{"id":4462,"date":"2025-11-11T11:00:30","date_gmt":"2025-11-11T04:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=4462"},"modified":"2025-12-03T16:16:10","modified_gmt":"2025-12-03T09:16:10","slug":"contoh-makalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah","title":{"rendered":"20 Contoh Makalah yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5a3bc1e-f69f-4808-a7ed-67c4495b3335.png\" alt=\"contoh makalah\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar? Yuk, simak contoh makalah beserta struktur penulisannya berikut!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah merupakan salah satu jenis karya tulis ilmiah yang sering kamu temui, baik di sekolah maupun di kampus. Biasanya, kamu akan diminta menulis makalah untuk memenuhi tugas. Namun, mungkin sebagian dari kamu masih bingung bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, bagaimana caranya agar makalah yang buat memiliki struktur penulisan yang tepat? Nah, pada artikel ini, kita akan membahas contoh makalah yang benar beserta strukturnya. Yuk, simak penjelasanya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Makalah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas suatu topik atau permasalahan tertentu<\/strong>. Biasanya, makalah dibuat untuk memenuhi tugas sekolah, kuliah, atau sebagai media untuk menyampaikan hasil penelitian atau pemikiran.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/karya-ilmiah\">Contoh Karya Ilmiah, Pengertian, Ciri, Jenis, &amp; Cara Membuat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Penulisan Makalah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar struktur penulisan makalah kamu tepat:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Cover Makalah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menulis makalah, cover merupakan bagian yang penting. <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/cara-membuat-dan-contoh-cover-makalah\">Cover makalah<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> berisi judul makalah, logo, identitas penulis, serta tempat dan tahun terbit.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Daftar Isi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daftar isi memuat informasi halaman dari isi makalah. Setiap bab dan sub bab dalam makalah diberikan keterangan halaman agar memudahkan pembaca menemukan bahan yang akan dibaca. Daftar isi juga memuat daftar gambar dan daftar tabel (jika ada).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kata Pengantar<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata pengantar biasanya mencakup gambaran umum dari keseluruhan isi makalah. Hal ini dilakukan agar pembaca memiliki pemahaman awal tentang penelitian yang disajikan dalam makalah tersebut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Pendahuluan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendahuluan makalah berisi beberapa bagian, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Latar Belakang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> menjelaskan alasan mengapa topik ini diangkat dan pentingnya penelitian atau penulisan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Rumusan Masalah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> berisi pertanyaan spesifik yang akan dijawab dalam makalah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Tujuan Penulisan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> menjelaskan hasil apa yang ingin dicapai dari penelitian atau penulisan makalah ini. Tujuan ini biasanya berhubungan langsung dengan rumusan masalah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Manfaat Penulisan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> menjelaskan keuntungan atau kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian atau penulisan makalah ini.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Tinjauan Pustaka<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinjauan pustaka bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis teori, konsep, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik makalah yang dibahas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Metodologi Penelitian<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metodologi penelitian menjelaskan tentang cara dan prosedur yang kamu gunakan dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data dalam makalah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Pembahasan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembahasan bertujuan untuk menganalisis hasil penelitian yang diperoleh. Dalam bagian ini, kamu dapat menjelaskan lebih dalam tentang temuan penelitian, kemudian menghubungkannya dengan teori yang relevan, serta membandingkan dengan penelitian sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Kesimpulan dan Saran<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulan merupakan penjabaran dari hasil penelitian yang diperoleh. Kesimpulan juga menjabarkan apakah penelitian yang dilakukan telah menjawab rumusan masalah atau masih diperlukan penelitian lanjutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan saran lebih ditujukan penulis kepada pembaca. Saran diperoleh dari kesimpulan penelitian untuk lebih dikembangkan kembali, ditindaklanjuti, maupun diterapkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Daftar Pustaka<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daftar pustaka berisi daftar referensi yang dicantumkan atau dipergunakan dalam penyusunan makalah. Sumber referensi tersebut dapat berupa buku, artikel, jurnal, situs website, dan laporan penelitian. Penulisan daftar pustaka harus disusun secara sistematis serta diurutkan berdasarkan abjad menurut nama pengarang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/menyusun-daftar-pustaka\">Contoh &amp; Cara Penulisan Daftar Pustaka APA Style Terlengkap<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Makalah yang Baik dan Benar<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biar makin mudah memahami struktur dan format penulisan makalah yang tepat, kamu bisa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>lho<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mencari contoh makalah PDF. Banyak website yang menyediakan contoh makalah yang benar PDF yang bisa kamu unduh secara gratis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau kamu masih bingung, tenang, berikut ini beberapa contoh makalah yang baik dan benar yang bisa menjadi referensi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Contoh Makalah Kuliah tentang Metodologi Penelitian<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/41b5ab92-9e14-426b-9897-7b49ee6f9fb1.png\" alt=\"Contoh Makalah Kuliah tentang Metodologi Penelitian\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Metodologi Penelitian (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Segala puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi petunjuk dan Ridho-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat penulis selesaikan dengan baik. Tak lupa penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari itu semua, penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah desain penelitian (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">research design<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) jauh dari kata sempurna, baik aspek kualitas maupun aspek kuantitas dari materi penelitian yang disajikan. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik yang bersifat membangun dari berbagai pihak guna memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik kedepannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jambi, 27 September 2022<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puan Maharanti<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada era globalisasi yang modern ini dan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin meningkat ini Setelah seseorang banyak menemukan berbagai permasalahan yang hendak diteliti, merumuskan masalah dan menyusun pernyataan dugaan, asumsi perkiraan yang merupakan jawaban sementara, hal yang selanjutnya dilakukan oleh peneliti tersebut adalah menentukan desain penelitiannya (Rahayu, t.t.).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Desain penelitian (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">research design<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) erat hubungannya dengan proses penelitian karena merupakan tuntunan bagi seorang peneliti agar bisa mendapatkan jawaban-jawaban yang telah dimunculkan. Tidak hanya menjadi tuntunan bagi para peneliti, desain riset juga mempermudah peneliti untuk menggunakan suatu metode dalam mencari jawaban (Rahayu, t.t.).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bagian desain penelitian (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">research design<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) terdapat tuntunan bagi peneliti mengenai apa yang harus dicari untuk menyempurnakan komponen penelitian, maupun apa yang seharusnya dikerjakan dan apa pula yang seharusnya tidak dikerjakan (Rahayu, t.t.).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumusan masalah yang dapat dipaparkan berdasarkan latar belakang adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana desain penelitian (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">research design<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">)?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana jenis-jenis desain penelitian (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">research design<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">)?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendeskripsikan desain penelitian (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">research design<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memaparkan jenis-jenis desain penelitian (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">research design<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.4. Manfaat Penulisan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Secara Teoritis<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta menjadi bahan referensi mengenai desain penelitian (<em>research design<\/em>), serta juga diharapkan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan yang secara teoritis bagi penulis lainnya dalam menyusun makalah kedepannya.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Secara Praktis<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah ini diharapkan dapat menjadi sarana yang bermanfaat dalam mengimplementasikan pengetahuan penulis tentang desain penelitian (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">research design<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Desain Penelitian<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Desain penelitian adalah rencana dan struktur investigasi untuk menjawab pertanyaan penelitian, mencakup langkah dari hipotesis hingga analisis data akhir. Menurut beberapa ahli, desain penelitian menyatukan komponen, strategi, dan metode untuk mengumpulkan serta menganalisis data. Kesimpulannya, desain penelitian adalah panduan prosedural yang memastikan penelitian valid, objektif, dan efisien.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Jenis- jenis Desain Penelitian<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti halnya jenis penelitian itu sendiri, desain penelitian juga dapat secara luas diklasifikasikan menjadi kuantitatif dan kualitatif, serta metode campuran (Hayati, 2022). Pengujian hipotesis dilakukan untuk menentukan hubungan atau perbedaan antar kelompok. Investigasi bisa berupa studi kausal atau korelasional, dengan tingkat intervensi yang bervariasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Desain penelitian yang tepat membuat studi sukses. Studi penelitian yang berhasil memberikan wawasan yang akurat dan tidak bias. Peneliti harus membuat survei yang memenuhi semua karakteristik utama sebuah desain. Ada empat karakteristik utama: 1) Netralitas, 2) Keandalan, 3) Validitas, dan 4) Generalisasi. Faktor-faktor di atas mempengaruhi cara responden menjawab pertanyaan penelitian sehingga semua karakteristik di atas harus seimbang dalam desain yang baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya terhadap penulis sudah menyadari jika dalam penyusunan makalah di atas masih banyak ada kesalahan serta jauh dari kata sempurna. Adapun nantinya penulis akan segera melakukan perbaikan susunan makalah itu dengan menggunakan pedoman dari beberapa sumber dan kritik yang bisa membangun dari para pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hayati, R. (2022, Februari 21). Pengertian Desain Penelitian, Jenis, Tujuan, Fungsi, dan Cara Membuatnya. https:\/\/penelitianilmiah.com\/desain-penelitian\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rahayu, H. (t.t.). Makalah Metodologi Penelitian Desain Penelitian | Hanapuji Rahayu. Diambil 27 September 2022, dari https:\/\/www.academia<\/span><a href=\"http:\/\/www.academia.edu\/28455243\/MAKALAH_METODOLOGI_PENELITIA\"><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">edu\/28455243\/ makalah_metodologi_penelitian_desain_penelitian<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/89750591\/makalah_11_metodologi_penelitian_penyusunan_hasil_penelitian_pembahasan_kesimpulan_dan_saran)<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Contoh Makalah SMA tentang Kesehatan Olahraga<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/13dcd682-ec82-42cc-9372-cb2645702eaf.png\" alt=\"Contoh Makalah SMA tentang Kesehatan Olahraga\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Pendidikan Jasmani Kesehatan Olahraga (Sumber: scribd.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberi kesehatan, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini dengan judul \u201cKesehatan Olahraga\u201d. