{"id":3383,"date":"2026-03-09T11:00:44","date_gmt":"2026-03-09T04:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?p=3383"},"modified":"2026-03-10T15:30:29","modified_gmt":"2026-03-10T08:30:29","slug":"contoh-naskah-drama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama","title":{"rendered":"15 Contoh Naskah Drama Singkat dengan Berbagai Tema"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c953ed30-5e22-4d38-9d16-dc255baacdc6.png\" alt=\"contoh naskah drama\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang mencari referensi naskah drama untuk tugas sekolah atau pementasan? Yuk, simak contoh naskah drama berikut, ada berbagai tema, lho!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu menonton drama saat di sekolah atau sebuah acara? Atau justru kamu pernah bermain drama? Dalam drama, setiap tokoh memiliki dialog sesuai naskah yang sudah dibuat sebelumnya. Dialog ini membuat tokoh saling berinteraksi dan membuat penonton paham akan jalan cerita yang ingin disampaikan. Seperti apa, sih naskah drama itu? Yuk, simak contoh naskah drama dengan beragam tema berikut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Drama\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum masuk ke contohnya, kita ingat-ingat lagi pengertian drama. Istilah <\/span><strong>drama berasal dari bahasa Yunani yaitu <em>draomai<\/em> yang artinya berbuat atau bertindak<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Menurut KBBI, drama adalah kisah atau cerita yang melibatkan konflik atau emosi, dan disusun khusus untuk pertunjukan teater. Drama sudah ada sejak 335 masehi, sejak zaman Aristoteles, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi, sampai hari ini, drama masih menjadi karya seni yang diminati banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Drama diperankan oleh seseorang yang biasa kita sebut aktor atau aktris. Tokoh atau pemeran ini akan melakukan tindakan sesuai dialog atau naskah drama. Contoh drama tradisional di Indonesia adalah lenong, ketoprak, wayang orang, ludruk, randai, dan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-drama\">Contoh Teks Drama beserta Unsur, Ciri, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Unsur-Unsur Drama<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Drama memiliki dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Berikut penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Unsur Intrinsik\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Unsur intrinsik adalah unsur yang berada dalam sebuah drama<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Berikut adalah unsur intrinsik drama:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Tokoh dan penokohan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, karakter dalam drama.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Latar (setting)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, gambaran tempat, situasi, dan waktu dalam drama.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Alur atau plot<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu susunan cerita dari awal sampai akhir.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Tema<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, ide pokok dalam cerita drama.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Amanat<\/strong><b>,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada penonton melalui cerita drama.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Dialog<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, percakapan antar tokoh.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Babak<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, bagian dari lakon drama, biasanya dalam satu drama ada beberapa babak.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Konflik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, pertentangan dalam drama, biasanya berupa masalah.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Unsur Ekstrinsik\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar drama<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi memiliki peran dalam drama tersebut, seperti berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biografi atau riwayat hidup pengarang naskah drama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Falsafah hidup pengarang naskah drama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur sosial budaya masyarakat yang menjadi inspirasi pembuatan teks drama.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-fabel\">Contoh Cerita Fabel Bahasa Indonesia dan Inggris Singkat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6035d0d1-7ca1-4c84-813a-17f15d907cca.png\" alt=\"Struktur Naskah Drama\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Naskah Drama Singkat Berbagai Tema<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa contoh naskah drama pendek dengan berbagai tema:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Contoh Naskah Drama Tema Keluarga\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pilihan Anak\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ari sudah memasuki kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan melanjutkan kuliah. Suatu sore, Ari berbincang-bincang dengan ayah, ibu, dan neneknya di ruang tamu. Mereka menanyakan keputusan Ari untuk memilih jurusan kuliah. Baik sang ayah dan ibu Ari ternyata memiliki pilihan jurusan masing-masing dan tak mau memperhatikan keinginan Ari pribadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah: \u201cJadi, sudah kamu pikirkan masak-masak kamu mau melanjutkan kuliah di jurusan apa?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ari: \u201cSudah, Yah.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu: \u201cJadi, kamu mau kuliah jurusan apa, Nak?\u201d (datang ke ruang tamu sambil menghidangkan teh untuk ayah dan nenek Ari).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ari: \u201cAri inginnya kuliah jurusan seni.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah: \u201cApa? Kamu ingin kuliah seni? Mau jadi apa nanti kamu setelah lulus kuliah?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu: \u201cIya, kamu mau kerja apa setelah lulus nanti? Kuliah itu jangan cuma cari senangnya saja. Perhatikan juga masa depan kamu nantinya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nenek: \u201cKenapa kok Ari ingin kuliah jurusan seni?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ari: \u201cAri ingin mengembangkan bakat Ari jadi pelukis, Nek.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu: \u201cItu kan bisa kamu lakukan tanpa harus kuliah. Kamu bisa sering melukis sambil kuliah jurusan yang lain\u201d (menampakan wajah kesal).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah: \u201cBenar kata ibu kamu. Dengarkan itu Ari! Ayah tak mau membiayai kuliah kamu jika kamu memilih jurusan seni. Ayah maunya kamu kuliah jurusan ekonomi.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ari: \u201cTapi, Yah?&#8230;\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu: (memotong kata-kata Ari) \u201cSudah, Ibu juga maunya kamu nanti setelah kuliah bisa bekerja di kantor. Lihat sekarang ini, mana ada pelukis yang hidupnya sejahtera?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nenek: \u201cAyah dan Ibu kamu memang ada benarnya Ari. Pikirkan lagi masak-masak. Jangan sampai kamu menyesal. Soal bakat, kamu bisa mengasahnya di luar jurusan kuliah.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah: \u201cNah, itu dia. Nanti kan kamu bisa ikut kegiatan kampus yang bertema seni.