{"id":364,"date":"2025-08-12T09:00:03","date_gmt":"2025-08-12T02:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=364"},"modified":"2025-08-12T16:50:19","modified_gmt":"2025-08-12T09:50:19","slug":"jenis-teks-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah","title":{"rendered":"Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal-teks-sejarah.jpg\" alt=\"mengenal-teks-sejarah\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><!--more--><em>Kamu tahu nggak kalau teks sejarah itu punya 2 macam? Sama-sama menceritakan kejadian di masa lalu, tetapi punya perbedaan yang mencolok. Apa saja ya?<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa sih yang kamu pikirkan ketika mendengar kata \u201csejarah\u201d? Pelajaran yang ngebosenin? Ckckck, padahal nih ya, sejarah itu mengajarkan kita banyak hal loh, termasuk peristiwa penting yang nggak mungkin terjadi untuk kedua kalinya. Sejarah juga memberitahu kita informasi tentang asal-usul sesuatu atau sebuah peristiwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eh, eh, eh, tapi sebelumnya, kamu tahu nggak sih, <span style=\"font-weight: bold;\">apa itu teks cerita sejarah<\/span>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Teks yang berisi tulisan sejarah, Kak!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya, iya dong\u2026 tapi bukan itu maksudnya. Cari tahu, yuk, pengertian, jenis, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, struktur, dan contohnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Teks Cerita Sejarah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan fakta kejadian di masa lalu, asal usul sesuatu dan tersusun berdasarkan kronologi<\/span>. <span style=\"font-weight: bold;\">Nah, teks sejarah ini punya dua bentuk; non fiksi dan fiksi<\/span>. Jadi, siapa bilang kalau teks sejarah cuma bisa dipakai oleh penulisan ilmiah?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kayak contohnya buku \u201cKupilih Jalan Geriliya\u201d karya Enang Rokajat Asura. Nah, itu adalah contoh penerapan teks sejarah dalam bentuk non-fiksi. Kalau kamu mau coba gimana teks sejarah berbentuk fiksi, bisa coba baca tetralogi novel karya Pramoedya Ananta Toer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terus, bedanya apa ya? Nah, kita cari tahu yuk ciri-ciri, struktur, dan kebahasaan teks sejarah supaya lebih mudah dipahami!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/penelitian-sejarah\" rel=\"noopener\">Tahapan Penelitian Sejarah Menurut Para Ahli<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: bold; font-size: 20px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis Teks Cerita Sejarah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks cerita sejarah dibagi menjadi 2 jenis, yaitu non fiksi dan fiksi. Berikut pengertian, persamaan, dan perbedaan diantara keduanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Teks Sejarah Non Fiksi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks sejarah non fiksi adalah teks yang merekonstruksi peristiwa sesuai dengan urutan sebenarnya. Tokoh yang diceritakan pun benar-benar nyata, berisi fakta sejarah, dan bertujuan menambah ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/span> Buku\u00a0<em>Kupilih Jalan Gerilya\u00a0<\/em>karya Enang Rokajat Asura yang berisi perjalanan hidup Jenderal Sudirman dari lahir hingga beliau meninggal. Seperti yang diketahui, Jenderal Sudirman adalah salah satu pahlawan Indonesia yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/perbedaan-dan-persamaan-teks-sejarah-fiksi-non-fiksi-1.jpg\" alt=\"perbedaan-dan-persamaan-teks-sejarah-fiksi-non-fiksi-1\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Teks Sejarah Fiksi<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Berbeda dengan non fiksi, teks sejarah fiksi tidak selalu berpatokan pada fakta sejarah. Biasanya, pengarang menggunakan peristiwa sejarah sebagai latar belakang suasana saja. Sedangkan para tokoh atau konflik ceritanya bersumber dari imajinasi mereka. Tujuan teks sejarah fiksi adalah sebagai hiburan semata.<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">Contoh: <span style=\"font-weight: normal;\">Novel\u00a0<em>Bumi Manusia\u00a0<\/em>karya Pramoedya Ananta Toer menceritakan kisah cinta Minke, pemuda Indonesia, dengan Annelies yang berketurunan Indo-Belanda pada awal abad 20.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Ciri-Ciri Teks Sejarah<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: normal; text-align: justify;\">Baik teks sejarah fiksi maupun non fiksi memiliki karakteristik atau ciri-ciri sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Berisi fakta<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Menceritakan ulang suatu peristiwa sejarah<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Berbentuk kronologis, artinya tersusun dari rangkaian atau urutan peristiwa yang berkesinambungan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/jurusan-sejarah\" rel=\"noopener\">Serunya Jurusan Sejarah, Menyelami Masa Lalu Lewat Mata Kuliah<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Struktur Teks Cerita Sejarah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan jenisnya, struktur teks ini dibagi menjadi 2:<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Teks Sejarah Non Fiksi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Struktur teks sejarah non fiksi hanya terdiri dari 3 bagian, yaitu:<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><strong>a. Orientasi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Orientasi merupakan pembuka atau pengantar dari teks sejarah. Ini berisi pengenalan secara umum peristiwa yang akan dijelaskan.