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan segala kerendahan hati, kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan dari para pembaca guna untuk meningkatkan dan memperbaiki pembuatan makalah pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Medan, April 2020<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusun<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Olahraga adalah hal penting yang perlu dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat, kuat dan bugar. Olahraga memiliki banyak manfaat untuk tubuh dimana daya tahan tubuh akan meningkat sehingga sulit untuk terkena penyakit. Namun, banyak orang yang tidak menyadari pentingnya berolahraga. Banyak faktor yang membuat orang jarang berolahraga, setiap orang harusnya memiliki kesadaran dari diri masing-masing. Banyak cara olahraga yang ada, dimulai dari olahraga ringan seperti lari, senam, dll. Dan juga olahraga berat seperti angkat beban, bela diri, dll. Olahraga sendiri juga dapat dilakukan secara personal maupun massal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat rumuskan masalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud dengan konsep kesehatan olahraga?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja ciri umum dari kesehatan olahraga?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa saja yang menjadi sasaran dari kesehatan olahraga?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara menghitung takaran intensitas latihan pada kesehatan olahraga?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar pembaca mengetahui konsep kesehatan olahraga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar pembaca mengetahui ciri umum dari kesehatan olahraga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar pembaca mengetahui sasaran kesehatan olahraga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar pembaca mengetahui intensitas kesehatan olahraga.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut konsep sehat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengemukakan bahwa sehat adalah kesejahteraan jasmani, sejahtera rohani dan sosial bukan hanya bebas dari penyakit, cacat maupun kelemahan. Konsep kesehatan olahraga adalah Padat gerak, bebas stress, singkat (cukup 10-30 menit tanpa henti), ade kuat, massal, mudah, murah, dan meriah (bermanfaat dan aman). Kesehatan olahraga dapat dilaksanakan secara massal misalnya : jalan cepat atau lari lambat (jogging), senam aerobik, senam pernafasan dan olahraga-olahraga massal lain yang sejenis. Senam aerobik sangat baik oleh karena dapat menjangkau seluruh sendi dan otot-otot tubuh,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut konsep sehat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengemukakan bahwa sehat adalah kesejahteraan jasmani, sejahtera rohani dan sosial bukan hanya bebas dari penyakit, cacat maupun kelemahan. Bila seseorang melakukan olahraga dengan tujuan kesehatan tetapi lalu ia menjadi sakit, maka dapat dipastikan ia telah salah dalam melaksanakan olahraga kesehatannya. Pelatihan olahraga kesehatan harus dilakukan secara bertahap, oleh karenanya pentahapan adalah prosedur keamanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu ditekankan kembali bahwa olahraga kesehatan adalah gerak olahraga dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">takaran sedang, bukan olahraga berat. jadi olahraga tersebut dilakukan dengan tidak adanya kekurangan dan tidak juga kelebihan. Artinya berolahraga dengan secukupnya, jangan tidak berolahraga karena kalau tidak berolahraga menjadi mudah sakit, sebaliknya jika melakukan olahraga secara berlebihan dapat menyebabkan sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jasmani dan Olahraga di Sekolah, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, IKIP Bandung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Giriwijoyo,H.Y.S.S. (2000) : Olahraga Kesehatan FPOK-UPI.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.scribd.com\/document\/475869622\/Makalah-PJOK-Gabriella-Yoanda)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Contoh Makalah Kelompok tentang <\/b><em><b>Entrepreneurship<\/b><\/em><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5ea93beb-910d-4b3b-a985-5e552ba8f2bb.png\" alt=\"Contoh Makalah Kelompok tentang Entrepreneurship\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Keadaan dan Pengembangan Entrepreneurship (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah-Nya yang telah dilimpahkan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan.Tidak lupa kami ucapkan terimakasih atas segala bentuk dukungan data dari berbagai referensi demi kelangsungan penyelesaian makalah ini dengan tepat waktu. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami selaku penyusun menyadari sepenuhnya bahwa makalah yang disusun masih belum atau jauh dari sempurna.Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami butuhkan untuk kelanjutan penyempurnaan penyusunan makalah berikutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Malang, 9 Maret 2021<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusun<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa depan bisnis entrepreneur digambarkan akan terus cemerlang. Beberapa tahun lalu terdapat kecenderungan perusahaan raksasa (kasus di 2 Amerika), untuk terus merampingkan perusahaannya. Kenyataan ini juga ikut memicu tumbuhnya entrepreneur baru, entrepreneur yang kaya akan pengalaman bisnis, dan masih berada dalam usia produktif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperhatikan kondisi di atas, pembekalan dan penanaman jiwa entrepreneur pada mahasiswa diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk melakukan kegiatan kewirausahaan. Pengalaman yang diperoleh di bangku kuliah ini diharapkan dapat dilanjutkan setelah lulus, sehingga muncul wirausahawan baru yang berhasil menciptakan kerja, sekaligus menyerap tenaga kerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud Entrepreneurship?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana pengembangan Entrepreneurship saat pandemi?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui pengertian Entrepreneurship.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui pengembangan Entrepreneurship saat pandemi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Pengertian Entrepreneurship<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kewirausahaan merupakan kemampuan untuk berwirausaha dengan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Nann, et al, 2010). Dalam kata lain, kewirausahaan dalam hal ini merupakan suatu kreativitas dan inovasi yang dimiliki untuk menghasilkan nilai tambah bagi dirinya dan bermanfaat bagi orang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Pengembangan Entrepreneurship Saat Ini\/Masa Pandemi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa Pandemi seperti saat ini peluang bisnis online, misalnya penggunaan e-commerce, e-business, marketplace, penggunaan bus atau kendaraan lainnya untuk berbisnis (misalnya menggunakan seperti kendaraan bus lalu keliling menjual kopi atau makanan).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Entrepreneurship merupakan salah satu kegiatan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup tidak dapat lepas dari pengaruh religiusitas yang dimiliki seseorang. E-commerce karena dengan berbelanja online, manusia tidak lagi harus pergi ke pusat perbelanjaan. Sekarang tinggal mengunjungi situs e-commerce, dan berbelanja segala transaksi selesai dan barang sampai di depan pintu rumah. Dengan kemudahan yang beragam di E-Commerce ini, anda bisa memulai Bisnis e-commerce karena ini adalah salah satu bisnis yang menjanjikan sehingga Anda tidak perlu ragu untuk mencobanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mahasiswa, agar dapat meningkatkan kesadaran karier .<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkaitan dengan faktor Motivasi Wirausaha, untuk mengembangkan Jiwa Wirausaha pada mahasiswa, dosen perlu memberikan pengetahuan dan pandangan mengenai bidang kewirausahaan, bahwa kewirausahaan bukan hanya sekedar mencari untung, namun berwirausaha untuk beribadah dan kemaslahatan bersama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkaitan dengan faktor Mental Wirausaha, figur orangtua sebagai seorang wirausahawan sangat berpengaruh dalam pembentukan mental berwirausaha, maka dari itu orang tua perlu memberikan arahan yang mendukung mental untuk menumbuhkan Jiwa Wirausaha yang sukses.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vuorio, A. M., Puumalainen, K., &amp; Fellnhofer, K. (2017). Drivers of entrepreneurial intentions in sustainable entrepreneurship. International Journal of Entrepreneurial Behavior &amp; Research.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fritz, C., &amp; Knippenberg, D. v. (2017). Gender and leadership aspiration: The impact of organizational identification. Leadership &amp; Organization Development Journal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/46803401\/makalah_entreprenership_soal)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Contoh Makalah Mahasiswa tentang Biologi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/040830c8-16e2-4773-8810-7ff15100901b.png\" alt=\"Contoh Makalah Mahasiswa tentang Biologi\" width=\"286\" height=\"435\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Transplantasi Rambut (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji dan Syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada baginda Rasulullah SAW.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yayuk Putri Rahayu, S.Si., M.Si. sebagai dosen pengampu pada mata kuliah Biologi Sel pada Program Sarjana, Program Studi Farmasi UMN yang telah banyak memberikan arahan baik pada perkuliahan maupun dalam penulisan Makalah ini, hingga dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis menyadari bahwa Makalah ini tidak luput dari segala kekurangan, dan masih jauh dari sempurna. Untuk itu saya sangat mengharapkan kritik dan sarannya guna kesempurnaan dan sebagai pertimbangan karya tulis yang akan datang. Terima kasih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Medan, September 2022<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siti Salimah Harahap<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rambut adalah organ tubuh manusia yang berbentuk seperti helaian benang yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tumbuh di kulit dan mengandung banyak keratin. Rambut muncul dari lapisan epidermis atau lapisan kulit terluar. Fungsi rambut adalah untuk melindungi kulit kepala dari rasa panas. Sedangkan rambut yang ada di kepala anda berjumlah tidak kurang dari 100.000 helai rambut dan setiap helai tumbuh dalam waktu 2 hingga 6 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alopecia atau yang lebih dikenal dengan kebotakan adalah kondisi di mana jumlah rambut yang rontok lebih banyak dari rambut yang tumbuh. Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang Definisi,penyebab, metode,efek serta Terapi pada Transplantasi Rambut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud dengan Transplantasi Rambut\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa penyebab seseorang melakukan Transplantasi Rambut\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa efek yang timbul pada Transplantasi Rambut<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui apa itu Transplantasi Rambut\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui penyebab seseorang melakukan Transplantasi Rambut\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui efek yang timbul pada Transplantasi Rambut<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.4. Manfaat Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendapatkan pemahaman dan menambah pengetahuan mengenai Transplantasi Rambut\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memberi wawasan kepada pembaca sebagai solusi dalam permasalahan kebotakan rambut dengan cara terapi Transplantasi Rambut<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Definisi Transplantasi Rambut<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transplantasi adalah rangkaian tindakan kedokteran untuk pemindahan alat atau jaringan organ tubuh manusia yang berasal dari tubuh sendiri atau tubuh orang lain dalam rangka pengobatan untuk menggantikan alat atau jaringan organ tubuh yang tidak berfungsi dengan baik (Pasal 1 butir (f) PP No. 18 Tahun 1981).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transplantasi rambut pertama kali dilakukan pada tahun 1939 di Jepang. Biasanya, prosedur transplantasi rambut ini dilakukan oleh mereka yang mengalami kerontokan rambut parah. Tetapi dilansir oleh Healthline, transplantasi rambut ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Prosedur ini hanya bekerja pada mereka yang mengalami kebotakan, penipisan secara alami atau cedera kepala yang membuat rambutnya hilang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Penyebab Transplantasi Rambut<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transplantasi rambut menjadi satu prosedur yang dipilih untuk mengatasi kebotakan pada kepala. Proses transplantasi atau pencangkokan rambut sendiri tidak boleh dilakukan sembarangan, dan membutuhkan pertimbangan yang matang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.3. Metode Transplantasi Rambut<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode Transplantasi Rambut Metode Strip Technique yaitu metode lama sebagaimana yang banyak dilakukan di berbagai Negara hingga saat ini. 80-90% kebotakan pada pria disebabkan oleh faktor genetik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.4. Efek Transplantasi Rambut<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun transplantasi rambut terbilang cukup aman, ada risiko munculnya efek samping setelah prosedur ini dilakukan. beberapa efek samping yang umum terjadi yaitu reaksi terhadap obat bius, komplikasi selama dan setelah operasi, rambut tidak beraturan, serta gatal di kulit kepala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transplantasi rambut adalah rambut dari daerah kulit kepala dengan pertumbuhan aktif dipindahkan dan ditanam di daerah kulit kepala yang rambutnya menipis atau mengalami kebotakan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab seseorang melakukan Transplantasi Rambut karena alopecia atau yang lebih dikenal dengan kebotakan adalah kondisi di mana jumlah rambut yang rontok lebih banyak dari rambut yang tumbuh.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaiknya jika hendak melakukan Transplantasi rambut terlebih dahulu membaca dan mengetahui informasi mengenai manfaat dan efek samping dari Transplantasi rambut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hendaknya di Indonesia di kembangkan metode Transplantasi Rambut sebaik mungkin agar masyarakat Indonesia bisa melakukan Transplantasi Rambut dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang terbaik.