{"id":4728,"date":"2026-02-05T13:00:02","date_gmt":"2026-02-05T06:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=4728"},"modified":"2026-02-05T13:23:30","modified_gmt":"2026-02-05T06:23:30","slug":"lapisan-atmosfer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer","title":{"rendered":"Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dd2d853e-ef0a-4d4f-86ef-381c825a76b2.png\" alt=\"lapisan atmosfer\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini membahas macam-macam lapisan atmosfer yang melindungi bumi dan perannya untuk kehidupan makhluk hidup.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ngerasa nggak sih, akhir-akhir ini cuaca lagi nggak menentu?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pas siang panas banget, eh waktu sore tiba-tiba hujan deras.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu sedang beraktivitas di luar, jangan lupa sedia payung ya! Biar tubuhmu <\/span><strong>terlindungi <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">dari terik matahari maupun air hujan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan cuma tubuh manusia aja lho, bumi kita pun harus dilindungi. Tapi tenang aja, bumi sudah punya alat perlindungan sendiri, yaitu <\/span><strong>atmosfer<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Atmosfer<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu atmosfer? Secara etimologis, atmosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">atmos<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti uap dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">sharia<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti bulatan. <strong>Atmosfer adalah selubung gas yang menyelimuti bumi dari benda-benda luar angkasa seperti asteroid, meteor, dan sebagainya.\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kondisi atmosfer pada waktu yang relatif singkat disebut sebagai <\/span><strong>cuaca<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Sedangkan kondisi atmosfer pada waktu yang cukup lama dikenal dengan <\/span><strong>iklim<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Keduanya dipengaruhi oleh sinar matahari, curah hujan, tekanan udara, kelembaban udara, sampai angin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan cuma bumi, atmosfer juga dimiliki planet tata surya lainnya. Namun, pada artikel ini kita hanya membahas lapisan-lapisan atmosfer yang ada di bumi ya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Bagaimana Atmosfer Bumi Terbentuk?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 4500 juta tahun yang lalu, bumi lahir dengan bentuk menyerupai bola pijar yang sangat panas. Dalam jangka waktu jutaan tahun, secara berangsur angsur bumi kita mendingin. Akibat proses pendinginan, bagian luar bumi membeku membentuk lapisan kerak bumi atau kulit bumi yang disebut litosfer, sedangkan bagian dalam planet bumi sampai sekarang masih dalam keadaan panas dan berpijar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pembekuan kerak bumi, pendinginan massa bumi ini mengakibatkan proses penguapan gas secara besar-besaran ke angkasa. Proses penguapan terjadi dalam waktu jutaan tahun, sehingga terjadi akumulasi uap dan gas yang sangat banyak. <\/span><strong>Pada saat itulah mulai terbentuk atmosfer bumi.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ilmu-geografi\">Geografi Menurut Para Ahli, Objek Kajian, dan Cabang Ilmunya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Lapisan Atmosfer Bumi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada 5 lapisan atmosfer bumi. Apakah kamu masih ingat? Urutan atmosfer bumi terdiri dari Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Semua berada di ketinggian yang berbeda, sehingga karakteristik dan fungsinya pun tak sama.<\/span><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Troposfer<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lapisan troposfer berada <strong>paling bawah alias paling dekat dengan bumi.<\/strong> Lebih dari 75% gas atmosfer berada pada lapisan ini. Karakteristik troposfer yaitu berada di dua ketinggian yang berbeda. Di daerah kutub, troposfer terdapat pada ketinggian antara 0 \u2013 8 km. Sedangkan di daerah equator atau khatulistiwa, troposfer terdapat di ketinggian 0 &#8211; 16 km.\u00a0 Ketebalan troposfernya pun berbeda dikarenakan adanya rotasi bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Troposfer yang paling tinggi mengalami penurunan suhu alias pendinginan. Semakin tinggi troposfer, semakin tipis dan sedikit pula kemampuannya untuk menyerap radiasi dari matahari. <\/span><strong>Lapisan paling atas<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dari troposfer disebut <\/span><strong>tropopause<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dan berjarak 8-12 km di atas permukaan bumi. Tropopause membatasi troposfer dengan lapisan di atasnya yaitu stratosfer.