{"id":3923,"date":"2025-08-13T11:00:17","date_gmt":"2025-08-13T04:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=3923"},"modified":"2025-08-13T14:08:51","modified_gmt":"2025-08-13T07:08:51","slug":"contoh-teks-cerita-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah","title":{"rendered":"18 Contoh Teks Cerita Sejarah Lengkap dengan Strukturnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2678096d-df85-455c-8ea7-23f55c91117c.jpeg\" alt=\"contoh teks cerita sejarah\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, simak contoh teks cerita sejarah fiksi dan non-fiksi berbagai tema lengkap dengan struktur dan ciri-cirinya berikut agar makin paham materi ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu suka membaca cerita sejarah seperti sejarah Candi Borobudur atau sejarah fiksi seperti novel-novel karya Pramoedya Ananta Toer? Cerita sejarah memang seru untuk dibaca, selain mengajarkan kita tentang masa lalu, juga menambah pengetahuan tentang budaya dan peristiwa penting.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya kamu sudah belajar tentang <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah\">Teks Cerita Sejarah, Jenis dan Strukturnya<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> sekarang\u00a0 yuk, cari tahu contohnya dan dapatkan inspirasi dari kisah-kisah bersejarah berikut ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Teks Cerita Sejarah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan atau menceritakan peristiwa atau kejadian di masa lalu yang memiliki nilai sejarah.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Melalui teks ini, kita bisa mengetahui asal usul atau latar belakang suatu peristiwa atau benda. Teks cerita sejarah berisi fakta-fakta dan biasanya disusun berdasarkan urutan waktu, sehingga mudah dipahami.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teks cerita sejarah bisa berupa non-fiksi atau fiksi. Teks cerita sejarah non-fiksi menceritakan peristiwa nyata dengan fakta yang akurat, seperti buku sejarah. Sedangkan cerita sejarah fiksi adalah cerita yang dibuat berdasarkan peristiwa sejarah tetapi dengan tambahan unsur imajinasi, seperti novel sejarah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ciri-struktur-unsur-dan-kebahasaan-novel\">Novel: Ciri, Struktur, Unsur, Jenis, Contoh, dan Kebahasaannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baik teks cerita sejarah fiksi maupun non-fiksi, keduanya memiliki ciri-ciri berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyampaikan fakta<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menceritakan kembali suatu peristiwa sejarah\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disusun secara kronologis, yaitu mengikuti urutan kejadian yang berkesinambungan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Teks Cerita Sejarah\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah struktur cerita sejarah fiksi dan non-fiksi:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Struktur Teks Cerita Sejarah Fiksi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Orientasi:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">pembuka cerita yang memperkenalkan tokoh dan latar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Komplikasi:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">tahap menuju konflik yang berisi rangkaian kejadian.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Klimaks:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> puncak konflik dalam cerita sejarah fiksi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Resolusi:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">tokoh berusaha menyelesaikan masalah atau konflik yang terjadi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Koda:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> bagian akhir yang menyampaikan nilai-nilai moral bagi pembaca.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Struktur Teks Cerita Sejarah Non-Fiksi<\/b><\/span><\/h3>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Orientasi:<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">berisi pengenalan umum tentang topik yang akan dibahas.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Urutan peristiwa atau kronologi:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> menjelaskan urutan kejadian yang saling berhubungan, jadi pembaca bisa memahami peristiwa yang terjadi di masa lalu.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Reorientasi:<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> berisi kesimpulan dan opini penulis mengenai peristiwa yang dibahas.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-buku-non-fiksi\"> Contoh Buku Non Fiksi Berbagai Tema, Ada Favoritmu?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Teks Cerita Sejarah berbagai Tema\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri dan strukturnya, yuk simak contoh teks cerita sejarah beserta strukturnya untuk meningkatkan pemahaman:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Contoh Teks Cerita Sejarah Fiksi tentang Majapahit<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Kemelut di Majapahit<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Karya: S.H. Mintardja<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Raden Wijaya berhasil menjadi Raja Majapahit pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana, beliau tidak melupakan jasa-jasa para senopati (perwira) yang setia dan banyak membantunya semenjak dahulu itu membagibagikan pangkat kepada mereka. Ronggo Lawe diangkat menjadi adipati di Tuban dan yang lain-lain pun diberi pangkat pula. Dan hubungan antara junjungan ini dengan para pembantunya, sejak perjuangan pertama sampai Raden Wijaya menjadi raja, amatlah erat dan baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menuju Konflik atau Komplikasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, guncangan pertama yang memengaruhi hubungan ini adalah ketika Sang Prabu telah menikah dengan empat putri mendiang Raja Kertanegara, telah menikah lagi dengan seorang putri dari Melayu. Sebelum putri dari tanah Malayu ini menjadi istrinya yang kelima, Sang Prabu Kertarajasa Jayawardhana telah mengawini semua putri mendiang Raja Kertanegara. Hal ini dilakukannya karena beliau tidak menghendaki adanya dendam dan perebutan kekuasaan kelak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat orang puteri itu adalah Dyah Tribunan yang menjadi permaisuri, yang kedua adalah Dyah Nara Indra Duhita, ketiga adalah Dyah Jaya Inderadewi, dan yang juga disebut Retno Sutawan atau Rajapatni yang berarti \u201cterkasih\u201c karena memang putri bungsu dari mendiang Kertanegara ini menjadi istri yang paling dikasihinya. Dyah Gayatri yang bungsu ini memang cantik jelita seperti seorang dewi kahyangan, terkenal di seluruh negeri dan kecantikannya dipuja-puja oleh para sastrawan di masa itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, datanglah pasukan yang beberapa tahun lalu diutus oleh mendiang Sang Prabu Kertanegara ke negeri Malayu. Pasukan ini dinamakan pasukan Pamalayu yang dipimpin oleh seorang senopati perkasa bernama Kebo Anabrang atau juga Mahisa Anabrang, nama yang diberikan oleh Sang Prabu mengingat akan tugasnya menyeberang (anabrang) ke negeri Malayu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasukan ekspedisi yang berhasil baik ini membawa pulang pula dua orang putri bersaudara. Putri yang kedua, yaitu yang muda bernama Dara Petak, Sang Prabu Kertarajasa terpikat hatinya oleh kecantikan sang putri ini, maka diambillah Dyah Dara Petak menjadi istrinya yang kelima. Segera ternyata bahwa Dara Petak menjadi saingan yang paling kuat dari Dyah Gayatri, karena Dara Petak memang cantik jelita dan pandai membawa diri. Sang Prabu sangat mencintai istri termuda ini yang setelah diperistri oleh Sang Baginda, lalu diberi nama Sri Indraswari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadilah persaingan di antara para istri ini, yang tentu saja dilakukan secara diam-diam namun cukup seru, persaingan dalam memperebutkan cinta kasih dan perhatian Sri Baginda yang tentu saja akan mengangkat derajat dan kekuasaan masing-masing. Kalau Sang Prabu sendiri kurang menyadari akan persaingan ini, pengaruh persaingan itu terasa benar oleh para senopati dan mulailah terjadi perpecahan diam-diam di antara mereka sebagai pihak yang bercondong kepada Dyah Gayatri keturunan mendiang Sang Prabu Kertanegara, dan kepada Dara Petak keturunan Malayu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja Ronggo Lawe, sebagai seorang yang amat setia sejak zaman Prabu Kertanegara, berpihak kepada Dyah Gayatri. Namun, karena segan kepada Sang Prabu Kertarajasa yang bijaksana, persaingan dan kebencian yang dilakukan secara diam-diam itu tidak sampai menjalar menjadi permusuhan terbuka. Kiranya tidak ada terjadi hal-hal yang lebih hebat sebagai akibat masuknya Dara Petak ke dalam kehidupan Sang Prabu, sekiranya tidak terjadi hal yang membakar hati Ronggo Lawe, yaitu pengangkatan patih hamengku bumi, yaitu Patih Kerajaan Majapahit. Yang diangkat oleh Sang Prabu menjadi pembesar yang tertinggi dan paling berkuasa sesudah raja yaitu Senopati Nambi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Puncak Konflik atau Klimaks:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengangkatan ini memang banyak terpengaruh oleh bujukan Dara Petak. Mendengar akan pengangkatan patih ini, merahlah muka Adipati Ronggo Lawe. Ketika mendengar berita ini dia sedang makan, seperti biasa dilayani oleh kedua orang istrinya yang setia, yaitu Dewi Mintorogo dan Tirtowati. Mendengar berita itu dari seorang penyelidik yang datang menghadap pada waktu sang adipati sedang makan, Ronggo Lawe marah bukan main. Nasi yang sudah dikepalnya itu dibanting ke atas lantai dan karena dalam kemarahan tadi sang adipati menggunakan aji kedigdayaannya, maka nasi sekepal itu amblas ke dalam lantai. Kemudian terdengar bunyi berkerotok dan ujung meja diremasnya menjadi hancur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dKangmas adipati \u2026 harap Paduka tenang \u2026,\u201d Dewi Mentorogo menghibur suaminya. \u201dIngatlah, Kangmas Adipati \u2026 sungguh merupakan hal yang kurang baik mengembalikan berkah ibu pertiwi secara itu\u2026\u201d Tirtowati juga memperingatkan karena melempar nasi ke atas lantai seperti itu penghinaan terhadap Dewi Sri dan dapat menjadi kualat. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, Adipati Ronggo Lawe bangkit berdiri, membiarkan kedua tangannya dicuci oleh kedua orang istrinya yang berusaha menghiburnya. \u201dAku harus pergi sekarang juga!\u201c katanya. \u201dPengawal lekas suruh persiapkan si Megalamat di depan! Aku akan berangkat ke Majapahit sekarang juga!\u201d Megalamat adalah satu di antara kuda-kuda kesayangan Adipati Ronggo Lawe, seekor kuda yang amat indah dan kuat, warna bulunya abu-abu muda. Semua cegahan kedua istrinya sama sekali tidak didengarkan oleh adipati yang sedang marah itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tak lama kemudian, hanya suara derap kaki Mego Lamat yang berlari congkalang yang memecah kesunyian gedung kadipaten itu, mengiris perasaan dua orang istri yang mencinta dan mengkhawatirkan keselamatan suami mereka yang marah-marah itu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada waktu itu, sang Prabu sedang dihadap oleh para senopati dan punggawa. Semua penghadap adalah bekas kawan-kawan seperjuangan Ronggo Lawe dan mereka ini terkejut sekali ketika melihat Ronggo Lawe datang menghadap raja tanpa dipanggil, padahal sudah agak lama Adipati Tuban ini tidak datang menghadap Sri Baginda. Sang Prabu sendiri juga memandang dengan alis berkerut tanda tidak berkenan hatinya, namun karena Ronggo Lawe pernah menjadi tulang punggungnya di waktu beliau masih berjuang dahulu, sang Prabu mengusir ketidaksenangan hatinya dan segera menyapa Ronggo Lawe. