{"id":379,"date":"2026-04-08T11:00:53","date_gmt":"2026-04-08T04:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=379"},"modified":"2026-04-08T11:23:11","modified_gmt":"2026-04-08T04:23:11","slug":"penelitian-kuantitatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif","title":{"rendered":"Metode Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis &#038; Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Pojok%20Kampus%20-%20Penelitian%20Kuantitatif.jpg\" alt=\"BA Pojok Kampus - Penelitian Kuantitatif\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Metode penelitian kuantitatif dianggap lebih mudah dan perlu waktu yang relatif singkat untuk meneliti sebuah masalah. Apa benar demikian?<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu lagi meneliti sesuatu atau membuat skripsi, pasti butuh yang namanya metode penelitian. <strong>Metode penelitian adalah<\/strong> <strong>cara ilmiah untuk mendapatkan data atau informasi dengan tujuan <\/strong> <span style=\"font-weight: bold;\">memecahkan masalah serta memperoleh kesimpulan<\/span>. Nah,\u00a0<em>ngambil<\/em> datanya itu nggak boleh sembarangan, alias harus pakai metode.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di artikel ini, kita bakal belajar tentang penelitian kuantitatif beserta metode yang digunakan di dalamnya. Kira-kira apa ya alasan peneliti untuk memakai jenis penelitian kuantitatif?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yuk, kita bahas bersama!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Kuantitatif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut KBBI, <span style=\"font-weight: bold;\">Kuantitatif artinya berdasarkan jumlah atau banyaknya<\/span>. Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang mengambil data dalam jumlah yang banyak. Bisa puluhan, ratusan, atau mungkin ribuan. Hal ini dikarenakan populasi responden penelitian kuantitatif sangat luas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kapan Menggunakan Metode Kuantitatif?<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian kuantitatif cocok digunakan untuk meneliti masalah yang sudah jelas, memiliki populasi luas, dan bermaksud untuk menguji hipotesis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Judul penelitian kamu adalah &#8220;<em>Pengaruh Aplikasi Tiktok terhadap Minat Belanja Masyarakat Jakarta<\/em>&#8220;.\u00a0 Di sini, kamu akan mengumpulkan data dari jutaan pengguna Tiktok yang disebut sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">populasi<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">. Nantinya, populasi tadi<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">\u00a0dipilih secara acak menjadi sebuah <span style=\"font-weight: bold;\">sampel penelitian<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>&#8220;Terus, kalau hipotesis itu apa?&#8221;<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Hipotesis adalah kesimpulan sementara yang masih harus diuji kebenarannya<\/span>. Dalam metode kuantitatif, terdapat dua jenis hipotesis, yaitu Ha dan Ho.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Ha:<\/span> Aplikasi Tiktok <span style=\"font-weight: bold;\">berpengaruh<\/span> terhadap minat belanja masyarakat Jakarta.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Ho:<\/span> Aplikasi Tiktok <span style=\"font-weight: bold;\">tidak berpengaruh<\/span> terhadap minat belanja masyarakat Jakarta.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Dari judul penelitian di atas, terlihat bahwa masalah penelitian ini cukup jelas, yaitu tentang adanya pengaruh aplikasi Tiktok terhadap minat belanja. Akan tetapi, karena datanya belum diuji, kamu perlu menggunakan metode kuantitatif untuk membuktikan hipotesis tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Gimana? Sampai sini paham kan?<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/alasan-menggunakan-metode-penelitian-kuantitatif.jpg\" alt=\"alasan-menggunakan-metode-penelitian-kuantitatif\" \/><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/apa-itu-skripsi\" rel=\"noopener\">Tahapan Menyusun Skripsi untuk Mahasiswa Akhir, Pasti Bisa!<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Tujuan Penelitian Kuantitatif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><strong>Penelitian yang menggunakan metode kuantitatif bertujuan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan teori-teori yang sudah ada.<\/strong> Jadi, penelitiannya cenderung objektif dan tidak mendalam. <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kalau kualitatif, penelitiannya bertujuan untuk menemukan hipotesis hingga teori baru. Itu sebabnya, kualitatif memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikannya.