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>15. Contoh Puisi Baru Septima<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Indonesia Tumpah Darahku<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Muhammad Yamin)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersatu kita teguh<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bercerai kita jatuh<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Duduk di pantai tanah yang permai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat gelombang pecah berderai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbuih putih di pasir terderai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tampaklah pulau di lautan hijau<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung-gunung bagus rupanya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dilingkari air mulia tampaknya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tumoah darahku Indonesia namanya<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lihatlah kelapa melambai-lambai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdesir bunyinya sesayup sampai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tumbuh di pantai bercerai-cerai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memagar daratan aman kelihatan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengarlah ombak datang berlagu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengejar bumi ayah dan ibu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia namanya, tanah airku<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanahku bercerai seberang-menyeberang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merapung di air, malam dan siang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai telaga dihiasi kiambang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak malam diberi kelam<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai bulan terang-benderang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sanalah gerangan bangsaku gerangan menopang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama berteduh di alam nan lapang<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tumpah darah nusa India<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hatiku selalu mulia<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dijunjung tinggi atas kepala<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semenjak diri lahir ke bumi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai bercerai badan dan nyawa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kita sedarah sebangsa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bertanah air di Indonesia<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>16. Contoh Puisi Baru Oktaf<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Lagu Angin<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: W.S. Rendra)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika aku pergi ke timur<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">arahku jauh, ya, ke timur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika aku masuk ke hutan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">aku disayang, ya, di hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku pergi dan kakiku adalah hatiku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali pergi menolak rindu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada duka, pedih dan airmata biru<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">tapi aku menolak rindu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>17. Contoh Puisi Baru Soneta Pola 4-4-3-3<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pagi-Pagi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: M. Yamin)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teja dan cerawat masih gemilang,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memuramkan bintang mulia raya;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi pudar padam cahaya,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Timbul tenggelam berulang-ulang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fajar di timur datang menjelang,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa permata ke atas dunia;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seri-berseri sepantun mulia,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai warna, bersilang-silang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lambatlaun serta berdandan,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Timbul matahari dengan pelahaan;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyinari bumi dengan keindahan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Segala bunga harumkan pandan,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kembang terbuka, bagus gubahan;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dibasahi embun, titik di dahan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>18. Contoh Puisi Baru Soneta 1 Bait 14 Baris Sekaligus<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Aku<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: KH. Jamaluddin Kafie)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah aku hanya aku<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Duduk mengintai waktu menunggu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang di persimpangan jalan berhenti<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu aku memutar arahku memburu waktu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yang selalu mengintai aku di perbatasan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nafsu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga aku segan bertanya kepada Tuhan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan waktu aku bisa bertemu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena aku sedang sibuk mencari arah jalan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil mengulur-ulur waktu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi aku semakin percaya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu jualah yang akan mengantarkan aku<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan Tuhan bisa kutemui<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa waktu<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>19. Contoh Puisi Baru Soneta Pola 4-4-4-2<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Entah Sampai Kapan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">oleh: Sapardi Djoko Damono)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">entah sejak kapan kita gugup<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">di antara frasa-frasa pongah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">di kain rentang yang berlubang-lubang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">sepanjang jalan raya itu; kita berhimpitan<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">di antara kata-kata kasar yang desak-mendesak<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">di kain rentang yang ditiup angin,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">yang diikat di antara batang pohon<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dan tiang listrik itu; kita tergencet di sela-sela<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">huruf-huruf kaku yang tindih menindih<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">di kain rentang yang berjuntai di perempatan jalan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">yang tanpa lampu lalu lintas itu. Telah sejak lama<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">rupanya kita suka membayangkan diri kita<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">menjelma kain rentang koyak-moyak