{"id":4408,"date":"2026-01-21T11:00:20","date_gmt":"2026-01-21T04:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=4408"},"modified":"2026-01-21T11:50:10","modified_gmt":"2026-01-21T04:50:10","slug":"konflik-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial","title":{"rendered":"Konflik Sosial: Pengertian, Penyebab, Dampak, &#038; Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc4407c1-a986-4e61-a547-f45f4d016ec4.png\" alt=\"konflik sosial\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Keberagaman dalam masyarakat dapat menimbulkan konflik sosial. Berikut dampak, bentuk, dan contoh konflik yang biasa ditemui.<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEmang ada ya orang yang hidup tanpa masalah?\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya. Entah masalah keluarga, masalah finansial, masalah percintaan, masalah pekerjaan, dan sebagainya. Masalah tersebut timbul karena harapan tidak sesuai dengan kenyataan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau di Sosiologi, masalah bisa kita sebut sebagai <\/span><strong>konflik sosial<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Cakupannya lebih luas, bukan hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga kehidupan bermasyarakat. Contoh yang paling mudah adalah demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan gaji dari perusahaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah yang dilakukan buruh itu salah? Atau justru perusahaan yang salah? Sebelum <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">ngejudge <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">siapa yang salah, kita harus ingat ya bahwa Sosiologi itu bersifat nonetis yakni tidak memperdebatkan siapa yang benar dan yang salah, tetapi memberikan penjelasan penyebab konflik sosial bisa terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, kita bahas!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Konflik Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara etimologis, konflik berasal dari Bahasa Latin \u201c<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">configere<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang berarti memukul. Tentu saja, memukul ini cuma kiasan untuk menggambarkan pertentangan yang terjadi antar individu maupun kelompok.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Konflik sosial adalah<\/strong> kondisi di mana <strong>salah satu pihak (individu atau kelompok)<\/strong> <strong>berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Konflik Sosial Menurut Ahli<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau menurut para ahli, konflik sosial dapat didefinisikan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Soerjono Soekanto<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik adalah suatu proses sosial individu atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan\/atau kekerasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Robert M.Z. Lawang\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, dan kekuasaan di mana tujuan mereka tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan saingannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Berstein<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik adalah suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah. Konflik ini dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif saat melakukan interaksi dengan orang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Ensiklopedia Nasional Indonesia\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menguraikan bahwa konflik muncul karena adanya benturan antara dua unsur dalam masyarakat yang mengharuskan salah satunya berakhir.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2012<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik sosial, yang selanjutnya disebut konflik adalah perseteruan dan\/atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas yang mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial sehingga mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pengertian di atas, kedengarannya konflik sosial itu menakutkan ya? Sebenarnya, konflik sosial wajar terjadi kok. Menurut <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Stoner dan Freeman<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, konflik sosial tidak dapat dihindari karena adanya perbedaan tujuan, persepsi, struktur organisasi, nilai-nilai, dan sebagainya. Namun konflik sosial yang berlangsung terus-menerus dapat menimbulkan kekerasan, sehingga perlu ditangani.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jurusan-sosiologi\">Kuliah Jurusan Sosiologi, Kerjanya Ngapain Sih?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Penyebab Konflik Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik sosial disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Masalah terkait kepentingan ekonomi, politik, dan sosial budaya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik sosial sering kali dipicu oleh perbedaan kepentingan dalam bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya. Dalam aspek ekonomi, persaingan dalam memperoleh sumber daya atau ketimpangan ekonomi dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang memicu ketegangan antar kelompok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di bidang politik, perbedaan ideologi atau perebutan kekuasaan dapat menyebabkan perpecahan yang berujung pada konflik antar individu maupun kelompok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, dalam aspek sosial budaya, perbedaan nilai, norma, dan adat istiadat dapat memicu gesekan yang berpotensi menimbulkan konflik, terutama jika terdapat ketidakmampuan dalam memahami dan menghargai perbedaan tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Perseteruan antar umat beragama dan\/atau antar suku, dan antar etnis<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan agama, suku, dan etnis dapat menjadi sumber konflik apabila terjadi intoleransi dan sikap eksklusif dalam masyarakat. Konflik ini sering muncul akibat stereotip