{"id":3899,"date":"2025-07-17T15:00:20","date_gmt":"2025-07-17T08:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=3899"},"modified":"2025-07-17T15:06:40","modified_gmt":"2025-07-17T08:06:40","slug":"contoh-cerita-fantasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi","title":{"rendered":"20 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Super Seru, Wajib Baca!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c7c3fd3e-798f-4a94-81f4-80e0b1244f06.png\" alt=\"contoh cerita fantasi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin menulis teks cerita fantasi? Yuk, simak contoh cerita fantasi berbagai tema berikut ini untuk menambah referensi dan inspirasi!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu baca cerita, novel, atau menonton film yang penuh dengan makhluk ajaib, sihir, dan misteri? Seperti cerita Timun Mas yang melegenda, misalnya. Setelah sebelumnya kita belajar tentang <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-cerita-fantasi\">pengertian, unsur, dan struktur teks cerita fantasi<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> kali ini kita akan menjelajahi beberapa contoh cerita fantasi dengan berbagai tema untuk memperdalam pemahamanmu. Yuk, simak dan nikmati cerita serunya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Teks Cerita Fantasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum ke bagian contoh, kita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">recall <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebentar pengertian teks cerita fantasi, yuk! <\/span><strong>Teks cerita fantasi adalah teks yang berisi cerita berdasarkan angan-angan atau imajinasi penulis.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Sesuai namanya, <\/span><strong>cerita fantasi tidak terjadi di dunia nyata atau fiksi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, ya. Dalam cerita fantasi, kamu akan sering menemui kemustahilan, keajaiban, atau sesuatu yang tidak masuk akal. Contohnya, Bawang Merah Bawang Putih, Timun Mas, Lutung Kasarung, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa saja bisa membuat cerita fantasi, termasuk kamu. Untuk menulis cerita fantasi, kamu perlu kreativitas dan imajinasi yang tinggi. Selain sering menulis cerita, membaca berbagai cerita fantasi juga bisa memberikan ide atau inspirasi untuk ceritamu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-buku-fiksi\">Butuh Bacaan Seru? Ini Rekomendasi Buku Fiksi Berbagai Tema!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Teks Cerita Fantasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah tahu pengertian teks cerita fantasi, yuk ketahui unsur-unsur yang ada di dalamnya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada kemustahilan, keajaiban, keanehan, atau kemisteriusan dalam ceritanya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide ceritanya bebas, bisa bercerita tentang apa saja bahkan yang tidak masuk akal.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan berbagai latar, bisa lintas ruang dan waktu.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tokohnya unik, punya kesaktian yang tidak biasa.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sifatnya fiksi atau tidak berdasarkan kisah nyata.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasanya variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-legenda\">Contoh Cerita Legenda dari Berbagai Daerah\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Teks Cerita Fantasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membuat teks cerita fantasi, berikut adalah struktur yang perlu kamu perhatikan:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Orientasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orientasi adalah bagian awal dalam cerita fantasi. Di sini, tokoh-tokoh, latar, sifat-sifat tokoh, dan konflik diperkenalkan kepada pembaca.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Komplikasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komplikasi adalah bagian di mana masalah mulai muncul dan berkembang. Biasanya, ada rangkaian peristiwa yang menyebabkan masalah hingga mencapai puncaknya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Resolusi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Resolusi adalah bagian akhir di mana masalah atau konflik yang terjadi di bagian komplikasi diselesaikan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel\">Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia &amp; Inggris Singkat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Cerita Fantasi Menarik berbagai Tema<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memahami pengertian, ciri dan struktur cerita fantasi di atas, yuk simak contoh cerita fantasi berbagai tema ini untuk memperdalam pemahamanmu!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Contoh Cerita Fantasi Pendek<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Semut yang Hemat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di zaman Mesir kuno, ada seorang raja yang ada dan bijaksana. Raja sangat mencintai rakyatnya. Raja juga dikenal sebagai penyayang binatang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, saat raja berjalan-jalan, ia menemui seekor semut. Semut merasa senang dan bangga dikunjungi raja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bagaimana kabarmu, Semut?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tanya sang raja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Hamba baik-baik saja, Baginda,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab semut gembira.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dari mana saja kau?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tanya raja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Hamba sejak pagi pergi mencari makanan. Tetapi, sampai sekarang belum juga mendapatkannya, Baginda,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab semut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Jadi, sejak pagi kau belum makan?&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">tanya raja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Benar, Baginda,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab semut kembali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Raja termenung sejenak. Kemudian berkata, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHai semut! Berapa banyak makanan yang kau perlukan dalam setahun?&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Hanya sepotong roti saja, Baginda,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab semut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kalau begitu, maukah kau kuberi sepotong roti untuk makananmu setahun?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> kata raja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Hamba sangat senang, Baginda.&#8221;\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Raja lalu membawa Semut ke istananya. Semut sangat gembira karena ia tidak perlu susah-susah lagi mencari makanan untuk setahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sekarang, masuklah ke dalam tabung yang telah ku isi sepotong roti ini!&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> perintah sang raja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Terima kasih, Baginda. Hamba akan masuk,&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">jawab semut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Setahun yang akan datang, tabung ini baru akan ku buka,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> ujar sang raja lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Hamba sangat senang, Baginda,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> kata semut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tabung berisi roti dan semut itu pun segera ditutup rapat oleh sang raja. Tutup tabung itu terbuat dari bahan khusus sehingga udara tetap masuk ke dalamnya. Tabung tersebut kemudian disimpan di ruang khusus dalam istana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu berlalu, akhirnya telah genap setahun. Sang raja teringat janjinya pada semut. Perlahan-lahan, raja membuka tutup tabung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bagaimana kabarmu, Semut?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tanya sang raja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Keadaan hamba baik-baik saja, Baginda,&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">jawab semut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tidak pernah sakit selama setahun di dalam tabung?