{"id":4223,"date":"2026-02-20T11:00:19","date_gmt":"2026-02-20T04:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=4223"},"modified":"2026-02-21T13:35:47","modified_gmt":"2026-02-21T06:35:47","slug":"apa-itu-inflasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi","title":{"rendered":"Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, &#038; Cara Mengatasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6c001722-3446-46a7-af70-f3e060cd3866.png\" alt=\"Inflasi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang secara menyeluruh dan terus-menerus. Apa dampaknya bagi perekonomian? Yuk, simak pembahasan lengkapnya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hai, teman-teman! Pernahkah kalian menyadari bahwa harga barang semakin lama semakin mahal? Contohnya, pada tahun 2010, kita bisa membeli 10 permen dengan Rp1.000. Tapi sekarang, di tahun 2024, dengan uang yang sama, kita hanya bisa mendapatkan 3 permen. Ini terjadi karena <\/span><strong>nilai uang kita semakin berkurang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> seiring waktu. Nah, kondisi ini disebut <\/span><strong>inflasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, apakah itu inflasi dan bagaimana dampaknya bagi perekonomian kita? Yuk, kita bahas lebih lanjut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa Itu Inflasi?<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Inflasi adalah situasi di mana harga barang dan jasa secara umum terus-menerus naik dalam periode tertentu.<\/strong> Ini berarti nilai uang yang kita miliki semakin menurun, sehingga kita perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli barang yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi <strong>inflasi terjadi jika<\/strong>:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadi kenaikan harga barang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenaikan barang terjadi secara umum dan menyeluruh.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenaikan harga berlangsung terus menerus\u00a0 (minimal berbulan-bulan).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu mendengar istilah inflasi hijau yang sering diperbincangkan akhir-akhir ini? Inflasi hijau adalah kenaikan harga barang dan jasa yang disebabkan oleh upaya untuk mencapai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">green goals<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Ini bisa terjadi ketika pemerintah atau perusahaan mengadopsi kebijakan ramah lingkungan, seperti pengurangan emisi karbon, energi terbarukan, atau perlindungan lingkungan, yang meningkatkan biaya produksi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pertumbuhan-dan-perkembangan-ekonomi\">Pertumbuhan &amp;\u00a0 Perkembangan Ekonomi: Definisi, Ciri, Rumus dan Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Penyebab Inflasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana inflasi dapat terjadi? Ada dua penyebab inflasi, yaitu tarikan permintaan dan kenaikan biaya. Yuk, simak penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Tarikan Permintaan <\/b><em><b>(Demand pull inflation)<\/b><\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inflasi terjadi ketika banyak orang yang ingin membeli barang dan jasa, tapi jumlah barang yang tersedia tidak mencukupi. Akibatnya, harga naik karena permintaan lebih tinggi dibanding pasokan. Hal ini sering terjadi saat menjelang hari-hari besar seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, ketika permintaan barang meningkat tajam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski inflasi permintaan sering dianggap sebagai tanda ekonomi yang kuat, jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan harga terus naik dan mengurangi daya beli masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kenaikan biaya <\/b><em><b>(Cost push inflation)<\/b><\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenaikan biaya produksi barang dan jasa yang meningkat, seperti kenaikan harga bahan bakar atau upah pekerja juga dapat menyebabkan inflasi. Ketika biaya produksi naik, produsen menaikkan harga barang untuk menutupi biaya operasional, sehingga harga di pasaran juga naik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inflasi akibat kenaikan biaya lebih sulit dikendalikan karena hal ini berkaitan dengan faktor eksternal yang sulit diatur, seperti harga minyak dunia atau kondisi cuaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi\">Sistem Ekonomi: Definisi, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Inflasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah jenis-jenis inflasi:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Jenis Inflasi berdasarkan Penyebabnya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan penyebabnya, inflasi terbagi menjadi dua, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4><em><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Demand Pull Inflation\u00a0<\/b><\/span><\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis inflasi ini terjadi karena permintaan barang dan jasa lebih tinggi daripada penawaran. Saat masyarakat membeli lebih banyak barang daripada yang tersedia dapat menyebabkan harga naik karena stoknya terbatas.<\/span><\/p>\n<h4><em><b>b. Cost Push Inflation\u00a0<\/b><\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inflasi jenis ini terjadi ketika biaya produksi naik, seperti kenaikan harga bahan baku atau upah pekerja. Jadi, produsen menaikkan harga jual untuk menutupi biaya yang lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Jenis-jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Kepaharannya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan tingkat keparahan, inflasi terbagi menjadi empat jenis yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Inflasi Ringan (dibawah 10%)<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada inflasi ringan, kenaikan harga tidak terlalu berdampak pada ekonomi. Misalnya, kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebanyak 5% dalam satu tahun.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Inflasi Sedang (antara 10% &#8211; 30%)<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada inflasi sedang, kenaikan harga mulai terasa oleh masyarakat dan daya beli mulai menurun, namun belum menyebabkan krisis ekonomi.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Inflasi Berat (antara 30% &#8211; 100%)<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inflasi berat, kenaikan harganya signifikan, menyebabkan masalah besar bagi ekonomi karena masyarakat kesulitan membeli barang-barang penting.