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam kemarahan dan kekecewaan, Adipati Ronggo Lawe masih ingat untuk menghanturkan sembahnya, tetapi setelah semua salam tata susila ini selesai, serta merta Ronggo Lawe menyembah dan berkata dengan suara lantang, \u201cHamba sengaja datang menghadap Paduka untuk mengingatkan Paduka dari kekhilafan yang paduka lakukan di luar kesadaran Paduka!\u201c Semua muka para penghadap raja menjadi pucat mendengar ucapan ini, dan semua jantung di dalam dada berdebar tegang. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka semua mengenal belaka sifat dan watak Ronggo Lawe, banteng Mojopahit yang gagah perkasa dan selalu terbuka, polos dan jujur, tanpa tedeng aling-aling lagi dalam mengemukakan suara hatinya, tidak akan mundur setapak pun dalam membela hal yang dianggap benar. Sang Prabu sendiri memandang dengan mata penuh perhatian, kemudian dengan suara tenang bertanya, \u201dKakang Ronggo Lawe, apakah maksudmu dengan ucapan itu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dYang hamba maksudkan tidak lain adalah pengangkatan Nambi sebagai pepatih paduka! Keputusan yang paduka ambil ini sungguh-sungguh tidak tepat, tidak bijaksana dan hamba yakin bahwa paduka tentu telah terbujuk dan dipengaruhi oleh suara dari belakang! Pengangkatan Nambi sebagai patih hamangkubumi sungguh merupakan kekeliruan yang besar sekali, tidak tepat dan tidak adil, padahal Paduka terkenal sebagai seorang Maharaja yang arif bijaksana dan adil!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hebat bukan main ucapan Ronggo Lawe ini! Seorang adipati, tanpa dipanggil, berani datang menghadap sang Prabu dan melontarkan teguranteguran seperti itu! Muka Patih Nambi sebentar pucat sebentar merah, kedua tangannya dikepal dan dibuka dengan jari-jari gemetar. Senopati Kebo Anabrang mukanya menjadi merah seperti udang direbus, matanya yang lebar itu seperti mengeluarkan api ketika dia mengerling ke arah Ronggo Lawe. Lembu Sora yang sudah tua itu menjadi pucat mukanya, tak mengira dia bahwa keponakannya itu akan seberani itu. Senopati-senopati Gagak Sarkoro dan Mayang Mekar juga memandang dengan mata terbelalak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Resolusi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendeknya, semua senopati dan pembesar yang saat itu menghadap sang prabu dan mendengar ucapan-ucapan Ronggo Lawe, semua terkejut dan sebagian besar marah sekali, tetapi mereka tidak berani mencampuri karena mereka menghormat sang Prabu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, sang Prabu Kertarajasa tetap tenang, bahkan tersenyum memandang kepada Ronggo Lawe, punggawanya yang dia tahu amat setia kepadanya itu, lalu berkata halus, \u201dKakang Ronggo Lawe, tindakanku mengangkat kakang Nambi sebagai patih amangkubumi, bukanlah merupakan tindakan ngawur belaka, melainkan telah merupakan suatu keputusan yang telah dipertimbangkan masak-masak, bahkan telah mendapatkan persetujuan dari semua paman dan kakang senopati dan semua pembantuku. Bagaimana Kakang Ronggo Lawe dapat mengatakan bahwa pengangkatan itu tidak tepat dan tidak adil?\u201d <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan muka merah, kumisnya yang seperti kumis Sang Gatotkaca itu bergetar, napas memburu karena desakan amarah, Ronggo Lawe berkata lantang, \u201dTentu saja tidak tepat! Paduka sendiri tahu siapa si Nambi itu! Paduka tentu masih ingat akan segala sepak terjang dan tindak-tanduknya dahulu! Dia seorang bodoh, lemah, rendah budi, penakut, sama sekali tidak memiliki wibawa \u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Contoh Teks Cerita Sejarah Berjudul Mangir<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Mangir<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Karya: Pramodedya Ananta Toer<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah bulan malam ini, tiada setitik pun awan di langit. Dan bulan telah terbit bersamaan dengan tenggelamnya matari. Dengan cepat ia naik dari kaki langit, mengunjungi segala dan semua yang tersentuh cahayanya. Juga hutan, juga laut, juga hewan dan manusia. Langit jernih, bersih, dan terang. Di atas bumi Jawa lain lagi keadaannya gelisah, resah, seakan-akan manusia tak membutuhkan ketenteraman lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Abad Keenam Belas Masehi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan juga laut Jawa di bawah bulan purnama sidhi itu gelisah. Ombak-ombak besar bergulung-gulung memanjang terputus, menggunung, melandai, mengejajari pesisir pulau Jawa. Setiap puncak ombak dan riak, bahkan juga busanya yang bertebaran seperti serakan mutiara\u2013semua\u2013dikuningi oleh cahaya bulan. Angin meniup tenang. Ombak-ombak makin menggila.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menuju Konflik atau Komplikasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah kapal peronda pantai meluncur dengan kecepatan tinggi dalam cuaca angin damai itu. Badannya yang panjang langsing, dengan haluan dan buritan meruncing, timbul-tenggelam di antara ombak-ombak purnama yang menggila. Layar kemudi di haluan menggelembung membikin lunas menerjang serong gunung-gunung air itu\u2013serong ke barat laut. Barisan dayung pada dinding kapal berkayuh berirama seperti kaki-kaki pada ular naga. Layarnya yang terbuat dari pilinan kapas dan benang sutra, mengilat seperti emas, kuning dan menyilaukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sang Patih berhenti di tengah-tengah pendopo, dekat pada damar sewu, menegur, \u201cDingin-dingin begini anakanda datang. Pasti ada sesuatu keluarbiasaan. Mendekat sini, anakanda.\u201d Dan Patragading berjalan mendekat dengan lututnya sambil mengangkat sembah, merebahkan diri pada kaki Sang Patih. \u201cAmpuni patik, membangunkan Paduka pada malam buta begini Kabar duka, Paduka. Balatentara Demak di bawah Adipati Kudus memasuki Jepara tanpa diduga-duga, menyalahi aturan perang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dAllah Dewa Batara!\u201d sahut Sang Patih. \u201dItu bukan aturan raja-raja! Itu aturan brandal!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dBalatentara Tuban tak sempat dikerahkan, Paduka.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dBagaimana Bupati Jepara?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dTewas enggan menyerah Paduka,\u201d Patragading mengangkat sembah. \u201dSisa balatentara Tuban mundur ke timur kota. Jepara penuh dengan bala tentara Demak. Lebih dari tiga ribu orang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dBegitulah kata warta,\u201d Pada meneruskan dengan hati-hati matanya tertuju pada Boris. \u201dSemua bangunan batu di atas wilayah Kota, gapura, arca, pagoda, kuil, candi, akan dibongkar. Setiap batu berukir telah dijatuhi hukuman buang ke laut! Tinggal hanya pengumumannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dDisambar petirlah dia!\u201d Boris meraung, seakan batu-batu itu bagian dari dirinya sendiri. \u201dDia hendak cekik semua pernahat dan semua dewa di kahyangan. Dikutuk dia oleh Batara Kala!\u201d Tiba-tiba suaranya turun mengiba-iba: \u201dApa lagi artinya pengabdian? Aku pergi! Jangan dicari. Tak perlu dicari!\u201d Meraung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Puncak Konflik atau Klimaks:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia lari keluar ruangan, langsung menuju ke pelataran depan. Diangkatnya tangga dan dengannya melangkahi pagar papan kayu. Dari balik pagar orang berseru-seru, \u201dLari dari asrama! Lari!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mula-mula pertikaian berkisar pada kelakuan Trenggono yang begitu sampai hati membunuh abangnya sendiri, kemudian diperkuat oleh sikapnya yang polos terhadap peristiwa Pakuan. Mengapa Sultan tak juga menyatakan sikap menentang usaha Portugis yang sudah mulai melakukan perdagangan ke Jawa? Sikap itu semakin ditunggu semakin tak datang. Para musafir yang sudah tak dapat menahan hati lagi telah bermusyawarah dan membentuk utusan untuk menghadap Sultan. Mereka ditolak dengan alasan: apa yang terjadi di Pajajaran tak punya sangkut paut dengan Demak dan musafir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Resolusi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawaban itu mengecewakan para musafir. Bila demikian, mereka menganggap, sudah tak ada perlunya lagi para musafir mengagungkan Demak karena keagungannya memang sudah tak ada lagi. Apa gunanya armada besar peninggalan Unus, yang telah dua tahun disiapkan kalau bukan untuk mengusir Portugis dan dengan demikian terjamin dan melindungi Demak sebagai negeri Islam pertama-tama di Jawa? Masuknya Peranggi ke Jawa berarti ancaman langsung terhadap Islam. Kalau Trenggono tetap tak punya sikap, jelas dia tak punya sesuatu urusan dengan Islam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Koda:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang menarik kesimpulan dari perkembangan terakhir: antara anak dan ibu takkan ada perdamaian lagi. Dan pertanyaan kemudian yang timbul: Adakah Sultan akan mengambil tindakan terhadap ibunya sendiri sebagaimana ia telah melakukannya terhadap abang-kandungnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pangeran Seda Lepen? Orang menunggu dan menunggu dengan perasaan prihatin terhadap keselamatan wanita tua itu. Sultan Trenggono tak mengambil sesuatu tindakan terhadap ibunya. Ia makin keranjingan membangun pasukan daratnya. Hampir setiap hari orang dapat melihat ia berada di tengah-tengah pasukan kuda kebanggaannya, baik dalam latihan, sodor, maupun ketangkasan berpacu samba memainkan pedang menghajar boneka yang digantungkan pada sepotong kayu. Ia sendiri ikut dalam latihan-latihan ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dan dalam salah satu kesempatan semacam ini pernah ia berkata secara terbuka, \u201dTak ada yang lebih ampuh daripada pasukan kuda. Lihat, kawula kami semua!\u201d Dan para perwira pasukan kuda pada berdatangan dan merubungnya, semua di atas kuda masing-masing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dPada suatu kali, kaki kuda Demak akan mengepulkan debu di seluruh bumi Jawa. Bila debunya jatuh kembali ke bumi, ingat-ingat para kawula, akan kalian lihat, takkan ada satu tapak kaki orang Peranggi pun tampak. Juga tapaktapaknya di Blambangan dan Pajajaran akan musnah lenyap tertutup oleh debu kuda kalian.\u201d <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh Tuban kembali dalam ketenangan dan kedamaian\u2013kota dan pedalaman. Sang Patih Tuban mendiang telah digantikan oleh Kala Cuwil, pemimpin pasukan gajah. Nama barunya: Wirabumi. Panggilannya yang lengkap: Gusti Patih Tuban Kala Cuwil Sang Wirabumi. Dan sebagai patih ia masih tetap memimpin pasukan gajah, maka Kala Cuwil tak juga terhapus dalam sebutan. Pasar kota dan pasar bandar ramai kembali seperti sediakala. Lalu lintas laut, kecuali dengan Atas Angin, pulih kembali. Sang Adipati telah menjatuhkan titah: kapal-kapal Tuban mendapat perkenan untuk berlabuh dan berdagang di Malaka ataupun Pasai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Contoh Teks Cerita Sejarah tentang Borobudur<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sejarah Candi Borobudur<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur adalah monumen Budha terbesar di dunia. Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824. Candi Borobudur dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur memiliki luas 123\u00d7123 m\u00b2 dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang, dan 1 stupa induk. Bentuk candi ini berarsitektur Gupta yang mencerminkan pengaruh India. Setelah berkunjung ke sini Anda akan memahami mengapa Borobudur memiliki daya tarik bagi pengunjung dan merupakan ikon warisan budaya Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga internasional dari PBB yaitu UNESCO mengakui sekaligus memuji Candi Borobudur sebagai salah satu monumen Budha terbesar di dunia. Di Candi ini ada 2672 panel relief yang apabila disusun berjajar, panjangnya mencapai 6 km. Ansambel reliefnya merupakan yang paling lengkap di dunia dan tak tertandingi nilai seninya serta setiap adegannya adalah mahakarya yang utuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan Peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11, Candi Borobudur menjadi tempat peziarah umat Buddha dari China, India, Tibet, dan Kamboja. Candi Borobudur menjadi salah satu jejak sejarah paling penting dalam perkembangan peradaban manusia. Kemegahan dan keagungan arsitektur Candi Borobudur merupakan harta karun dunia yang mengagumkan dan tak ternilai harganya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Borobudur terdiri atas 1460 panel relief dan 504 stupa, tetapi sebenarnya masih ada 160 panel yang sengaja ditimbun di bagian paling bawah, berisi adegan Sutra Karmawibhangga (hukum sebab-akibat). Ada pula yang menyatakan bahwa penimbunan bagian bawah tersebut untuk menguatkan bagian pondasi yang sejak awal ditemukan sudah sangat rusak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur dibangun selama 75 tahun di bawah pimpinan arsitek Gunadarma dengan 60.000 meter kubik batuan vulkanik dari Sungai Elo dan Progo yang terletak sekitar 2 km sebelah timur candi. Saat itu sistem metrik belum dikenal dan satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram kuno dari Dinasti Syailendra bernama Samaratungga, dan membangunan candi ini sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramodhawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada awalnya, candi ini diperkirakan sebagai tempat pemujaan. J.G. de Casparis memperkirakan bahwa Bhumi Sambhara Budhara dalam bahasa Sansekerta yang berarti \u201dBukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan bodhisattva\u201d adalah nama asli Borobudur. Sebagian sejarawan juga ada yang menyatakan bahwa nama Borobudur ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu \u201cVihara Buddha Uhr\u201d yang artinya \u201dVihara Buddha di Bukit\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi ini berada di Jawa Tengah, di puncak bukit menghadap ke sawah yang subur di antara bukit-bukit yang renggang. Cakupan wilayahnya sangat besar, yakni berukuran 123 x 123 meter. Candi Borobudur ternyata dibangun di atas sebuah danau purba. Dulu kawasan tersebut merupakan muara dari berbagai aliran sungai. Karena tertimbun endapan lahar kemudian menjadi dataran. Pada akhir abad ke VIII, Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra lantas membangun Candi Borobudur yang dipimpin arsitek bernama Gunadarma hingga selesainya tahun 746 Saka atau 824 Masehi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Luas bangunan Candi Borobudur ialah 15.129 m\u00b2 yang tersusun dari 55.000 m\u00b3 batu, terdiri atas 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 x 10 x 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang tersusun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi, kalau rangkaian relief itu dibentangkan panjang relief seluruhnya mencapai 3 km. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi ini memiliki 10 tingkat, yang tingkat 1\u20136 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7\u201310 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sementara itu, tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter. Namun, sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir. Bagian paling atas di tingkat ke-10 terdapat stupa besar berdiameter 9,90 m, dengan tinggi 7 m.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arsitektur dan bangunan batu candi ini sungguh tiada bandingannya. Candi ini dibangun tanpa menggunakan semen. Strukturnya seperti sebuah kesatuan deretan lego yang saling mengukuhkan dan dibuat bersamaan tanpa lem sedikit pun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sir Thomas Stamford Raffles menemukan Borobudur pada tahun 1814 dalam kondisi rusak dan memerintahkan supaya situs tersebut dibersihkan dan dipelajari secara menyeluruh. Keberadaan Borobudur sebenarnya telah diketahui penduduk lokal di abad ke-18 yang sebelumnya tertimbun material Gunung Merapi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proyek restorasi Borobudur secara besar-besaran kemudian dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910. Dengan bantuan dari UNESCO, restorasi kedua untuk menyelamatkan Borobudur dilaksanakan dari bulan Agustus 1913 sampai tahun 1983. Candi ini tetap kuat meskipun selama sepuluh abad tak terpelihara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 1970-an, Pemerintah Indonesia dan UNESCO bekerja sama untuk mengembalikan keagungan Borobudur. Perbaikan yang dilakukan memakan waktu delapan tahun sampai dengan selesai dan saat ini Borobudur adalah salah satu keajaiban dan harta Indonesia dan dunia yang berharga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai disiplin ilmu pengetahuan terlibat dalam usaha rekonstruksi Candi Borobudur yang dilakukan oleh Theodorus van Erp tahun 1911, Prof. Dr. C. Coremans tahun 1956, dan Prof.Ir. Roosseno tahun 1971. Kita patut menghargai usaha mereka memimpin pemugaran candi mengingat berbagai kendala dan kesulitan yang dihadapi tidaklah mudah. Akhirnya, tahun 1991 akhirnya Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur dihiasi dengan ukiran-ukiran batu pada reliefnya yang mewakili gambaran dari kehidupan Buddha. Para arkeolog menyatakan bahwa candi Borobudur memiliki 1.460 rangkaian relief di sepanjang tembok dan anjungan. Relief ini terlengkap dan terbesar di dunia sehingga nilai seninya tak tertandingi. Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya. Cerita dimulai dari sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbangnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Monumen ini adalah tempat suci dan tempat berziarah kaum Buddha. Tingkat sepuluh candi melambangkan tiga divisi sistem kosmik agama Buddha. Ketika Anda memulai perjalanan mereka melewati dasar candi untuk menuju ke atas, mereka akan melewati tiga tingkatan dari kosmologi Buddhis dan hakikatnya merupakan \u201ctiruan\u201d dari alam semesta yang menurut ajaran Buddha terdiri atas 3 bagian besar, yaitu: (1) Kamadhatu atau dunia keinginan; (2) Rupadhatu atau dunia berbentuk; dan (3) Arupadhatu atau dunia tak berbentuk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh monumen itu sendiri menyerupai stupa raksasa, namun dilihat dari atas membentuk sebuah mandala. Stupa besar di puncak candi berada 40 meter di atas tanah. Kubah utama ini dikelilingi oleh 72 patung Buddha yang berada di dalam stupa yang berlubang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Contoh Teks Cerita Sejarah tentang Gajah Mada<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Gajah Mada Bergelut dalam Takhta dan Angkasa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita macam itu berkembang ke arah salah kaprah. Entah siapakah yang bercerita, kabut tebal itu memang disengaja oleh para dewa di kayangan agar wajah cantik para bidadari yang turun dari kayangan melalui pelangi jangan sampai dipergoki manusia. Para bidadari itu turun untuk memberikan penghormatan kepada satu-satunya wanita di dunia yang terpilih sebagai sang Ardhanareswari, yang berarti wanita utama yang menurunkan raja-raja besar di tanah Jawa ini. Maklum sebagai sang Ardhanareswari, Ken Dedes adalah titisan dari Pradnya Paramita, dewi ilmu pengetahuan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Apa benar kabut tebal itu turun karena para bidadari turun dari langit? Gajah Mada tidak bisa menyembunyikan senyumnya dari kenangan kakek tua, yang menuturkan cerita itu dan mengaku memergoki para bidadari itu, lalu mengambil salah seorang di antara mereka menjadi istrinya. Gajah Mada ingat, anak kakek tua itu perempuan semua dan jelek semua, sama sekali tidak ada pertanda titisan bidadari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menuju Konflik atau Komplikasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dMirip cerita Jaka Tarub saja,\u201d gumam Gajah Mada sekali lagi untuk diri sendiri. \u201dLagi pula, setahuku tidak pernah ada pelangi di malam hari. Pelangi itu munculnya selalu siang dan ketika sedang turun hujan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih jauh soal kabut tebal pula, konon ketika Calon Arang, si perempuan penyihir dari Ghirah marah dan menebar tenung, kabut amat tebal membawa penyakit turun tak hanya di wilayah tertentu. Namun, merata di seluruh negara, menyebabkan Prabu Airlangga dan Patih Narottama kebingungan dan terpaksa minta bantuan kepada Empu Barada untuk meredam sepak terjang wanita menakutkan itu. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Empu Barada benar-benar sakti. Empu itu menebas pelepah daun keluwih yang melayang terbang ketika dibacakan japa mantra. Beralaskan pelepah daun itulah Empu Barada terbang membubung ke langit dan memperhatikan seberapa luas kabut pembawa tenung dan penyakit. Empu Barada melihat, ampak-ampak pedhut itu memang sangat luas dan menelan luas negara dari ujung ke ujung. Untunglah cahaya Hyang Bagaskara yang datang di pagi harinya mampu mengusir kabut itu menjauh tanpa tersisa jejaknya sedikit pun. \u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya sebuah dongeng,\u201d gumam Gajah Mada untuk diri sendiri. Kabut tebal itu memang mengurangi jarak pandang dan mengganggu siapapun untuk mengetahui keadaan di sekitarnya. Ketika sebelumnya siapa pun tak sempat memikirkan, itulah saatnya siapa pun mendadak merasakan bagaimana menjadi orang buta yang tidak bisa melihat apa-apa. Pada wilayah yang kabutnya benar-benar tebal, untuk mengenali benda-benda di sekitarnya harus dengan meraba-raba.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, tidak demikian dengan anjing yang menggonggong sahut-sahutan ramai sekali. Apa yang dilakukan anjing itu laporannya akhirnya sampai ke telinga Gajah Mada. Gajah Enggon yang meminta izin untuk bertemu segera melepas warastra, sanderan dengan ciri-ciri khusus yang dibalas Gajah Mada dengan anak panah yang sama melalui isyarat khusus pula. Dari jawaban anak panah itu Gajah Enggon dan Gagak Bongol mengetahui di mana Gajah Mada berada. Gagak Bongol dan Enggon segera melaporkan temuannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Puncak Konflik atau Klimaks:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDitemukan mayat lagi, Kakang Gajah,\u201d Gajah Enggon melaporkan. Gajah Mada memandangi wajah samar-samar di depannya. \u201dMayat siapa?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPrajurit bernama Klabang Gendis mati dengan anak panah menancap tepat di tenggorokannya. Tak ada jejak perkelahian apa pun, sasaran menjadi korban tanpa menyadari arah bidikan anak panah tertuju kepadanya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gajah Mada merasa tak nyaman memperoleh laporan itu. Orang yang mampu melepas anak panah dengan sasaran sulit pastilah orang yang sangat menguasai sifat gendewa dan anak panahnya. Orang yang mampu melakukan hal khusus macam itu amat terbatas dan umumnya ada di barisan pasukan Bhayangkara. Adakah prajurit Bhayangkara yang terlibat? \u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kami temukan mayat kedua,\u201d Gagak Bongol menambahkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dPelaku pembunuhan menggunakan anak panah itu mati dipatuk ular.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayatnya dicabik-cabik beberapa ekor anjing. Pembunuh yang terbunuh ini, menyisakan jejak rasa kecewa di hati kita, Kakang. Aku tahu, Kakang Gajah pasti kecewa mengetahui siapa dia?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gajah Mada menengadah memandang langit. Namun, tak ada apa pun yang tampak kecuali warna pedhut yang makin menghitam legam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dBhayangkara?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dYa,\u201d jawab Gagak Bongol. \u201dSiapa?\u201d lanjut Gajah Mada.