negatif, prasangka, serta diskriminasi terhadap kelompok lain. Selain itu, persaingan dalam bidang sosial, ekonomi, dan politik antara kelompok yang berbeda juga dapat memperbesar potensi konflik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Sengketa batas wilayah desa, kabupaten\/kota, dan\/atau provinsi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sengketa batas wilayah terjadi akibat ketidaksepakatan dalam penetapan batas administratif antara desa, kabupaten\/kota, atau provinsi. Konflik ini sering dipicu oleh kepentingan ekonomi dan politik, seperti klaim atas wilayah yang kaya sumber daya atau lokasi strategis untuk pembangunan. Kurangnya kejelasan dalam regulasi serta lemahnya koordinasi antar pemerintah daerah juga dapat memperburuk situasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Sengketa sumber daya alam antar masyarakat dan\/atau antar masyarakat dengan pelaku usaha<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perselisihan mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam sering kali menjadi pemicu konflik, baik antar masyarakat maupun antara masyarakat dengan perusahaan. Ketika masyarakat merasa hak mereka atas sumber daya alam diabaikan atau dirampas oleh pihak lain, muncul ketidakpuasan yang dapat berkembang menjadi perlawanan. Hal ini sering terjadi dalam kasus eksploitasi hutan, pertambangan, atau lahan pertanian tanpa melibatkan masyarakat setempat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Distribusi sumber daya alam yang tidak seimbang dalam masyarakat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketimpangan dalam distribusi sumber daya alam dapat memicu ketidakadilan sosial yang berujung pada konflik. Ketika kelompok tertentu mendapatkan akses yang lebih besar terhadap sumber daya, sementara kelompok lain mengalami keterbatasan atau bahkan kehilangan hak mereka, rasa ketidakpuasan dan kecemburuan sosial pun muncul. Hal ini dapat menyebabkan protes, demonstrasi, atau bahkan perlawanan terbuka terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas ketidakadilan tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Bentuk Konflik Sosial dan Contohnya<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk atau macam-macam konflik sosial dapat digolongkan dari berbagai aspek, seperti:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Berdasarkan Kedudukan<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><strong>a. Konflik Vertikal<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik sosial vertikal adalah konflik yang terjadi antar kelas sosial dalam masyarakat. Kalau kamu masih ingat pelajaran <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/stratifikasi-sosial\">stratifikasi sosial<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, masyarakat dibagi ke dalam kelas-kelas berdasarkan hal yang mereka punya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh konflik vertikal yaitu karyawan yang menuntut kenaikan upah pada direksi perusahaan.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. Konflik Horizontal<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik sosial horizontal adalah konflik yang terjadi dalam masyarakat yang memiliki kedudukan setara. Contoh konflik horizontal yaitu perselisihan antara ojek online dengan ojek konvensional dalam mencari pelanggan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Berdasarkan Sifat<\/b><\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. Konflik Laten<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik laten adalah konflik yang sifatnya masih tersembunyi sehingga perlu diangkat ke permukaan agar bisa ditangani. Contoh konflik laten yaitu kasus pemutusan hubungan kerja karyawan tanpa disertai pesangon yang dilakukan suatu perusahaan. Konflik ini awalnya diketahui oleh pegawai perusahaan itu saja, sehingga perlu disebarluaskan agar hak-hak karyawan bisa terpenuhi.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. Konflik Manifest<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik manifest adalah konflik yang sudah diketahui banyak orang, berdampak besar, dan perlu dicari akar penyebab serta penyelesaiannya. Contoh konflik manifest yaitu serangan Israel terhadap warga Palestina yang tidak kunjung usai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Berdasarkan Latar Belakang<\/b><\/span><\/h3>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>a. Konflik Realistis<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik realistis adalah konflik yang memiliki alasan konkret, bersifat logis, dan berwujud nyata. Contoh konflik realistis yaitu aksi mogok sopir angkutan umum akibat dari kenaikan harga BBM.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>b. Konflik Non Realistis<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, konflik non realistis adalah konflik yang didasarkan pada ideologis tertentu. Contoh konflik non realistis yaitu perseteruan antar suku karena nilai yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kelompok-sosial\">Proses Terbentuknya Kelompok Sosial, Ciri, Jenis, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Konflik Sosial<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa jenis konflik yang mungkin muncul di masyarakat, yaitu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Konflik Pribadi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik pribadi adalah konflik yang terjadi di antara orang perorangan atau individu dengan individu lainnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Konflik Politik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik politik adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan pandangan politik atau kepentingan politik yang berbeda.