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ari: \u201cBaik ayah, akan Ari pikirkan lagi nanti\u201d (menunduk lesu sambil merenung).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jurusan-seni-tari\">Jurusan Seni Tari: Mata Kuliah dan Prospek Kerja<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Contoh Naskah Drama tentang Masa Depan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Impian Masa Depan\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu ketika, empat orang sahabat sedang berkumpul untuk membicarakan mengenai rencana mereka di masa depan. Mereka terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Toni: \u201cNanti kalau kalian misalnya dihadapkan dua pilihan, kerja di perusahaan besar, tapi gajinya kecil, atau kerja di perusahaan kecil, tapi gajinya besar. Kalian lebih pilih yang mana?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Linda: \u201cYaa kalau aku pilih yang di perusahaan kecil, tapi gajinya besar.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Norman: \u201cAku tak setuju! Lebih baik di perusahaan besar, ya, walaupun gajinya kecil. Kalau kita bekerja di perusahaan besar, masa depan kita lebih terjamin pastinya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Toni: \u201cKalau kamu bagaimana, Am?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ami: \u201cKalau aku sih yang penting potensi kedepannya baik. Tak apa-apa sementara gaji kecil, tapi asalkan nanti kedepannya bisa cukup menjanjikan bagiku.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Toni: \u201cItu artinya kamu memilih bekerja di perusahaan besar daripada perusahaan kecil kan?\u201d (sambil menunjuk Ami).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ami: \u201cIya benar!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Norman: \u201cKalau kamu sendiri Ton?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Toni: \u201cYa kalau aku kurang lebih sama dengan pilihan Ami. Kita kan lihat keberlanjutan nantinya di masa depan. Kalau gaji kita besar, tapi tidak ada keberlanjutan jenjang kariernya, buat apa juga?\u201d (menengadahkan tangan sambil menggelengkan kepala).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Norman: \u201cIya benar juga sih kata kamu. Paling penting itu jenjang karier masa depan nanti.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Linda: \u201cIya sepertinya sih pilihan yang paling tepat ya memikirkan efek jangka panjangnya. Buat apa gaji besar tapi hanya sementara. Lagi pula, perusahaan kecil juga lebih rawan bangkrut kan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ami: \u201cOke, sekarang kan kita sudah tahu apa efek memilih pekerjaan kedepannya. Jadi nanti waktu kita melamar kerja setelah lulus, kita harus pertimbangkan dulu untung ruginya buat masa depan kita.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Norman dan Toni: \u201cSiippp!\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Contoh Naskah Drama tentang Pendidikan dan Persahabatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Persahabatan Mengalahkan Keburukan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruangan kelas terasa sangat dingin dan tegang, karena bertepatan dengan momen ujian semester sekolah. Andi dan Bani duduk sebangku, kemudian ada Siti dan Dina duduk sebangku di depannya, sedangkan Bidu duduk sendiri di samping Bani.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, matematika adalah mata pelajaran yang sedang diujikan. Semua murid pun tampak kebingungan dan kewalahan saat melihat soalnya. Sehingga, terjadilah percakapan antara para sekawan, Andi, Bani, Bidu, Siti dan Dina.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bani: &#8220;Dina, aku mau minta jawaban dari soal nomor 6 dan 7 dong!&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dina: &#8220;B dan D&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siti: Kalau nomor 11, 12, dan 13 jawabannya apa Ban?&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bani: &#8220;11 A, 12 D, nomor 13 aku belum nih&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Andi: &#8220;Husssttt&#8230; jangan kenceng-kenceng nanti guru dengar lho&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siti: &#8220;Soalnya susah sekali, masih banyak yang belum aku kerjakan nih&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian mereka berempat pun memutuskan untuk saling contek menyontek. Namun, tidak dengan di Bidu. Bidu malah terlihat tenang dan mengerjakan soal ujiannya sendiri tanpa bergabung untuk menyontek.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bani: &#8220;Bid, kamu udah selesai jawab soal?&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bidu: &#8220;Belum, masih 2 soal lagi&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bani: &#8220;Aku mau minta jawaban nomor 16 sampai 20 Bid!&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bidu: &#8220;Nggak bisa, Ban&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bani: &#8220;Lah kenapa? Kita kan sahabat, harus kerja sama&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dina: &#8220;Iya Bidu, kita harus kerja sama&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Andi: &#8220;Iya, kamu kan paling pintar di sini Bid&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bidu: &#8220;Tapi bukan kerja sama yang seperti ini harusnya&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siti: &#8220;Kenapa emangnya? Cuma beberapa soal doang!&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bidu: &#8220;Menyontek atau memberi contekan itu hal buruk sama dengan dosa. Aku tidak mau menyontek karena dosa, ataupun memberi contekan ke kalian. Aku minta maaf ya&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siti: &#8220;Tapi saat ini mendesak Bid&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dina: &#8220;Ya Bidu, bantu kami&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bidu: &#8220;Tidak, maaf&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Andi: &#8220;Ya sudah, biarkan. Uruslah urusanmu sendiri Bid dan kami akan urus urusan kami sendiri&#8221; (Marah dan kesal)\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bani: &#8220;Kita lihat buku saja&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bani pun lalu mengeluarkan buku matematika dari kolong mejanya secara diam-diam. Kemudian melihat rumus dan jawabannya. Lalu, Siti menanyakan hasilnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siti: &#8220;Bagaimana Ban, ada tidak? apa jawabannya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bani: &#8220;Ada. kalian dengar ya. 16 A, 17 D, 18 B, 19 A, 20 C&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, suara Bani yang terdengar keras, membuat guru pun mendengarnya. Seketika menghampiri mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Hey, kalian ini, mencontek terus. Kelar saja kalian!&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka berempat pun keluar dari kelas dan dihukum di lapangan untuk menghormati tiang bendera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bani: &#8220;Aku tidak menyangka akan dihukum seperti ini&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siti: &#8220;Seharusnya kita belajar ya&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Andi &amp; Dina: &#8220;Iya benar!&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba Bidu keluar kelas dan menghampiri mereka. Kemudian ia ikut berdiri hormat sama seperti yang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dina: &#8220;Kenapa Bid? Kamu dihukum juga?