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Resolusi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gagak Bongol dan Senopati Gajah Enggon tidak segera menjawab dan memberikan kesempatan kepada Patih Daha Gajah Mada untuk menemukan sendiri jawabnya. Nama pembunuh yang mati dipatuk ular itu tentu berada di barisan yang tersisa dari nama-nama prajurit Bhayangkara yang pernah dipimpinnya. Nama-nama itu adalah Bhayangkara Lembu Pulung, Panjang Sumprit, Kartika Sinumping, Jayabaya, Pradhabasu, Lembang Laut, Riung Samudra, Gajah Geneng, Gajah Enggon, Macan Liwung, dan Gagak Bongol. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panji Saprang yang berkhianat dan menjadi kaki tangan Rakrian Kuti mati dibunuh Gajah Mada di terowongan bawah tanah ketika pontang-panting menyelamatkan Sri Jayanegara. Bhayangkara Risang Panjer Lawang gugur di Mojoagung, dibunuh dengan cara licik oleh pengkhianat kaki tangan Ra Kuti. Selanjutnya, Mahisa Kingkin terbunuh oleh Gagak Bongol sebagai korban fitnah di Hangawiyat. Terakhir, Singa Parepen atau Bango Lumayang yang berkhianat mati dibunuhnya di Bedander ketika kamanungsan sebagai pengkhianat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Contoh Teks Cerita Sejarah Fiksi Berjudul Rumah Kaca<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Rumah Kaca<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Karya: Pramoedya Ananta Toer<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelarian-pelarian politik dari Nederland, Sneevliet, dan Baars itu semakin giat di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Mereka membuka pidato di mana-mana, seperti takkan kering-kering kerongkongan mereka. Lari dari pertentangan intern di Nederland ke Hindia, mereka anggap diri seakan-akan jago-jago tanpa lawan, seakan-akan Hindia negerinya sendiri yang dipayungi oleh hukum demokratis. Beruntung mereka bergerak hanya di kalangan orang-orang yang berbahasa Belanda, yang menduduki tempat sosial yang rendah dan hidup dalam kemasygulan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menuju Konflik atau Komplikasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekalipun mereka orang-orang Eropa dan bukan jadi urusanku, tapi mau tak mau terlibat ke dalam urusanku juga. Mereka memilih Surabaya sebagai pusat kegiatan karena Surabaya adalah markas besar Syarikat Islam. Mereka akan lakukan induksi langsung dan tidak langsung terhadap Syarikat. Mas Tjokro, \u201dkaisar\u201d yang masih kekanak-kanakan dalam politik itu harus dibikin kebal terhadap induksi mereka. Dia harus lebih banyak miring ke agamanya sendiri daripada ke arah radikal abangan Eropa ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagan untuk mengebalkan sang \u201dkaisar\u201d telah kubuat sampai terperinci setelah sepku menekan aku dengan berbagai cara. Bukan sampai di situ saja. Sepku sampai merasa perlu menggunakan gertakan seakan-akan kuatir telah kutipu atau kujebak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dBagaimana Tuan dapat menyimpulkan mereka bermaksud memengaruhi Syarikat Islam? Dapatkah Tuan membuktikannya?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ucapan yang meragukan kemampuanku itu memang menyinggung kehormatanku. Semestinya ia bisa lebih bijaksana sedikit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dSebenarnya,\u201d kataku dengan tekanan yang menekan juga. \u201dTuan sendirilah yang semestinya menyimpulkan dan membuktikan, bukan yang sebaliknya seperti ini. Mereka bukan pribumi.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baganku memang hanya menjauhkan Syarikat dari mereka. Hanya menjauhkan agar tidak terkena induksi. Beberapa hari kemudian bagan itu dilaksanakan tanpa sepengetahuanku. Dan sepucuk nota dari sepku menyatakan, ia tidak puas dengan hanya menjauhkan. Harus ditarik terus sampai mempertentangkan kedua-duanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mempertentangkan dua golongan dari pandangan dan sikap yang berlain-lainan memang terlalu gampang. Tetapi, akibatnya akan berlarut. Syarikat akan menghadapi mereka sebagai orang Eropa pada umumnya, dan kebencian pukul-rata pada Belanda akan menjadi hasilnya. Sedang sayap Marco, yang selama ini tidak mendapat medan untuk berpawai akan menggunakan kesempatan ini. Bila ia memisahkan diri dari pimpinan Mas Tjokro, dengan sayanya ia akan menjadi sangat berbahaya. Perkembangan secepat itu belum lagi diharapkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Puncak Konflik atau Klimaks:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada hari itu juga notanya kubalas. Akibatnya sepku datang dan langsung menyemburkan kejengkelan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dApakah Tuan sudah bermaksud melawan pemerintah?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena aku tahu inisiatifnya takkan berjalan tanpa rumusan dan tanda tanganku, aku hadapi dia dengan cadangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dKalau perintah itu diberikan padaku setelah predikat \u2019tenaga ahli\u2019 itu dicabut oleh Gubermen, aku akan lakukan dengan segera, Tuan. Kalau tidak, aku masih punya hak untuk menolak.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mukanya jadi kemerah-merahan karena berang. Ya, ya, kau akan kupermain-mainkan, Tuan. Mari kita lihat siapa yang akan lebih tahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, ia tak mendesak lagi dan pergi dengan bersungut-sungut. Notanya datang lagi, isinya bernada curiga terhadap aku sebagai simpatisan salah sebuah dari organisasi-organisasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas dia belum kenal siapa Pangemanann. Sekali orang bernama Pangemanann ini jadi Algemeen Sucrerie, takkan mudah orang dapat mengisarkan sejengkal pun dari tempatnya. Aku simpan baik-baik nota itu dan tak kujawab.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang datang waktunya ia akan mencari-cari kesalahan. Mulailah aku mengingat-ingat secara kronologis pekerjaanku sejak 1912 sampai masuk ke tahun 1915. Hanya ada satu hal yang bisa digugat: analisa dangkal tentang naskah-naskah Raden Mas Minke yang aku anggap tidak berharga. Naskah-naskah itu aku simpan di rumah untuk jadi milik pribadi. Maka analisis yang kurang bersungguh-sungguh itu mungkin memberi peluang untuk menuduh aku menyembunyikan sesuatu pendapat atau kenyataan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa boleh buat, aku akan tetap berkukuh naskah-naskah itu lebih bersifat pribadi daripada umum. Dan aku katakan naskah itu telah dibakar langsung di kantor dalam tong kaleng kecil di kamarku. Walau begitu aku harus bersiap-siap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Resolusi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pidato Sneevliet mulai bermunculan dalam terjemahan Melayu, dalam terbitan koran-koran di Sala, Semarang, Madiun, Surabaya. Juga pidato-pidato Baars yang mampu berbahasa Melayu dan Jawa dengan fasih. Tapi, koran-koran Jawa Barat dan Betawi tampaknya tenang-tenang saja. Pengaruhnya mulai menjalari panggung pribumi. Tampaknya pengaruhnya dapat diibaratkan sebuah roda. Sekali orang mengenal dan menggunakannya, dia lantas jadi bagian dari kehidupan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pertunjukkan langsung di Sala, jelas benar pengaruh ini bekerja. Lakon yang dimainkan kala itu adalah Surapati. Setelah beberapa minggu berlalu, ternyata pemain peran utama sebagai Surapati adalah orang yang itu itu juga: Marco.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara khusus kusiapkan bagan peta pengaruh. Dalam waktu seminggu dapat kulihat, bahwa pengaruh itu laksana lelatu yang memercik dan meletik-letik ke kota-kota pelabuhan di Jawa Tengah dan Timur, memasuki pedalaman dan memerciki wilayah-wilayah pabrik gula-semua wilayah pabrik gula.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Koda:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewan Hindia telah meminta pada Gubernur Jenderal, demikian yang kudengar dari omongan orang agar tenaga-tenaga kepolisian yang sudah mulai berpengalaman dalam mengawasi kegiatan politik pribumi ditetapkan kedudukannya untuk mengurusi soal ini. Kepolisian setempat yang telah mengambil inisiatif untuk pekerjaan ini supaya diberi pengukuhan, badan koordinasi supaya dibentuk untuk membantu pembentukan seksi khusus ini. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar dari permintaan itu adalah kegiatan politik Pribumi yang semakin menanjak dengan semakin melonggarkan hubungan antara Kerajaan dengan Hindia. Kalaupun ada rencana mengirim bantuan militer dari Kerajaan tak mungkin bisa diharapkan dalam situasi Perang Dunia. Maka juga Angkatan Perang Hindia seyogianya diperbesar untuk dapat menghadapi segala kemungkinan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Contoh Teks Cerita Sejarah tentang Pangeran Diponegoro<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pangeran Diponegoro<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Patih Danurejo II\u2013yang sebenarnya adalah menantu Sultan Hamengku Buwono II sendiri yang diperkatakan dengan perasaan anyel dan mangkel oleh Ratu Ageng\u2013pada malam yang agak gerimis ini tampak duduk di dalam kereta kuda bersama Raden Mas Sunarko sang tolek (juru bicara), menuju Vredenburg menemui Jan Willem van Rijnst.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yang disebut namanya terakhir di atas ini, baru sepekan berada di negoro (wilayah kota yang didiami raja). Dan kelihatannya dia bisa begitu cepat menyukai pekerjaannya di sini: di salah satu pusat kerajaan Jawa yang selama ini hanya diketahuinya dari catatan-catatan VOC. Dari catatan-catatan itu pula dia mengenal pusat kerajaan Jawa yang lain, di timur Yogyakarta, yaitu Surakarta, yang penguasa-penguasanya terus saling cemburu walaupun sudah dibuat Babad Palihan Negari, atau lebih dikenal sebagai \u201dPerjanjian Giyanti\u201d pada 13 Februari 1755.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih dulu mestilah dibilang, bahwa Jan Willem van Rijnst adalah seorang oportunis bedegong. Asalnya dari Belanda tenggara. Lahir di Heerlen, daerah Limburg yang seluruh penduduknya Katolik. Tapi, masya Allah, demi mencari muka pada pemegang kekuasaan di Hindia Belanda, sesuai dengan agama yang dianut oleh keluarga kerajaan Belanda di Amsterdam sana yang Protestan bergaris kaku Kalvinisme, maka dia pun lantas gandrung bermain-main menjadi bunglon, membiarkan hatinya terus bergerak-gerak sebagaimana air di daun talas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ndilalah sifat-sifat Jan Willem van Rijnst ini bagai pinang dibelah dua dengan sifat-sifat Danurejo II yang bagai kedelai di pagi tempe di sore.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nanti, pada enam belas tahun yang akan datang Jan Willem van Rijnst bakal berubah lagi warnanya, yaitu di masa jatuhnya tanah air Nusantara ke tangan Inggris sehubungan dengan peperangan yang berlangsung di Eropa sana, di mana Inggris berhasil mengalahkan Prancis sehingga Indonesia yang berada dalam Bataafsche Republiek di bawah kendali Prancis terhadap Belanda, karuan menjadi milik Inggris. Di saat itulah nanti Jan Willem van Rijnst akan bermuka topeng kepada Letnan Gubernur Jenderal Inggris, Sir Thomas Stamford Raffles.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Danurejo II datang kepadanya, dia menyambut dengan bahasa Melayu yang fasih, sementara pejabat keraton Yogyakarta yang merupakan musuh dalam selimut dari Sultan Hamengku Buwono II ini lebih suka bercakap bahasa Jawa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dSugeng\u201d, kata Danurejo II, menundukkan kepala dengan badan yang nyaris bengkok seperti udang rebus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jan Willem van Rijnstbergerak menyamping, membuka tangan kanannya, memberi isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk. Agaknya untuk penampilan yang berhubungan dengan bahasa Belanda beschaafdheid yang lebih kurang bermakna \u2019tata krama santun sesuai peradaban\u2019, alih-alih Jan Willem van Rijnst sangat peduli, dan hal itu merupakan sisi menarik darinya yang jali di antara sisi-sisi lain yang menyebalkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menuju Konflik atau Komplikasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dJadi informasi apa yang bisa Tuan kasihkan kepada saya?