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Konflik Rasial<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik rasial adalah konflik yang terjadi di antara dua ras atau lebih yang berbeda karena adanya kepentingan atau kebudayaan yang saling berseberangan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Konflik Antarkelas Sosial<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik antarkelas sosial adalah konflik yang terjadi antar kelas atau kelompok masyarakat yang berbeda akibat perbedaan kepentingan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Konflik Internasional<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik internasional adalah konflik yang melibatkan beberapa negara (blok) di dunia secara global akibat perbedaan kepentingan masing-masing pihak.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Konflik Agama<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konflik agama adalah konflik yang terjadi di antara kelompok yang memiliki agama serta keyakinan yang berbeda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Konflik Sosial<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik sosial berdampak pada keberlangsungan hidup individu, kelompok, maupun tatanan masyarakat. Dampak konflik sosial dapat dikategorikan berdasarkan skala atau individu yang terlibat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Dampak Konflik Sosial yang Terjadi Antar Individu<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya dipicu oleh perbedaan pendapat, nilai, ide, relasi tentang hubungan sosial. Dampak yang dirasakan yaitu pertengkaran, masalah psikologis, hingga kekerasan fisik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Dampak Konflik Sosial yang Terjadi Antar Kelompok<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya dipicu oleh perbedaan budaya, agama, bahasa, etnis, dan kelas sosial. Dampak yang dirasakan yaitu rasisme, eksklusi (pengucilan), diskriminasi, saling serang, ketimpangan, dan pengangguran.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Dampak Konflik Sosial yang Terjadi di Skala Internasional<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya dipicu oleh perang atau terorisme. Dampak yang dirasakan yaitu gangguan psikologis penduduk setempat, kekerasan fisik, eksploitasi sebagai tentara, aksi ekstremis agama, kelaparan, sampai kehilangan tempat tinggal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga dampak tadi bersifat negatif alias merugikan. Tetapi, kita juga perlu tahu bahwa konflik sosial juga memiliki dampak positif, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan persatuan antar anggota kelompok dalam menghadapi musuh bersama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendorong pembentukan nilai dan norma baru dalam memecahkan masalah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendorong perubahan dan dinamika sosial ke arah baru yang lebih terbuka dan demokratis<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perubahan-sosial\">Pengertian Perubahan Sosial, Teori, Dampak &amp; Karakteristik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Konflik Sosial di Indonesia<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca penjelasan di atas, apakah kamu bisa menyebutkan contoh konflik sosial yang pernah dialami oleh masyarakat Indonesia?<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Penolakan Omnibus Law<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bulan Oktober 2020, buruh dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah terkait Omnibus Law Cipta Kerja. Undang-undang mengatur tentang ketenagakerjaan ini menuai kontroversi di kalangan pekerja. Seperti kemudahan izin kerja tenaga asing, sistem kontrak, jam lembur lebih lama, penghapusan upah minimum kabupaten, hingga skema pesangon yang lebih kecil.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Tragedi Kanjuruhan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi pasca-pertandingan Arema FC vs Persebaya pada bulan Oktober 2022. Konflik berawal dari kekecewaan para pendukung yang melihat tim kesayangannya kalah. Kemudian, terjadi aksi anarkis dari pendukung dan pihak kepolisian yang berusaha meredakan situasi dengan menembakkan gas air mata. Situasi yang tidak kondusif membuat pendukung lain kesulitan untuk keluar dari stadion, terinjak, sesak nafas, mengalami luka, hingga kehilangan nyawa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kerusuhan 1998<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerusuhan 1998 merupakan sejarah kelam yang dialami oleh masyarakat Indonesia. Terjadi di tanggal 13-15 Mei 1998 dan dilatarbelakangi oleh krisis ekonomi serta hilangnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya demonstrasi, tetapi juga terjadi penembakan, penculikan, kekerasan seksual, hingga penjarahan tempat-tempat umum seperti perkantoran dan supermarket.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Peristiwa Gejayan 1998<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan cuma di Jakarta, kerusuhan bulan Mei 1998 juga berlangsung di Yogyakarta antara mahasiswa dari beberapa universitas dengan aparat keamanan. Unjuk rasa dilatarbelakangi oleh keprihatinan mahasiswa terhadap ekonomi Indonesia serta menentang Presiden Soeharto melanjutkan kepemimpinannya yang sudah berlangsung selama 32 tahun. Dalam peristiwa ini, seorang mahasiswa bernama Moses Gatotkaca meninggal dunia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Konflik Sampit<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik Sampit terjadi karena perbedaan nilai dan budaya antara suku Dayak dan Madura yang berstatus sebagai pendatang. Ada asumsi bahwa konflik Sampit dilatarbelakangi oleh kecemburuan orang Dayak kepada orang Madura. Hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari pendapat bahwa orang Madura dinilai sukses dalam usaha ekonomi. Tetapi, kerusuhan tersebut semata-mata tidak disebabkan oleh ketimpangan sosial di Sampit. Lebih tepatnya, konflik Sampit dilatarbelakangi oleh benturan budaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mudah-mudahan artikel ini bisa memberikan wawasan baru mengenai apa itu konflik sosial. Yuk, sama-sama kita jaga Indonesia terutama dengan memastikan pemenuhan hak asasi manusia dan saling toleransi antar umat beragama, suku, dan budaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belajar Sosiologi lebih dalam? Ada guru terbaik di<\/span> <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\"><strong>Brain Academy<\/strong><b>.