<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Hiperinflasi (di atas 100%)<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hiperinflasi adalah inflasi yang sangat berat atau ekstrem, uang kehilangan nilainya dengan cepat dan ekonomi bisa runtuh. Contohnya seperti Zimbabwe pada akhir tahun 2000-an.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Jenis-jenis Inflasi Berdasarkan Asalnya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan asalnya, inflasi terdiri dari inflasi domestik dan inflasi luar negeri. Ini penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Inflasi Domestik <\/b><em><b>(Domestic Inflation)<\/b><\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inflasi domestik merupakan inflasi yang terjadi karena faktor-faktor yang berasal dari dalam negeri. Salah satu penyebab utamanya adalah ketika pemerintah mencetak uang baru untuk menutupi defisit anggaran atau kekurangan dana. Saat lebih banyak uang beredar, tetapi jumlah barang dan jasa yang tersedia tetap sama, harga-harga akan naik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa hal ini bisa menyebabkan inflasi? Karena permintaan akan meningkat saat orang memiliki lebih banyak uang, namun jika barang dan jasa yang tersedia tetap, maka permintaan akan melebihi penawaran, akibatnya penjual menaikkan harga barang. Selain itu, jumlah uang yang beredar banyak tanpa diikuti peningkatan jumlah barang dan jasa membuat nilai uang turun atau jadi lebih rendah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Inflasi Luar Negeri<\/b><em><b> (Import Inflation)<\/b><\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inflasi luar negeri terjadi ketika harga barang dan jasa di dalam negeri naik akibat pengaruh dari luar negeri, terutama terkait perdagangan internasional. Ini biasanya disebabkan oleh naiknya harga barang impor atau perubahan nilai tukar mata uang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika harga barang atau bahan baku yang diimpor dari luar negeri naik, harga produk di dalam negeri yang menggunakan bahan tersebut juga ikut naik. Misalnya, jika harga minyak dunia naik, maka biaya produksi barang yang menggunakan minyak sebagai bahan bakar atau bahan baku juga akan naik, menyebabkan harga barang di dalam negeri meningkat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jika nilai tukar mata uang suatu negara melemah (misalnya, nilai rupiah turun terhadap dolar), maka barang impor akan menjadi lebih mahal. Misalnya, barang yang biasanya bisa dibeli dengan Rp10.000 mungkin akan menjadi Rp12.000 jika nilai tukar rupiah turun. Akibatnya, harga barang-barang impor naik dan inflasi terjadi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Inflasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inflasi yang terkendali dalam tingkat wajar dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Inflasi yang rendah dan stabil menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi negara. Sebaliknya, inflasi yang tinggi dan tidak terkendali dapat berdampak negatif, seperti:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai mata uang menurun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendapatan riil masyarakat berkurang, menurunkan standar hidup.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyulitkan keputusan konsumsi, produksi, dan distribusi, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, pengendalian inflasi sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang. Untuk menghitung laju inflasi, kamu bisa menggunakan kalkulator inflasi. Dengan kalkulator ini, kamu bisa memasukkan jumlah uang tertentu dan tahun, lalu kalkulator akan menunjukkan berapa nilai uang tersebut turun di tahun lainnya, menghitung tingkat inflasi yang terjadi selama periode tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Mengatasi Inflasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika inflasi tidak terkendali dan berdampak negatif pada perekonomian negara, bagaimana cara inflasi Indonesia? Berikut beberapa kebijakan yang diambil pemerintah:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kebijakan Moneter<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kebijakan moneter adalah langkah pemerintah untuk mengatur jumlah uang yang beredar dan daya beli masyarakat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Untuk mengatasi inflasi yang tinggi, pemerintah dapat mengurangi jumlah uang yang beredar. Caranya, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menaikkan suku bunga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjual surat berharga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan cadangan kas bank (GWM).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menerapkan kebijakan kredit ketat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengimbau masyarakat (moral suasion).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kebijakan Fiskal\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan fiskal melibatkan pengaturan pendapatan dan pengeluaran negara. Untuk menekan inflasi, pemerintah dapat meningkatkan tarif pajak dan mengurangi belanja negara.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kebijakan Lainnya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kebijakan moneter dan fiskal, pemerintah juga dapat:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan produksi barang di pasar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menetapkan harga tertinggi untuk barang tertentu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tips Menghadapi Inflasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menghadapi inflasi dengan bijak, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut ini.