{"id":4201,"date":"2025-09-25T09:00:53","date_gmt":"2025-09-25T02:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=4201"},"modified":"2025-09-25T10:30:26","modified_gmt":"2025-09-25T03:30:26","slug":"supply-and-demand","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand","title":{"rendered":"Pengertian Supply and Demand &#038; Faktor yang Memengaruhinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/928f6d35-b58b-4b32-a3e0-bd25682f628e.png\" alt=\"supply and demand\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Supply and demand berpengaruh terhadap naik atau turunnya harga barang. Yuk, ketahui apa itu permintaan dan penawaran serta faktor yang memengaruhinya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kita pergi berbelanja, mungkin kamu pernah melihat harga barang yang berbeda-beda. Mengapa harga bisa naik atau turun? Misalnya, saat menjelang puasa, biasanya harga kebutuhan pokok menjadi naik. Konsep <em>supply<\/em> (penawaran) dan <em>demand<\/em> (permintaan) berperan penting. <em>Supply and demand<\/em> adalah materi ekonomi yang membantu kita memahami cara kerja pasar. Apa itu <em>supply and demand<\/em> dan faktor apa saja yang mempengaruhinya? Simak pembahasannya berikut ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian <em>Supply<\/em> (Penawaran)<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Supply adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dijual oleh produsen pada berbagai tingkat harga selama periode tertentu.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Produsen akan menyediakan lebih banyak barang jika harganya tinggi, dan sebaliknya produsen akan menawarkan lebih sedikit barang jika harganya rendah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hukum Penawaran menyatakan bahwa ada hubungan positif antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Artinya, jika harga barang naik, jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan naik juga. Sebaliknya, jika harga turun, jumlah barang yang ditawarkan akan menurun. Hukum ini berlaku dengan asumsi faktor-faktor lain, seperti biaya produksi atau teknologi, tetap tidak berubah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">ceteris paribus<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perdagangan-internasional\">Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan dan Kebijakannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Faktor-Faktor yang Memengaruhi Supply<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi penawaran suatu barang:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Harga Barang\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jika harga barang naik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> produsen lebih bersemangat untuk memproduksi dan <\/span><strong>menjual lebih banyak barang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut karena mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Sebaliknya, <\/span><strong>jika harga turun<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, produsen cenderung <\/span><strong>mengurangi jumlah barang yang ditawarkan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Biaya Produksi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini termasuk biaya bahan baku, upah pekerja, dan biaya operasional lainnya. Jika <\/span><strong>biaya<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">ini <\/span><strong>naik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti harga bahan baku yang mahal, produsen akan sulit untuk memproduksi barang dalam jumlah banyak karena biayanya tinggi. Akibatnya, <\/span><strong>penawaran<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">bisa <\/span><strong>menurun<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Teknologi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teknologi yang maju bisa membantu produsen memproduksi barang dengan lebih cepat, efisien, dan murah. Misalnya, mesin baru yang lebih canggih bisa menghasilkan lebih banyak produk dalam waktu singkat. Ini akan meningkatkan penawaran barang di pasar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Harga Barang Lain yang Berkaitan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika produsen bisa membuat produk lain yang lebih menguntungkan, mereka mungkin akan mengalihkan sumber daya mereka ke produksi barang tersebut. Misalnya, jika harga tomat naik lebih tinggi dibandingkan harga cabai, petani mungkin akan memilih menanam lebih banyak tomat dan mengurangi penanaman cabai karena keuntungan lebih besar dari tomat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Ekspektasi Harga Masa Depan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika produsen mengira harga barang akan naik di masa depan, mereka mungkin akan menyimpan sebagian produknya untuk dijual nanti. Ini bisa mengurangi penawaran saat ini karena mereka menunggu harga yang lebih tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Jumlah Produsen<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin banyak produsen yang membuat barang yang sama, semakin banyak barang tersebut tersedia di pasar. Sebaliknya, jika banyak produsen berhenti berproduksi, jumlah barang yang ditawarkan akan berkurang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Kebijakan Pemerintah\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pajak