{"id":3648,"date":"2025-06-18T09:00:21","date_gmt":"2025-06-18T02:00:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=3648"},"modified":"2025-06-18T11:09:20","modified_gmt":"2025-06-18T04:09:20","slug":"ide-pokok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok","title":{"rendered":"Ide Pokok: Pengertian, Cara Menentukan, Ciri &#038; Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/67e38a9f-1d07-4051-8585-0731c819c7e1.png\" alt=\"Ide pokok\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam soal Bahasa Indonesia, kita seringkali diminta menentukan ide pokok dari bacaan. Bagaimana cara menemukan ide pokok sebuah paragraf? Yuk, kita bahas!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Udah capek-capek baca tulisan, tetapi masih belum paham? Wah, bisa jadi kamu belum ketemu ide pokoknya tuh!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan mengenai ide pokok hampir selalu ada di soal Bahasa Indonesia sejak kita duduk di bangku SD sampai <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/tag\/utbk-snbt\">UTBK SNBT<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Ide pokok memang sepenting itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guys<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena kalau kita nggak tahu ide pokok dari sebuah bacaan, kita jadi bingung inti informasi yang hendak disampaikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, gimana cara menentukan ide pokok? Yuk, simak di artikel ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Ide Pokok<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu ide pokok? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide pokok artinya rancangan, gagasan, atau cita-cita yang tersusun dalam pikiran. Nah, kalau kita pahami dari sudut pandang soal Bahasa Indonesia, <\/span><strong>ide pokok adalah sebuah topik atau pesan yang dibahas dalam sebuah paragraf.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, ide pokok juga punya nama lain loh!<\/span> <strong>Ide pokok dapat disebut sebagai kalimat utama, gagasan pokok, gagasan utama, gagasan pikiran, dan pokok pikiran<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Jadi, kalau kamu ketemu soal yang menanyakan hal ini, jangan bingung ya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Ide Pokok<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya lebih mudah, ide pokok sebuah paragraf bisa kita jumpai dengan melihat ciri-ciri berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok diikuti oleh kalimat penjelas atau kalimat pendukung untuk menjelaskan lebih lanjut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok biasanya menjadi sebagai pusat atau inti pembahasan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok memuat informasi yang lebih umum.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok dapat berdiri sendiri meskipun kalimat pendukungnya diganti atau dihilangkan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/cara-memahami-kalimat-efektif\">Gimana Sih Cara Menulis Kalimat yang Efektif? Simak Ciri dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Ide Pokok<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam satu paragraf hanya terdapat satu ide pokok. Fungsinya untuk membantu pembaca memahami pesan atau argumen yang ingin disampaikan. Ide pokok juga berfungsi untuk merangkum keseluruhan kalimat yang terdapat pada paragraf.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dari sisi penulis, peran ide pokok tak kalah penting loh. Adanya ide pokok memudahkan mereka untuk menyampaikan informasi yang terstruktur, jelas, efektif, serta tidak keluar dari topik yang dibahas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Menentukan Ide Pokok<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menemukan ide pokok dalam sebuah bacaan, kamu dapat menggunakan teknik <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">skimming<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">skimming<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, kamu bisa menentukan ide pokok lebih cepat. Berikut langkah-langkahnya:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatikan judul bacaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tandai kalimat atau kata penting.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Simak kalimat yang terdapat pada awal atau akhir paragraf.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada, kamu juga bisa menemukan ide pokok lewat infografis di paragraf tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi\">Macam-macam Konjungsi, Ciri, dan Contoh Kalimatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Letak Ide Pokok<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan dari kita menganggap ide pokok hanya terletak pada paragraf pertama. Padahal, kita bisa menemukan ide pokok di awal, akhir, atau campuran antara awal dan akhir paragraf. Berikut contohnya:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Paragraf Deduktif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pada paragraf deduktif, kita dapat menemukan ide pokok atau gagasan utama pada awal paragraf<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Ide