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Troposfer adalah tempat terjadinya gejala geografi sehari-hari seperti awan, hujan, angin, halilintar, dan pelangi. <\/span><\/p>\n<h4>Bagian Troposfer<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Troposfer terdiri dari gas-gas campuran sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>a. Gas-gas yang tetap\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nitrogen (N2) \u00b1 78%, oksigen (O2) \u00b1 21%, argon (Ar) \u00b1 0,9%, dan karbondioksida (CO2) \u00b1 0,003%.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>b. Gas-gas yang jumlahnya sedikit\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Neon (Ne) \u00b1 0,0015%, helium (He) \u00b1 0,00015%, methan (CH) \u00b1 0,0002%, krypton (Kr) \u00b1 0,0001%, hidrogen (H2) \u00b1 0,00005%, dan xenon (Xe) \u00b1 0,000005%.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>c. Gas-gas yang tidak tetap\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Uap air (H2O) jumlahnya dipengaruhi oleh suhu dan tekanan gerak udara (angin).\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gas ozon (O3) terjadi apabila ada petir. Karena pengaruh adanya loncatan listrik maka O2 menjadi O3. Juga akibat sisa pembakaran mobil-mobil dan asap industri.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bakteri-bakteri dan debu udara.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Fungsi Troposfer<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun fungsi troposfer adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga stabilitas udara di Bumi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyeimbangkan suhu dan udara<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melindungi bumi dari radiasi dan benda langit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu sumber oksigen bagi manusia karena mengandung banyak udara<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tempat terjadinya fenomena alam seperti hujan, angin dan pelangi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Stratosfer<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas troposfer, kita bertemu dengan stratosfer. Lapisan stratosfer berada pada ketinggian rata-rata berkisar antara 15 \u2013 50 km. Antara lapisan stratosfer dan lapisan mesosfer dipisahkan oleh lapisan stratopause.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Temperatur stratosfer berkisar dari -80 \u00b0 C hingga -90 \u00b0 C di atas Khatulistiwa, dan \u201440 \u00b0 C (di musim panas) hingga &#8211; 80 \u00b0 C di atas kutub. Di stratosfer, suhu meningkat dengan ketinggian maksimum sekitar 0 \u00b0 C di persimpangan dari stratosfer dan mesosfer.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik atau ciri utama dari stratosfer yaitu udara yang terasa kering karena tidak mengandung debu, uap air, dan awan. Selain itu stratosfer memiliki ozon yang menyerap sinar ultraviolet. Ozon menyebabkan suhu udara di bagian atas troposfer bertambah tinggi.<\/span><\/p>\n<h4><strong>Bagian Stratosfer<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stratosfer terdiri dari 3 bagian:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lapisan isotherm<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lapisan ozon\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lapisan campuran\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Fungsi Stratosfer<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun tak sebanyak troposfer, stratosfer tetap punya fungsi penting kok, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membentuk hujan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat terjadinya stratifikasi suhu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melindungi makhluk hidup yang ada di bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari. Perlu diketahui, sinar ultraviolet dapat menyebabkan kulit terbakar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunburn<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), kerusakan mata hingga kanker kulit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/fakta-menarik-seputar-awan\">Asal Mula, Klasifikasi, Arah Gerak, dan Bentuk Awan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Mesosfer<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melintasi lapisan stratosfer suhu menurun lagi setiap kita naik. Lapisan di atas stratosfer ini disebut lapisan mesosfer. Berada diantara ketinggian 45 km &#8211; 75 km. Suhu pada bagian atas lapisan mesosfer kira-kira -140C.