dan subsidi dari pemerintah juga bisa memengaruhi penawaran. Misalnya, jika pemerintah memberikan subsidi untuk produksi pertanian, petani akan lebih banyak memproduksi. Sebaliknya, pajak tinggi bisa membuat produsen mengurangi jumlah barang yang diproduksi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Kondisi Alam<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cuaca buruk, banjir, kekeringan, atau bencana alam lainnya bisa mengganggu proses produksi, terutama untuk produk pertanian. Misalnya, hujan yang berlebihan bisa merusak tanaman dan mengurangi hasil panen, sehingga penawaran barang di pasar menurun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/sistem-ekonomi\">Definisi, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kurva <em>Supply<\/em> (Penawaran)<\/b><\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c08d4b26-a74a-4885-8170-e08c5e82e114.png\" alt=\"kurva supply (penawaran)\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kurva penawaran (Sumber: kumparan.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurva Penawaran menunjukkan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen. Kurva ini biasanya miring ke atas dari kiri ke kanan, menunjukkan bahwa saat harga naik, jumlah yang ditawarkan juga meningkat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian <em>Demand<\/em> (Permintaan)<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Permintaan (demand) adalah total barang dan jasa yang ingin dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum permintaan menyatakan bahwa <\/span><strong>jika harga barang naik, jumlah yang diminta akan turun<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebaliknya, <\/span><strong>jika harga turun, permintaan akan naik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Artinya, harga dan jumlah permintaan berhubungan terbalik. Hukum ini berlaku jika faktor lain, seperti pendapatan, selera, harga barang lain, dan ketersediaan barang pengganti, tetap tidak berubah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(ceteris paribus).<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/pendapatan-nasional\">Pendapatan Nasional: Pengertian, Rumus &amp; Cara Menghitung\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Faktor-Faktor yang Memengaruhi <em>Demand<\/em><\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demand suatu barang dapat dipengaruhi beberapa faktor seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Harga Barang<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika harga suatu barang naik, konsumen biasanya akan membeli lebih sedikit barang tersebut. Sebaliknya, jika harga turun, permintaan akan barang tersebut meningkat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Harga Barang Lain yang Terkait<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini mengacu pada harga barang substitusi dan komplementer. Perubahan harga barang-barang ini dapat mempengaruhi permintaan barang.<\/span><\/p>\n<h4><b>a. Barang Substitusi<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Barang substitusi adalah barang yang bisa menggantikan barang lain karena fungsinya mirip, seperti teh dan kopi. Jika harga salah satu barang substitusi naik, permintaan untuk barang penggantinya akan meningkat. Contohnya, jika harga kopi naik, orang akan cenderung membeli teh lebih banyak, dan sebaliknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>b. Barang Komplementer<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Barang komplementer adalah barang yang sering digunakan bersama-sama. Jika harga barang pelengkap naik (misalnya harga bensin naik), permintaan barang terkait (seperti mobil) bisa turun.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Penghasilan Konsumen<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pendapatan konsumen naik, mereka cenderung membeli lebih banyak barang dan jasa. Sebaliknya, jika pendapatan turun, permintaan akan barang-barang juga menurun.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Selera atau Preferensi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika suatu barang sedang viral atau mengikuti tren, permintaannya akan meningkat. Misalnya, jika ada tren pakaian baru, permintaan untuk pakaian tersebut akan naik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Jumlah Penduduk<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin banyak penduduk, semakin besar permintaan untuk barang dan jasa. Misalnya, di kota dengan banyak penduduk, permintaan makanan dan transportasi lebih tinggi dibandingkan permintaan di desa dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Prediksi Harga di Masa Depan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika masyarakat berpikir harga akan naik di masa depan, mereka akan membeli lebih banyak sekarang. Sebaliknya, jika mereka mengira harga akan turun, mereka akan menunda pembelian.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kurva <em>Demand<\/em> (Permintaan)<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurva demand menggambarkan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang yang diminta oleh konsumen. Kurva ini biasanya miring ke bawah dari kiri ke kanan, menunjukkan bahwa saat harga turun, jumlah yang diminta meningkat.