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Legiawati, Lili . Jenis Keontokan Rambut Dan Kebotakaan Pasien Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUPN Dr.Cipto Mangun Kusumo Tahun 2009-2010. (Vol. 40 No.4 Tahun 2013)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fahruddin, Rahma M. Jurnal Biomedik Peran Kelenjar Sebasea Pada Alopesia Androgenik, (Volume 4. Nomor 3. November 2012)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/87430043\/tugas_makalah_biologi_sel_siti_salimah_harahap_222114146)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Contoh Makalah Singkat tentang Bioteknologi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ca5b4d18-082a-484f-93a0-e64f08ac6b34.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Bioteknologi\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Pengertian, Sejarah, dan Jenis Bioteknologi (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dalam mata kuliah Bioteknologi. Penulis berterima kasih kepada Ibu dosen pengampu mata kuliah tersebut atas bimbingan menyangkut mata kuliah ini sehingga kami dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis memohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini kedepannya. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih dan semoga dapat bermanfaat sehingga dapat menambah pengetahuan bagi pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Medan, 2 September 2019<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehidupan manusia sekarang ini semakin pesat dalam segala lini kehidupan. Baik dalam sektor pertanian, kedokteran,bahkan dalam hal makanan sekalipun. Bahkan perkembangan ilmu pengetahuan mendapatkan dampak yang signifikan pada kemajuan teknologi, salah satu ilmu pengetahuan yang paling berkembang di era milenial 4.0 sekarang ini adalah bioteknologi. Penerapan bioteknologi akan berhasil bila dilakukan pengintegrasian beberapa disiplin ilmu pengetahuan alam dan teknologi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring perkembangan zaman, para ahli terus meneliti beberapa organisme agar dapat memperoleh suatu produk yang bermanfaat. Dan akhirnya pun mereka berhasil menemukan produk-produk bioteknologi baru dari pemanfaatan organisme. Hal inilah yang melatarbelakangi perlunya memahami sejarah dan jenis-jenis bioteknologi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah yang dimaksud dengan Bioteknologi?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa sajakah jenis-jenis Bioteknologi?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui yang dimaksud dengan Bioteknologi\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui jenis-jenis Bioteknologi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Pengertian Bioteknologi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bioteknologi berasal dari kata: Bios: hidup; Teuchos: alat; Logos: ilmu; sehingga bioteknologi dapat diartikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa (Amien, 1985).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Jenis Bioteknologi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-jenis bioteknologi ada 2 yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Bioteknologi konvensional tidak melakukan manipulasi organisme atau rekayasa, tetapi menciptakan kondisi dan bahan makanan yang cocok bagi mikroba untuk berkembang secara optimal, sedangkan Bioteknologi modern merupakan penerapan bioteknologi yang menggunakan alat dan cara kerja yang canggih, dilakukan dalam keadaan bersih dan steril, kualitas produk lebih baik,dan kuantitas hasil produk yang dibuat lebih banyak dan terarah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat disimpulkan bahwa bioteknologi dapat diartikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Sejarah perkembangan bioteknologi sangat panjang, dimulai dari tahun 1857 yang disebut dengan era bioteknologi non-mikrobiol sampai pada tahun 1957 yang disebut dengan Bioteknologi dimensi baru (bioteknologi mikrobiol). Jenis-jenis bioteknologi ada 2 yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari Penulisan dan penelitian makalah ini penulis menyadari terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis berharap agar pembaca dapat memberikan kritik dan saran agar makalah ini menjadi lebih baik. Akhir kata penulis ucapkan terimakasih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amien, Muhammad. 1985. Pegangan Umum Bioteknologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harsono. 2006. Bioteknologi. Jakarta: Yudhistira.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.scribd.com\/document\/560962658\/tugas-makalah-bioteknologi)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Contoh Makalah Singkat tentang Sosiologi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ecdd3315-f5ab-4425-8387-0ac4fa7c8519.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Sosiologi\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Sosiologi (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Permasalahan tentang gender memang tidak pernah ada habisnya. Khususnya diskriminasi terhadap kaum perempuan. Sekalipun R.A Kartini sudah memperjuangkan hak- hak wanita, namun tetap saja seiring berubahnya zaman, hal tersebut tidak dihiraukan lagi keberadaannya. Sangat disayangkan sekali apabila perjuangan R.A. Kartini tersebut menjadi sia-sia belaka. Walaupun hukum menjamin hak-hak wanita, tetapi tetap saja perlakuan diskriminasi terhadap wanita menjadi merajalela.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tindakan diskriminasi wanita yang sangat populer adalah tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). KDRT sebenarnya mulai dari masalah yang sepele dan akhirnya ada yang sampai berujung pada kematian. Hal ini tentunya menjadi tugas bagi bangsa Indonesia untuk memberikan solusi-solusi atas permasalahan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja informasi tentang gender dan permasalahan gender?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja informasi tentang KDRT?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa kaitannya dengan adat istiadat, agama, dan pendidikan?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Gender dan Permasalahan Gender<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gender merupakan perbedaan fungsi dan peran laki-laki dan perempuan karena konstruksi sosial, dan bukan sekadar jenis kelaminnya. Permasalahan gender adalah ketidakadilan gender atau kesenjangan gender, yaitu berbagai tindak keadilan atau diskriminasi yang bersumber pada keyakinan gender. Diskriminasi berarti setiap perbedaan, pengucilan, atau pembatasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin, yang mempunyai tujuan mengurangi atau menghapus pengakuan, penikmatan atau penggunaan hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan pokok di bidang politik, ekonomi, dll oleh perempuan, terlepas dari status perkawinan mereka, atas dasar persamaan antara perempuan dan laki-laki.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Kekerasan dalam Rumah Tangga<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dapat diartikan sebagai tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang pengasuh, orang tua, atau pasangan. KDRT dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, diantaranya: Kekerasan fisik, penggunaan kekuatan fisik; kekerasan seksual, setiap aktivitas seksual yang dipaksakan; kekerasan emosional, tindakan yang mencakup ancaman, kritik dan menjatuhkan yang terjadi terus menerus; dan mengendalikan untuk memperoleh uang dan menggunakannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.3. Kaitannya dengan Adat Istiadat, Agama, dan Pendidikan<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Adat Istiadat<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus kekerasan dalam rumah tangga jika dikaitkan dengan adat istiadat, tentu saja melanggar norma adat.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Agama<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika masing-masing, baik suami maupun istri menyadari perannya dan melaksanakan hak dan kewajiban sesuai syariat Islam, maka seharusnya tidak dibutuhkan kekerasan dalam menyelaraskan rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat terhindarkan apabila rumah tangga dibangun dengan pondasi syariat Islam, dikemudikan dengan kasih sayang dan diarahkan oleh peta iman<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Pendidikan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">KDRT bisa juga terjadi apabila memang masing-masing suami istri tidak pernah mengemban dunia pendidikan. Biasanya hal seperti ini dialami oleh penduduk yang ada di desa. Namun biasanya penduduk desa masih terikat dengan hukum adat. Maka persoalan tersebut dapat diselesaikan menggunakan hukum adat setempat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam suatu tatanan masyarakat, pria dan wanita mempunyai peranan masing- masing yang terbentuk secara umum dan diakui oleh masyarakat. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa pria dan wanita dapat bertukar peran sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Dalam sudut pandang apapun, tidak ada yang menginginkan adanya kekerasan dalam rumah tangga. Selain melanggar hukum, agama, dan hak asasi manusia, hal tersebut adalah hal hewani, sangat tidak manusiawi. Sedangkan manusia mempunyai beribu-ribu bahkan berjuta-juta akal pikiran untuk berpikir dengan jernih untuk menyikapi segala sesuatu yang terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu penyebab populernya diskriminasi perempuan dalam KDRT adalah tidak\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">efisiennya hukum yang berlaku. Ada baiknya pemerintah memberi penegasan dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menegakkan hukum setegak-tegaknya. Agar jaminan perlindungan terhadap korban-korban tersebut jelas dan oknum-oknum yang melakukan KDRT menjadi jera. Peran wanita dewasa ini sebenarnya sangat rawan. Jika langkahnya benar maka akan menjadi sebuah inspirasi untuk kesetaraan gender di Indonesia. Namun jika salah langkah, maka hal tersebut menjadi momok bagi wanita-wanita di seluruh Indonesia. Berpikir jernih dan berfikir kedepan adalah salah satu kuncinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Echols, John M. dan Hassan Shadily. (1983). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia. Cet. XII.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/7699373\/tugas_sosiologi_gender)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Contoh Makalah Singkat tentang Bahasa dan Sastra<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/77834d5d-ff19-40b2-b920-5c030dce05aa.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Bahasa dan Sastra\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Semantik Bahasa Indonesia (Sumber: scribd.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis mengucapkan syukur kepada Allah Subhanahu wata&#8217;ala atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan\u00a0 makalah\u00a0 sebagai tugas UTS individu mata kuliah Semantik Bahasa Indonesia dengan judul \u201cSemantik Bahasa Indonesia\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak\u00a0 kesalahan\u00a0 pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makassar, 3 April 2020<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semantik merupakan salah satu cabang linguistik yang berada pada tataran makna. Verhaar, dalam Pateda (2010:7) mengatakan bahwa semantik adalah teori makna atau teori arti (Inggris <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>semantics<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kata sifatnya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>semantic<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang dalam Bahasa Indonesia dipadankan dengan kata semantik sebagai nomina dan semantis sebagai adjektiva). Kata semantik disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda- tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya, (Chaer, 1995 :2).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejalan dengan berkembangnya zaman perkembangan bahasa pun juga ikut berkembang dan mengalami pergeseran-pergeseran makna. Pergeseran makna bahasa memang tidak dapat dihindari, hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang nantinya akan dibahas secara mendalam di dalam pembahasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari uraian latar belakang di atas dapat kita rumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah yang dimaksud konsep dan batasan semantik?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa sajakah objek kajian semantik?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penulisan makalah ini adalah untuk:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelaskan konsep dan batasan semantik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memaparkan objek kajian semantik.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Konsep dan Batasan Semantik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semantik merupakan salah satu bidang yang mempelajari tentang makna. Pengertian dari makna sendiri sangatlah beragam. Mansoer Pateda (2001:79) mengemukakan bahwa istilah makna merupakan kata-kata dan istilah yang membingungkan. Makna tersebut selalu menyatu pada tuturan kata maupun kalimat. Menurut Ullman (dalam Mansoer Pateda, 2001:82) mengemukakan bahwa makna adalah hubungan antara makna dengan pengertian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam analisis semantik juga harus disadari, karena bahasa itu bersifat unik, dan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan masalah budaya maka, analisis suatu bahasa hanya berlaku untuk bahasa itu saja, tetapi tidak dapat digunakan untuk menganalisis bahasa lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Objek Kajian Semantik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Objek kajian semantik adalah makna atau arti suatu bahasa. Leech, (1983:8- 10) menjelaskan bahwa objek kajian semantik adalah makna satuan bahasa yang tidak dihubungkan dengan konteks tuturan. Semantik mengkaji tanda bahasa dengan konsep serta acuan baik secara leksikal maupun gramatikal.Makna leksikal adalah makna kata berdasarkan yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semantik dibedakan menjadi dua, yaitu semantik leksikal dan semantik gramatikal. Sedangkan berdasarkan maknanya, terdapat beberapa jenis makna, yaitu referensial dan nonreferensial, denotatif dan konotatif, kata dan istilah, konseptual dan asosiatif, idiomatikal dan peribahasa. Makna dalam semantik pun mengalami proses yaitu relasi makna (sinonimi, antonimi, homofoni, homonimi, homografi, hiponimi, hipernimi, polisemi, ambiguitas, meronimi, redundansi, makna asosiatif, makna afektif) dan perubahan makna (generalisasi, spesialisasi, ameliorasi, peyorasi, asosiasi, dan sinestesia). Dalam analisisnya, terdiri dari dua analisis yaitu analisis ekstensional dan analisis intensional, dan analisis komponensial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penerus tongkat estafet bangsa dengan didorong oleh semangat sebagai pecinta bahasa persatuan. Mari kita tanamkan dalam diri kita untuk senantiasa bersahaja dan turut andil dalam perkembangan bahasa bangsa, dengan tetap mempelajari dan mendalami bahasa kesatuan Negara kita tercinta. Dan sebagai penggugah muda jangan hanya diam jika ada sesuatu yang mengganjal di pikiran mengenai tulisan ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Parera, J. D. 1991. \u201cTeori Semantik: Penerbit Erlangga.