pokok atau gagasan utama akan diutarakan terlebih dahulu kemudian diikuti dengan kalimat penjelas sebagai kalimat pendukung. Karenanya, paragraf deduktif mempunyai alur tulisan dari khusus ke umum. Dalam paragraf ini, hal-hal yang menjadi inti pembicaraan telah disampaikan di kalimat awal sebelum menuliskan ide pendukung lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pendidikan merupakan kunci utama untuk membuka pintu kesuksesan dalam kehidupan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Pertama, melalui pendidikan, seseorang memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di dunia pekerjaan. Dengan memahami konsep-konsep dasar dan mengembangkan keterampilan tertentu, individu dapat menemukan peluang karir yang lebih baik. Kedua, pendidikan juga membantu membentuk karakter dan kepribadian. Nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan di sekolah memainkan peran penting dalam membentuk individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap masyarakat. Terakhir, pendidikan membuka pintu akses ke berbagai peluang. Dengan memiliki latar belakang pendidikan yang baik, seseorang dapat mengakses peluang pendidikan lanjutan, pelatihan pekerjaan, dan pengembangan diri yang dapat meningkatkan kualitas hidupnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok paragraf ini terletak pada kalimat <em>\u201c<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">pendidikan merupakan kunci utama untuk membuka pintu kesuksesan dalam kehidupan\u201d<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas yang menerangkan alasan pendidikan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Paragraf Deduktif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pada paragraf induktif, kita dapat menemukan ide pokok atau gagasan utama ada di akhir paragraf.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Kalimat penjelas sebagai kalimat pendukung akan diutarakan terlebih dahulu kemudian diakhiri dengan ide pokok atau gagasan utama suatu paragraf. Itu sebabnya paragraf induktif memiliki alur penulisan dari umum ke khusus. Pada paragraf ini, awal kalimat membahas hal yang bersifat umum, kemudian baru ide pokoknya dituliskan di akhir kalimat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yoga, olahraga yang berasal dari India telah menjadi fenomena global dalam mewujudkan hidup sehat. Dengan menggabungkan gerakan tubuh, pernapasan, dan pemikiran, yoga tidak hanya membentuk kebugaran fisik, tetapi juga memberikan dampak positif secara menyeluruh. Melalui latihan postur tubuh, yoga meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan, menciptakan manfaat nyata untuk kondisi fisik kita. Selain itu, fokus pada teknik pernapasan membantu meredakan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. <\/span><strong>Kesimpulannya, yoga bukan hanya latihan, melainkan suatu pendekatan holistik yang merangkul kesehatan dan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok paragraf ini terletak pada kalimat <em>\u201c<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">yoga bukan hanya latihan, melainkan suatu pendekatan holistik yang merangkul kesehatan dan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan.<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201d<\/em> Kalimat terakhir ini merangkum kalimat sebelumnya yang berada di awal dan tengah paragraf.<\/span><b><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Paragraf Campuran<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Paragraf Campuran yang disebut juga paragraf deduktif-induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terdapat di awal dan akhir<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Meski terdapat dua kali pemunculan kalimat utama, bukan berarti gagasan utamanya ada dua. Adanya dua kalimat utama itu hanya sebagai bentuk pengulangan gagasan utama sekaligus untuk mempertegas informasi yang disampaikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hutan memiliki manfaat yang luar biasa bagi manusia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Di hutan tumbuh bermacam-macam tumbuhan yang dapat mencegah banjir, erosi, dan tanah longsor. Hewan-hewan juga dapat hidup bebas di hutan, kita juga dapat memanfaatkan hutan sebagai tempat wisata dan cadangan oksigen. Sayangnya, banyak oknum yang serakah yang membabat habis hutan demi kepentingan pribadi. <\/span><strong>Maka dari itu, penting untuk menjaga hutan demi keberlangsungan hidup anak cucu kita.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok paragraf ini terletak pada kalimat pertama <em>\u201c<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">hutan memiliki manfaat yang luar biasa bagi manusia\u201d <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan kalimat terakhir yaitu \u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">penting menjaga hutan demi keberlangsungan hidup anak cucu kita\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/tips-mengerjakan-soal-literasi-bahasa-indonesia\">Strategi Menjawab Soal Literasi Bahasa Indonesia di SNBT, Wajib Tahu!