{"id":4563,"date":"2025-12-08T11:00:14","date_gmt":"2025-12-08T04:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=4563"},"modified":"2025-12-09T17:09:05","modified_gmt":"2025-12-09T10:09:05","slug":"kalimat-majemuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk","title":{"rendered":"Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/90856f2b-6a1d-4962-b3f2-ab5d950acc8e.png\" alt=\"Kalimat Majemuk\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat majemuk dapat kamu temukan di buku bacaan dan majalah. Seperti apa contoh kalimat majemuk itu? Simak artikel ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pelajaran Bahasa Indonesia, kamu pasti sering menemukan berbagai jenis kalimat, termasuk kalimat majemuk. Kalimat majemuk biasanya digunakan untuk menyampaikan beberapa\u00a0 ide atau makna yang saling berkaitan dalam satu kalimat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, tahukah kamu apa itu kalimat majemuk? Kalimat ini merupakan kalimat yang terdiri dari dua atau lebih klausa dan berdiri sendiri sebagai kalimat terpisah. Menarik kan? Nah, kalimat majemuk ini terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan pola kalimatnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya makin paham, yuk, kita pelajari lebih lanjut tentang pengertian dan contoh kalimat majemuk berdasarkan jenisnya di artikel ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Kalimat Majemuk<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, <\/span><strong>kalimat majemuk adalah jenis kalimat yang menggabungkan dua atau lebih klausa dan dapat berdiri sendiri sebagai suatu kalimat yang lepas.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini biasanya memiliki lebih dari satu subjek, predikat, objek, atau pelengkap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kalimat majemuk, konjungsi atau kata penghubung berfungsi sebagai jembatan penghubung antara klausa. Beberapa kata penghubung yang sering digunakan dalam kalimat majemuk adalah jika, dan, tetapi, karena, serta sehingga.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi\">Macam-Macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis dan Contoh Kalimat Majemuk<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat empat jenis kalimat majemuk yang bisa kamu pelajari, yaitu kalimat majemuk setara, rapatan, campuran, dan bertingkat. Berikut adalah penjelasan dari jenis-jenis kalimat majemuk beserta contohnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kalimat Majemuk Setara<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat majemuk setara adalah kalimat gabungan yang terdiri dari klausa yang memiliki hubungan setara atau sejajar. Terdapat istilah kalimat majemuk setara dengan kata kontes, artinya klausa-klausa tersebut bersanding seperti peserta kontes yang bersaing secara setara. Pola kalimat ini terdiri dari subjek dan predikat yang dihubungkan oleh kata penghubung yang menunjukkan kesetaraan antara klausa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata penghubung yang dipakai dalam kalimat majemuk setara antara lain kemudian, serta, lagi pula, atau, maupun, oleh sebab itu, oleh karena itu, sedangkan, tetapi, melainkan, dan padahal. Berikut adalah jenis kalimat majemuk setara beserta contohnya yang bisa kamu pelajari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>a. Kalimat Majemuk Setara Sejalan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini terdiri dari dua atau lebih klausa yang memiliki kedudukan sejalan atau mendukung satu sama lain. Biasanya dihubungkan oleh konjungsi, seperti dan, lalu, ketika, sementara. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu memasak di dapur dan ayah membersihkan halaman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak sedang membaca buku sementara adik asyik bermain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fani bermain piano, lalu dia menyanyi dengan merdu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>b. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdiri dari dua atau lebih klausa yang saling berlawanan dan dihubungkan dengan kata hubung tetapi, melainkan, sedangkan. Kalimat majemuk setara berlawanan dengan kata daring, misalnya, menunjukkan perbedaan atau kontras antara dua hal, seperti pada kalimat, belajar daring memudahkan akses materi, tetapi kurang efektif untuk diskusi langsung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, berikut adalah beberapa contoh lain dari kalimat majemuk setara berlawanan.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak ingin pergi ke pantai, tetapi cuaca sedang hujan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siska menyukai makanan pedas, sedangkan adiknya tidak tahan dengan rasa pedas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ditto bukan seorang pemain sepak bola, melainkan pelatih tim.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>c. Kalimat Majemuk Setara Hubungan Sebab-Akibat<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang menunjukkan sebab akibat. Klausa pertama menyatakan sebab, dan klausa kedua menyatakan akibat dari klausa pertama. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hujan turun deras, sehingga jalanan menjadi licin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banjir melanda kota, akibatnya banyak listrik padam sementara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rara bisa membeli sepeda karena ia rajin menabung.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>d. Kalimat Majemuk Setara Penguat<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini memiliki klausa yang berfungsi sebagai penguat klausa lainnya. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vania sangat berbakat dalam bernyanyi, bahkan suaranya sering dipuji oleh banyak orang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan di restoran ini enak, bahkan sering menjadi rekomendasi wisatawan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dara sangat teliti dalam pekerjaannya, terlebih saat mengerjakan laporan penting.