{"id":4214,"date":"2025-09-30T13:00:02","date_gmt":"2025-09-30T06:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=4214"},"modified":"2025-10-01T10:51:38","modified_gmt":"2025-10-01T03:51:38","slug":"penelitian-geografi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi","title":{"rendered":"Penelitian Geografi: Pengertian, Metode, Jenis, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5939d27a-b8de-4e64-a05a-12d7398be06a.png\" alt=\"Penelitian Geografi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa mengetahui penyebab berbagai fenomena alam melalui penelitian geografi. Tapi, apa itu penelitian geografi? Simak penjelasannya di artikel ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu mengapa hujan lebih sering turun di pegunungan dibandingkan di dataran rendah? Nah, fenomena tersebut dapat kamu pelajari lebih dalam melalui penelitian geografi, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! Pada penelitian geografi, kamu akan memahami bagaimana lingkungan dan iklim saling berinteraksi untuk menciptakan fenomena alam yang unik tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, bagaimana tahapan dalam melakukan penelitian geografi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut! Disini, kamu akan dijelaskan mengenai pengertian penelitian geografi, sifat-sifatnya, berbagai jenis penelitian, metode yang digunakan, tahapan, serta contohnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Penelitian Geografi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Penelitian geografi adalah kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan memecahkan masalah terkait fenomena geografi.<\/strong> Fenomena geografi yang dimaksud adalah fenomena geosfer, yang meliputi atmosfer (lapisan udara), biosfer (makhluk hidup), hidrosfer (lapisan air), litosfer (lapisan kulit bumi), dan antroposfer (manusia dan lingkungannya).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana, penelitian geografi berupaya mendalami pemahaman tentang bumi, baik dari segi fisik seperti bentang alam, iklim, dan tanah maupun aspek manusia seperti persebaran penduduk, aktivitas ekonomi, dan budaya. Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai bagaimana tempat mempengaruhi kehidupan manusia serta lingkungannya, dan sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b3c09ef7-d435-4e0f-a8d8-82bcdd3b3d09.jpg\" alt=\"contoh fenomena geografi\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian geografi tentang climate systems untuk mempelajari mempelajari bagaimana perubahan iklim mempengaruhi lingkungan dan masyarakat (Sumber: geog.ox.ac.uk)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Sifat-Sifat Penelitian Geografi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sifat-sifat penelitian geografi mencakup mencakup beberapa karakteristik yang menjadi ciri khas pendekatan geografi dalam memahami fenomena alam dan manusia. Berikut adalah sifat-sifat utama penelitian geografi:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Ilmiah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian geografis dilakukan secara sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan menggunakan metode ilmiah, seperti observasi, pengumpulan data, dan analisis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Berbasis Penemuan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hal-hal baru, seperti fenomena alam yang sebelumnya belum diketahui.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Berbasis Pengembangan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil dari penelitian geografis sering digunakan untuk mengembangkan konsep, teori, atau solusi baru yang lebih baik terkait fenomena geografi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Berbasis Kebenaran<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian geografis fokus pada fakta dan data yang akurat untuk menghasilkan pengetahuan yang benar dan dapat dipercaya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Memecahkan Masalah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan solusi atas masalah-masalah lingkungan, sosial, atau ekonomi yang berkaitan dengan geografi, seperti perubahan iklim.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ilmu-geografi\">Pengertian Geografi Menurut Para Ahli dan Cabang Ilmunya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Metode Penelitian Geografi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian geografi berdasarkan metode pelaksanaannya dibagi 3, yaitu studi kasus, survei, dan eksperimen. Berikut penjelasan ketiga metode penelitian geografi tersebut<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Metode Studi Kasus<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian dengan studi kasus dilakukan dengan studi lapangan dan wawancara. Metode ini mempelajari secara mendalam satu wilayah atau fenomena tertentu untuk mendapatkan wawasan rinci yang bisa digunakan untuk memahami fenomena serupa di tempat lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Metode Survei<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode survei biasanya mencakup pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, atau pengamatan lapangan pada sampel populasi, dengan tujuan memahami pola perilaku, kondisi sosial, atau lingkungan. Survei dilakukan untuk menguji kebenaran hipotesis atau kesimpulan sementara. Hasil survei sangat bergantung pada sampel atau responden yang dipilih dan digunakan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Metode Eksperimen<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode eksperimen digunakan untuk menguji hipotesis dan mengetahui pengaruh dari variabel satu dengan variabel lainnya, seperti mengamati dampak perubahan iklim pada ekosistem lokal. Eksperimen dapat dilakukan di lapangan atau di dalam laboratorium.