{"id":3946,"date":"2025-07-21T09:00:35","date_gmt":"2025-07-21T02:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=3946"},"modified":"2025-07-21T10:00:48","modified_gmt":"2025-07-21T03:00:48","slug":"teks-argumentasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi","title":{"rendered":"Teks Argumentasi: Struktur, Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9a53c3f-12e5-4bf9-8205-6ade1f9cac1f.png\" alt=\"teks argumentasi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi digunakan untuk menjelaskan dan membuktikan sebuah pendapat atau gagasan. Yuk, ketahui ciri, struktur, dan contohnya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu ingin menulis pendapat tentang suatu isu? Saat menulis pendapat, kamu sebenarnya menggunakan teknik yang mirip dengan debat. Kamu perlu menambahkan argumen yang kuat untuk mendukung pendapatmu. Menurut KBBI, argumen adalah alasan yang digunakan untuk memperkuat atau menolak pendapat. Dalam bahasa Indonesia, teks yang menyampaikan opini atau pendapat ini disebut teks argumentasi. Apa itu teks argumentasi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Teks Argumentasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks argumentasi adalah jenis tulisan yang bertujuan meyakinkan pembaca tentang suatu pendapat atau gagasan.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Dalam menuliskan pendapat atau gagasan, penulis akan memberikan alasan atau argumen yang mendukung pandangannya. Ini bisa berupa data atau fakta yang relevan agar argumennya semakin kuat. Tujuannya agar pembaca bisa memahami dan mungkin ikut setuju dengan pendapat yang disampaikan penulis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, jika kamu menulis teks argumentasi mengenai masalah pengelolaan sampah, kamu bisa mulai dengan mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah yang buruk bisa jadi masalah besar. Kemudian, jelaskan mengapa masalah itu penting. Contoh, sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa mencemari lingkungan, merusak kualitas udara, air, dan tanah, merusak ekosistem hewan di perairan, dan menyebabkan banjir. Untuk memperkuat argumenmu, sertakan data atau contoh seperti laporan banjir yang disebabkan sampah, polusi udara, atau data lain yang relevan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-debat\">Pengertian Teks Debat, Struktur, Contoh, Ciri &amp; Kebahasaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Teks Argumentasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur teks argumentasi, terdiri dari 3 bagian yaitu pendahuluan, badan argumen, dan kesimpulan. Yuk, simak penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9669b5f7-35f1-4f0c-8902-70ca9cf09d2e.png\" alt=\"Struktur Teks Argumentasi\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Pendahuluan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian pendahuluan berisi penjelasan singkat dan jelas mengenai isu atau masalah yang akan dibahas. Agar pembaca tertarik dan mau membaca sampai habis, bagian ini harus ditulis dengan cara yang menarik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Badan Argumen\/ Argumen Utama<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bagian ini, penulis memberikan data atau hasil riset secara terstruktur dan sistematis agar pembaca bisa memahami argumen yang disampaikan dengan mudah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kesimpulan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian kesimpulan merangkum isi teks argumentasi dengan singkat, jelas, dan logis agar pembaca bisa memahami argumen dengan baik. Di sini, penulis menyajikan penalaran yang dapat diterima untuk memastikan keseluruhan argumen disimpulkan dengan tepat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-deskripsi\">Pengertian Teks Deskripsi, Ciri, Jenis, Contoh, dan Strukturnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Teks Argumentasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui struktur teks argumentasi, yuk ketahui ciri-cirinya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi harus didukung fakta dan data yang sesuai.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kalimat yang lugas dengan makna sebenarnya (denotatif).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi ditulis secara objektif sehingga tidak terlalu banyak menggunakan gaya penulisan personal.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelaskan ide, gagasan, atau opini penulis.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengambil informasi dari berbagai data, pengalaman, penelitian, atau referensi yang sudah teruji.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya diakhiri dengan kesimpulan yang objektif dan kritis.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/perbedaan-konotasi-dan-denotasi\">Kalimat Konotasi &amp; Denotasi: Pengertian, Fungsi, dan Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Tujuan Teks Argumentasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi bertujuan mengungkapkan pendapat penulis terkait suatu hal. Berikut adalah tujuan teks argumentasi yang lainnya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Mengungkapkan Pandangan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi digunakan untuk menyampaikan pandangan penulis tentang suatu kasus atau teori dengan jelas dan mendalam.