\u201d kata Jan Willem van Rijnst sambil duduk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui toleknya Danurejo berkata, \u201dSeperti Tuan ketahui, bahwa baik de jure maupun de facto sudah tidak ada lagi kerajaan Mataram. Sebab, semua keputusan dalam ketatanegaraannya menyangkut politik dan ekonomi sepenuhnya sudah diambil alih VOC. Tapi perlukan Tuan ketahui, dan sebolehnya Tuan sampaikan kepada Gubernur Jendral di Batavia, bahwa semua raja, mulai dari Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai sekarang Sri Sultan Hamengku Buwono II, sama-sama secara diam-diam, dengan siasat yang berbeda, menyusun kekuatan untuk melawan kekuasaan Belanda.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jan Willem van Rijnst tertegun. Pangkal hidungnya menekuk ganjat. Katanya dalam nada tanya yang datar, \u201dMenyusun kekuatan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dYa Tuan,\u201d sahut Danurejo II dengan semangat asut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dKekuatan dalam pengertian daya tahan yang lebih asasi dari sekadar keteguhan dan ketegaran.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dKekuatan macam apa itu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dKekuatan yang dibangun di atas landasan kebencian kepada musuh.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dApa maksud Tuan: kekuatan yang dibangun di atas landasan kebencian kepada musuh?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dTuan,\u201d kata Danurejo II, menundukkan kepala untuk menunjukkan sikap rendah hati, tapi dengan meninggikan rasa percaya diri dalam niat hati untuk mengasut. \u201dBarangkali Tuan akan menganggap enteng perkara ini. Tapi, sebaiknya Tuan ketahui-sebab maaf, Tuan masih baru di sini-bahwa kami, bangsa Jawa, sangat peka terhadap suara hati, yaitu perasaan dalam tubuh insani yang sekaligus menjadi wisesa ruhani.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Naga-naganya Jan Willem van Rijsnst tidak begitu mudheng menangkap makna yang dikalimatkan oleh Danurejo II. Maka katanya dengan wajah tekun, \u201dKatakan tegasnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dYa Tuan Van Rijnst,\u201d ujar Danurejo II, tetap menundukkan kepala dalam fitrah yang ajeg seperti tadi. \u201dSekarang ini Sri Sultan sedang repot membangun kekuatan dalam pikiran rakyat, bukan Cuma dengan bedil, tapi juga dengan cara menanamkan perasaan kebangsaan yang membenci Belanda melalui peranti-peranti kebudayaan adiluhung, kebudayaan yang bernapas panjang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dApa maksud Tuan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dPerasaan benci yang direka di dalam piranti kebudayaan, yaitu kesenian, khususnya wayang dan tembang macapat, daya tahannya luar biasa, dan daya serapnya amat istimewa merasuk dalam jiwa dalam sanubari dalam ruh, sepanjang hayat dikandung badan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dTunggu,\u201d kata Jan Willem van Rijnst, ragu, dan rasanya asam-tak-asam. \u201dTuan bilang wayang dan tembang punya napas panjang? Bagaimana caranya Tuan menyimpulkan itu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dMaaf, Tuan Van Rijnst, perlu Tuan ketahui, wayang dan tembang berasal dari leluri Hindu-Buddha Jawa. Sekarang, setelah Islam menjadi agama Jawa, leluri wayang dan tembang itu tetap berlanjut sebagai kebudayaan bangsa. Apakah Tuan tidak melihat itu sebagai kekuatan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jan Willem van Rijnst terdiam sejenak, menalar, lalu mengangguk-angguk. Pasti dia mendapat tanpa diduga, sesuatu yang amat berguna sebagai senjata rohani, senjata yang abstrak, tapi sebenarnya senjata yang ampuh untuk menangani perang urat saraf, perang dengan kata-kata yang tidak diucapkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam terdiam yang sekilas begini, dia menemukan jawaban yang cerdik. Yaitu, dia anggap lebih baik bertanya, meminta pendapat atau saran dari Danurejo II. \u201dDus, apa saran Tuan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Puncak Konflik atau Klimaks:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa dikajeni, Danurejo II menjawab lurus, \u201dSebetulnya, melawan kompeni disadari Sri Sultan sebagai menimba air dengan keranjang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dHm?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dTapi, seandainya terjadi persatuan yang menggumpal antara rakyat Yogyakarta dan rakyat Surakarta, bagaimanapun hal itu bisa menjadi kekuatan yang tidak terduga.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dBukankah persatuan itu sudah mustahil terjadi?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dYa. Itu untuk sultan di Yogyakarta dan susuhunan di Surakarta. Tapi, bagaimana kalau rakyat yang sudah meresap diresapi kekuatan wayang dan tembang? Lambat atau cepat toh akan terjadi gejolak yang berlanjut menjadi perang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jan Willem van Rijnst terperangah. Maunya dia berkata sesuatu, namun tak berhasil dilisankan. Dalam keadaan limbung ternyata dia memuji Danurejo II di dalam hatinya. Katanya dalam hati: \u201cYang dikatakan ular ini benar juga.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu Danurejo II merasa didorong akal untuk menguji pikirannya sendiri. Katanya, \u201dApakah Tuan tidak curiga melihat keadaan itu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dCuriga?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dSebagai bahaya, Tuan Van Rijnst.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semata didorong naluri Jan Willem van Rijnst menjawab, \u201cBahaya tidak selalu harus dianggap mengkhawatirkan. Kekhawatiran yang berlebihan malah membuat manusia tertawan dalam mimpi-mimpinya sendiri.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dItu benar Tuan Van Rijnst,\u201d kata Danurejo II, terucap dengan taajul. \u201dPersoalannya, Tuan, ketika semua orang sama-sama bermimpi, artinya sama-sama memiliki mimpinya masing-masing, siapa lagi yang sanggup melihat mimpi bukan sebagai mimpi?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jan Willem van Rijnst tertegun. Sempat jeda sekian ketukan. Merasa tidak punya simpanan kata-kata untuk menanggapi kata-kata Danurejo, akhirnya dia memilih mendengar apa yang dipunyai dalam pikiran menantu Sri Sultan ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Resolusi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata Jan Willem van Rijnst, \u201dApa saran Tuan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dMata saya dapat melihat sepak terjang Sri Sultan,\u201d kata Danurejo. \u201dBeliau memang mertua saya. Jadi, harap Tuan mengerti, bahwa sebagai menantunya saya lebih tahu apa yang saya katakan tentang dirinya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jeda lagi sekian ketukan. Setelah itu Jan Willem van Rijnst bertanya, \u201dApa Tuan menganggap Sri Sultan kurang cakap memegang kekuasaan? Atau,apa dia juga secara langsung sudah melanggar perjanjian-perjanjian dengan pihak kompeni?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dBukan cuma kurang cakap, Tuan Van Rijnst,\u201d kata Danurejo, jeraus sangat ucapannya. \u201dTapi, sesungguhnya Sri Sultan tidak becus. Makin hari makin besar jurang kemelut terjadi di lingkungan kraton. Ya, memang pelanggaran merupakan pemandangan sehari-hari yang menyepatkan mata.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dHm.\u201d Jan Willem van Rijnst menerka-nerka ambisi Danurejo di balik pernyataan yang kerang-keroh itu. sambil menatap lurus-lurus ke muka Danurejo, setelah membagi arah pandangannya kepada Raden Mas Sunarko yang sangat tolek, Jan Willem van Rijnst berkata dalam hati, \u201cAl wie kloekzinnig is, handelt met wetenschap, maar een zot breidt dwaasheid uit. Deza kakkerlak verwach zeker een goede positie, zodat hij mogelijk corruptie kan doen\u201d (yang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tapi yang bebal membeberkan ketololannya. Kecowak ini pasti berharap kedudukan yang memungkinkan baginya bisa melakukan korupsi).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Koda:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Danurejo tak rumangsa dicerca. Sebab, ketika Jan Willem van Rijnst berkata begitu di dalam hatinya, dia melakukan dengan memasang senyum di muka. Karuan Danurejo pun memasang muka manis atas kodratnya yang muka\u2013dua. Dia mengira Belanda di hadapannya menghargainya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Contoh Teks Cerita Sejarah tentang Terciptanya Instagram\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sejarah Terciptanya Instagram\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tidak kenal dengan instagram? Aplikasi yang berfungsi untuk berbagi foto dan video ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, mem-filter digital, menambahkan efek, dan mempublikasikan foto tersebut ke berbagai jenis jejaring sosial yang ada termasuk ke dalam jejaring Instagram itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram sendiri terbentuk dari dua kata utama yakni &#8220;insta&#8221; yang berarti &#8220;instan&#8221; seperti pada kamera jenis polaroid yang lebih akrab disebut dengan foto instan. Dan kata &#8220;gram&#8221; mengarah pada kata &#8220;telegram&#8221; yang cara atau pengaplikasiannya adalah untuk mengirimkan sejumlah informasi pada seseorang dengan sangat cepat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan Peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Burbn, Inc yang merupakan perusahaan startup teknologi yang notabennya hanya berkonsentrasi pada pengembangan dan pembuatan aplikasi telepon genggam berdiri pada sekitar tahun 2010 lalu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada mulanya Burbn, Inc sendiri berfokus pada pendalaman seluruh fungsi bahasa pemrograman yakni HTML5. Namun seiring berjalannya waktu, Mike Krieger dan Kevin Systrom selaku CEO dari perusahaan ini memilih untuk berfokus hanya pada satu hal saja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seminggu lamanya mereka berusaha membuat ide ide yang mungkin dapat mendatangkan profit, pada akhirnya kedua CEO ini berhasil menciptakan versi pertama dari Instagram, namun seperti pada prototype pada umumnya, versi awal dari Instagram ini masih memiliki banyak sekali kelemahan dalam segala sistemnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melalui berbagai tahap penyempurnaan versi Burbn (Instagram) ini akhirnya sudah dapat diuji coba dengan menggunakan perangkat iphone. Namun tetap saja dirasa memiliki banyak sekali fitur yang tidak terkategori dengan baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit bagi Kevin dan Mike untuk mengatur ulang seluruh fitur yang ada dan memulai semuanya dari awal. Akhirnya Mike dan Kevin memilih untuk berfokus hanya pada fitur foto, berkomentar dan menyukai foto saja. Inilah kerangka awal terbentuknya jejaring sosial Instagram saat ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 2012 tepatnya tanggal 09 April diumumkan sebuah berita besar yakni saham dan kepemilikan Instagram akan diambil alih oleh Mark Zuckerberg selaku pemilik Facebook dengan uang tunai dan saham senilai 1 miliar dollar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram saat ini telah banyak diminati baik tua maupun muda. Penggunaan yang mudah dan fitur yang terkesan canggih membuat Instagram semakin populer dari tahun ke tahun. Dengan jejaring sosial Instagram ini kita dapat mengetahui segala aktivitas teman teman kita hanya dengan melihat foto dan video mereka.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat Nama Kota Surabaya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Asal-usul Nama Kota Surabaya\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap daerah pasti mempunyai cerita tersendiri dalam pemilihan nama, seperti Kota Surabaya ini. Setidaknya, ada tiga keterangan tentang asal-usul nama Surabaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keterangan pertama menyebutkan, nama Surabaya awalnya adalah Churabaya, desa tempat menyeberang di tepian Sungai Brantas. Keterangan pertama tercantum dalam prasasti Trowulan I tahun 1358 M.