{"id":475,"date":"2025-07-02T13:00:22","date_gmt":"2025-07-02T06:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=475"},"modified":"2025-07-02T15:31:37","modified_gmt":"2025-07-02T08:31:37","slug":"kelompok-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial","title":{"rendered":"Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat &#038; Proses Terbentuknya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian-Kelompok-Sosial.jpg\" alt=\"Pengertian-Kelompok-Sosial\" width=\"820\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Antrean di supermarket itu termasuk kelompok sosial nggak sih? Biar makin paham, yuk kenali pengertian, ciri, syarat, bentuk, dan contoh kelompok sosial.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhir-akhir ini banyak sekali konser musik yang diadakan di Indonesia. Baik musisi lokal maupun internasional mengisi akhir pekan kita. Penontonnya beragam, berasal dari berbagai daerah, dan memiliki tujuan yang sama, yaitu menikmati penampilan para musisi. Nah, kamu tahu nggak kalau penonton acara musik termasuk kelompok sosial tidak teratur?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Lho, emangnya ada kelompok sosial kayak gitu?&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada, dong. <span style=\"font-weight: bold;\">Dalam Ilmu Sosiologi, terdapat dua jenis kelompok sosial, yaitu Kelompok Sosial Teratur dan Kelompok Sosial Tidak Teratur<\/span>. Siapa yang lagi belajar ini di sekolah? Baca artikel ini biar kamu tambah paham ya~<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Kelompok Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Menurut Soerjono Soekanto, definisi kelompok sosial adalah <span style=\"font-weight: bold;\">suatu kumpulan yang nyata, teratur, dan tetap dari orang-orang yang melaksanakan peranannya yang saling berkaitan guna mencapai tujuan yang sama<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Dari pengertian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa kelompok sosial merupakan kumpulan dua orang atau lebih yang membentuk suatu kesatuan dan berinteraksi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kumpulan individu dapat dikatakan sebagai kelompok sosial jika memenuhi syarat berikut:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Setiap anggota kelompok harus memiliki kesadaran bahwa dia adalah sebagian dari kelompok yang bersangkutan.<\/li>\n<li>Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya.<\/li>\n<li>Ada faktor atau alasan kepentingan yang dimiliki bersama agar hubungan antar anggota terjalin erat.<\/li>\n<li>Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.<\/li>\n<li>Bersistem dan berproses.<\/li>\n<li>Memiliki struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung pada kesungguhan anggota dalam melaksanakan peranannya.<\/li>\n<li>Memiliki norma yang mengatur anggotanya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/apa-itu-ilmu-sosiologi\" rel=\"noopener\">Pengertian Sosiologi Beserta Ciri, Objek Kajian, &amp; Peranan Terhadap Kehidupan<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Faktor Pembentuk Kelompok Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Bagaimana kelompok sosial bisa terbentuk? Kelompok sosial terjadi karena 4 faktor kesamaan, yaitu geneaologi, geografis, kepentingan, dan keyakinan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 18px; font-weight: bold;\">1. Kesamaan Genealogi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kesamaan genealogi <span style=\"font-weight: bold;\">berhubungan dengan ikatan darah dan keturunan.<\/span> Orientasi kelompok sosial ini untuk menyambung tali persaudaraan agar tidak putus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh kelompok sosial berdasarkan kesamaan genealogi adalah <strong>keluarga dan ikatan keluarga besar marga<\/strong> tertentu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 18px; font-weight: bold;\">2. Kesamaan Geografis<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kelompok sosial berdasarkan kesamaan geografis dibagi menjadi 2, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kesamaan Geografis Wilayah Tempat Tinggal, adalah kelompok sosial yang dibentuk karena kedekatan tempat tinggal sehingga saling berkomunikasi dengan intens. Contoh: Karang Taruna RT 05, Arisan Warga, dan sebagainya.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kesamaan Geografis Wilayah Asal, adalah kelompok sosial yang terdiri dari kumpulan individu yang merantau di suatu tempat baru dari wilayah yang sama. Contoh: Persatuan Pelajar Indonesia di Australia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Proses-Terbentuknya-Kelompok-Sosial.jpg\" alt=\"Proses-Terbentuknya-Kelompok-Sosial\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\">3. Kesamaan Kepentingan<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kelompok sosial ini terdiri dari <span style=\"font-weight: bold;\">individu dari berbagai suku, ras, agama, wilayah asal, tempat tinggal, tetapi mempunyai satu kepentingan<\/span> yang sama. Kepentingan tersebut bisa berupa hobi atau pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh: Komunitas Pejuang PTN, Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia, Komunitas Pencinta Anjing, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18px;\">4. Kesamaan Keyakinan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kelompok sosial berdasarkan keyakinan dibentuk untuk <span style=\"font-weight: bold;\">mempermudah aktivitas ibadah<\/span>. Contoh: Ikatan Remaja Islam. Ikatan Pemuda Kristiani, dan sejenisnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Kelompok Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa saja sih tujuan umum dari kelompok sosial? Yuk, simak beberapa di antaranya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Memenuhi Kebutuhan Sosial<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok sosial bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial. Dalam kelompok, seseorang dapat berinteraksi, berbagi pengalaman, serta merasa dihargai dan diakui keberadaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: teman sebaya di sekolah untuk berbagi cerita dan dukungan emosional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Mencapai Tujuan Bersama<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok sosial dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu yang sulit dicapai secara individu. Misalnya, kelompok belajar yang bertujuan meningkatkan pemahaman pelajaran atau tim kerja yang dibentuk untuk menyelesaikan proyek bersama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Memberikan Identitas Diri<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan menjadi anggota kelompok sosial tertentu, seseorang memperoleh identitas dan jati diri yang diakui masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: identitas sebagai anggota OSIS di sekolah atau sebagai bagian dari organisasi profesi tertentu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Menanamkan Nilai dan Norma<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok sosial berfungsi untuk mengajarkan dan menanamkan nilai serta norma yang berlaku, sehingga anggota kelompok memiliki pedoman perilaku yang sesuai harapan bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: keluarga menanamkan nilai sopan santun sejak dini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Menjaga Keamanan dan Ketertiban<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok sosial seperti RT, RW, atau satuan keamanan dibentuk untuk menciptakan dan menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan, sehingga anggota masyarakat merasa terlindungi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Meningkatkan Solidaritas<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan lain kelompok sosial adalah menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, dan empati antaranggota. Contoh: kelompok relawan bencana yang saling mendukung saat membantu korban.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri dan Contoh Kelompok Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri-ciri kelompok sosial dibagi menjadi 2, yaitu Ciri Kelompok Sosial Teratur dan Ciri Kelompok Sosial Tidak Teratur.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\">Ciri-Ciri dan Contoh Kelompok Sosial Teratur<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti apa sih ciri-ciri kelompok sosial teratur? Berikut di antaranya.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kesadaran sebagai anggota. Artinya kamu dan anggota kelompok lain menyadari bahwa kalian berada di kelompok yang sama.<\/li>\n<li>Hubungan timbal balik antar anggota. Artinya ada interaksi yang terjalin baik tatap muka maupun secara virtual untuk menimbulkan solidaritas kelompok.<\/li>\n<li>Ada struktur, norma, dan pola perilaku. Artinya ada pembagian peran, aturan, dan aktivitas yang dilakukan para anggota.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kelompok sosial teratur:<\/strong> Komunitas Pejuang PTN mempunyai interaksi yang intensif lewat <em>group chat<\/em> atau\u00a0<em>video call<span style=\"font-weight: normal;\">.\u00a0<\/span><\/em><span style=\"font-weight: normal;\">Terdapat aktivitas berupa belajar bersama yang diinisiasi oleh jajaran anggota. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Komunitas ini juga punya akun media sosial yang dikelola oleh ketuanya. Jika ada anggota yang tidak hadir di kegiatan belajar selama 3 kali berturut-turut, maka anggota tersebut akan dikeluarkan dari grup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; font-weight: bold; text-align: justify;\">Ciri-Ciri dan Contoh Kelompok Sosial Tidak Teratur<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana ciri-ciri kelompok sosial tidak teratur? Ini penjelasannya.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tidak ada pengorganisasian, artinya tidak ada ketua dan anggota.<\/li>\n<li>Terbentuk karena kesamaan kepentingan sementara, artinya kelompok sosial ini hanya bertahan dalam jangka waktu yang sangat pendek.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kelompok sosial tidak teratur:<\/strong> Penonton konser musik yang datang dari berbagai daerah sama-sama memiliki kepentingan untuk menonton musisi di acara tersebut. Mereka tidak saling mengenal, tidak memiliki struktur, maupun interaksi yang intens.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/jurusan-sosiologi\" rel=\"noopener\">Kuliah Jurusan Sosiologi Kerja Dimana Ya?