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Tanya raja kembali pada semut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tidak, Baginda. Keadaan hamba tetap sehat selama setahun,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab semut dengan tersenyum. Kemudian, sang raja melihat ternyata roti yang dia sediakan untuk semut masih tersisa separuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mengapa roti pemberianku kau sisakan separuh?\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tanya sang raja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bukankah dalam setahun kau memerlukan sepotong roti. Mengapa tak kau habiskan?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tanya raja kembali pada semut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Begini, Baginda. Roti itu memang sengaja hamba sisakan separuh. Sebab, hamba khawatir jangan-jangan Baginda lupa membuka tutup tabung ini. Kalau Baginda lupa membukanya, hamba masih dapat makan roti setahun lagi. Tapi untunglah, Baginda tidak lupa. Hamba senang sekali,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab Semut panjang lebar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sang raja terkejut mendengar penjelasan Semut. Kemudian, ia tersenyum dan berkata, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kau semut yang hebat. Kau dapat menghemat kebutuhanmu. Hal ini akan ku siarkan ke seluruh negeri agar rakyatku dapat mencontohmu.<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201d<\/em> Kalau semut saja dapat menghemat kebutuhannya, mengapa manusia justru gemar hidup boros?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber: Buku Kumpulan Dongeng Dunia Seri Kerajaan, penerbit Wahyu Media (2015), dilansir via haibunda.com<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Contoh Cerita Fantasi Pendek tentang Hewan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Kancil dan Buaya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita bermula ketika si kancil yang sedang mencari makan di hutan, melihat banyak pohon yang sudah berbuah di area di seberang sungai. Namun karena aliran air sungai yang deras, kancil kesulitan untuk menyeberang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sungai tersebut juga menjadi tempat tinggal dari para buaya. Lantas ia menemukan ide cemerlang dan memanggil seekor buaya. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Hey, buaya keluarlah! Aku punya kabar gembira!&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> seru si kancil. Buaya pun datang menghampirinya, kemudian kancil bercerita bahwa ia memiliki daging segar dan hendak membagikannya untuk seluruh buaya di sungai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kancil kemudian menyuruh buaya tersebut untuk memanggil teman-temannya yang lain, agar mereka juga mendapatkan daging segar tersebut. Mendengar hal itu, si buaya lantas memanggil teman-temannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar bisa membagikan daging dengan adil, si kancil meminta para buaya untuk berjejer rapi. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Berbarislah agar aku bisa menghitung berapa jumlah kalian,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> perintahnya. Para buaya yang percaya lantas mulai berbaris membentuk jembatan dari tepi sungai hingga ke tepi wilayah di seberangnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesempatan ini kemudian digunakan oleh si kancil untuk menyeberang sungai sambil berpura-pura menghitung jumlah buaya. Sesampainya di seberang, ia pun tertawa terbahak-bahak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sebenarnya aku tidak punya daging, aku hanya membutuhkan bantuan kalian untung menyeberang. Hahaha!&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> kata kancil. Para buaya pun marah dan mencoba menangkapnya. Sayangnya si kancil sudah terlanjur lari menjauh dari tepian sungai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Contoh Cerita Fantasi Singkat 3 Paragraf<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Luna Dan Stroberi Pelangi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Luna adalah kurcaci dari negeri Sierra yang suka menyendiri. Ia hidup dibalik rumah jamur miliknya yang terbuat dari jerami. Setiap hari, Luna bermain di sekitar pekarangan rumah yang kini tumbuh subur buah stroberi pelangi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disebut pelangi karena buah ini berwarna putih saat masih kecil, hijau setelah agak besar, memerah, merah, kemudian ungu. Keunikan ini mejadikan buah stoberi sebagai buah mahal di desa. Banyak penduduk menginginkan untuk membeli karena kecantikan dan juga rasanya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, Luna hanya menjualnya kepada penduduk desa dalam jumlah kecil. Sebagian besar buah stroberi disimpannya untuk diberikan kepada sahabatnya yang jauh di negeri Surra. Satu-satunya sahabatnya yang kini sakit lumpuh dan hanya bisa bertahan hidup dengan makan stroberi itu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Contoh Cerita Fantasi Singkat 2 Paragraf<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Aladin dan Teko Ajaib<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aladin adalah seorang anak miskin yang tinggal di sebuah desa kecil. Suatu hari, Aladin bertemu dengan seorang penyihir tua. Penyihir tua itu menawarkannya untuk mendapatkan teko ajaib. Aladin tidak tahu bahwa teko tersebut memiliki kekuatan ajaib.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika ia menggosok teko tersebut, muncullah jin yang siap memenuhi semua permintaannya. Aladin menggunakan teko ajaib untuk membantu orang-orang miskin dan melawan penyihir jahat yang mencoba menipunya. Aladin akhirnya menjadi pahlawan bagi warga desanya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Contoh Cerita Fantasi Singkat 4 Paragraf<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Ibu Merpati\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Max merupakan seorang anak laki-laki yang kesepian sejak lahir. Tidak ada anggota keluarga lain yang menemaninya, bahkan ayah dan ibu. Sejak kecil, Max hanya ditemani oleh seekor burung merpati berwarna putih dan tinggal bersama di sebuah desa. Max sudah bisa menerima kehidupannya yang sepi itu, ia berpikir semua akan baik-baik saja selama merpati masih menemaninya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun suatu hari, tiba-tiba seorang laki-laki gagah menghampiri rumah Max. Laki-laki itu menghancurkan rumah dan mencuri barang. Max tidak dapat berkutik di depan laki-laki jahat tersebut. Max hanya menangisi keadaannya, rumah yang sudah hancur serta merpatinya yang sudah terbunuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepergian merpatinya membuat Max putus asa. Namun, Max berpikir mungkin saja ada keajaiban jika ia mencari mata air ajaib yang sudah sering dibicarakan oleh orang-orang. Katanya, mata air ajaib tersebut dapat menyembuhkan sakit dan membangkitkan yang mati.\u00a0 Akhirnya Max berjalan mencari mata air tersebut selama 3 hari. Mata air tersebut terletak di bawah kaki gunung. Max memberi merpatinya minum dan memandikannya dengan air tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun keajaiban akhirnya datang, merpati tersebut berubah menjadi seorang wanita. Ternyata ia merupakan ibu kandung Max yang telah disihir oleh penyihir selama ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Contoh Cerita Fantasi Kekuatan Ekor Biru Nataga<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Kekuatan Ekor Biru Nataga<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Karya: Ugi Agustono<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka. Hari itu, sejarah besar Tana Modo akan terukir di hati seluruh binatang. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh panglima memberi isyarat untuk tidak panik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau Tana Modo, susul menyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam. Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari Nataga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSerbuuuu\u2026!\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang. Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHai&#8230;.!<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Tak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami!\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Seru serigala dengan sorot mata merah penuh amarah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Binatang-binatang tidak putus asa. Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung. Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGunakan kekuatan ekormu, Nataga!