<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Ikuti <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">live teaching<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">-nya secara online atau datang langsung ke cabang terdekat dari rumahmu. <em>See you!<\/em><\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">repositori.kemdikbud.go.id\/21925\/1\/XI_Sosiologi_KD-3.4_FINAL.pdf<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">static.buku.kemdikbud.go.id\/content\/pdf\/bukuteks\/kurikulum21\/Sosiologi-BS-KLS-XI.pdf<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">kompas.com\/skola\/read\/2022\/08\/23\/150000769\/pengertian-konflik-sosial-penyebab-dampak-dan-bentuk-bentuknya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">kompas.com\/stori\/read\/2023\/11\/08\/160000979\/5-konflik-sosial-di-indonesia?page=all<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">bbc.com\/indonesia\/indonesia-54431015<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">news.detik.com\/berita\/d-6324274\/tragedi-kanjuruhan-kronologi-penyebab-dan-jumlah-korban<\/span><\/p>\n<p><em>(Diakses: 31 Januari 2024)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keberagaman dalam masyarakat dapat menimbulkan konflik sosial. Berikut dampak, bentuk, dan contoh konflik yang biasa ditemui. &#8212; \u201cEmang ada ya orang yang hidup tanpa masalah?\u201d Setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya. Entah masalah keluarga, masalah finansial, masalah percintaan, masalah pekerjaan, dan sebagainya. Masalah tersebut timbul karena harapan tidak sesuai dengan kenyataan.\u00a0 Nah, kalau di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1768970952:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Konflik sosial dapat terjadi akibat keberagaman dalam masyarakat Berikut penyebab, dampak, bentuk, dan contohnya di Indonesia yang biasa ditemui. Yuk, pahami!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc4407c1-a986-4e61-a547-f45f4d016ec4.png"],"_wp_old_date":["2024-11-18","2025-01-23"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["konflik sosial"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Konflik sosial dapat terjadi akibat keberagaman dalam masyarakat Berikut penyebab, dampak, bentuk, dan contohnya di Indonesia yang biasa ditemui. Yuk, pahami!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["72"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["8"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-4408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Konflik Sosial: Pengertian, Penyebab, Dampak, &amp; Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Konflik sosial dapat terjadi akibat keberagaman dalam masyarakat Berikut penyebab, dampak, bentuk, dan contohnya di Indonesia yang biasa ditemui. Yuk, pahami!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konflik Sosial: Pengertian, Penyebab, Dampak, &amp; Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konflik sosial dapat terjadi akibat keberagaman dalam masyarakat Berikut penyebab, dampak, bentuk, dan contohnya di Indonesia yang biasa ditemui. Yuk, pahami!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-21T04:00:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-21T04:50:10+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial\",\"name\":\"Konflik Sosial: Pengertian, Penyebab, Dampak, & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc4407c1-a986-4e61-a547-f45f4d016ec4.png\",\"datePublished\":\"2026-01-21T04:00:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-21T04:50:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"description\":\"Konflik sosial dapat terjadi akibat keberagaman dalam masyarakat Berikut penyebab, dampak, bentuk, dan contohnya di Indonesia yang biasa ditemui. Yuk, pahami!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc4407c1-a986-4e61-a547-f45f4d016ec4.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc4407c1-a986-4e61-a547-f45f4d016ec4.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Konflik Sosial: Pengertian, Penyebab, Dampak, &#038; Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konflik Sosial: Pengertian, Penyebab, Dampak, & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Konflik sosial dapat terjadi akibat keberagaman dalam masyarakat Berikut penyebab, dampak, bentuk, dan contohnya di Indonesia yang biasa ditemui. Yuk, pahami!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Konflik Sosial: Pengertian, Penyebab, Dampak, & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Konflik sosial dapat terjadi akibat keberagaman dalam masyarakat Berikut penyebab, dampak, bentuk, dan contohnya di Indonesia yang biasa ditemui. Yuk, pahami!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-01-21T04:00:20+00:00","article_modified_time":"2026-01-21T04:50:10+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial","name":"Konflik Sosial: Pengertian, Penyebab, Dampak, & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc4407c1-a986-4e61-a547-f45f4d016ec4.png","datePublished":"2026-01-21T04:00:20+00:00","dateModified":"2026-01-21T04:50:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"description":"Konflik sosial dapat terjadi akibat keberagaman dalam masyarakat Berikut penyebab, dampak, bentuk, dan contohnya di Indonesia yang biasa ditemui. Yuk, pahami!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc4407c1-a986-4e61-a547-f45f4d016ec4.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/fc4407c1-a986-4e61-a547-f45f4d016ec4.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/konflik-sosial#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Konflik Sosial: Pengertian, Penyebab, Dampak, &#038; Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4408"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4408\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4727,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4408\/revisions\/4727"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}