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Memengaruhi Tingkah Laku<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks ini bertujuan untuk memengaruhi perilaku pembaca dengan menyajikan pendapat secara logis dan didukung data, sehingga pembaca bisa dipengaruhi untuk berpikir atau bertindak sesuai pandangan penulis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Membuktikan Kebenaran<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi berfungsi untuk menunjukkan kebenaran suatu pendapat dengan cara yang logis. Ini dilakukan dengan menyajikan pendapat dan data pendukung, sehingga argumen tersebut dianggap benar dan diterima.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Menarik Perhatian\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi bertujuan untuk menarik perhatian pembaca dengan menyajikan argumen dan data yang mendukung, sehingga argumen tersebut diterima sebagai benar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/cara-memahami-kalimat-efektif\">Apa itu Kalimat Efektif? Pelajari Ciri-ciri dan Cara Membuatnya Yuk!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat tiga kaidah kebahasaan teks argumentasi yaitu adverbia, konjungsi, dan verba. Berikut penjelasan lengkapnya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Adverbia<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adverbia, atau kata keterangan, adalah kata yang digunakan untuk memberikan informasi tambahan tentang kata lainnya, seperti kata kerja atau kata sifat. Fungsi adverbia dalam kalimat adalah untuk memberikan keterangan tambahan agar maknanya lebih jelas. Adverbia dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Adverbia tempat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Menjelaskan lokasi atau tempat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Adverbia waktu<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Menjelaskan kapan sesuatu terjadi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Adverbia alat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Menjelaskan cara atau alat yang digunakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Adverbia syarat<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Menjelaskan kondisi atau syarat yang harus dipenuhi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Adverbia sebab<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> Menjelaskan alasan atau penyebab.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Konjungsi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi adalah kata yang berfungsi sebagai penghubung atau sambungan dalam kalimat. Dalam teks argumentasi, konjungsi sangat penting untuk membuat kalimat dan ide lebih terhubung sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca. Ada tiga jenis konjungsi, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Konjungsi intrakalimat:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Menghubungkan bagian-bagian dalam satu kalimat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Konjungsi antarkalimat:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Menghubungkan kalimat-kalimat yang berbeda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Konjungsi antar paragraf:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Menghubungkan paragraf-paragraf yang berbeda.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Verba\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Verba adalah kata kerja yang menggambarkan tindakan. Verba digunakan untuk menunjukkan apa yang dilakukan oleh subjek dalam kalimat. Ada empat jenis verba, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Verba asal:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Kata kerja dasar yang belum mengalami perubahan bentuk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Verba turunan:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Kata kerja yang dibentuk dari verba asal dengan menambahkan awalan atau akhiran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Verba transitif:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Kata kerja yang membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Verba intransitif:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Kata kerja yang tidak memerlukan objek untuk melengkapi maknanya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-kata-baku-dan-tidak-baku\"> Contoh Kata Baku dan Tidak Baku, Jangan Tertukar, Ya!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis Teks Argumentasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat lima jenis teks argumentasi, berikut penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Sebab Akibat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks argumentasi jenis ini menjelaskan akibat dari suatu penyebab. Tujuannya adalah membantu pembaca memahami hubungan kausal dan mendukung pendapat penulis. Teks ini ditulis berdasarkan data yang menunjukkan mengapa isu atau masalah tertentu muncul.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Argumentasi Persamaan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks ini membahas persamaan antara dua hal atau lebih, seperti konsep, situasi, atau entitas. Fokus utama dari teks ini adalah pada kesamaan atau kemiripan antara hal-hal yang dibandingkan. Tujuannya untuk menunjukkan kesamaan tersebut sebagai dasar membuat sebuah argumen.