{"id":4941,"date":"2026-03-11T11:00:03","date_gmt":"2026-03-11T04:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=4941"},"modified":"2026-03-11T12:03:44","modified_gmt":"2026-03-11T05:03:44","slug":"contoh-puisi-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama","title":{"rendered":"20 Contoh Puisi Lama Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc88c601-384a-4d83-840e-139aa2c32186.png\" alt=\"contoh puisi lama\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi lama diciptakan oleh nenek moyang untuk dijadikan nasihat atau seni hiburan. Yuk, simak beberapa contoh puisi lama di artikel berikut!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada karya sastra, puisi terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah puisi lama. Berbeda dengan puisi baru yang lebih bebas, puisi lama memiliki struktur baku dengan pola rima teratur dan jumlah baris tetap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ada beberapa jenis puisi lama yang bisa kamu pelajari, antara lain pantun, gurindam, syair, mantra, seloka, talibun, dan karmina. Yuk, simak contoh puisi lama dengan berbagai tema berikut agar kamu semakin paham!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Puisi Lama<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Puisi lama adalah puisi yang terikat dengan aturan tertentu, seperti rima, jumlah suku kata, jumlah baris, dan juga makna yang terkandung di dalamnya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Jenis puisi ini sering kali digunakan dalam tradisi lisan, di mana puisi dibacakan atau dinyanyikan. Puisi lama juga bisa disebut dengan puisi rakyat, karena banyak berkembang dalam budaya masyarakat secara turun-temurun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi lama berbeda dengan puisi baru yang lebih bebas dalam struktur dan aturan. Puisi lama lebih terikat dengan pola tertentu, baik dalam hal jumlah baris, rima, maupun irama. Oleh karena itu, puisi lama sering kali terdengar lebih formal dan berirama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/puisi\">Pengertian Puisi, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Puisi Lama<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membedakan puisi lama dari puisi baru, ada beberapa ciri-ciri yang harus kamu ketahui:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Puisi lama biasanya memiliki struktur yang teratur<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, mulai dari jumlah baris dalam tiap bait hingga pola rima yang konsisten. Misalnya, dalam pantun, setiap bait terdiri dari 4 baris, dengan rima a-b-a-b.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Bahasa dalam puisi lama cenderung puitis dan penuh dengan makna<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Setiap kata yang dipilih memiliki tujuan untuk menyampaikan perasaan atau pesan yang dalam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya puisi lama <\/span><strong>mengandung pesan moral atau nasihat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> seperti dalam pantun nasihat atau gurindam. Puisi ini bertujuan untuk mendidik pembacanya tentang kebaikan dalam kehidupan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu ciri khas puisi lama adalah<\/span> <strong>adanya pola rima yang teratur<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> seperti pada pantun yang memiliki rima a-b-a-b, atau syair yang memiliki rima a-a-a-a.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak pernah diketahui nama pengarang dari puisi tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-gurindam\">Contoh Gurindam Berbagai Tema, Penuh Makna dan Nasihat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Puisi Lama<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi lama terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah pantun, mantra, karmina, syair, gurindam, seloka, dan talibun. Setiap jenis puisi lama memiliki ciri khasnya masing-masing. Yuk, simak penjelasannya!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Pantun<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pantun adalah puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam setiap bait, dengan pola rima a-b-a-b. Setiap baris biasanya terdiri dari 4-6 suku kata. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran, sedangkan baris 3 dan 4 sebagai isi. Pantun sering digunakan untuk menyampaikan pesan, baik yang jenaka maupun yang bersifat nasihat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Gurindam<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gurindam adalah puisi yang terdiri dari dua baris dalam setiap bait. Biasanya, gurindam berisi nasihat atau ajaran moral yang dapat menginspirasi pembacanya. Gurindam memiliki pola rima a-a.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Syair<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Syair adalah puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam setiap bait dengan rima a-a-a-a. Syair memiliki ciri khas, yaitu bahasa yang digunakan berupa Bahasa Melayu lama.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Mantra<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mantra adalah puisi lama yang dianggap memiliki kekuatan magis (gaib) dan biasanya digunakan dalam upacara adat atau sebagai doa. Mantra memiliki rima a-b-c-a-b-c, a-b-c-d-a-b-c-d, a-b-c-d-e a-b-c-d-e.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Seloka<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seloka adalah jenis puisi lama yang mirip dengan pantun, namun mempunyai bait yang saling sambung-menyambung. Setiap bait terdiri dari 4 baris dan memiliki sajak a-a-a-a atau a-b-a-b.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Talibun<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Talibun adalah salah satu jenis puisi lama yang setiap baitnya terdiri dari jumlah baris yang genap, misalnya 6, 8, atau 10 baris dalam setiap bait. Jika satu bait terdiri atas 6 baris, maka sajaknya adalah a-b-c-a-b-c. Dan jika satu bait terdiri atas 8 baris, maka sajaknya adalah a-b-c-d-a-b-c-d, begitu seterusnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Karmina<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karmina adalah jenis puisi lama yang mirip dengan pantun, namun lebih pendek. Karmina hanya memiliki 2 baris saja dengan sajak a-a.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-mantra\">Contoh Mantra Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Puisi Lama<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah contoh puisi lama yang bisa kamu jadikan referensi. Yuk, simak beberapa contohnya!