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nama Surabaya juga tercantum dalam Pujasastra Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca. Dalam tulisan itu, Surabaya (Surabhaya) tercantum dalam pujasastra tentang perjalanan pesiar pada tahun 1365 M yang dilakukan Hayam Wuruk, Raja Majapahit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, Surabaya sendiri diyakini oleh para ahli telah ada pada tahun-tahun sebelum prasasti-prasasti tersebut dibuat. Seorang peneliti Belanda, G.H. Von Faber dalam karyanya, En Werd Een Stad Geboren (Telah Lahir Sebuah Kota) membuat hipotesis, Surabaya didirikan Raja Kertanegara tahun 1275, sebagai pemukiman baru bagi para prajuritnya yang telah berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Versi berikutnya, nama Surabaya berkaitan erat dengan cerita tentang perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon, setelah mengalahkan tentara Tartar (Mongol), Raden Wijaya yang merupakan raja pertama Majapahit, mendirikan keraton di Ujung Galuh, sekarang kawasan pelabuhan Tanjung Perak, dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lama-lama, Jayengrono makin kuat dan mandiri karena menguasai ilmu buaya sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas dekat Peneleh. Perkelahian tersebut berlangsung tujuh hari tujuh malam dan berakhir tragis. Sebab, keduanya meninggal kehabisan tenaga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam versi lainnya lagi, kata Surabaya muncul dari mitos pertempuran antara ikan Suro (Sura) dan Boyo (Baya atau Buaya), perlambang perjuangan antara darat dan laut. Penggambaran pertarungan itu terdapat dalam Monumen Suro dan Boyo.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1975, Wali Kota Surabaya R. Soeparno menetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai hari jadi Kota Surabaya. Nama Surabaya pun diartikan berasal dari kata-kata sura ing bhaya yang berarti keberanian menghadapi bahaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keterangan mengenai asal-usul nama kota tersebut di antaranya telah dibuktikan lewat berbagai peninggalan. Namun, masih ada kemungkinan bahwa asal-usul penamaan Kota Surabaya hanyalah sebuah cerita yang berkembang turun-temurun di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Contoh Teks Cerita Sejarah tentang Pahlawan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Cut Nyak Dien<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cut Nyak Dien adalah Pahlawan Nasional Indonesia yang lahir pada tahun 1848 di Kerajaan Aceh. Ia terlahir dari garis keluarga bangsawan yang mengutamakan pentingnya agama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cut Nyak Dien lahir dari orang tua bernama Teuku Santa Setia dan Putri Uleebalang Lampagar. Ia dikaruniai seorang putra dari hasil pernikahannya dengan Ibrahim Lamnga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cut Nyak Dien juga memiliki seorang putra dari pernikahannya kedua bersama Teuku Umar bernama Cut Gambang. Perjuangan Cut Nyak Dien memukul mundur penjajah Belanda bukan tanpa halangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cut Nyak Dien bersama Teuku Umar diketahui melancarkan taktik Het Verraad. Taktik Het Verraad memaksa pasangan suami istri tersebut berpura-pura bergabung dengan penjajah Belanda. Kemudian, setelah mengetahui rencana Belanda Cut Nyak Dien melancarkan aksinya untuk merebut kekuasan dari tangan penjajah. Namun, Teuku Umar gagal pada saat menyerang pasukan Belanda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tonggak perjuangan melawan penjajah kemudian dilanjutkan oleh Cut Nyak Dien yang kala itu masih berusia sangat muda. Namun, sayangnya Belanda mampu menangkapnya di Beutong Le Sageu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cut Nyak Dien menjadi sosok pahlawan perempuan yang diteladani oleh para perempuan Indonesia, seperti halnya R.A. Kartini. Sebab, sosok perempuan pada zaman dahulu tidak begitu menonjol terlihat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Contoh Teks Cerita Sejarah Terbentuknya ASEAN\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sejarah Terbentuknya ASEAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">ASEAN adalah singkatan dari Association of Southeast Asian Nations yang merupakan organisasi ekonomi dan geopolitik khusus untuk negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Sejarah berdirinya ASEAN diawali karena beberapa kesamaan negara-negara pendirinya serta konflik yang terjadi saat itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 1960-an merupakan masa-masa yang sulit bagi negara di Asia Tenggara. Ada sejumlah perselisihan yang terjadi, baik secara internal maupun eksternal. Asia Tenggara merupakan tempat yang strategis, sehingga beberapa negara di kawasan ini menjadi basis blok untuk wilayah Timur dan Barat, seperti di negara Vietnam dan Filipina. Selain itu, konflik militer juga terjadi di negara lain, seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja. Ada pula konflik bilateral yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia, serta Kamboja dan Vietnam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Permasalahan-permasalahan ini berdampak pada stabilitas pertahanan dan ekonomi di negara-negara Asia Tenggara. Akhirnya, beberapa pemimpin berinisiatif untuk menciptakan suasana aman dan damai untuk kawasan Asia Tenggara dengan membentuk ASEAN.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Contoh Teks Sejarah Singkat tentang Perkembangan Transportasi Darat\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sejarah Perkembangan Transportasi Darat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transportasi darat sudah dikenal sejak zaman kuno. Ada banyak jenis transportasi darat pada masa itu, seperti kuda tunggangan, kereta berkuda, gerobak, dan sepeda. Sayangnya, jenis-jenis transportasi darat di masa itu masih menggunakan tenaga hewan dan manusia untuk berpindah tempat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kendaraan dengan mesin baru muncul setelah abad ke-18. Tapi pada saat itu, mesin yang digunakan masih berupa mesin uap. Kendaraan bermesin uap ini mulai digunakan sejak 1870-an oleh tentara Prancis untuk mengangkut peralatan perang. Mesin uapnya juga masih terdiri dari tiga roda penggerak, kecepatannya cuma secepat manusia saat berjalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu dekade kemudian, mesin diesel ditemukan. Penemuan mesin diesel berbasis solar pada 1880-an menjadi tonggak sejarah penting bagi pengembangan kendaraan, yaitu mobil. Mesin diesel bikin bahan bakar yang digunakan pun jadi lebih efisien dan pergerakan mobil jadi lebih cepat. Sejak saat itu, mobil mulai banyak digunakan karena praktis dan bisa digunakan kapan saja untuk ke mana saja. Perkembangan industri mobil dipelopori oleh Henry Ford yang pertama kali melakukan produksi massal mobil &#8220;murah&#8221;.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan mutakhir transportasi darat saat ini salah satunya adalah kereta api rel magnetik, atau yang dikenal sebagai Maglev (magnetic levitation), yang dirancang oleh seorang insinyur Inggris, Eric Laithwaite pada tahun 1950.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, transportasi juga punya sejarah yang panjang. Perkembangan transportasi ini tentunya punya membuat manusia menjadi lebih mudah bepergian, pengiriman barang antar wilayah jadi lebih cepat, dan mempercepat pembangunan infrastruktur.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>12. Contoh Cerita Sejarah Hari Kemerdekaan Indonesia<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sejarah Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia telah merayakan kemerdekaan selama lebih dari 70 tahun. Tepatnya pada 17 Agustus 1945, Indonesia meraih kemerdekaan nya. Namun seperti yang kita ketahui kemerdekaan tidak diraih dengan cara instan atau tiba-tiba. Dan bukan juga karena adanya perjanjian merdeka dari pihak mana pun. Tetapi, kemerdekaan yang diperoleh Indonesia telah banyak melalui peristiwa-peristiwa sejarah yang penting.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diawali dengan pembentukan sejumlah lembaga persiapan kemerdekaan, yang pertama adalah pembentukan BPUPKI pada Maret 1945. Lembaga ini bertugas untuk merumuskan dasar negara, yang kemudian disetujui sebagai Pancasila. Kemudian setelah dasar negara terbentuk BPUPKI dibubarkan dan diganti dengan lembaga baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setialah pada 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan, selanjutnya dibentuk PPKI dan Panitia 9 untuk persiapan kemerdekaan Indonesia. Dan proses selanjutnya yaitu perumusan teks proklamasi dimulai pada malam hari tanggal 16 Agustus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tepatnya setelah Ir. Soekarno dan M.Hatta kembali dari Rengasdengklok.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perumusan teks proklamasi ini bertempat di kediaman Laksamana Maeda yang berlangsung hingga dini hari. Teks dibuat dan dirundingkan bersama-sama oleh sejumlah pihak yang hadir, kemudian ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan M. Hatta, atas nama bangsa Indonesia. Selanjutnya teks Proklamasi diberikan kepada Sayuti Melik untuk diketik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada hari selanjutnya yaitu tepat pada 17 Agustus 1945, teks Proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno di kediamannya. Yang beralamat di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pembacaan teks proklamasi disaksikan oleh beberapa tokoh nasional seperti Soewirjo, Trimurti, Ahmad Soebardjo, dan warga Indonesia lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan dibacakannya teks Proklamasi, maka Indonesia menyatakan kemerdekaan nya. Kemudian berita kemerdekaan Indonesia disebarluaskan melalui media-media massa saat itu. Kabar ini disebar dengan cepat melalui surat kabar dan radio seluruh Indonesia. Dan berita kemerdekaan akhirnya tersebar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemerdekaan Indonesia telah terjadi lebih dari 70 tahun silam, atau tepatnya pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya untuk memulai persiapan kemerdekaan dibentuk BPUPKI yang bertujuan untuk merumuskan dasar negara atau Pancasila. Dan dibentuk PPKI untuk melanjutkan tugas BPUPKI. Pada tanggal 16 Agustus 1945, tepatnya pada malam hari teks proklamasi dirumuskan bersama oleh beberapa tokoh nasional di rumah Laksamana Maeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian keesokan harinya, dibacakan oleh Ir. Soekarno dan menjadi penanda kemerdekaan Indonesia. Setelahnya Berita kemerdekaan menyebar dengan cepat melalui radio dan surat kabar. Pemerintah pun segera mengesahkan Undang-Undang dan membentuk MPR untuk menyempurnakan pemerintahan Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>13. Contoh Cerita Sejarah Singkat Hari Ibu<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sejarah Hari Ibu<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari ibu di Indonesia dilaksanakan setiap tanggal 22 pada bulan Desember. Tanggal ini diperingati untuk ibu yang sudah memiliki peran besar dalam mendidik anak-anak nya. Penghormatan terhadap rasa kasih dan sayang menjadi salah satu hal ikonik yang sering terhubung dengan makna hari Ibu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya peringatan ini akan dilaksanakan dengan memberi hadiah atau kejutan kepada ibu. Dan untuk perayaan yang dilakukan di sekolah biasanya ada parade yang menggunakan pakaian daerah. Ada pula yang mengadakan lomba-lomba untuk anak-anak dan ibunya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada hari yang umumnya akan dirayakan sebagai simbol kasih sayang ibu ini, tak jarang anak-anak memberi