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Penelitian Kuantitatif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian kuantitatif banyak digunakan dalam ilmu alam maupun ilmu sosial. Beberapa contoh judul penelitiannya bisa kamu lihat sebagai berikut:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Hubungan antara Stres dengan Perilaku Merokok Mahasiswa Universitas ABC<\/li>\n<li>Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Berobat Penderita Diabetes pada Masyarakat Desa XYZ<\/li>\n<li>Hubungan Kinerja Customer Service dengan Tingkat Kepuasan Nasabah Bank Alta<\/li>\n<li>Hubungan Lingkungan Kerja dengan Produktivitas Karyawan Perusahaan PT Ruang Raya<\/li>\n<li>Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 Warga Kelurahan Tebet Utara<\/li>\n<li>Pengaruh Media Sosial Instagram terhadap Kesehatan Mental Pelajar SMA Ruang Raya<\/li>\n<li>Pengaruh Kepemimpinan Walikota terhadap Efektivitas Kinerja Pemda Kota ABC<\/li>\n<li>Pengaruh Fasilitas Bimbel Brain Academy Cabang Bekasi terhadap Minat Belajar Siswa<\/li>\n<li>Pengaruh Peternakan Ayam terhadap Peningkatan Pendapatan Warga Kecamatan ABC<\/li>\n<li>Pengaruh Pemasaran Online via Live Streaming Tiktok terhadap Peningkatan Omzet Penjualan Toko ABC<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Ciri-Ciri Penelitian Kuantitatif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metode penelitian kuantitatif mempunyai karakteristik atau ciri sebagai berikut:<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Memiliki dua atau lebih variabel yang diukur pengaruhnya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada penelitian di atas, variabelnya adalah Aplikasi Tiktok dan Minat Belanja Masyarakat Jakarta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Masalah penelitiannya menanyakan tentang ada atau tidaknya pengaruh antar variabel<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bisa kita lihat bahwa penelitian tadi bertujuan untuk melihat pengaruh Aplikasi Tiktok terhadap Minat Belanja Masyarakat Jakarta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Menggunakan sampel dan prinsip keterwakilan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, metode kuantitatif tidak mengambil data dari seluruh populasi, melainkan dari sampel dengan menggunakan rumus tertentu. Sampel adalah\u00a0<span style=\"font-weight: normal;\">wakil atau sebagian dari populasi yang memiliki sifat dan karakteristik yang sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/karakteristik-metode-penelitian-kuantitatif.jpg\" alt=\"karakteristik-metode-penelitian-kuantitatif\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Bersifat objektif<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Penelitian kuantitatif bersifat objektif. Data yang disajikan bersifat sebenarnya, tidak ditambahkan atau dikurangi dengan opini pribadi peneliti.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Relatif singkat<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Penelitian kuantitatif sering dipilih karena tidak memerlukan waktu yang lama untuk menarik dan menyajikan data.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian Kuantitatif<\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Survei<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umumnya, penelitian kuantitatif menggunakan metode <span style=\"font-weight: bold;\">survei\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">untuk mengambil data dari populasi yang besar. Survei dilakukan dengan membagikan daftar pertanyaan dalam bentuk <span style=\"font-weight: bold;\">kuesioner<\/span><span style=\"font-weight: normal;\"> kepada para responden.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Eksperimen dan Analisis Isi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Selain survei, terdapat pula jenis metode eksperimen dan analisis isi<\/span>. Eksperimen adalah penelitian untuk mencari pengaruh antar variabel dalam kondisi yang terkontrol. Sedangkan analisis isi bertujuan untuk melihat isi pesan dalam kategori tertentu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/metode-pengumpulan-data-kuantitatif.jpg\" alt=\"metode-pengumpulan-data-kuantitatif\" \/><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Kuesioner<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Kuesioner merupakan<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">\u00a0salah satu <\/span><span style=\"font-weight: normal;\">teknik pengumpulan data atau yang disebut sebagai <span style=\"font-weight: bold;\">instrumen penelitian kuantitatif<\/span>.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">Teknik pengumpulan data pada penelitian kuantitatif juga bisa dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, atau studi kepustakaan. Semuanya tergantung dari kebutuhan masing-masing peneliti.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Zaman sekarang, <span style=\"font-weight: bold;\">kuesioner dapat dibuat dengan Google Form dan<\/span>\u00a0<span style=\"font-weight: bold;\">disebarkan melalui internet<\/span>,\u00a0 sehingga peneliti tidak perlu mendatangi responden satu persatu. Lebih praktis, kan?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Populasi dan Sampel Penelitian Kuantitatif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masih banyak yang bingung mengenai perbedaan populasi dan sampel. <span style=\"font-weight: bold;\">Populasi adalah jumlah keseluruhan responden<\/span>. Sedangkan <span style=\"font-weight: bold;\">sampel merupakan sebagian dari populasi yang diambil datanya<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaannya, berapa sih jumlah sampel yang diperlukan untuk penelitian kuantitatif? Hal ini bisa dihitung dengan Rumus Slovin atau Yamane.