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Contoh Puisi Lama Pantun Nasihat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belajarlah sejak kecil<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar besar hidup terpimpin<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ilmu itu cahaya nan kilat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menerangi hati yang disiplin<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Contoh Puisi Lama Pantun Jenaka<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagi-pagi mancing ikan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapatnya banyak hati pun senang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Badan kurus sedikit makan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terkena angin langsung terbang<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Contoh Puisi Lama Pantun Agama<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asam kandis asam gelugur<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Katiga asam si riang-riang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menangis mayat di dalam kubur<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenang nasib tidak sembahyang<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Contoh Puisi Lama Mantra Pengasihan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bismillah, semoga kau terpikat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hati ini ikhlas menuntun jalan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan cinta yang tulus dan nyata<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga engkau datang mendekat<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Contoh Puisi Lama Mantra Perlindungan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ombak besar, angin kencang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lindungi aku dalam perlindungan Tuhan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan cahaya-Nya yang terang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku aman dalam lindungan-Nya yang sakti<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Contoh Puisi Lama Mantra Pengusir Roh Halus<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manunggaling Kawula Gusti<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ya Murubing Bumi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sirku Sir Sang Hyang Widi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kinasih kang asih<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sihir lontar pinang lontar<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terletak di ujung bumi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setan buta jembalang tua<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku sapa tidak berbunyi<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Contoh Puisi Lama Mantra Kesehatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Segar tubuh, sehat jiwa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan doa aku memohon rahmat-Nya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tuhan limpahkan kesehatan abadi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup sehat dengan berkah-Nya<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Contoh Puisi Lama Syair Cinta<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta itu seperti bunga yang mekar<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memancarkan harumnya ke seluruh alam<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan penuh kasih dan pengorbanan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta sejati tidak mengenal kata lelah<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Contoh Puisi Lama Syair Pendidikan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ingatlah ini ananda<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rajinlah belajar sepanjang masa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena ilmu tiada habisnya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai kau tutup usia<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Contoh Puisi Lama Syair Nasihat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rajin-rajinlah beribadat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Janganlah lupa mengerjakan salat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dan perbanyaklah engkau berzakat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk bekal nanti di akhirat<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Contoh Puisi Lama Gurindam Nasihat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hendak mengenal orang berbahagia<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat memeliharakan yang sia-sia<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>12. Contoh Puisi Lama Gurindam tentang Persahabatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persahabatan itu anugerah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan rusak hanya karena marah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila ada masalah di antara kita<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selesaikan dengan hati terbuka<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertahankan sahabat yang setia<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar hidup semakin ceria<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>13. Contoh Puisi Lama Gurindam tentang Kesabaran<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesabaran itu bukan kelemahan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kekuatan yang terpendam<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Segala yang ditunggu akan datang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asalkan sabar, pasti ada harapan<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>14. Contoh Puisi Lama Pendek<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selalu ada pelangi setelah hujan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Percaya hidup akan memberi keindahan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerja keras, doa, dan usaha<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tak akan sia-sia, pasti ada hasilnya<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>15. Contoh Puisi Lama Karmina Lucu<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Besi tua jadi paku<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia ketawa giginya laku<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>16. Contoh Puisi Lama Karmina tema Pendidikan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lukamu adalah lukaku, ditahan di dalam kalbu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tetaplah maju, meski tak tahu yang dituju<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>17. Contoh Seloka 4 Baris<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau berkawan jangan mengkhianati<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sahabat baik harus dihargai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan suka menipu hati<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nanti sendiri menangisi<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>18. Contoh Seloka 8 Baris<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata bijak jangan disia<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemuda pintar banyak membaca<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mulut manis jangan percaya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa jadi janji belaka<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika menanam haruslah baik<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar hasil berbuah cantik<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usaha keras jangan ditinggal<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar rezeki datang kekal<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>19. Contoh Talibun 6 Baris<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pergi membawa bekal<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa air dan gula<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar selamat sampai tujuan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hidup perlu akal<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biar selamat tiada cela<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biar bahagia dunia akhirat<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>20. <\/b><b>Contoh Talibun 8 Baris<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagi hari minum jamu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk sehat sepanjang waktu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belajar rajin jangan ragu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar hidup penuh ilmu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hendak menjadi bijak<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semangat tinggi jangan goyah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbuat baik jangan enggan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup damai banyak kawan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah penjelasan tentang puisi lama, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, hingga contohnya dalam berbagai tema. Sekarang, kamu sudah lebih paham, kan? Jika ingin belajar lebih banyak tentang materi Bahasa Indonesia lainnya, yuk, gabung di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>!<\/strong> Kamu bisa belajar online atau langsung ke cabang terdekat di kotamu.<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Foy Ario. 2024. Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia [daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/19394\/1\/Kelas%20X_Bahasa%20Indonesia_KD%203.16.pdf (Diakses tanggal 12 Februari 2025)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siti, Z, dkk. 2024. Antologi Puisi Lama Nusantara Berisi Nasihat [daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/1450\/1\/Antologi%20Puisi%20Lama%20Nusantara%20Berisi%20Nasihat.pdf (Diakses tanggal 12 Februari 2025)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puisi lama diciptakan oleh nenek moyang untuk dijadikan nasihat atau seni hiburan. Yuk, simak beberapa contoh puisi lama di artikel berikut! \u2014 Pada karya sastra, puisi terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah puisi lama. Berbeda dengan puisi baru yang lebih bebas, puisi lama memiliki struktur baku dengan pola rima teratur dan jumlah baris tetap. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":4941,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1773205283:1"],"_edit_last":["1"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc88c601-384a-4d83-840e-139aa2c32186.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["contoh puisi lama"],"_yoast_wpseo_title":["%%title%%"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Puisi lama diciptakan oleh nenek moyang untuk dijadikan nasihat atau seni hiburan. Yuk, simak beberapa contoh puisi lama di artikel berikut!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["80"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Puisi lama diciptakan oleh nenek moyang untuk dijadikan nasihat atau seni hiburan. Yuk, simak beberapa contoh puisi lama di artikel berikut!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2025-03-17"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-4941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>20 Contoh Puisi Lama Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Puisi lama diciptakan oleh nenek moyang untuk dijadikan nasihat atau seni hiburan. Yuk, simak beberapa contoh puisi lama di artikel berikut!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"20 Contoh Puisi Lama Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Puisi lama diciptakan oleh nenek moyang untuk dijadikan nasihat atau seni hiburan. Yuk, simak beberapa contoh puisi lama di artikel berikut!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-11T04:00:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-11T05:03:44+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama\",\"name\":\"20 Contoh Puisi Lama Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc88c601-384a-4d83-840e-139aa2c32186.png\",\"datePublished\":\"2026-03-11T04:00:03+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-11T05:03:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Puisi lama diciptakan oleh nenek moyang untuk dijadikan nasihat atau seni hiburan. Yuk, simak beberapa contoh puisi lama di artikel berikut!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc88c601-384a-4d83-840e-139aa2c32186.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc88c601-384a-4d83-840e-139aa2c32186.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"20 Contoh Puisi Lama Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"20 Contoh Puisi Lama Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya","description":"Puisi lama diciptakan oleh nenek moyang untuk dijadikan nasihat atau seni hiburan. Yuk, simak beberapa contoh puisi lama di artikel berikut!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"20 Contoh Puisi Lama Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya","og_description":"Puisi lama diciptakan oleh nenek moyang untuk dijadikan nasihat atau seni hiburan. Yuk, simak beberapa contoh puisi lama di artikel berikut!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-03-11T04:00:03+00:00","article_modified_time":"2026-03-11T05:03:44+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama","name":"20 Contoh Puisi Lama Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc88c601-384a-4d83-840e-139aa2c32186.png","datePublished":"2026-03-11T04:00:03+00:00","dateModified":"2026-03-11T05:03:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Puisi lama diciptakan oleh nenek moyang untuk dijadikan nasihat atau seni hiburan. Yuk, simak beberapa contoh puisi lama di artikel berikut!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc88c601-384a-4d83-840e-139aa2c32186.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc88c601-384a-4d83-840e-139aa2c32186.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-puisi-lama#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"20 Contoh Puisi Lama Beserta Pengertian dan Jenis-Jenisnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4941"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4941\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4942,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4941\/revisions\/4942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}