{"id":430,"date":"2025-10-10T11:00:00","date_gmt":"2025-10-10T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=430"},"modified":"2025-10-10T11:05:46","modified_gmt":"2025-10-10T04:05:46","slug":"penelitian-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah","title":{"rendered":"5 Tahapan Penelitian Sejarah Menurut Ahli dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penelitian-sejarah.jpg\" alt=\"penelitian-sejarah\" \/><\/p>\n<blockquote><p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Menurut Kuntowijoyo, ada 5 langkah yang ditempuh peneliti sebelum melakukan penelitian sejarah. Yuk, kita bahas penjelasannya di artikel ini.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernahkah kamu membaca buku sejarah? Misalnya Sejarah Peradaban Islam atau Sejarah Perang Dunia? Buku itu tidak bisa ditulis sembarangan karena harus sesuai dengan fakta dan bukti-bukti pendukung yang ada. Selain buku, sejarah juga dapat didokumentasikan dalam bentuk jurnal atau rekaman. Nah, untuk mendokumentasikan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, peneliti harus melakukan 5 tahapan penelitian sejarah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa itu Penelitian Sejarah?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penelitian sejarah adalah tindakan yang mengkaji dan menelusuri kejadian pada masa lalu.<\/strong> Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi, pengetahuan, pemahaman, dan makna dari kejadian tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">5 Tahapan Penelitian Sejarah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian sejarah dilakukan secara sistematis dengan 5 tahapan, yaitu <span style=\"font-weight: bold;\">Penentuan Topik, Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dan yang terakhir<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> Historiografi<\/span>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Penentuan Topik<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pertama yaitu memilih topik yang akan diteliti. Perlu kamu ketahui, topik dan judul adalah dua hal yang berbeda. Sebuah topik dapat menghasilkan beberapa judul, bersifat abstrak, dan cakupannya luas. Sedangkan satu judul hanya bisa dipakai dalam 1 penelitian sejarah, bersifat fokus, dan spesifik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/span> Kamu ingin membuat buku dengan topik Perang Dunia II. Maka, alternatif judul penelitiannya bisa berupa &#8216;Penyerangan Jerman ke Kota Danzig&#8217;,\u00a0 &#8216;Serangan Pearl Harbor&#8217;, atau &#8216;Dampak Perang Dunia II terhadap Indonesia&#8217;.<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\">Syarat Penentuan Topik<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syarat penentuan topik penelitian sejarah ada dua, yaitu kriteria dan kedekatan peneliti. Tapi, kamu hanya perlu memenuhi satu diantara keduanya, ya!<\/p>\n<h5 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\">a. Kriteria Topik<\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\">Topik yang diteliti harus <span style=\"font-weight: bold;\">unik, bernilai, kesatuan, praktis, <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">dan<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> orisinil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Unik, artinya dapat memancing keingintahuan pembaca lewat topik atau judul yang tertera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bernilai, artinya hasil penelitian tersebut bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesatuan, artinya bahan atau sumber yang digunakan dalam penelitian harus sesuai dengan topik dan tidak melebar kemana-mana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Praktis, artinya peneliti dapat mengakses bukti-bukti dan dokumen sejarah sesuai dengan kemampuannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orisinil, artinya penelitian tersebut merupakan hasil pemikiran usaha dan dilakukan atas kehendak sendiri. Topik yang dipilih pun bisa menghasilkan pandangan lain terhadap suatu teori atau peristiwa sejarah.<\/p>\n<h5 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\">b. Kedekatan Peneliti<\/h5>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Sebelum memulai penelitian sejarah, alangkah baiknya jika topik yang kamu pilih sudah kamu kuasai.\u00a0Hal ini dikenal sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">kedekatan intelektual\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">yang berhubungan dengan kemampuan akademik. Tujuannya, agar hasil penelitian yang kamu lakukan benar-benar berkualitas dan dipercaya oleh pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Selain itu, topik penelitian sejarah juga harus mempunyai\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">kedekatan emosional<\/span><span style=\"font-weight: normal;\"> dengan penelitinya. Artinya, peneliti memiliki ketertarikan dan minat untuk menelaah isu yang dibahas. Semakin tinggi minat, semakin cepat penelitian tersebut selesai.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Heuristik<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kalau topiknya sudah ketemu, selanjutnya apalagi? Nah, tahap kedua penelitian sejarah adalah mendapatkan sumber dan bukti-bukti pendukung. Langkah ini disebut dengan <span style=\"font-weight: bold;\">heuristik<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Heuristik berasal dari kata Yunani\u00a0<em>&#8216;heuriskein&#8217;<\/em> yang artinya mencari atau menemukan. Jadi, dalam sejarah, <span style=\"font-weight: bold;\">heuristik merupakan tahap pencarian dan pengumpulan sumber mengenai masalah yang diteliti.