{"id":397,"date":"2025-10-09T11:00:33","date_gmt":"2025-10-09T04:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=397"},"modified":"2025-10-09T11:19:25","modified_gmt":"2025-10-09T04:19:25","slug":"mengenal-ikhtisar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar","title":{"rendered":"Pengertian Ikhtisar, Struktur, Ciri, Contoh &#038; Cara Membuat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ikhtisar.jpg\" alt=\"ikhtisar\" \/><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apa perbedaan ikhtisar dengan rangkuman biasa? Kenali definisi, ciri, kaidah kebahasaan, struktur, dan cara membuatnya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"text-align: center; background-color: transparent;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: center; background-color: transparent;\">Teman-teman, pernah nggak membaca ikhtisar dari sebuah buku fiksi atau non fiksi? Biasanya nih, ikhtisar berguna untuk mempersingkat waktu tanpa menghilangkan bagian-bagian penting dalam teks. Seperti apa sih bentuk ikhtisar itu? Apakah sama dengan sinopsis, ringkasan, serta rangkuman?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: center; background-color: transparent; font-size: 18pt;\">Apa Itu Ikhtisar?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: center; background-color: transparent;\">Ikhtisar adalah teks yang dibuat secara ringkas berdasarkan teks aslinya. Gagasan-gagasan dalam ikhtisar tidak harus disusun berurutan seperti teks asli. <span style=\"font-weight: bold;\">Poin terpenting dalam ikhtisar adalah menceritakan kembali dengan menggunakan bahasa sendiri tanpa menghilangkan tema maupun permasalahan yang ada di dalamnya<\/span>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: center; background-color: transparent;\">Ikhtisar juga mempunyai ciri berbeda dengan sinopsis, rangkuman, maupun ringkasan. Supaya lebih jelas, perhatikan tabel di bawah ini dengan seksama ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/perbedaan-ikhtisar-sinopsis-rangkuman-dan-ringkasan.jpg\" alt=\"perbedaan-ikhtisar-sinopsis-rangkuman-dan-ringkasan\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Ikhtisar<\/span><\/h2>\n<p>Apa aja sih yang menjadi ciri-ciri ikhtisar? Berikut diantaranya.<\/p>\n<ul>\n<li>Isi lebih singkat dari teks asli.<\/li>\n<li>Menggunakan bahasa sendiri (hasil parafrasa).<\/li>\n<li>Hanya memuat gagasan utama, bukan detail atau contoh kecil.<\/li>\n<li>Urutan isi tetap logis seperti teks aslinya.<\/li>\n<li>Bersifat objektif, tanpa pendapat pribadi.<\/li>\n<li>Gaya penulisan padat, ringkas, dan jelas.<\/li>\n<li>Mewakili keseluruhan isi teks secara menyeluruh.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Ikhtisar<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Ikhtisar itu dibuat untuk apa sih?&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mempersingkat waktu untuk membaca teks asli, ikhtisar juga mempunyai tujuan lain yang tak kalah penting, lho, yaitu:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Meningkatkan literasi.<\/li>\n<li>Melatih kemampuan menulis.<\/li>\n<li>Mempermudah memahami informasi yang terkandung pada teks.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak ada batasan mengenai teks yang bisa dijadikan ikhtisar. Kamu bisa membuat ikhtisar dari <strong><a href=\"\/blog\/cerpen-cerita-pendek\" rel=\"noopener\">cerpen<\/a><\/strong>, <strong><a href=\"\/blog\/ciri-struktur-unsur-dan-kebahasaan-novel\" rel=\"noopener\">novel<\/a><\/strong>, <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-hikayat\">hikayat<\/a><\/strong>, bahkan materi pelajaran. Misalnya nih, kamu merasa bingung dengan mapel yang sedang dipelajari, kamu dapat membuat ikhtisar mapel tersebut menggunakan bahasa kamu sendiri.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/tag\/utbk-snbt\" rel=\"noopener\">Kumpulan Soal dan Pembahasan UTBK\u00a0<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Membuat Ikhtisar<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada 5 langkah menyusun ikhtisar. Gampang kok, kamu pasti bisa! Ikuti caranya di bawah ini ya:<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Membaca Teks Asli<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iya, dong. Kamu nggak bisa menulis ikhtisar tanpa membaca teks asli terlebih dahulu. Kamu harus membaca keseluruhan teks dengan cermat dan teliti.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Menandai Ide Pokok<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Ingat peribahasa &#8220;<em>sambil menyelam minum air&#8221;<\/em>? Peribahasa ini artinya mengerjakan dua pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Nah, saat membaca teks asli, kamu juga bisa sambil menandai ide-ide pokok yang menjadi permasalahan di teks tersebut. Gunakan stabilo untuk menggarisbawahi bagian yang dianggap penting.