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2de23506-a5c6-4270-a218-6a62565edd1e.png\" alt=\"kurva demand (permintaan)\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kurva permintaan (Sumber: kumparan.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan mengenai supply and demand mulai dari pengertian, faktor yang mempengaruhi supply and demand, dan kurva supply and demand. Semoga membantu, ya! Jika kamu tertarik belajar lebih banyak tentang supply and demand, kamu bisa belajar dengan Master Teacher dari <\/span><strong><a href=\"https:\/\/brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a>!\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alam S., (2016). Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Idhom, Addi. 2023. Faktor-faktor yang Memengaruhi Permintaan dan Penawaran [daring]. Tautan: https:\/\/tirto.id\/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-permintaan-dan-penawaran-gjbb<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumparan. 2021. Perbedaan Kurva Penawaran dan Permintaan serta Contohnya [daring]. Tautan: https:\/\/kumparan.com\/kabar-harian\/perbedaan-kurva-penawaran-dan-permintaan-beserta-contohnya-1x21qEjCbu5\/4\/gallery\/5 (Diakses 28 September 2024)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Supply and demand berpengaruh terhadap naik atau turunnya harga barang. Yuk, ketahui apa itu permintaan dan penawaran serta faktor yang memengaruhinya! &#8212; Ketika kita pergi berbelanja, mungkin kamu pernah melihat harga barang yang berbeda-beda. Mengapa harga bisa naik atau turun? Misalnya, saat menjelang puasa, biasanya harga kebutuhan pokok menjadi naik. Konsep supply (penawaran) dan demand [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4201,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1758770898:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Supply and demand berpengaruh terhadap naik atau turunnya harga barang. Yuk, ketahui apa itu permintaan dan penawaran serta faktor yang memengaruhinya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/928f6d35-b58b-4b32-a3e0-bd25682f628e.png"],"_wp_old_date":["2024-10-02"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-4201","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Supply and Demand &amp; Faktor yang Memengaruhinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Supply and Demand &amp; Faktor yang Memengaruhinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Supply and demand berpengaruh terhadap naik atau turunnya harga barang. Yuk, ketahui apa itu permintaan dan penawaran serta faktor yang memengaruhinya! &#8212; Ketika kita pergi berbelanja, mungkin kamu pernah melihat harga barang yang berbeda-beda. Mengapa harga bisa naik atau turun? Misalnya, saat menjelang puasa, biasanya harga kebutuhan pokok menjadi naik. Konsep supply (penawaran) dan demand [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-25T02:00:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-25T03:30:26+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand\",\"name\":\"Pengertian Supply and Demand & Faktor yang Memengaruhinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/928f6d35-b58b-4b32-a3e0-bd25682f628e.png\",\"datePublished\":\"2025-09-25T02:00:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-25T03:30:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/928f6d35-b58b-4b32-a3e0-bd25682f628e.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/928f6d35-b58b-4b32-a3e0-bd25682f628e.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Supply and Demand &#038; Faktor yang Memengaruhinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Supply and Demand & Faktor yang Memengaruhinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Supply and Demand & Faktor yang Memengaruhinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Supply and demand berpengaruh terhadap naik atau turunnya harga barang. Yuk, ketahui apa itu permintaan dan penawaran serta faktor yang memengaruhinya! &#8212; Ketika kita pergi berbelanja, mungkin kamu pernah melihat harga barang yang berbeda-beda. Mengapa harga bisa naik atau turun? Misalnya, saat menjelang puasa, biasanya harga kebutuhan pokok menjadi naik. Konsep supply (penawaran) dan demand [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-09-25T02:00:53+00:00","article_modified_time":"2025-09-25T03:30:26+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand","name":"Pengertian Supply and Demand & Faktor yang Memengaruhinya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/928f6d35-b58b-4b32-a3e0-bd25682f628e.png","datePublished":"2025-09-25T02:00:53+00:00","dateModified":"2025-09-25T03:30:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/928f6d35-b58b-4b32-a3e0-bd25682f628e.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/928f6d35-b58b-4b32-a3e0-bd25682f628e.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/supply-and-demand#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Supply and Demand &#038; Faktor yang Memengaruhinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4201","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4201"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4201\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5922,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4201\/revisions\/5922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}