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>e. Kalimat Majemuk Setara Berurutan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat majemuk ini merupakan kalimat yang memiliki kelompok kata yang saling berurutan. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ana akan menjenguk Mia dahulu setelah pulang sekolah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu guru masuk ke dalam kelas, setelah itu mulai menjelaskan materi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesudah meminum obat, Dani kembali beristirahat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>f. Kalimat Majemuk Setara Pemilihan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menggabungkan dua atau lebih klausa dan merupakan pilihan antara dua hal atau lebih. Contonya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita bisa membeli baju ini sekarang, atau menunggu diskon di akhir bulan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Danu harus mengerjakan tugas terlebih dahulu atau tidak diijinkan untuk bermain bola di lapangan nanti sore.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka bingung harus memilih bermain bola atau menonton film bersama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/cara-memahami-kalimat-efektif\">Apa itu Kalimat Efektif? Ini Pengertian, Ciri-Ciri, &amp; Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kalimat Majemuk Rapatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat yang menggabungkan beberapa kalimat tunggal sehingga menjadi satu kalimat utuh. Biasanya kalimat ini dihubungkan dengan konjungsi seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, juga, atau, serta, dan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat majemuk rapatan akan dipisah atau digabungkan dengan menggunakan tanda baca koma. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ani membaca komik. Ani membaca buku cerita. Ani membaca majalah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat tersebut dapat digabung menjadi Ani membaca komik, buku cerita, dan majalah,<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu memasak nasi. Ibu memasak sayur, Ibu memasak lauk<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat tersebut dapat digabung menjadi Ibu memasak nasi, sayur, dan lauk<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Deni mencuci motor di halaman. Deni mencuci mobil di halaman. Deni mencuci sepeda di halaman.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat tersebut dapat digabung menjadi Deni mencuci motor, mobil, dan sepeda di halaman.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kalimat Majemuk Bertingkat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat (kalimat yang bergantung pada kalimat lainnya). Kalimat ini biasanya juga disebut sebagai <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-kompleks\">kalimat kompleks<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalimat majemuk bertingkat dengan kata robotika, misalnya, dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat atau tujuan dalam konteks robotika, seperti pada kalimat, \u201crobot ini dirancang agar bisa membantu pekerjaan manusia.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berikut adalah jenis kalimat majemuk bertingkat dan contohnya yang bisa kamu jadikan referensi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>a. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menyatakan dua kejadian yang terjadi pada waktu yang berbeda. Biasanya dihubungkan dengan kata penghubung seperti ketika, setelah, sebelum, saat. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dania akan pergi ke pasar setelah selesai bekerja.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak pulang rumah ketika matahari terbenam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami makan malam saat hujan mulai turun.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>b. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menyatakan kondisi atau syarat yang harus dipenuhi agar sesuatu terjadi. Biasanya dihubungkan dengan kata penghubung seperti jika, apabila, seandainya. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila cuaca cerah, kami akan berlibur ke pantai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya kamu datang lebih awal, kita bisa bertemu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>c. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Atribut<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan atribut atau sifatnya. Biasanya menggunakan kata penghubung seperti yang. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buku yang dia baca sangat menarik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gadis yang sedang bermain bola adalah adikku.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah tempat yang paling nyaman untuk belajar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>d. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Kenyataan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini memiliki kata penghubung seperti padahal dan sedangkan Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka berjanji untuk datang, sedangkan mereka tidak muncul sama sekali.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu sudah memasak makan malam, sedangkan ayah belum pulang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia sudah menunggu lama, padahal kakaknya belum memberi kabar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>e. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Perbandingan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menyatakan perbandingan antara dua hal. Biasanya menggunakan kata penghubung seperti ibarat, bagaikan, daripada, seperti, dan lainnya. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Andi lebih pintar, daripada Budi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaikan langit dan bumi, adiknya sangat berbeda dengan kakaknya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia bekerja lebih keras, daripada rekan-rekannya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>f. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menyatakan tujuan dari suatu tindakan atau kejadian. Biasanya dihubungkan dengan kata penghubung seperti agar, supaya, dan lain-lain. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia membawa payung supaya tidak kehujanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami bekerja lembur agar proyek ini selesai tepat waktu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka berlari cepat supaya bisa mengejar kereta.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>g. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Perlawanan (konsesif)<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menyatakan perlawanan atau pertentangan antara dua klausa. Biasanya dihubungkan dengan kata penghubung seperti meskipun, walaupun, dan lain-lain. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun hujan deras, mereka tetap melanjutkan perjalanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun dia sudah berusaha keras, dia tidak berhasil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski lelah, Ayah tetap bekerja hingga larut malam.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>h. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sangkalan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menyatakan penyangkalan terhadap suatu hal yang diungkapkan sebelumnya. Biasanya dihubungkan dengan kata penghubung seperti seakan-akan, seolah-olah, dan lainnya. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu mengatakan dia sudah selesai memasak, padahal sepertinya masih banyak yang harus dilakukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Andi terlihat sangat gembira, seakan-akan tidak ada masalah di hidupnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fani bertengkar dengan Tias, seakan-akan semua emosinya diluapkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>i. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebab<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menyatakan sebab atau alasan terjadinya suatu kejadian. Biasanya menggunakan kata penghubung seperti karena, sebab, dan lainnya. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami terlambat karena macet di jalan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia tidak bisa ikut tamasya karena sedang sakit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak harus pulang lebih awal sebab ada pertemuan keluarga.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>j. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Akibat<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menyatakan akibat dari suatu tindakan atau kejadian. Biasanya menggunakan kata penghubung seperti sehingga, maka, dan lain-lain. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hujan turun lebat, sehingga jalanan menjadi banjir.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia belajar dengan keras, maka ia mendapatkan nilai yang baik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Andi memarahi ibunya sampai-sampai Fani menangis tersedu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>k. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Cara<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menjelaskan keterangan cara dari anak kalimat ke induk kalimat dan biasanya menggunakan kata penghubung dengan. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia belajar dengan cara membaca buku setiap malam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia menyelesaikan tugas dengan cepat menggunakan laptop.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka merayakan ulang tahun dengan pergi ke taman.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>l. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Alat<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kalimat ini terdapat penjelasan mengenai cara atau alat yang digunakan dalam kejadian. Kalimat ini biasanya ditandai dengan konjungsi seperti dengan atau tanpa. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Keuangan mengontrol perekonomian dengan menaikkan pajak bagi rakyat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka bisa membuat proyek dengan cepat menggunakan komputer.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Fahmi memotong pola baju dengan menggunakan gunting.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>m. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Hasil<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini menyatakan hasil atau akibat dari suatu tindakan. Biasanya menggunakan kata penghubung seperti sehingga, maka, dan lainnya. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah memupuk tanaman dengan rajin, maka tanaman itu tumbuh subur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami bekerja semalaman, maka proyek selesai tepat waktu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka belajar dengan giat, sehingga nilai ujian mereka meningkat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><b>n. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penjelasan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat ini memberikan penjelasan atau keterangan lebih lanjut tentang sesuatu. Kata penghubung yang digunakan adalah bahwa. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Joko memberi tahu bahwa dia akan pindah ke kota lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mendengar bahwa dia mendapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ani belajar untuk mandiri setelah mendengar saran dari ayahnya bahwa menjadi orang mandiri akan membawanya lebih sukses.