&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bidu: &#8220;Tidak, aku ingin menjalani hukuman kalian juga. Kita kan sahabat? Aku ingin kita bersama&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siti: &#8220;Aku berharap ini jadi pelajaran untuk kita semua ya&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dina: &#8220;Dan tidak boleh diulang lagi&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Andi: &#8220;Kita sahabat sejati!&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, mereka pun menjalani hukuman dengan tawa dan senyum. Persahabatan akan mengalahkan segala keburukan dan membuat kita tidak akan mengulangi hal buruk lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-cerita-liburan-sekolah\">Contoh Cerita Liburan Sekolah Singkat dan Menarik\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Contoh Naskah Drama Tema Meraih Cita-Cita<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Langkah Cita-Cita\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah desa kecil yang dihiasi oleh sawah hijau dan senja yang indah, hiduplah seorang pemuda bersemangat bernama Rizal. Dari kecil, Rizal bercita-cita menjadi seorang insinyur, meskipun ia tumbuh dalam keterbatasan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rizal: &#8220;Ayah, Ibu, saya ingin menjadi insinyur. Saya ingin membangun sesuatu yang bermanfaat untuk desa kita.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah Rizal: &#8220;Anakku, cita-citamu bagus, tapi kita tidak punya cukup uang untuk biaya pendidikan tinggi.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu Rizal: &#8220;Jangan khawatir, Nak. Kita akan cari jalan. Semua anak memiliki hak untuk meraih cita-citanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan semangat dan dukungan keluarga, Rizal bekerja keras di sekolah, memperoleh beasiswa, dan akhirnya berhasil masuk ke perguruan tinggi untuk belajar teknik sipil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dosen: &#8220;Selamat, Rizal! Kamu berada di jalur yang benar untuk meraih cita-citamu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Rizal: &#8220;Terima kasih, Pak. Ini semua berkat dukungan keluarga dan semangat untuk memberikan yang terbaik.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, perjalanan Rizal tidaklah mudah. Ia menghadapi tantangan akademis dan finansial, tetapi dengan ketekunan dan tekadnya, Rizal berhasil menyelesaikan studinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rizal: &#8220;Ini dia, Ibu, Ayah! Sertifikat kelulusan saya. Saya sekarang seorang insinyur!&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah Rizal: &#8220;Kami bangga padamu, Nak. Engkau adalah bukti bahwa cita-cita dapat diraih dengan kerja keras dan ketekunan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah lulus, Rizal kembali ke desa halamannya. Ia memulai proyek-proyek kecil untuk meningkatkan infrastruktur desa dan memberikan pelatihan kepada generasi muda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Warga Desa: &#8220;Terima kasih, Rizal, karena membawa perubahan positif ke desa kami.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rizal: &#8220;Ini baru awal. Mari kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita Rizal bukan hanya tentang meraih cita-cita pribadi, tetapi juga memberikan inspirasi kepada seluruh desa untuk bermimpi dan bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Dengan tekad dan semangat, Rizal membuktikan bahwa tak ada impian yang terlalu besar untuk dikejar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Contoh Naskah Drama tentang Cerita Rakyat\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Malin Kundang\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Malin Kundang adalah seorang anak yang telah lama merantau meninggalkan tanah kelahirannya. Ia mengembara mengadu nasib demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ia meninggalkan Mande, ibu kandungnya seorang diri di tanah kelahirannya. Singkat cerita, akhirnya Malin Kundang berhasil menikah dengan seorang putri saudagar kaya raya. Ia pun kembali ke tanah kelahirannya bersama sang putri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Malin: \u201cIstriku, inilah tanah kelahiranku dulu.\u201d (Sambil menunjuk ke arah daratan dari atas perahu yang bersandar)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Putri: \u201cSungguh indah sekali tanah kelahiran kau ini Kanda.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mande: (Berlari tertatih-tatih) \u201cMalin! Kau kah itu nak?\u201d (Berteriak kegirangan)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Putri: \u201cSiapakah wanita tua itu Kanda?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Malin: (Menyembunyikan wajah terkejut ketika melihat ibunya berlari ke arah perahu) \u201cKanda tak tahu Dinda. Mungkin itu hanya pengemis yang ingin meminta sedikit sumbangan dari kita saja. Sudah jangan pedulikan lagi dia.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mande: \u201cMalin, ini ibumu nak. Sudah lupakah kau pada ibu yang telah mengandung dan membesarkan kau ini Malin?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Malin: \u201cWahai wanita tua! Jangan sekali-kali kau berani mengaku sebagai ibuku. Enyahlah kau! Ibuku bukan wanita tua renta sepertimu, dan ibuku sudah lama meninggal. Pergi kau dari sini! Jangan sampai kau mengotori kapalku ini!\u201d (Berteriak emosi sambil menunjuk ke ibunya)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mande : (Ia menangis menahan kesedihan) \u201cYa Tuhan, kenapa pula anakku berubah menjadi seperti ini? Apa salahku ini Tuhan? Jika memang ia bukan anakku, maka maafkanlah ia yang telah menghinaku ini. Namun jika ia benar anakku si Malin Kundang, maka hukumlah dia yang telah durhaka itu.\u201d (Sambil menengadahkan tangan memohon kepada Tuhan)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, petir datang menggelegar. Badai besar tiba-tiba datang dan kapal Malin Kundang terbalik. Seketika kilat menyambar tubuh Malin dan istrinya. Anehnya, mereka berdua kemudian berubah menjadi batu. Itulah kekuatan doa seorang ibu. Jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tua.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-cerita-fantasi\">Teks Cerita, Pengertian, Unsur, Struktur, Jenis, dan Contoh!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Contoh Naskah Drama Tema Sosial<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Beratnya Hidup di\u00a0 Ibu Kota<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di pagi hari, Shinti dan Adi mengunjungi lokasi perkampungan kumuh. Mereka membawa buku dan alat-alat untuk mengajar anak-anak kampung di sana. Tujuannya, agar mereka bisa membaca dan menulis sesuai dengan program Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mereka. Ketika sampai di sana, Shinti pun bergegas untuk mendekati kerumunan ibu-ibu yang sedang mencuci di pinggir sungai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Shinti: &#8220;Assalamualaikum ibu-ibu..&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu-ibu: &#8220;Waalaikumsalam neng&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adi: &#8220;Bu, sesuai dengan apa yang sudah kita bicarakan kemarin, kali ini saya dan Shinti datang ke sini untuk mengajari anak-anak ibu belajar membaca dan menulis&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Titi: &#8220;Alaa mas mas..mbok biar anak-anak kerja dulu cari rongsokan atau ngamen. Mereka juga harus makan, lumayan hasilnya bisa buat tambah beli makan mereka juga&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yaya: &#8220;Iya&#8230; toh bisa membaca dan menulis tidak jaminan mereka bisa jadi orang yang kerja di kantoran&#8230; lebih baik kerja begini&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Shinti: &#8220;Ibu-ibu, anak-anak itu berhak untuk bisa menulis dan membaca&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yaya: &#8220;Memangnya kalau bisa baca tulis bisa otomatis kenyang? nggak perlu kerja cari duit?