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Mengelola Anggaran dengan Bijak<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inflasi menyebabkan harga barang dan jasa meningkat, sehingga penting untuk meninjau dan menyesuaikan anggaran keuangan. Prioritaskan pengeluaran yang benar-benar penting, seperti kebutuhan pokok, tagihan, dan tabungan. Hindari pengeluaran yang tidak perlu agar keuangan tetap stabil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Meningkatkan Sumber Pendapatan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika inflasi tinggi, daya beli bisa menurun jika pendapatan tidak bertambah. Oleh karena itu, mencari sumber pendapatan tambahan, seperti pekerjaan sampingan, investasi, atau bisnis kecil, dapat membantu menjaga stabilitas keuangan dan mengimbangi kenaikan harga barang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">3. Berinvestasi dengan Cerdas<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai uang dapat tergerus oleh inflasi, sehingga menyimpannya dalam bentuk investasi bisa menjadi solusi. Pilih instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi dari tingkat inflasi, seperti saham, emas, properti, atau reksa dana. Pastikan juga untuk memahami risiko sebelum berinvestasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Mengurangi Utang Konsumtif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat inflasi tinggi, suku bunga pinjaman biasanya meningkat. Oleh karena itu, hindari utang yang bersifat konsumtif, seperti kartu kredit atau pinjaman tanpa perencanaan matang. Fokuslah pada pelunasan utang yang ada agar tidak terbebani bunga yang semakin tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Berhemat dan Mencari Alternatif Lebih Murah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menerapkan gaya hidup hemat bisa membantu mengurangi dampak inflasi. Cari alternatif produk atau layanan yang lebih murah namun tetap berkualitas. Misalnya, belanja produk dengan merek lokal, memasak sendiri daripada makan di luar, atau memanfaatkan diskon dan promo untuk berhemat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Menyimpan Dana Darurat<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dana darurat sangat penting untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu akibat inflasi. Usahakan memiliki tabungan yang cukup untuk menutupi biaya hidup selama beberapa bulan, sehingga jika terjadi kenaikan harga yang signifikan, kamu tetap memiliki cadangan keuangan yang aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan mengenai inflasi, mulai dari apakah itu inflasi, jenis-jenisnya, dampaknya, hingga cara mengatasinya. Seru, kan? Kalau kamu tertarik belajar materi ekonomi lainnya dengan cara seru, ikutan kelas dari Brain Academy, yuk! Kamu bisa ikut kelas <em>online<\/em> atau <em>offline<\/em> di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/brainacademy.id\/branch\">Brain Academy cabang terdekat dari rumahmu<\/a>!<\/strong><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fitriani, Yeni dan Aisyah Nurjanah. 2022. Ekonomi untuk SMA Kelas XI.\u00a0 Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Teknologi. Gramedia. Com. Pengertian Inflasi: Penyebab, Macam, Dampak dan Peran Bank Sentral [daring]. Tautan: https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/inflasi\/\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meti. 2024. Pengertian Green Inflation dan Dampaknya Terhadap Transisi Energi [daring]. Tautan: https:\/\/metiires.or.id\/berita\/pengertian-green-inflation-dan-dampaknya-terhadap-transisi-energi\/<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang secara menyeluruh dan terus-menerus. Apa dampaknya bagi perekonomian? Yuk, simak pembahasan lengkapnya! &#8212; Hai, teman-teman! Pernahkah kalian menyadari bahwa harga barang semakin lama semakin mahal? Contohnya, pada tahun 2010, kita bisa membeli 10 permen dengan Rp1.000. Tapi sekarang, di tahun 2024, dengan uang yang sama, kita hanya bisa mendapatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4223,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1771655625:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang secara menyeluruh dan terus-menerus. Apa dampaknya bagi perekonomian? Yuk, simak pembahasan lengkapnya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6c001722-3446-46a7-af70-f3e060cd3866.png"],"_wp_old_date":["2024-10-09","2025-02-26"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["inflasi"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang secara menyeluruh dan terus-menerus. Apa dampaknya bagi perekonomian? Simak pembahasannya!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["53"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-4223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, &amp; Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang secara menyeluruh dan terus-menerus. Apa dampaknya bagi perekonomian? Simak pembahasannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, &amp; Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang secara menyeluruh dan terus-menerus. Apa dampaknya bagi perekonomian? Simak pembahasannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-20T04:00:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-21T06:35:47+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi\",\"name\":\"Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6c001722-3446-46a7-af70-f3e060cd3866.png\",\"datePublished\":\"2026-02-20T04:00:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-21T06:35:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang secara menyeluruh dan terus-menerus. Apa dampaknya bagi perekonomian? Simak pembahasannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6c001722-3446-46a7-af70-f3e060cd3866.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6c001722-3446-46a7-af70-f3e060cd3866.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, &#038; Cara Mengatasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang secara menyeluruh dan terus-menerus. Apa dampaknya bagi perekonomian? Simak pembahasannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang secara menyeluruh dan terus-menerus. Apa dampaknya bagi perekonomian? Simak pembahasannya!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-02-20T04:00:19+00:00","article_modified_time":"2026-02-21T06:35:47+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi","name":"Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6c001722-3446-46a7-af70-f3e060cd3866.png","datePublished":"2026-02-20T04:00:19+00:00","dateModified":"2026-02-21T06:35:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang secara menyeluruh dan terus-menerus. Apa dampaknya bagi perekonomian? Simak pembahasannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6c001722-3446-46a7-af70-f3e060cd3866.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6c001722-3446-46a7-af70-f3e060cd3866.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/apa-itu-inflasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Inflasi: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, &#038; Cara Mengatasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4223"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4844,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4223\/revisions\/4844"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}