itu, sebisanya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">bertahan terhadap hujan, angin, panas, dan dingin<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>20. Contoh Puisi Baru Kritik Sosial<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Di Negeri Amplop<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(oleh: Gus Mus)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di negeri amplop<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya, malu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi rapi-rapi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">David Copperfield dan Houdini bersembunyi rendah diri<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Entah andaikata Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amplop-amplop di negeri amplop<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">mengatur dengan teratur<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">hal-hal yang tak teratur menjadi teratur<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">hal-hal yang teratur menjadi tak teratur<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">memutuskan putusan yang tak putus<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">membatalkan putusan yang sudah putus<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amplop-amplop menguasai penguasa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dan mengendalikan orang-orang biasa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">mencairkan dan membekukan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">mengganjal dan melicinkan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang bicara bisa bisu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang mendengar bisa tuli<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang alim bisa napsu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang sakti bisa mati<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di negeri amplop<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">amplop-amplop mengamplopi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">apa saja dan siapa saja<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>\u2014<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah contoh puisi baru dengan berbagai tema yang bisa kamu pelajari. Semoga membantu kamu dalam memahami materi ini, ya! Bagi kamu yang ingin belajar lebih dalam tentang materi Bahasa Indonesia lainnya, yuk ikutan kelas gratis <\/span><strong><a href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">! Bersama para Master Teacher berpengalaman, kamu bisa belajar secara intensif hingga benar-benar paham, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Foy Ario. 2024. Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia [daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/19394\/1\/Kelas%20X_Bahasa%20Indonesia_KD%203.16.pdf. Diakses tanggal 15 Februari 2025<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sutaji. 2024. Analisis Unsur Pembangun Puisi Bahasa Indonesia [daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/21680\/1\/X_Bahasa-Indonesia_KD-3.17_Final.pdf. Diakses tanggal 15 Februari 2025<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu jenis karya sastra yang populer adalah puisi baru. Lalu, apa itu puisi baru? Yuk, simak pengertian, ciri, jenis, dan contoh puisi baru di artikel ini! \u2014 Puisi baru adalah salah satu bentuk karya sastra yang memiliki beragam jenis dan fungsi. Ada yang menceritakan sebuah kisah, mengungkapkan kesedihan dan cinta, memberikan nasihat, atau bahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":4977,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1775107161:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Salah satu jenis karya sastra yang populer adalah puisi baru. Yuk, kita lihat contoh beserta pengertian dan jenis-jenisnya. Menyentuh hati banget, lho!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d36f4a98-ca9c-4aab-aae7-5b5a2421c5d0.png"],"_wp_old_date":["2025-03-24"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["contoh puisi baru"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Salah satu jenis karya sastra yang populer adalah puisi baru. Yuk, kita lihat contoh beserta pengertian dan jenis-jenisnya. Menyentuh hati banget, lho!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["78"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["10"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-4977","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>20 Contoh Puisi Baru yang Indah dalam Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah satu jenis karya sastra yang populer adalah puisi baru. Yuk, kita lihat contoh beserta pengertian dan jenis-jenisnya. Menyentuh hati banget, lho!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"20 Contoh Puisi Baru yang Indah dalam Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu jenis karya sastra yang populer adalah puisi baru. Yuk, kita lihat contoh beserta pengertian dan jenis-jenisnya. Menyentuh hati banget, lho!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-02T04:00:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-02T05:18:30+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru\",\"name\":\"20 Contoh Puisi Baru yang Indah dalam Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d36f4a98-ca9c-4aab-aae7-5b5a2421c5d0.png\",\"datePublished\":\"2026-04-02T04:00:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-02T05:18:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Salah satu jenis karya sastra yang populer adalah puisi baru. Yuk, kita lihat contoh beserta pengertian dan jenis-jenisnya. Menyentuh hati banget, lho!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d36f4a98-ca9c-4aab-aae7-5b5a2421c5d0.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d36f4a98-ca9c-4aab-aae7-5b5a2421c5d0.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"20 Contoh Puisi Baru yang Indah dalam Berbagai Tema\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"20 Contoh Puisi Baru yang Indah dalam Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Salah satu jenis karya sastra yang populer adalah puisi baru. Yuk, kita lihat contoh beserta pengertian dan jenis-jenisnya. Menyentuh hati banget, lho!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"20 Contoh Puisi Baru yang Indah dalam Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Salah satu jenis karya sastra yang populer adalah puisi baru. Yuk, kita lihat contoh beserta pengertian dan jenis-jenisnya. Menyentuh hati banget, lho!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-04-02T04:00:01+00:00","article_modified_time":"2026-04-02T05:18:30+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru","name":"20 Contoh Puisi Baru yang Indah dalam Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d36f4a98-ca9c-4aab-aae7-5b5a2421c5d0.png","datePublished":"2026-04-02T04:00:01+00:00","dateModified":"2026-04-02T05:18:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Salah satu jenis karya sastra yang populer adalah puisi baru. Yuk, kita lihat contoh beserta pengertian dan jenis-jenisnya. Menyentuh hati banget, lho!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d36f4a98-ca9c-4aab-aae7-5b5a2421c5d0.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d36f4a98-ca9c-4aab-aae7-5b5a2421c5d0.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-baru#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"20 Contoh Puisi Baru yang Indah dalam Berbagai Tema"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4977"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6544,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4977\/revisions\/6544"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}