<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><strong>b. Kronologi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Kronologi atau disebut juga rangkaian peristiwa. Kejadiannya harus berurutan dan saling berkesinambungan satu sama lain.<\/p>\n<h4 style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><strong>c. Reorientasi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan opini penulis. Nah, bagian ini pun optional loh. Jadi, Brainies boleh menuliskannya ataupun tidak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"height: auto; max-width: 100%; width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/struktur-teks-sejarah-fiksi-dan-non-fiksi.jpg\" alt=\"struktur-teks-sejarah-fiksi-dan-non-fiksi\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; font-size: 18px; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Teks Cerita Sejarah Fiksi<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Struktur teks sejarah fiksi bisa dibilang sama dengan struktur <a href=\"\/blog\/cerpen-cerita-pendek\" rel=\"noopener\">cerpen<\/a> atau <a href=\"\/blog\/ciri-struktur-unsur-dan-kebahasaan-novel\" rel=\"noopener\">novel<\/a>, yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">a. Orientasi<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembuka cerita yang berisi pengenalan tokoh dan latar.<\/p>\n<h4 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\">b. Komplikasi<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komplikasi adalah tahapan menuju konflik yang berisi urutan kejadian.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>c. Klimaks<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Klimaks adalah puncak konflik dalam sebuah teks cerita sejarah fiksi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>d. Resolusi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah konflik terjadi, tokoh-tokoh dalam cerita berusaha menemukan solusi dan menyelesaikan permasalahan yang ada.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>e. Koda<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koda adalah bagian akhir yang memuat nilai-nilai moral yang dapat dipetik oleh pembaca.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\"><strong>Baca Juga: <\/strong><a style=\"font-weight: bold; background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/sejarah-pembacaan-teks-proklamasi-peristiwa-di-baliknya\" rel=\"noopener\">Sejarah Pembacaan Teks Proklamasi dan Peristiwa di Baliknya<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks ini sering menggunakan verba mental, verba material, adketiva, konjungsi, kalimat lampau, kalimat langsung, serta kalimat tidak langsung. Yuk, kita bahas definisi dan contohnya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Verba Mental<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Verba adalah kata kerja. Verba mental artinya kata kerja yang berhubungan dengan pikiran manusia, sehingga tidak terlihat secara fisik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh:\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">merasa, berpikir, menduga.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Verba Material<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kalau verba mental hanya bisa dirasakan, verba material adalah kata kerja yang berbentuk aktivitas fisik. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh:\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">menggerakkan, mengiringi, bekerja.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Adjektiva<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Masih ingat nama lain dari adjektiva? Ya, betul. Adjektiva adalah kata sifat yang menerangkan ciri atau karakteristik dari individu maupun benda.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh:\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">berwibawa, tampan, gagah.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Konjungsi Temporal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Namanya juga teks sejarah, sudah pasti banyak menggunakan kata penghubung keterangan waktu. Tujuannya untuk menandai urutan-urutan peristiwa.\u00a0<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh:\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: normal;\">ketika, sejak, sebelum, sesudah, hingga, sementara, sambil, lalu, kemudian.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Kalimat Lampau<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kalimat lampau adalah kalimat yang menyatakan kejadian di masa lalu.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/span> Setelah putrinya angkat kaki dari istana, Sang Adipati bergegas menyuruh prajurit untuk mencari anak semata wayangnya itu.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Kalimat Langsung<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kalimat langsung adalah kalimat yang diucapkan secara langsung kepada orang yang dituju. Ditandai dengan tanda petik (&#8220;&#8230;.