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara-membuat-ikhtisar-1.jpg\" alt=\"cara-membuat-ikhtisar-1\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold; font-size: 14pt;\">3. Menyusun Ikhtisar<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Setelah ide-ide pokok ditemukan, kamu dapat mulai membuat ikhtisar. Penyusunan ikhtisar tidak harus mirip dengan teks asli. Kamu bisa menggunakan bahasa sendiri supaya lebih mudah dimengerti. Gagasan atau ide pokoknya juga nggak wajib ditulis secara urut, lho. Poin utamanya adalah bagaimana pembaca dapat mengetahui makna yang terkandung dalam teks dengan jelas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Membaca Ikhtisar<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Sebelum diunggah ke internet atau diberikan ke orang lain, kamu wajib membaca ikhtisar buatanmu untuk mengetahui apakah ada hal-hal yang terlewat atau tidak. Di sini, kamu memposisikan diri sebagai pembaca dan kritikus. Kamu bisa menilai apakah ikhtisar kamu enak dibaca, mudah dipahami, atau justru berbelit-belit.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Melakukan Perbaikan<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Langkah terakhir dalam pembuatan ikhtisar adalah melakukan perbaikan. Mungkin terdapat kalimat yang belum efektif, ejaan yang salah, atau pemilihan diksi yang kurang tepat. Kamu bisa melakukan revisi sebelum mempublikasikan ikhtisar buatanmu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaidah Kebahasaan Ikhtisar<\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Sama seperti teks atau karya sastra lainnya, ikhtisar juga mempunyai kaidah atau aturan kebahasaan. Umumnya, ikhtisar menggunakan kalimat efektif, kalimat majemuk,\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Kalimat Efektif<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Meskipun ikhtisar dapat disusun dengan bahasa sendiri, kamu harus tetap mempertahankan keefektifan kalimat-kalimatnya ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: normal;\">&#8220;Hah, maksudnya gimana tuh?&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Gini-gini. <strong><a href=\"\/blog\/cara-memahami-kalimat-efektif\" rel=\"noopener\">Kalimat efektif<\/a><\/strong> adalah kalimat yang tersusun secara baik, benar, jelas, serta tidak menimbulkan makna ganda. Kalimat ini mengutarakan informasi dengan jelas, menggunakan diksi yang tepat, tanpa memperhitungkan panjang pendeknya kata.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff; font-size: 14pt;\">2. Kalimat Majemuk<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">Hayo, masih ingat nggak sama kalimat majemuk? Kalimat majemuk memiliki lebih dari satu kata kerja atau predikat, dan memiliki konjungsi atau kata penghubung. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">Contoh: &#8220;<em><span style=\"font-weight: bold;\">Mengetahui<\/span> hal ini, Dayang Sumbi <span style=\"font-weight: normal;\">marah<\/span><span style=\"font-weight: bold;\"> dan mengusir<\/span> anaknya sendiri.&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff;\">Pada kalimat di atas, kamu bisa menemukan dua kata kerja, yaitu &#8216;mengetahui&#8217; serta &#8216;mengusir&#8217;. Terdapat pula kata penghubung yaitu &#8216;dan&#8217;.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #ffffff; font-size: 14pt;\">3. Koherensi<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Dalam Bahasa Indonesia, koherensi artinya keselarasan atau hubungan logis antar kalimat. Llalu, apa hubungannya dengan ikhtisar? Ketika menulis ikhtisar, kamu memastikan bahwa tidak ada kalimat yang menggantung. Semua kalimat harus berkaitan satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/kalimat-kompleks\" rel=\"noopener\">Belajar Membuat Kalimat Kompleks, Nggak Sesusah Itu Kok!<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Ikhtisar<\/span><\/h2>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Oke, sekarang aku mau kasih contoh perbedaan teks asli dengan teks yang sudah dibuat ikhtisarnya. Coba deh, kamu perhatikan gagasan pokok yang terkandung di dalamnya. Masih sama kan? Hanya saja ikhtisar dibuat lebih singkat dan padat.<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Teks Asli<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin seorang raja dan ratu yang mempunyai anak bernama Dayang Sumbi. Pada saat ia menenun, ia merasa lemas dan pusing. Lalu ia menjatuhkan pintalannya dan ia bersumpah bahwa siapa yang akan mengambilkannya, dia akan menikahinya.\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pada saat itu, seekor anjing bernama Tumang mengambilkannya. Mereka pun menikah, lalu dikaruniai seorang anak yang diberi nama Sangkuriang. Pada suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh anaknya dan Tumang mencari rusa. Sangkuriang berputus asa tetapi ia tidak ingin mengecewakan ibunya, kemudian Sangkuriang memanah Tumang dan membawanya kepada ibunya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tiba-tiba Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan ia menanyakan kepada anaknya. Sangkuriang pun bercerita yang sebenarnya. Dayang Sumbi marah dan memukul Sangkuriang hingga pingsan. Kemudian Dayang Sumbi mengusir anaknya.\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Setelah dewasa, Sangkuriang pergi melihat dunia luar. Ia bertemu dengan gadis cantik yang tidak lain adalah ibunya sendiri. Sangkuriang telah jatuh cinta pada gadis itu dan Sangkuriang pun melamarnya. Pada saat akan menikah, Dayang Sumbi mengelus dahi Sangkuriang kemudian Dayang Sumbi sadar bahwa yang akan menikahinya adalah anaknya sendiri.