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Argumentasi Perbandingan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai namanya, jenis teks argumentasi ini membandingkan dua konsep atau situasi untuk mendukung sebuah argumen. Teks ini memperlihatkan kesamaan dan perbedaan antara hal-hal yang dibandingkan. Argumentasi perbandingan membantu pembaca memahami kenapa argumen tersebut relevan dengan melihat perbandingan yang dibuat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Autoritas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks ini didasarkan pada pendapat orang terkenal atau ahli di bidang tertentu. Pendapat dari tokoh berpengaruh digunakan untuk mendukung argumen. Misalnya, dalam menulis teks argumentasi mengenai vaksinasi, pendapat dokter atau ilmuwan terkemuka digunakan untuk mendukung pentingnya dan manfaat vaksin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Kesaksian\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks ini berisi testimoni dari seseorang yang telah mengalami atau menyaksikan suatu kejadian. Kesaksian ini disampaikan secara deskriptif dan sulit untuk dibantah. Misalnya dalam argumen tentang dampak bencana alam, kesaksian korban atau relawan bisa memberi pandangan langsung tentang bagaimana bencana tersebut memengaruhi kehidupan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Membuat Teks Argumentasi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk kamu yang ingin membuat teks argumentasi sendiri, berikut adalah tahapan cara membuatnya yang perlu kamu pahami.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Tentukan Topik atau Masalah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pertama adalah menentukan topik atau masalah yang ingin kamu bahas. Pastikan topik tersebut bersifat aktual, menarik, dan memiliki dua sudut pandang berbeda (pro dan kontra) agar memungkinkan munculnya argumen. Misalnya, topik tentang \u201cPentingnya penggunaan transportasi umum.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Tentukan Tujuan Penulisan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks argumentasi bertujuan meyakinkan pembaca agar setuju dengan pendapatmu. Pastikan kamu mengetahui tujuan spesifikmu, misalnya untuk mendukung kebijakan tertentu atau menolak suatu tindakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Kumpulkan Data dan Fakta Pendukung<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kumpulkan data, fakta, hasil penelitian, atau contoh nyata yang relevan untuk memperkuat argumenmu. Argumen tanpa data akan lemah dan mudah dipatahkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Susun Kerangka Teks<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buat kerangka teks agar tulisanmu terstruktur. Kerangka umumnya terdiri dari:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Pendahuluan (pernyataan pendapat\/tesis)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Isi\/argumen (alasan dan data yang mendukung pendapat)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Penutup (penegasan ulang pendapat atau kesimpulan)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Kembangkan Kerangka Menjadi Teks Utuh<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembangkan kerangka menjadi teks yang lengkap. Gunakan bahasa baku, kalimat efektif, serta kata hubung argumentatif seperti oleh karena itu, maka, sebab, akibatnya, dengan demikian untuk memperjelas alur logika.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Periksa Kembali Teksmu<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pastikan teks argumentasimu mudah dipahami dan meyakinkan pembaca. Lakukan pengecekan ulang terkait:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tata bahasa dan ejaan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kelengkapan argumen dan data<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Koherensi antarparagraf<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Teks Argumentasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Contoh Teks Argumentasi tentang Masalah Sampah\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pendahuluan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak awal dekade 2010, penumpukan sampah menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Sampah yang tidak dikelola secara baik dan benar tertimbun hingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Badan Argumen<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, pada tahun 2023 terdapat 18,3 juta ton sampah yang tertimbun di Indonesia setiap tahunnya. Hal ini pun menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil sampah terbesar kelima di dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan tanpa alasan, penimbunan sampah ini terjadi karena kurangnya pengelolaan sampah yang baik dan benar di Indonesia. Selain itu, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak disiplin terkait kebersihan lingkungan. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan atau melakukan penebangan hutan dan pohon secara liar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, solusi terbaik untuk menanggulangi permasalahan penumpukan sampah ini adalah penetapan peraturan dan hukum yang tegas terkait pengelolaan sampah, sekaligus sanksi yang tegas bagi masyarakat yang melanggar hukum dan peraturan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belum terlambat bagi kita untuk memulai kebiasaan yang lebih bersih dan sehat dengan mengelola sampah secara baik dan benar. Dengan begitu, penimbunan sampah di Indonesia pun tidak akan terjadi lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><em>Sumber: https:\/\/www.detik.com\/sumut\/berita\/d-6930024\/20-contoh-teks-argumentasi-beserta-strukturnya-berbagai-tema<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan mengenai teks argumentasi mulai dari apa yang dimaksud dengan teks argumentasi, ciri-ciri, struktur, jenis, kaidah kebahasaan, hingga contohnya. Semoga menambah pemahamanmu, ya! Kalau kamu mau belajar materi ini atau materi Bahasa Indonesia lainnya, yuk belajar di <strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong>. Materinya lengkap dan metode belajarnya super seru!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Marwati, Heni dan K. Waskitaningtyas. (2021) Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA\/SMK Kelas XI. Jakarta. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Megasari, Paradisa Nunni. 2023. Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya [daring]. Tautan: https:\/\/www.detik.com\/jateng\/berita\/d-6518668\/teks-argumentasi-pengertian-ciri-ciri-struktur-jenis-dan-contohnya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salmaa. 2022. Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi [daring]. Tautan: https:\/\/penerbitdeepublish.com\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/ (Diakses 05 Agustus 2024)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teks argumentasi digunakan untuk menjelaskan dan membuktikan sebuah pendapat atau gagasan. Yuk, ketahui ciri, struktur, dan contohnya! &#8212; Pernahkah kamu ingin menulis pendapat tentang suatu isu? Saat menulis pendapat, kamu sebenarnya menggunakan teknik yang mirip dengan debat. Kamu perlu menambahkan argumen yang kuat untuk mendukung pendapatmu. Menurut KBBI, argumen adalah alasan yang digunakan untuk memperkuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3946,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1753066715:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Teks argumentasi digunakan untuk menjelaskan dan membuktikan sebuah pendapat atau gagasan. Yuk, ketahui ciri, struktur, tujuan, kebahasaan, dan contohnya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[""],"_aioseo_og_description":[""],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[""],"_aioseo_twitter_description":[""],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9a53c3f-12e5-4bf9-8205-6ade1f9cac1f.png"],"_wp_old_date":["2024-08-12"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-3946","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teks Argumentasi: Struktur, Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teks Argumentasi: Struktur, Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Teks argumentasi digunakan untuk menjelaskan dan membuktikan sebuah pendapat atau gagasan. Yuk, ketahui ciri, struktur, dan contohnya! &#8212; Pernahkah kamu ingin menulis pendapat tentang suatu isu? Saat menulis pendapat, kamu sebenarnya menggunakan teknik yang mirip dengan debat. Kamu perlu menambahkan argumen yang kuat untuk mendukung pendapatmu. Menurut KBBI, argumen adalah alasan yang digunakan untuk memperkuat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-21T02:00:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-21T03:00:48+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi\",\"name\":\"Teks Argumentasi: Struktur, Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9a53c3f-12e5-4bf9-8205-6ade1f9cac1f.png\",\"datePublished\":\"2025-07-21T02:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-21T03:00:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9a53c3f-12e5-4bf9-8205-6ade1f9cac1f.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9a53c3f-12e5-4bf9-8205-6ade1f9cac1f.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teks Argumentasi: Struktur, Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teks Argumentasi: Struktur, Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teks Argumentasi: Struktur, Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Teks argumentasi digunakan untuk menjelaskan dan membuktikan sebuah pendapat atau gagasan. Yuk, ketahui ciri, struktur, dan contohnya! &#8212; Pernahkah kamu ingin menulis pendapat tentang suatu isu? Saat menulis pendapat, kamu sebenarnya menggunakan teknik yang mirip dengan debat. Kamu perlu menambahkan argumen yang kuat untuk mendukung pendapatmu. Menurut KBBI, argumen adalah alasan yang digunakan untuk memperkuat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-07-21T02:00:35+00:00","article_modified_time":"2025-07-21T03:00:48+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi","name":"Teks Argumentasi: Struktur, Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9a53c3f-12e5-4bf9-8205-6ade1f9cac1f.png","datePublished":"2025-07-21T02:00:35+00:00","dateModified":"2025-07-21T03:00:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9a53c3f-12e5-4bf9-8205-6ade1f9cac1f.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9a53c3f-12e5-4bf9-8205-6ade1f9cac1f.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teks Argumentasi: Struktur, Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3946"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5636,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3946\/revisions\/5636"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3946"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}