<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis &amp; Contoh Kelompok Sosial Teratur Menurut Para Ahli<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok sosial teratur adalah kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran, saling berinteraksi, dan terikat dengan norma. Beberapa tokoh Sosiologi mengklasifikasikan kelompok sosial teratur berdasarkan ciri dan pembentuknya, yaitu:<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\">1. Kelompok Solidaritas Mekanik dan Solidaritas Organik<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok sosial ini dikemukakan oleh Emile Durkheim berdasarkan\u00a0<span style=\"font-weight: normal;\"> <span style=\"font-weight: bold;\">ikatan solidaritas anggotanya<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\">a.\u00a0 Ciri Kelompok Solidaritas Mekanik<\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Latar belakang anggotanya homogen dan sederhana<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Terikat dengan kesadaran kolektif atau kesadaran yang sama.<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Norma sosial berdasarkan adat istiadat, bersifat non formal, dan sanksi yang diberikan adalah sanksi sosial.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh kelompok solidaritas mekanik bisa ditemukan di masyarakat desa.<\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">b. Ciri Kelompok Solidaritas Organik<\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Latar belakang anggotanya heterogen atau beranekaragam.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Terikat dengan pembagian kerja yang spesifik.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Saling membutuhkan sesuai keahlian.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Norma sosial yang berlaku adalah hukum,\u00a0 bersifat formal, restitutif, dan sanksi yang diberikan berupa denda atau penjara.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh kelompok solidaritas mekanik bisa ditemukan di masyarakat kota.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; font-weight: bold; text-align: justify;\">2. Kelompok Paguyuban dan Patembayan<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kelompok sosial ini dijelaskan oleh Ferdinand Tonnies berdasarkan kehendak alami dan kehendak rasional.<\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">a. Ciri Kelompok Paguyuban (<em>Gemeinschaft<\/em>)<\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Hubungan antar anggotanya bersifat intim dan pribadi.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Jumlah anggota terbatas alias eksklusif.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Terbagi menjadi 3 jenis, yaitu paguyuban menurut ikatan darah, paguyuban menurut asal daerah, dan paguyuban menurut kesamaan pemikiran.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh paguyuban: Keluarga, Ikatan Mahasiswa Bekasi di UGM, Komunitas Pejuang Kesetaraan Gender.<\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">b. Ciri Kelompok Patembayan (<em>Gesellschaft<\/em>)<\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Bersifat kontraktual atau sementara.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Memiliki tujuan dan perjanjian yang mengikat kelompok.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh patembayan: Kelompok karyawan di suatu pabrik.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; font-weight: bold; text-align: justify;\">3. Kelompok Primer (Primary Group)<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Jenis kelompok ini diperkenalkan oleh Charles Horton berdasarkan keakraban para anggotanya. Kelompok ini juga disebut sebagai\u00a0<em>face to face group<\/em>.\u00a0 <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Ciri-ciri kelompok primer, yaitu:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Saling mengenal, akrab, atau dekat.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Mempunyai kerjasama yang erat.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Saling berinteraksi secara intens.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Hubungan yang dijalin bersifat terus-menerus alias langgeng.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Contoh kelompok primer: Keluarga dan Persahabatan.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Jenis-Kelompok-Sosial-Teratur.jpg\" alt=\"Jenis-Kelompok-Sosial-Teratur\" width=\"600\" \/><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\">4. Kelompok Sekunder (Secondary Group)<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok sekunder dikemukakan oleh Elsworth Faris. Jenis kelompok ini terbentuk karena ikatan formal atau kelembagaan.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tidak semua anggota dalam kelompok saling mengenal.<\/li>\n<li>Interaksi yang dibangun tidak terlalu intens.<\/li>\n<li>Hubungan yang terjalin didasarkan pada asas manfaat.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh kelompok sekunder: PT Sido Makmur mempunyai 1000 karyawan. Meski bekerja di tempat yang sama dan berorientasi terhadap uang, karyawan tersebut belum tentu akrab satu sama lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\">5. Kelompok In Group dan Out Group<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis kelompok ini diperkenalkan oleh William Graham Sumner yang dibagi menurut perasaan dan sikap anggota.<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">a. Ciri Kelompok In Group<\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: normal;\">Mempunyai perasaan saling memiliki yang kuat<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal;\">Memiliki rasa simpati yang tinggi<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal;\">Menimbulkan kecintaan berlebih atau fanatisme<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh In Group: Supporter klub sepak bola yang fanatik.