\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> bisik Dewi Kabut di telinga Nataga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak bola api yang padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada seluruh pasukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar. Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru. Teriakan panik dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada para serigala licik itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selesai pertempuran Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh panglima. Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Contoh Cerita Fantasi Ruang Dimensi Alpha<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Ruang Dimensi Alpha<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Karya: Ratna Juwita<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKau harus membawanya kembali!\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku harus membawa dia kembali!\u201d <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">teriakku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang \u201dJangan main-main Don!\u201d Ardi menatapku dengan tajam. \u201cPadahal..,\u201d Erza tercekat, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Aku terus berusaha meyakinkan sahabat sahabatku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSistem oke!\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia purba itu harus hidup. Setiap makhluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ku klik tombol \u2018run\u2019 pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlempar kembali ke laboratoriumku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cArdi maafkan aku! Maaf telah merusak laboratorium untuk penelitian ini,\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> kataku mengiba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Contoh Cerita Fantasi tentang Manusia Tak Tahu Diri<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Manusia Tak Tahu Diri<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada zaman dahulu, hiduplah pohon besar yang kesepian. Pohon ini sudah tua dan sangat kehausan. Pohon ini berguman <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;ahh disini sangatlah panas aku berharap aku bisa minum air dari sungai itu&#8221;<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pohon tua ini memiliki banyak daun dan batang yang besar, pohon ini berada di hutan gersang. Pohon tua ini bernama Pak Jony.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada suatu hari yang terik, lewatlah seorang pemuda yang kepanasan setelah mencari kayu kemana-mana. Lalu dia melihat si pohon tua Jony sedang kepanasan juga. Maka datanglah pemuda itu kepada pak Jony,<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Wahai Pak Jony saya sangat kepanasan bolehkah saya duduk di sebelah bapak?&#8221;<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pak Jony pun kaget dan dia sangat senang akhirnya dia mempunyai kawan berbicara <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ohh tentu saja pemuda, marilah duduk dibawah daun-daunku yang akan melayu ini&#8221;.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemuda itu setiap hari selalu duduk di bawah daun Pak Jony setelah mencari kayu, mereka berdua selalu bercerita tentang masalah mereka. Hingga akhirnya pemuda itu tidak dapat menemukan kayu lagi, pemuda ini selalu mencari kayu untuk membakar ubi. Maka di saat malam hari, saat Pak Jony sedang tidur, dia tebang Pak Jony! <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ohh pemuda apa yang engkau lakukan bukankah kita ini teman wahai pemuda?&#8221;<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Maka matilah Pak Jony karena ditebang oleh pemuda yang tidak tahu diri ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Esok harinya, pemuda ini kembali mencari kayu dan saat ia kepanasan, dia melihat bekas dia menebang Pak Jony. Pemuda ini sekarang kesepian karena tidak mempunyai kawan berbicara dan dia sangat kepanasan oleh panas terik. Maka menyesal lah pemuda itu atas tindakan tidak tahu dirinya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Contoh Cerita Fantasi Panjang<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Penghapus Ajaib<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku adalah seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sering dikenal siswa yang selalu mendapatkan nilai-nilai pas-pasan. Aku juga tak tahu mengapa selalu mendapatkan nilai pas-pasan. Nilai-nilai pas-pasan yang aku miliki membuat diriku selalu berada di peringkat bawah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku seperti selalu merasa kecewa karena selalu mendapatkan nilai yang tidak bisa memuaskan diriku dan orangtuaku. Padahal hampir setiap hari aku selalu belajar dan tidak lupa untuk mengerjakan PR.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orangtuaku tidak pernah marah kepadaku ketika aku mendapatkan nilai yang jelek. Mereka selalu mendukung dan selalu berkata, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selama nilai yang kamu dapatkan berasal dari kejujuran kami tidak akan pernah marah dan kecewa.&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti ada suatu hal yang dapat membuat hatiku terasa sejuk, sehingga aku merasakan ketenangan yang belum pernah aku rasakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keesokan harinya ketika aku berangkat sekolah, aku bertemu dengan temanku di tengah jalan dan kami pun mengobrol sambil berjalan ke sekolah. Berbeda dengan diriku, temanku ini sangat pintar serta selalu mendapatkan nilai bagus. Aku pun merasakan kebahagiaan ketika berjalan dengan temanku ini, ia selalu memberikan semangat kepada diriku supaya jangan pernah menyerah untuk mendapatkan nilai bagus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hujan turun dengan sangat deras, sehingga membuat diriku terpaksa menunggu hujan reda. Sangat disayangkan, hujan tak kunjung reda. Aku tidak ingin berlama-lama di sekolah, jadi aku memberanikan diri untuk hujan-hujanan sampai rumah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku berlari-lari sangat kencang supaya diriku tidak terlalu lama terkena hujan. Hingga pada saat aku berlari aku terpeleset oleh sebuah penghapus kecil. Aku pun bingung mengapa ada sebuah penghapus kecil yang tergeletak di tengah jalan. Anehnya lagi, penghapus itu tidak segera aku tinggal malah aku bawa pulang. Aku dan penghapus itu seperti ada sebuah kemistri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di rumah, ibu langsung menyiapkan baju baru untuk diriku dan segera menyuruhku untuk mandi. Setelah selesai mandi aku mulai mengerjakan PR di kamar dan sambil bergumam, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Aneh penghapus ini malah aku bawa pulang.&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tak disangka-sangak penghapus itu menjawab, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Aku bisa membantumu untuk mendapatkan nilai bagus.&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku terkejut mendengar jawaban dari penghapus itu. Keanehan kalau penghapus itu bisa berbicara dan rasa penasaranku yang tinggi membuat diriku memberanikan diri untuk membuktikan apa yang dikatakan oleh penghapus itu. Kebetulan sekali bahwa hari ini sedang ada ujian matematika.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap pertanyaan yang muncul, aku cermati dengan teliti supaya tidak salah menjawab. Lagi dan lagi aku terkejut karena penghapus itu bergerak sendiri dan bergerak ke arah jawaban yang telah aku tulis. Aku pun berkata di dalam hati, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Benar-benar penghapus ajaib.&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba jawaban yang aku tulis dihapus oleh penghapus itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penghapus itu selalu mengganti jawabanku yang salah. Hingga pada akhirnya hal yang selalu ku harapkan terwujud. Aku pun selalu membawa penghapus itu saat berangkat ke sekolah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga pada suatu hari aku menyimpan penghapus itu di dalam kantong seragam sekolah. Aku pulang dengan rasa bahagia karena mendapatkan nilai bagus. Tiba-tiba hujan turun dengan sangat lebat, karena aku lupa membawa jas hujan, aku berlari sekencang-kencangnya agar cepat sampai rumah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah sampai rumah dengan keadaan basah kuyup, aku langsung memegang kantong seragam. Benar saja penghapus ajaib itu hilang begitu saja seperti ditelan bumi. Aku merasa kecewa dan khawatir akan mendapatkan nilai yang kurang bagus lagi. Di balik kekecewaanku selalu terselip harapan dan doa agar penghapus ajaib kembali kepada diriku.