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-persuasif\">Contoh Kalimat Persuasif, Pengertian, dan Cirinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kalimat Majemuk Campuran<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang terdiri dari gabungan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Kalimat ini memiliki klausa-klausa yang saling setara sekaligus klausa yang memiliki hubungan bertingkat. Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dina belajar dengan giat agar mendapat nilai tinggi, dan ibunya selalu mendukungnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami akan pergi ke pantai jika cuaca cerah, atau kami tinggal di rumah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah tetap berangkat kerja meskipun hujan deras, tetapi dia sampai terlambat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, gimana, sudah lebih paham mengenai kalimat majemuk? Untuk kamu yang ingin belajar lebih dalam tentang materi Bahasa Indonesia dan topik lainnya, coba ikuti kelas gratis di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">! Di sana, kamu bisa belajar bersama Master Teacher yang selalu siap membantu jika kamu menemui kesulitan.<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=+6281574410000&amp;text=Mau%20informasi%20promo%20dan%20paket%20belajar%20Brain%20Academy%20Online\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ruangguru.com\/blog\/mengenal-kalimat-majemuk<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sry, Satriya. 2024. Kalimat. [daring]. Tautan: https:\/\/badanbahasa.kemdikbud.go.id\/resource\/doc\/files\/Buku_Penyuluhan_Kalimat.pdf\u00a0 (Diakses 9 November 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moeliono. Anton .M., dkk. 2024. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi ke-4 [daring]. Tautan: https:\/\/pubhtml5.com\/wmavj\/nigy\/Tata_Bahasa_Baku_Bahasa_Indonesia_edisi_keempat\/#google_vignette (Diakses 9 November 2024)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalimat majemuk dapat kamu temukan di buku bacaan dan majalah. Seperti apa contoh kalimat majemuk itu? Simak artikel ini! &#8212; Pada pelajaran Bahasa Indonesia, kamu pasti sering menemukan berbagai jenis kalimat, termasuk kalimat majemuk. Kalimat majemuk biasanya digunakan untuk menyampaikan beberapa\u00a0 ide atau makna yang saling berkaitan dalam satu kalimat. Tapi, tahukah kamu apa itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":4563,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1765274814:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Kalimat majemuk dapat kamu temukan di buku bacaan dan majalah. Seperti apa contohnya? Yuk, simak di artikel ini berdasarkan jenis-jenisnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/90856f2b-6a1d-4962-b3f2-ab5d950acc8e.png"],"_wp_old_date":["2024-12-16"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["kalimat majemuk"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Kalimat majemuk dapat kamu temukan di buku bacaan dan majalah. Seperti apa contohnya? Yuk, simak di artikel ini berdasarkan jenis-jenisnya."],"_yoast_wpseo_linkdex":["49"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["8"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-4563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kalimat majemuk dapat kamu temukan di buku bacaan dan majalah. Seperti apa contohnya? Yuk, simak di artikel ini berdasarkan jenis-jenisnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kalimat majemuk dapat kamu temukan di buku bacaan dan majalah. Seperti apa contohnya? Yuk, simak di artikel ini berdasarkan jenis-jenisnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-08T04:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-09T10:09:05+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk\",\"name\":\"Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/90856f2b-6a1d-4962-b3f2-ab5d950acc8e.png\",\"datePublished\":\"2025-12-08T04:00:14+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-09T10:09:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Kalimat majemuk dapat kamu temukan di buku bacaan dan majalah. Seperti apa contohnya? Yuk, simak di artikel ini berdasarkan jenis-jenisnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/90856f2b-6a1d-4962-b3f2-ab5d950acc8e.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/90856f2b-6a1d-4962-b3f2-ab5d950acc8e.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Kalimat majemuk dapat kamu temukan di buku bacaan dan majalah. Seperti apa contohnya? Yuk, simak di artikel ini berdasarkan jenis-jenisnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Kalimat majemuk dapat kamu temukan di buku bacaan dan majalah. Seperti apa contohnya? Yuk, simak di artikel ini berdasarkan jenis-jenisnya.","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-12-08T04:00:14+00:00","article_modified_time":"2025-12-09T10:09:05+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk","name":"Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/90856f2b-6a1d-4962-b3f2-ab5d950acc8e.png","datePublished":"2025-12-08T04:00:14+00:00","dateModified":"2025-12-09T10:09:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Kalimat majemuk dapat kamu temukan di buku bacaan dan majalah. Seperti apa contohnya? Yuk, simak di artikel ini berdasarkan jenis-jenisnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/90856f2b-6a1d-4962-b3f2-ab5d950acc8e.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/90856f2b-6a1d-4962-b3f2-ab5d950acc8e.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kalimat-majemuk#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4563"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4563\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6218,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4563\/revisions\/6218"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}