perlakuan yang menyentuh dan berbeda dari biasanya. Namun bagaimanakah awal mula tanggal 22 Desember dijadikan sebagai perayaan Hari ibu. Ada sejarah yang bisa kita simak tentang mengapa 22 Desember adalah hari ibu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah awalnya sangat berhubungan dengan peran serta kaum ibu dalam membantu kemerdekaan. Dengan latar peran sosial yang sama dan semangat kasih nya kaum perempuan saat itu bekerjasama dalam upaya memperbaiki kualitas bangsa ini. Sehingga pada awal nya hari Ibu adalah untuk mengenang semangat juang para ibu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sejarah di mulai pada 22-25 Desember 1928, kaum perempuan (kaum Ibu) mengadakan sebuah Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta. Dalam kongres ini, orang-orang yang hadir memberi asa bahwa perempuan juga memiliki semangat perjuangan. Kaum wanita yang menggagas kongres ini adalah salah satu pihak yang hadir pada Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Peristiwa itu kemudian menjadi pendorong kaum perempuan untuk sama-sama untuk memperjuangkan kemerdekaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian pada 20-24 Juli 1935 kongres lanjutan diadakan Kembali. Yaitu kongres Perempuan Indonesia II diadakan tepatnya di Jakarta. Dalam kongres itu berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia. Dan di dalam nya juga menetapkan fungsi perempuan dalam perjuangan. Dimana perempuan memiliki kewajiban untuk menumbuhkan rasa kebangsaan pada anak-anak nya. Mengajarkan nilai-nilai kebangsaan dan juga semangat menjaga bangsa Indonesia pada generasi muda selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada Juli 1938, diadakan kongres lanjutan, yaitu kongres Perempuan Indonesia III dilaksanakan di Bandung. Pada kongres ini menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu, keputusan ini adalah kelanjutan hasil Kongres Perempuan Indonesia II 1935 di Jakarta. Tidak sampai disana kongres selanjutnya yang diadakan di Semarang 1941 membahas posisi perempuan dan kesejahteraan nya. Kongres Perempuan Indonesia IV di Semarang berupaya menuntut agar perempuan dapat dipilih dalam Dewan Kota.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian pemerintah pun menerbitkan regulasi soal Hari Ibu itu pada tahun 1959. Hari Ibu telah ditetapkan oleh Presiden Soekarno sebagai hari nasional yang bukan hari libur, melalui Dekrit Presiden No. 316 Tahun 1959. Dekrit ini membahas hari nasional yang tidak merupakan hari libur nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan penetapan ini, setiap tahunnya masyarakat merayakan Hari Ibu sebagai salah satu hari nasional. Saat ini, dan saat ini Badan Kongres Perempuan Indonesia telah berubah nama menjadi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Sebenarnya cukup banyak perubahan yang terjadi selain nama dari organisasi tersebut. Hari ibu yang awalnya diperingati sebagai bentuk penghormatan atas semangat perjuangan perempuan sekarang memiliki makna yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>14. Contoh Teks Cerita Sejarah Danau Toba<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sejarah Danau Toba dan Pulau Samosir<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada salah satu pulau tempat wisata yang cukup terkenal, Namanya Pulau Samosir. Pulau Samosir adalah sebuah pulau kecil yang berada di provinsi Sumatera utara. pulau ini dikenal luas sebagai salah satu tujuan wisata dan juga memiliki kebudayaan batak yang cukup kental. Tidak hanya di Indonesia, Pulau Samosir juga cukup terkenal di penjuru dunia sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia khususnya provinsi Sumatera utara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dilihat secara geografis, Pulau Samosir adalah sebuah pulau vulkanik yang berada di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara. Sebuah pulau kecil dalam Pulau Sumatera dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Dengan keunikan ini, Pulau Samosir dapat menarik perhatian para turis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya Pulau Samosir masuk pada kabupaten Toba-Samosir. Kemudian mengalami pemekaran sehingga, sejak tahun 2003 Pulau Samosir terletak di wilayah Kabupaten Samosir. Sehingga mengalami perbedaan pada struktur pemerintahan daerah. Meski berada di tengah Danau Toba, Pulau Samosir bukanlah pulau yang kecil. Wilayah Pulau Samosir mencakup 6 kecamatan dari sekitar 9 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut. Pulau Samosir memiliki luas sekitar 640 KM2 di tengah-tengah Danau Toba.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian untuk Danau Toba sendiri memiliki panjang mencapai 100 KM dan lebar sepanjang 30 KM, untuk kedalaman Danau Toba mencapai 505 M. wilayah Danau Toba dan Pulau Samosir berada di dataran yang cukup tinggi yaitu 900 meter. Danau Toba adalah Danau Vulkanologi terbesar di dunia dan danau terbesar di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa disebut danau vulkanologi karena terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir berasal dari letusan gunung berapi. Letusan tersebut cukup dahsyat dengan skala 8.0 Volcanic Explosivity Index (VEI). Terjadi sekitar 69000 sampai 77000 tahun yang lalu, dan memuntahkan lebih dari 1.000 km 3 material letusan. Ketinggian letusan saat itu tercatat mencapai 50 km hingga mempengaruhi suhu serta kondisi di lapisan troposphere dan stratosphere bumi saat itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga dari letusan yang terjadi, pulau Samosir yang dahulu nya berada di daratan yang sama dengan pulau Sumatra menjadi berada di tengah danau. Dahulu saat Pulau Samosir masih berada dalam satu daratan dengan Pulau Sumatera, pulau itu berbentuk sebuah tanjung di Danau Toba. Warga dahulu akan menyeret perahu untuk bisa pindah ke sisi Danau Toba yang lainnya, dari pada harus memutari Samosir. kemudian pada era penjajahan Belanda, dibangunlah kanal sungai untuk mempertemukan kedua sisi Danau Toba ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga perahu bisa lewat dari satu sisi Danau Toba, ke sisi lainnya tanpa memutari Samosir. Dan tentunya masyarakat tidak perlu lagi menyeret perahu dari masing-masing ujung pulau.Dengan kanal sungai itu, terputuslah sudah Samosir dengan dataran Sumatera dan bisa dikatakan telah resmi menjadi sebuah pulau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Area pemotongan Samosir itu kemudian disebut dengan Tano Ponggol. Pada awalnya, area Tono Ponggol memiliki sebuah jembatan kayu yang berdiri dalam waktu yang cukup lama. Dan pada tahun 1982, jembatan Tano Ponggol ini sudah dibeton. Berdasarkan pada buku-buku Budaya Batak, Tano Ponggol di&#8221;potong&#8221; Belanda di karena kan ada dua alasan. Alasan pertama adalah bertujuan untuk memperlancar transportasi air dan kedua bertujuan untuk memecah belah Bangsa Batak dahulu secara psikologis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>15. Contoh Cerita Sejarah Pribadi dari Kecil sampai SMA<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saya Adam Nur Alam, biasa dipanggil Adam. Saya lahir dan besar di kota pelajar, Yogyakarta. Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara yang lahir pada 2 April 1991, saya &#8220;dipaksa&#8221; untuk berjuang agar bisa sekolah dan menyelesaikan pendidikan hingga lulus sekolah menengah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan Peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 1997 adalah tahun yang tidak akan pernah terlupakan. Kakak saya yang tertua berlari-lari mengajak saya ke satu di antara TK di desa yang lokasinya cukup jauh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ingat betul bahwa hari itu adalah batas akhir pendaftaran masuk TK.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil mengusap keringat, kakak menyodorkan amplop warna coklat sambil sesekali memohon keringanan pada bapak tua berseragam cokelat yang saya ketahui sebagai kepala sekolah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang tidak tahu apa-apa hanya pasrah. Setelah proses negosiasi selesai, kakak mendekati saya sambil tersenyum dan mengatakan bahwa saya sudah bisa masuk TK.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa bahagia tidak terkira memenuhi rongga dada. Saya tidak menyangka bahwa anak miskin seperti saya yang sehari-hari makan nasi serta garam bisa mengenyam bangku sekolah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehidupan studi saya berjalan lancar. Setiap hal yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah pasti dipenuhi oleh kakak sekalipun harus berhutang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memanfaatkan fasilitas yang diberikan kakak untuk belajar sebaik mungkin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat SD, saya memberanikan diri untuk mengikuti perlombaan di bidang matematika, mata pelajaran favorit saya. Siang malam saya berlatih agar bisa menjadi juara dan mendapatkan uang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Para guru pun mulai melirik potensi yang saya miliki. Mereka semakin sering mengikutkan saya pada ajang perlombaan di tingkat kabupaten, bahkan nasional. Hasilnya pun tidak pernah mengecewakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin itulah yang membuat saya dapat diterima di SMP tanpa tes dengan mudah. Rasa bangga diterima di salah satu SMP favorit kabupaten membuat saya semakin giat belajar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama menempuh studi di sana pun saya selalu mendapatkan peringkat pertama. Setelah menyelesaikan studi di SMP, saya meneruskan pendidikan di SMA dengan beasiswa dari pemerintah kabupaten.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prestasi saya selama di SMA juga tidak jauh berbeda dengan prestasi saat berada di SMP. Sama-sama membanggakan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>16. Contoh Cerita Sejarah Pribadi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Biografiku<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku lahir di Papua 12 Januari 1997, Namun saat ini aku tinggal di kota Jakarta dan menjadi salah satu siswa di kelas X, SMA Negeri 21 Jakarta Jurusan IPS.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku memiliki hobi-hobi yang berkaitan dengan tumbuh-tumbuhan dan juga berolahraga, terutama olahraga jogging. Bagiku tumbuhan dan kesehatan adalah dua hal penting yang berkaitan antara satu dengan lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semasa kecil aku pernah tinggal di dekat sungai Ciliwung, setiap musim hujan rumahku pasti kebanjiran oleh luapan sungai tersebut. Aku bersama keluargaku kemudian mengungsi ke tempat pengungsian sementara sampai banjir mereda. Hal itu terus saja terulang dari tahun ke tahun seperti tanpa ada pemecahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menginjak tahun pertama di SMA, aku mulai sadar bahwa permasalahan banjir sebetulnya bukan sekadar tanggung jawab pemerintah saja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat juga harus ikut bertanggung jawab mengatasi masalah tersebut. Salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah ke sungai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak saat itu, kemudian aku mulai bergabung dengan Komunitas Peduli Lingkungan. Komunitas ini bergerak setiap minggunya untuk mensosialisasikan berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah banjir dan juga pola-pola hidup sehat. Tak lupa juga kadang kami mengadakan bakti sosial di setiap kelurahan yang dikunjungi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kini aku merasa lebih bermanfaat bagi orang lain. Dengan berbagi ternyata membuat orang menjadi lebih tahu dan kita menjadi tahu lebih.