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">Tujuannya agar peneliti bisa menghasilkan penelitian yang bermutu dengan informasi sebanyak-banyaknya.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\">Jenis dan Cara Memperoleh Sumber Sejarah<\/h4>\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong>a. Sumber Tulisan<\/strong><\/span><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber ini berbentuk naskah, arsip, buku, atau tulisan di prasasti. Kamu bisa mencarinya di Gedung Arsip Nasional, Perpustakaan Nasional, Museum, serta lembaga tertentu tergantung dari topik yang kamu bahas.<\/p>\n<h5><span style=\"font-weight: bold; font-size: 12pt;\">b. Sumber Lisan<\/span><\/h5>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Sumber ini diperoleh dari kesaksian pelaku atau saksi peristiwa di masa lalu. Kamu bisa mewawancarai mereka secara langsung atau via telepon. Akan tetapi, perlu sedikit usaha untuk mendapatkan sumber lisan karena tidak semua orang mau diwawancarai. Kamu harus bertanya dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu.<\/p>\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\">c. Sumber Benda<\/span><\/h5>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Pasti kamu sudah tahu dong sumber benda itu seperti apa? Yup, betul! Sumber benda dapat berwujud artefak dan fosil. Kamu bisa menemukannya di museum, cagar budaya, atau objek wisata bersejarah.<\/p>\n<h5><span style=\"font-size: 12pt;\">d. Sumber Audio, Visual, dan Audiovisual<\/span><\/h5>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Sumber ini berbentuk rekaman suara, rekaman gambar, dan barang-barang yang digunakan dalam peristiwa bersejarah. Misalnya, rekaman saat Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi, video pernikahan Lady Diana dan Pangeran Charles di Inggris, serta benda-benda yang mereka gunakan seperti pakaian, aksesoris, hingga kendaraannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Verifikasi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap ketiga yaitu verifikasi. Verifikasi adalah<span style=\"font-weight: bold;\"> proses pemeriksaan terhadap keaslian dan kebenaran sumber sejarah.<\/span> Tujuannya untuk\u00a0menguji fakta sejarah dari sumber yang peneliti dapatkan.<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Jenis Verifikasi<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada dua jenis verifikasi dalam penelitian sejarah, yaitu kritik ekstern dan kritik intern.<\/p>\n<h5 style=\"font-size: 16px;\">a. Kritik Ekstern<\/h5>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Ekstern artinya <span style=\"font-weight: bold;\">berhubungan dengan fisik atau hal-hal dari luar<\/span>. Di tahap ini, peneliti menguji keaslian sumber sejarah secara fisik dan bahan lewat pancaindera. Misalnya struktur batuan prasasti, warna kertas, ejaan yang digunakan dalam teks proklamasi, dan sebagainya.<\/p>\n<h5 style=\"font-size: 16px;\">b. Kritik Intern<\/h5>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Intern artinya dari dalam, atau <span style=\"font-weight: bold;\">berhubungan dengan informasi yang tercantum dalam isi sumber sejarah<\/span>. Di tahap ini, peneliti menguji apakah informasi tersebut sesuai fakta atau justru sebaliknya. Misalnya, ketika mempunyai sumber berupa tulisan, peneliti bisa memeriksa keasliannya lewat kop surat, stempel, atau tanda tangan pihak-pihak yang bersangkutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tahapan-penelitian-sejarah.jpg\" alt=\"tahapan-penelitian-sejarah\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\">4. Interpretasi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Interpretasi adalah tahap keempat penelitian sejarah. <span style=\"font-weight: bold;\">Peneliti memberikan penafsiran, pendapat, dan analisis dari fakta<\/span> yang telah diperoleh dan diverifikasi. Fakta-fakta tadi akan dihubungkan hingga membentuk rangkaian peristiwa dan maknanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau dipikir-pikir, interpretasi ini mirip kayak main\u00a0<em>puzzle<\/em>, lho. Kita mencoba menyusun potongan-potongan puzzle sampai terlihat keseluruhan gambar aslinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, perlu diperhatikan bahwa tahap interpretasi harus dilakukan secara selektif dan tidak melebar kemana-mana. Hanya fakta yang penting dan sesuai dengan topik yang bisa kamu interpretasikan.<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\">Jenis Interpretasi<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada penelitian sejarah, terdapat dua jenis interpretasi, yaitu Interpretasi Analisis dan Interpretasi Sintesis.<\/p>\n<h5 style=\"font-size: 16px;\">a. Interpretasi Analisis<\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\">Interpretasi analisis mengharuskan peneliti untuk <span style=\"font-weight: bold;\">menguraikan fakta-fakta sejarah<\/span>. Misalnya, judul penelitian kita adalah &#8220;Perkembangan Partai Politik dalam Pemilu Indonesia tahun 1955-1971&#8221;. Setelah sumber diperoleh dan diverifikasi, kita bisa menguraikan jumlah partai, jumlah pemilih, serta tahun pelaksanaan Pemilu pada periode tersebut.