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesosfer memiliki fungsi yang nggak kalah penting, <em>lho<\/em>! Seperti yang kita ketahui, tata surya terdiri dari benda-benda langit, salah satunya meteor. Diperkirakan sekitar 40 juta ton meteor melaju dengan cepat dan bergesekan di atmosfer setiap harinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meteor kemudian bertabrakan dengan mesosfer yang mempunyai kepadatan gas yang cukup tebal. Proses tersebut menghasilkan panas. Meteor yang bergerak dengan kecepatan tinggi juga mendorong gas di depannya sehingga gas tersebut terkompresi dengan cepat. Ini juga menyebabkan peningkatan suhu gas. Peningkatan suhu gas yang cepat menyebabkan meteor terbakar di lapisan mesosfer dan habis terurai sebelum mencapai permukaan bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, <strong>karakteristik atau ciri<\/strong> yang melekat pada mesosfer adalah <strong>tempat penghancur meteor<\/strong> dan suhunya yang semakin menurun ketika beranjak ke atas. Lapisan antara mesosfer dan troposfer disebut <\/span><strong>mesopause<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Sedangkan antara stratosfer dan mesosfer disebut <\/span><strong>stratopause<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Termosfer<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lapisan termosfer terletak pada ketinggian antara 80 km \u2013 500 km di atas permukaan bumi. Pada bagian bawah lapisan ini terjadi peristiwa ionisasi (pembentukan) ion, yaitu pada ketinggian 85 km \u2013 375 km. Suhu naik pada ketinggian 480 km hingga mencapai 120\u00baC.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian atas dari lapisan termosfer merupakan sumber panas. Pada bagian ini oksigen-oksigen menyerap radiasi ultraviolet dari matahari. <\/span><\/p>\n<h4>Bagian dan Fungsi Termosfer<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Termosfer memiliki bagian yang disebut sebagai <\/span><strong>ionosfer<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memiliki fungsi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">a. Memantulkan gelombang radio yang dipancarkan. Gelombang radio yang dipancarkan oleh pemancar radio dibagi ke dalam tiga jenis:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gelombang panjang, panjang gelombangnya antara 30.000 m dan 1.000 m<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gelombang menengah, antara 1.000 m dan 200 m\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gelombang pendek, antara 200 m dan 10 m. Gelombang ini terbagi-bagi menjadi gelombang pendek antara 200 m dan 50 m serta antara 50 m dan 10 m.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">b. Menahan sebagian radiasi matahari sehingga tidak semua sampai ke bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada fakta menarik nih! Termosfer juga adalah tempat terjadinya proses ionisasi yang menyebabkan penambahan atau pengurangan jumlah elektron di angkasa. Elektron ini menghasilkan cahaya berwarna-warni yang kita kenal sebagai <\/span><strong>aurora<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Apakah kamu pernah melihatnya?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pengertian-globalisasi\">Pengertian, Karakteristik, Bentuk, &amp; Dampak Globalisasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Eksosfer<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lapisan atmosfer dimana molekul-molekul udara bebas dapat meninggalkan bumi disebut lapisan eksosfer. Eksosfer memiliki temperatur terpanas dan gaya gravitasi sudah semakin berkurang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eksosfer adalah <strong>lapisan teratas<\/strong> yang merupakan <strong>batas antara bumi dengan luar angkasa<\/strong>. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Letaknya berada pada jarak sekitar 700 km di atas permukaan laut dan memanjang hingga 1000 km di atas permukaan laut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri utama dari eksosfer yaitu memiliki bentuk yang paling pasti dibandingkan empat lapisan atmosfer lainnya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Pada citra satelit bumi, eksosfer terlihat seperti selubung biru yang disebut<\/span> <em><strong>geocorona<\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Molekul dan gas atom melaju dengan kecepatan cukup tinggi dan saling berjauhan, sehingga tidak ada kemungkinan terjadinya fenomena meteorologi seperti pembentukan hujan, awan, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah eksosfer memiliki peran untuk bumi? Tentu iya! Eksosfer adalah media peralihan menuju suatu zona yang terkena pengaruh gravitasi. Hal ini juga membantu atom untuk melarikan diri dari atmosfer ke luar angkasa. Selain itu, eksosfer berfungsi untuk merefleksikan cahaya matahari yang dipantulkan melalui partikel debu meteoritik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Gambar Lapisan Atmosfer<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biar nggak lupa, berikut gambar lapisan atmosfer dan peristiwa yang terjadi di dalamnya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d9ea6470-f431-403d-a439-7709e9c42752.png\" alt=\"lapisan atmosfer\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">-\u2013<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Yeay<\/em>! Sekarang, kita sudah tahu perbedaan fungsi dan karakteristik lapisan-lapisan atmosfer yang melindungi bumi. Kesimpulannya, atmosfer mempunyai peran yang sangat penting untuk kehidupan manusia sebagai pelindung dari benda-benda luar angkasa, sinar ultraviolet yang berbahaya, hingga tempat berkumpulnya oksigen.