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Shinti dan Adi pun sontak saling berpandangan, karena mereka berdua kaget dengan reaksi ibu-ibu di kampung tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adi: &#8220;Memang&#8230; dengan bisa membaca dan menulis tidak membuat anak merasa kenyang sekarang. Tapi dengan bisa baca tulis itu akan membuat anak-anak ibu bisa memiliki kehidupan yang lebih layak dan baik dari kehidupan ibu-ibu sekarang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Shinti: &#8220;Mosok ibu-ibu mau anaknya jadi pemulung dan pengemis juga nanti kalau sudah besar? Tidak kan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendengar pernyataan Adi dan Shinti, ibu-ibu pun terdiam. Tak lama kemudian Ibu Yaya menghampiri mereka setelah mendengar percakapan tadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yaya: &#8220;Benar juga sih, apa yang dibilang mbak dan mas nya tadi. Kalau bisa baca tulis mungkin anak kita nanti hidupnya lebih enak. Nggak dibohongi orang terus. Biarlah anak-anak kalian belajar. Toh tugas mencari uang kan sudah menjadi tugas orang tua. Lagian, dengan menyuruh anak-anak bekerja sekarang, tidak membuat kalian menjadi kaya kan?&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu-ibu pun berubah pikiran, kemudian mereka berteriak memanggil anak-anak yang akan belajar. Akhirnya, setelah anak-anak sudah terkumpul semua, proses belajar mengajar pun dimulai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Contoh Teks Drama tentang Pergaulan Bebas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pergaulan Bebas\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagi itu di sebuah sekolah SMA, Bayu berlari menghampiri Jono, Liyana, Nina, Ardi, Mira, Cici, dan Ahmad.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayu: \u201cTeman-teman, kemarin ada salah seorang teman kita yang ditahan polisi karena terlibat kasus narkotika.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jono: \u201cIya, kemarin saya mendengar kabar burung, tetapi saya tidak mengetahui siapa anak yang ditahan tersebut.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nina: \u201cKatanya sih, kalau tidak salah dengar yang ditangkap polisi itu si Riko anak kelas sebelah.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ahmad: \u201cYa ampun, kasihan sekali, pasti dia ada masalah sehingga sampai mencoba obat-obatan terlarang sebagai pelariannya. Di satu sisi, kejadian tersebut merusak nama baik sekolah kita.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Liyana: \u201cTetapi, bisa saja dia merupakan korban atau dijebak orang. Kita tidak boleh menuduhnya sebagai pengguna terlebih dahulu sebelum ada bukti yang kuat.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nina: \u201cSetahuku, dia memang berasal dari keluarga cukup mampu, namun kurang kasih sayang dari orang tuanya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cBenar kata Liyana, sekarang banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menjebak atau mencari korban lainnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cici: \u201cSekarang memang sedang marak kasus narkotika di kalangan remaja. Hampir setiap hari tayangan di televisi menyiarkan berita tentang kasus narkotika.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ahmad: \u201cKita harus pandai-pandai memilih teman bergaul dan mewaspadai orang asing di sekitar kita.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mira: \u201cKasih sayang dan perhatian orang tua memang sangat berpengaruh pada kehidupan remaja yang masih labil. Kalau orang tua terus mengabaikan anak-anaknya, mereka akan terjerumus ke pergaulan bebas.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayu: \u201cKatanya sih, dia tidak sampai dipenjarakan karena masih di bawah umur. Dia hanya akan melewati tahap rehabilitasi dan kedua orang tuanya perlu diselidiki lebih jauh terkait ketidaktahuan mereka tentang anaknya yang sudah berulang kali menggunakan obat terlarang tersebut.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cici: \u201cSemoga saja setelah direhabilitasi, Riko bisa sembuh dan bersekolah seperti biasanya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Liyana: \u201cSemoga saja, perjalanan hidup kita masih panjang. Usia kita sekarang ini merupakan usia di mana kita menemukan jati diri dan merencanakan masa depan. Sangat disayangkan jika tindakan buruk yang kita perbuat sekarang dapat menghancurkan masa depan kita.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jono: \u201cMari kita bersama-sama saling mendukung dan mengingatkan supaya kita tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan merusak masa depan kita. Kuatkan iman dan terbuka kepada orang tua, keluarga, dan teman terdekat jika ada masalah agar kita tidak Depresi dan memicu kita melakukan perbuatan terlarang seperti mencoba menggunakan narkotika!\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Contoh Naskah Drama 5 Orang tentang Kebersamaan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Tentang Makna Kebersamaan\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari lima sekawan sedang bermain bola di lapangan desa tempat mereka tinggal. Mereka memang sering bermain bola sore hari di lapangan tersebut. Dan saat ini mereka sedang beristirahat di pinggir lapangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayu: \u201cDod, kamu dibawakan bekal apa sama ibumu? (sambil membuka kotak bekalnya).\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: \u201cAku dibawain bekal ayam goreng nih. Kalo kamu Bay?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayu: \u201cAku dibawain bekal udang besar sama bundaku. Soalnya kemarin ayahku menangkap udang bersama ayah Ehsan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: \u201cJadi bekalmu juga juga pake udang San?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ehsan: \u201cIya Dod. Aku samaan sama Bayu\u201d (tersenyum semringah).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: \u201cWaaahhh enaknya aku juga suka sekali udang. Kalo kamu ham?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ilham: \u201cAku dibawain sayur daun ubi dengan ikan sambal Dod. Makanan kesukaanku.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: \u201cWahhh, itu juga tak kalah enaknya. Kalau kamu, Ton?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anton: (tersenyum meringis) \u201cAku gak bawa bekal. Ibuku pagi-pagi sekali sudah bekerja karena abangku akan masuk SMA. Maka dari itu ayah sama ibu harus giat mencari uang. Jadi ibuku tak sempat masakin aku bekal (sedih).\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: \u201cYa sudah, Ton. Kamu masih bisa kok makan bersama kami.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anton: \u201cMaksudnya?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ehsan: \u201cGimana kalo kita ramai-ramai makannya biar Anton juga bisa makan, makanan kita.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ilham: \u201cBagaimana caranya?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ehsan : &#8220;Begini saja, bagaimana kalo kita makannya pakai daun pisang? Jadi makanan kita, kita tuang ke daun pisang itu. Biar kita semua bisa makan bareng-bareng.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: \u201cIde bagus tuh. Ayo!