{"id":4950,"date":"2026-01-27T13:00:52","date_gmt":"2026-01-27T06:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=4950"},"modified":"2026-01-28T11:02:25","modified_gmt":"2026-01-28T04:02:25","slug":"unsur-pembangun-puisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi","title":{"rendered":"Memahami Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9cea9e39-caeb-42ed-b165-5e52aa76d803.png\" alt=\"unsur pembangun puisi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua unsur pembangun dalam puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yuk, ketahui penjelasan masing-masing unsur dan contohnya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi adalah karya sastra dengan keindahan pilihan kata (diksi) yang bisa menyentuh dan menggugah emosi pembacanya. Dalam puisi, ada unsur-unsur pembangun puisi, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Kedua unsur ini membuat puisi menjadi lebih indah dan bermakna. Apa sih unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam puisi? Yuk, kita pelajari bareng!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Unsur Intrinsik Puisi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur intrinsik puisi adalah unsur yang terdapat di dalam puisi. Terdapat dua unsur-unsur intrinsik puisi, yaitu unsur batin dan unsur fisik. Berikut penjelasan\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Unsur Batin<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur batin adalah unsur yang berkaitan dengan struktur non-fisik pada puisi. Ada empat unsur batin yaitu tema, rasa, nada, dan amanat.<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Tema<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tema adalah ide utama atau gagasan pokok yang mendasari isi puisi.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Tema puisi bisa beragam, mulai dari perjuangan, keindahan alam, kasih sayang, lingkungan, dan lain sebagainya. Tema menjadi dasar bagi penyair untuk mengembangkan puisinya.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Rasa<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Rasa adalah perasaan yang ingin disampaikan oleh penyair dan dituangkan dalam puisi.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Rasa berkaitan erat dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair seperti pendidikan, status sosial, agama, jenis kelamin, serta pengetahuan penyair.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Nada<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Nada adalah sikap atau cara penyair menyampaikan puisinya kepada pembaca.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Unsur ini berkaitan dengan suasana, makna, dan perasaan yang ada di dalam puisi. Nada bisa memengaruhi cara pembaca memahami dan merasakan isi puisi. Penyair bisa menyesuaikan nada dengan suasana yang ingin diciptakan, seperti nada tegas untuk puisi bertema perjuangan, atau nada lembut untuk puisi romantis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Amanat<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembacanya.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Pembaca bisa menemukan amanat dalam puisi secara tersirat atau tersurat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi\">Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Unsur Fisik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur fisik adalah unsur yang membahas bentuk fisik atau bentuk yang terlihat pada puisi. Ada enam unsur fisik dalam puisi yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Rima atau Irama<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Rima atau irama adalah kesamaan nada atau bunyi.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Rima tidak hanya ada di akhir setiap baris, tapi\u00a0 bisa juga berada di antara setiap kata dalam baris.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Gaya Bahasa<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Gaya bahasa adalah cara penyair merangkai kata untuk menyampaikan sesuatu dalam puisinya.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Setiap penyair biasanya memiliki ciri khas tersendiri dalam penggunaan gaya bahasa. Gaya bahasa dalam puisi bisa dilihat dari <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penjelasan-dan-contoh-majas\">majas-majas<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang digunakan seperti majas metafora, majas eufimisme, majas personifikasi, atau ironi.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Diksi<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Diksi adalah pilihan kata yang digunakan penyair dalam puisinya.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Diksi memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi ekspresif dan estetis. Diksi dengan fungsi estetis digunakan penyair untuk memperindah puisi. Sementara diksi dengan fungsi ekspresif membantu penyair dalam menyampaikan makna atau pesan yang ingin disampaikan.<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Imaji<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Imaji adalah imajinasi yang diciptakan oleh penyair melalui kata atau rangkaian kata dalam puisinya.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Tujuannya untuk membangkitkan imajinasi pembaca sehingga pesan yang ingin disampaikan penyair menjadi lebih jelas dan mudah dipahami.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>e. Tipografi<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tipografi adalah aspek estetika dalam penulisan puisi.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Umumnya, puisi disusun dalam bentuk baris, tetapi ada juga yang ditulis dalam pola zig-zag, fragmen-fragmen, atau bentuk lainnya untuk menambah keunikan dan makna visual.<\/span><\/p>\n<h4><b>f. Kata Konkret\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur terakhir adalah kata konkret, yaitu pilihan kata yang bisa ditangkap oleh indera manusia, sehingga menciptakan kesan seolah-olah sesuatu bisa disentuh atau dibayangkan. Penyair sering menggunakan kata-kata kiasan untuk menggambarkan suatu hal dengan lebih hidup.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi\">Contoh Puisi Pendek yang Menyentuh Hati<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Unsur Ekstrinsik Puisi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui unsur intrinsik dalam puisi, sekarang kita bahas unsur ekstrinsiknya yuk! Unsur ekstrinsik puisi adalah unsur yang terdapat di luar puisi. Ada 3 unsur ekstrinsik dalam puisi yaitu geografi, sosial, dan nilai. Yuk, kita lihat penjelasan lengkapnya!