\u201d Jl. Kramat IV (11).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pateda, Mansoer. 1986. Semantik leksikal. Nusa Indah<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.scribd.com\/document\/662281038\/makalah-sematik-bahasa-indonesia)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><b>8. Contoh Makalah Singkat tentang Karya Ilmiah<\/b><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c3dc529e-5540-4ff9-b106-73eeea72b27d.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Karya Ilmiah\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Format Umum Karya Tulis Ilmiah\u00a0 (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji syukur Alhamdulillah senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini, guna memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia, dengan judul \u201cFormat Umum Karya Tulis Ilmiah\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari materi maupun penulisannya. Namun kami telah berusaha dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Saya berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca, khususnya mahasiswa program studi Pendidikan Matematika.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Surabaya, 1 Juni 2022<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tim Penyusun<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menulis merupakan kegiatan yang perlu dan harus dilakukan setiap orang. Kegiatan tersebut menjadi makanan pokok bagi mahasiswa terutama dalam menulis suatu karya tulis ilmiah. Penulisan karya tulis ilmiah harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditentukan. Kaidah tersebut berguna sebagai pedoman dalam penulisan karya tulis ilmiah yang baik dan benar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karya tulis ilmiah adalah karya ilmiah dalam bentuk tulisan cetak atau non cetak, yang disusun secara perorangan atau kelompok mengenai penelitian\/pengkajian suatu pokok bahasan atau pengembangan gagasan tertentu, dengan cara melakukan identifikasi, deskripsi, analisis, dan memberikan konklusi ataupun rekomendasi. Karya tulis ilmiah terdapat dua macam bentuk yang memiliki format penulisan yang berbeda-beda. Format penulisan juga tersebut akan berbeda-beda di setiap institusi. Meskipun demikian, Karya tulis ilmiah tetap memiliki format umum dalam penulisannya. Oleh karena itu, makalah ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai format umum dalam penulisan karya tulis ilmiah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan yang akan dibahas yaitu sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana format umum dalam penulisan karya tulis ilmiah?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana penyusunan abstrak, kata pengantar, pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, pembahasan simpulan dan saran dengan benar?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari rumusan masalah yang telah disebutkan diatas, dapat ditentukan tujuan dari penulisan ini yaitu sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui format umum dalam penulisan karya tulis ilmiah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui penyusunan abstrak, kata pengantar, pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, pembahasan simpulan dan saran dengan benar.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Pengertian Karya Tulis Ilmiah (KTI)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 9 Tahun 2008 menjelaskan bahwa KTI adalah karya ilmiah dalam bentuk tulisan cetak atau non cetak, yang disusun secara perorangan atau kelompok mengenai penelitian\/pengkajian suatu pokok bahasan atau pengembangan gagasan tertentu, dengan cara melakukan identifikasi, deskripsi, analisis, dan memberikan konklusi ataupun rekomendasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Format Umum dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karya tulis ilmiah biasanya ditulis pada kertas ukuran A4, dengan margin (lebar sisi) kiri 4 cm dan sisi atas, bawah dan samping kanan 3 cm. Jenis huruf, spasi, format numbering sub-sub judul bab, serta pola penomoran dan lain-lain biasanya ditentukan oleh masing-masing institusi. Namun demikian yang penting dalam penulisan ilmiah adalah konsistensi bentuk atau ukuran dari awal sampai akhir tulisan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu permasalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang diperoleh melalui suatu penelitian. Karya tulis ilmiah sebagai sarana komunikasi ilmu pengetahuan yang berbentuk tulisan menggunakan sistematika yang dapat diterima oleh komunitas keilmuan melalui suatu sistematika penulisan. Salah satu sistematika penulisan KTI adalah format umum karena KTI memiliki dua macam bentuk, yaitu (a) panjang, contohnya skripsi, tesis atau laporan penelitian, dan (b) atau versi pendek, contohnya artikel jurnal dan makalah symposium. Dengan adanya format umum KTI dapat memudahkan pembaca dalam memahami KTI tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menulis karya ini penulis pasti masih memiliki banyak kekurangan. Maka dari itu penulis berterima kasih jika pembaca dapat memberi masukan maupun saran untuk penulis. Karena dengan adanya masukan tersebut penulis akan memiliki pengetahuan baru dan agar lebih baik kedepannya. Semoga karya ini nantinya dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Permana, R. (2019). Optimalisasi Profesionalisme Widyaiswara Melalui Peningkatan Kualitas Karya Tulis Ilmiah. Jurnal Teruna Bhakti, 01, 130-134. doi:https:\/\/doi.org\/10.47131\/jtb.v1i2.20.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wasmana, S. M. (2011). MODUL PENULISAN KARYA ILMIAH. LIP Indonesia, 17-28.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/82689200\/makalah_format_umum_karya_tulis_ilmiah)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Contoh Makalah Singkat tentang Teknik<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/727f7fe4-3e2d-49a6-a227-bd4421740b3b.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Teknik\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Standar Warna dan Label Pada Pipa (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Standar Warna Dan Label Pada Pipa ini dengan baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah ini telah penulis susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir kata penulis berharap semoga Makalah Standar Warna Dan Label Pada Pipa ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bandung, September 2018<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia manufacturing, pasti tidak bisa dilepaskan dari sistem perpipaan, Karena pipa adalah salah satu komponen vital yang digunakan dalam menyalurkan material baik yang berbentuk gas, padat maupun cair. Dengan kompleksnya material yang harus ditransferkan dari satu tempat ke tempat lainnya, maka perlu dibedakan pipa-pipa tersebut agar dapat mudah dikenali, material apa yang ada dalam pipa tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beragamnya jenis fluida yang dialirkan di dalam pipa dan kebutuhan bahan serta ukurannya, maka harus ada standar pembeda. Pembeda ini sendiri disamping memudahkan sistem perpipaan industri namun juga sebagai salah satu cara untuk memberikan keamanan bagi para pekerja. Sebagai contoh, jika pekerja tidak dapat membedakan pipa yang mengalirkan bahan kimia berbahaya dengan pipa yang mengalirkan air bersih, maka ditakutkan akan terjadi kecelakaan kerja yang membahayakan pekerja dan juga industri itu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara paling mudah untuk memberikan pembeda adalah dengan memberikan warna pipa yang berbeda-beda untuk setiap fluida yang dialirkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun permasalahan yang terdapat dalam makalah ini, diantaranya :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud dengan sistem perpipaan ?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana standar pewarnaan pipa ?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana Label (Tanda) Kode Warna Perpipaan ?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun permasalahan yang terdapat dalam makalah ini, diantaranya :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat mengetahui dan memahami sistem perpipaan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat mengetahui dan memahami standar pewarnaan pipa.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat mengetahui Label (Tanda) Kode Warna Perpipaan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.4. Manfaat Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun manfaat dari penulisan makalah ini diharapkan mampu memberi wawasan kepada pembaca, pegawai maupun perencana agar lebih memahami dan membedakan warna-warna serta label pada pipa sehingga dalam proyek, baik pegawai, pengunjung, maupun perencana tidak terjadinya kesalahan dan menimbulkan terganggunya kesehatan dan keselamatan kerja. Adapun manfaat bagi khalayak umum yaitu mampu membedakan warna dan tanda pipa, agar dapat membantu dan menolong sesama apabila terdapat musibah di sekitarnya yang menyangkut dengan perpipaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Pengertian Sistem Perpipaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem perpipaan adalah suatu sistem yang digunakan untuk transportasi fluida antar peralatan (equipment) dari suatu tempat ke tempat yang lain sehingga proses produksi dapat berlangsung. Pipa biasanya ditentukan berdasarkan ukuran nominalnya, sedangkan tube adalah merupakan salah satu jenis pipa yang ditetapkan berdasarkan diameter luarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Standar Pewarnaan Pipa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut standar BS 1710 berikut pewarnaan pipa berdasarkan isi materialnya :<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/19db4844-819c-4e80-a334-3a9398bfe7bc.png\" width=\"413\" height=\"206\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem perpipaan adalah suatu sistem yang digunakan untuk transportasi fluida antar peralatan (equipment) dari suatu tempat ke tempat yang lain sehingga proses produksi dapat berlangsung.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait dengan sistem manajemen K3, pengaturan pipa-pipa agar mudah dikenali dan dibedakan isi didalamnya satu sama lainnya, maka perlu dibuat standar terkait hal tersebut yang dibedakan berdasarkan pewarnaan dan labelnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun penulis menyarankan agar materi mengenai jenis warna dan label pada perpipaan, harus diketahui dan dipahami setiap tanda dan warnanya, hal ini agar tidak terjadi kecelakaan kerja, kesalahan teknis, dan lain sebagainya yang memungkinkan dapat menimbulkan kerugian material maupun non material.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2017\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Iapmo Group Indonesia. 2017. Skema Sertifikasi Produk pada Sistem Plumbing Bangunan Gedung SNI 8153:2015. Bekasi : PT. Iapmo Group Indonesia.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Identitas Warna Pipa. SNI 19-3778-2005. Badan Standar Nasional (BSN).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tata Cara Perencanaan Sistem Plumbing. SNI 03-7065-2005. Badan Standar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/37549952\/Makalah_kel_10)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Contoh Makalah Singkat tentang Pajak<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e59e5df9-2d19-4847-9e6e-94354a581e5d.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Pajak\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Pajak (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si., selaku dosen mata kuliah Perpajakan yang telah memberikan tugas makalah ini sehingga kami dapat memahami.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kami berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jambi, April 2022<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, penyusutan fiskal dan amortisasi ini berkaitan erat dengan aktivitas perpajakan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyusutan fiskal dan amortisasi menjadi keharusan bagi yang mengurus laporan keuangan dan perpajakan suatu usaha atau perusahaan. Sehingga berbagai aktivita keuangan, mulai dari pembuatan laporan keuangan sebagai syarat dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan\/Masa PPh Badan atau perusahaan dalam berjalan lancar dan benar. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amortisasi adalah pengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya. Apa yang termasuk dalam kategori pengeluaran lainnya? Dalam hal ini adalah biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai, dan muhibah (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">goodwill<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">). Semua pengeluaran lain itu, mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun yang dipergunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dilakukan dalam bagian-bagian yang sama besar atau dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana dasar pengenaan pajak?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu depresiasi?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu amortisasi?