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Langkah-Langkah Penelitian Geografi<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah-langkah penelitian geografi umumnya melibatkan proses sistematis untuk memahami fenomena geografis. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam penelitian geografi:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Identifikasi Masalah <\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama adalah menentukan permasalahan atau isu yang ingin diteliti, seperti fenomena geografis, pola spasial, atau masalah lingkungan. Buatlah rumusan masalah berupa pertanyaan penelitian yang jelas dan akan dicari tahu jawabannya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Tinjauan Pustaka<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan tinjauan pustaka untuk memahami penelitian sebelumnya terkait dengan topik yang sama. Hal ini membantu dalam membangun landasan teori, metodologi, serta mengidentifikasi celah dalam pengetahuan yang ada.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Penyusunan Hipotesis<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan tinjauan pustaka, buatlah hipotesis atau pernyataan yang dapat diuji. Hipotesis ini harus mengarah pada penjelasan yang dapat diuji tentang fenomena yang sedang diteliti.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Perancangan Metode Penelitian<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentukan metode yang akan digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Pilih antara metode kualitatif, kuantitatif, atau campuran, serta alat dan teknik yang sesuai, seperti survei, pemetaan, atau analisis data sekunder.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Pengumpulan Data<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melaksanakan pengumpulan data sesuai dengan metode yang telah dirancang. Ini bisa melibatkan pengamatan lapangan menggunakan SIG, kuesioner, wawancara, dan penggunaan data sekunder dari sumber yang ada.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Analisis Data<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis yang sesuai, seperti statistik atau analisis spasial. Interpretasikan data untuk menemukan pola, hubungan, hingga temuan baru.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Penarikan Kesimpulan<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hasil analisis, buatlah kesimpulan tentang fenomena atau isu yang diteliti. Evaluasi apakah hipotesis awal didukung oleh data atau apakah perlu revisi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Penyusunan Laporan Penelitian Geografi<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan penelitian geografi yang ditulis mencakup judul penelitian geografi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">latar belakang, metodologi, hasil, dan kesimpulan. Sertakan juga rekomendasi atau implikasi dari temuan penelitian.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Publikasi dan Presentasi<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sajikan hasil penelitian dalam forum ilmiah, seperti jurnal, konferensi, atau seminar. Penelitian tersebut dapat digunakan untuk referensi penelitian selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Evaluasi<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinjau kembali proses penelitian untuk mengevaluasi efektivitas metodologi dan hasilnya. Apabila diperlukan, buatlah penelitian lebih lanjut berdasarkan temuan dan saran yang diterima.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-informasi-geografis\">Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG) &amp; Tahapan Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Penelitian Geografi\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-jenis penelitian geografi dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu berdasarkan tujuannya dan metode penelitiannya. Berikut penjelasan masing-masing jenis penelitian geografi tersebut:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Jenis Penelitian Geografi Berdasarkan Tujuannya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian geografi berdasarkan tujuannya dibedakan menjadi 4, yaitu <\/span><b>penelitian eksploratif, deskriptif, eksplanatif, dan evaluatif<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Agar lebih mudah memahaminya, yuk, simak penjelasannya!<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Penelitian Eksploratif<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini bertujuan untuk mendalami atau menemukan fenomena geografis yang belum banyak diketahui, seperti terjadinya erosi di wilayah tertentu.<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Penelitian Deskriptif<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini menggambarkan karakteristik fenomena geografis secara detail dalam bentuk deskripsi, seperti gambar atau sistematika. Misalnya, dalam penelitian ini, kamu dapat menjabarkan secara rinci mengenai proses erosi.