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Unsur Biografi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Unsur biografi adalah unsur yang berkaitan dengan latar belakang kehidupan penyair<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dan bisa memengaruhi karyanya. Contohnya, penyair memiliki pengalaman merantau ke berbagai daerah mungkin cenderung menulis puisi bertema perjalanan, kerinduan dengan keluarga, atau rindu dengan kampung halamannya. Pengalaman pribadi ini memudahkan penyair dalam memilih diksi yang akan digunakan karena sudah pernah mengalaminya sendiri.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Unsur Sosial<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Unsur sosial adalah unsur yang berkaitan dengan situasi dan kondisi masyarakat pada saat puisi ditulis.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Contohnya, puisi dibuat saat maraknya kenaikan harga pokok, penyair mungkin bisa menuliskan keluhan atau kritik terhadap sulitnya kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Unsur Nilai<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur ekstrinsik terakhir adalah unsur nilai, yang mencakup berbagai aspek seperti pendidikan, seni, hukum, politik, sosial, adat istiadat dan sebagainya. Nilai-nilai dalam puisi bisa memberi daya tarik tersendiri dalam memengaruhi kesan yang ditinggalkan puisi tersebut bagi pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan mengenai unsur-unsur yang membangun puisi, mulai dari unsur intrinsik hingga unsur ekstrinsik puisi dan contohnya. Semoga penjelasan di atas bisa membantumu memahami materi ini dengan lebih baik, menulis puisi dengan lebih mudah, dan bisa mengerjakan soal-soal yang berkaitan, ya. Kalau kamu mau belajar materi Bahasa Indonesia lainnya, kamu bisa belajar di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> bareng Master Teacher yang super seru dan berpengalaman pastinya!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zabadi, Fairul, dan Sutejo. (2015). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa Indonesia Kelas 10<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Katadata. 2022. Memahami Unsur-Unsur Puisi, Intrinsik dan Ekstrinsik [daring]. Tautan: https:\/\/katadata.co.id\/berita\/nasional\/6385c880b74e0\/memahami-unsur-unsur-puisi-intrinsik-dan-ekstrinsik<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Deepublish. 2021. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel, Cerpen, Puisi dan Drama [daring]. Tautan: https:\/\/penerbitdeepublish.com\/unsur-intrinsik-dan-ekstrinsik-novel-cerpen-puisi-dan-drama\/ <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses: 11 Februari 2025)<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada dua unsur pembangun dalam puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yuk, ketahui penjelasan masing-masing unsur dan contohnya! \u2014 Puisi adalah karya sastra dengan keindahan pilihan kata (diksi) yang bisa menyentuh dan menggugah emosi pembacanya. Dalam puisi, ada unsur-unsur pembangun puisi, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Kedua unsur ini membuat puisi menjadi lebih indah dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4950,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1769572808:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Ada dua unsur pembangun dalam puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yuk, ketahui penjelasan masing-masing dan contohnya berikut ini."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9cea9e39-caeb-42ed-b165-5e52aa76d803.png"],"_wp_old_date":["2025-03-19"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["unsur pembangun puisi"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Ada dua unsur pembangun dalam puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yuk, ketahui penjelasan masing-masing dan contohnya berikut ini."],"_yoast_wpseo_linkdex":["81"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["4"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-4950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ada dua unsur pembangun dalam puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yuk, ketahui penjelasan masing-masing dan contohnya berikut ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada dua unsur pembangun dalam puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yuk, ketahui penjelasan masing-masing dan contohnya berikut ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-27T06:00:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-28T04:02:25+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi\",\"name\":\"Memahami Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9cea9e39-caeb-42ed-b165-5e52aa76d803.png\",\"datePublished\":\"2026-01-27T06:00:52+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-28T04:02:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Ada dua unsur pembangun dalam puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yuk, ketahui penjelasan masing-masing dan contohnya berikut ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9cea9e39-caeb-42ed-b165-5e52aa76d803.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9cea9e39-caeb-42ed-b165-5e52aa76d803.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Ada dua unsur pembangun dalam puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yuk, ketahui penjelasan masing-masing dan contohnya berikut ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memahami Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Ada dua unsur pembangun dalam puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yuk, ketahui penjelasan masing-masing dan contohnya berikut ini.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-01-27T06:00:52+00:00","article_modified_time":"2026-01-28T04:02:25+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi","name":"Memahami Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9cea9e39-caeb-42ed-b165-5e52aa76d803.png","datePublished":"2026-01-27T06:00:52+00:00","dateModified":"2026-01-28T04:02:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Ada dua unsur pembangun dalam puisi yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yuk, ketahui penjelasan masing-masing dan contohnya berikut ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9cea9e39-caeb-42ed-b165-5e52aa76d803.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9cea9e39-caeb-42ed-b165-5e52aa76d803.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/unsur-pembangun-puisi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4950"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5232,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4950\/revisions\/5232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}