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Contoh Teks Cerita Fantasi tentang Batu Menangis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Batu Menangis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada seorang anak perempuan yang sangat manja. Ia suka membeli barang-barang mewah padahal ibunya hanyalah seorang penjual kayu bakar. Meski begitu, jika ia tidak dituruti kemauannya, ia akan marah. Ia akan mulai merajuk dan menangis hingga ibunya menuruti segala permintaannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia selalu meminta dibelikan ini itu tanpa memikirkan apakah ibunya memiliki uang atau tidak. Ibunya selalu berusaha sabar, meskipun untuk mengumpulkan uang saja, ia harus berjalan sangat jauh dari hutan ke kota untuk menjual kayu bakarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu ketika, anak perempuan tersebut meminta ibunya menemani membeli baju baru di kota. Ia membeli baju sangat banyak dan meminta ibunya untuk membawakan semua barang belanjaannya. Ia memperlakukan ibunya seperti layaknya seorang pembantu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sedang perjalanan pulang, ada seseorang yang memanggil gadis itu. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Hai, gadis cantik, sungguh cantik parasmu. Sedang bersama ibumu kah dirimu?&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">tanya pemuda tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gadis tersebut merasa malu untuk mengakui ibunya yang berpakaian lusuh. Gadis itu berkata, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bukan, dia adalah pembantuku&#8221;.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar pernyataan tersebut, ibunya sangat kecewa dan sedih. Tanpa terasa sang ibu berdoa kepada Tuhan, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ya Tuhan, aku sangat kecewa. Aku marah mempunyai anak yang hatinya keras bagaikan batu. Lebih baik jadikan dia batu saja&#8221;.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibunya berkata demikian sembari meninggalkan anaknya sendirian. Ibu itu berlari pulang dengan hati yang sangat kecewa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba langit menggelegar dan gadis itu berubah menjadi batu. Batu tersebut menangis dan mengeluarkan air mata. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Huhuhu, Ibu maafkan aku,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> begitu tangisnya. Tangisnya membesar dan membuatnya menjadi danau dengan patung anak perempuan di sampingnya. Ia dikutuk menjadi batu menangis selamanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber: buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP\/MTs Kelas VII, dilansir via kumparan.com<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Contoh Cerita Fantasi tentang Pensil Ajaib\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pensil Ajaib<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laila adalah seorang gadis miskin yang pandai. Sebagian waktunya ia gunakan untuk belajar dan membantu orang tuanya. Selain itu, Laila juga suka menghabiskan waktunya untuk menggambar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, kini ia tidak dapat menggambar lagi karena pensil yang dimilikinya sudah hampir habis dan sangat pendek sehingga tidak dapat digunakan lagi. Laila juga tidak bisa membeli pensil baru karena tidak memiliki cukup uang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kesehariannya, Laila membantu orang tuanya memunguti plastik yang ada di jalan. Saat mengambil plastik, Laila menemukan ada sebuah pensil yang tergeletak di jalan. Laila mengambilnya dengan senang karena akan dapat menggambar lagi sepulang mencari plastik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat di rumah, Laila mulai mengeluarkan pensil yang ia temukan tadi di jalan. Laila mencoba menggambar bunga di kertasnya. Alangkah kagetnya ketika selesai menggambar, tiba-tiba menjadi bunga sesungguhnya dan tergeletak di atas kertas tempat ia menggambar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Laila merasa kaget dan tidak percaya. Ia mulai menggambar ayam untuk memastikan apakah yang ia lihat memang nyata. Sesaat setelah ia menggambar ayam, alangkah kagetnya tiba-tiba di hadapannya ada seekor ayam hidup yang berkokok sangat kencang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kini ia menyadari bahwa ia memiliki sebuah pensil ajaib. Dengan sigap ia segera menggambar berbagai keperluan yang dibutuhkan oleh keluarganya. Ia menggambar beras, makanan, lauk-pauk, uang, dan berbagai kebutuhan lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat orang tua Laila datang, alangkah kagetnya mereka melihat rumah dipenuhi banyak benda yang mereka butuhkan. Ibunya hampir menangis karena merasa sangat bahagia kebutuhan mereka dapat tercukupi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, Laila menggunakan pensil ajaibnya dengan bijak. Ia tidak sembarangan menciptakan benda dengan pensil ajaibnya. Ia tahu bahwa bersikap berlebihan nantinya akan menimbulkan petaka baik untuk dirinya maupun dengan keluarganya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber: buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP\/MTs Kelas VII, dilansir via kumparan.com<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>12. Contoh Cerita Fantasi Pendek tentang Avatar\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Avatar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Karya: Elis Khoerunnisa, S.Pd<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada empat pengendali elemen yang ada di bumi ini. Elemen tersebut adalah air, api, tanah, dan udara. Empat pengendali tersebut disebut dengan Avatar. Sayangnya, mereka sering bertengkar dan adu kekuatan untuk membuktikan siapa yang paling kuat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Avatar Air beradu dengan Avatar Udara, yang terjadi adalah hujan deras disertai angin ribut. Ketika Avatar Udara beradu dengan Avatar Api, yang terjadi adalah kebakaran hutan yang sangat mencekam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara mereka saling merasa paling kuat, dan kelakukan keempatnya membuat penduduk bumi resah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara empat Avatar tersebut, Avatar Tanah adalah yang paling bijak. Suatu hari ia mengumpulkan ketiga teman lainnya untuk mendiskusikan keresahan yang dirasakan oleh penduduk bumi. Ia meminta kepada setiap Avatar untuk melakukan tugasnya tanpa membuat kerusakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Avatar Tanah memberikan bagian setiap Avatar tempat untuk menyalurkan energinya. Avatar Air diminta mengisi setiap sumber mata air, Avatar Tanah untuk setiap lahan tandus, Avatar Api menyinari bumi dengan matahari, dan Avatar Udara untuk menggerakkan setiap kincir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penduduk Bumi menjadi senang dan tidak perlu lagi takut bencana sering datang sesering sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber: buku Super Complete SMP\/MTS 7,8,0, Elis Khoerunnisa S.Pd, dilansir via kumparan.com\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>13. Contoh Cerita Fantasi Dunia Cokelat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Dunia Cokelat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Karya: Siti Nurhayati<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Segerombolan anak sedang berjalan-jalan di tengah hutan. Anak-anak tersebut adalah Willy, Jo, Hans, dan Kimberly. Mereka berempat menemukan sebuah rumah besar yang terbuat dari coklat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat masuk, ia menemui pemilik rumah coklat tersebut. Pemilik rumah tersebut adalah seorang nenek renta yang terlihat baik hati. Saat masuk ke dalam rumah, mereka berempat dibuat takjub oleh berbagai hidangan coklat yang ada. Bahkan dari dinding rumah, engsel pintu, dan berbagai benda lainnya semuanya terbuat dari coklat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hans dan Jo yang sangat menyukai coklat amat senang menemukan rumah yang terbuat dari serba coklat ini. Nenek tersebut mempersilahkan keempatnya untuk memakan coklat apapun yang ia mau sepuasnya. Jo dan Hans dengan lahap memakan semua coklat yang dihidangkan dengan rakus. Sedangkan Kimberly tidak suka coklat dan Willy hanya memakan sedikit saja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nenek tersebut memaksa Kimberly dan Willy agar menyantap coklat lebih banyak lagi. Willy jadi menyadari ada yang tidak beres dengan ini, ia mulai meminta Jo dan Hans untuk berhenti menyantap coklat dan pulang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nenek itu menjadi marah. Kimberly yang menyadari bahwa ini sudah