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami dasar pengenaan pajak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami istilah depresiasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami istilah amortisasi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Dasar Pengenaan Pajak<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk dapat menghitung PPh, terlebih dahulu harus diketahui dasar pengenaan pajaknya. Untuk wajib pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang menjadi dasar pengenaan pajak adalah Penghasilan Kena Pajak. Sedangkan untuk Wajib Pajak luar negeri adalah penghasilan bruto. Dalam bab ini yang akan dibahas hanya Wajib Pajak dalam negeri saja. Untuk Wajib Pajak luar negeri akan dibahas pada bab PPh pasal 26. Besarnya Penghasilan Kena Pajak untuk Wajib Pajak badan dihitung sebesar penghasilan netto. Sedangkan untuk Wajib Pajak orang pribadi dihitung sebesar penghasilan netto dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Depresiasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghitung besarnya penyusutan harta tetap berwujud dibagi menjadi dua golongan, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harta berwujud yang bukan berupa bangunan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harta berwujud yang berupa bangunan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.3. Amortisasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harta tak berwujud digolongkan menjadi:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelompok 1: kelompok harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 4 tahun.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelompok 2: kelompok harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 8 tahun.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelompok 3: kelompok harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 16 tahun.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelompok 4: kelompok harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 20 tahun.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusutan adalah alokasi biaya perolehan suatu aktiva tetap (kecuali tanah) selama masa manfaat tertentu sesuai dengan kelompok harta. Penyusutan fiskal diatur dalam Pasal 11 Undang-Undang (UU) Pajak Penghasilan (PPh). Sedangkan amortisasi adalah alokasi perolehan harta tidak berwujud selama masa manfaat tertentu. Ketentuan mengenai amortisasi diatur dalam Pasal 11A UU PPh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya terhadap penulis sudah menyadari jika dalam penyusunan makalah di atas masih banyak ada kesalahan serta jauh dari kata sempurna. Adapun nantinya penulis akan segera melakukan perbaikan susunan makalah itu dengan menggunakan pedoman dari beberapa sumber dan kritik yang bisa membangun dari para pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mardiasmo. (2018). Perpajakan. Yogyakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Syarief, A. (2011). Modul Perpajakan. Jakarta: Yudhistira.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/77579958\/makalah_pajak_10)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><b>11. Contoh Makalah Singkat tentang Manajemen<\/b><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f139b812-d337-429e-a62b-7418ff7523e3.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Manajemen\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Manajemen Perkantoran (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji syukur penulis mengucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan- Nya, mungkin penulis tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas manajemen perkantoran, makalah ini memuat materi tentang \u201cKomunikasi\u201d yang mana dikhususkan tentang komunikasi di dalam perkantoran itu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Depok, Oktober 2015<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antara seseorang dengan orang lain. Dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, hal ini disebabkan karena manusia adalah makhluk sosial, dimana antara yang satu dengan yang lain saling membutuhkan, sehingga terjadi interaksi yang timbal balik. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi mempertemukan antara komunikan dengan komunikator. Komunikan yang menerima sedangkan komunikator yang menyampaikan pesan. Berinteraksi dengan cara berkomunikasi tidak harus dengan ucapan kata-kata tetapi juga bisa menggunakan gerak mimik tubuh seperti tersenyum, mengedipkan mata, melambaikan tangan, juga bisa menggunakan perasaan yang ada dalam hati seseorang.Tetapi pesan komunikasi akan bisa diterima oleh komunikan apabila komunikan mengerti apa yang komunikator sampaikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pengertian dari komunikasi?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pengertian dari komunikasi kantor?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja bentuk-bentuk komunikasi kantor?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aspek apa yang perlu diperhatikan?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui arti dari komunikasi\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui arti dari komunikasi kantor\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui apa saja bentuk dari komunikasi\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui aspek apa yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Pengertian Komunikasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998) mengenai komunikasi manusia yaitu : Human communication is the process through which individuals \u2013in relationships, group, organizations and societies\u2014respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Pengertian Komunikasi Kantor<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi kantor adalah proses penyampaian berita dari suatu pihak kepada pihak lain, yang berlangsung atau yang terjadi dalam suatu kantor. Komunikasi ini dapat dilakukan secara lisan (langsung maupun dengan alat komunikasi), maupun dalam bentuk tulisan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.3. Bentuk-bentuk Komunikasi Kantor<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Denyer dalam bukunya Office Management, 1975 membagi komunikasi dalam bentuk yang sistematis yaitu sistem komunikasi tulisan (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">written<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">communication<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">), sistem komunikasi lisan (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">oral<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">communication<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">), sistem mekanik (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">mechanical<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">system<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">), dan sistem panggilan petugas (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">staff<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">location system<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.4. Aspek yang Perlu Diperhatikan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam komunikasi kantor aspek yang perlu diperhatikan meliputi kejelasan, perhatian, integritas dan ketulusan, serta pemilihan media.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. Komunikasi di dalam kantor adalah proses penyampaian berita dari suatu pihak kepada pihak lain, yang berlangsung atau yang terjadi dalam suatu kantor, antara pimpinan ke bawahan maupun sebaliknya ataupun juga dari pegawai ke sesama pegawai. Komunikasi sangat penting dalam rangka meningkatkan kelancaran kantor. Komunikasi yang baik adalah bagaimana gaya komunikasi dan gaya kerja atau cara bekerja sama dengan orang lain yang konsisten. Dengan begitu dapat tercipta situasi kerja yang menyenangkan dan mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wiryanto, 2005, Pengantar Ilmu Komunikasi , Jakarta, PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/12166204\/Komunikasi_dalam_Perkantoran)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>12. Contoh Makalah Singkat tentang Komunikasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/47b77aab-00c6-41dc-bd8a-b282dc92bbbd.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Komunikasi\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Komunikasi Persuasif (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji dan syukur penyusun ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas limpahan anugerah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Komunikasi Persuasif dengan tepat waktu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Komunikasi Perkantoran yang diberi oleh Dr. H. Suwatno M.Si dan Drs. Alit Sarino M.Si. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik dalam isi maupun sistematikanya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan wawasan penyusun. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran demi penyempurnaan makalah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir kata, penyusun mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan semua pihak yang telah membantu dalam menyusun makalah ini. Penyusun mengharapkan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bandung, 26 Maret 2016<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusun<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ilmu komunikasi, kita mengenal adanya komunikasi persuasif, yaitu komunikasi yang bersifat mempengaruhi audiens atau komunikan, sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. Menurut K. Andeerson (Mulyana, 2005, p. 115) komunikasi persuasif didefinisikan sebagai perilaku komunikasi yang mempunyai tujuan mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu atau kelompok lain melalui transmisi beberapa pesan. Mengingat pentingnya peran komunikasi persuasif dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam suatu organisasi, maka disusunlah makalah ini untuk menambah wawasan mengenai komunikasi persuasif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumusan masalah yang terdapat dalam makalah ini adalah sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pengertian komunikasi persuasif?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana prinsip komunikasi persuasif?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui pengertian komunikasi persuasif.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui prinsip komunikasi persuasif.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.4. Manfaat Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat dari penyusunan makalah ini adalah untuk menambah wawasan atau pengetahuan dalam Komunikasi mengenai Komunikasi Persuasi, dan dapat dijadikan\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai bahan referensi tambahan dalam pembelajaran khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Pengertian Komunikasi Persuasif<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Deddy Mulyana, komunikasi persuasif adalah suatu proses komunikasi dimana terdapat usaha untuk meyakinkan orang lain agar publiknya berbuat dan bertingkah laku seperti yang diharapkan komunikator dengan cara membujuk tanpa memaksanya. Sedangkan menurut K. Andeerson, komunikasi persuasif dide\ufb01nisikan sebagai perilaku komunikasi yang mempunyai tujuan mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu atau kelompok lain melalui transmisi beberapa pesan (Mulyana, 2005, p. 115).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Prinsip Komunikasi Persuasif<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat empat prinsip utama yang dapat dimanfaatkan dalam komunikasi persuasif. Prinsip tersebut dapat digunakan sebagai landasan untuk keberhasilan mengubah sikap, kepercayaan, dan mengajak sasaran persuasi untuk berbuat sesuatu sesuai yang dikehendaki persuader.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Littlejohn dan Jabusch (Devito, 2010, p. 447) mengungkapkan bahwa prinsip persuasif terdiri dari prinsip pemaparan selektif, prinsip partisipasi khalayak, prinsip inokulasi, dan prinsip besaran perubahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau mempengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang melalui penggunaan pesan sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya makalah ini, disarankan kepada pembaca khususnya yang berkepentingan dalam bidang komunikasi untuk lebih memahami bagaimana prinsip, tahap, teknik, hambatan dalam komunikasi persuasif agar dapat dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan dalam pencapaian tujuan komunikasi persuasi yang efektif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Devito, J. A. (2010). Komunikasi Antarmanusia. Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mulyana, D. (2005). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/28475923\/makalah_komunikasi_persuasif)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>13. Contoh Makalah Singkat tentang <\/b><em><b>Global Warming<\/b><\/em><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/178a9e18-523b-4d34-a8d2-f58730f4a5b1.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Global Warming\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Pemanasan Global (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat serta hidayahNya, sehingga kita masih diberikan kelancaran dalam penyusunan makalah ini. Syukur Alhamdulillah akhirnya kami bisa menyelesaikan makalah tentang Pemanasan Global (Global Warming). Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Eko Risdianto, M.Cs selaku dosen mata kuliah Media Pembelajaran ICT, yang senantiasa memberikan masukkan ilmu dan pengetahuan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna tapi kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pendidik maupun peserta didik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bengkulu, 17 Maret 2021<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan teknologi di bidang transportasi dan industri tidak selamanya berdampak positif bagi kehidupan makhluk hidup. Saat ini kita merasakan dampak negatif dari kemajuan teknologi tersebut. Salah satu dampak negatifnya adalah faktor utama yang menyebabkan pemanasan global. Pemanasan global (global warming) adalah suatu bentuk ketidak seimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud dengan pemanasan global?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa penyebab dari pemanasan global?