<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Rumus Slovin<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rumus Slovin digunakan apabila populasi yang kamu teliti berjumlah kurang dari 1000 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 105px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus-slovin.png\" alt=\"rumus-slovin\" width=\"105\" height=\"54\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">n= sampel<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">N= populasi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">e= tingkat kesalahan, untuk penelitian kuantitatif menggunakan tingkat 10%<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Nanda ingin meneliti Pengaruh Fasilitas Bimbel Brain Academy Cabang Bekasi dengan Minat Belajar Siswa. Jumlah seluruh siswa bimbel Brain Academy Cabang Bekasi adalah 550 orang. Berapa sampel yang diperlukan untuk penelitian?<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Jawab:<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 243px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jawaban-rumus-slovin-1.png\" alt=\"jawaban-rumus-slovin-1\" width=\"243\" height=\"176\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, sampel yang diperlukan untuk penelitian di atas berjumlah <span style=\"font-weight: bold;\">85 responden<\/span>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/sampel-penelitian-kuantitatif.jpg\" alt=\"sampel-penelitian-kuantitatif\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Rumus Yamane<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rumus Yamane digunakan apabila populasi yang kamu teliti berjumlah lebih dari 1000 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 112px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus%20yamane.png\" alt=\"rumus yamane\" width=\"112\" height=\"40\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">n= sampel<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">N= populasi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">d= tingkat kesalahan, untuk penelitian kuantitatif menggunakan tingkat 10%<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Nanda ingin meneliti Pengaruh Aplikasi Tiktok terhadap Minat Belanja Masyarakat Jakarta. Jumlah seluruh pengguna Tiktok di Jakarta adalah 3285 orang. Berapa sampel yang diperlukan untuk penelitian?<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Jawab:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 254px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/jawaban-rumus-yamane.png\" alt=\"jawaban-rumus-yamane\" width=\"254\" height=\"177\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, sampel yang diperlukan untuk penelitian di atas berjumlah <span style=\"font-weight: bold;\">767 responden.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a href=\"\/blog\/menyusun-daftar-pustaka\" rel=\"noopener\">Contoh Daftar Pustaka APA Style untuk Berbagai Sumber<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kelebihan dan Kekurangan Desain Penelitian Kuantitatif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri, tak terkecuali penelitian kuantitatif. Berikut hal-hal yang harus kamu ketahui sebelum memilih metode penelitian ini!<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Kelebihan Metode Kuantitatif<\/span><\/h3>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">1. Hemat waktu, biaya, dan tenaga<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peneliti bisa memperoleh informasi dari banyak responden sekaligus dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan via internet. Peneliti tidak perlu mewawancarai atau mendatangi tempat tinggal responden.<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">2. Hasil akurat<\/h4>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Informasi atau data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan aplikasi statistik SPSS, sehingga hasilnya lebih valid dan reliabel, tanpa melibatkan opini pribadi peneliti.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">Kekurangan Metode Kuantitatif<\/span><\/h3>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">1. Memerlukan populasi besar<\/h4>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Supaya hasil penelitian akurat, peneliti membutuhkan ukuran sampel minimal 30 responden. Populasi yang terlalu sedikit akan membuat hasil penelitian menjadi bias dan kurang objektif.<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">2. Jawaban responden tidak mendalam dan detail<\/h4>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Peneliti sudah menyiapkan opsi jawaban yang bisa dipilih responden pada kuesioner, sehingga informasi yang diperoleh cenderung singkat dan tidak mendalam.<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Itu dia penjelasan lengkap tentang metode, ciri, kelebihan, kekurangan, dan alasan menggunakan penelitian kuantitatif. Semoga bermanfaat untuk kamu yang sedang menyusun karya ilmiah maupun skripsi di perguruan tinggi. Semangat!<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/npf\/packages?tag=brainacademy-offline\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">FIKOM UPI YAI. 2020.