tidak benar, memaksa Hans dan Jo untuk segera keluar rumah. Jo dan Hans kekenyangan, ia hampir saja tidak sanggup untuk berlari. Untungnya, Kimberly dan Willy membantunya dengan senang hati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nenek itu menjerit dan memekik seram melihat keempat anak tersebut meninggalkan rumah coklatnya. Tetapi, nenek tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena tenaga Kimberly dan Willy sudah cukup membantu kedua teman lainnya untuk pergi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya dirumah, mereka menceritakan kejadian yang ia alami kepada Kakek Hans. Kakek Hans mengatakan bahwa sebenarnya itu adalah jebakan dari penyihir agar anak-anak tadi bisa menjadi santapan makan malamnya. Mereka berempat bergidik ngeri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber: buku Cerita Pendek dan Cerita Fantasi: Untuk Guru dan Siswa, dilansir dari kumparan.com<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>14. Contoh Cerita Fantasi tentang Cermin Ajaib\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Cermin Ajaib<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagi itu, Sinta sedang malas-malasnya untuk bangun dan bersiap ke sekolah karena semalam pekerjaan rumahnya baru ia selesaikan sekitar pukul 11 malam. Ia baru mampu membuka sebelah mata dan mengintip jam weker. Namun, seketika perhatiannya teralihkan oleh <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">handphone<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya yang berkedip. Ia mengambilnya, lalu menemukan bahwa ternyata Rama telah membalas pesan WhatsApp-nya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu pula Sinta tiba-tiba beranjak dari kamarnya dan lekas bersiap untuk berangkat ke sekolah. Hal tersebut sebetulnya tidak mengherankan karena, diam-diam, selama ini Rama adalah tambatan hati Sinta. Ia mengidolakan Rama karena Rama adalah anak yang ramah, sopan, dan berprestasi di sekolah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski masih duduk di bangku kelas 10 SMA, Sinta sudah mulai belajar berdandan. Meski begitu, dandanan yang ia kenakan tidak berlebihan dan lebih berlandaskan menjaga kesehatan wajah saja. Jadi, salah satu persiapannya ke sekolah adalah dengan mengaplikasikan lip gloss ke bibirnya. Namun, pagi itu, ia tidak dapat menemukan cermin kecil yang biasa ia gunakan untuk berdandan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia pun terus mencari hingga akhirnya berpapasan dengan ibunya yang sedang sibuk di dapur. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>&#8220;Ma\u2026, Mama liat cermin bedak Sinta ga?&#8221;<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tanya Sinta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Enggak, Sinta\u2026 Ini sudah terlalu siang lho, kenapa kamu belum berangkat juga, nanti telat,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> balas ibunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Iya ma, tapi kan Sinta belum pake lip gloss.&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Kata Sinta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Pakai cermin di lemari kamu aja Sin,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> ujar mamanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Enggak bisa Ma, ga keliatan, mesti deket,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> balas Sinta sambil mengeluh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ya udah pake cermin bedak mama aja, kamu ambil sendiri di kamar mama, di meja rias.&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">Ujar sang Mama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sinta lantas beranjak ke kamar ibunya dan segera menghampiri meja rias. Saat menghampirinya, Sinta melihat sederetan peralatan make up. Namun, ia tidak menemukan cermin bedak kepunyaan ibunya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia akhirnya mencoba mencarinya di laci meja itu. Ia menemukan cermin kecil yang agak kusam dan tampak terlihat sudah berumur. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Nah, ini aja deh, bisa,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> gumamnya dalam hati. Namun, ketika ia bercermin, bukan wajahnya yang tampak. Sinta sontak kaget dan membalikkan cermin itu ke atas meja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jantungnya berdebar kencang dan sedikit napasnya berpacu tak terkendali. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mungkin cuma salah liat,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> ia berusaha menenangkan pikirannya di dalam hati. Tak lama dengan sedikit keraguan, ia membalikkan cermin itu lagi.Kali ini, ia benar-benar memfokuskan pandangannya pada cermin. Namun, ternyata sekali lagi ia melihat sosok lain yang berada di cermin itu. Seorang pria dengan wajah muram dengan alis tebal dan berpenampilan sedikit sangar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, Sinta mengenali sosok itu. Ia adalah teman sekolahnya, pria yang justru kebalikan dari Rama. Ia kurang menyukai sosok pria itu karena pendiam dan selalu menyorotkan pandangan tidak ramah pada siapa pun. Ia adalah Rahwana. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sin, Sinta\u2026 Kamu kenapa sayang?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Terdengar suara ibunya mendekat. Wajar saja jika ibunya khawatir karena bunyi cermin yang tadi dihentakkan Sinta ke meja cukup keras.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibunya lantas melihat Sinta yang sedang bercermin dengan wajah ketakutan dan penasaran. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kok pake cermin itu Sin&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, tanya Ibunya. Sinta masih tidak bergerak dan belum menghiraukan pertanyaan ibunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Oh, kamu bisa lihat juga ya, kamu lihat siapa Sin?&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini Sinta membalasnya <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Lho, mama tahu? Sinta lihat Rahwana Ma, temen sekolah,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> balas Sinta makin keheranan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Oh, ternyata kamu udah kenal ya, ya baguslah,&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">balas ibunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Hah? Maksudnya gimana ma?,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab Sinta sambil menyipingkan matanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Cermin itu pusaka keluarga kita Sin, nenek kamu sih nyebutnya cermin jodoh,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> balas ibunya sambil tertawa kecil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Hah? Sejak kapan kita punya beginian Ma, lagian.. ga mungkin Rahwana ma, Sinta ga suka sama dia, malah agak kekih,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawabnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Namanya jodoh siapa yang tau Sin.&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Enggak ah, ga mau!&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tegas Sinta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ah lagian kamu masih SMA, mana tahu soal gituan, masih belum umur!&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">balas mamanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ih, tapi ga mungkin, Rahwana itu orangnya jutek banget, diajak ngobrol juga susah, mana kasar lagi, ga ada lembut-lembutnya ke cewek Ma,&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">balas Sinta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kamu kenal sama dia Sin? Maksudnya, bener-bener tahu isi hati sama sifatnya gimana?&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Boro-boro, kan kata Sinta juga diajak ngobrol aja susah,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab Sinta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ya sudah kalau begitu, jangan menilai seseorang dari sikapnya saja, belum tentu seseorang yang sikapnya dingin seperti itu memiliki hati yang buruk.&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Kata sang Mama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sinta lalu tertegun sejenak merenungkan perkataan ibunya tersebut. Namun, tak lama ia kembali sadar bahwa persoalan pokok kali ini bukanlah soal Rahwana apalagi jodohnya. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Lho, tapi kok Mama punya cermin gini sih? Ini beneran? Ga ada layarnya kan?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tanya Sinta sambil meraba-raba bagian belakang cermin itu. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Itu belum seberapa Sin, masih banyak pusaka lain yang kamu bakal lebih kaget lihatnya,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> balas ibunya sambil mengedipkan matanya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>15. Contoh Cerita Fantasi tentang Sihir Nina<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Sihir Nina<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alangkah beruntungnya Nina memiliki keluarga idaman yang sangat menyayanginya kali ini. Keluarga barunya benar-benar memperlakukannya bak anak kandung satu-satunya yang mereka miliki.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nina telah lama berpindah-pindah keluarga karena keluarga yang mengadopsinya selalu tiba-tiba melepaskannya. Panti asuhan bahkan sempat bertanya-tanya akan tersebut. Mereka bahkan sempat mempertanyakan apakah Nina adalah anak yang nakal? Karena keluarga yang mengadopsinya selalu beralasan tidak sanggup, atau bahkan ketakutan untuk mengasuh Nina.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sekarang sudah tak habis pikir karena ia telah berbahagia dengan keluarga barunya lebih dari dua tahun ini. Setelah merenungkan masa lalunya, Nina tak kuasa menahan bersin. Saat ia bersin, butiran percikan cahaya keemasan keluar dari embusan mulutnya. Nina kaget melihatnya dan makin terkejut melihat topi yang dikelilingi percikan cahaya itu kini melayang di hadapannya. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Lho, Nina sudah bisa menyihir sambil bangun ya sekarang,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> ucap ibu tirinya yang tiba-tiba berada di samping Nina.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Lho, Mama kok tiba-tiba muncul sih?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tanya Nina.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tebak\u2026,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawab ibunya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Apa? Nina bahkan tidak tahu apa yang mama omongin soal sihir-sihiran tadi,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> balasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kamu penyihir, Mama juga penyihir.&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ah mama ngomong apa sih,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tanya Nina.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Gak percaya? Nanti kita belajar bareng-bareng ya,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> balas Mama Nina sambil tiba-tiba menghilang meninggalkan serbuk keemasan yang Nina keluarkan saat bersin tadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nina makin tidak paham apa yang sebenarnya terjadi dengan topi itu. Ia menggaruk-garuk kepalanya sambil bergumam dalam hati <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;kenapa sih ini&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Besok mama jelasin ya Nin, sekarang mama sibuk menyelesaikan pesanan tetangga,&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> ujar mamanya. Nina kaget lagi, karena suara mama terdengar di dalam pikirannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Enggak kok, mama gak bisa baca pikiran kamu, mama cuma bisa ngomong, yang lain juga begitu.&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>16. Contoh Cerita Fantasi tentang Bola Persahabatan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Bola Persahabatan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lapangan ini adalah saksi bisu atas apa yang terjadi sepuluh tahun lalu. Tahun di mana aku masih duduk si bangku SMP dan tak kenal lelah untuk bermain bola di sini. Tentunya bersama teman-temanku, teman yang menemukan tempat tersendiri di dalam hatiku. Bagaimana pun aku akan melupakan masa naif itu, dimana kami dengan angkuhnya menantang para murid SSB yang terkadang bermain di sini. Tak usah diceritakan lagi bagaimana hasilnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melawan anak-anak komplek yang disebut-sebut lebih manja dari anak kampung saja kami tetap kalah. Tapi itu bukan inti dari permainan ini. Permainan yang tak sengaja membawa kami pada peristiwa langka itu. Peristiwa yang pada saat kami kecil saja kami tidak memercayainya. Anak-anak se-halu kami saja tak sanggup mencernanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadiannya bermula di saat kami memutuskan untuk mencari lapangan baru. Tidak ada alasan khusus, kami hanya ingin mencari suasana baru. Selain itu, salah satu teman kami berkata bahwa ia menemukan tempat bagus untuk bermain bola. Tapi, lapangan itu berada di seberang hutan belantara yang jarang dilewati warga. Tepatnya, lapang tersebut merupakan lembah di antara dua gunung yang mengapit desa kami.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berjalan selama beberapa jam, akhirnya kami tiba di sana. Lapangan ini memang tampak menjanjikan. Belum lagi pandangan yang asri mengelilingi sekitar pula. Rumputnya mungkin agak sedikit terlalu lebat, tapi tak jadi halangan bagi bola plastik yang kami bawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun di sana kami malah asyik bereksplorasi karena kawasan tersebut masih asing bagi kami. Kemudian, bola yang kami bawa tiba-tiba menggelinding dengan cepat. Aku pun mengejarnya, tapi bola itu meluncur dengan kencang, sulit untuk menyamainya. Setelah beberapa saat berlari, aku baru tersadar akan satu hal yang janggal. Area ini datar, tidak mungkin bola itu dapat menggelinding sendiri. Akhirnya aku berhenti berlari dan seketika, bola itu pun berhenti bergerak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keringat dingin menetes di dahiku. Aku lantas menengok ke belakang dan tidak ada siapa-siapa di sana. Entah kemana kawan-kawanku berada. Kali ini, hawa di sekitarku terasa berbeda. Angin sepoi-sepoi yang berembus tenang berubah menjadi angin kering yang menusuk dadaku. Aku kembali melihat bola itu dan tampak Dani, sedang berusaha mengambil bola itu. Disusul oleh tepukan tangan di bahu sebelah kananku yang membuatku terkejut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Den, tadi ga ada yg nendang bola kan?&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">Tanya temanku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Nggak&#8221;<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> balasku singkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ketiup angin kali ya?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Katanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Iya&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>,<\/em> balasku singkat lagi sambil menahan kengerian yang ku alami.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia pun lantas setengah menarikku bersama dengan kawanku yang lain. Sementara itu, Dani juga sudah berhasil mengambil bola dan bergabung bersama kami. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMau ke mana dan?\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tanyaku. Kali ini Dani diam, dia hanya terus menarik tanganku sambil memboyongku ke arah timur, arah kebalikan dari arah bola itu meluncur. Kami semua tak berhenti berlari kecil hingga tiba di batas tepian hutan yang telah kami lewati sebelumnya. Entah mengapa, bahkan suasana hutan belantara yang gelap ini terasa lebih nyaman jika dibandingkan dengan lapang itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berjalan setengah perjalanan menuju pulang, akhirnya Dani bergeming. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBagus ya den tadi tempatnya\u201d.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dIya sih, tapi\u2026\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi mistis? Hehe, ngga apa-apa kok den, ga usah takut\u201d\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi kan kamu tadi liat sendiri, itu bola meluncur sendiri\u201d.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas Dani sambil tersenyum berkata \u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selama kita bareng ga bakal ada kejadian apa-apa den, santai aja\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa pikir panjang aku lalu membalas perkataan itu dengan tawa kecil sambil bergumam <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMau jadi anime lu dan\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Sontak semua kawanan kami pun tertawa mendengarnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>17. Contoh Cerita Fantasi tentang Nia in Wonderland\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Nia in Wonderland<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku baru saja tersadar dan aku terkejut aku ada di mana sekarang? Padahal beberapa saat yang lalu aku sedang tidur di kamarku sambil membaca buku. Tapi sekarang aku berada di tengah hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku berjalan tanpa arah, mengikuti jalan setapak yang ada di depanku, entah ada di mana aku sekarang, tapi yang jelas aku takut. Aku melihat seseorang sedang membelah kayu dengan kapaknya di di depan mataku, seorang anak yang mengayunkan kapaknya ke arah kayu hingga menimbulkan bunyi nyaring, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;TAK!!!