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ilham dan Bayu mengambil daun pisang yang tak jauh dari tempat mereka. Dan mereka semua menuangkan makanannya di daun pisang tersebut. Mereka makan dengan lahap.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anton: \u201cTerima kasih ya teman-teman. Cuma kalian teman yang mengerti keadaanku.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayu: \u201cSiap. Santai aja, Ton\u201d (sambil tersenyum).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Contoh Naskah Drama <em>Bullying\u00a0<\/em><\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong>Stop Bullying\u00a0<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa, seorang siswi SMA, menjadi korban <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">bullying<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh Ramzi, teman sekelasnya. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Bullying<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dilakukan Ramzi membuat Alisa merasa takut dan tertekan. Azizah, teman Alisa, berusaha membantu Alisa untuk melawan Ramzi. Guru Sarah juga turut membantu Alisa dan Ramzi untuk menyelesaikan masalah mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Di koridor sekolah, Alisa sedang berjalan sendirian. Tiba-tiba, Ramzi datang dari belakang dan mendorong Alisa.)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ramzi: \u201cHey, gendut! Kenapa jalannya lambat banget sih?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa: (tersenyum paksa) \u201cMaaf, aku lagi buru-buru.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ramzi: (tertawa) \u201cBuru-buru ke mana sih? Mau kabur dari aku?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa: (menundukkan kepala) \u201cEnggak.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ramzi: (mendorong Alisa lagi) \u201cDasar, gendut!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa berlari pergi. Ramzi tertawa. Di kantin sekolah, Azizah melihat Alisa sedang duduk sendirian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Azizah: \u201cAlisa, kenapa kamu sendirian?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa: \u201cAku enggak mau duduk bareng yang lain. Mereka pasti nyindir aku lagi.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Azizah: (duduk di samping Alisa) \u201cAku tahu kamu lagi di-<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">bully<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> sama Ramzi.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa: (menangis) \u201cIya, aku takut sama dia.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Azizah: \u201cAku akan selalu ada untuk kamu. Kita akan lawan Ramzi bersama-sama.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di kelas, Ramzi sedang mencemooh Alisa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ramzi: (kepada teman-temannya) \u201cLihat, itu dia si gendut!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teman-teman Ramzi: (tertawa) Iya, gendut banget!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa: (menundukkan kepala)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Azizah: (berteriak) \u201cRamzi, stop! Kamu nggak pantas ngomong kayak gitu ke Alisa!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ramzi: (kepada Maya) \u201cDia memang gendut! Kamu juga nggak pantas temenan sama dia!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aazizah: (kepada ramzi) \u201cAku nggak peduli! Aku akan selalu ada untuk Alisa!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Di ruang guru, Guru Sarah memanggil Ramzi dan Azizah.)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru Sarah: \u201cRamzi, kamu tahu apa yang kamu lakukan itu salah?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ramzi: (menundukkan kepala) \u201cIya, Bu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru Sarah: \u201cKamu harus meminta maaf kepada Alisa.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ramzi: (kepada Alisa) \u201cAlisa, aku minta maaf atas semua yang telah aku lakukan. Aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa: (mengangguk) \u201cTerima kasih, Ramzi.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru Sarah: \u201cAzizah, kamu juga harus bangga dengan dirimu. Kamu telah menunjukkan keberanian untuk melawan bullying.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Azizah: (tersenyum) \u201cTerima kasih, Bu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Di rumah Alisa, orang tua Lisa sedang mendiskusikan masalah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">bullying<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dialami Alisa.)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu Alisa: \u201cAlisa, kamu tidak boleh takut untuk melawan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">bullying<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Kamu harus berani berbicara kepada guru atau orang tuamu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa: (mengangguk) \u201cAku akan berusaha, Bu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah Alisa: \u201cKamu tidak sendirian, Alisa. Kami selalu ada untukmu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa: (tersenyum) \u201cTerima kasih, Ayah.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Di sekolah, Alisa dan Ramzi sedang berjalan bersama.)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ramzi: \u201cAlisa, aku ingin berteman denganmu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa: (tersenyum) \u201cAku juga ingin berteman denganmu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Alisa dan Ramzi berjabat tangan.)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru Sarah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">: (kepada Alisa dan Ramzi) \u201cAku senang melihat kalian bisa berteman sekarang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alisa dan Ramzi: (tersenyum) \u201cTerima kasih, Bu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Semua orang bertepuk tangan.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Contoh Naskah Drama tentang Persahabatan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di kamar Freya, Nayla datang dan duduk di pinggir kasur. Sementara Freya sedang berbaring di kasurnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nayla: \u201cFrey, kamu kenapa?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Freya: \u201cNggak papa kok Nay, aku cuma sedikit stress aja karena ujian masuk PTN tinggal sedikit lagi.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nayla: \u201cOooh jadi itu yang membuat kamu mengurung diri di kamar terus? Terus kata mama kamu, kamu makannya sedikit.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Freya: \u201cIya, lagi gak mood buat ngapa-ngapain nih.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nayla: \u201cFrey, jangan gitu dong. Kalau kamu ga mau makan, mengurung diri terus di kamar, nanti kamu sakit. Terus kalau kamu sakit, kamu nanti nggak bisa ikut ujian tulis masuk PTN itu gimana? Makin ribet nanti urusannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Freya: \u201cIya juga ya, tapi gimana dong. Aku bingung nih.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nayla: \u201cYang kamu bingungin apa, Frey?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Freya: \u201cAku bingung, nanti kalo aku gak masuk PTN, aku harus gimana?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nayla: \u201cSekarang, kamu jangan mikirin hasilnya dulu. Kamu belajar aja dulu yang rajin, banyakin jawab-jawab soal ujian tahun lalu. Urusan hasil itu belakangan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Freya: \u201cUdah kok, Nay. Tapi, aku masih aja merasa takut ngebayangin kalau aku nggak diterima.