<\/span><\/p>\n<h4><b>c. Penelitian Eksplanatif<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sebab-akibat dari fenomena geografis, misalnya mengapa terjadi erosi di suatu wilayah dan akibat yang ditimbulkan dari munculnya erosi tersebut.<\/span><\/p>\n<h4><b>d. Penelitian Evaluatif<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bertujuan untuk menilai dampak dari suatu fenomena atau intervensi geografis, seperti dampak dari erosi terhadap lingkungan, termasuk kerusakan ekosistem, penurunan produktivitas lahan, dan risiko banjir yang meningkat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Jenis Penelitian Geografi Berdasarkan Metode Penelitiannya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan metode penelitiannya jenis penelitian geografi dibagi menjadi 2, yaitu <\/span><b>penelitian kuantitatif dan kualitatif<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Berikut perbedaan dari keduanya:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Penelitian Kuantitatif<\/b><b><br \/>\n<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">P<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">enelitian ini menggunakan data numerik dan statistik untuk menganalisis pola atau hubungan antar fenomena geografis, seperti data curah hujan atau kepadatan penduduk.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Penelitian Kualitatif<\/b><b><br \/>\n<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutamakan deskripsi dan pemahaman mendalam melalui wawancara, observasi, atau studi kasus, sering digunakan untuk memahami fenomena geografi. Metode kualitatif berguna untuk mengetahui permasalahan sesuai fakta yang sudah ada.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. <b>Jenis Penelitian Geografi Berdasarkan Bentuknya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan bentuk, penelitian geografi dapat dibedakan sebagai berikut:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">a. Studi kasus<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Studi kasus merupakan penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial termasuk manusia yang dilakukan sedemikan rupa sehingga menghasilkan gambaran yang lengkap. Studi kasus dilakukan dengan cara studi lapangan dan wawancara.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">b. Survei<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Survei adalah penelitian yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang jumlahnya banyak dan dalamjangka waktu tertentu. Survei dilakukan untuk menguji kebenaran hipotesis dan mendeskripsikan hubungan antarvariabel.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">c. Eksperimen<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainnya dalam kondisi terkontrol, atau dengan kata lain penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakukan terhadap subjek penelitian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/letak-geografis-dan-astronomis-indonesia\">Letak Geografis &amp; Astronomis Indonesia beserta Pengaruhnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Penelitian Geografi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian geografi dapat dilakukan dengan berfokus pada objek kajiannya, yaitu aspek fisik maupun manusia. Berikut penjelasan serta contoh penelitian geografi fisik dan manusia:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Penelitian Geografi Fisik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Geografi fisik mempelajari bumi dan semua isinya yang mencakup atmosfer hingga inti bumi dan luar angkasa. Objek penelitian geografi fisik meliputi atmosfer (udara), hidrosfer (air), litosfer (lapisan bumi), biosfer (flora dan fauna), dan antroposfer (kependudukan).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh topik Penelitian Geografi Fisik<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">antara lain studi tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap wilayah pesisir, penelitian mengenai erosi tanah di daerah pegunungan, dan analisis aliran sungai dan pengaruhnya terhadap ekosistem sekitar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Penelitian Geografi Manusia<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Geografi manusia adalah studi yang berfokus pada interaksi antara manusia dan lingkungan fisik mereka, serta bagaimana aktivitas sosial, budaya, ekonomi, dan politik membentuk serta dipengaruhi oleh ruang geografis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana manusia mengelola wilayah, memanfaatkan sumber daya alam, dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan fisik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh topik Penelitian Geografi Manusia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> antara lain urbanisasi dan perkembangan kota, pola migrasi penduduk, penggunaan lahan untuk pertanian atau pemukiman, distribusi kekayaan dan kemiskinan dalam masyarakat, dan dampak globalisasi terhadap budaya lokal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sudah paham kan tentang apa itu penelitian geografi? Dari penjelasan artikel tersebut, semoga kita lebih siap menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan ketimpangan sosial dengan bijaksana. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau masih ada yang ingin kamu tanyakan seputar materi ini, kamu bisa ikut kelas gratis di<\/span> <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! Kamu bisa belajar online atau langsung di cabang terdekat bersama Master Teacher yang berpengalaman.