&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Dia melakukannya berulang-ulang, aku menyipitkan mataku, untuk melihat jelas wajah anak itu dan sepertinya aku mengenalnya. Dia adalah temanku Jerry, aku memanggilnya dengan suara lantang dan dia menoleh. Aku segera menghampirinya, perasaanku sangat senang karena setidaknya ada orang yang aku kenal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiapa kau?\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>,<\/em> ucap Jerry kaget.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni aku Nia, teman satu kelasmu,\u201d <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">kataku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaaf aku tidak mengenalmu,\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> jawabnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku terkejut saat mendengar jawabannya, entah apa dia mungkin terkena amnesia. Aku akan menanyakannya sekali lagi, tetapi saat aku ingin bertanya aku mendengar suara teriakan, di ujung sana aku melihat kobaran api yang menyala-nyala menimbulkan asap pekat yang melambung di udara. Aku tersentak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAyo ikut aku,\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> tiba-tiba Jerry tersentak, dia menarik pergelangan tanganku dan mengajaku berlari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita mau ke mana?&#8221;<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Tanyaku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita akan ke desa tempat tinggalku,\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> sahutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku hanya terdiam mendengar jawabannya, dan kakiku terus berlari di atas rumput hijau, dan kami sampai di desa itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku terkejut saat melihat keadaan desa telah hancur, porak-poranda, kepingan bangunan di mana-mana, kobaran api yang menari-nari, mayat-mayat yang bertebaran seperti daun-daun di musim gugur, dan yang melakukan itu semua adalah raksasa besar yang ada di hadapan kami. Raksasa hijau itu sangat menakutkan dia menatap Jerry dan aku dengan mata merah seram.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jerry menyuruhku bersembunyi dan aku menuruti apa maunya. Jerry berlari dengan gagah berani dia berlari ke arah makhluk besar hijau itu, dan baju Jerry berubah menjadi baju seorang kesatria. Jerry terbang dia mengarahkan kapaknya yang bercahaya ke arah monster itu, namun dia berhasil menangkisnya, dan dia menembakan laser dari matanya. Laser itu mengenai Jerry hingga dia terluka dan terjatuh ke tanah, dan monster itu ingin menginjak Jerry dengan kaki besarnya. Aku memejamkan mata karena tidak ingin melihat pemandangan ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba ada suara muncul di kepalaku suara yang menyuruhku untuk menyelamatkan Jerry. Aku kembali membuka mataku dan melihat tubuhku mengeluarkan cahaya sesaat setelah cahaya itu hilang. Baju piyama yang tadi aku kenakan berubah menjadi baju dress biru yang indah, tapi yang membuat aku terkejut kini aku memiliki sayap di punggungku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku masih takut dengan monster itu tapi aku harus menyelamatkan Jerry, aku terbang dengan sayapku. Tiba-tiba muncul sebuah busur panah di tanganku, aku belum pernah memanah sebelumnya tapi apa salahnya aku mencoba. Aku membidik tepat di matanya dan melesatkan anak panah yang bercahaya itu. Dan monster itu pun lenyap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aku berhasil mengalahkannya, aku kembali ke wujud semulaku. Saat aku menghampiri Jerry tiba-tiba tubuhnya menghilang, semuanya menghilang dan turun hujan. Aku pun tersadar bahwa semua hanyalah mimpi, aku terbangun dan merasakan celanaku yang basah bukan karena hujan tapi karena aku mengompol. Mungkin inilah akibatnya jika tidak berdoa sebelum tidur.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>18. Contoh Cerita Fantasi tentang Elisa dan Tiga Butir Jagung Emas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Elisa dan Tiga Butir Jagung Emas<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah gubuk tua, tinggallah seorang gadis bernama Elisa bersama ibu dan adiknya. Ayahnya telah meninggal sehingga tulang punggung keluarga hanyalah ibunya. Elisa harus putus sekolah karena ibunya sudah tidak sanggup membiayai sekolah Elisa. Untuk membantu ibunya, Elisa bekerja pada tetangganya yang memiliki rumah besar. Pada suatu pagi ketika hendak bekerja Elisa melihat kakek tua.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kakek tua itu tampaknya sangat lelah dan tersungkur di jalan. Kakek itu lalu meminta tolong dan Elisa segera membantu kakek tersebut. Elisa kemudian mengobati luka kakek sembari berbincang. Kakek menanyakan tentang hidup Elisa dan Elisa menceritakan semuanya. Setelah cukup beristirahat Elisa menawarkan untuk mengantar si kakek akan tetapi kakek tua menolak dan memberikan sepotong kain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam sepotong kain yang diberikan kakek tua, terdapat 3 butir jagung berwarna emas. Kakek tua berpesan bahwa jagung ini adalah jagung ajaib. Jika ditanam dengan ikhlas dan sabar maka akan membuahkan hasil yang memuaskan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Elisa berterimakasih dan melanjutkan perjalanan untuk bekerja. Setelah pulang, Elisa menceritakan kejadian dan jagung emas kepada sang ibu. Sang ibu lalu meminta Elisa untuk menanam jagung tersebut di belakang rumah. Setiap pagi Elisa menyiram jagung dan siangnya ibunya membantu merawat jagung tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah jagung tersebut tumbuh, betapa terkejutnya Elisa ketika hendak memasak jagung tapi seluruh biji jagung terbuat dari emas. Elisa kemudian menceritakan kepada sang ibu. Keduanya berencana menjual jagung emas itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jagung emas tersebut selalu berbuah satu buah dalam seminggu sehingga keluarga Elisa kini hidup sejahtera. Setelah merasa serba cukup, hasil panen jagung lainnya kemudian dia bagikan biji jagung emas tersebut kepada tetangga dan orang miskin agar bisa menikmati hasil jagung tersebut. Meski sudah merasa cukup, Elisa masih selalu berbaik hati dan senang membantu sesama.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>19. Contoh\u00a0 Cerita Fantasi Kisah Seorang Nelayan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Kisah Seorang Nelayan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada seorang nelayan miskin yang kesepian. Ia sedang termenung di pinggir danau sembari memancing ikan. Telah lama ia menunggu, tiba-tiba kailnya ada yang menarik tanda ada ikan yang terperangkap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nelayan tersebut sangat senang karena hasil pancingannya kali ini mendapatkan ikan mas besar yang cantik. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah, aku bakal makan ikan goreng yang sedap hari ini!\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> gumamnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesaat setelah nelayan tersebut memindahkan ikan kepada kantong air untuk dibawa ke rumah, ia mendengarkan sebuah tangisan. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHuhuhu tolong lepaskan aku\u201d<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Nelayan tersebut kebingungan dari mana asalnya suara tersebut?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku dari dalam sini, aku ikan ajaib\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> Kata ikan tersebut. Nelayan tadi kaget bukan kepalang mendapati ikannya bisa bicara. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLepaskan aku, aku akan menuruti semua permintaanmu\u201d <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">kata ikan tersebut. Karena nelayan itu tidak tega, ia melepaskan ikan tersebut tanpa meminta imbalan apapun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ikan tersebut telah dilepaskan, ia tiba-tiba menjelma menjadi gadis yang sangat cantik. Kemudian, nelayan dan gadis ikan tersebut menikah dan bahagia selamanya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>20. Contoh Cerita Fantasi Ramalan Bintang\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Ramalan Bintang\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hazel sedang memainkan piano miliknya sambil sesekali meneguk jus blueberry dan memakan fettucini carbonara yang ia beli tadi pagi. Sekarang sudah menjelang sore, Hazel belum beranjak dari piano. Padahal, mamanya sudah memanggilnya dari tadi tapi Hazel diam tak menghiraukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini, ke 1000 kalinya mama meneriaki Hazel.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHazel, ayo ikut mama ke tempat MbokoZevo. Mau melihat bola kristalnya yang baru\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa sudah, Hazel ikut\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hazel dan mamanya sudah sampai di rumah MbokoZevo.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTumbenan kau dan kau ke sini?\u201d <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">secara antusias MbokoZevo menyambut dengan ramah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami ingin melihat ramalan bintang dari bola kristal berwarna biru laut untuk memastikan besok bukan hari sial bagi putriku karena besok ia akan mengadakan acara sesembahan dan tolong carikan tanggal ulang tahunnya. Tanggal 12 Enorologi\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaik ku ambilkan sebuah bola kristal itu agar besok kau dan anakmu tidak terkena sial oleh Frozcie\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIkuti ucapanku Hazel. BombazoBazaokaPetorinjusBlak!\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hazel mengikuti petunjuk MbokoZevo.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaik sudah. Bayaranya hanya 90 porip.\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaik mboko, ini uangnya\u201d<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> mama menyerahkan uang itu kepada MbokoZevo.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Esoknya,<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hazel dipakaikan kostum yang telah dibelikan mamanya di pasar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAyolah nak, percaya. MbokoZevo pasti benar\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hazel mengangguk mengerti. Sebenarnya ia berpikir, manusia biasa mana mungkin bisa mengubah nasib seseorang dan yang bisa hanyalah tuhan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hazel telah sampai di acara sesembahan kepada Nattel. Nattel tersenyum senang melihat Hazel datang di tempatnya. Namun ketika Hazel diajak Zesco pergi menaiki kapal menuju pulau Batho, kapal mereka terkena arus badai. MbokoZevo tersenyum puas melihat kesenangan abadinya karena ia bisa berkuasa dengan Ramalan Bintang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>&#8212;<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah contoh cerita fantasi dalam berbagai tema yang seru dan menarik, semoga membantumu memahami materi ini, ya! Jika kamu tertarik untuk belajar materi bahasa Indonesia lainnya, yuk belajar bareng Master Teacher dari Brain Academy. Bisa belajar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">offline <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\">Brain Academy terdekat dari rumahmu<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Brilio.net. 2022. \u201811 Teks Cerita Fantasi beserta Ciri-ciri dan Strukturnya\u2019 [daring]. Tautan:\u00a0 brilio.net\/wow\/11-contoh-teks-cerita-fantasi-beserta-ciri-ciri-dan-strukturnya-220104a.html<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Haibunda.com. 2023. \u201815 Contoh Cerita Fantasi Menarik Penuh Makna, Dongeng Sebelum Tidur\u2019 [daring]. Tautan: haibunda.com\/parenting\/20231128003200-61-322632\/15-contoh-cerita-fantasi-pendek-dan-panjang-menarik-penuh-makna-dongeng-sebelum-tidur<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sonora. 2022. \u20188 Contoh Cerita Fantasi Pendek beserta Strukturnya, Lengkap!\u2019 [daring]. Tautan:\u00a0 sonora.id\/read\/423461740\/8-contoh-cerita-fantasi-pendek-beserta-strukturnya-lengkap<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harsiati, Titik dkk. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.<\/span><i> <\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses: 09 Juli 2024)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ingin menulis teks cerita fantasi? Yuk, simak contoh cerita fantasi berbagai tema berikut ini untuk menambah referensi dan inspirasi! &#8212; Pernahkah kamu baca cerita, novel, atau menonton film yang penuh dengan makhluk ajaib, sihir, dan misteri? Seperti cerita Timun Mas yang melegenda, misalnya. Setelah sebelumnya kita belajar tentang pengertian, unsur, dan struktur teks cerita fantasi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3899,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1752739474:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2024-08-01","2024-07-31"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Mau baca cerita imaginatif yang super seru? Yuk, simak contoh cerita fantasi berbagai tema berikut ini untuk menambah referensi dan inspirasi!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c7c3fd3e-798f-4a94-81f4-80e0b1244f06.png"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-3899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>20 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Super Seru, Wajib Baca! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"20 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Super Seru, Wajib Baca! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ingin menulis teks cerita fantasi? Yuk, simak contoh cerita fantasi berbagai tema berikut ini untuk menambah referensi dan inspirasi! &#8212; Pernahkah kamu baca cerita, novel, atau menonton film yang penuh dengan makhluk ajaib, sihir, dan misteri? Seperti cerita Timun Mas yang melegenda, misalnya. Setelah sebelumnya kita belajar tentang pengertian, unsur, dan struktur teks cerita fantasi, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-17T08:00:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-17T08:06:40+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"34 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi\",\"name\":\"20 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Super Seru, Wajib Baca! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c7c3fd3e-798f-4a94-81f4-80e0b1244f06.png\",\"datePublished\":\"2025-07-17T08:00:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-17T08:06:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c7c3fd3e-798f-4a94-81f4-80e0b1244f06.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c7c3fd3e-798f-4a94-81f4-80e0b1244f06.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"20 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Super Seru, Wajib Baca!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"20 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Super Seru, Wajib Baca! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"20 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Super Seru, Wajib Baca! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Ingin menulis teks cerita fantasi? Yuk, simak contoh cerita fantasi berbagai tema berikut ini untuk menambah referensi dan inspirasi! &#8212; Pernahkah kamu baca cerita, novel, atau menonton film yang penuh dengan makhluk ajaib, sihir, dan misteri? Seperti cerita Timun Mas yang melegenda, misalnya. Setelah sebelumnya kita belajar tentang pengertian, unsur, dan struktur teks cerita fantasi, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-07-17T08:00:20+00:00","article_modified_time":"2025-07-17T08:06:40+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"34 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi","name":"20 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Super Seru, Wajib Baca! - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c7c3fd3e-798f-4a94-81f4-80e0b1244f06.png","datePublished":"2025-07-17T08:00:20+00:00","dateModified":"2025-07-17T08:06:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c7c3fd3e-798f-4a94-81f4-80e0b1244f06.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c7c3fd3e-798f-4a94-81f4-80e0b1244f06.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fantasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"20 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Super Seru, Wajib Baca!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3899"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4503,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3899\/revisions\/4503"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}