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nayla: \u201cKayaknya kamu perlu untuk refreshing deh. Biar kepala kamu enggak pusing. Gimana kalau kita belajar bareng? Kita bisa cari tempat di luar sana kayak taman, kafe, dan yang lain. Biar kamu enggak tertekan, sekalian bisa liat pemandangan yang bagus terus hirup udara segar. Gimana menurut kamu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Freya: \u201cWah ide bagus tuh. Aku juga mau hirup udara segar. Otakku udah mumet banget nih.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nayla: \u201cYa udah, ayo.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Freya: \u201cTerima kasih ya Nay, kamu selalu ada di saat aku lagi butuh bantuan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nayla: \u201cIya sama-sama, Frey.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Freya dan Nayla pun saling berpelukan.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Contoh Naskah Drama Komedi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siang itu lima sekawan yakni Danu, Dina, Dita, Didi, dan Dadang sepakat untuk mengerjakan tugas sepulang sekolah bersama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dita: \u201cNanti kita kerjakan tugas di tempat biasa ya teman-teman.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Didi: \u201cDi balai desa atau di rumah Danu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dita: \u201cDi balai desa saja.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dina: \u201cBaiklah teman-teman, kalau begitu saya pulang ganti baju dan makan dulu baru saya ke balai desa.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan jam menunjukkan pukul empat sore, Dina, Dita, dan Didi segera berangkat menuju balai desa. Hanya Danu yang tidak berangkat karena sepulang sekolah ia tertidur pulas dan lupa jika sudah sepakat mengerjakan tugas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">*Sampai di balai desa*<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Didi: \u201cDanu mana ya? Sudah hampir jam lima dia tak kunjung datang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dina: \u201cJangan-jangan dia lupa jika sekarang kita akan mengerjakan tugas?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dita: \u201cAtau mungkin dia mengira kalau kita akan mengerjakan tugas di rumahnya. Sebaiknya kita ke rumahnya mungkin dia sudah menunggu kita.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dadang: \u201cMungkin dia ada urusan tetapi lupa memberitahu kita. Kita tunggu saja disini sembari menyelesaikan separuh tugas.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka berempat mengerjakan tugas bersama terlebih dahulu sembari menunggu kedatangan Danu. Setelah jam tangan Dadang menunjukkan angka pukul 5:30 sore, terlihat dari jauh anak laki-laki terengah-engah berlari membawa tas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Didi: \u201cTuh kan, Danu baru kemari.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dina: \u201cEh.. iya. Tetapi kenapa dia berlari seperti dikejar hantu dan memakai seragam sekolah?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Danu: \u201cTeman-teman? Sedang apa kalian sepagi ini di balai desa? Apa kalian tidak takut terlambat ke sekolah?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika Dita, Dina, Didi dan Dadang tertawa terbahak-bahak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dita: \u201cIni masih sore, Danu. Pasti kamu baru bangun tidur kan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dina: \u201cMakanya Dan, kita dilarang tidur sampai hampir petang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Wajah Danu memerah disertai rasa malu dan menyesal.)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>12. Contoh Teks Drama Singkat tentang Kejujuran\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam suasana belajar mengajar di dalam kelas dan sedang dilakukan ulangan mendadak serta mengumpulkan tugas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Anak anak, silakan dikumpulkan tugas karya tulis minggu kemarin.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian satu persatu siswa naik mengumpulkan tugas karya tulis masing-masing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Karena ini merupakan tugas perorangan, maka penilaian akan dilakukan berdasarkan isi dari karya tulis kalian. Oke, masukkan buku kalian semua. Bapak akan mengadakan ulangan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reni: &#8220;Hah, ulangan apa lagi pak? baru saja 2 hari yang lalu diadakan ulangan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Rara, tolong dibagikan kertas folio ini ke semua siswa.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rara: &#8220;Baik pak.&#8221; (Suasana ruang kelas berubah menjadi gaduh karena setiap siswa mengeluh tentang diadakannya ulangan mendadak ini)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Pada ulangan kali ini, bapak ingin kalian menulis ulang pokok-pokok dan kesimpulan dari karya tulis yang kalian buat.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian siswa hening dan sibuk mengerjakan ulangan. Sedangkan pak guru sibuk memeriksa tugas karya tulis yang tadi dikumpulkan. Pak guru menemukan keanehan pada tugas karya tulis milik Rara dimana isinya sama persis dengan karya tulis milik Rina. Setelah 20 menit berlalu, kemudian kertas ulangan dikumpulkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Baiklah yang lain bisa istirahat. Tolong Rara dan Rina tetap disini, bapak mau bicara.&#8221; (semua siswa keluar ruang kelas kecuali Rara dan Rina)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Bapak minta kalian berdua jujur kepada bapak. Kenapa tugas kalian bisa sama persis, bahkan titik dan komanya juga.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rara: &#8220;Saya mengerjakan karya tulis itu sendiri pak.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rina: &#8220;Saya juga mengerjakan karya tulis saya sendiri.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Lalu, mengapa isi dari jawaban ulangan kalian tadi tidak sama dengan isi karya tulis kalian?&#8221; (lama Rara dan Rina terdiam, takut-takut untuk memulai berbicara)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rina: &#8220;Maaf pak. Kalau saya jujur, apakah kalau saya berkata jujur maka bapak akan memaafkan saya?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Tentu.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rina: &#8220;Saya mendapatkan materi untuk tugas karya tulis dari internet pak. Saya langsung copy paste dan tidak saya baca lagi. Itulah mengapa ulangan tadi tidak sama dengan isi karya tulis saya.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Baiklah, alasan bisa bapak terima. terus kamu Rara?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rara: &#8220;Saya minta tolong Reni mengerjakan tugas karya tulis itu pak. Dan kelihatannya dia mencari sumber dari internet.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Guru: &#8220;Kalau begitu tolong panggilkan Reni.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rara : &#8220;Baik pak.&#8221; (Rara pun keluar memanggil Reni)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reni: &#8220;Bapak memanggil saya?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Iya, bapak ingin bertanya, apa benar murid 1 minta tolong pada kamu untuk mengerjakan tugasnya?