<\/span><\/p>\n<p><a class=\"rg-cta\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Modul Pembelajaran Geografi Kelas X. Sumber: repositori.kemdikbud.go.id\/21864\/1\/X_GEOGRAFI_KD-3.3_FINAL.pdf<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">gramedia.com\/literasi\/penelitian-geografi\/#google_vignette<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6412303\/penelitian-geografi-pengertian-jenis-ciri-ciri-dan-tahapannya<\/span><\/p>\n<p><em>(Diakses: 28 Agustus 2024)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu bisa mengetahui penyebab berbagai fenomena alam melalui penelitian geografi. Tapi, apa itu penelitian geografi? Simak penjelasannya di artikel ini! &#8212; Tahukah kamu mengapa hujan lebih sering turun di pegunungan dibandingkan di dataran rendah? Nah, fenomena tersebut dapat kamu pelajari lebih dalam melalui penelitian geografi, lho! Pada penelitian geografi, kamu akan memahami bagaimana lingkungan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":4214,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1759290565:1"],"_edit_last":["1"],"_oembed_0fae05a2286da28b2ea3a79f6a9e9891":["{{unknown}}"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Kamu bisa mengetahui penyebab berbagai fenomena alam melalui penelitian geografi. Yuk, simak pengertian, sifat-sifat, metode, langkah, jenis, dan contohnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5939d27a-b8de-4e64-a05a-12d7398be06a.png"],"_wp_old_date":["2024-10-07"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-4214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penelitian Geografi: Pengertian, Metode, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penelitian Geografi: Pengertian, Metode, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kamu bisa mengetahui penyebab berbagai fenomena alam melalui penelitian geografi. Tapi, apa itu penelitian geografi? Simak penjelasannya di artikel ini! &#8212; Tahukah kamu mengapa hujan lebih sering turun di pegunungan dibandingkan di dataran rendah? Nah, fenomena tersebut dapat kamu pelajari lebih dalam melalui penelitian geografi, lho! Pada penelitian geografi, kamu akan memahami bagaimana lingkungan dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-30T06:00:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-01T03:51:38+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Olivia Yunita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi\",\"name\":\"Penelitian Geografi: Pengertian, Metode, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5939d27a-b8de-4e64-a05a-12d7398be06a.png\",\"datePublished\":\"2025-09-30T06:00:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-01T03:51:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5939d27a-b8de-4e64-a05a-12d7398be06a.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5939d27a-b8de-4e64-a05a-12d7398be06a.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian Geografi: Pengertian, Metode, Jenis, dan Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85\",\"name\":\"Olivia Yunita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Olivia Yunita\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penelitian Geografi: Pengertian, Metode, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penelitian Geografi: Pengertian, Metode, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Kamu bisa mengetahui penyebab berbagai fenomena alam melalui penelitian geografi. Tapi, apa itu penelitian geografi? Simak penjelasannya di artikel ini! &#8212; Tahukah kamu mengapa hujan lebih sering turun di pegunungan dibandingkan di dataran rendah? Nah, fenomena tersebut dapat kamu pelajari lebih dalam melalui penelitian geografi, lho! Pada penelitian geografi, kamu akan memahami bagaimana lingkungan dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-09-30T06:00:02+00:00","article_modified_time":"2025-10-01T03:51:38+00:00","author":"Olivia Yunita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Olivia Yunita","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi","name":"Penelitian Geografi: Pengertian, Metode, Jenis, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5939d27a-b8de-4e64-a05a-12d7398be06a.png","datePublished":"2025-09-30T06:00:02+00:00","dateModified":"2025-10-01T03:51:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5939d27a-b8de-4e64-a05a-12d7398be06a.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5939d27a-b8de-4e64-a05a-12d7398be06a.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-geografi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian Geografi: Pengertian, Metode, Jenis, dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/3058ab2c54263c9db3c90859fdbb4f85","name":"Olivia Yunita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/18f06a7f6e7842aee08f26f4f13fc6ac8ce367161a40f67172b47ac78f4c0095?s=96&d=mm&r=g","caption":"Olivia Yunita"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/olivia-yunita"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4214"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4214\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5942,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4214\/revisions\/5942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}