&#8221;).<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/span> &#8220;Ampun, Gusti Adipati, hamba belum mengerti,&#8221; kata Riung Samudera.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">7. Kalimat Tidak Langsung<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\">Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang berisi penyampaian kembali ucapan orang lain secara tidak langsung sehingga tidak menggunakan tanda petik.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: normal;\"><span style=\"font-weight: bold;\">Contoh:<\/span> Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan penjelasan Adipati tentang masalah itu.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: bold; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: #eeeeee;\">Baca juga: <a style=\"background-color: #eeeeee;\" href=\"\/blog\/cara-berpikir-diakronik-dan-sinkronik-dalam-sejarah\" rel=\"noopener\">Perbedaan Cara Berpikir Diakronik, Sinkronik, dan Periodesasi dalam Sejarah<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Contoh Teks Cerita Sejarah Non Fiksi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Sejarah Berdirinya Disneyland<\/span><\/strong><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong><em>Orientasi<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu pasti sudah tidak asing dengan nama Disney dan Disneyland, kan? Disneyland merupakan taman bermain yang paling terkenal di dunia. Taman yang didirikan oleh Walt Disney ini terdapat di beberapa kota besar di belahan dunia seperti California, Florida, Tokyo, Hongkong, Paris, dan Shanghai.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong><em>Kronologi<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, Disney Studio sudah lebih terkenal di tahun 1940-an. Mereka adalah rumah produksi yang memperkenalkan karakter-karakter kartun populer seperti Mickey Mouse dan Snow White. Lantas, karena banyak mendapat surat penggemar yang ingin berkunjung ke studio, Walt Disney pun berinisiatif untuk membangun sebuah taman tempat keluarga berkumpul dan menikmati waktu bersama karakter Disney Studio.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhirnya, Walt Disney membeli tanah seluas 160 hektar persegi di daerah Anaheim, California pada tahun 1953. Taman bermain ini pada awalnya ingin dinamakan \u201cMickey Mouse Park\u201d, lalu diubah lagi menjadi \u201cDisneylandia\u201d, dan berakhir menjadi \u201cDisneyland\u201d. Konstruksi pun selesai pada 1954, dengan menghabiskan biaya lebih dari US$ 17 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 18 Juli 1955, Disneyland dibuka untuk umum untuk pertama kalinya. Saat itu, ada delapan belas atraksi yang dibuka di dalam lima area. Harga tiketnya pun masih tergolong murah, hanya US$ 1.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disneyland terus berkembang setelah itu. Bahkan di tahun 90-an, mereka mulai membangun hotel dan spa untuk kebutuhan turis di sekitar area taman bermain. Begitu juga wahana yang terus bertambah. Melihat betapa populernya taman bermain itu di California, Disneyland pun mulai dibuka di bagian dunia lainnya. Mulai dari Florida pada tahun 1971, lalu merambah ke tanah Asia dengan dibangunnya Disneyland Tokyo pada tahun 1983. Eropa pun mengikuti pada tahun 1992 di Paris. Serta Disneyland Hongkong pada tahun 2005, dan yang terbaru adalah Disneyland Shanghai di tahun 2016.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong><em>Reorientasi<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disney tidak hanya menjaga posisinya dengan terus mengeluarkan film animasi yang bagus, tetapi juga menyediakan pengalaman berharga bagi penggemarnya. Mungkin saja setelah ini, Disney akan mengembangkan sayapnya ke benua lainnya. Dengan begitu, keberadaannya tidak akan pernah mati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-weight: bold; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Contoh Teks Cerita Sejarah Fiksi<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>Mangir<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Karya Pramoedya Ananta Toer<\/strong><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong>Orientasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di bawah bulan malam ini, tiada setitik pun awan di langit. Dan bulan telah terbit bersamaan dengan tenggelamnya matari. Dengan cepat ia naik dari kaki langit, mengunjungi segala dan semua yang tersentuh cahayanya. Juga hutan, juga laut, juga hewan dan manusia. Langit jernih, bersih, dan terang. Di atas bumi Jawa lain lagi keadaannya gelisah, resah, seakan-akan manusia tak membutuhkan ketenteraman lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan juga laut Jawa di bawah bulan purnama sidhi itu gelisah. Ombak-ombak besar bergulung-gulung memanjang terputus, menggunung, melandai, mengejajari pesisir pulau Jawa. Setiap puncak ombak dan riak, bahkan juga busanya yang bertebaran seperti serakan mutiara\u2013semua\u2013dikuningi oleh cahaya bulan. Angin meniup tenang. Ombak-ombak makin menggila.