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belajar materi Geografi lainnya? Yuk, langsung aja ikutan kelas gratis di<\/span> <strong><a href=\"https:\/\/brainacademy.id\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Bisa pilih kelas online atau datang langsung ke cabang yang paling dekat dari rumah kamu. <em>See you<\/em>!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas macam-macam lapisan atmosfer yang melindungi bumi dan perannya untuk kehidupan makhluk hidup. \u2014 Ngerasa nggak sih, akhir-akhir ini cuaca lagi nggak menentu? Pas siang panas banget, eh waktu sore tiba-tiba hujan deras.\u00a0 Kalau kamu sedang beraktivitas di luar, jangan lupa sedia payung ya! Biar tubuhmu terlindungi dari terik matahari maupun air hujan.\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4728,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1770273271:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Atmosfer tersusun dari lapisan-lapisan gas yang melindungi bumi. Masing-masing punya karakteristik, fungsi dan berada di ketinggian yang berbeda."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dd2d853e-ef0a-4d4f-86ef-381c825a76b2.png"],"_wp_old_date":["2025-02-05"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["lapisan atmosfer"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Atmosfer tersusun dari lapisan-lapisan gas yang melindungi bumi. Masing-masing punya karakteristik, fungsi dan berada di ketinggian yang berbeda."],"_yoast_wpseo_linkdex":["88"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-4728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Atmosfer tersusun dari lapisan-lapisan gas yang melindungi bumi. Masing-masing punya karakteristik, fungsi dan berada di ketinggian yang berbeda.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Atmosfer tersusun dari lapisan-lapisan gas yang melindungi bumi. Masing-masing punya karakteristik, fungsi dan berada di ketinggian yang berbeda.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-05T06:00:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-05T06:23:30+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer\",\"name\":\"Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dd2d853e-ef0a-4d4f-86ef-381c825a76b2.png\",\"datePublished\":\"2026-02-05T06:00:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-05T06:23:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"description\":\"Atmosfer tersusun dari lapisan-lapisan gas yang melindungi bumi. Masing-masing punya karakteristik, fungsi dan berada di ketinggian yang berbeda.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dd2d853e-ef0a-4d4f-86ef-381c825a76b2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dd2d853e-ef0a-4d4f-86ef-381c825a76b2.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Atmosfer tersusun dari lapisan-lapisan gas yang melindungi bumi. Masing-masing punya karakteristik, fungsi dan berada di ketinggian yang berbeda.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Atmosfer tersusun dari lapisan-lapisan gas yang melindungi bumi. Masing-masing punya karakteristik, fungsi dan berada di ketinggian yang berbeda.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-02-05T06:00:02+00:00","article_modified_time":"2026-02-05T06:23:30+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer","name":"Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dd2d853e-ef0a-4d4f-86ef-381c825a76b2.png","datePublished":"2026-02-05T06:00:02+00:00","dateModified":"2026-02-05T06:23:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"description":"Atmosfer tersusun dari lapisan-lapisan gas yang melindungi bumi. Masing-masing punya karakteristik, fungsi dan berada di ketinggian yang berbeda.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dd2d853e-ef0a-4d4f-86ef-381c825a76b2.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/dd2d853e-ef0a-4d4f-86ef-381c825a76b2.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/lapisan-atmosfer#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lapisan Atmosfer: Urutan, Karakteristik dan Fungsinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4728"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5263,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4728\/revisions\/5263"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}