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Ide Pokok<\/b><\/span><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Ide Pokok 1<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kini pembuatan makanan berbahan dasar buah mangrove sudah mulai dikembangkan. Salah satu kelompok masyarakat yang berupaya untuk terus mengembangkannya adalah ibu-ibu nelayan di Balikpapan. Meskipun tidak langsung berhasil, akhirnya mereka berhasil memanfaatkan beberapa jenis mangrove menjadi aneka makanan, seperti kolak, sayur, dan permen. Hal tersebut dilakukan dalam upaya memanfaatkan buah mangrove menjadi makanan yang lebih berguna dan bernilai ekonomi tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Pengembangan makanan berbahan dasar buah mangrove.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat utama: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kini pembuatan makanan berbahan dasar buah mangrove sudah mulai dikembangkan.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Ide Pokok 2<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diketahui bahwa lebih dari dua ratus rumah dan bangunan mengalami kerusakan, baik sedang maupun berat. Jumlah korban jiwa yang melayang mencapai lima puluh orang. Belum lagi korban yang mengalami luka-luka, jumlahnya lebih dari tiga ratus orang. Orang-orang yang kini selamat dari gempa tersebut kini berusaha untuk bertahan hidup dengan kondisi kekurangan air, pakaian layak, dan makanan. Mereka pun terserang berbagai penyakit kulit karena harus tinggal di pengungsian yang memiliki tingkat sanitasi kurang baik. Gempa yang berpusat di Banten itu memang menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat yang terkena dampaknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok:<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"> Kerugian akibat gempa di Banten. (Gempa yang berpusat di Banten menimbulkan banyak kerugian<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.)\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat utama: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gempa yang berpusat di Banten itu memang menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat yang terkena dampaknya.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Ide Pokok 3<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua makhluk hidup membutuhkan air. Sebagian besar tubuh makhluk hidup tersusun oleh air, sehingga makhluk hidup perlu minum air untuk bertahan hidup. Sebagai contoh, kandungan air dalam tubuh manusia adalah sekitar 60% \u2013 70% dari berat tubuh. Air sangat penting bagi organ-organ dalam tubuh untuk bekerja dengan baik. Selain untuk minum, air juga dibutuhkan manusia untuk industri dan pertanian. Tumbuhan membutuhkan air untuk bisa tumbuh dan berkembang. Semua makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup tanpa air.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Makhluk hidup membutuhkan air<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat utama:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Semua makhluk hidup membutuhkan air.\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<li><em><span style=\"font-weight: 400;\">Semua makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup tanpa air<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Ide Pokok 4<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kecelakaan lalu lintas di jalan raya disebabkan oleh berbagai hal. Banyak pemakai jalan raya tidak menaati peraturan lalu lintas. Misalnya kebut-kebutan, melanggar lampu rambu-rambu lalu lintas, dan mau menang sendiri. Selain itu, banyak kendaraan yang tidak dilengkapi spion. Jika semua pemakai jalan raya taat peraturan, maka kecelakaan lalu lintas dapat berkurang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab kecelakaan lalu lintas<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat utama: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kecelakaan lalu lintas di jalan raya disebabkan oleh berbagai hal<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Contoh Ide Pokok 5<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit influenza adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan. Penyakit ini menyebar melalui kontak langsung dari satu orang ke orang lain. Menurut temuan terbaru, penyebaran virus influenza terkait erat dengan kelembaban. Di negara-negara beriklim seperti Amerika Utara dan Eropa, wabah flu biasanya terjadi di musim dingin. Di negara tropis, influenza menyebar di musim hujan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebaran influenza yang mudah<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat utama: <em>Penyakit influenza adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan.<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, sekarang kamu nggak bingung lagi ya kalau ditanya apa itu ide pokok. Selama rajin membaca dan berlatih, kamu bisa kok menjawab soal dengan mudah. Apalagi ada Master Teacher di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang siap membantu. Bisa belajar online atau datang langsung ke cabang terdekat dari rumahmu!