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui definisi dari pemanasan global<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui apa penyebab pemanasan global<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Pengertian Pemanasan Global (Global Warming)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemanasan global (global warming) adalah suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Pemanasan global \u00a0 diperkirakan \u00a0 telah \u00a0 menyebabkan \u00a0 perubahan-perubahan sistem terhadap ekosistem di bumi, antara lain; perubahan iklim yang ekstrim, mencairnya es sehingga permukaan air laut naik, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Adanya perubahan sistem dalam ekosistem ini telah memberi dampak pada kehidupan di bumi seperti terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan (Lim et al., 2007).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Penyebab Pemanasan Global (Global Warming)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun penyebab terjadinya pemanasan global (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">global warming<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah antara lain gas-gas rumah kaca di dalam atmosfer, umpan balik, dan variasi matahari. Beberapa dampak yang diakibatkan oleh pemanasan global (global warming), dapat diinventarisasi, antara lain munculnya gelombang panas di berbagai belahan dunia, adanya badai, banjir, kekeringan, dan mencairnya es di kutub.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari beberapa uraian diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan Pemanasan global (global warming) adalah suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Adapun penyebab terjadinya pemanasan global (global warming) antara lain sebagai berikut: (1) Gas-gas rumah kaca di dalam atmosfer (2) umpan balik (3) variasi matahari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengurangi dampak dari pemanasan global sebaiknya kita harus sama-sama mengurang penggunaan bahan-bahan yang akan menghasilkan gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2). Selain itu juga kita harus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang menyumbangkan CO2 terbanyak ke atmosfer. Kita harus lebih memaksimalkan energi terbarukan seperti: energi air, panas bumi, energi angin dan energi surya dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi emisi CO2. Selain itu juga kita harus menjaga pohon-pohon dihutan dan tidak menebanginya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hood, R. (2007). Global Warming. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">A Companion to Applied Ethics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2), 674\u2013684. https:\/\/doi.org\/10.1002\/9780470996621.ch50<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Latuconsina, H. (2010). Dampak pemanasan global terhadap ekosistem pesisir dan lautan.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(1), 30. https:\/\/doi.org\/10.29239\/ j.agrikan.3.1.30-37<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/45565487\/makalah_tentang_pemanasan_global_global_warming)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>14. Contoh Makalah Singkat tentang Evaluasi Pembelajaran<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c7642a0b-92c6-463f-a23f-60a8e63a6608.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Evaluasi Pembelajaran\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Analisis Instrumen Evaluasi (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah yang berjudul \u201cAnalisis Instrumen Evaluasi\u201c. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. A. G. Tamrin, M.Pd, M.Si selaku dosen pembimbing kami yang telah membimbing dan memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak pengetahuan khususnya dalam materi analisis instrumen evaluasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun di samping itu, kami menyadari betul bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sekiranya membangun dari para pembaca sekalian juga teman\u2013teman semua agar kekurangan dari makalah ini dapat diperbaiki dan menjadi lebih sempurna.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Surakarta, 24 Februari 2023<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia pendidikan, penilaian merupakan bagian penting dan tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar. Sistem penilaian yang baik akan mendorong guru menggunakan strategi mengajar yang lebih baik dan memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Penilaian biasanya dimulai dengan kegiatan pengukuran. Pengukuran atau measurement merupakan salah satu cabang ilmu statistika terapan yang tujuannya memberikan dasar untuk merancang pengujian yang lebih baik guna menghasilkan pengujian yang berfungsi optimal, valid, dan reliabel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui apakah tujuan pendidikan sudah tercapai perlu diadakan tes. Sebuah tes yang baik sebagai alat pengukur harus dianalisis terlebih dahulu. Dalam menganalisis butir soal dalam tes harus memperhatikan daya serap, tingkat kesukaran, daya beda, fungsi pengecoh, validitas, dan reliabilitas. Hal tersebut dilakukan agar tes yang diberikan kepada siswa sesuai dengan daya serap siswa, tingkat kesukarannya, dan soal yang diberikan pun harus valid. Sehingga, tujuan dari pembelajaran dapat tercapai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumusan masalah yang terdapat dalam makalah ini adalah sebagai berikut :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pengertian dari analisis instrumen?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dimaksud dengan analisis instrumen teoritis\/rasional dan bagaimanakah ketentuannya?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui arti analisis instrumen\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui maksud serta ketentuan analisis instrumen teoritis\/rasional<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Pengertian Analisis Instrumen Evaluasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian analisis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Instrumen merupakan alat bantu untuk mengumpulkan data atau informasi (Arikunto, 2002).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Analisis Teoritis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis Teoritis\/rasional terdiri dari analisis materi, analisis konstruksi, dan analisis bahasa. Tujuan analisis materi adalah sebagai penelaah yang berkaitan dengan substansi keilmuan yang ditanyakan dalam soal serta tingkat kemampuan yang sesuai dengan soal. Analisis konstruksi bertujuan sebagai penelaah yang secara umum berkaitan dengan teknik penulisan soal. Sedangkan analisis bahasa dimaksudkan sebagai penelaahan soal yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar<\/span><b>.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis instrumen penilaian terbagi dalam Analisis teoritis\/rasional dan analisis empiris. Analisis teoritis\/rasional terdiri dari analisis materi, analisis konstruksi, dan analisis bahasa yang memiliki tujuannya masing-masing. Sedangkan analisis empiris merupakan kegiatan mengkaji setiap butir soal untuk memperoleh kualitas soal yang baik. Hal yang dikaji dalam analisis empiris meliputi validitas butir soal, reliabilitas soal, indeks kesukaran, daya pembeda, dan distraktor\/pengecoh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya tenaga pendidik dalam penyusunan soal. Agar diperoleh kualitas soal yang bermutu dan dapat mencapai tujuan pembelajaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Departemen Pendidikan Nasional Indonesia . (2004). Pengembangan sistem Penilaian . Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Purwanto, M. N. (1993). Prinsip-prinsip dan teknik evaluasi. Bandung : Remaja Rosda Karya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/99897528\/makalah_analisis_instrumen_evaluasi)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>15. Contoh Makalah Singkat tentang Psikologi Industri<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ab2a6db2-f5e7-4bf4-bd49-3da52e245bfc.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Psikologi Industri\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Psikologi Industri (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Pada makalah ini, penulis membahas tentang factor-faktor yang mempengaruhi perbedaan karakteristik individu sehingga terjadilah keberagaman karakteristik individu. Akan tetapi, pada makalah ini akan lebih berfokus atau akan lebih banyak mengkaji mengenai faktor yang paling mempengaruhi keberagaman karakteristik individu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis berharap makalah ini dapat memberikan informasi dan pemahaman yang bermanfaat bagi pembaca. Penulis menyadari bahwa tulisan ini tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hal ini disebabkan karena keterbatasan dan kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, semua kritik dan saran pembaca akan penulis terima dengan senang hati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Malang, 11 September 2023<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik individu adalah karakter yang dimiliki oleh setiap orang yang berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut sangat dimungkinkan karena ada beberapa faktor yang nantinya akan mempengaruhi karakteristik setiap individu. Keberagaman ini akan menimbulkan dampak positif dan negatif. Secara garis besar faktor tersebut dipengaruhi oleh dua variabel yaitu, variabel individu dan variabel lingkungan. Dalam penelitian ini data diperoleh dari hasil kuisioner, penelitian terdahulu, dan Analisis SWOT. Oleh karena itu, laporan ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberagaman karakteristik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah faktor-faktor yang paling mempengaruhi keberagaman karakteristik individu?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana dampak keberagaman karakteristik individu terhadap karakteristik individu yang lain?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana Analisis SWOT terhadap faktor-faktor yang paling mempengaruhi Keberagaman Karakteristik Individu?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang paling mempengaruhi keberagaman karakteristik individu\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengidentifikasi dampak keberagaman karakteristik individu terhadap karakteristik individu yang lain\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.4. Manfaat Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui faktor-faktor yang paling mempengaruhi keberagaman karakteristik individu\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui dampak keberagaman karakteristik individu terhadap karakteristik individu yang lain\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Tinjauan Pustaka Empiris<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan temuan penelitian dahulu mengenai pengaruh kebudayaan terhadap perilaku konsumen yang berbeda. Hal ini juga bisa sebagai acuan perbedaan karakteristik setiap konsumen atau individu dalam menyikapi suatu hal dimana dalam kasus ini berfokus pada daya beli konsumen. Selain itu, berdasarkan penelitian lain juga ditemukan bahwa jenis kelamin sangat mempengaruhi seorang dalam mengambil keputusan mengenai pencegahan covid dibandingkan faktor-faktor yang lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Tinjauan Pustaka Teoritis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karakteristik adalah ciri atau sifat yang berkemampuan untuk memperbaiki kualitas hidup, sedangkan pengertian individu adalah perorangan. Faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik individu dibagi menjadi dua kategori, yaitu karakteristik bawaan dan lingkungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari hasil pembahasan yang menggabungkan dari teori dan didukung dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut : keberagaman karakteristik individu dapat diukur dengan parameter yang mencerminkan karakteristik individu, kebudayaan dan jenis kelamin merupakan faktor yang paling\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mempengaruhi karakteristik individu, dan dampak Kekuatan dan Peluang baik dari budaya maupun jenis kelamin lebih domina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">n dari pada dampak kelemahan dan ancaman-nya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan temuan penelitian kami mengenai faktor-faktor yang paling mempengaruhi keberagaman karakteristik individu, kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut melakukan kampanye kesadaran secara luas di media massa dan platform online untuk mempromosikan nilai-nilai inklusivisme, toleransi, dan menghormati keberagaman dan kami mendorong penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keragaman karakteristik individu, dengan fokus pada pengaruh dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ratnasari, S. L., Buulolo, M., &amp; Nasrul, H. W. 2020. Analisis Karakteristik Individu, Lingkungan Kerja, Iklim Organisasi, Motivasi, Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Manajemen dan Organisasi Review.Vol.2., No.1., 2020. Hal.15-25<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/108773136\/makalah_psikologi_industri_faktor_faktor_yang_paling_mempengaruhi_keberagamaan_karakteristik_individu_pada_mahasiswa_ti_ft_ub_angkatan_2021_dosen_pengampu?uc-sb-sw=7118584)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>16. Contoh Makalah Singkat tentang Seni Musik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Musik adalah bunyi yang dibuat sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari media yang dapat menghasilkan irama. Media tersebut bisa berupa alat musik tradisional ataupun alat musik modern. Mungkin banyak diantara kita yang mengerti musik sebatas karya yang diciptakan oleh para seniman. Akan tetapi, lebih dalam daripada itu sebelum karya diciptakan ada sejumlah elemen yang harus dipenuhi yakni Unsur-unsur Musik dan Fungsi Musik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana fungsi musik sebagai sarana upacara?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana fungsi musik sebagai terapi?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja unsur-unsur birama dan tangga nada?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja jenis-jenis musik tradisional?