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reni: &#8220;Iya pak, maafkan saya pak. Rara bilang dia tidak mengerti tugas dari bapak terlebih dia bilang dia tidak bisa mencari tugas tersebut dari internet karena dia tidak punya uang untuk ke warnet.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guru: &#8220;Baiklah kalau begitu. Tugas karya tulis dan ulangan kalian bapak kembalikan. kalian harus membuat karya tulis lagi dan dikumpulkan dalam 3 hari.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rina: &#8220;Baik pak.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rara: &#8220;Baik pak, akan saya kerjakan sendiri tugasnya.&#8221;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>13. Contoh Naskah Drama 6 Orang\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Babak 1: Di Depan Peta Tua<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">David: (Eksis) \u201cSaya yakin harta karun sekolah lama ini ada di sini, di mana kita menemukan peta ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sarah: (Penuh semangat) \u201cAyo, kita harus mencarinya! Ini akan menjadi petualangan seru.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tina: (Bingung) \u201cTapi peta ini sangat tua. Bagaimana kita tahu apa yang masih berlaku?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Babak 2: Mengejar Petunjuk Pertama<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ricky: (Membaca peta) \u201cPetunjuk pertama mengatakan kita harus mencari pohon tua di halaman belakang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dian: (Berkata) \u201cBaiklah, mari kita cek halaman belakang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bobby: (Melihat pohon tua) \u201cInilah pohon tua yang dimaksud di peta!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Babak 3: Temuan Pertama<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">David: (Menggali tanah di sekitar pohon) \u201cSaya menemukan sesuatu! Ini kotak tua.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sarah: (Mengintip) \u201cApa yang ada di dalamnya, David?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tina: (Mengamati) \u201cIni terlihat seperti barang antik. Mungkin ini bagian dari harta karun.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ricky: (Senang) \u201cKita harus membukanya dan melihat apa yang ada di dalamnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dian: (Buka kotak) \u201cLihatlah, ini sepotong relikui bersejarah!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bobby: (Berkata) \u201cSaya kira kita telah menemukan bagian pertama dari harta karun sekolah lama ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">David: (Penuh semangat) \u201cPetualangan ini baru saja dimulai, teman-teman!\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>14. Contoh Naskah Drama tentang Lomba Masak<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Lomba Masak\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reni, Ria, Untari, dan Susi sedang duduk-duduk di teras rumah Ria. Di atas meja terhidang minuman dan sepiring pisang goreng. Peristiwa itu terjadi pada suatu sore hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reni: \u201cBagaimana Ri, kau sudah mendapat ide?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ria: (Penuh tanda tanya) \u201cSebetulnya sudah, tapi\u2026 apakah kalian setuju dengan ideku ini?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untari dan Susi: (Hampir bersamaan). \u201cCoba katakan, apa idemu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ria: \u201cBegini (diam sebentar). Kita buat saja masakan dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Kebetulan kami panen pisang dan singkong, kemarin. Nah, kita bisa memanfaatkan kedua bahan itu.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untari: \u201cTapi\u2026 apakah masakan kita tidak memalukan? Sebab, singkong dan pisang hanya bahan murah.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Susi: \u201cBenar pendapat Untari, tentunya kelompok kita akan membuat masakan dari bahan yang lebih baik dan lebih mahal.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reni: \u201cTetapi aku setuju dengan pendapat Ria. Dengan bahan yang sederhana kita pun dapat membuat makanan yang enak. Kebetulan kakakku pernah membuat makanan dari bahan singkong dan pisang. Jadi, kita dapat belajar dari dia.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ria: \u201cYa, ibuku pun pernah memasaknya, dan hasilnya\u2026 Kami semua senang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untari: (Bernada khawatir). \u201cTapi\u2026 Bagaimana dengan kelompok lain?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Susi: \u201cWah, mereka pasti akan memasak makanan yang enak dan mahal.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reni: \u201cAh, makanan mahal belum tentu enak rasanya. Dan kita harus mengingat kemampuan kita.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ria: \u201cBetul kata Reni, sebaliknya makanan yang murah belum tentu tidak enak. Maka, sekarang kita putuskan saja, kelompok kita, kelompok II, akan membuat makanan dari bahan singkong dan pisang.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reni: \u201cYa, aku setuju, bagaimana Untari, dan kau Susi?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untari: (Bernada pasrah). \u201cBisa begitu\u2026 Ya sudahlah, aku setuju.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Susi: \u201cAku juga setuju.\u201d<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>15. Contoh Naskah Drama Teater tentang Kenaikan Kelas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Naik Kelas\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cAku tahu kamu adalah juara kelas. Tetapi dari tadi aku perhatikan wajahmu tampak bimbang, seperti angin ribut. Coba lihat mereka! Bersorak-sorak gembira! Mereka telah berhasil merebut kemenangan dalam kenaikan kelas ini meskipun tidak menjadi juara seperti kau!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cItulah bedanya!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cTentunya ada yang sedang kamu pikirkan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cTentu saja! Namanya juga orang hidup!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cApakah kamu sedang memikirkan hasil juaramu itu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cTidak!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cNilaimu yang bagus?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cTidak!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: (Bersungut) \u201cSemua tidak!\u201d (Setelah diam sejenak) \u201cYang kamu pikirkan itu, apakah ada hubungannya dengan makhluk hidup?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cYa dan tidak!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cSejenis hewan?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cTidak!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cManusia? Tumbuhan? Cacing?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cTidak!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cManusia tidak, hewan tidak, tumbuhan juga tidak! Eng\u2026 apa ada hubungannya dengan orang lain?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cYa!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: (Kecewa) \u201cAh, kalau saja aku tahu apa yang ada di dalam kepalamu, aku tentu tidak akan main ragam pesona seperti ini! Tak tahulah apa yang hendak aku lakukan dengan proyek termenungmu itu! Semula\u2026sebagai seorang kawan, aku ingin membantu.Siapa tahu kepalaku yang dungu ini bisa memberikan pertolongan. Atau paling tidak, semacam perhatian yang khusus terhadap masalah yang khusus pula.