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong>Menuju Konflik atau Komplikasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah kapal peronda pantai meluncur dengan kecepatan tinggi dalam cuaca angin damai itu. Badannya yang panjang langsing, dengan haluan dan buritan meruncing, timbul-tenggelam di antara ombak-ombak purnama yang menggila. Layar kemudi di haluan menggelembung membikin lunas menerjang serong gunung-gunung air itu\u2013serong ke barat laut. Barisan dayung pada dinding kapal berkayuh berirama seperti kaki-kaki pada ular naga. Layarnya yang terbuat dari pilinan kapas dan benang sutra, mengilat seperti emas, kuning dan menyilaukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sang Patih berhenti di tengah-tengah pendopo, dekat pada damarsewu, menegur, \u201cDingin-dingin begini anakanda datang. Pasti ada sesuatu keluarbiasaan. Mendekat sini, anakanda.\u201d Dan Patragading berjalan mendekat dengan lututnya sambil mengangkat sembah, merebahkan diri pada kaki Sang Patih. \u201cAmpuni patik, membangunkan Paduka pada malam buta begini Kabar duka, Paduka. Balatentara Demak di bawah Adipati Kudus memasuki Jepara tanpa diduga-duga, menyalahi aturan perang.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dAllah Dewa Batara!\u201d sahut Sang Patih. \u201dItu bukan aturan raja-raja! Itu aturan brandal!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dBalatentara Tuban tak sempat dikerahkan, Paduka.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dBagaimana Bupati Jepara?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dTewas enggan menyerah Paduka,\u201d Patragading mengangkat sembah. \u201dSisa balatentara Tuban mundur ke timur kota. Jepara penuh dengan bala tentara Demak. Lebih dari tiga ribu orang.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dBegitulah kata warta,\u201d Pada meneruskan dengan hati-hati matanya tertuju pada Boris. \u201dSemua bangunan batu di atas wilayah Kota, gapura, arca, pagoda, kuil, candi, akan dibongkar. Setiap batu berukir telah dijatuhi hukuman buang ke laut! Tinggal hanya pengumumannya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dDisambar petirlah dia!\u201d Boris meraung, seakan batu-batu itu bagian dari dirinya sendiri. \u201dDia hendak cekik semua pernahat dan semua dewa di kahyangan. Dikutuk dia oleh Batara Kala!\u201d Tiba-tiba suaranya turun mengiba-iba: \u201dApa lagi artinya pengabdian? Aku pergi! Jangan dicari. Tak perlu dicari!\u201d Meraung.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong>Puncak Konflik atau Klimaks<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia lari keluar ruangan, langsung menuju ke pelataran depan. Diangkatnya tangga dan dengannya melangkahi pagar papan kayu. Dari balik pagar orang berseru-seru, \u201dLari dari asrama! Lari!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mula-mula pertikaian berkisar pada kelakuan Trenggono yang begitu sampai hati membunuh abangnya sendiri, kemudian diperkuat oleh sikapnya yang polos terhadap peristiwa Pakuan. Mengapa Sultan tak juga menyatakan sikap menentang usaha Portugis yang sudah mulai melakukan perdagangan ke Jawa? Sikap itu semakin ditunggu semakin tak datang. Para musafir yang sudah tak dapat menahan hati lagi telah bermusyawarah dan membentuk utusan untuk menghadap Sultan. Mereka ditolak dengan alasan: apa yang terjadi di Pajajaran tak punya sangkut paut dengan Demak dan musafir.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong>Resolusi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawaban itu mengecewakan para musafir. Bila demikian, mereka menganggap, sudah tak ada perlunya lagi para musafir mengagungkan Demak karena keagungannya memang sudah tak ada lagi. Apa gunanya armada besar peninggalan Unus, yang telah dua tahun disiapkan kalau bukan untuk mengusir Portugis dan dengan demikian terjamin dan melindungi Demak sebagai negeri Islam pertama-tama di Jawa? Masuknya Peranggi ke Jawa berarti ancaman langsung terhadap Islam. Kalau Trenggono tetap tak punya sikap, jelas dia tak punya sesuatu urusan dengan Islam.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong>Koda<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang menarik kesimpulan dari perkembangan terakhir: antara anak dan ibu takkan ada perdamaian lagi. Dan pertanyaan kemudian yang timbul: Adakah Sultan akan mengambil tindakan terhadap ibunya sendiri sebagaimana ia telah melakukannya terhadap abang-kandungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pangeran Seda Lepen? Orang menunggu dan menunggu dengan perasaan prihatin terhadap keselamatan wanita tua itu. Sultan Trenggono tak mengambil sesuatu tindakan terhadap ibunya. Ia makin keranjingan membangun pasukan daratnya. Hampir setiap hari orang dapat melihat ia berada di tengah-tengah pasukan kuda kebanggaannya, baik dalam latihan, sodor, maupun ketangkasan berpacu samba memainkan pedang menghajar boneka yang digantungkan pada sepotong kayu. Ia sendiri ikut dalam latihan-latihan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan dalam salah satu kesempatan semacam ini pernah ia berkata secara terbuka, \u201dTak ada yang lebih ampuh daripada pasukan kuda. Lihat, kawula kami semua!\u201d Dan para perwira pasukan kuda pada berdatangan dan merubungnya, semua di atas kuda masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dPada suatu kali, kaki kuda Demak akan mengepulkan debu di seluruh bumi Jawa. Bila debunya jatuh kembali ke bumi, ingat-ingat para kawula, akan kalian lihat, takkan ada satu tapak kaki orang Peranggi pun tampak. Juga tapaktapaknya di Blambangan dan Pajajaran akan musnah lenyap tertutup oleh debu kuda kalian.