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui fungsi musik sebagai sarana upacara\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui fungsi musik sebagai terapi\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui unsur-unsur birama dan tangga nada\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui jenis-jenis musik tradisional<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Fungsi musik sebagai sarana upacara<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Musik di Indonesia, pasti akan selalu berkaitan erat dengan upacara-upacara tertentu seperti pernikahan, kelahiran, kematian, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi dari suatu media musik dipercaya memiliki unsur magis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Fungsi musik sebagai terapi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai terapi awal mulanya diperkenalkan pada perang dunia ke-II untuk menyembuhkan korban perang. Sekarang musik acap kali digunakan untuk terapi penyakit jiwa atau kelumpuhan organ tubuh. Musik juga dapat bermanfaat untuk menyegarkan kembali sistem sistem otak setelah lama digunakan saat bekerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.3. Unsur-unsur birama dan tangga nada<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Birama adalah salah satu unsur seni musik yang berupa ketukan atau ayunan berulang-ulang, datang secara teratur dalam waktu yang sama. Birama biasanya ditulis dalam angka pecahan seperti 2\/4, 3\/4, 2\/3, dan seterusnya. Angka diatas tanda \u201c\/\u201d (Penyebut) menunjukan nilai nada dalam satu ketukan. Tangga nada merupakan urutan dari suatu nada yang disusun membentuk tangga. Tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonik dan tangga nada pentatonik. tangga nada diatonik adalah tangga nada yang terdiri dari 7 buah nada dengan 2 jenis jarak (1\/2 dan 1), sedangkan tangga nada pentatonik adalah tangga nada yang hanya terdiri dari 5 nada pokok.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.4. Jenis-jenis musik tradisional<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia sendiri banyak sekali jenis musik tradisional nusantara, dari Keroncong sampai Huda semuanya ada disini. Berikut beberapa jenis musik tradisional nusantara antara lain musik gambang kromo, musik keroncong, musik gong luang, dan musik santi swara dan laras madya<\/span><b>.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Musik di Indonesia, pasti akan selalu berkaitan erat dengan upacara-upacara tertentu seperti pernikahan, kelahiran, kematian, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Musik juga dapat bermanfaat untuk menyegarkan kembali sistem sistem otak setelah lama digunakan saat bekerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua serta dapat menambah wawasan kita fungsi seni music, tangga nada dan birama serta jenis-jenis musik tradisional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/medium.com\/@adipura.pam\/mengenal-9-fungsi-seni-musik-berikut-unsurnya- 4f8ee983583f<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/ilmuseni.com\/seni-pertunjukan\/seni-musik\/unsur-unsur-seni-musik<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>17. Contoh Makalah Singkat tentang Masalah Sosial<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0e8ea91-129d-490f-bd27-08ef8eeadd0f.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Masalah Sosial\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Masalah Sosial (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini dengan tepat waktu untuk menyelesaikannya yaitu makalah Pengantar Sosiologi Dan Antropologi yang berjudul \u201cPerubahan Sosial\u201d Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Perubahan Sosial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makassar, 1 November 2020<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya pemecahan sosial sebagai muara penanganan sosial juga dapat berupa suatu tindakan bersama oleh masyarakat untuk mewujudkan suatu perubahan yang sesuai yang diharapkan. Dalam teorinya Kotler mengatakan, bahwa manusia dapat memperbaiki kondisi kehidupan sosialnya dengan jalan mengorganisir tindakan kolektif. Tindakan kolektif dapat dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan perubahan menuju kondisi yang lebih sejahtera. Kebermaknaan suatu studi termasuk studi masalah sosial disamping ditentukan oleh wawasan teoritik dalam menjelaskan gejala dan alur penalaran dari berbagai proposisi yang dihasilkan, juga sangat ditentukan oleh bagaimana studi itu dapat memberikan manfaat bagi kehidupan. Setidaknya seperti itulah muatan optimisme yang dikehendaki penulis makalah ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Apa definisi masalah sosial?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Apa macam-macam masalah sosial?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Faktor apa yang mempengaruhi masalah sosial?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui definisi masalah sosial.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui macam-macam masalah sosial.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui faktor yang mempengaruhi masalah sosial.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Definisi Masalah Sosial<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perspektif Sosiologi Masalah Sosial adalah situasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai perlu diatasi (dipertahankan). Pandangan pekerja sosial adalah terganggunya fungsi sosial, sehingga mempengaruhi kemampuan memenuhi kebutuhan, dan peranan- peranannya di masyarakat. Kondisi yang dipandang orang atau masyarakat sebagai situasi yang tidak diharapkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Macam-macam Masalah Sosial<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Macam-macam masalah sosial bidang pembangunan di Indonesia antara lain masalah pendidikan, masalah kemiskinan, masalah penyimpangan perilaku remaja dan kenakalan remaja, masalah lingkungan hidup, dan masalah konflik suku, ras, dan agama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.3. Faktor yang Mempengaruhi Masalah Sosial<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor Ekonomi : kemiskinan, pengangguran dan lain-lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor Budaya : perceraian, kenakalan remaja, dan lain-lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor Biologis : penyakit menular.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dan lain-lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan sistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Salah satu cara yang harus dilakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita semua harus bekerja sama dalam mengatasi masalah sosial yang sudah menjadi sorotan bagi kita. Dengan bersama, masalah akan lebih cepat selesai. Apalagi dengan disertai praktek-praktek yang nyata, akan semakin banyak orang sadar akan kehidupan sosial ini.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pidarta, Prof. Dr. Made. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Soetomo, 2008, Masalah Sosial dan Upaya Pemecahannya, Yogyakarta : Pustaka Pelajar<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/44455712\/makalah_sosiologi_antropologi)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>18. Contoh Makalah Singkat tentang Keselamatan Kerja<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/042d4eff-b91e-45fc-9fef-08a409f7a561.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Keselamatan Kerja\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Laporan ini berisi hasil pencarian sumber melalui internet yang saya lakukan beberapa waktu lalu. Saya berharap laporan ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk semakin baik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penyusunan makalah ini banyak sekali kendala yang saya hadapi mulai dari pencarian sumber yang tepat hingga pembagian waktu saya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini, baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman kami. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semarang, 9 September 2017<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusun<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesehatan dan keselamatan kerja sangat diperhatikan karena dengan terwujudnya kesehatan dan keselamatan kerja berarti dapat menekan biaya operasional pekerjaan. Apabila dalam suatu pekerjaan terjadi kecelakaan, maka akan bertambah pula biaya pengeluaran operasional yang pada akhirnya dapat mengurangi keuntungan perusahaan. Dalam kasus kecelakan yang berat, kerugian yang ditimbulkan tidak hanya menyangkut aspek finansial dana, tetapi yang menyebabkan cacat pada pekerja bahkan mungkin meninggal dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam bidang industri?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yg berada di PT. Badak NGL?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja program yang dilakukan PT. Badak NGL dalam menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di industri kerja?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun tujuan dibuatnya makalah ini untuk mengetahui lebih luas lagi apa itu kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di perusahaan industri. Selain itu, untuk lebih mengerti bagaimana penerapan sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di PT. Badak NGL.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.4. Manfaat Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat dari pembuatan manfaat ini adalah menambah wawasan mahasiswa mengenai mata kuliah kesehatan dan keselamatan kerja di industri. Serta mengetahui penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di PT. Badak NGL.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Definisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Mondy (2008) keselamatan kerja adalah perlindungan karyawan dari luka-luka yang disebabkan oleh kecelakaan yang terkait dengan pekerjaan. Resiko keselamatan merupakan aspek-aspek dari lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kebakaran, ketakutan aliran listrik, terpotong, luka memar, keseleo, patah tulang, kerugian alat tubuh, penglihatan dan pendengaran (Ardisukma, 2013).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan kesehatan kerja menurut Mondy (2008) adalah kebebasan dari kekerasan fisik. Resiko kesehatan merupakan faktor-faktor dalam lingkungan kerja yang bekerja melebihi periode waktu yang ditentukan, lingkungan yang dapat membuat stres emosi atau gangguan fisik (Ardisukma, 2013).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Penerapan K3 di PT. Badak NGL<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi kecelakaan kerja, PT. Badak NGL telah menerapkan berbagai prosedur dalam proses produksi. Implementasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dibagi menjadi tiga faktor, yaitu faktor fisika, kimia, dan biologi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.3. Program PT. Badak NGL dalam Penerapan K3<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai salah satu obyek vital nasional yang bergerak di industri pengolahan gas alam cair di Bontang, Badak LNG terbukti berhasil mempertahankan prestasi berkelanjutan dalam aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan memiliki catatan 80 juta jam atau 3.414 hari kerja aman tanpa kecelakaan yang menghilangkan perhitungan jam kerja (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Lost Time Inciden<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>t<\/em>).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah kesehatan dan keselamatan kerja di PT. Badak NGL adalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan di PT. Badak NGL sudah dilakukan dengan baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi tentang LOTO antara operator dan instrumen harus lebih dikoordinasikan lagi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komitmen bersama dalam mematuhi penggunaan APD sesuai standar yang berlaku.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardisukma. 2013. &#8220;MAKALAH: KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)&#8221;, http:\/\/ardisukma.blogspot.co.id\/2013\/07\/makalah-kesehatan-dan-keselamatan-kerja.html, diakses pada 12 September.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/35187998\/Makalah_Kesehatan_dan_Keselamatan_Kerja)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>19. Contoh Makalah Singkat tentang Mitigasi Covid-19\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7cf6b44e-43c0-4fa0-9020-f31900d8cf7d.png\" alt=\"Contoh Makalah Singkat tentang Mitigasi Covid-19\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Mitigasi Bencana Covid-19 di Indonesia (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bencana Covid-19 yang sudah tidak asing terdengar bahwa sudah mewabah hingga seluruh dunia sejak tahun 2020. Berbagai negara melakukan beberapa tindakan untuk mengatasi Covid-19 ini agar dapat melalui bencana Covid-19 ini dengan bantuan dari warga masyarakat untuk bersatu dalam mengatasi hal tersebut bersama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak sekali usaha yang dilakukan dan setiap negara pun memiliki cara masing-masing dalam mengatasi wabah Covid-19 ini. Karena di setiap negara pun memiliki situasi dan kondisi yang berbeda-beda dan menyesuaikan dengan kebutuhan negara tersebut dalam mengatasi hal tersebut. Hal ini juga dilakukan oleh Indonesia untuk siap siaga dalam mengatasi wabah Covid-19, seperti menggunakan masker jika bepergian, mencuci tangan dan masih banyak lagi cara yang akan dibahas lebih lanjut lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu mitigasi bencana Covid-19 di Indonesia?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana langkah-langkah mitigasi bencana Covid-19 di Indonesia?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa hambatan mitigasi bencana Covid-19 di Indonesia?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mampu memahami mengenai mitigasi bencana Covid-19 di Indonesia\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat mengetahui langkah-langkah mengenai mitigasi bencana Covid-19 di Indonesia\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mampu menguraikan hambatan mitigasi bencana Covid-19 di Indonesia<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Pengertian Mitigasi Bencana Covid-19 di Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mitigasi bencana merupakan suatu tindakan yang sangat penting dilakukan untuk mengurangi dampak dari bencana, hal ini bisa dilakukan sebelum bencana itu terjadi (Noor, 2014). Jadi upaya kesiapsiagaan atau tindakan dalam pengurangan risiko. Seperti halnya bencana atau wabah yang terjadi saat ini yaitu covid-19. Bencana atau wabah Covid-19 pada tanggal 14 Maret 2020 ditetapkan sebagai bencana nasional oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 (Thorik, 2020). Sejak saat itu pemerintah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran covid- 19.