\u00a0<em>Pedoman Skripsi dan Tugas Akhir<\/em>. Jakarta: Universitas Persada Indonesia YAI.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Desain Penelitian Kuantitatif [Daring]. Tautan: <\/span><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">http:\/\/repository.unpas.ac.id\/29775\/6\/BAB%20III.pdf\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RND [Daring]. Tautan:<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">https:\/\/fia.ub.ac.id\/katalog\/index.php?p=show_detail&amp;id=643#:~:text=Metode%20kuantitatif%20cocok%20digunakan%20untuk,dan%20peneliti%20bermaksud%20menguji%20hipotesis.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">(Diakses 9-10 November 2022)<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":4,"featured_media":379,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Pojok%20Kampus%20-%20Penelitian%20Kuantitatif.jpg"],"_edit_lock":["1775622062:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-11-11","2023-11-09","2024-05-22","2025-04-15"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Metode penelitian kuantitatif dipakai untuk meneliti masalah yang sudah terukur dan mempunyai populasi luas. Apa saja ciri, tujuan, cara kerja, dan contohnya?"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["metode penelitian kuantitatif"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Metode penelitian kuantitatif dipakai untuk meneliti masalah yang sudah terukur dan mempunyai populasi luas. Apa saja ciri, tujuan, cara kerja, dan contohnya?"],"_yoast_wpseo_linkdex":["88"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[16,7,19],"class_list":["post-379","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-materi-belajar","tag-pojok-kampus","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Metode Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis &amp; Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Metode penelitian kuantitatif dipakai untuk meneliti masalah yang sudah terukur dan mempunyai populasi luas. Apa saja ciri, tujuan, cara kerja, dan contohnya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Metode Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis &amp; Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Metode penelitian kuantitatif dipakai untuk meneliti masalah yang sudah terukur dan mempunyai populasi luas. Apa saja ciri, tujuan, cara kerja, dan contohnya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-08T04:00:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-08T04:23:11+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif\",\"name\":\"Metode Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Pojok%20Kampus%20-%20Penelitian%20Kuantitatif.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-08T04:00:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-08T04:23:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"description\":\"Metode penelitian kuantitatif dipakai untuk meneliti masalah yang sudah terukur dan mempunyai populasi luas. Apa saja ciri, tujuan, cara kerja, dan contohnya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Pojok%20Kampus%20-%20Penelitian%20Kuantitatif.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Pojok%20Kampus%20-%20Penelitian%20Kuantitatif.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metode Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis &#038; Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Metode Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Metode penelitian kuantitatif dipakai untuk meneliti masalah yang sudah terukur dan mempunyai populasi luas. Apa saja ciri, tujuan, cara kerja, dan contohnya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Metode Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Metode penelitian kuantitatif dipakai untuk meneliti masalah yang sudah terukur dan mempunyai populasi luas. Apa saja ciri, tujuan, cara kerja, dan contohnya?","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-04-08T04:00:53+00:00","article_modified_time":"2026-04-08T04:23:11+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif","name":"Metode Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Pojok%20Kampus%20-%20Penelitian%20Kuantitatif.jpg","datePublished":"2026-04-08T04:00:53+00:00","dateModified":"2026-04-08T04:23:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"description":"Metode penelitian kuantitatif dipakai untuk meneliti masalah yang sudah terukur dan mempunyai populasi luas. Apa saja ciri, tujuan, cara kerja, dan contohnya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Pojok%20Kampus%20-%20Penelitian%20Kuantitatif.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/BA%20Pojok%20Kampus%20-%20Penelitian%20Kuantitatif.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/penelitian-kuantitatif#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Metode Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis &#038; Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=379"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5015,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379\/revisions\/5015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}