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cNah! Mendekati hal itu, Ar!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cO, soal yang khusus-khususan itu, toh?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cYa. Bahkan sangat khusus dan sangat pribadi!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cApa itu?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cAku kagum dan tidak mengerti terhadap dirimu, Ardi!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ardi: \u201cTerhadap aku yang bodoh dan tidak naik kelas ini?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Citra: \u201cYa. Kamu tidak naik kelas, tetapi begitu besar perhatianmu padaku. Kamu tidak naik kelas, tetapi tampak tidak merasa kecewa, bahkan tenang-tenang saja. Itulah yang membuat aku bingung!\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seru-seru, ya cerita dari contoh teks drama di atas. Semoga bisa menjadi referensi untuk menulis naskah drama atau pertunjukan, ya. Kamu bisa belajar lebih lanjut tentang materi ini di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/\">Brain Academy<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> bisa belajar kapan saja dimana saja dengan guru terbaik. Yuk, coba sekarang!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/branch\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d93f0b57-34b2-450c-bcba-7ca2c0a12930.png\" alt=\"Brain Academy Center\" width=\"799\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">liputan6.com\/hot\/read\/5403220\/6-contoh-teks-drama-singkat-untuk-anak-sekolah-dilengkapi-strukturnya?page=6<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">brilio.net\/wow\/11-contoh-teks-drama-berbagai-tema-dari-komedi-hingga-kisah-cinta-211217x\/contoh-teks-drama-tentang-kisah-cinta-231012d.html<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">sonora.id\/read\/423879189\/12-contoh-naskah-drama-singkat-berbagai-tema-untuk-referensi-tugas?page=all<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">katadata.co.id\/lifestyle\/edukasi\/64c88c611efa4\/5-contoh-teks-drama-berbagai-tema-yang-mudah-dihafal?page=2<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Diakses: 18 Maret 2023)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sedang mencari referensi naskah drama untuk tugas sekolah atau pementasan? Yuk, simak contoh naskah drama berikut, ada berbagai tema, lho! &#8212; Pernahkah kamu menonton drama saat di sekolah atau sebuah acara? Atau justru kamu pernah bermain drama? Dalam drama, setiap tokoh memiliki dialog sesuai naskah yang sudah dibuat sebelumnya. Dialog ini membuat tokoh saling berinteraksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3383,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1773131297:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Sedang mencari referensi teks drama untuk tugas sekolah atau pementasan? Yuk, simak contoh naskah drama berikut, ada berbagai tema, lho!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c953ed30-5e22-4d38-9d16-dc255baacdc6.png"],"_wp_old_date":["2024-03-18","2025-03-10"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["contoh naskah drama"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Sedang mencari referensi teks drama untuk tugas sekolah atau pementasan? Yuk, simak contoh naskah drama berikut, ada berbagai tema, lho!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["80"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["23"]},"categories":[1],"tags":[28,16,19],"class_list":["post-3383","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brainies-bertanya","tag-materi-belajar","tag-pojok-sekolah"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>15 Contoh Naskah Drama Singkat dengan Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sedang mencari referensi teks drama untuk tugas sekolah atau pementasan? Yuk, simak contoh naskah drama berikut, ada berbagai tema, lho!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"15 Contoh Naskah Drama Singkat dengan Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sedang mencari referensi teks drama untuk tugas sekolah atau pementasan? Yuk, simak contoh naskah drama berikut, ada berbagai tema, lho!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-09T04:00:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-10T08:30:29+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"23 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama\",\"name\":\"15 Contoh Naskah Drama Singkat dengan Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c953ed30-5e22-4d38-9d16-dc255baacdc6.png\",\"datePublished\":\"2026-03-09T04:00:44+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-10T08:30:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\"},\"description\":\"Sedang mencari referensi teks drama untuk tugas sekolah atau pementasan? Yuk, simak contoh naskah drama berikut, ada berbagai tema, lho!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c953ed30-5e22-4d38-9d16-dc255baacdc6.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c953ed30-5e22-4d38-9d16-dc255baacdc6.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"15 Contoh Naskah Drama Singkat dengan Berbagai Tema\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/\",\"name\":\"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"15 Contoh Naskah Drama Singkat dengan Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"Sedang mencari referensi teks drama untuk tugas sekolah atau pementasan? Yuk, simak contoh naskah drama berikut, ada berbagai tema, lho!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"15 Contoh Naskah Drama Singkat dengan Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","og_description":"Sedang mencari referensi teks drama untuk tugas sekolah atau pementasan? Yuk, simak contoh naskah drama berikut, ada berbagai tema, lho!","og_url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama","og_site_name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","article_published_time":"2026-03-09T04:00:44+00:00","article_modified_time":"2026-03-10T08:30:29+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"23 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama","name":"15 Contoh Naskah Drama Singkat dengan Berbagai Tema - Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c953ed30-5e22-4d38-9d16-dc255baacdc6.png","datePublished":"2026-03-09T04:00:44+00:00","dateModified":"2026-03-10T08:30:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2"},"description":"Sedang mencari referensi teks drama untuk tugas sekolah atau pementasan? Yuk, simak contoh naskah drama berikut, ada berbagai tema, lho!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c953ed30-5e22-4d38-9d16-dc255baacdc6.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c953ed30-5e22-4d38-9d16-dc255baacdc6.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/contoh-naskah-drama#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"15 Contoh Naskah Drama Singkat dengan Berbagai Tema"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/","name":"Portal Belajar &amp; Latihan Soal Terlengkap | Blog Brain Academy","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/d9969261d46f6870b53dac8214594da2","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3383"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3383\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6500,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3383\/revisions\/6500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3383"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}