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Langkah-Langkah Mitigasi Bencana Covid-19 Di Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun langkah-langkah mitigasi bencana Covid-19 yang dilakukan Indonesia meliputi beberapa hal, antara lain pemerintah telah menetapkan pemberlakuan kebijakan lockdown, menggalakkan kebijakan penerapan protokol kesehatan untuk semua warga masyarakat yang meliputi, memakai masker ketika bepergian, selalu cuci tangan dan memakai hand sanitizer, jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, tidak pergi keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.3. Hambatan Mitigasi Bencana Covid-19 di Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan mitigasi ini pun tidak lepas dari adanya hambatan baik dari internal maupun eksternal. Dari sisi internal, terdapat masalah atau hambatan pada PP No 21\/2020 dan bantuan TNI untuk penerapan PSBB di lapangan. Selain itu dari sisi eksternal, hambatannya pada penerapan PSBB yang masih berbentuk himbauan kepada masyarakat tanpa disertai dengan sanksi atau tindakan secara paksa sehingga masyarakat tidak terlalu menghiraukan mengenai peraturan ini karena hanya membatasi aspek-aspek umum seperti meliburkan sekolah, pembatasan kerja secara tatap muka sehingga dilaksanakan dengan cara Work From Home (WFH), pembatasan kegiatan-kegiatan agama atau yang lainnya yang dilakukan secara bersamaan dengan banyak orang (Permadhi &amp; Sudirga, 2020).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mitigasi bencana merupakan sebuah kesigapan guna mengurangi dampak yang ditimbulkan dari sebuah kejadian bencana. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, pemerintah secara tegas melakukan sebuah mitigasi Covid-19 dengan menyerukan memakai masker saat di luar rumah, menjaga jarak minimal 1 meter, dan tidak bersalaman saat bertemu dengan orang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Saran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masih belum sepenuhnya terselesaikan masa pandemi Covid-19 ini harus selalu siap siaga dan memenuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu, harapan penulis ialah adanya kerja sama dari masyarakat dengan baik dalam menanggulangi bencana Covid-19 tersebut. Sehingga dengan adanya kerja sama yang baik dari masyarakat, pemerintah dan lain-lain dapat mengatasi dengan mudah, cepat dan tepat dalam mitigasi bencana Covid-19 di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Permadhi, P. L. O., &amp; Sudirga, I. M. 2020. Problematika Penerapan Sistem Karantina Wilayah dan PSBB dalam Penanggulangan Covid-19. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 8(9), 1355-1365. Dari https:\/\/ocs.unud.ac.id\/index.php\/kerthasemaya\/ article\/view\/63241.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Thorik, S. H. 2020. Efektivitas pembatasan sosial berskala besar di Indonesia dalam penanggulangan Pandemi Covid-19. &#8216;ADALAH, 4(1).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/49470353\/Makalah_tentang_Mitigasi_Bencana_Covid_19_di_Indonesia)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>20. Contoh Makalah Kelompok tentang Kebakaran<\/b><\/span><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d4e92a43-7022-4ea8-a4fe-17fc2de803b1.png\" alt=\"Contoh Makalah Kelompok tentang Kebakaran\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makalah Kebakaran Akibat Sampah (Sumber: academia.edu)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata Pengantar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puji Syukur kita panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Dengan membuat tugas ini kami harapkan para mahasiswa dapat terbantu dan menjadi lebih memahami mengenai makalah. Kami sadar, sebagai mahasiswa yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Harapan kami, semoga makalah yang sederhana ini, dapat memberi tambahan referensi dan rujukan dalam membuat makalah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Malang, November 2019<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusun<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB I<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.1. Latar Belakang Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalan sampah tidak henti-hentinya untuk dibahas, karena berkaitan dengan pola hidup serta budaya masyarakat itu sendiri. Olehnya penanggulangan sampah bukan hanya urusan pemerintah semata akan tetapi penanganannya membutuhkan partisipasi masyarakat secara luas. Sampah tersebut jika tidak dikelola dengan baik maka akan mempengaruhi tingkat kebersihan dan mencemari lingkungan kota, yang pada akhirnya menurunkan tingkat kesehatan masyarakat. Di kota Malang terdapat TPA Supit Urang yang terletak di kelurahan Mulyorejo seluas 19,6 Ha. Salah satu dampak yang ditimbulkan dari adanya sampah yaitu kebakaran. Kebakaran adalah salah satu bencana yang seringkali terjadi di perkotaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.2. Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Permasalahan dalam kebakaran karena sampah di TPA Supit Urang sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya pengetahuan tentang limbah sampah di TPA Supit Urang\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya pengetahuan tentang kebakaran di Malang\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan limbah sampah<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.3. Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui berapa jumlah volume sampah tiap hari di TPA Supit Urang\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui penyebab kebakaran di TPA Supit Urang\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui pengelolaan limbah sampah di TPA Supit Urang<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB II<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.1. Volume Sampah di TPA Supit Urang<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data volume sampah tahun 2006 sampah yang dihasilkan sebesar 259.832 m\u00b3\/hari. Selang 3 (tiga) tahun kemudian pada tahun 2009 volume sampah yang dihasilkan sebesar 343.266 m\u00b3\/hari. Perhitungan kapasitas TPA Sampah Supit Urang ini dapat menampung sampah sekitar 5.487.896.08 m3 sampah kota atau diperkirakan dapat melayani regional Kota Malang sampai dengan jangka waktu \u00b1 20 tahun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.2. Penyebab Kebakaran di TPA Supit Urang<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kematangan sampah dan ketebalan sampah memiliki pengaruh terhadap suhu sampah. Bakteri metanogen tergolong bakteri yang bersifat termofilik, yaitu bakteri yang tumbuh optimal pada suhu tinggi. Kisaran suhu optimal bakteri termofilik antara 65-75 derajat C, di bawah suhu optimum pertumbuhan bakteri terhambat. Suhu sampah dapat mencapai kisaran 70 derajat C terjadi karena aktivitas pembusukan bakteri aerobik. Hasil pembusukan secara aerob meninggalkan suhu\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">yang cukup tinggi sehingga menciptakan kondisi suhu yang ideal untuk berlangsungnya pembusukan secara anaerob. Hal inilah yang menjadi pemicu kebakaran lahan di TPA Supit Urang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.3. Pengelolaan Limbah Sampah di TPA Supit Urang<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Timbunan sampah kota Malang yang langsung dikelola masyarakat terbagi atas dikelola untuk menjadi kompos dengan melakukan proses pengomposan sampah, ada yang di kelola dalam bank sampah, ada yang langsung dijadikan kerajinan dan sebagian dengan sistem kubur di halaman.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>BAB III<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>PENUTUP<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penyebab kebakaran yang terjadi di TPA Supit Urang dikarenakan timbunan sampah yang mengandung gas metana. Sampah yang mengandung karbon apabila dalam proses pembakaran tidak dapat teroksidasi sempurna yang umumnya terjadi pada proses pembakaran secara terbuka, akan membuat gas metana tidak terurai menjadi CO2 dan H2O namun akan ikut terlepas ke udara sebagai bahan pencemar. Kematangan sampah dan ketebalan sampah memiliki pengaruh terhadap suhu sampah. Sehingga ketika sampah banyak tertimbun, resiko terjadi kebakaran akibat gas metana semakin tinggi<\/span><b>.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arief, Sofyan. Pengelolaan Sampah Malang Raya Menuju Pengelolaan Sampah Terpadu yang Berbasis Partisipasi Masyarakat. Jurnal Humanity. 8(2)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Sumber makalah: https:\/\/www.academia.edu\/43661230\/Makalah_tentang_Kebakaran_Akibat_Sampah)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah beberapa contoh makalah singkat yang bisa kamu jadikan referensi. Ingat ya, contoh makalah hanyalah panduan. Kamu harus tetap menyesuaikan isi dan struktur makalah dengan topik dan penelitian kamu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika kamu masih membutuhkan bimbingan untuk menulis makalah, kamu bisa belajar bersama Master Teacher di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">! Mereka akan membantu kamu untuk memperdalam materi tersebut. Yuk, buruan ikut kelas onlinenya atau datang langsung ke cabang terdekat.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agus, H. 2024. Modul Pembelajaran SMA Bahasa dan Sastra Indonesia Penulisan Makalah [daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemdikbud.go.id\/20195\/1\/Kelas%20XII_Bahasa%20dan%20Sastra%20Indonesia_KD%203.1.pdf (Diakses: 15 Juli 2024)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemendikbud. 2024. Pedoman Penulisan Makalah [daring]. Tautan: https:\/\/badanbahasa.kemdikbud.go.id\/resource\/doc\/files\/Pedoman_Penulisan_Makalah_SLI-2023.pdf (Diakses: 15 Juli 2024)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar? Yuk, simak contoh makalah beserta struktur penulisannya berikut! &#8212; Makalah merupakan salah satu jenis karya tulis ilmiah yang sering kamu temui, baik di sekolah maupun di kampus. Biasanya, kamu akan diminta menulis makalah untuk memenuhi tugas. Namun, mungkin sebagian dari kamu masih bingung bagaimana cara menyusun makalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":4462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1764753237:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar? Yuk, simak contoh makalah singkat berbagai tema beserta struktur penulisannya berikut ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5a3bc1e-f69f-4808-a7ed-67c4495b3335.png"],"_wp_old_date":["2024-11-20"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["contoh makalah"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar? Yuk, simak contoh makalah singkat berbagai tema beserta struktur penulisannya berikut ini!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["80"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["57"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-4462","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>20 Contoh Makalah yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar? Yuk, simak contoh makalah singkat berbagai tema beserta struktur penulisannya berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"20 Contoh Makalah yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar? Yuk, simak contoh makalah singkat berbagai tema beserta struktur penulisannya berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-11T04:00:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-03T09:16:10+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"57 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah\",\"name\":\"20 Contoh Makalah yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5a3bc1e-f69f-4808-a7ed-67c4495b3335.png\",\"datePublished\":\"2025-11-11T04:00:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-03T09:16:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"description\":\"Bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar? Yuk, simak contoh makalah singkat berbagai tema beserta struktur penulisannya berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5a3bc1e-f69f-4808-a7ed-67c4495b3335.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5a3bc1e-f69f-4808-a7ed-67c4495b3335.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"20 Contoh Makalah yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"20 Contoh Makalah yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar? Yuk, simak contoh makalah singkat berbagai tema beserta struktur penulisannya berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"20 Contoh Makalah yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar? Yuk, simak contoh makalah singkat berbagai tema beserta struktur penulisannya berikut ini!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-11-11T04:00:30+00:00","article_modified_time":"2025-12-03T09:16:10+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"57 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah","name":"20 Contoh Makalah yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5a3bc1e-f69f-4808-a7ed-67c4495b3335.png","datePublished":"2025-11-11T04:00:30+00:00","dateModified":"2025-12-03T09:16:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"description":"Bagaimana cara menyusun makalah yang baik dan benar? Yuk, simak contoh makalah singkat berbagai tema beserta struktur penulisannya berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5a3bc1e-f69f-4808-a7ed-67c4495b3335.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b5a3bc1e-f69f-4808-a7ed-67c4495b3335.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-makalah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"20 Contoh Makalah yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4462"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4462\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6195,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4462\/revisions\/6195"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}