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dayang Sumbi ingin pernikahannya gagal. Oleh sebab itu, ia pun mengajukan syarat yang tak mungkin dikabulkan Sangkuriang. Ia harus membuat sebuah bendungan yang mengelilingi bukit dan membuat perahu untuk menyusurinya. Pekerjaan Sangkuriang hampir selesai, tetapi fajar terbit lebih cepat dari biasanya. Sangkuriang pun merasa kalau dirinya ditipu. Kemudian Sangkuriang menjadi sangat marah dan ia mengutuk Dayang Sumbi sambil menendang perahu hingga terbalik yang kemudian membentuk \u201cTangkuban Perahu\u201d.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Teks Ikhtisar<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pada zaman dahulu kala, ada seorang putri bernama Dayang Sumbi. Saat ia menenun, tiba-tiba merasa lemas dan pintalannya jatuh. Pintalan itu ditemukan oleh seekor anjing bernama Tumang dan keduanya pun menikah. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai anak bernama Sangkuriang. Saat Sangkuriang berburu di hutan bersama Tumang, ia tidak bisa menemukan rusa. Akhirnya Sangkuriang membunuh Tumang.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Mengetahui hal ini, Dayang Sumbi marah dan mengusir anaknya sendiri. Saat Sangkuriang beranjak dewasa, ia bertemu dengan wanita cantik dan ingin menikahinya. Wanita tersebut tak lain adalah Dayang Sumbi, ibunya sendiri. Mengetahui hal ini, Dayang Sumbi ingin menggagalkan pernikahannya dengan memberikan syarat yang mustahil bagi Sangkuriang. Dayang Sumbi ingin dibuatkan bendungan yang mengelilingi bukit dan perahu yang bisa mengelilinya.\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ketika matahari terbit, Sangkuriang belum bisa menyelesaikannya sehingga ia merasa ditipu. Karena sangat marah, Sangkuriang kemudian mengutuk Dayang Sumbi sambil menendang perahunya hingga terbalik yang kemudian membentuk \u201cTangkuban Perahu\u201d.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>&#8212;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun nggak diujikan dalam UTBK, Ikhtisar bisa melatih daya analitis kamu untuk mengerjakan soal-soal Penalaran Bahasa Indonesia di SNBT, lho. Nah, kalau gitu, yuk mulai persiapkan diri dengan paket intensif SNBT dari <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/\" rel=\"noopener\">Brain Academy<\/a>. Semangat!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/kelas.brainacademy.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/e5070f85-673f-4221-bef5-1021e2f4d494.jpeg\" alt=\"[IDN] CTA Blog Kelas Gratis Brain Academy Online \" width=\"821\" height=\"200\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Suherli, dkk. 2013. <em>Bahasa Indonesia Kelas X.\u00a0<\/em>Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":397,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ikhtisar.jpg"],"_edit_lock":["1759983435:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-11-02","2023-10-10","2024-10-08"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Selain buku fiksi, ikhtisar juga bisa dibuat untuk mempermudah proses belajar. Yuk, kenali ciri, contoh, kebahasaan, struktur, dan cara membuatnya."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Ikhtisar, Struktur, Ciri, Contoh &amp; Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Ikhtisar, Struktur, Ciri, Contoh &amp; Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-09T04:00:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-09T04:19:25+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar\",\"name\":\"Pengertian Ikhtisar, Struktur, Ciri, Contoh & Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ikhtisar.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-09T04:00:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-09T04:19:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ikhtisar.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ikhtisar.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Ikhtisar, Struktur, Ciri, Contoh &#038; Cara Membuat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Ikhtisar, Struktur, Ciri, Contoh & Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Ikhtisar, Struktur, Ciri, Contoh & Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-10-09T04:00:33+00:00","article_modified_time":"2025-10-09T04:19:25+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar","name":"Pengertian Ikhtisar, Struktur, Ciri, Contoh & Cara Membuat - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ikhtisar.jpg","datePublished":"2025-10-09T04:00:33+00:00","dateModified":"2025-10-09T04:19:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ikhtisar.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ikhtisar.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/mengenal-ikhtisar#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Ikhtisar, Struktur, Ciri, Contoh &#038; Cara Membuat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=397"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5977,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397\/revisions\/5977"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}