<\/p>\n<h5 style=\"font-size: 16px;\">b. Interpretasi Sintesis<\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan interpretasi sintesis, peneliti <span style=\"font-weight: bold;\">menghubungkan rangkaian peristiwa yang terjadi untuk memperoleh suatu kesimpula<\/span>n. Contoh nih, pada tahun 1955 ada 29 partai yang berpartisipasi di Pemilu, kemudian pada tahun 1971 hanya ada 10 partai yang ikut. Artinya, jumlah peserta partai politik dari tahun ke tahun terus menurun.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik-dalam-sejarah\" rel=\"noopener\">Cara Berpikir Sinkronik, Diakronik, dan Periodesasi dalam Sejarah<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Historiografi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, kita sudah sampai di tahap terakhir penelitian sejarah yaitu Historiografi.\u00a0 Historia berasal dari kata &#8216;<em>historia&#8217;\u00a0<\/em>dan &#8216;<em>grafein&#8217;<\/em> yang berarti penulisan sejarah. Kalau di tahap sebelumnya kita sudah menentukan, mencari, memeriksa, dan memaknai fakta sejarah, <span style=\"font-weight: bold;\">di tahap ini kita sudah bisa mulai menulis hasil penelitian<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada fase historiografi, peneliti menyusun penafsiran fakta dan menghubungkannya menjadi sebuah cerita sejarah. Nah, untuk menulis cerita sejarah, kamu bisa menggunakan 2 model penulisan, lho!<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Model Penulisan Historiografi<\/h4>\n<h5 style=\"font-size: 16px;\">a. Deskriptif Naratif<\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\">Model penulisan penelitian sejarah ini disesuaikan dengan <span style=\"font-weight: bold;\">urutan waktu kejadian atau kronologis<\/span>. Jadi, untuk menuliskannya, kamu harus menggunakan cara berpikir <span style=\"font-weight: bold;\">diakronik<\/span>.<\/p>\n<h5 style=\"font-size: 16px;\">b. Deskriptif Eksplanatif<\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\">Model penulisan penelitian sejarah ini <span style=\"font-weight: bold;\">bersifat analisis, detail, dan mendalam<\/span>. Biasanya, tercantum unsur 5W + 1H, atau dalam Bahasa Indonesia yaitu Apa, Siapa, Dimana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana. Jadi, model deskriptif eksplanatif peneliti menggunakan cara berpikir<span style=\"font-weight: bold;\"> sinkronik<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu sudah mengerti 5 tahapan di atas, sekarang kamu bisa deh memulai penelitian sendiri. Jangan lupa tetap perhatikan keaslian sumber dan bukti-bukti pendukungnya, ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Punya pertanyaan lain seputar Sejarah atau pelajaran lainnya? Kamu bisa tanya ke STAR Master Teacher <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/\" rel=\"noopener\">Brain Academy<\/a>. Bisa belajar online atau datang langsung ke cabang terdekat dari kotamu. Ada kelas gratisnya juga, lho! Sampai bertemu di kelas~<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":430,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penelitian-sejarah.jpg"],"_edit_lock":["1760069241:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-10-12","2023-10-19","2024-10-22"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Menurut Kuntowijoyo, ada 5 langkah yang ditempuh peneliti sebelum melakukan penelitian sejarah. Yuk, kita bahas pengertian dan jenisnya di artikel ini."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Tahapan Penelitian Sejarah Menurut Ahli dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Tahapan Penelitian Sejarah Menurut Ahli dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-10T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-10T04:05:46+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah\",\"name\":\"5 Tahapan Penelitian Sejarah Menurut Ahli dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penelitian-sejarah.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-10T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-10T04:05:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penelitian-sejarah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penelitian-sejarah.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Tahapan Penelitian Sejarah Menurut Ahli dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Tahapan Penelitian Sejarah Menurut Ahli dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Tahapan Penelitian Sejarah Menurut Ahli dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-10-10T04:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-10-10T04:05:46+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah","name":"5 Tahapan Penelitian Sejarah Menurut Ahli dan Contohnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penelitian-sejarah.jpg","datePublished":"2025-10-10T04:00:00+00:00","dateModified":"2025-10-10T04:05:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penelitian-sejarah.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/penelitian-sejarah.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-sejarah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Tahapan Penelitian Sejarah Menurut Ahli dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=430"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/430\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5983,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/430\/revisions\/5983"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}