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2a0fe942-beea-415a-9afc-8d08e0a7dcb6.png\" alt=\"Brain Academy Branch\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">f<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">i<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">les1.simpkb.id\/guruberbagi\/rpp\/257864-1674693528.pdf<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ruangguru.com\/blog\/skimming-dan-scanning-membaca-cepat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">brilio.net\/ragam\/25-contoh-ide-pokok-paragraf-beserta-penjelasannya-simpel-dan-mudah-2209276\/contoh-soal-ide-pokok-paragraf.html<\/span><\/p>\n<p>(Diakses: 12 Juni 2024)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam soal Bahasa Indonesia, kita seringkali diminta menentukan ide pokok dari bacaan. Bagaimana cara menemukan ide pokok sebuah paragraf? Yuk, kita bahas! &#8212; Udah capek-capek baca tulisan, tetapi masih belum paham? Wah, bisa jadi kamu belum ketemu ide pokoknya tuh! Pertanyaan mengenai ide pokok hampir selalu ada di soal Bahasa Indonesia sejak kita duduk di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3648,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1750219785:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Dimana letak ide pokok dalam sebuah bacaan? Kenali dari ciri, fungsi, cara menentukan dalam paragraf, dan contohnya di artikel berikut ini yuk."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/67e38a9f-1d07-4051-8585-0731c819c7e1.png"],"_wp_old_date":["2024-06-17","2024-06-21"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-3648","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ide Pokok: Pengertian, Cara Menentukan, Ciri &amp; Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ide Pokok: Pengertian, Cara Menentukan, Ciri &amp; Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam soal Bahasa Indonesia, kita seringkali diminta menentukan ide pokok dari bacaan. Bagaimana cara menemukan ide pokok sebuah paragraf? Yuk, kita bahas! &#8212; Udah capek-capek baca tulisan, tetapi masih belum paham? Wah, bisa jadi kamu belum ketemu ide pokoknya tuh! Pertanyaan mengenai ide pokok hampir selalu ada di soal Bahasa Indonesia sejak kita duduk di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-18T02:00:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-18T04:09:20+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Salsabila Nanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok\",\"name\":\"Ide Pokok: Pengertian, Cara Menentukan, Ciri & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/67e38a9f-1d07-4051-8585-0731c819c7e1.png\",\"datePublished\":\"2025-06-18T02:00:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-18T04:09:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/67e38a9f-1d07-4051-8585-0731c819c7e1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/67e38a9f-1d07-4051-8585-0731c819c7e1.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ide Pokok: Pengertian, Cara Menentukan, Ciri &#038; Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783\",\"name\":\"Salsabila Nanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Salsabila Nanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ide Pokok: Pengertian, Cara Menentukan, Ciri & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ide Pokok: Pengertian, Cara Menentukan, Ciri & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Dalam soal Bahasa Indonesia, kita seringkali diminta menentukan ide pokok dari bacaan. Bagaimana cara menemukan ide pokok sebuah paragraf? Yuk, kita bahas! &#8212; Udah capek-capek baca tulisan, tetapi masih belum paham? Wah, bisa jadi kamu belum ketemu ide pokoknya tuh! Pertanyaan mengenai ide pokok hampir selalu ada di soal Bahasa Indonesia sejak kita duduk di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-06-18T02:00:21+00:00","article_modified_time":"2025-06-18T04:09:20+00:00","author":"Salsabila Nanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Salsabila Nanda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok","name":"Ide Pokok: Pengertian, Cara Menentukan, Ciri & Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/67e38a9f-1d07-4051-8585-0731c819c7e1.png","datePublished":"2025-06-18T02:00:21+00:00","dateModified":"2025-06-18T04:09:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/67e38a9f-1d07-4051-8585-0731c819c7e1.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/67e38a9f-1d07-4051-8585-0731c819c7e1.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/ide-pokok#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ide Pokok: Pengertian, Cara Menentukan, Ciri &#038; Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/7a2f56f2643f738a30f42b8f2a6ba783","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/salsabila-nanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3648","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3648"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3648\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5457,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3648\/revisions\/5457"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3648"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3648"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3648"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}