\u201d Seluruh Tuban kembali dalam ketenangan dan kedamaian\u2013kota dan pedalaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sang Patih Tuban mendiang telah digantikan oleh Kala Cuwil, pemimpin pasukan gajah. Nama barunya: Wirabumi. Panggilannya yang lengkap: Gusti Patih Tuban Kala Cuwil Sang Wirabumi. Dan sebagai patih ia masih tetap memimpin pasukan gajah, maka Kala Cuwil tak juga terhapus dalam sebutan. Pasar kota dan pasar bandar ramai kembali seperti sediakala. Lalu lintas laut, kecuali dengan Atas Angin, pulih kembali. Sang Adipati telah menjatuhkan titah: kapal-kapal Tuban mendapat perkenan untuk berlabuh dan berdagang di Malaka ataupun Pasai.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, apa penjelasan di atas membantu kamu dalam membuat teks sejarah? Kalau kamu masih punya pertanyaan tentang materi ini, atau pelajaran lainnya, yuk ikut <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"\/\" rel=\"noopener\">bimbel Brain Academy<\/a> yang super duper seru! Apalagi dengan konsep gabungan les offline dan online. Bisa coba gratis dulu kok!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/289c64b7-123e-48be-a3f9-842a150e3fa2.png\" alt=\"IDN CTA Blog Brain Academy Center\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rianto, Tomi. <em>Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA dan MA Rangkuman Bahasa Indonesia SMA MA SBMPTN. Bumi Aksara<\/em>. Diakses dari https:\/\/www.google.co.id\/books\/edition\/CCM_Cara_Cepat_Menguasai_Bahasa_Indonesi\/6MX-DwAAQBAJ?hl=id&amp;gbpv=0 (24 November 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rahman, Taufiqur. <em>Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan<\/em>. CV Pilar Nusantara. Diakses dari https:\/\/www.google.co.id\/books\/edition\/Teks_dalam_Kajian_Struktur_dan_Kebahasaa\/VBWiDwAAQBAJhl=id&amp;gbpv=1&amp;dq=struktur+teks+sejarah&amp;printsec=frontcover (24 November 2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Raman. (2020).<em>The History of Disneyland<\/em>. Diakses dari https:\/\/www.adayinlatours.com\/blog\/the-history-of-disneyland\/ (29 November 2021)<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">History.com Editors. (2009). <em>Disneyland opens<\/em>. Diakses dari https:\/\/www.history.com\/this-day-in-history\/disneyland-opens (29 November 2021)<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\">Toer, Ananta Pramoedya. (2000).\u00a0<em>Drama Mangir<\/em>. Diakses dari https:\/\/inlis.kemenpppa.go.id\/opac\/detail-opac?id=2880 (17 November 2022)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":364,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal-teks-sejarah.jpg"],"_edit_lock":["1754992109:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-11-18","2023-11-07","2024-08-20"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Kamu tahu nggak kalau teks cerita sejarah itu punya 2 macam? Sama-sama menceritakan kejadian di masa lalu, tetapi punya perbedaan yang mencolok. Apa saja ya?"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-12T02:00:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-12T09:50:19+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fauzia Astuti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fauzia Astuti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah\",\"name\":\"Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal-teks-sejarah.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-12T02:00:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-12T09:50:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/2b2b3303b89cd9b60469b151820a6e45\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal-teks-sejarah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal-teks-sejarah.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/2b2b3303b89cd9b60469b151820a6e45\",\"name\":\"Fauzia Astuti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fauzia Astuti\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/fauzia-astuti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2025-08-12T02:00:03+00:00","article_modified_time":"2025-08-12T09:50:19+00:00","author":"Fauzia Astuti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fauzia Astuti","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah","name":"Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal-teks-sejarah.jpg","datePublished":"2025-08-12T02:00:03+00:00","dateModified":"2025-08-12T09:50:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/2b2b3303b89cd9b60469b151820a6e45"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal-teks-sejarah.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mengenal-teks-sejarah.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-teks-sejarah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/2b2b3303b89cd9b60469b151820a6e45","name":"Fauzia Astuti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fauzia Astuti"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/fauzia-astuti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=364"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/364\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5746,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/364\/revisions\/5746"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}