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>17. Contoh Cerita Sejarah Pribadi Masa Kecil\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Memanjat Pohon Rambutan di Rumah Nenek\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu contoh cerita sejarah pribadi masa kecil yang menyenangkan adalah memanjat pohon rambutan di rumah nenek dan menikmatinya di atas pohon. Suasana desa yang tenang dan kebun rambutan yang lebat menciptakan panggung ideal untuk sebuah petualangan masa kecil yang\u00a0 menggelitik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat pohon dari ketinggian, rasanya memberikan sensasi yang tak terlupakan. Apalagi membayangkan dapat menyantap rambutan segar langsung dari pohonnya. Saya, yang pada saat itu berumur 9 tahun, secara spontan memanjat pohon rambutan di rumah nenek untuk menuntaskan rasa penasaran itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buah rambutan berwarna merah yang ranum, berhasil saya raih dalam jumlah banyak. Setelah berhasil mencari posisi yang pas, mulailah saya kupas satu per satu buah rambutan itu dan menikmati rasa manisnya yang segar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Entah berapa lama saya menghabiskan buah rambutan itu, sampai akhirnya perut saya terasa sakit dan mulas. Dengan perasaan panik, saya berupaya untuk turun dari pohon rambutan itu. Tapi ternyata saya sulit untuk dapat turun ke bawah. Tak ayal, saya menangis kencang memanggil semua anggota keluarga untuk menolong.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga sekarang, cerita ini selalu jadi pembahasan di keluarga besar kami jika sedang berkumpul dan masih menyisakan gelak tawa menertawakan masa lalu yang lucu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>18. Contoh Teks Cerita Sejarah Hari Buruh\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sejarah Hari Buruh\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orientasi:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari Buruh, yang dikenal juga dengan sebutan May Day, diperingati setiap 1 Mei. Di beberapa negara, Hari Buruh dijadikan hari libur tahunan, yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.\u00a0 Hari Buruh ini lahir dari rentetan perjuangan kelas pekerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Urutan peristiwa:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 1886, terjadi demonstrasi kaum buruh Amerika Serikat yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Federation of Organized Trades and Labor Unions akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh yang diperingati oleh kaum buruh seluruh dunia. Penetapan ini dilakukan untuk memperingati momen tuntutan delapan jam kerja sehari dan juga memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tuntutan kaum buruh ini bermula sejak era industri di awal abad ke-19. Perkembangan kapitalisme industri menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara kapitalis Barat. Di Amerika Serikat misalnya, pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik menuai amarah dan perlawan dari kalangan kelas pekerja. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada 1806 oleh pekerja cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisasinya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja 19 hingga 20 jam sehari. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demonstrasi besar yang berlangsung sejak April 1886, dari waktu ke waktu pendukungnya semakin banyak. Demonstrasi menjalar ke berbagai kota, seperti Chicago, New York, Detroit, Louisville, dan Baltimore. Demonstrasi ini mempersatukan buruh berkulit putih dan hitam. Sampai pada 1 Mei 1886, demonstrasi yang menjalar dari Maine ke Texas dan dari New Jersey ke Alabama diikuti oleh setengah juta buruh di negeri tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan ini memancing reaksi dari kalangan pengusaha dan pejabat pemerintahan setempat saat itu. Melalui Chicago\u2019s Commercial Club, dikeluarkan dana sekitar US$2.000 untuk membeli peralatan senjata mesin guna menghadapi demonstrasi. Demonstrasi damai menuntut pengurangan jam kerja itu pun berakhir dengan korban dan kerusuhan. Sekitar 180 polisi menghadang demonstrasi dan memerintahkan agar demonstran membubarkan diri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Polisi pun membabi- buta menembaki buruh yang berdemonstrasi. Akibatnya korban pun jatuh dari pihak buruh pada 3 Mei 1886, empat orang buruh tewas dan puluhan lainnya terluka. Dengan tuduhan terlibat dalam pengeboman, delapan orang aktivis buruh ditangkap dan dipenjarakan. Akibat dari tindakan ini, polisi menerapkan pelarangan terhadap setiap demonstrasi buruh. Namun, kaum buruh tidak begitu saja menyerah. Pada 1888 mereka kembali melakukan aksi dengan tuntutan yang sama. Selain itu, mereka juga memutuskan untuk kembali melakukan demonstrasi pada 1 Mei 1890.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rangkaian demonstrasi yang terjadi pada saat itu, tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Bahkan menurut Rosa Luxemburg (1894), demonstrasi yang menuntut pengurangan jam kerja tersebut sebenarnya diinspirasikan oleh demonstrasi serupa yang terjadi sebelumnya di Australia pada tahun 1856. Tuntutan pengurangan jam kerja juga singgah di Eropa. Saat itu, gerakan buruh di Eropa tengah menguat. Tentu saja, fenomena ini semakin mengentalkan kesatuan dalam gerakan buruh sedunia dalam satu perjuangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peristiwa monumental yang menjadi puncak dari persatuan gerakan buruh dunia adalah penyelenggaraan Kongres Buruh Internasional tahun 1889. Kongres yang dihadiri ratusan delegasi dari berbagai negeri dan memutuskan delapan jam kerja per hari menjadi tuntutan utama kaum buruh seluruh dunia. Selain itu, kongres juga menyambut usulan delegasi buruh dari Amerika Serikat yang menyerukan pemogokan umum 1 Mei 1890 guna menuntut pengurangan jam kerja dengan menjadikan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh se-Dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reorientasi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Delapan jam\/hari atau 40 jam\/minggu (lima hari kerja) telah ditetapkan menjadi standar perburuhan internasional oleh ILO melalui Konvensi ILO No. 01 tahun 1919 dan Konvensi No. 47 tahun 1935. Ditetapkannya konvensi tersebut merupakan suatu pengakuan internasional yang secara tidak langsung merupakan buah dari perjuangan kaum buruh sedunia untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Penetapan 8 jam kerja per hari sebagai salah satu ketentuan pokok dalam hubungan industrial perburuhan adalah penanda berakhirnya bentuk kerja paksa dan perbudakan yang bersembunyi di balik hubungan industrial.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah 18 contoh teks cerita sejarah berbagai tema baik fiksi maupun non-fiksi. Semoga membantu meningkatkan pemahamanmu terkait materi ini, ya. Jika kamu ingin belajar lebih banyak materi Bahasa Indonesia lainnya, yuk belajar di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\">Brain Academy terdekat dari rumahmu<\/a>!<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sumber:\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suryaman, Maman. 2018. Bahasa Indonesia Kelas XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Edisi Revisi).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Detik.com. 15 Contoh Teks Cerita Sejarah, Lengkap dengan Jenis hingga Strukturnya [daring]. Tautan: https:\/\/www.detik.com\/sumut\/berita\/d-6608730\/15-contoh-teks-cerita-sejarah-lengkap-dengan-jenis-hingga-strukturnya<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumparan.com. 25 Contoh Teks Cerita Sejarah dalam Bahasa Indonesia [daring]. Tautan: https:\/\/kumparan.com\/kabar-harian\/25-contoh-teks-cerita-sejarah-dalam-bahasa-indonesia-226WlZHQD6A\/1<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2 Contoh Teks Cerita Sejarah Pribadi tentang Keluarga [daring]. Tautan: https:\/\/kumparan.com\/ragam-info\/2-contoh-cerita-sejarah-pribadi-masa-kecil-yang-menyenangkan-222efIKknDx\/full (Diakses: 23 Juli 2024)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, simak contoh teks cerita sejarah fiksi dan non-fiksi berbagai tema lengkap dengan struktur dan ciri-cirinya berikut agar makin paham materi ini! &#8212; Apakah kamu suka membaca cerita sejarah seperti sejarah Candi Borobudur atau sejarah fiksi seperti novel-novel karya Pramoedya Ananta Toer? Cerita sejarah memang seru untuk dibaca, selain mengajarkan kita tentang masa lalu, juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3923,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1755068850:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Yuk, simak contoh teks cerita sejarah fiksi dan non-fiksi berbagai tema lengkap dengan struktur dan ciri-cirinya berikut agar makin paham materi ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2678096d-df85-455c-8ea7-23f55c91117c.jpeg"],"_wp_old_date":["2024-08-07"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-3923","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>18 Contoh Teks Cerita Sejarah Lengkap dengan Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"18 Contoh Teks Cerita Sejarah Lengkap dengan Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, simak contoh teks cerita sejarah fiksi dan non-fiksi berbagai tema lengkap dengan struktur dan ciri-cirinya berikut agar makin paham materi ini! &#8212; Apakah kamu suka membaca cerita sejarah seperti sejarah Candi Borobudur atau sejarah fiksi seperti novel-novel karya Pramoedya Ananta Toer? Cerita sejarah memang seru untuk dibaca, selain mengajarkan kita tentang masa lalu, juga [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-13T04:00:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-13T07:08:51+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"52 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah\",\"name\":\"18 Contoh Teks Cerita Sejarah Lengkap dengan Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2678096d-df85-455c-8ea7-23f55c91117c.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-08-13T04:00:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-13T07:08:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2678096d-df85-455c-8ea7-23f55c91117c.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2678096d-df85-455c-8ea7-23f55c91117c.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"18 Contoh Teks Cerita Sejarah Lengkap dengan Strukturnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"18 Contoh Teks Cerita Sejarah Lengkap dengan Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"18 Contoh Teks Cerita Sejarah Lengkap dengan Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Yuk, simak contoh teks cerita sejarah fiksi dan non-fiksi berbagai tema lengkap dengan struktur dan ciri-cirinya berikut agar makin paham materi ini! &#8212; Apakah kamu suka membaca cerita sejarah seperti sejarah Candi Borobudur atau sejarah fiksi seperti novel-novel karya Pramoedya Ananta Toer? Cerita sejarah memang seru untuk dibaca, selain mengajarkan kita tentang masa lalu, juga [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-08-13T04:00:17+00:00","article_modified_time":"2025-08-13T07:08:51+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"52 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah","name":"18 Contoh Teks Cerita Sejarah Lengkap dengan Strukturnya - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2678096d-df85-455c-8ea7-23f55c91117c.jpeg","datePublished":"2025-08-13T04:00:17+00:00","dateModified":"2025-08-13T07:08:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2678096d-df85-455c-8ea7-23f55c91117c.jpeg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2678096d-df85-455c-8ea7-23f55c91117c.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-teks-cerita-sejarah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"18 Contoh Teks Cerita Sejarah Lengkap dengan Strukturnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3923","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3923"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3923\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5751,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3923\/revisions\/5751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}