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">b.<\/span>\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">Ciri Kelompok Out Group<\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: normal;\">Mengarah pada persaingan, konflik, dan kekerasan.<\/li>\n<li style=\"font-weight: normal;\">Memiliki rasa antipati, ketidaksukaan, dan sikap antagonis untuk melawan pihak lain.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh Out Group: Supporter klub sepak bola yang mengejek atau menjatuhkan klub lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\">6. Membership &amp; Reference Group<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis kelompok ini terbentuk berdasarkan identias anggota secara fisik dan dikemukakan oleh Robert King Merton.<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">a. Ciri Membership Group<\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Anggotanya hadir secara fisik atau offline.<\/li>\n<li>Anggotanya tergabung secara resmi.<\/li>\n<li>Masing-masing anggota memiliki kartu identitas atau atribut yang menjadi simbol dari kelompok tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh Membership Group: Kelompok OSIS, Ekskul, dan Karang Taruna.<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">b. Ciri Reference Group<\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tidak bergabung menjadi anggota.<\/li>\n<li>Menjadikan kelompok lain sebagai acuan untuk bertindak.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh Reference Group: Simpatisan partai politik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis &amp; Kelompok Sosial Tidak Teratur<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok sosial tidak teratur adalah kelompok yang mempunyai tujuan yang sama, namun tidak memiliki hubungan jangka panjang serta aturan yang mengikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada 3 jenis kelompok sosial tidak teratur, yaitu Kerumunan, Publik, dan Massa. Masing-masing mempunyai ciri dan dasar pembentuk yang berbeda.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\">1. Kerumunan<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kerumunan adalah individu yang berkumpul secara kebetulan. Bersifat spontan, sementara, dan tidak teratur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada 3 jenis kerumunan menurut Kingsley Davis, yaitu Kerumunan Biasa (<em>Casual Crowds<\/em>), Kerumunan Berartikulasi Struktur Sosial (<em>Social Structure Crowds<\/em>), dan Kerumunan Berlawanan Norma Sosial (<em>Lawless Crowds<\/em>)<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">a. Casual Crowds (Kerumunan Biasa)<\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: bold;\"><em>Inconvenient Aggregation atau Kerumunan Kurang Menyenangkan<\/em><span style=\"font-weight: normal;\">, adalah kerumunan biasa yang terdiri dari kumpulan orang dengan tujuan yang sama, namun saling menghalangi. Contoh: antrean di kasir atau antrean masuk KRL yang penuh sesak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: bold;\"><em><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Panic Crowds atau Kerumunan Panik<\/span>,<\/span><\/em><span style=\"font-weight: normal;\"> adalah kerumunan biasa yang terdiri dari kumpulan orang yang sibuk menyelamatkan diri dan bersifat tegang. Contoh: orang-orang yang berhamburan saat terjadi gempa, kebakaran, dan lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: bold;\"><strong><em>Spectator<\/em><\/strong><span style=\"font-weight: normal;\"><strong> Crowds atau Kerumunan Penonton<\/strong>, adalah kerumunan biasa yang tidak direncanakan, yang menonton kejadian tertentu. Contoh: orang-orang yang berkumpul melihat kecelakaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">b. Social Structured Crowds (Kerumunan Berartikulasi Struktur Sosial)<\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em><strong>Formal Audience atau Kelompok Audiens Formal<\/strong><\/em>,\u00a0 <span style=\"background-color: transparent;\">adalah kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan tujuan yang sama, namun berkomunikasi secara pasif atau satu arah. Contoh: pendengar ceramah.<\/span><\/li>\n<li><em><strong><span style=\"background-color: transparent;\">Planned Expressive Group atau Kelompol Ekspresif<\/span><span style=\"background-color: transparent;\"> Direncanakan<\/span><\/strong><\/em>, adalah kerumunan yang mempunyai persamaan tujuan, tetapi pusat perhatian dari masing-masing orang bisa saja berbeda. Contoh: dalam pesta pernikahan, ada tamu yang sibuk mengobrol, ada yang berfoto, ada juga yang mengelilingi stand makanan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">c.\u00a0Lawless Crowds (Kerumunan Berlawanan Norma Sosial)<\/span><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em><span style=\"font-weight: bold;\">Acting Mobs atau Kerumunan Emosional<\/span><\/em>, adalah kerumunan yang terbentuk karena alasan emosional, menggunakan kekuatan fisik, dan bertindak kekerasan. Contoh: tawuran antar pelajar biasanya didasari karena perasaan tidak suka satu sama lain.<\/li>\n<li><em><strong>Immoral Crowds atau Kerumunan Amoral<\/strong><\/em>, adalah kerumunan yang berisi orang-orang dengan perilaku yang bertentangan dengan moral, tetapi tidak menggunakan fisik. Contoh: kelompok pengguna narkoba dan kelompok penjudi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Jenis-Kelompok-Sosial-Tidak-Teratur.jpg\" alt=\"Jenis-Kelompok-Sosial-Tidak-Teratur\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\">2. Massa<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Massa adalah <span style=\"font-weight: bold;\">kumpulan orang dengan tujuan tertentu yang berkumpul di suatu tempat dalam jangka waktu sementara<\/span>. Massa memiliki ciri-ciri:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Anggotanya heteregon, berasal dari latar belakang yang beragam.<\/li>\n<li>Impulsif dan responsif, artinya massa bergerak secara cepat dan tiba-tiba dalam menghadapi sebuah situasi.<\/li>\n<li>Ada pihak yang menggerakan, artinya massa bisa terbentuk karena ada individu yang memulai dan memimpin.<\/li>\n<li>Ada tujuan bersama yang ingin dicapai.<\/li>\n<li>Ada waktu dan tempat direncanakan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh massa: aksi mahasiswa yang menolak kenaikan BBM, demonstrasi buruh terhadap pabrik yang melakukan PHK tanpa pesangon, dan sejenisnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\">3. Publik<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Publik adalah <span style=\"font-weight: bold;\">kelompok yang tidak berbentuk kesatuan dan berinteraksi secara tidak langsung melalui berbagai media komunikasi<\/span>. Publik tidak terlihat secara fisik, tidak berada di suatu tempat, dan serta jumlahnya sangat banyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri-ciri publik:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Interaksinya tidak langsung<\/li>\n<li>Mempunyai ketertarikan terhadap isu yang sama<\/li>\n<li>Punya tujuan<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh: netizen di media sosial yang membicarakan Pemilu agar lebih mudah menentukan pilihan <span style=\"background-color: transparent;\">atau masyarakat Indonesia yang gencar menyuarakan hashtag #DirumahAja saat COVID-19 masuk ke negara kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"background-color: transparent;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari jenis-jenis kelompok sosial di atas, mana yang pernah kamu temui dalam aktivitas sehari-hari? Kalau masih bingung, coba kelas gratis <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/\" rel=\"noopener\">Brain Academy<\/a> deh. Ada kakak-kakak STAR Master Teacher yang super\u00a0<em>helpful!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oh iya, Brain Academy dapat diakses secara online via aplikasi Ruangguru atau datang langsung ke cabang terdekat. Sudah ada lebih dari 200 cabang di seluruh Indonesia, lho. Sampai bertemu di kelas~<\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/npf\/packages?tag=brainacademy-offline&amp;referralCookiesId=9745426a-a83d-4291-aaf1-de4afc5baa16&amp;referralCookiesId=9745426a-a83d-4291-aaf1-de4afc5baa16&amp;referralCookiesId=9745426a-a83d-4291-aaf1-de4afc5baa16\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":475,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian-Kelompok-Sosial.jpg"],"_edit_lock":["1751444991:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-09-21","2023-09-05","2024-07-09"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Kelompok sosial dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kelompok teratur dan tidak teratur. Ketahui perbedaan, ciri, dan masing-masing contohnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[""],"_aioseo_og_description":[""],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[""],"_aioseo_twitter_description":[""]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat &amp; Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat &amp; Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-02T06:00:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-02T08:31:37+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial\",\"name\":\"Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat & Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian-Kelompok-Sosial.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-02T06:00:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-02T08:31:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian-Kelompok-Sosial.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian-Kelompok-Sosial.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat &#038; Proses Terbentuknya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat & Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat & Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-07-02T06:00:22+00:00","article_modified_time":"2025-07-02T08:31:37+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial","name":"Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat & Proses Terbentuknya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian-Kelompok-Sosial.jpg","datePublished":"2025-07-02T06:00:22+00:00","dateModified":"2025-07-02T08:31:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian-Kelompok-Sosial.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Pengertian-Kelompok-Sosial.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kelompok Sosial: Ciri, Contoh, Syarat &#038; Proses Terbentuknya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=475"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/475\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5536,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/475\/revisions\/5536"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}